cover
Contact Name
adya arsita
Contact Email
adya0258@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
spectajournal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
specta: Journal of Photography, Arts, and Media
ISSN : 26143477     EISSN : 26150433     DOI : -
Jurnal spect? merupakan sebuah jurnal untuk menampung hasil penelitian dan penciptaan seni para akademisi dan praktisi fotografi yang kian hari semakin bertambah banyak dan beragam. Seni dan teknik Fotografi yang semakin maju dan berkembang menimbulkan ide, gagasan, wacana, dan kritik yang bernuansa akademik dan harus mendapatkan wadah yang sesuai untuk memuat semua artikel ilmiah yang dihasilkan. Fotografi yang merupakan perluasan dan pengembangan teknologi lukis, erat hubungannya dengan dunia seni pada umumnya dan lekat juga dengan ranah media. Jurnal ini akan menjadi sarana tampung yang tepat, sesuai dalam kajian dan penciptaan seni fotografi, pembacaan kajian seni serta media. Jurnal spect? diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu Mei dan November, dan dikelola oleh Fakultas Seni Media Rekam, ISI Yogyakarta bekerja sama dengan Asosiasi Dosen Seni Media Rekam Indonesia (ADSMRI) dan Asosiasi Program Studi Fotografi Indonesia (SOFIA).
Arjuna Subject : -
Articles 114 Documents
EFEK MIRAS DALAM FOTOGRAFI EKSPRESI Noviana Faizah; Surisman Marah; Arti Wulandari
Specta : Journal of Photography, Arts, and Media Vol 6, No 1 (2022): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v6i1.5670

Abstract

ABSTRACT Consumption of liquor has become a part of the socio-cultural of the people in Indonesia. There are many different types of local liquor. Groups of people who consume liquor generally have various reasons and backgrounds such as the need to warm the body, entertainment reasons and so on. The effect of liquor is an important aspect in the creation of the work, namely to capture the moment of expression of the drinking subject, as part of the photographer's medium of expression as well as the subject of photography. This creation is done by using the method of exploration and experimentation. Each stage that is carried out is based on a literature review, including expression photography, EDFAT and non-verbal semiotics. This is done as an effort to create art photos that are able to display the reality of expression as a potential in the aesthetic concept of photography. Keywords: Alcohol, Expression, Expression Photography 
FOTO IKLAN SEBAGAI MEDIA PROMOSI PADA INSTAGRAM "AH LURIK" Achmad Syaeful Huda; Muhammad Fajar Apriyanto; Adya Arsita
Specta : Journal of Photography, Arts, and Media Vol 6, No 1 (2022): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v6i1.5633

Abstract

UMKM named "AH Lurik" is one of the lurik businesses located in Klaten City which has existed since 1959, has developed with a number of fashion products and accessories. The lack of promotion causes many young people, especially in terms of the products offered, therefore it is necessary to have visuals that are used to make young people interested in these products. Promotion is one means to boost sales, because promotions can attract the attention of consumers to buy. Promotion can be done by uploading photos through Instagram online media, the purpose of making this work is to make commercial photos as promotional media for "AH Lurik". The methods used include exploration, improvisation, and formation. In the exploration stage, they search for data, while improvisation performs experiments such as lighting, color selection, and objects, then in the formation of the work, they turn sketches into photographs. The basic form of work creation is a product variant, which is produced by “AH Lurik”, and is implemented through the social media platform Instagram. Thus, the results of commercial photography can attract the attention of consumers, especially young people to buy and preserve the lurik culture in Indonesia.
KEHIDUPAN SEHARI-HARI BURUH GENDONG WANITA PASAR BERINGHARJO YOGYAKARTA DALAM FOTOGRAFI DOKUMENTER Rika Ramadhanti; Pitri Ermawati; Oscar Samaratungga
Specta : Journal of Photography, Arts, and Media Vol 6, No 1 (2022): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v6i1.4308

Abstract

Buruh gendong merupakan orang yang bekerja menggendong menggunakan tenaga fisiknya untuk orang lain dengan mendapat upah. Sosok wanita mempunyai fisik yang lemah daripada kaum laki-laki, sehingga banyak orang meremehkan pekerjaan yang ditekuni seorang wanita. Berdasarkan hal ini, muncul ide gagasan untuk menciptakan karya fotografi dokumenter tentang Buruh gendong wanita Pasar Beringharjo Yogyakarta. Buruh gendong wanita Pasar Beringharjo memiliki latar belakang kehidupan yang mayoritas berasal dari keluarga menengah ke bawah. Mereka bertekad untuk menjadi Buruh gendong dikarenakan keterbatasan lapangan pekerjaan dan faktor ekonomi.. Penciptaan karya foto ini merupakan visualisasi wanita yang bekerja sebagai Buruh gendong yang memiliki potensi  kuat dalam bekerja walaupun secara fisik lebih kuat seorang laki-laki. Informasi Buruh gendong telah dikumpulkan melalui observasi  dan ditampilkan secara visual dengan medium fotografi. Karya fotografi yang diciptakan merupakan karya fotografi dokumenter. Karya tugas akhir fotografi ini diharapkan dapat menjadi referensi para fotografer dan peneliti lainnya dalam memberikan inovasi baru pada perkembangan dunia fotografi dan seni.Kata kunci: buruh gendong, Pasar Beringharjo, fotografi dokumenter
PEMBELAJARAN JARAK JAUH FOTOGRAFI SEKOLAH VOKASI UNIVERSITAS SEBELAS MARET PADA MASA PANDEMI COVID-19 Jauhari Jauhari
Specta : Journal of Photography, Arts, and Media Vol 6, No 1 (2022): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v6i1.6902

Abstract

Melalui penelitian yang berjudul Pembelajaran Jarak Jauh Fotografi Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Pada Masa Pandemi Covid-19 ini akan dijabarkan mengenai tantangan dan strategi yang dilakukan peneliti untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada bidang fotografi di Sekolah Vokasi UNS selama masa pandemi ini. Pada masa pandemi dengan berbagai pembatasan pertemuan tatap muka dan fisik maka dibutuhkan strategi agar pembelajaran praktek fotografi dapat berjalan efektif dan efisien tanpa menurunkan standar kualitas capaian pembelajaran. UNS mengembangkan sistem manajemen pembelajaran atau Learning Management System (LMS) yang memungkinkan peneliti mengembangkan model pembelajaran asinkronus (proses pembelajaran melalui media perantara seperti video tutorial melalui laman youtube juga media lainnya) dan sinkronus (proses pembelajaran tatap muka secara daring). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data dari studi pustaka serta observasi berpartisipasi. Penelitian studi kasus pada proses pembelajaran jarak jauh Fotografi di Sekolah Vokasi UNS. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa dalam pelaksanaan PJJ dapat diterapkan pada mata kuliah praktek Fotografi di sekolah Vokasi UNS.
MEMBANGUN KESAN DRAMATIS DENGAN PENCAHAYAAN BUATAN PADA KARYA SENI FOTOGRAFI Dwini Nurul Arofah; Maya Purnama Sari
Specta : Journal of Photography, Arts, and Media Vol 6, No 1 (2022): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v6i1.5463

Abstract

Pada awalnya foto hanyalah untuk menangkap moment berharga namun saat ini sebuah karya foto lebih berkembang. Seiring berjalannya waktu tujuan sebuah karya foto menjadi lebih kompleks. Beberapa orang memanfaatkan karya foto untuk edukasi, bisnis, bahkan seni seperti genre Fine Art fotografi. Dalam Fine Art fotografi, sebuah foto bukanlah  sekedar karya biasa karena didalam Fine Art fotografi terdapat seni yang diekspresikan menjadi sebuah pesan visual. Tujuan penelitian ini untuk memberi pengetahuan kepada orang-orang maupun fotografer mengenai cara membangun kesan dramatis dengan pencahayaan buatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan jawaban dari para responden agar materi pembahasan sesuai dengan yang dialami oleh masyarakat. Hasil penelitian menunjukan jika pencahayaan buatan dapat membangun kesan dramatis pada foto fine art, serta orang-orang dapat menerjemahkan pesan visual pada fotografi seni. Selain membangun kesan dramatis, pencahayaan redup dapat menonjolkan pesan pada foto.
VISUALISASI WANITA PLUS SIZE DALAM ESTETIKA FOTOGRAFI Eunike Desi Graceana br Ginting Suka
Specta : Journal of Photography, Arts, and Media Vol 6, No 1 (2022): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v6i1.6907

Abstract

Citra tubuh adalah gambaran mental seseorang terhadap bentuk dan ukuran tubuhnya serta bagaimana seseorang itu memberikan penilaian terhadap ukuran dan bentuk tubuhnya. Di Indonesia, citra tubuh cenderung mengarah ke kurus sehingga wanita plus size adalah bagian minoritas. Plus size adalah ukuran diatas standar pakaian biasa atau mempunyai berat badan berlebih. Hal ini membuat wanita plus size mendapat stigma yang kurang baik sehingga memberikan dampak yaitu rasa malu dan tidak percaya diri. Penulis ingin menampilkan wanita plus size yang nyaman dengan tubuh mereka dan tidak merasa malu dengan mengenakan wardrobe busana renang. Pemotretan dilakukan di studio yang dibuat dengan suasana pantai atau kolam renang dengan menggunakan properti yang mendukung. Warna-warna yang digunakan adalah warna cerah. Tujuan dari karya ini adalah mematahkan stigma masyarakat yang cenderung negatif terhadap wanita plus size. Metode yang digunakan adalah metode studi pustaka dan observasi yang mendukung pengembangan karya foto dan teori-teori harus bersumber dari literatur, jurnal dan artikel yang dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penelitian dari karya tugas akhir ini yaitu 5 karya foto wanita plus size dengan aktivitas di pantai atau kolam renang yang percaya diri dan nyaman dengan tubuh mereka dengan pendekatan estetika fotografi.
PENGARUH ANGLE CAMERA DALAM PENERAPAN VIDEOGRAFI DAN FOTOGRAFI Anata Bintang Hikaru
Specta : Journal of Photography, Arts, and Media Vol 6, No 1 (2022): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v6i1.6370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh angle camera dalam penerapan videografi dan fotografi,Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan kuesioner. Responden dalam penelitian ini berjumlah 50 orang yang didapatkan dari kuesioner. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa 50 responden menjawab pertanyaan mengenai kesalahan dan pengaruh Angle kamera yang dapat menimbulkan persepsi serta opini yang berbeda dalam menyampaikan informasi yang ingin di sampaikan 50 dari 48 menjawab ya atau dengan persentase 97,7%.
SEDERHANA DAN JITU: FOTO, TEKS, DAN GRAFIK INFORMASI PENDIDIKAN CARA HIDUP RENDAH KARBON UNTUK REMAJA Kurniawan Adi Saputro
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 6, No 2 (2022): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v6i2.8193

Abstract

Penelitian penciptaan ini bertujuan untuk mengisi kekosongan bahan pembelajaran perubahan iklim untuk generasi muda. Kesulitan membuat bahan pembelajaran ini adalah kerumitan tema dan keabstrakan konteks. Penelitian ini memanfaatkan literatur yang ada untuk menentukan subtema dan menentukan konteks geografis yang mewakili persoalan. Subtema mitigasi perubahan iklim menghasilkan empat kegiatan, yaitu makan, bepergian, berpakaian, dan meninggali rumah. Untuk keempat kegiatan tersebut, dipilih karakter yang dekat sasaran pembaca, disusun narasi berdasar kehidupan sehari-hari karakter, dan dibuat visualisasi berupa rangkaian foto dokumenter. Keempat karakter diwawancara secara mendalam dan difoto. Untuk memperjelas pesan foto penciptaan ini membuat grafik informasi berdasar data primer dan data sekunder sebagai pembanding emisi karbon. Refleksi dalam proses pembuatan menghasilkan wawasan bahwa penyederhanaan tema dapat dilakukan dengan memilih bagian persoalan yang relevan dengan kehidupan anak muda, menggunakan unit penghitungan yang akrab, meletakkan data dalam konteks pembanding dan golongan yang mudah dipahami, dan mengacu kepada kehidupan sehari-hari mereka. Untuk mendekatkan konteks, bahan pembelajaran perlu mengacu pada konteks setempat, memilih karakter yang mewakili golongan konsumsi, menyusun informasi dalam narasi yang personal, dan mewujudkan pesan dalam berbagai format (teks, foto, grafik informasi). Penelitian empirik terhadap pembelajar perlu dilakukan untuk menguji efektivitas langkah-langkah ini.Simple and Accurate: Educational Photographs, Texts, and Information Graphics about Low-Carbon Lifeways for Teenagers. This creative research aims to fill the gap in literature of learning materials for youth about climate change. The dificulties in creating such materials lie in the theme's complexities and the abstractness of its context. This study employs the existing literature to select subthemes and geographical context that effectively represents the problem. The subthemes of climate change mitigation selected in this project were, eating, commuting, clothing, and home dwelling. For each of the selected activities, this study selected a character close to the learners, composed a narrative based on the character's daily life, and created a visualisation from documentary photographs of them. This research interviewed and took pictures of the four characters. To complement the photographic message this project designed information graphics based on primary and secondary data about comparable carbon emission. Reflection in the creative process gave insights into the problem of theme simplification, namely by selecting problems that were relevant to the youth, using familiar unit of measure, putting data in a comparative context and simplified categories, and referring to young people's daily life. To bring the context closer, the learning materials needed to refer to the local context, use characters who represented their consumption level, compose the information into a personal narrative, and materialise the message in multiple formats (text, photograph, graphic). The insights from this study need to be empirically tested to assess the efficacy of this study's strategies.
PENCIPTAAN FOTOGRAFI DOKUMENTER PERAWATAN CAGAR BUDAYA CANDI PRAMBANAN Alif Asya Zwageri
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 6, No 2 (2022): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v6i2.7642

Abstract

Cagar budaya merupakan warisan budaya baik itu sebuah benda, bangunan, struktur, situs dan kawasan yang memiliki nilai-nilai penting dan berguna bagi generasi di masa depan. Dibutuhkan upaya dalam mempertahankan nilai-nilai penting yang terkandung didalamnya serta keberadaan cagar budaya. Pelestarian merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan sebuah cagar budaya dan dalam upaya tersebut terdapat kegiatan perawatan yang menjadi salah satu bagiannya. Selain dari perawatan terdapat kegiatan pendokumentasian yang menjadi bagian dari upaya pelestarian guna untuk mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan dan terjadinya perubahan pada sebuah cagar budaya sesuai dengan Undang-Undang No.11 Tahun 2010 tentang cagar budaya. Tugas akhir penciptaan seni fotografi ini memiliki judul “Perawatan cagar budaya Candi Prambanan Dalam Fotografi Dokumenter” yaitu sebuah penciptaan karya fotografi yang bertujuan untuk memvisualisasikan aktivitas para konservator dalam kegiatan perawatan cagar budaya Candi Prambanan berlandaskan fotografi dokumenter dan beberapa elemen foto cerita serta beberapa unsur teknis dalam pendokumetasian cagar budaya. Diterapkannya metodologi seperti observasi dan studi pustaka guna mendapatkan data penelitian yang akurat. Visualisasi karya foto kegiatan perawatan Candi Prambanan mencakup jenis perawatan, proses penanganan, dan pasca penanganan. Melalui visualisasi perawatan Candi Prambanan dengan teknik fotografi dokumenter, bertujuan memberikan informasi serta arsip pada khalayak umum.Kata kunci: Candi Prambanan, perawatan, fotografi dokumenter
KARYA FOTOGRAFI DOKUMENTER TOPENG SEKURA DI KECAMATAN BATU BRAK, LAMPUNG BARAT: PEMBUATAN DAN APLIKASINYA Muhammad Medianto Saputra; Pitri Ermawati; Pamungkas Wahyu Setiyanto
Specta: Journal of Photography, Arts, and Media Vol 6, No 2 (2022): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v6i2.7649

Abstract

Artikel ini membahas penciptaan seni fotografi yang bertujuan menampilkan Topeng Sekura yang ada di kecamatan Batu Brak, Lampung Barat: pembuatan dan aplikasinya. Landasan penciptaan pada penciptaan tugas akhir ini yaitu fotografi dokumenter dan foto seri. Topeng Sekura yang terbuat dari bahan kayu pohon kapas pada awalnya digunakan sebagai penutup identitas seseorang pada saat perang saudara antara Kerajaan Sekala Brak melawan empat Maulana yang berasal dari Kerajaan Pagaruyung. Topeng Sekura dalam perkembangannya digunakan pada saat acara Pesta Sekura Cakak Buah yang diadakan di bulan Syawal untuk merayakan kemenangan setelah berperang melawan hawa nafsu di bulan Ramadhan. Perkembangan Topeng Sekura tidak hanya sebuah topeng saja, tetapi sudah berkembang menjadi buah tangan bagi para wisatawan seperti gantungan kunci dan trofi, serta menjadi sebuah Tari Sekura yang dapat ditampilkan pada acara tertentu di Lampung Barat. Saat ini tersisa dua orang saja yang masih aktif dalam pembuatan Topeng Sekura di Lampung Barat, yaitu Paman Wayak dan Paman Mexsi. Visualisasi karya foto akan mengemukakan Topeng Sekura dari mulai tugu sejarah yang ada di Lampung Barat, proses produksi, perkembangannya saat ini, hingga Pesta Sekura Cakak Buah yang diadakan dibulan Syawal.This article discusses the creation of the art of photography which aims to display the Sekura Mask in Batu Brak sub-district, West Lampung: its creation and application. The basis for the creation of this final project is documentary photography and photo series, to narrate a culture originating from Batu Brak District, West Lampung, namely Topeng Sekura. Various historical and historical values are the background for the existence of the Sekura Mask in Batu Brak District, West Lampung. Sekura masks made of cotton tree wood were originally used as a cover for one’s identity during the civil war between the Sekala Brak Kingdom and four Maulanas from the Pagaruyung Kingdom. The Sekura Mask in its development was used during the Sekura Cakak Buah Sekura event which was held in the month of Shawwal to celebrate victory after fighting against lust in the month of Ramadan. The development of the Sekura Mask is not only a mask, but has developed into souvenirs for tourists such as key chains and trophies, as well as a Sekura Dance that can be displayed at certain events in West Lampung. Currently there are only two people who are still active in making Sekura Masks in West Lampung, namely Uncle Wayak and Uncle Mexsi. The visualization of the photograph will show the Sekura Mask from the historical monument in West Lampung, the production process, its current development, to the Sekura Cakak Buah Festival which is held in the month of Shawwal.

Page 8 of 12 | Total Record : 114