cover
Contact Name
Sarip Hidayat
Contact Email
mohsyarifhidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
metasastra@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra
ISSN : 20857268     EISSN : 25032127     DOI : -
Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra is a journal published by Balai Bahasa Jawa Barat, ISSN printed 2085-7268 and ISSN online 2503-2127. This journal is a literary research journal that publishes various research reports, literature studies, and literary papers on literature. Published periodically twice a year in June and December. This journal also serves as a media dissemination of information research results and literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
FUNGSI WIRID DAN HIZIB DALAM SASTRA LISAN PESANTREN (Studi Kasus Wirid Asma’ul Husna dan Hizib Lathif di Brangsong Kendal) (The Function of Hizib and Wirid in Oral Literature of Pesantren [Case Study in Wirid Asma’ul Husna and Hizib Latif in Brangsong Kendal]) Abdullah, Muhammad
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2011.v4i1.38-44

Abstract

“Fungsi Wirid dan Hizib dalam Sastra Lisan Pesantren” menguraikan berbagai manfaat wirid dan hizib bagi orang yang membacakannya. Wirid dan hizib yang diuraikan di sini termasuk kategori sastra lisan atau lebih spesifik termasuk jenis sastra lisan pesantren. Fungsi wirid dan hizib yang ditampilkan di sini difokuskan pada studi kasus Wirid Asma’ul Husna dan Hizib Lathif  yang terdapat di wilayah Brangsong Kendal. Di samping fungsi, makalah ini juga menampilkan deskripsi serta pemahaman Wirid Asma’ul Husna dan Hizib Lathif untuk menambah wawasan pembaca.
HARMONISASI EKOLOGI DALAM TATANGAR BANJAR (Ecology Harmonization in Tatangar Banjar) Musdalipah, Musdalipah
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2016.v9i1.83-94

Abstract

Berbagai peristiwa alam yang dijadikan simbol dengan makna tertentu oleh masyarakat Banjar disebut tatangar atau pertanda. Berbagai tatangar Banjar menyiratkan harmonisasi ekologi antara masyarakat Banjar dengan alam sekitarnya. Hal ini tidak lepas dari kehidupan masyarakat Banjar yang berada di tengah alam Kalimantan. Meski demikian, oleh sebagian masyarakat tatangar hanya dianggap takhayul dan mulai ditinggalkan. Saat ini penelitian tentang tatangar Banjar ini masih sangat sedikit, sehingga penelitian ini perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan harmonisasi ekologi yang ada dalam berbagai tatangar Banjar dan pemaknaan masyarakat Banjar terhadapnya. Penggunaan metode kualitatif pada penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan data yang akurat dan mendeskripsikan hasil temuan, khususnya berhubungan dengan harmonisasi ekologi antara masyarakat Banjar dengan alam sekitarnya.  Ada lima buah tatangar yang dianalisis secara mendalam dengan hasil bahwa (1) Sebagai manusia yang hidup di tengah alam bebas Kalimanta n, masyarakat Banjar sangat menghargai alam dan selalu bersinergi dengan gejala alam yang tampak di sekitarnya dalam berbagai segi kehidupan , termasuk dalam tatangarnya. (2) Berbagai gejala alam, termasuk perilaku hewan dan peristiwa alam, dianggap sebagai simbol yang disampaikan alam kepada manusia, selanjutnya dimaknai  tertentu, dan terciptalah tindakan tertentu yang harus dilakukan oleh masyarakat Banjar.
PENGARUH KOLONIALISME TERHADAP PERUBAHAN PSIKOLOGIS WANITA PRIBUMI DALAM CERPEN “PEREMPUAN DALAM PERANG” KARYA CHINUA ACHEBE Karyono, Karyono
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2012.v5i1.35-43

Abstract

Cerpen “Perempuan dalam Perang” merupakan salah satu cerpen yang terdapat dalam Kumpulan Cerpen Afrika: Kenapa Tidak Kau Pahat Binatang Lain. Kumpulan cerpen terbit tahun 2005 dan diterjemahkan oleh Sapardi Djoko Damono. Cerpen ini menceritakan  masa keterpurukan Negara Afrika yang  menjadi sorotan para kolonialis untuk menjajahnya. Masyarakat Afrika diperlakukan sebagai golongan inferior di tanah mereka oleh pihak Barat, akibat  konflik yang terjadi berkenaan dengan sosiologis dan psikologis penderitaan wanita pribumi dalam kolonialisme. Salah satu penderitaan psikologis yang dialami oleh masyarakat pribumi, yaitu perubahan ideologi yang menuju kemerosotan moral. Banyak dari mereka yang berpindah tempat, berpindah pola pikir, dan berubah dalam tindakan.  Metode yang digunakan adalah close reading, dengan menggunakan pendekatan teori poskolonialisme yang akan dihubungkan dengan prespektif feminisme  karena dalam cerita ini terkandung isu gender yang cukup kental.  Yang terjadi dalam cerpen “Perempuan dalam Perang” adalah perubahan pola pikir seorang wanita yang berjuang melawan penjajah, berubah menjadi seorang yang berjuang untuk dirinya. Wanita itu berusaha memertahankan hidupnya dengan menjual harga dirinya. Isu gender juga melekat dalam cerpen ini. Dilihat dari sudut pandang feminisme, ada hal-hal yang dibenarkan dalam pola pikir feminis dan ada  penyimpangan-penyimpangan yang mengakibatkan perspektif feminis tidak dihargai.Abstract:The short story of “Perempuan dalam Perang” is one of the short stories in Kumpulan Cerpen Afrika (A collection of African short stories) entitled Kenapa Tidak  Kau Pahat Binatang Lain. The collection of the short stories published in 2005 and translated by Sapardi Djoko Damono. The story told us about the downturn of African countries that became the attraction of imperialism to colonize them. African society is treated as an inferior class of their own land by the West, due to the conflict regarding the sociological and psychological suffering of native women in colonialism. One of the psychological suffering experienced by the native  is the change in ideology leading  to moral degradation. Many of them  change  their mindset and action.The applied method is close reading, using a theoretical approach post-colonialism linked to the perspective of feminism because  this story contained the strong gender issue. What happened in the story was a change in a woman mindset who fought against the colonialist, turned into a struggle for herself. She was trying to survive by selling her own esteem. The gender issues are also inherent in this short story. From feminism point of view, there are things justified in feminist mindset and there are deviations resulting in a feminist perspective that is not appreciated.
MANTRA BANJAR: BUKTI ORANG BANJAR MAHIR BERSASTRA SEJAK DAHULU Ali, Mahmud Jauhari
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2008.v1i1.44-51

Abstract

Pur sinupur/Bapupur di piring karang/Bismilah aku bapupur/Manyambut cahaya di bulan tarang/Pur sinupur/Kaladi tampuyangan/Bismilah aku bapupur/Banyak urang karindangan... Bait tersebut merupakan lantunan jampi-jampi Banjar yang sudah ada sejak dulu.
MENEROPONG TEORI SASTRA BANDINGAN PADA BUKU METODOLOGI PENELITIAN SASTRA BANDINGAN Mayasari, Gilang Hanita
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2011.v4i2.208-2011

Abstract

PEREMPUAN DAN PENDIDIKAN: GERAKAN PEREMPUAN DALAM PUISI “TJOEMBOEAN” (1919) DAN “ADJAKAN” (1931) (Women and Education: Women Movement in the Poem “Tjoemboean” [1919] and “Adjakan” [1931]) Sari, Sartika; Priyatna, Aquarini; Muhtadin, Teddi
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2017.v10i1.57-72

Abstract

Penelitian ini membicarakan isu perempuan dan pendidikan yang ditampilkan dalam puisi “Tjoemboean” yang terbit dalam surat kabar Perempoean Bergerak (1919) dan “Adjakan (Doenia Istri)” yang terbit dalam surat kabar Bintang Karo (1931). Kedua puisi dalam surat kabar tersebut diedarkan di wilayah Sumatera bagian Utara yang ketika itu meliputi Sumatera Utara dan Aceh. Melalui analisis menggunakan pandangan Brooks (1967) dan pengkajian isu dengan pemikiran Beauvoir (2003) serta Wollstonecraft (2014), penelitian ini menemukan bahwa puisi “Tjoemboean” dan “Adjakan” dijadikan sebagai alat artikulasi kritis perempuan terhadap isu-isu yang berkenaan dengan kehidupannya. Secara khusus, kedua puisi tersebut menampilkan bahwa pendidikan perempuan memiliki relasi yang kuat dengan persoalan harta, orang tua, dan cinta. Pendidikan juga digambarkan sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas diri perempuan agar terbebas dari subordinasi gender.AbstrakThis research examines how issues of education and women are presented in the poem “Tjoemboean” published in the newspaper “Perempuan Bergerak” (1919) and “Adjakan” (Doenia Istri)” published in the newspaper “Bintang Karo” (1931). Both newspapers were printed and published in Northern Sumatera which for that moment regionally covered North Sumatera and Aceh. Through analysis of Brooks’ theory (1967), issues study of Beauvoir’s thought (2003), and Wollstonecraft’s (2014), the research finds that “Tjoemboean” and “Adjakan” serve as a means of women’s critical articulation of issues concerning their lives. Both poems specifically represent that the issue of women’s education is strongly connected to the issues of wealth, parents, and love. Education is also described as a medium to reform the quality of women’s selves;hence, they are free of gender subordination.
KEPENGAYOMAN TERHADAP SASTRA PESANTREN DI JAWA TIMUR (The Nurture of Pesantren Literature in East Java) Machsum, Toha
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i1.90-100

Abstract

Penelitian ini mengkaji kepengayoman sastra pesantren di Jawa Timur pada tahun 2000— 2011. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh gambaran tentang keberadaan para pengayom sastra pesantren di Jawa Timur dan bentuk kepengayomannya pada tahun 2000—2011. Hal tersebut sangat bermanfaat dalam rangka penyusunan sejarah sastra pesantren di Jawa Timur. Teori yang digunakan adalah teori makro sastra yang dikembangkan oleh Tanaka. Teori makro sastra adalah sebuah teori yang lebih menekankan perhatiannya pada hubungan antara sastra dan masyarakat pendukungnya. Dari pembahasan dapat diketahui bahwa para pengayom sastra pesantren di Jawa Timur dilakukan oleh lembaga- lembaga pemerintah dan oleh lembaga-lembaga swasta. Sementara itu, pengayom dari penerbit, terutama penerbit-penerbit yang beranggotakan IKAPI masih sangat terbatas. Pemuatan dan penerbitan karya sastra pesantren oleh para pengayom bersifat kultural. Bentuk kepengayoman yang dilakukan oleh penerbit, baik dari lembaga pemerintah maupun dari lembaga nonpemerintah berupa pemberian hadiah kepada sanggar sastra yang tumbuh dan hidup di pesantren, pendiskusian kesasteraaan dengan melibatkan santri, dan penerbitan hasil-hasil karya sastra.Abstract:This study focuses on the nurture of literature of pesantren (Islamic boarding school) in East Java from the years 2000 to 2011. The aim of the study is to obtain the description of the existence of the pesantren-literature nurturer in East Java and the forms of the nurture from the years 2000—2011. It is a significant part in the effort of compiling the pesantren-literature history in East Java. This study uses literary macro-theory developed by Tanaka. Literary macro-theory is a theory emphasizing its focus  on the relationship between literature and its supporting community. The discussion has found that the nurturers of pesantren literature in East Java are state and private institutions. Meanwhile, there is a very limited number of nurturers from publishers, especially those which are the members of IKAPI (Association of Indonesian Publishers). The nature of the pesantren literary work publication by the nurturers is cultural. The forms of nurture by publishers, either governmental or nongovernmental, are giving awards to sanggar sastra (literary workshops) which grow and exist in pesantren, literary discussions involving santri (Islamic boarding school students), and the publication of the literary works.
PENGALAMAN SPIRITUAL K.H. BISRI MUSTOFA DALAM NASKAH MANASIK HAJI: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA (The Spiritual Experience of KH Bisri Mustofa in Manasik Haji Manuscript : A Literary Socio- logical Review) Karim Fatkhullah, Faiz
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i2.65-82

Abstract

Di dalam naskah lama tersimpan ide, pemikiran, dan pengalaman penulisnya yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Naskah Tuntunan Ringkas  Manasik Haji (TRMH) karya K.H. Bisri Mustofa (KHBM) mengungkap kondisi sosial masyarakat berkaitan dengan pengalaman spiritual haji penulisnya ke Tanah Suci pada masa transportasi kapal laut sebagai kendaraan pilihannya. Penelitian ini bertujuan mengungkap pengalaman spiritual KHBM dalam naskah TRMH. Penelitian ini menggunakan metode penelitian filologi dan sosiologi sastra. Dari hasil penelitian filologi (kritik teks), dihasilkan kesalahan tulis substitusi sebanyak 16 kata, adisi 2 kata, omisi 3 kata, dan transposisi 2 kata atau kalimat. Naskah TRMH adalah potret pengalaman spiritual KHBM dan juga potret pengalaman spiritual haji masyarakat Indone- sia pada saat itu. Berdasarkan analisis sosiologi sastra diperoleh lima hasil penelitian tentang pengalaman spiritual KHBM, yaitu pengalaman spiritual 1) saat di kapal laut menuju Tanah Suci, 2) saat berziarah ke makam Rasulullah, 3) saat menyaksikan jemaah bertabaruk (mengharap berkah) berlebihan di Tanah Suci, 4) saat menyaksikan air Sumur Aris yang kering, dan 5) saat salat arba’in (salat empat puluh waktu).Abstract:In the old manuscripts,  ideas, thoughts, and author’s experience are stored. The manu- script of Tuntunan Ringkasan Manasik Haji (TRMH) by  Bisri Mustafa (KHBM) reveals social conditions associated with author’s pilgrimage spiritual experiences to the Holy Land author dur- ing sea transportation as choice. The present research  aims at revealing the KHBM spiritual experiences in TRMH manuscript. In addition, this study also uses philological research method and literary sociology.  The results of the research indicate that in philological research (textual criticism) there are  substitution errors  as many as 16 words, 2 words addition, 3 words omission and two words or sentences transposition. TRMH manuscript is a portrait of a KHBM spiritual experience  and also people’s pilgrimage spiritual experience that occurred at that time. Based on the analysis of literary sociology it can be summarized that there are  five findings  on KHBM spiritual experience: his observation on spiritual experience during on voyage to the Holy Land, during a pilgrimage to the tomb of the Prophet Muhammad, during the pilgrims praying to expect a plentiful blessing(tabarruk) in the Holy Land, during the experience to see the Aris dry well , and during prayer forty time praying (Arba’in)
Abstrak Bahasa Inggris Supriatin, Yeni Mulyani
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2016.v9i1.%p

Abstract

DISTORSI DALAM FILM ADAPTASI “SNOW WHITE” VERSI DISNEY DAN NONDISNEY TERHADAP KARYA GRIMM BERSAUDARA (The Distortion in Disney’s and Non-Disney’s Film Adaptation on the Grimm Brothers’ “Snow White” ) Saraswati, Rina
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i1.85-96

Abstract

Dongeng karya Grimm bersaudara telah banyak diadaptasi ke dalam media film, salah satunya adalah “Snow White”. Penelitian ini membahas distorsi yang muncul dalam dua film adaptasi “Snow White”, yaitu “Snow White and the Seven Dwarfs” (1937) produksi Disney dan “Snow White and the Huntsman” (2012) produksi Universal Pictures. Dengan metode penelitian kualitatif berupa analisis deskriptif, ditemukan bahwa setiap adaptasi tersebut melakukan perombakan besar terhadap isi cerita yang menyebabkan perbedaan dengan sumber aslinya, yakni karya Grimm bersaudara. Film “Snow White” yang diproduksi  oleh Disney mengalami proses adaptasi cerita, yakni dengan mengubah cerita yang pantas dan mudah diterima anak-anak. Adapun film produksi Universal Pictures menghasilkan suatu karya adaptasi yang berbeda, yaitu dengan adanya pengurangan atau penambahan dari cerita aslinya. Perubahan cerita tersebut ditujukan untuk menarik minat penonton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu alasan perubahan yang dilakukan pada dua film adapatasi tersebut disebabkan oleh target penonton yang berbeda.Abstract:Grimm Brothers’ tales have been adapted into films. One of them is the story of Snow White. This study is to examine the distortion appearing in two Snow White film adaptations, namely: “Snow White and the Seven Dwarfs” (1937) by Disney as well as  “Snow White and the Hunts- man” (2012) by Universal Pictures. By applying qualitative method, it is found that each film adaptation makes a lot of changes in its plot from its original version in the Grimm Brothers’. “Snow White” produced by Disney was changed into children story that was simpler and easier to understand. The one produced by Universal Picture, on the other hand, was made into different story by reducing  or adding its original story. The change of the story is aimed at gaining more viewers. The result of the research reveals that one of changes in the two film adaptations is due to their different viewers target.