cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan
ISSN : 02166585     EISSN : 25984071     DOI : -
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan (Agroqua Journal) is a journal managed by Agriculture Faculty and published by the University of Prof. Dr. Hazairin, SH. Agroqua Journal provides a forum for researchers on applied agricultural science to publish the original articles.
Arjuna Subject : -
Articles 349 Documents
Cover Vol 15 No 1 2017 Tim Editor
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 15 No 1 (2017): Agroqua Journal
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover Vol 15 No 1 2017
UJI VIGOR GULMA ECHINOCHLOA CRUS-GALLI TERHADAP BERBAGAI ALELOPATI TUMBUHAN Risvan Anwar; Eka Suzanna
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 10 No 2 (2012): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to test vigor Echinochloa crus-galli weeds toward seven species of plants which are known have alelopati potential as herbicide vegetation to reduce vigor Echinochloa crus-galli weeds. This research was conducted in laboratorium Balai Proteksi Tanaman Perkebunan of Bengkulu Province, which started from January to March 2011. The method of this research was Completely Randomized Design (CRD) with single factor that was alelopaty extract treatment which was done as follow: Control (with aquadestilata), Bermuda Grass (Cynodan dactylon), Corn (Zea mays), Sapphire (Pogosthemon cablin), Pinus (Pinus spp), Teki Grass (Cyperus rotundus), Saegegrass (Imperata cylindrica), Jarak Plant (Jatropha curcas). Each treatment was repeated five times. The result of the test showed that alelopaty treatment was significantly influenced the decreasing of vigor Echinochloa crus- galli weeds. Alelopati of Bermuda Grass (Cynodan dactylon), Corn (Zea mays), Sapphire (Pogosthemon cablin), Pinus (Pinus spp), Teki Grass (Cyperus rotundus), Saegegrass (Imperata cylindrica), Jarak Plant (Jatropha curcas) were able to reduce vigor Echinochloa crus-galli weeds.
KOMPETISI ANTARA TANAMAN SORGUM DENGAN ROTTBOELLIA Danner Sagala; Leo Mualim; Didi Darmadi
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 9 No 2 (2011): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v9i2.36

Abstract

This research was aimed to study the competitiveness of shorgum and Rottboellia exaltata L.f.. The experiment was done at glass house, experimental station of SEAMEO-BIOTROP, Bogor on 3 Oktober – 17 November 2009. The main plant was Sorghum and the weed was Rottboellia exaltata L.f.. the result showed that the sorghum was more competitive than Rottboellia exaltata L.f..
Pengaruh Paket Teknologi Bokashi Kotoran Kelinci Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kentang Djatmiko Djatmiko; Risvan Anwar
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 15 No 2 (2017): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rekomendasi paket teknologi pupuk bokashi berbahan baku limbah ternak kelinci dan dosis pupuk terbaik untuk budidaya kentang organik. Penelitian dilaksanakan di Desa Talang Ratu, kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong dan Laboratorium Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH., pada bulan Februari sampai Oktober 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design). Sebagai Petak Utama adalah Paket Teknologi Pupuk Organik Limbah Kelinci (P) terdiri dari 4 (empat) taraf yaitu: P1= Paket Teknologi I (Paket teknologi dengan formula limbah ternak kelinci 50 kg + kapur dolomit 2,5 kg + dedak halus 5 kg dan memfermentasikan dengan menggunakan larutan EM-4 sebanyak 5 liter); P2 = Paket Teknologi II (Paket teknologi dengan formula limbah ternak kelinci 333,3 kg + pupuk kandang sapi 11,1 kg + abu jerami padi 5,6 kg + kapur dolomite 2,5 kg + dedak halus 5 kg dan memfermentasikan dengan menggunakan larutan EM-4 sebanyak 5 liter); P3 = Paket Teknologi III (Paket teknologi dengan formula limbah ternak kelinci 10 kg + pupuk kandang sapi 20 kg + abu jerami padi 10 kg + kapur dolomite 2,5 kg + dedak halus 5 kg dan memfermentasi dengan menggunakan larutan EM-4 sebanyak 5 liter); P4 = Paket Teknologi IV (Paket teknologi dengan formula limbah ternak kelinci 10 kg + pupuk kandang sapi 20 kg + abu jerami padi 10 kg + kapur dolomite 2,5 kg + dedak halus 5 kg dan memfermentasi dengan menggunakan larutan EM-4 sebanyak 5 liter). Sebagai anak petak adalah Dosis Pupuk (D) terdiri dari: D0 = Kontrol (Tanpa Pupuk); D1 = Dosis 5 ton/ha; D2 = Dosis 10 ton/ha; D3 = Dosis 15 ton/ha; D4 = Dosis 20 ton/ha; D5 = Dosis 25 ton/ha; D6 = Pupuk Anorganik, dosis Urea 400 kg/ha, SP36 350 kg/ha dan KCl 100 kg/ha. Hasil penelitian menyimpulkan: (1) Paket teknologi pembuatan pupuk bokashi berbahan baku kelinci berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang dan jagung. (2) Perlakuan dosis pupuk bokashi berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang dan jagung. Dosis pupuk terbaik adalah 20 ton/ha dan 25 ton/ha. (3) Interaksi perlakuan paket teknologi dan dosis berpengaruh sangatnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang dan jagung. (4) Kombinasi perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kentang adalah perlakuan paket teknologi 1 dengan dosis 20 ton/ha (P1D4) dan dosis 25 ton/ha (P1D5) serta paket teknologi 3 dengan dosis 25 ton/ha (P3D5). (5) Kombinasi perlakuan terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung adalah perlakuan paket teknoligi 3 dengan dosis 15 ton/ha, 20 ton/ha dan 25 ton/ha (P3D3, P3D4, P3D5) dan paket teknologi 4 dengan dosis 20 ton/ha (P4D4).
PENGARUH PENINGKATAN PADAT TEBAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (Oreochromis niloticus) MENGGUNAKAN SISTEM RESIRKULASI Dedi Pardiansyah; Widya Oktarini; Suharun Martudi
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan padat tebar pada budidaya ikan menyebabkan tingginya pengunaan pakan sehingga daya saing akan pemanfatan oksigen akan meningkat, ikan akan kekurangan oksigen sehingga pertumbuhan menjadi lambat. Daya saing pemanfatan oksigen terjadi karena banyaknya sisa-sisa feses yang menyebabkan terjadinya penumpukan amoiak yang akan diuraikan oleh bakteri dan mikroba lainnya. Dengan adanya sistem resirkulasi budidaya menggunakan kepadatan tinggi dapat dilakukan, ikan akan hidup sesuai dengan kebutuhan oksigen yang berasal dari proses difusi dari pergerakan air dan kotoran pun akan berkurang dengan penggunaan filter. Penelitian bertujuan untuk mengetahui padat tebar ikan nila (Oreochromis niloticus) yang terbaik terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila yang dibudidayakan di dalam kolam terpal dengan sistem Resirkulasi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu 5 perlakuan dan 3 ulangan sehingga mendapatkan 15 unit percobaan ; P1 Padat tebar = 20 ekor/m2, P2 = 30 ekor/m2,P3 = 40 ekor/m2, P4 = 50 ekor/m2, P5 = 60 ekor/m2 dan dilanjutkan dengan Uji Polinomial Orthogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar yang berbeda berpengaruh sangat nyata (**) terhadap pertumbuhan panjang dan berat serta juga berpengaruh nyata terhadap konversi dan efesiensi pakan tetapi berbeda nyata (ns) terhadap kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Berdasarkan uji lanjut polynomial pada pengamatan berat biomassa ikan maka padat tebar yang terbaik untuk pemeliharaan ikan nila dengan sistem resirkulasi adalah 56 ekor/m2
APLIKASI FORMULA BOKASHI KOTORAN SAPI DAN TKKS DARI SISKA BENGKULU PADA TANAMAN KELAPA SAWIT ( Elaeis guinnensis Jack) MENGHASILKAN (TM) Nurseha Nurseha; Sunarti Sunarti; Sri Mulatsih
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 14 No 2 (2016): Agroqua Journal
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to now effects of bokashi formulation made of cow manure and empty oil palm fruit bunches from SISKA Bengkulu on immature oil palm plants which had been done on January to Oktober 2016 in Babatan village, Sukaraja sub-distric, Seluma distric, Bengkulu Province.This is the second year of two years research planning funded by Hibah Bersaing with the title of Formulation of Bokashi of Cow manure and empty oil palm fruit bunches from SISKA Bengkulu on Sustainable Oil Palm.This research used Randomized Complate Block Design (RCBD) to evaluate 6 treatment were F0 = control; F1 = cow manure; F2 = 1/3 of cow manure + 2/3 of empty fruit bunch; F3 = = 1/2 of cow manure + 1/2 of empty fruit bunch; F4 == 2/3 of cow manure + 1/3 of empty fruit bunch; and F5 = empty fruit bunch.The study concluded that 1.The treatment of bokashi of cow manure and empty oil palm fruit bunches from SISKA Bengkulu had very significant affects on the production of fresh fruit bunches at 4 -8 months after fertilizer application, where F0 treatment (control) to produce fresh fruit bunches high of 72.17 kg per plant, significantly different from the treatment of F1 = 11.5 kg per plant, F2 = 38.33 kg per plant, F3 = 27.83 kg per plant, F4 = 22.83 kg per plant, and F5 = 27.33 kg per plant. 2. The treatment of bokashi of cow manure and empty oil palm fruit bunches from SISKA Bengkulu had very significant affects on the production of fresh fruit bunches at 4 -8 months after fertilizer application where F0 treatment (control) produced 72.17 kg of fresh fruit bunches per plant, no significant different from the treatment of F1 = 70.17 kg per plant, F2 = 82.83 kg per plant, F3 = 72.0 kg per plant, and F4 = 87.92 kg per plant, illustrating that bokashi fertilizer waste SISKA with various formulas can replace the use of chemical fertilizers, even significantly treatment F5 able to produce fresh fruit bunches higher than the F0 which could reach 128.17 kg per plant.Keywords : Bokashi, fresh fruit bunches , cow manure,Siska Bengkulu
Seleksi Dan Evaluasi Galur-Galur Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill.) Keturunan Ke-5 (F5) Pada Budidaya Organik Sri Rustianti; Asfaruddin Asfaruddin; Farida Aryani
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 15 No 1 (2017): Agroqua Journal
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luas areal pertanaman tomat di Indonesia setiap tahunnya terus meningkat. Luas panen mencapai 50.000 ha dan 16.000 ha terdapat di Pulau Jawa dengan penyebarannya 60 % di dataran tinggi dan 40 % di dataran rendah. Hasil rata-rata di dataran rendah masih sangat rendah, yaitu 6 ton/ha dibandingkan potensi hasil rata-rata 5–20 ton/ha. Salah satu kendala adalah kesesuaian varietas terhadap Agroekologi setempat serta belum tersedianya varietas tomat yang adaptip terhadap kondisi lingkungan yang rendah. Perbaikan varietas merupakan salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengatasi kendala produksi tomat melalui program pemuliaan tomat. Dalam upaya mendapatkan varietas tomat unggul produksi tinggi pada budidaya organik, diperlukan informasi keragaman genetik yang luas. Penelitian ini merupakan serangkaian rencana penelitian yang diupayakan untuk mendapatkan varietas tomat unggul produksi tinggi pada budidaya organik. Persilangan tetua potensial sudah dilaksanakan dan mendapatkan biji F1. Seleksi dan evaluasi terhadap karakter agronomi pada tanaman F1, F2, F3, dan F4 adalah serangkaian kegiatan yang sudah dilakukan dan mendapatkan galur-galur terbaik. Tujuan penelitian adalah mendapatkan galur-galur tomat dengan karakter agronomis terbaik pada tanaman F5. Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah cabang, umur berbunga, umur panen, jumlah buah, berat buah, jumlah tandan bunga, jumlah tandan buah, bobot per buah, diameter buah, ketahanan simpan buah dan bentuk serta warna buah. Analisa data dengan Uji F dan DMRT.
Pengaruh Berbagai Dosis Kompos Solid Plus (Kosplus) Dalam Memperbaiki Sifat Kimia Tanah Ultisol Di Kabupaten Kuantan Singingi Okalia, Deno; Ezward, Chairil; Haitami, A
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 15 No 1 (2017): Agroqua Journal
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian   ini   bertujuan   untuk   1)mengetahui   kandungan   hara   kompos   solid   plus (KOSPLUS). 2) Untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis kompos solid Plus (KOSPLUS) dalam memperbaiki  sifat kimia tanah  Ultisol  yang mendominasi  di kabupaten  Kuantan Singingi. Penelitian ini dilaksanakan padatanah Ultisol di BBU Sungai Rumbio Desa Koto Kari Kabupaten Kuantan Singingi selama enam bulan yang terdiri atas dua tahap yaitu tahap I pembuatan kompos kompos solid saja (A) dan kompos solid plus (B) kemudian Tahap II inkubasi kompos. Penelitian ini mengunakan metode Random sampling.Data yang diambil diperoleh   dari   beberapa   perlakuan   dilapangan   kemudian   dilakukan   analisa   untuk mendapatkan data kuantitatif.Inkubasi KOSPLUS terdiri dari 5 perlakuan yang diulang tiga kali.Perlakuan yang diberikan adalah A =KOSPLUS 10 ton/ha, B = KOSPLUS 20 ton/ha, C = KOSPLUS 30 ton/ha,   D = Kompos solid saja, E = Tanpa masukan apapun (kontrol). Hasil analisis tanah dibandingkan  dengan kriteria sifat kimia tanah menurut  Staf Pusat Penelitian Tanah (1983). Berdasarkan penelitian dan analisis laboratorium yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa (1) Kompos solid plus memiliki ciri kimia yaitu pH sebesar7.9, C-organik sebesar   39,27 %, N sebesar   2,10%, C/N sebesar 10,14, P sebesar 1,25%, K sebesar 2,17%, Ca sebesar   1,57% dan Mg sebesar   0,64%. (2) Kompos solid plus (KOSPLUS) dapat memperbaiki sifat kimia tanah Ultisol dengan dosis perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan C (KOSPLUS 30 ton/Ha) dengan peningkatan nilai pH sebesar 0,68 unit,  C-organik  sebesar  1,20%,  P  sebesar  10,76%,    K  sebesar  0,18  me/100  g  tanah, sedangkan Al-dd mengalami penurunan hingga tidak terukur.
IDENTIFIKASI MUTU ASAP CAIR HASIL PIROLISIS LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Eva Ramalia Sari
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 16 No 1 (2018): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One application of clean production in the oil palm industry is the processing of solid waste such as empty fruit bunches (EFB) into liquid smoke. This research tried to do pyrolysis of EFB followed by redestilation process produce liquid smoke. The purpose of this research is to identify the quality of liquid smoke produced by pyrolysis process of EFB and redestilation. EFB are pyrolysis process at 400oC for 3 hours. Liquid smoke pyrolysis results are redistilled twice at 145oC. Liquid smoke quality data was quantitative descriptive analyzed. The results showed that the liquid smoke produced by pyrolysis process of empty fruit bunches has pH 3.20, phenol content of 6.85%, acetic acid level of 16.45%, and tar level of 2.96% (classified as grade 2) which can be used as a food preservative.
STUDI PEMBUATAN MINYAK KELAPA MURNI SECARA ENZIMATIS DENGAN MENGGUNAKAN BERBAGAI TINGKAT KONSENTRASI ENZIM NANAS PADA DUA JENIS KELAPA Prihanani Prihanani; Danner Sagala; Yondi Yonadi
Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan Vol 11 No 1 (2013): Jurnal Agroqua
Publisher : University of Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/ja.v11i1.42

Abstract

Virgin coconut oil can be proccessed in many ways to meet market quality. One of them is enzymaticly process. The aim of this research was to know bromelin enzyme concentration on two varieties of coconut. The experiment was conducted at PT. Sandabi Indah Lestari laboratory, Lunjuk Village, Seluma Barat Subistrict and Seluma Regency from in July 2012. The experiment was arranged in completely randomized design with two factos and three replication. The first faktor was variety of coconut consisted of Kelapa dalam and Kelapa hibrida. The second factor was bromelin enzyme concentration consisted of LIPI enzyme (as control), 50, 100, 150 gram. Variety affected most significantly on virgin coconut oil rendement. Kelapa dalam variety produced the higher virgin coconut oil than kelapa hibrida variety. However, variety and enzyme were affected unsignificant on water content of the virgin coconut oil.

Page 4 of 35 | Total Record : 349