cover
Contact Name
adya arsita
Contact Email
adya0258@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
spectajournal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
specta: Journal of Photography, Arts, and Media
ISSN : 26143477     EISSN : 26150433     DOI : -
Jurnal spect? merupakan sebuah jurnal untuk menampung hasil penelitian dan penciptaan seni para akademisi dan praktisi fotografi yang kian hari semakin bertambah banyak dan beragam. Seni dan teknik Fotografi yang semakin maju dan berkembang menimbulkan ide, gagasan, wacana, dan kritik yang bernuansa akademik dan harus mendapatkan wadah yang sesuai untuk memuat semua artikel ilmiah yang dihasilkan. Fotografi yang merupakan perluasan dan pengembangan teknologi lukis, erat hubungannya dengan dunia seni pada umumnya dan lekat juga dengan ranah media. Jurnal ini akan menjadi sarana tampung yang tepat, sesuai dalam kajian dan penciptaan seni fotografi, pembacaan kajian seni serta media. Jurnal spect? diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu Mei dan November, dan dikelola oleh Fakultas Seni Media Rekam, ISI Yogyakarta bekerja sama dengan Asosiasi Dosen Seni Media Rekam Indonesia (ADSMRI) dan Asosiasi Program Studi Fotografi Indonesia (SOFIA).
Arjuna Subject : -
Articles 114 Documents
TINJAUAN FOTOGRAFI: FOTO EDITORIAL MODE KARYA NICOLINE PATRICIA MALINA DI MAJALAH HARPER’S BAZAAR INDONESIA Sandra Wahyuningtyas; Soeprapto Soedjono
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.008 KB) | DOI: 10.24821/specta.v3i2.2833

Abstract

Abstrak Nicoline Patricia Malina merupakan salah seorang fotografer asal Indonesia di bidang mode, dan karya fotonya sering dimuat di dalam majalah. Umumnya, karya foto editorial mode yang ditampilkan menghadirkan perpaduan antara gaya modern dengan unsur tradisi. Hal tersebut menjadi landasan utama untuk dijadikan sebagai objek kajian. Objek penelitian yang ditelaah berupa foto editorial mode di majalah Harper’s Bazaar Indonesia edisi Mei 2010 yang bertajuk “Swarnadipa”, “Revival of Kebaya” yang diterbitkan pada Agustus 2013, edisi Agustus 2014 “Kembali ke Bali” dan yang terakhir edisi September 2014 “Journey To The East”. Analisis dibantu menggunakan teori estetika fotografi dalam tataran ideasional dan teknikal, serta penggunaan teori kritik seni fotografi guna memperkuat hasil analisis interpretasi berdasarkan aspek-aspek formal fotografi dan nilai-nilai estetik yang terdapat di dalamnya. Ia juga memanfaatkan cahaya alami matahari sebagai pencahyaan utama dalam menghasilkan sebuah foto. Foto-foto editorial mode karya Nicoline menunjukkan foto mode dengan persepsi yang berbeda, yaitu perkembangan dunia mode kontemporer dengan eksplorasi keindahan alam dan kultur tradisi budaya di Indonesia. Kata kunci: editorial mode, Nicoline Patricia Malina, Harper’s Bazaar        AbstractPhotography Criticism: Fashion Editorial Photo by Nicoline Patrcia Malina in Indonesian Harper’s Bazaar Magazine. Nicoline Patricia Malina is an Indonesian fashion photographer, her photo works are widely published in magazine. In general, editorial fashion photos by Nicoline are displayed by presenting a mix of modern and traditional aspects. This mix of modern and traditional aspects of this fashion became a basic approach of the photographic research. The objects are editorial fashion photo by her which were published in  Indonesian Harper’s Bazaar Magazine, in May 2010 edition entitled “Swarnadwipa”, “Revival of Kebaya” those were published in August 2013, “Kembali ke Bali” in August 2014, and the last edition “Journey to the East” in September 2014. This analysis was aided by the aesthetic theory of photography at the ideational and technical level, as well also used the art criticsm theory of photography to strengthen the result of the interpretation analysis based on the formal aspect of photography and the aesthetic values in them. The lighting technique involved in the production of those photos were applied with the sunlight as the main lighting in producing a photo. Fashion editorial by Nicoline in those photos showing some fashion photos with different perceptions, namely the development of the contemporary fashion with exploration environment and cultural tradition of Indonesia. Keywords: fashion editorial, Nicoline Patricia Malina, Harper’s Bazaar
HARMONISASI MINYAK DAN AIR MELALUI EKSPERIMENTASI FOTOGRAFI Sigit Setya Kusuma
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.268 KB) | DOI: 10.24821/specta.v3i2.2995

Abstract

AbstrakPenciptaan karya fotografi yang dibuat adalah “Harmonisasi Minyak dan Air melalui Eksperimentasi Fotografi”. Penciptaan ini mempunyai tujuan yaitu: (1)menghadirkan corak baru dalam karya fotografi dengan harmonisasi efek bias cahaya pada campuran minyak dan air. Selain itu, (2) mengeksplorasi harmonisasi efek bias cahaya pada campuran minyak dan air dalam visual fotografi, sehingga menghasilkan warna dan bentuk yang dapat terwujud pada karya penciptaan fotografi yang estetis, khas, unik, indah, menarik dan imajinatif.Harmonisasi minyak dan air menghadirkan efek pembiasan cahaya pada campuran minyak dan air melalui eksperimentasi fotografi, efek pembiasan merupakan pembelokan cahaya ketika cahaya melewati bidang batas dua medium yang berbeda indeks biasnya. Minyak dan air merupakan zat yang sama yaitu zat cair tetapi berbeda molekul sehingga minyak dan air tidak bisa disatukan. Perbedaan yang tidak bisa disatukan menjadi hal yang menarik ketika divisualisasikan melalui media fotografi. Fotografi makro menjadi teknik yang dipakai untuk mendukung eksplorasi karya. Fotografi makro mengubah sudut pandang dalam perspektif minyak dan air, bagaimana objek yang terlihat kecil menjadi besar dan detail dalam teknik fotografi makro.Hasil dari peciptaan karya fotografi ini adalah secara detail menjadi pengetahuan tentang proses kreatif membuat sebuah karya fotografi seni. Selain matang secara konsep, dapat memiliki pengalaman seni tentang efek bias cahaya dan campuran minyak dan air. Ketertarikannya dengan pilihan objek harmonisasi minyak dan air yaitu dapat menghasilkan warna dan bentuk-bentuk yang tidak terduga dan menarik. Proses ini mampu menghasilkan proses kreatif yang mampu menghasilkan foto yang artistik sekaligus menjadi penalaman baru. Kata kunci: harmonisasi, minyak dan air, eksperimentasi, fotografi AbstractHarmonization of Oil and Water through Experimentation of Photography.  The creation of photographic works was "the harmonization of oil and water through photographic experimentation". This creation has a purpose: (1) to bring a new pattern in photographic work by harmonizing the effect of light refraction on oil and water mixtures. In addition, (2) explore the harmonization of light refraction effects on the mixture of oil and water in visual photography, resulting in colors and shapes that can materialize on the creation by measure of aesthetically pleasing, distinctive, unique, beautiful, attractive and imaginative as photographic creations. The harmonization of oil and water provides the effect of light in the oil and water mixture through the experimentation of photography, the refractive effect of light when the light passes through the boundary fields of two different medium indices. Oil and water are the same substance that is liquid but different molecules so that oil and water cannot be put together. The difference cannot be put together to be interesting when visualized the photography media. Macro photography became a technique used to support the exploration of works. Macro photography Changes the viewpoint in the perspective of oil and water, how small-looking objects become large and detailed in a macro-photography technique. The result of this photographic creation is in detail a piece of the creative process of creating an art photography work. In addition to mature conceptually, it can have an art experience about the effects of light refraction and oil and water measly. Its interest with the choice of oil and water harmonization objects is that it can produce unpredictable colors and shapes. This process is able to produce a creative process that is able to produce artistic photos as well as a new overnight.  Keywords:  harmonization, oil and water, experimentation, photography
RETORIKA FOTOGRAFIS PADA KARTU POS LAMA (1890-1940) YANG BERTEMA PEKERJA DI JAWA Kusrini Kusrini
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 4, No 2 (2020): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v4i2.4595

Abstract

Photographic Rhetoric On Old Postcards 1890-1940.  Photographic rhetoric is a form of visual communication in an attempt to persuade through the medium of photography. It is usually found in photo works intended for promotion. One interesting medium to review with a photographic rhetorical perspective is the old (old-fashioned) postcard. In the early 19th century, postcards became a trend everywhere including in Indonesia (Dutch East Indies, then). The function of postcards to exchange news or short messages is also carried by another purpose, namely the promotion of colonial government occupied territory. This raises a question about how to persuade through the media photos on postcards. Data collection using purposive sampling method with postcard imaginary population in the book "Workers in Java Tempo Doeloe". As for analysis using photographic rhetoric theory and visual analysis method from Gillian Rose which mentions that the interpretation of visual material can be dissected from three things, namely (1) the production of images, (2) the image itself including subject matter, and (3) the audience or consumer audience of the photo. The results showed that almost all postcard shots used long shots, as well as compositions and angles that formed distances with the audience or consumers of the photo. Attributes and properties are presented to form a "natural" and traditional feel. The gesture and expression of the worker's subject show willingness or know if it becomes the object of shooting. In addition, the indie mooi painting style is still found. The style of photo pictorialism found in some photos reinforces the mooiindie impression.  ABSTRAKKartu pos merupakan medium komunikasi berupa kartu bergambar yang dahulu dikenal sebagai carte de visite di awal kemunculannya. Tulisan ini mengkaji foto pada kartu pos lama kurun waktu 1890-1940 dengan tema pekerja tempo dulu, sebagai objek penelitian untuk mengetahui bagaimana retorika fotografisnya. Populasi foto terangkum dalam buku karya Olivier Johannes Raap berjudul “Pekerdja di Djawa Tempo Doeloe” yang terbit pada 2013. Cuplikan data menggunakan purposive sampling. Sedangkan teori retorika visual dari Gillian Rose digunakan untuk menganalisis foto-foto terpilih. Hasil kajian menunjukkan jika foto-foto di kartu pos lama menggunakan pembingkaian porsi kecil (long shot) yang menjadikan semua atribut dan properti subjek foto terlihat. Atribut dan properti dihadirkan untuk membentuk kesan alami serta tradisional, namun sekaligus memunculkan kesan jarak subjek dengan konsumen foto. Jarak pemotretan dan penataan subjek foto menciptakan ruang visual pada imaji namun juga memperkuat kesan adanya jarak sosial antara subjek foto dengan khalayaknya. Selain itu estetika fotografi masih kental dengan unsur mooi indie. 
FAST FOOD SEBAGAI REPRESENTASI CITRA KONSUMERISTIS: SEBUAH PENCIPTAAN FOTOGRAFI “POP ART” Ine Rachmawati
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 4, No 1 (2020): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v4i1.3803

Abstract

 ABSTRACT The value of consumption is one of the most important thing relating to daily needs and life style. Fast Food is a dish from international restaurant that becomes popular in Indonesia. In addition, the nutrition of fast food causes obesity if consuming very often, due to the fact that there consists of sugar and salt. This photography art uses light in form of ultraviolet, the exploration of lighting technique in photography. The choice of black color as its background makes the result of photograhy dramatic. The implementation of light color pigmentation by using ultraviolet lighting makes the glow in the dark effect. This photograpgy art is used to be an informative art about the health and lifestyle in consuming fast food very often through photography media. Moreover, this contributes to the academic field to be explored. In other side, this art gives the knowledge about photography of expession in the form of pop art. This is hoped to be explored for the next photography art.      ABSTRAK Nilai mengkonsumsi kini memiliki nilai lebih dari apa hanya sekedar sebagai nilai kebutuhan, melainkan sebagai citra dari gaya hidup. Fast food salah satu contohnya, di Indonesia sendiri restoran ini memiliki citraan borjuis dibanding dengan negara asalnya sendiri sebagai tempat makan biasa. Selain dari itu, nilai gizi dalam fast food dapat menyebabkan obesitas bila dikonsumsi secara terus menerus, karena kandungan yang terdapat dalam  fast food tinggi gula dan garam. Penciptaan dalam karya ini menggunakan lampu berjenis ultraviolet, sebagai salah satu eksplorasi teknik pencahayaan dalam fotografi. Pemilihan background berwarna hitam pada foto diharapkan menambah nilai dramatis. Penggunaan pigmen cat dengan memilih warna yang terang ketika disinari oleh lampu ultraviolet guna menghasilkan efek glow in the dark. Penciptaan karya seni ini diharapkan dapat menjadi karya seni informatif mengenai kesehatan maupun gaya hidup dalam mengkonsumsi fast food melalui medium visual fotografi. Selain itu, diharapkan dapat memberi kontribusi didalam dunia akademik sebagai bahan acuan yang dapat diekplorasi lebih lanjut. Disisi lain penciptaan karya seni ini diharapkan dapat memberi ilmu pengetahuan khususnya mengenai fotografi ekspresi dalam sajian pendekatan gaya pop art. Segala bentuk eksplorasi baik secara tataran teknikal maupun ideasional diharapkan dapat menjadi bahan acuan dalam penciptaan selanjutnya.  
PENCIPTAAN FOTOGRAFI DOKUMENTER TATO PEREMPUAN GENERASI TERAKHIR SUKU DAYAK KENYAH Bonfilio Yosafat Hartono
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 4, No 1 (2020): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v4i1.4034

Abstract

Penciptaan fotografi documenter adalah upaya untuk merekam  suatu kebudayaan yang telah ditinggalkan dengan data yang  didapat dari sudut pandang pemilik kebudayaan.   Membwa pertanyaan tentang kebudyaan tato, perjalanan  dilakukan di  berbagai wilayah suku Dayak Kenyah di Kalimantan Timur, mengenali gejala  perubahan pada masyarakatnya , dan membagikan hasil data  visual maupun catatan  pada masyarakat yang lebih luas. Metode yang digunakan adalah etnofotografi dengan pendekatan observaasi partisipan. Struktur penyusunan narasi visual dari tato pereempuan generasi terakhir di suku Dayak Kenyah terbagi menajadi tiga bagian. Pertama, tato dan strata sosial dimana terdapat tiga strata sosial, yakni 1) Paren, 2). Panyen, 3) Lawen. Kedua, motif tato perempuan suku Dayak Kenyah.  dengan menghadirkan sudut pandang sejarah dari kebudayaan tato , diharapkan dalam menjadi bagian dari catatan  ilmu pengetahuan atas kebudayaan Indonesia.
KONSTRUKTIF NILAI BERITA FOTO JURNALISTIK PADA MAJALAH TEMPO EDISI 16-21 JUNI 2020 “PANGGUNG POLITIK TRAH JOKOWI” SOCIAL SEMIOTIC APPROACH Sigit Surahman
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 4, No 2 (2020): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v4i2.4320

Abstract

Constructive Value Of Photojournalism News In Tempo Magazine Issue 16-21 June 2020 "Jokowi Breed Political Stage" Social Semiotic Approach. Journalistic photography as is the case most commonly in newspapers in Indonesia. Photography has a way of spreading photos in news reporting. Social semiotics explores a variety of analytical tools for researchers interested in the potential meaning of images as well as their combination with other resources. Methods for analyzing the meaning of composition in photo media and ways of exploring text-image relationships in specific news contexts. Researchers seek to improve the position of the press photo for full partners in breaking news. This research analyzes journalistic photo strings, captions, and interesting text. The researcher also made use of a case study of the news of the nomination of Gibran Rakabuming Raka which was found in the 16-21 June 2020 edition of Malajah Tempo, "Panggung Politik Trah Jokowi". This analytical framework is further supported by examples of four photographs by press photographers. The results of the study raised the findings of a cohesive relationship between text and photos that looks constructive in conjunctive relationships, intersemiotic expansion and intersemiotic deviation between text and photos.ABSTRAKFotografi jurnalistik seperti yang terjadi paling umum pada koran di Indonesia. Fotografi memiliki cara penyebaran foto dalam pelaporan berita. Semiotik sosial menjelajah berbagai alat analisis bagi para peneliti yang tertarik pada potensi makna gambar serta kombinasi dengan sumber daya lainnya. Metode untuk menganalisis makna komposisi di media foto dan cara mengeksplorasi hubungan teks-gambar dalam spesifik konteks berita. Peneliti berupaya meningkatkan posisi foto pers untuk mitra penuh dalam menyampaikan berita. Penelitian ini menganalisis untaian foto jurnalistik, caption, dan teks yang menarik. Peneliti juga memanfaatkan studi kasus berita pencalonan Gibran Rakabuming Raka yang terdapat pada Malajah Tempo edisi 16-21 Juni 2020 “Panggung Politik Trah Jokowi”. Kerangka kerja analitis ini didukung lebih lanjut dengan contoh empat foto karya fotografer pers. Hasil penelitian memunculkan temuan hubungan kohesif antara teks dan foto terlihat konstruktif dalam hubungan konjungtif, ekspansi intersemiotik dan deviasi intersemiotik antara teks dan foto.
PROMOSI MEDIA CETAK COMPANY PROFILE JAMU GODHOG MERAPI FARMA HERBAL DALAM FOTOGRAFI KOMERSIAL Gunung Pamungkas
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 4, No 1 (2020): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v4i1.3765

Abstract

Company profile merupakan gambaran umum suatu jati diri sebuah perusahaan yang berisi keunggulan perusahaan sehingga orang tertarik untuk melihatnya. Kegunaan fotografi dalam dunia komersial adalah mengiklankan suatu produk atau jasa yang ditawarkan suatu perusahaan untuk masyarakat umum. Penguasaan teknik fotografi akan sangat membantu dalam menyampaikan pesan yang ingin disampaikan dalam penciptaan. Fotografi komersial identik dengan fotografi iklan. Keduanya mempunyai tujuan yang sama yaitu menyalurkan informasi sehingga dapat tersampaikan kepada calon konsumen. Promosi media cetak dipilih sebagai media yang tepat. Selain untuk menginformasikan tentang produk jamu godhog juga untuk mengetahui proses produksi dan tempat pada perusahaan Merapi Farma Herbal. Penciptaan ini dipilih sebagai bentuk media promosi company profile jamu godhog Merapi Farma Herbal, karya ini memperlihatkan proses produksi, suasana perusahaan dan produk jamu godhog yang ditata sedemikian rupa sehingga menampilkan karya foto yang berbeda dengan foto yang lainnya. Setiap karya yang dibuat mempunyai maksud dan tujuan yang jelas, kesiapan dalam pembuatan karya foto akan menghasilkan karya yang bermakna dan berkesan baik bagi pengkarya maupun bagi konsumen itu sendiri. Bentuk pada karya penciptaanini diterapkan sebagai media cetak buku company profiledalam bentuk promosi perusahaan Merapi Farma Herbal.
KONSTRUKSI POLITIK IDENTITAS MELALUI VISUAL FOTOGRAFI (STUDI ANALISA PESAN VISUAL PAUL MARTIN LESTER PADA FOTO DEKLARASI KEMENANGAN JOKO WIDODO DAN KH MA’RUF AMIN) Ignasius Liliek Senaharjanta
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 4, No 1 (2020): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v4i1.3791

Abstract

Politik Indonesia saat ini mengarah kepada  politik identitas.  Pertarungan wacana politik identitas sangat kental terjadi pada Pemilu 2019. Hal tersebut menjadi indikasi bahwa politik identitas di Indonesia saat ini  dimanfaatkan sebagai strategi untuk mencapai atau memenangkan kontestasi pemilu. Berbagai upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan berbagai media, salah satu media yang digunakan adalah medium visual fotografi. Fotografi digunakan sebagai saluran kampanye, hal tersebut karena medium visual ini dinilai memiliki kekuatan untuk membentuk opini ditengah masyarakat. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini ingin mengetahui makna pesan pada foto deklarasi kemenangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data pada penelitian ini dilakukan dengan  menganalisa foto deklarasi kemenangan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin. Foto deklarasi tersebut dianalisa dengan enam perspektif analisa pesan visual Paul Martin Lester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna foto deklarasi kemenangan calon Presiden dan Wakil Presiden, Joko  Widodo dan KH Ma’ruf Amin adalah foto tersebut tampaknya pasangan ingin mengusung pesan identitas nasionalis relijius atau Islam nusantara yang dekat dengan rakyat. Kedekatan dengan rakyat yang berada dipemukiman padat penduduk merupakan bentuk sikap keberpihakan kepada masyarakat kelas bawah
FOTOGRAFI DOKUMENTER ORANG DENGAN KETERBELAKANGAN MENTAL DI DESA KREBET DAN DESA SIDOHARJO, JAMBON, PONOROGO, JAWA TIMUR Wilantika Wilantika; Pitri Ermawati; Adya Arsita
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 4, No 2 (2020): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v4i2.3746

Abstract

Documentary Photography Of People With Mental Retardation In Krebet Village And Sidoharjo Village, Jambon, Ponorogo, East Java.Documentary photography of people with mental illness in the village of Sidoharjo and Krebet in the District of Ponorogo tries to visualize the life of people with mental illness. This creation is based on the classification of people with mental illness according to the Tribowo Tuahta Ginting in Guidelines for Diagnosis Classification of Mental Disorders (PPDGJ III) consisting of: mental illness with the category of mild, moderate, severe, and very severe. Visualization in the creation of this photography work shows the highlighted other sides of people with mental illness which has been unknown by people in general. Those include activities, interactions, and portraits of people with mental illness.  The visualization was actualized by the element of documentary photography.  Hopefully the general public would be able appreciate those people and no longer underestimate them. ABSTRAKPenciptaan karya fotografi dokumenter ini bertujuan untuk memvisualkan kehidupan orang dengan keterbelakangan mental di Desa Krebet dan Sidoharjo Ponorogo. Penciptaan ini berlandaskan pada pengklasifikasian orang dengan keterbelakangan mental menurut Tribowo Tuahta Ginting  dalam Pedoman Penggolongan Diagnosa Gangguan Jiwa (PPDGJ III) yang terdiri dari: keterbelakangan mental kategori ringan, sedang, berat, dan sangat berat. Visualisasi dalam penciptaan berupa karya foto yang menampilkan sisi lain yang menarik dari orang-orang dengan keterbelakangan mental yang tidak diketahui masyarakat umum. Hal tersebut mencakup dari aktivitas, interaksi, dan potret dari orang dengan keterbelakangan mental. Kesemuanya tersebut divisualisasikan dengan elemen-elemen fotografi dokumenter. Dengan demikian, diharapkan masyarakat umum dapat lebih menghargai mereka dan tidak lagi memandang mereka dengan sebelah mata.
FOTOGRAFI DOKUMENTER BUDAYA PERNIKAHAN ADAT JAMBI DENGAN PENDEKATAN EMIK DAN ETIKPERNIKAHAN ADAT JAMBI DENGAN PENDEKATAN EMIK DAN ETIKPERNIKAHAN A Ridzki Rosfah Puggaan
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 4, No 1 (2020): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v4i1.3807

Abstract

Praktik fotografi dokumenter sangat banyak dilakukan dalam dunia fotografi. Peran dari foto dokumenter ini masih berupa sudut pandang fotografer dalam melihat objek yang menjadi bidikannya. Dominasi pada hasil foto dokumenter atas kepentingan si fotografer sering terjadi pada  praktik ini. Pada penciptaan ini akan menggunakan pendekatan emik dan etik, dimana keduanya dimiliki oleh peneliti dan informan. Pendekatan emik dan etik akan menjadi Batasan dalam penciptaan karya ini untuk memperlihatkan apa saja nilai-nilai budaya yang hadir pada praktik budaya yang dilakukan oleh orang dalam dari budaya tersebut. Budaya yang menjadi objek pada penciptaan ini adalah budaya adat pernikahan masyarakat Jambi Kota Seberang. Penciptaan ini sedang dalam masa penelitian. Bentuk fotografi dokumenter akan menjadi hasil akhirnya. Dalam penyajiannya peran teks yang akan menjadi pendamping foto akan memaparkan atas apa yang terlihat dalam foto. Teks akan menjelaskan dari sudut pandang emik dan etik, dimana sudut pandang emik akan dominan pada penjelasannya.

Page 5 of 12 | Total Record : 114