Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar
Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar is a journal published twice a year, namely in June and December that aims to be a forum for scientific publications to pour ideas and studies complemented with the results of research related to primary school education. To achieve this, basic education journals will selectively disseminate ideas and studies complemented by quality research results related to basic education, develop an education center to the elementary-school that can produce innovative, creative and original work and tested in the field of education and learning elementary School to be disseminated and implemented for improving the quality of primary-to-national education at the national, regional and international levels.
Articles
10,005 Documents
BENEFIT DARI PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA
Vachry Dhani Vachry;
Desyandri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 08, Nomor 01, Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v8i1.6943
The curriculum is an important tool or guide in carrying out an education. The use of the new curriculum in the world of education certainly takes time to adjust. Now in Indonesia a new independent curriculum has been implemented, where this curriculum focuses on essential material, teachers and students are flexible in learning, and project and character based. Writing this article using qualitative research with a descriptive approach. Data collection was carried out by means of a literature study. The results of the study found that there were advantages to implementing an independent curriculum from the previous curriculum. The independent curriculum is designed to make learning simpler and more in-depth. In developing it, schools and teachers are given the power in accordance with the name independence. This form of project-based learning can increase student activity and be interactive. Emphasis on character values with the name Pancasila student profile consisting of faith and fear of God, independent, critical reasoning, mutual cooperation, global-minded, and creative.
FILSAFAT IDEALISME DAN ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH PENGGERAK SEKOLAH DASAR DI SDN 216/III SUNGAI LANGKAP
Elza Eka Lestari;
Desyandri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 08, Nomor 01, Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v8i1.6952
This study aims to discuss "Analysis of the Implementation of the Independent Curriculum in the Mobilizing Schools of SDN 216/III Sungai Langkap. This type of research is qualitative, the approach used is a phenomenological approach, which is based on the explanation of this phenomenological approachthe experiences experienced by key informants.The location of this research was carried out at SDN 216/III Sungai Langkap where the key informants were teachers, principals and supervisors. In this study the data collection techniques used were observation, interviews, and documentation studies. In order for the data to be tested for validity, the following precautions are taken: (a) extending the data collection period, (b) observing until the data can be said to be saturated, (c) conducting triangulation, and (d) involving colleagues for discussion. From the results of research conducted by researchers, the results of the research are that the independent curriculum is a reference for driving schools, where the purpose of this independent curriculum is to produce students with a Pancasila student profile, which is what is meant by a profilePancasila students are students who have noble character, are independent, reason critically, are creative, work together, have a sense of diversity. driving school principals encourage a variety of participatory, unique, and many innovative programs. Fostering cooperation with teachers who support their leaders to participate in realizing driving schools
PANDANGAN PROGRESIVISME PENDIDIKAN TERHADAP KONSEP “MERDEKA BELAJAR”
Desyandri;
Annisa Filaidi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 08, Nomor 01, Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v8i1.6965
Pada dasarnya kurikulum di Indonesia setiap kali mengalami perkembang sudah berlandaskan kepada filsafat namun belum digali secara dalam. Landasan filosofis yang digunakan merupakan ide yang menarik, karena dengan landasan filosofis yang jelas maka arah dan tujuan pendidikan menjadi jelas. Seperti filsafat Progresivisme yang relevan dengan penerapan Kurikum Merdek belajar yang mana sama-sama menekankan bahwa di dalam proses pembelajaran peserta didik menjadi subjek dan guru menjadi fasilitator. Dengan demikian menjadikan peserta didik menjadi mandiri dan kreatif dalam menghadapi masalah yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari serta siap mengikuti perkembangan zaman. Dalam penilain kurikulum Merdeka Belajar lebih mengutamakan penilaian proses dari pada penilaian hasil. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pandangan filsafat Progresivisme terhadap kurikulum merdeka belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah study literatur. Teknik pengumpulan data yang digunakan mengumpulkan sumber-sumber informasi yang didapatkan berasal dari buku, jurnal, dan karya ilmiah lainnya yang relevan dengan judul penelitian. Analisa data yang digunakan menurut teori Miles dan Huberman yaitu terdiri dari 3 tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kata Kunci: Filsafat Progresivisme, Merdeka Belajar.
PANDANGAN FILOSOFI PENDIRI BANGSA TERHADAP KONSEP “MERDEKA BELAJAR”
Dina Aryanti;
Desyandri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 08, Nomor 01, Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v8i1.6970
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan pandangan filosofi pendiri bangsa di antaranya pandangan menurut Soekarno, Hatta, Sjahrir, dan Dewantara terhadap kurikulum “Merdeka Belajar” yang baru-baru ini ditetapkan oleh Kemendikbud. Adapun jenis penelitian ini adalah kualitatif menggunakan pendekatan Historical Research atau dapat disebut juga dengan pendekatan sejarah menurut (Sukmana, 2021). Adapun metode pendekatan dalam penelitian ini ada empat yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan sumber sekunder yaitu memperoleh data dari tulishan-tulisan masa lalu seperti dari buku masa lampau, artikel ilmiah, dan lain sebagainnya. Objek penelitian ini adalah artikel dengan judul pandangan filosofi pendiri bangsa terhadap “Merdeka Belajar”. Adapun yang dimaksud dengan “Merdeka Belajar” adalah memiliki kebebasan dalam memperoleh pengetahuan dan pengalaman dengan tujuan supaya terciptanya seseorang yang berkarakter. Berdasarkan pandangan pendiri bangsa maksud “Merdeka Belajar” adalah memberikan hak dalam bentuk kebebasan kepada seseorang dalam memperoleh pengetahuan dan pengalaman dengan tujuan akhirnya dapat menciptakan seseorang yang berkarakter mulia sesuai dengan pilar bangsa Indonesia yang tertuang di dalam Pancasila. Adapun menurut pendiri bangsa seperti Soekarno, Hatta, Sjahrir, dan Dewantara menganggap bahwa Pendidikan ini adalah mendidik seseorang agar menjadi manusia yang berkarakter melalui jiwa yang merdeka, tidak ada paksaan dari segimanapun itu. Menurut pandangan Soekarno terhadap “Merdeka Belajar” ini adalah untuk menciptakan pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan bagi pendidik maupun peserta didik. Menurut Mohammad Hatta beranggapan bahwa “Merdeka Belajar ini hanya berperan sebagai pengembang kemampuan peserta didik saja. Sedangkan menurut Sjahrir pandangan terhadap “Merdeka Belajar adalah” sebagai wadah pengembangan politik namun bukan untuk menetapkan tujuan-tujuan pendidikan yang pragmatis. Dan menurut Ki Hadjar Dewantara berpandangan bahwa “Merdeka Belajar” ini adalah Pendidikan harus sesuai dengan koordinat alam.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SPINNING WHEEL MATERI PERUBAHAN WUJUD BENDA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS III SDN PENGADEGAN 07 JAKARTA SELATAN
Monika Fransis Kurnianingsih;
Winda Amelia
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 08, Nomor 01, Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v8i1.6993
ABSTRACT This study aims to determine the feasibility of spinning wheel learning media, and determine the effectiveness of spinning wheel learning media. This study uses the RnD (Research and Development) research method with the Borg and Gall model. The test subjects in this study were 30 grade III students at SDN Pengadegan 07 South Jakarta. The media developed was declared feasible and valid based on the results of several experts: design experts with a score of 100.00%, linguists with a score of 80.00%, and material experts with a score of 84.00%. The product trial on 9 students received a score of 92.22% in the very feasible and effective category and the shared use trial of 30 students scored 91.2% in the very feasible and effective category to be applied to students when learning in class and can add interest in learning for students. Keywords: Learning Media, spinning wheel, Development. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran spinning wheel, dan mengetahui keefektifan media pembelajaran spinning wheel. Penelitian ini menggunakan metode penelitian RnD (Research and Development) dengan model Borg and Gall. Subjek uji coba pada penelitian ini yaitu siswa kelas III SDN Pengadegan 07 Jakarta Selatan yang berjumlah 30. Media yang dikembangkan dinyatakan layak dan valid berdasarkan hasil dari beberapa ahli : ahli media dengan nilai 100,00%, ahli bahasa dengan nilai 80,00%, dan ahli materi dengan nilai 84,00%. Uji coba produk terhadap 9 siswa mendapatkan nilai 92.22% kategori sangat layak dan efektif dan uji coba pemakaian bersama 30 siswa mendapatkan nilai 91,2% kategori sangat layak dan efektif untuk di aplikasikan kepada siswa saat pembelajaran di kelas dan bisa menambah minat belajar untuk siswa. Kata Kunci: Media Pembelajaran, spinning wheel, Pengembangan
PEMBUDAYAAN PENDIDIKAN MORAL PADA ANAK SEKOLAH DASAR
Alifia Rosyida;
Darsinah;
Ernawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 08, Nomor 01, Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan zaman dan teknologi tidak selalu membawa dampak positif bagi perubahan individu menjadi lebih baik. Maraknya penurunan moral yang terjadi dengan pelaku anak maupun remaja. Hal ini menjadi tanggung jawab bagi orang tua dalam memberikan edukasi pendidikan moral sejak dini. Pentingnya penanaman nilai-nilai moral pada anak agar karakter serta potensi yang dimiliki anak dapat berkembang dengan baik. Pendidikan moral menyangkut sikap dan kepribadian, sehingga di dalam pembelajarannya tidak hanya terbatas pada pengembangan kemampuan intelektualnya saja tetapi lebih kepada pengembangan karakter, sikap, dan perilaku peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan pendidikan moral untuk meningkatkan perkembangan moral pada anak sekolah dasar. Jenis penelitian ini merupakan study kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini melalui pengumpulan data, reduksi data sajian data, serta kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembiasaan pendidikan moral anak penting dilakukan sejak dini agar dapat menyadarkan orang tua terkait nilai moral sekaligus menjadi tameng bagi anak dari kenakalan remaja.
ANALISIS KEGIATAN APRESEPSI MENGGUNAKAN METODE PRESENTASI DAN EKSPLANASI PADA KELAS ATAS DI SEKOLAH DASAR
Ma'rifatul Jannah;
Darsinah;
Ernawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 08, Nomor 01, Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v8i1.6997
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiata apresepsi dengan menggunakan penerapan metode presentasi dan eksplanasi oleh guru dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, bersifat naturalistik karena dilaksanakan pada kondisi alamiah. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus, dengan teknik pengumpulan data yang meliputi: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penerapan metode presentasi dan eksplanasi sering dilakukan oleh guru Sekolah Dasar (SD) dan banyak guru yang belum menguasai teknik pelaksanaannya. Penelitian ini menganalisis praktik penerapan metode presentasi dan eksplanasi ini menggunakan kaca mata teoritik dari Arends & Kilcher dalam kegiatan apresepsi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, penyimpulan dan verifikasi. Objek pada penelitian ini, yaitu guru kelas IV dan V SD. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan, yakni bulan Oktober-November 2022. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan: (1) Kegiatan apresepsi penting dilakukan pada kegiatan awal pembelajaran dengan metode penyampaian yang tepat. 2) Keterampilan guru dalam pelaksanaan apresepsi dengan metode presentasi dan eksplanasi tergantung dari tingkat pemahamannya. (3) Metode presentasi dan eksplanasi menjadi metode yang paling sering digunakan guru saat kegiatan apresepsi pada proses pembelajaran.
KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKN DIMASA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS DI SMPN 11 MATARAM)
Melina Oliasari;
Bagdawansyah Alqadri;
Mabrur Haslan;
Edy Herianto
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 08, Nomor 01, Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v8i1.7018
Kesulitan belajar yang dialami siswa pada masa pandemi covid-19 merupakan hal yang terjadi di SMPN 11 Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) apa saja kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran PPKn dimasa pandemi covid-19, 2) faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran PPKn dimasa pandemi covid-19 di SMPN 11 Mataram, 3) Upaya untuk mengatasi penyebab timbulnya kesulitan belajar siswa kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran PPKn dimasa pandemi covid-19. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus . Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara, dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa yang dimasud adalah kesulitan saat mengikuti proses pembelajaran, kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan, dan kesulitan untuk menyelesaikan tugas dan latihan. Faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran PPKn dimasa pandemi covid-19 diantaranya faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang dimaksud adalah faktor fisiologi dan psikologi, sedangkan faktor eksternal yang dimaksud adalah faktor sosial dan non sosial. Adapun upaya untuk mengatasi penyebab timbulnya kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di masa pandemi covid-19 adalah dengan meningkatkan kualitas pembelajaran, peningkatan kenyamanan iklim belajar, memberikan fasilitas yang memadai, menyediakan sumber belajar yang variatif, dan menentukan media pembelajaran yang mudah diakses.
PERAN PENDIDIKAN DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER 5.0
Miftahul Jannah Putri Husma Miftah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 08, Nomor 01, Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v8i1.7063
Education has a close relationship with the teaching and learning process and school is the place where learning takes place. In the learning process, the main elements that must exist are teachers and students. For the elementary school level, the teacher is the main source of learning, although in practice the role of the teacher can be replaced by using instructional media. Thus, in the latest educational curriculum implemented in Indonesia, teachers can also be referred to as facilitators in learning. The purpose of this study is to analyze the importance of the role of education in developing character 5.0. The method used is qualitative. The results obtained are that the role of education in developing character 5.0 is very important. The role of education in character development 5.0 can be carried out with the synergy of informal, non-formal and formal education which are interrelated with one another. Provision of good education which is based on national education goals will create character education that is independent, intelligent, moderate, and has a religious spirit. Education has a close relationship with the teaching and learning process and school is the place where learning takes place. In the learning process, the main elements that must exist are teachers and students. For the elementary school level, the teacher is the main source of learning, although in practice the role of the teacher can be replaced by using instructional media. Thus, in the latest educational curriculum implemented in Indonesia, teachers can also be referred to as facilitators in learning. The purpose of this study is to analyze the importance of the role of education in developing character 5.0. The method used is qualitative. The results obtained are that the role of education in developing character 5.0 is very important. The role of education in character development 5.0 can be carried out with the synergy of informal, non-formal and formal education which are interrelated with one another. Provision of good education which is based on national education goals will create character education that is independent, intelligent, moderate, and has a religious spirit.
PENGARUH METODE READING ALOUD BERBANTUAN FLASHCARD TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR
Eka Fuzianti Zakiyyah;
Srie Mulyani;
Hisny Fajrussalam
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 8 No. 1 (2023): Volume 08, Nomor 01, Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v8i1.7073
Keterampilan dasar yang penting dikuasai oleh seorang siswa Sekolah Dasar di kelas rendah adalah keterampilan membaca permulaan. Dalam hal ini membaca permulaan tidak hanya sekedar mengucapkan bahasa tulisan melainkan mampu untuk menanggapi serta memahami isi bahasa tulisan. Dan berdasarkan hasil survei di SDN 8 Nagrikaler Kabupaten Purwakarta keterampilan membaca permulaan siswa kelas I masih tergolong rendah. Untuk itu perlunya ada solusi dalam mengembangkan keterampilan membaca permulaan. Salah satunya adalah menerapkan metode reading aloud berbantuan flashcard. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk dapat mengetahui : 1. Keterampilan membaca permulaan sebelum dan sesudah menggunakan metode reading aloud berbantuan flashcard 2. Pengaruh metode reading aloud berbantuan flashcard terhadap keterampilan membaca permulaan. Penelitian ini menggunakan penelitian pre-eksperimen one group pretest-postest. Menggunakan sampel sebanyak 24 siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat peningkatan yang dibuktikan dengan selisih nilai rata-rata pretest dan posttest sebesar 13,85. Serta hasil uji T menghasilkan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh metode reading aloud berbantuan flashcard terhadap keterampilan membaca permulaan siswa dan perolehan korefisien determinasi (R Square) sebesar 0,878 yang artinya besar pengaruh metode reading aloud berbantuan flashcard sebesar 87,8%. Dan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,3003 yang menunjukan penggunaan metode reading aloud berbantuan flashcard memiliki efektivitas pada kategori sedang.