cover
Contact Name
adya arsita
Contact Email
adya0258@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
spectajournal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
specta: Journal of Photography, Arts, and Media
ISSN : 26143477     EISSN : 26150433     DOI : -
Jurnal spect? merupakan sebuah jurnal untuk menampung hasil penelitian dan penciptaan seni para akademisi dan praktisi fotografi yang kian hari semakin bertambah banyak dan beragam. Seni dan teknik Fotografi yang semakin maju dan berkembang menimbulkan ide, gagasan, wacana, dan kritik yang bernuansa akademik dan harus mendapatkan wadah yang sesuai untuk memuat semua artikel ilmiah yang dihasilkan. Fotografi yang merupakan perluasan dan pengembangan teknologi lukis, erat hubungannya dengan dunia seni pada umumnya dan lekat juga dengan ranah media. Jurnal ini akan menjadi sarana tampung yang tepat, sesuai dalam kajian dan penciptaan seni fotografi, pembacaan kajian seni serta media. Jurnal spect? diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu Mei dan November, dan dikelola oleh Fakultas Seni Media Rekam, ISI Yogyakarta bekerja sama dengan Asosiasi Dosen Seni Media Rekam Indonesia (ADSMRI) dan Asosiasi Program Studi Fotografi Indonesia (SOFIA).
Arjuna Subject : -
Articles 121 Documents
FOTOGRAFI DOKUMENTER DESKRIPTIF PENAMBANGAN TIMAH DI PULAU BANGKA Gilisua, Febra; Andrea, Novan Jemmi
specta Vol 8, No 1 (2024): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v8i1.10595

Abstract

Timah menjadi salah satu sumber daya istimewa yang dimiliki oleh Pulau Bangka. Aktivitas penambangan timah telah terjadi secara turun menurun secara inkonvensional oleh masyarakat Pulau Bangka kemudian disebut sebagai tambang rakyat. Penambangan timah menjadi pencaharian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, secara langsung adanya dampak ekonomi dan lingkungan yang ditimbulkan. Aktivitas penambangan timah tersebut menjadi ide penciptaan karya seni fotografi yang dimuat ke dalam jenis fotografi dokumenter dibentuk dengan konsep penyajian deskripsi yang menyajikan tentang aktivitas penambangan timah tambang rakyat yang beroperasi di daratan Pulau Bangka. Metode yang dipakai menggunakan ide penciptaan, pengumpulan data yang terdiri dari studi pustaka, wawancara, observasi, selanjutnya pengkaryaan atau proses pembuatan karya. Hasil dari penciptaan foto dapat bernilai menjadi arsip dan pengetahuan tentang penambangan timah tambang rakyat di Pulau Bangka sebagai upaya untuk memberikan informasi dalam bentuk karya fotografi dokumenter dengan penyajian deskripsi. Tin Mining on Bangka Island in Documentary Photography.  Tin is one of the unique resources owned by Bangka Island. Tin mining activities have been going on unconventionally for generations by the people of Bangka Island and are then referred to as people's mine. Tin mining is a livelihood for the community to fulfill their needs, there is a direct economic and environmental impact. The objective of this documentary photo works is to visualize the tin mining in Bangka Island. This tin mining activity became the idea of creating a photographic work of art in a type of documentary photography formed with the concept of presenting a description that presents the activities of people's mine tin mining of Bangka Island. The methods used were the idea of creation, data collection consisting of literary studies, interviews, observations, then the creation or process of making photo works. The results of creating photos can be valuable as archives and knowledge about people's tin mining on Bangka Island as an effort to provide information in the form of documentary photography with presentation of descriptions.
FOTOGRAFI PADA ERA DISRUPSI: ARTIFICIAL INTELLIGENCE SEBAGAI REFERENSI DALAM MENGEMBANGKAN IDE KREATIF FOTOGRAFI Yudisetyanto, Raynald Alfian; Firmansyah, Achmad Taufik
specta Vol 8, No 1 (2024): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v8i1.12378

Abstract

Penelitian ini menggali berbagai cara Artificial Intelligence (AI) diintegrasikan dalam proses kreatif fotografi, termasuk penggunaan AI untuk analisis gambar, pengenalan pola, dan bahkan pembuatan komposisi visual. Penelitian ini membahas peran dari teknologi AI dalam industri fotografi modern, terutama dalam konteks pengembangan ide kreatif. Dengan munculnya era digital dan disrupsi teknologi, fotografi mengalami transformasi yang signifikan. Melalui tinjauan literatur dan studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi penggunaan AI dalam meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam fotografi, serta implikasinya terhadap paradigma ide kreatif penciptaan fotografi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menyoroti adaptasi terhadap perkembangan teknologi AI dalam industri fotografi, serta potensinya untuk memperkaya pengalaman visual dan menciptakan ide-ide baru yang inovatif. Simpulan penelitian ini adalah AI dapat dijadikan medium untuk menyediakan referensi dan inspirasi dalam pengembangan ideasional fotografi. Photography in the Era of Disruption: Artificial Intelligence as a Reference in Developing Creative Photography Ideas. This research explores various ways in which AI is integrated into the creative process of photography, including the use of AI for image analysis, pattern recognition, and even visual composition. The study discusses the role of Artificial Intelligence (AI) technology in the modern photography industry, particularly in the context of creative idea development. With the emergence of the digital era and technological disruption, photography has undergone significant transformation. Through literature review and case studies, this research explores the use of AI in enhancing creativity and innovation in photography, as well as its implications for the paradigm of creative ideas in photography creation. The research method used was qualitative with a descriptive approach. This study highlights the adaptation to the development of AI technology in the photography industry, as well as its potential to enrich visual experiences and create innovative new ideas. The conclusion of this research is that Artificial Intelligence can be used as a medium to provide references and inspiration in the development of conceptual photography ideas.
METODE PENGGUNAAN SATU SUMBER CAHAYA BUATAN DALAM PEMOTRETAN SEPEDA MOTOR Priambodo, Yohanes Baptista Baut; Sadewa, Ghalif Putra
specta Vol 8, No 1 (2024): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v8i1.12607

Abstract

Pemotretan produk otomotif merupakan kegiatan dengan tingkat kesulitan dan kompleksitas penataan cahaya yang sangat tinggi. Proses produksi pemotretan satu unit sepeda motor di studio membutuhkan waktu yang cukup lama karena memerlukan peralatan dan penataan cahaya yang kompleks. Fotografer sering mengalami stres dan kesulitan dalam mengendalikan, memosisikan, dan menghitung perbandingan intensitas cahaya yang mengenai objek sepeda motor di studio. Kesulitan semakin bertambah ketika sumber cahaya yang digunakan lebih dari lima unit guna mencapai hasil pemotretan yang maksimal. Seiring perkembangan teknologi dan inovasi dalam bidang fotografi, sebagai seorang pengajar dan peneliti, tertantang untuk bereksperimen dan mencari alternatif metode pemotretan dalam produksi foto otomotif di studio. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan (action research) dan berfokus pada pengembangan metode penggunaan satu sumber cahaya buatan dalam pemotretan sepeda motor. Metode ini merupakan suatu rangkaian metode produksi fotografi komersial, yaitu satu buah sumber cahaya ditempatkan secara berpindah-pindah secara prosedural, terukur, dan terarah mengelilingi objek. Proses ini kemudian menghasilkan beberapa data foto dengan kesamaan posisi objek, tetapi dengan karakter, arah, dan intensitas cahaya yang berbeda pada tiap fotonya. Pada tahap akhir, data foto tersebut digabungkan dengan menggunakan perangkat lunak Photoshop. Hasil penelitian berupa pengetahuan dan penjabaran rangkaian proses atau prosedur pemotretan menggunakan satu sumber cahaya buatan dalam pemotretan sepeda motor beserta analisis teknisnya. The Method of Utilizing One Source of Artificial Light in Motorcycle Photoshoot. Photographing automotive products is a photography that has a high level of difficulty and complexity in arranging lighting. The production process of photographing a motorcycle unit in the studio can be time consuming because it requires a complex set of equipment and lighting arrangements. Photographers can be under a lot of stress when they experience difficulty in controlling, positioning, and calculating the intensity of light that hits the object, the motorcycle, in the studio. This will be even more difficult when the lighting sources used are more than five units and it could even reach twelve units to achieve the maximum results of a photoshoot. With the advancement of technology and photography innovation, as a researcher and educator, there is a challenge to experiment and seek alternative methods, ways, or methods to overcome automotive photo production issues in the studio. This research used a qualitative method focusing on the development of the method of using one artificial light source. This method was a series of commercial photography production methods, where in its execution, one light source was placed procedurally, measurably, and directionally around the object. This process produced several photo data with the same object positions but different characteristics, directions, and intensities of light in each photo. In the final stage, the photo data was stacked and merged using Photoshop software. The results of the study are knowledge and elaboration of the series of processes or procedures for photographing using one artificial light source in motorcycle photoshoot, along with its technical analysis.
PEREMPUAN BERAMBUT KERITING DALAM FOTOGRAFI POTRET Megarosta, Deval
specta Vol 8, No 1 (2024): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v8i1.11255

Abstract

Fotografi potret merupakan media seni yang kuat untuk merekam identitas dan karakter manusia. Namun, representasi perempuan dalam media fotografi di Indonesia masih seringkali terpaku pada standar kecantikan sempit, mengabaikan keberagaman dan keindahan perempuan. Hal ini memicu keinginan untuk mengangkat isu tersebut melalui penciptaan fotografi yang berjudul “Perempuan Berambut Keriting dalam Fotografi Potret”.  Tujuan utama penciptaan karya ini adalah untuk menyajikan foto yang memesona dan menginspirasi, sekaligus menantang standar kecantikan konvensional yang seringkali dikonstruksikan dalam media fotografi di Indonesia. Metode dalam penciptaan fotografi ini terbagi menjadi tiga tahap, yakni eksplorasi, eksperimentasi, dan eksekusi. Salah satu tantangan terbesar dalam proses penciptaan karya ini adalah cuaca yang tidak mendukung karena bertepatan dengan musim hujan. Hal ini dapat diatasi dengan melakukan observasi dan melihat ramalan cuaca untuk memilih waktu pemotretan yang tepat. Selain itu, komunikasi yang baik dengan model sangat diperlukan karena model yang terlibat tidak berprofesi sebagai model sehingga perlu diarahkan dengan sabar dan telaten untuk menghasilkan pose yang maksimal. Hasil yang didapat dari karya penciptaan karya fotografi ini adalah foto-foto perempuan berambut keriting yang berpose dengan penuh percaya diri dan menunjukkan kecantikan alami mereka. Women with Curly Hair in Portrait Photography. Portrait photography is a powerful artistic medium for capturing human identity and character. However, the representation of women in photographic media in Indonesia is often still focused on narrow beauty standards, ignoring the diversity and beauty of women. This prompted the desire to raise this issue through the creation of photography entitled "Women with Curly Hair in Portrait Photography".  The aim of creating this photo work is to present photos that are enchanting and inspiring, challenging and at the same time confronting beauty standards that are often constructed in photographic media in Indonesia. The method for creating photography was divided into three stages, namely exploration, experimentation, execution. One of the biggest challenges in the process of creating this work was the unfavorable weather because it coincided with the rainy season. This can be overcome by making observations and looking at the weather forecast to choose the right time to take pictures. Apart from that, good communication with the model is very necessary because the model involved does not work as a model, so it needs to be directed patiently and painstakingly to produce maximum poses. The results obtained from the work of creating this photographic work are photos of women with curly hair whose posture are full with confidence that show their natural beauty.
Studi Kasus Identifikasi Permasalahan Digitalisasi Lukisan Melalui Fotografi sebagai Upaya Pelestarian Seni di Museum Haji Widayat Baptista, Yohanes
specta Vol 9, No 2 (2025): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v9i2.17182

Abstract

Konservasi seni adalah suatu upaya untuk melindungi, merawat dan mempertahankan karya seni agar tetap awet dan terjaga kualitasnya dari kerusakan atau degradasi yang disebabkan oleh faktor lingkungan, usia atau penyalahgunaan. Dalam era digitalisasi, konservasi seni  memiliki tantangan yang semakin penting khususnya dalam hal pengarsipan dan pengelolaan karya seni secara digital.  Melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus di Museum Haji Widayat. Penelitian ini akan mengungkapkan kendala dan proses yang dihadapi dalam menggunakan media fotografi untuk mendokumentasikan lukisan. Metode penelitian yang akan dilakukan adalah dengan cara melakukan wawancara dengan kurator Museum Haji Widayat serta melakukan pengamatan langsung terhadap proses digitalisasi. Proses ini memberikan gambaran terkait tantangan yang dihadapi seperti, teknis pemotretan, kualitas alat fotografi dan kondisi fisik lukisan yang mempengaruhi hasil dokumentasi, serta masalah teknis lainnya. Penelitian ini diharapkan dapat mengungkapkan permasalahan yang ada dan pada tahap lanjutan dapat dirancang suatu solusi digitalisasi fotografi yang efektif dalam pengarsipan secara digital, mempermudah akses informasi dan meningkatkan kualitas dokumentasi seni.
PENERAPAN ETNO-JURNALISME DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Akbar, Aprillio Abdullah
specta Vol 9, No 2 (2025): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v9i2.15128

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penggunaan pendekatan etno-jurnalisme dalam karya fotografi documenter melalui analisis etnografi visual terhadap The Banda Journal karya Muhammad Fadli dan Fatris MF serta Minamata karya W. Eugene Smith dan Aileen M. Smith. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan etnografi visual, yang menempatkan karya fotografi sebagai teks visual yang merepresentasikan realitas sosial, budaya, dan identitas komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa The Banda Journal berhasil menghadirkan narasi tentang identitas masyarakat Banda pasca-kolonial melalui pendekatan empatik, dengan keterlibatan emosional yang kuat antara fotografer dan komunitas. Sementara itu, Minamata merekam dampak pencemaran merkuri di Jepang dengan sensitivitas budaya dan kekuatan emosional, menjadikan fotografi sebagai medium advokasi sosial. Kedua karya tersebut menampilkan bagaimana fotografi dokumenter, ketika mengadopsi prinsip etno-jurnalisme dan etnografi visual, mampu menyampaikan cerita manusia secara mendalam, menghindari stereotip, serta membangkitkan empati dan kesadaran sosial. Integrasi etno-jurnalisme dalam penciptaan fotografi dokumenter memperkaya narasi visual dan memperkuat peran fotografi sebagai alat pemahaman lintas budaya dan pendorong perubahan sosial.
DINAMIKA MEDIA FOTO RELATION HUMAS POLRES BAUBAU DAN MEDIA LOKAL Aldin, Aldin; Hidayatullah, Muh.; Hastuti, Hastuti
specta Vol 9, No 2 (2025): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v9i2.17825

Abstract

DYNAMICS OF MEDIA RELATIONS BETWEEN BAUBAU POLICE PUBLIC RELATIONS AND LOCAL MEDIA. This study analyzed a survey entitled "DYNAMICS OF MEDIA RELATIONS PUBLIC RELATIONS OF BAUBAU POLICE AND LOCAL MEDIA". This study was conducted using a descriptive qualitative approach. The aim is to describe in depth and comprehensively the dynamics of media relations between the Baubau Police Public Relations and local media, especially in conveying information to the public through mass media. With this approach, researchers can dig up detailed information through direct interaction with informants and analyze data narratively. Based on the results of the study on the dynamics of media relations between the Baubau Police Public Relations and local media, several conclusions can be drawn, including the dynamics of media relations between the Baubau Police Public Relations and local media in building public trust have produced positive results, but are formal and one-sided. The Baubau Police Public Relations strategy in influencing the effectiveness of media relations and local media decisions in publishing information is still centered on the speed of information distribution and personal relationships with journalists. However, this strategy is insufficient if it is not supported by the quality of information that meets journalistic standards.
STUDI FENOMENOLOGI RAHMAT HADI KUSUMA DALAM MEMBANGUN PERSONAL BRANDING SEBAGAI FOTOGRAFER KOTA BAUBAU Al Muhayat, Ahmadin Nur; Nurfida, Wa; Hidayatullah, Muh.
specta Vol 9, No 2 (2025): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v9i2.17820

Abstract

Personal branding merupakan aspek penting bagi fotografer profesional dalam membangun identitas dan meningkatkan daya saing di industri fotografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi Rahmat Hadi Kusuma dalam membangun personal branding sebagai fotografer profesional di Kota Baubau, serta faktor faktor yang mempengaruhi proses tersebut. Penelitian ini, menggunakan pendekatan kualitatif dan fenomenologi digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif dan strategi yang digunakan Rahmat Hadi Kusuma untuk membentuk citra profesionalnya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis portofolio fotografi dan media sosial digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding Rahmat Hadi Kusuma terbentuk melalui kombinasi gaya fotografinya yang unik, publikasi karya yang konsisten, penggunaan media sosial yang efektif, dan hubungan aktif dengan klien. Selain itu, keyakinannya sebagai fotografer yang unik di Kota Baubau  didukung sebagian besar oleh prinsip prinsip pribadinya, seperti inovatif, profesional, dan unik. Studi ini membantu fotografer lain yang ingin membangun personal branding mereka. Ini juga menyoroti betapa pentingya membangun citra profesional di era digital dengan strategi komunikasi visual dan interaksi sosial.
DINAMIKA SOSIAL INOVASI PROMPTOGRAPHY: STUDI KASUS KARYA PSEUDOMNESIA OLEH BORIS ELDAGSEN DALAM PERSPEKTIF TEORI ALVIN BOSKOFF Aurelia Tahalea, Silviana Amanda; Sunarmi, Sunarmi
specta Vol 9, No 2 (2025): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v9i2.17823

Abstract

Perkembangan teknologi  kecerdasan  buatan  telah  menciptakan  transformasi  besar  dalam  dunia fotografi, memunculkan fenomena baru, promptography. Promptography adalah praktik menciptakan gambar visual berbasis teks atau prompt tanpa proses fotografi tradisional. Promptography telah memunculkan debat tentang autentisitas dan apresiasi, nilai keterampilan dan keahlian teknis, etika produksi, dan masih banyak lagi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak faktor sosial, sejarah budaya, dan struktur profesional dalam menganalisa penolakan atau penerimaan promptography, dengan contoh kasus Sony World Photography Awards 2023. Penelitian ini bertujuan memberikan kontribusi konseptual terhadap studi inovasi sosial dan menawarkan rekomendasi praktis dalam pengembangan regulasi etis kecerdasan buatan untuk fotografi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dan studi kasus, dengan mengacu pada teori inovasi sosial Alvin Boskoff untuk mencapai pemahaman dinamis dalam adopsi dan resistansi inovasi di seni visual. Penelitian menunjukkan bahwa promptography bukan hanya fenomena teknis, tetapi juga sosial, yang mengharuskan komunitas fotografi bernegosiasi ulang tentang nilai otentisitas, legitimasi profesional, dan prinsip etika dalam praktik seni kontemporer. Regulasi yang direkomendasikan diharapkan memberikan pedoman penentu bagi organisasi seni untuk menerapkan kebijakan bekerja etis untuk memperbaiki inovasi etis dan menghormati nilai estetika dan profesionalisme. 
FENOMENA FLEXING RUANG PUBLIK (PENGGUNAAN FOTO PADA BALIHO SEBAGAI MEDIA EKSPRESI, PRIVASI, DAN STATUS SOSIAL) Jati, Nico Kurnia; Amboningtyas, Dheasey; Ichsanudin, Fukky Winasis
specta Vol 9, No 2 (2025): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v9i2.15121

Abstract

Fenomena baru penggunaan foto pada pemasangan baliho besar di ruang publik untuk menyampaikan ucapan ulang tahun, ajakan menikah, atau perayaan pribadi lainnya mencerminkan tren baru pemanfaatan foto di media iklan sebagai alat ekspresi pribadi dan sosial. Penelitian ini menelusuri praktik "flexing" di ruang publik, di mana pesan-pesan yang bersifat pribadi dipamerkan secara mencolok untuk menunjukkan kekuatan finansial, status sosial, keinginan diri, dan citra diri. Fenomena ini juga memunculkan perdebatan mengenai etika berbagi informasi pribadi di ruang publik serta pengaruhnya terhadap persepsi budaya dan nilai-nilai sosial. Secara khusus, bagaimana dampak dari komodifikasi ruang publik untuk kepentingan pribadi dan bagaimana media luar ruang ini bertransformasi dari sekadar iklan produk menjadi representasi identitas dan prestis individu sehingga terdapat pergeseran fungsi baliho ruang publik saat ini dari yang semula sebagai media periklanan bergeser menjadi media untuk menunjukan status sosial dan pengungapan citra diri yang tidak dibutuhkan orang lain pada objek personal. Kata kunci: baliho, flexing, ekspresi, pribadi, media 

Page 12 of 13 | Total Record : 121