cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan
ISSN : 02166585     EISSN : 25984071     DOI : -
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan (Agroqua Journal) is a journal managed by Agriculture Faculty and published by the University of Prof. Dr. Hazairin, SH. Agroqua Journal provides a forum for researchers on applied agricultural science to publish the original articles.
Arjuna Subject : -
Articles 349 Documents
PENGARUH KEJUTAN SUHU PANAS ( Heat shock ) YANG BERBEDA TERHADAP DAYA TETAS TELUR (Hatching rate) DAN KELANGSUNGAN HIDUP (Survival rate) LARVA IKAN KOMET ( Carrasius auratus auratus) Agustina, Nia; Pardiansyah, Dedi; Firman, Firman; Martudi, Suharun
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan hias merupakan salah satu komoditi yang banyak diminati karena mempunyai daya tarik tersendiri baik warna, bentuk  maupun tingkah lakunya yang unik. Komet (Carassius auratus auratus) pertama kali dibudidayakan oleh masyarakat Cina pada tahun 1729. Namun pembudidaya sering menghadapi permasalahan adanya kecendrungan penurunan persentase daya tetas telur, mortalitas larva ikan yang tinggi serta warna ikan. Untuk itu maka harus dilakukan perbaikan genetik pada ikan budidaya dengan berbagai metode. Salah satunya dengan metode manipulasi kromosom, yaitu dengan cara pemberian teknik kejutan suhu panas. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kejutan suhu panas yang tepat pada daya tetas telur (hatching rate) dan kelangsungan hidup (survival rate) larva ikan komet( Carrasius auratus auratus ). Penelitrian ini dilaksanakan selama 2 bulan dari bulan Februari – April 2018 yang berlokasi di Balai Benih Ikan Kelobak Kepahiang, dengan alat berupa akuarium heater, blower dan bahan induk ikan komet matang gonad. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 kelompok dan 4 ulangan. K1 = Suhu 36oC, K2 = Suhu 38oC, K3 = Suhu 40oC, K4 = Suhu 42oC dan dilanjutkan dengan uji BNT. Variabel yang diamati adalah : (1) Waktu penetasan (2) Daya tetas telur (3) Kelangsungan hidup larva dan (4) Kualitas air
PERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN BERAS KOTA BENGKULU Sarina, Sarina; Hermawati, Hermawati
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 14 No 2 (2016): Agroqua Journal
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bengkulu pada tahun 2012 memiliki luas tanam padi sawah 2.913 ha dengan luas panen 2.517 dan produksi 11.957 ton dengan jumlah penduduk 319.100 jiwa (BPS Kota Bengkulu, 2013). Rendahnya luas tanam di kota Bengkulu disebabkan karena banyaknya alih fungsi lahan persawahan untuk dijadikan lokasi perumahan dan pertokoan, akibatnya luas sawah di kota Bengkulu menyusut dari tahun ketahun yang berdampak pada makin berkurangnya rumah tangga usaha produksi padi. Kemampuan produksi beras di kota Bengkulu tidak seimbang dengan jumlah penduduk dan kebutuhan beras yang akan dikonsumsi oleh penduduk kota Bengkulu yang lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk kabupaten lain di propinsi Bengkulu. Tujuan Penelitian adalah untuk:Mengetahui kebutuhan dan persediaan beras di kota Bengkulu dan untuk memprediksi kebutuhan dan persediaan beras kota Bengkulu lima tahun kedepan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret s/d Juli 2015 di kota Bengkulu Propinsi Bengkulu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data skunder Data skunder diperoleh dari laporan Dinas, lembaga/instansi, laporan-laporan hasil penelitian serta pihak-pihak terkait dengan cara survey, observasi dengan pendekatan institusional/ lembaga maupun sumber lainnya yang menunjang penelitian ini. Untuk memprediksi permintaan beras lima tahun kedepandigunakan analisis trend linier dengan menggunakan metode least squares method (Ibrahim, 2009). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan beras kota Bengkulu pada tahun 2014 adalah 27.787,7 ton sedangkan persediaan beras hanya 8.318,75 ton (kekurangan 70,06 %).Prediksi kebutuhan beras lima tahun kedepan yaitu pada tahun 2019 adalah 31.838,64 ton sedangkan persediaan hanya 8.921,08 ton (kekurangan 71,98%).
Evaluasi Toleransi 32 Genotipa Hasil Persilangan Padi Gogo Lokal Bengkulu Terhadap Naungan Pada Kebun Kelapa Sawit Muda Asfaruddin, Asfaruddin; Mulatsih, Sri
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 15 No 2 (2017): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aim is to know the tolerance of 32 genotipes result of crossis of local  Bengkulu upland rice to shade in young oil palm plantion. The research was conducted in Bumi Ayu village of Bengkulu from March to August 2017.The research was conducted using split plot design  with three replication. The main factor is shade consits two level. i.e: (A) with shade and (B) without shade. The subplot is 32 genotipes.The result of research show that shade from oil palm canopy affects to plant heigh, number of productive tillers, panicels long, weigh of 100 grans, and weigh of grans per plots.  Shade causes a decline in growth and yield of upland rice. On this evaluation obtained eleven genotipes are tolerant to shede, i.e:   UNHZ 1, UNHZ 7, UNHZ 12 A, UNHZ 21,   UNHZ 23, UNHZ 24, UNHZ 26,  UNHZ 27, UMHZ 28, UNHZ 29 dan  UNHZ 31.
Aplikasi Pupuk Organik Cair Berbahan Limbah Kulit Buah Aren (Arenga pinnata Merr.) Untuk Meningkatkan Potensi Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Di Tanah Ultisol Dian Novita; Bambang Wijaya Kusuma; Edi Susilo
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 15 No 1 (2017): Agroqua Journal
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the causes have not met national food needs, especially soybeans is still low and the productivity of agricultural land are limited. Factors causing lower soybean production Indonesia is a way of farming and land area is narrow. It required the intensification of productive agricultural land and expansion. One solution to increase land productivity by intensifying the system of fertilizing with organic fertilizers. Giving input in the form of organic fertilizer on soil ultisol can change and improve soil properties, physical, chemical and biological soil. One source of organic fertilizer from waste leather palm.The purpose of this study was to obtain preliminary information the best use of liquid organic fertilizer made from waste leather palm fruit in some soybean varieties in the ground ultisol Bengkulu. Outcomes resulting from this research is 1). Solving the problems experienced in soybean cultivation in soil that is expensive and limited ultisol inorganic fertilizers, 2). Getting the best organic fertilizer products made from waste leather palm fruit.The results showed that the treatment of varieties showed significant effect on the high variable plants aged 1 MST, 3 MST, number of leaves 2 MST, 3 MST, 4 MST and 5 MST, branch number 2 MST and 4 MST, pods total, the number of empty pods and number of pods pithy. Varieties Detam 2, Malika and Ceneng produce components of growth and better results. At the dosage of liquid organic fertilizer showed significant effect on the number of empty pods. Control treatment and dosage of 200 ml / plant produces the number of empty pods fewer. There is no significant interaction effects between varieties and dosage POC on growth variables and soybean yields.
EFESIENSI KELENJAR HYPOFISA IKAN MAS (Cyprinus carpio) DAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepenus) TERHADAP PEMIJAHAN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Nasir Ahmad
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.288 KB) | DOI: 10.32663/ja.v16i1.352

Abstract

The aim of this research is to know the efficiency of hypofisa gland on spawning catfish. This research was conducted in March-July 2014, at Manggis I, RT / RW. 18/09 50, Kelurahan Dusun Besar, Gading Cempaka Subdistrict, Bengkului City. The design used was complete randomized design (RAL) with 2 treatments and 6 replications and to see the difference was done t test. The treatment consisted of P1 = Spawning dumbo catfish using hypofisa gland Goldfish, P2 = Spawning dumbo catfish using hypofisa gland Fish catfish dumbo. The use of different hypofisa glands has no significant effect on spawning time, hatchability, and the survival of dumbo catfish seeds in the hatchery of dumbo catfish. The use of one type of hypophysis gland with the most efficient recipient fish compared to the hypofisa gland is universal.
UJI ADAPTASI BEBERAPA VARIETAS KEDELAI DI LAHAN SALIN DENGAN TEKNOLOGI BUDIDAYA JENUH AIR Danner Sagala; Eka Suzanna; Prihanani Prihanani; Julian Nero
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v11i1.43

Abstract

The objectives of the research were to find a variety well adapt in saline land and to know effect of saturated soil culture on growth and production of soybean. The research was conducted in saline land Bengkulu City from April to October 2012. The experiment was arranged in split plot randomized design. The main plot was culture technology consisted of conventional and saturrated soil culture. The sub plot was soybean variety consisted of tanggamus, slamet, wilis, Anjasmoro, Seulawah, and Sibayak. The result showed that growth and production of all varieties on conventional technology were lower than saturated soil culture. The well adapt Variety was anjasmoro.
PENGARUH PENAMBAHAN FERMENTASI AIR KELAPA TERHADAP EFEKTIFITAS GLIFOSAT DALAM MEMBUNUH ALANG-ALANG (Imperata cylindra L.) Risvan Anwar; Farida Aryani
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 13 No 1 (2015): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.768 KB) | DOI: 10.32663/ja.v13i1.268

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan fermentasi air kelapa terhadap efektifitas glifosat dalam membunuh gulma Alang-alang. Pelaksanaan penelitian pada bulan April - Agustus di desa Tanjung Heran, Kecamatan Taba Penanjung. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktor tunggal dengan 6 (enam) perlakuan yaitu penambahan fermentasi air kelapa pada berbagai dosis herbisida glifosat (F), dengan tiga kali ulangan. Perlakuan tersebut adalah: F1= Glifosat 2 ml/ l air + Fermentasi air kelapa 100 ml; F2= Glifosat 4 ml/l air + Fermentasi air kelapa 100 ml; F3 = Glifosat 6 ml/l air + Fermentasi air kelapa 100 ml; F4 = Glifosat 2 ml/l air; F5 = Glifosat 4 ml/l air; F6 = Glifosa 6 ml/l air. Hasil penelitian menyimpulkan perlakuan penambahan fermentasi air kelapa pada herbisida glifosat berpengaruh sangat nyata dalam membunuh gulma alang-alang. Kombinasi perlakuan dosis herbisida gifosat 4 ml/l air ditambah dengan 100 ml fermentasi air kelapa efektif dalam membunuh guma alang-alang.
ANALISA PEMBERIAN DOSIS PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN TAMBAKAN (Helostoma temminckii) Nasir Ahmad
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 14 No 2 (2016): Agroqua Journal
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan tambakan (Helostoma temminckii) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang berasal dari wilayah tropis, tepatnya Asia Tenggara yang memiliki tubuh berbentuk pipih vertikal. Sirip punggung dan sirip analnya memiliki bentuk dan ukuran yang hampir serupa. Sirip ekornya sendiri berbentuk nyaris bundar atau mengarah cembung ke luar, sementara sirip dadanya yang berjumlah sepasang juga berbentuk nyaris bundar. Saat ini budidaya ikan tambakan belum dikembangkan seperti ikan-ikan konsumsi lainnya terutama untuk dosis pemberian pakan yang baik dalam budidaya ikan itu sendiri. Untuk itu penelitian inibertujuan untuk mengetahui bagaimana cara budidaya ikan tambakan terutama dosis pemberian pakan yang baik dalam budidaya. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan mulai dari bulan Agustus samapai September 2016 yang dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Prof. DR.Hazairin, SH Bengkulu dengan alat yang digunakan yaitu aquarium dan blower serta bahan yang digunakan yaitu ikan, air, dan pellet PF-800. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan A : pakan pelet P 800 dengan dosis 3%. Perlakuan B: pakan pelet P800 dengan dosis 4%, Perlakuan C : pakan pelet P800 dengan dosis 5% dan Perlakuan D : Pakan pelet P800 dengan dosis 6%. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pertumbuhan berat ikan, pertumbuhan panjang ikan, Kelangsungan hidup (survival rate), dan konversi pakan yang digunakan. Hasil Menunjukkan bahwa Perlakuan B (Pakan pellet dengan dosis 5%) memberikan pertumbuhan panjang, berat dan nilai konversi pakan terbaik.Kata kunci: Ikan Tambakan, Dosis Pakan
ANALISIS PERMINTAAN TENAGA KERJA BURUH HARIAN LEPAS PADA PERKEBUNAN PT. SANDABI INDAH LESTARI (SIL) BENGKULU UTARA Rika Dwi Yulihartika
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis jumlah alokasi jam kerja mandiri di perkebunan kelapa sawit, untuk menganalisis pengaruh alokasi jam kerja independen terhadap faktor perkebunan kelapa sawit, untuk memperhitungkan pendapatan buruh mandiri di perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan di Desa Bukit Harapan Kecamatan Ketahun Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Waktu penelitian ini adalah pada bulan Maret sampai April 2017. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Reasearch dan Simple Random Sampling Method. Jumlah sampel di PT. SIL adalah 30 responden. Hasil penelitian ini adalah alokasi jam kerja mandiri di perkebunan kelapa sawit PT. SIL sebesar 137 jam per bulan. Secara simultan, jam kerja mandiri di PT. Perkebunan kelapa sawit Sandabi Indah Lestari (SIL) dipengaruhi secara siginifikan dengan usia kerja, jumlah keluarga, pengalaman kerja kerja, dan tingkat pendidikan ketenagakerjaan. Kontribusi upah buruh harian lepas di PT. Sandabi Indah Lestari (SIL) 26,4 persen. Kontribusi tenaga kerja di PT. Sandabi Indah Lestari (SIL) lebih tinggi dari biaya hidup minimum mereka.
PERANAN HERBISIDA GLIFOSATE DAN AIR KELAPA FERMENTASI DALAM MENGENDALIKAN GULMA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT YANG BELUM MENGHASILKAN Risvan Anwar; Eka Suzanna
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 14 No 2 (2016): Agroqua Journal
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.076 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of concentrations and doses of glyphosate plus fermentation of coconut water weed in oil palm plantations that have not produced. The experiment used a randomized block design arranged in factorial. The first factor is the concentration of herbicide combination (H) consisting of: H1 = concentration of glyphosate + 2 ml to 200 ml coconut water fermented, H2 = 4 ml concentration of glyphosate + 100 ml coconut water fermented. The second factor is the dose given (D), namely: D1 = 250 l / ha, D2 = 500 l / ha and D3 = 750 l / ha. Each treatment was repeated 3 times. The studyconcluded: (a) type of weed obtained in oil palm plantations are 19 types. Weeds are predominantly Ischaemum muticum (grasses) (28.6%), followed by weeds Scleria sumatranensis (teki) (24.7%), Tetrasera indica (broad leaves) (10.6%), Leersia hexandra (grasses ) (7.2%) and Imperata cylindrica (grasses) (6.4%). Five important weeds have already mastered a land area of 77.5%, (b) the herbicide glyphosate at a concentration of 2 ml of water mixed with 200 ml per liter of fermentation of coconut water and glyphosate with a concentration of 4 ml was mixed with 100 ml of fermented coconut water is able to kill weeds in plantation palm immature, (c) Dosing liquid spray as much as 250 l / ha, 500 l / ha and 750 l / ha was able to kill weeds in oil palm plantations immature, (d) there is no interaction between the concentration and amount of fluids given in control weeds in immature oil palm plantations.Keywords: Glyphosate, water coconut fermented, weeds,concentration, dose, palmplantation

Page 6 of 35 | Total Record : 349