cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal
ISSN : 08531629     EISSN : 08531629     DOI : -
Majalah Ilmiah Biologi Biosfera : A Scientific Journal merupakan peer reviewed jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Media ini mewadahi hasil-hasil penelitian di bidang biologi tropika yang terbit tiga kali setahun (Januari, Mei, September).
Arjuna Subject : -
Articles 342 Documents
Keanekaragaman Serangga pada Tanaman Semangka (Citrullus lanatus (Thunb.) Mansf.) Darsono Darsono; Meyla Khasanah
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 35, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2018.35.3.606

Abstract

The aims of this reseach was to determine the diversity, abundance of insects on watermelon based on ecological function .The method used in this research was survey with a random sampling techniques on watermelon plants. Insect observations conducted in three phases, ie before flowering, during flowering and during fruiting. The results showed the insects were obtained consisting of five orders, ie Orthoptera, Coleoptera, Hemiptera, Hymenoptera and Diptera. The role of each order is fitofag / herbivores are dominated by the family of the order Orthoptera and Coleoptera. Most families from the order Orthoptera, Coleoptera, Hymenoptera and Diptera act as predators. Insects that act as pollinators dominated by the family of the order Hymenoptera and Diptera. The Order Hemiptera act as pests. Insect abundance in watermelon crop was highest in fruiting phases ie 1103 individuals (50.61%).  While the abundance in the phase prior to flowering and during flowering phase successively obtained the total of 132 individuals (10.62%) and 727 individuals (38.77%) respectivelly. Shannon-Wiener Diversity  index (H'), Evenness index (E) of insects in the phase before flowering H '= 1.642, E = 0.3691, in the current phase of flowering H' = 2.231, E = 0, 5474, and the fruiting phase H '= 2.613, E = 0.7575. Based on the ecosystem function the highest diversity was insect pest (H' = 1,56, E 0,6799), following by insect pollinators (H' = 1,44, E 0,8489),   and the lowest was predator (H' = 1,235, E 0,8598), (In watermelon farming, insect community was dominated by pest, escpesially during fruiting phase. 
Penggandaan Kromosom Marigold (Tagetes erecta L.) dengan Perlakuan Kolkisin Ida Ayu Ratih Purnama Dewi; Made Pharmawati
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 35, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2018.35.3.773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian kolkisin terhadap jumlah kromosom marigold serta dapat mengetahui konsentrasi kolkisin yang efektif untuk menginduksi poliploidi pada kecambah marigold.  Kecambah diberi direndam dalam kolkisin dengan konsentrasi 0,1% dan 0,2% selama 6 jam Sebagai kontrol digunakan akuades. Parameter yang diamati adalah jumlah kromosom ujung akar marigold pada masing-masing perlakuan. Pengamatan kromosom dilakukan dengan metode squash ujung akar. Pemberian kolkisin  menyebabkan penggandaan jumlah kromosom kecambah marigold. Rata-rata jumlah kromosom kecambah marigold pada kontrol adalah 2n=2x=20,5, sementara  rata-rata jumlah kromosom yang diberi perlakuan kolkisin 0,1% dan 0,2 % berturut-turut yaitu 2n=4x=42 dan 2n=4x=43.
Analisis Kuantitatif Mikrobiologi Serbuk Minuman Fungsional Lintah Laut (Discodoris sp.) pada Suhu yang Berbeda Selama Penyimpanan Raja Marwita Sari Putri; Nurjanah Nurjanah; Kustariayah Tarman
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 35, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.542 KB) | DOI: 10.20884/1.mib.2018.35.3.729

Abstract

Pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan menunjukkan bahwa didalam produk pangan telah terjadi kontaminasi dari luar ataupun karena proses pengolahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah mikroba yang ada pada serbuk minuman fungsional lintah laut (Discodoris sp.) pada suhu yang berbeda (30 °C, 35 °C dan 45 °C) selama penyimpanan, adapun parameter pengamatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji total mikroba/kapang, pH (derajat keasaman) dan uji kadar air (aw). Metode yang digunakan untuk menghitung jumlah mikroba adalah Perhitungan jumlah total mikroba dilakukan dengan Standard Plate Count (SPC). Analisis data dilakukan dengan mendiskripsikan hasil Total Plate Count pada sampel  serbuk minuman fungsional lintah laut. Analisis tersebut disajikan suatu Standards Plate Count (SPC) dalam bentuk grafik untuk mempermudah dalam pembacaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Jumlah TPC pada dua formula serbuk minumam fungsional lintah laut ini pada berbagai suhu penyimpanan masih dibawah standar yang ditetapkan oleh SNI
Sebaran Spasial Bakteri Koliform di Sungai Musi Bagian Hilir Marlina Ummas Genisa; Lia Auliandari
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 35, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2018.35.3.750

Abstract

Tujuan penelitian adalah memberikan gambaran sebaran bakteri koliform/E.coli secara spasial di Sungai Musi bagian hilir yang melewati Kota Palembang. Titik sampling dalam penelitian sebanyak 21 titik secara systemtic random sampling, dimulai dari Pulokerto hingga Pulo Kemaro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran bakteri koliform/E. coli tertinggi adalah di sekitar titik sampling 13-18, diikuti dengan sebaran yang lebih rendah, yaitu sekitar titik sampling 4-12, dan yang terendah adalah pada titik sampling 1-3 di sekitar Pulokerto dan titik sampling 19-21 di sekitar Pulo Kemaro. Faktor yang dapat menyebabkan sebaran bakteri adalah penggunaan lahan dan karakter bakteri E. coliyang bersifat anaerob fakultatif dan halofilik. Penggunaan lahan berupa lahan terbangun untuk permukiman dan kawasan untuk kegiatan pemerintahan dan perekonomian memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap jumlah dan sebaran bakteri E. coli dibandingkan dengan lahan terbuka
Aktifitas Antibakteri Ekstrak Jamur Endofit Mangga Podang (Mangifera indica L.) Asal Kabupaten Kediri Jawa Timur Reny Rosalina; Riska Surya Ningrum; Prima Agusti Lukis
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 35, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.006 KB) | DOI: 10.20884/1.mib.2018.35.3.757

Abstract

Jamur endofit merupakan salah satu mikroba endofit yang hidup di dalam jaringan tumbuhan dan diketahui dapat menghasilkan senyawa aktif yang mirip dengan tumbuhan inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas antibakteri dari ekstrak media dan ekstrak jamur endofit yang berhasil diisolasi dari ranting mangga podang (Mangifera indica L.). Didapatkan empat jenis jamur endofit hasil isolasi yang kemudian dikultur menggunakan media padat Potato Dextrose Agar (PDA) kemudian dipindahkan ke media cair Potato Dextrose Broth (PDB). Setelah miselia tumbuh selama inkubasi, media dan biomassaa jamur dipisahkan dengan filtrasi vakum. Jamur yang telah dikeringkan dimaserasi menggunakan metanol, sedangkan media jamur diekstraksi menggunakan etil asetat. Ekstrak jamur dan ekstrak media kemudian diuji aktivitas terhadap bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Salmonella thypi, dan Staphylococcus mutan menggunakan metode difusi cakram kertas. (Disk Diffusion Method). Kontrol negatif yang digunakan adalah aquades sedangkan sebagai pembanding adalah antibiotik ciprofloxacin dan kloramfenikol. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak jamur dan ekstrak media jamur memiliki aktifitas sebagai antibakteri dengan sensitifitas yang berbeda-beda. Ekstrak media jamur memiliki sensitifitas yang lebih tinggi terhadap beberapa macam bakteri dibandingkan dengan ekstrak yang diperoleh dari biomassa jamur.
Hubungan Jenis Kelamin dengan Kejadian Infeksi HBV dan HCV pada Orang dengan HIV/ AIDS (ODHA) Forman Novrindo Sidjabat; Durroh Humairoh; MM Riyaniarti Estri
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.415 KB) | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.1.706

Abstract

Data statistik Ditjen PP dan PL Kemenkes RI menyebutkan  bahwa  kasus  HIV/AIDS  di  Indonesia  sampai  bulan  Maret 2016 mencapai 276.511 penderita, dan 11,4% diantaranya tercatat di Jawa Timur (Jatim). Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) sering terkena virus hepatitis, sekitar sepertiganya memiliki penyakit infeksi bersamaan dengan HBV atau HCV, yang dalam jangka panjang akan menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian infeksi HBV dan HCV pada ODHA. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 81 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) yang melakukan tes HIV di Laboratorium Rumah Sakit Umum Daerah Gambiran Kota Kediri. Penelitian ini tidak menemukan adanya hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian infeksi HBV dan HCV pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA). 
Kepadatan dan Penyebaran serta Status Resistensi Nyamuk (Diptera: Culicidae) dari Daerah Endemis dan Non Endemis DBD di Wilayah DIY Dila Hening Windyaraini; Giyantolin Giyantolin; Ilzam Shadik Maulidi; Titi Marsifah
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.986 KB) | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.1.756

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia tidak terkecuali di wilayah DIY. Jumlah penderita dan luas daerah penyebarannya semakin bertambah seiring dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. Keberadaan tempat perindukan nyamuk sangat erat kaitannya dengan kemelimpahan nyamuk karena merupakan sarana berkembangbiaknya larva nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tempat perindukan vektor dengue dan status resistensinya terhadap insektisida organofosfat di daerah endemis dan non endemis DBD di DIY. Sampling larva dan pengamatan tempat perindukan nyamuk dilakukan di Kelurahan Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta dan Kelurahan Panjatan, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo. Nilai House Index (HI), Container Index (CI), dan Breteau Index (BI) diperoleh dari hasil survei karakterisasi tempat perindukan. Penetapan status resistensi dilakukan dengan uji biokemis terhadap nyamuk dewasa. Peningkatan aktivitas enzim esterase non-spesifik ditemukan pada nyamuk dari 2 RW di daerah endemis dan 4 dusun di daerah non endemis. Nilai HI, CI dan BI Kelurahan Sorosutan adalah sebesar 45 %, 21,95 %, dan 35, sedangkan Kelurahan Panjatan sebesar 6,31 %, 14 % dan 14. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat aktivitas enzim esterase non spesifik pada nyamuk di daerah endemis dan non endemis DBD serta kepadatan dan penyebaran vektor DBD lebih tinggi di daerah endemis dibandingkan non endemis DBD.Kata kunci : DBD, nyamuk, endemis, status resistensi tempat perindukan
Isolasi Cendawan yang Berperan dalam Proses Pembuatan Pliek U (Makanan Fermentasi Khas Aceh) Muhammad Asril; Analekta Tiara Perdana; Mahyarudin Mahyarudin; Anja Asmarany; Qurrota A’yun
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.499 KB) | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.1.807

Abstract

Pliek u merupakan produk residu hasil fermentasi kelapa oleh mikroorganisme tertentu secara spontan. Produk hasil fermentasi ini telah dimanfaatkan secara turun temurun oleh masyarakat Aceh sebagai bahan bumbu masak seperti pembuatan sayur, olahan ikan dan sambal buah-buahan, sedangkan minyak yang dihasilkan selama proses fermentasi dijadikan sebagai obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cendawan yang berperan sebagai fermentor alami selama proses pembuatan pliek u. Cendawan diisolasi dari substrat kelapa yang telah terfermentasi selama 5 hari dan ditumbuhkan di media Potato Dextrose Agar. Pengamatan makroskopis dilakukan dengan mengamati warna spora dan warna misellium, sedangkan pengamatan mikroskopis dilakukan dengan teknik slide culture yaitu mengamati bentuk dan ukuran spora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 isolat cendawan yang terdiri dari 6 isolat dari genus Aspergillus yaitu A. niger 1, A. niger 4.1, A. niger 5, A. flavus 3, A. flavus 4.2, A. flavus 6. Sedangkan 3 isolat lainnya merupakan Penicillium citrinum, Thielaviopsis paradoxa dan Geotrichum candidum. Keberadaan cendawan ini dipengaruhi oleh substrat yang digunakan pada fermentasi pliek u. Selain itu, juga diperoleh minyeuk simplah yang berwarna kuning dan merupakan produk samping selama proses fermentasi pliek u. Hasil ini menegaskan bahwa cendawan yang berperan dalam proses pembuatan pliek u sangat beragam tergantung proses pembuatannya.
Jenis, Frekuensi Kemunculan, dan Persentase Penyakit Cendawan pada Tanaman Sayuran Eddy Tri Sucanto; Muachiroh Abbas
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.486 KB) | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.1.719

Abstract

Tanaman sayuran sangat berperan dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan dan gizi karena sayuran kandungan mineral dan vitamin yang dimiliki. Upaya tersebut terkendala oleh banyaknya jenis penyakit cendawan pada tanaman sayuran sehingga menimbulkan penurunan produksi termasuk  di kawasan Baturraden. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengatasi serangan penyakit pada tnaman sayuran di Wilayah Baturraden. Namun agar penanganan dapat berjalan secara efektif diperlukan informasi awal sepeti frekuensi dan prosentase penyakit cendawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi kemunculan dan prosentase penyakit cendawan pada tanaman sayuran tanaman sayuran di wilayah Baturraden. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel secara Purposive random sampling pada 15 lokasi yang berbeda. Jenis penyakit cendawan diidentifikasi berdasarkan karaktersitik dan gejala penyakit yang ada. Frekuensi kemunculan dan persentase penyakit dihitung dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Selama penelitian ditemukan sebanyak 10 jenis penyakit cendawan pada tanaman sayuran di wilayah Baturrade. Frekuensi kemunculan tertinggi sebanyak 300 kali dengan persentase penyakit cendawan mencapai 100%. Sementara itu, frekuensi kemunculan sebesar 45 kali memiliki prosentase sebesar 15%. Nilia frekuensi kemunculan dan prosentase penyakit cendawan tersebut mengindikasikan bahwa serangan penyakit cendawan pada tanaman sayuran di wilayah Baturraden sangat tinggi.
Identifikasi Bakteri Asam Laktat dari Limbah Cair Sagu dengan Gen 16S rRNA Pauline Destinugrainy Kasi; Ariandi Ariandi; Eka Pratiwi Tenriawaru
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 36, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.558 KB) | DOI: 10.20884/1.mib.2019.36.1.924

Abstract

Bakteri Asam Laktat (BAL) telah diisolasi dari limbah cair sagu yang diperolah langsung dari industri pengolahan sagu tradisional di Malangke Barat, Sulawesi Selatan. Isolat murni BAL diperoleh dari sampel limbah cair sagu, masing-masing dari limbah cair sagu yang disimpan selama 1 hari (F1). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi BAL dari limbah cair sagu dengan menggunakan gen 16S rRNA. Ekstraksi DNA dilakukan dengan menggunakan Genaid Presto™ Mini gDNA Bacteria Kit GBB100, kemudian sampel diamplifikasi menggunakan primer 16S rRNA (16sRNA-F 5’-AGAGTTTGATCCTGGCTCAG-3’ dan 16S RNA-R 5’- GTTTACCTTGTTACGACTT-3’) dengan panjang basa 1300 bp. Sampel yang telah diamplifikasi kemudian disekuensing ke 1st Base. Hasil analisis filogenetik menunjukkan similaritas 100% dengan Lactobacillus mali DSM 20444 dan similiaritas 98% dengan Lactobacillus  satsumensis NRIC 0604