cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal SainHealth
ISSN : 25488333     EISSN : 25492586     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal SainHealth is a study journal in the field of science, health, and both of them. The journal is published by the Faculty of Health Sciences Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo.
Arjuna Subject : -
Articles 134 Documents
DETEKSI Escherichia coli DAN Angka Paling Mungkin PADA AIR SUMUR DEKAT JAMBAN DIDAERAH WONOAYU, SIDOARJO Putri Anggraeni; Evy Ratnasari Ekawati
Jurnal SainHealth Vol 4, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Faculty of Health Sciences Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jsh.v4i1.710.16-19

Abstract

Water sources are grouped into several groups which are: sea water, surface water, and groundwater. According to the science of health, each person requires drinking water as much as 2.5 to 3 liters per day including the water in food. This research is descriptive research to find out the quality of the water wells in the area Wonoayu Sidoarjo. To find out if there are any impurities bacteria Escherichiacoliin well water. To find out the numbers of the bacteria Escherichia coliand APM on a water well. The results of the sudy of APM well water near the toilet in Wonoayu, Sidoarjo water quality is not recommended bacteriologically in this area. Whereas maximum levels of Escherichiacolipermitted for drinking water according to is 0 or is free from pathogenic microorganisms that originated in feces, while 50% of water samples in the area of  Wonoayu contains coliform. Coliform bacteria in great numbers along with the feces will pollute the environment with 5 positive samples results contain Escherichia coliand 5 negative samples of Escherichia coli.
KOMBINASI BILAKUPU (BIJI LABU KUNING DAN KUNYIT PUTIH) DALAM MENURUNKAN HIPERKOLESTEROLEMIA Evita Puspaningdyah
Jurnal SainHealth Vol 4, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Faculty of Health Sciences Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jsh.v4i1.711.20-24

Abstract

Kolesterol merupakan senyawa lemak yang lunak, seperti lilin yang diproduksi oleh hati dan sisanya diperoleh dari makanan. Hiperkolesterolemia adalah kadar kolesterol yang melebihi batas normal dalam darah atau >200mg/dl(nilai normal 40-130 mg/dl). Biji labu kuning (Cucurbita moschata) dan kunyit putih (Curcuma mangga Val.) merupakan tanaman yang mudah didapatkan di Indonesia.Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh kombinasi serbuk biji labu kuning (Cucurbita moschata) dan rebusan kunyit putih (Curcuma mangga Val.) dalam menurunkan kadar kolesterol darah pada mencit. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan studi eksperimental yaitu denganmenggunakan  30 ekor mencit yang dibagi menjadi 3 kelompokyaitu kontrol normal(kandang 1)dengan pemberian pakan ayam cp 511, kontrol positif (kandang 2) dengan pemberian jeroan ayamdan kontrol terapi(kandang 3)dengan pemberian BILAKUPU.Hasil penelitian menunjukkanadanya perbedaan antara kelompok kontrol positif dengan kelompok kontrol terapi yang ditunjukkan dengan uji statistik yaitu uji Paired T-Test menunjukkan hasil signifikansi 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa kombinasi BILAKUPU dapat menurunkan kadar kolesterol darah secara bermakna.
Potensi Kombinasi Sirih Merah dan Daun Srikaya Sebagai Alternatif Alami Anti Kutu Rambut (Pediculus humanus capitis) Widinda Milasari Putri; Imam Suryanto; Muhammad Sungging Pradana
Jurnal SainHealth Vol 4, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Faculty of Health Sciences Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jsh.v4i2.772.27-32

Abstract

Pediculus humanus capitis atau yang dikenal dengan kutu rambut merupakan ektoparasit yang hidup pada kulit kepala manusia. Gejala klinis yang terjadi adalah rasa gatal oleh gigitan kutu rambut pada kulit kepala. Apabila sudah terserang maka efek yang ditimbulkan rasa gatal yang tidak tertahankan dan sangat menggangu sehingga akan terjadi garukan yang kuat dan dapat menyebabkan luka dan iritasi pada kulit kepala.Hal ini memudahkan masuknya bakteri sehingga terjadi infeksi. Cara penanggulangan bagi masyarakat biasanya dengan penggunaan bahan kimia seperti organochlorides (DDT dan lindane), pyrethrins alami dan sintetis (disinergikan dengan piperonyl butoxide) dan karbamat. Penggunaan terlalu banyak insektisida kimia dapat menyebabkan timbulnya iritasi pada kulit kepala dan residu yang ditinggalkan dapat juga meracuni manusia. Penanggulangan Pediculus humanus capitis pada insektisida alami dapat dilakukan dengan senyawa flavonoid yang terkandung dalam Sirih Merah dan Daun Srikaya. Penelitian ini menggunakan populasi anak-anak yang menderita kutu rambut di daerah Balongbendo Sidoarjo dengan kriteria sampel kutu rambut (Pediculus humanus capitis) yang di reaksikan dengan rebusan sirih merah dan daun srikaya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sirih merah dan daun srikaya dapat melihat kematian kutu rambut (Pediculus humanus capitis) paling efektif konsentrasi 100% dengan kurun waktu 15 menit.
Uji Efektifitas Rebusan Dan Infused Kapulaga (Ammonum compactum) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Enterotoxigenic Escherichia coli Susmayanti, Novi
Jurnal SainHealth Vol 5, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Faculty of Health Sciences Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jsh.v5i1.900.30-35

Abstract

Cardamom (Amomum compactum) is a native Indonesian rhizome which is widely used by several people and has many benefits. Cardamom contains alkaloid chemicals, saponins, tannins, polyphenols, and flavonoids which act as antibacterials. Escherichia coli is a Gram negative bacteria and can be pathogenic for a person. This study aims to analyze the minimum concentration of boiled and infused cardamom (Amomum compactum) in preventing the growth of Enterotoxigenic Escherichia coli. This type of research is a laboratory experiment with an antibacterial test with the disc diffusion method. The results of this study are that decoction and infused cardamom (Amomum compactum) can inhibit the growth of the microbial Enterotoxigenic Escherichia coli (ETEC). Cardamom decoction at a concentration of 90 and 100% was able to inhibit the growth of strong bacteria. Infused cardamom at a concentration of 80%, 90% and 100% is able to inhibit the growth of bacteria with strong categories Keywords : cardamom (Amomum compactum), infused, enterotoxigenic Escherichia coli (ETEC)
IMPRESISI POOLED SERUM FREEZ DRIED YANG TERSIMPAN PADA SUHU -24oC TERHADAP PARAMETER ALBUMIN Gede Arie Wijaya; Jusak Nugraha; Dheasy Herawati
Jurnal SainHealth Vol 4, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Faculty of Health Sciences Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jsh.v4i2.773.15-20

Abstract

Ukuran tingkat ketepatan dan ketelitian suatu hasil laboratorium ditentukan dengan proses pemantapan mutu internal yang baik melalui evaluasi secara berkala dan berkelanjutan, salah satunya terhindar dari larangan hukum westgard yang teraplikasi melalui grafik Levey Jenning dari suatu bahan kontrol. Penggunaan bahan kontrol tidak lepas dari perilaku pembelian bahan kontrol dari suatu industry. Pembuatan bahan kontrol dari pooled serum darah dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengganti kontrol pabrikan yang cukup mahal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui impresisi pembuatan bahan kontrol dari serum darah sapi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menguji presisi bahan kontrol buatan dari serum darah sapi selama 3 bulan. Serum darah sapi dibuat sedemikan rupa dengan teknik beku kering ( freeze dryed) untuk mendapatkan bentuk serbuk kering. Penyimpanan serum bentuk serbuk kering tersebut disimpan pada suhu -24oC yang nantinya akan dilarutkan dengan aquabidest setiap melukukan tindakan kontrol secara between day. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian albumin adalah metode non enzimatik kolorimetri-BCG menggunakan alat Architech. Pemeriksaan albumin dilakukan di Laboratorium IGD RSUD Dr.Soetomo Surabaya sebanyak 90 sampel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa serum darah sapi dalam bentuk serbuk kering dengan teknik frezze dried dapat menjadi alternatif pengganti serum kontrol pabrikan dikarenakan memiliki impresisi yang baik selama tiga bulan. Kata Kunci : Albumin, Beku kering, Darah sapi
ANALISA BAKTERI TOTAL PADA BUAH PEPAYA (Carica Papaya L.) YANG DI STERIL MENGGUNAKAN METODE AUTOCLAVE Didik Purwanto; Anton Yuntarso; Christina Destri Wiwis Wijayanti
Jurnal SainHealth Vol 5, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Faculty of Health Sciences Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jsh.v5i1.901.25-29

Abstract

Papaya (Carica papaya L.) is a plant that can be used as traditional medicine. All part of a papaya from the roots to the tips of the leaves have high medical value. The disadvantages of papaya is that if the ripe papaya fruit does not last long and rots easily. Total Plate Number is a number that shows the number of mesophyll bacteria or bacteria that live at 15°C - 55°C in every 1 ml or 1 gram of food samples examined. This study aims to determine how long the effect of the durability of papaya fruit that has been sterilized using autoclave and to determine the total number of bacteria in papaya fruit that has been sterilized using autoclave. Results of the study of papaya fruit samples that had been sterilized using autoclave on day 3, the ALT value was 0.67 × 102 CFU/ml, so it can be said to meet the requirements according to SNI (30°C, 72 jam) 1 × 102 colony/g. Day 4 to day 10 the value obtained was 1.17 – 25.16 × 102 CFU/ml where the value did not meet the requirements according to SNI.
FORMULASI GEL EKSTRAK BATANG PEPAYA SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Amalia Eka Putri; Kristina Handayani
Jurnal SainHealth Vol 4, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Faculty of Health Sciences Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jsh.v4i2.792.1-7

Abstract

Infectious disease is an important disease in Indonesia. Infectious diseases can be caused by pathogenic microorganisms such as the bacterium Staphylococcus aureus ATCC 25923. Infectious diseases can be treated with antibiotics, but antibiotics now resistance.Therefore, other alternatives such as are needed papaya stem which can be used as an antibacterial against S.aureus ATCC 25923. The purpose of this study was to determine the antibacterial activity of papaya stem extract gel against Staphylococcus aureus ATCC 25923. Papaya stem sample extracted using a method soxhletation with 96% ethanol. The extract was made into a gel dosage with a concentration of 5%. The positive control used is clindamycin and the negative control is gel without extract. The results of the papaya stem gel antibacterial activity test showed that the papaya stem gel had antibacterial activity against S.aureus ATCC 25923. The papaya stem extract gel preparation with a concentration of 5% had an average inhibition zone diameter of 18,56±0,51mm. The antibacterial activity is thought to come from the flavonoids, tannins, and saponins contained in the papaya stem fraction.
Aplikasi BGA UMAHA Sebagai Pendeteksi Gas Darah Disertai Interpretasi Hasil Berbasis Android Siti Nur Husnul Yusmiati; Anton Yuntarso; Jusak Nugraha
Jurnal SainHealth Vol 5, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Faculty of Health Sciences Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jsh.v5i1.897.8-17

Abstract

Derajat keasaman tubuh dapat mengalami peningkatan (alkalosis) dan penurunan (asidosis) akibat gangguan keseimbangan kation anion serta kegagalan transportasi dan produksi makromolekul sehingga permasalahan suatu fungsi sel dapat terjadi. Afinitas Ferro(Fe2+) yang terikat oleh molekul histidin dalam struktur haemoglobin terhadap oksigen akan terganggu jika pH darah arteri lebih kecil dari 7,35 atau lebih besar dari 7,45. Tingkat gangguan asam basa tubuh dapat diukur menggunakan alat gas darah. Pada saat pertama kali muncul alat gas darah hanya menyajikan hasil pH, pCO2, dan pO2dimana parameter yang lain seperti HCO3, BE, O2saturasi harus diplot terlebih dahulu menggunakan tabel Siggard Anderson. Perkembangan teknologi, mendukung terciptanya alat gas darah yang terintegrasi dengan logaritma bahasa program parameter hitungan, sehingga nilai HCO3,Base Excess Extra Cellular Fluid(BEecf), Base Excess Blood(BEB), O2 saturasi, dan parameter lain dapat termunculkan setelah didapatkan nilai pH, pCO2, dan pO2. Basis penelitian ini adalah pembuatan aplikasi mobile BGA UMAHA versi 0.1.0 yang dapat memberikan hasil interpretasi secara cepat, tepat, praktis, dan murah dengan tambahan inputan suhu tubuh dan kadar Hb pasien untuk mendapatkan nilai BEBase dan O2saturasi yang diperlukan, dengan demikian diharapkan permasalahan stabilitas alat, tingkat kelelahan klinisi dan efisiensi biaya dapat dilakukan. Kesimpulan pada penelitian ini adalah aplikasi mobile BGA UMAHA versi 0.1.0 dapat memunculkan parameter hitungan dengan inputan suhu dan kadar Hb dengan akurasi tinggi tanpa dipengaruhi nilai LOD alat serta dapat memunculkan interpretasi hasil.
PENGARUH IBU BEKERJA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN (Di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya Provinsi Jawa Timur) Ratna Sari Dewi
Jurnal SainHealth Vol 4, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Faculty of Health Sciences Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jsh.v4i2.793.8-14

Abstract

Pemberian ASI di Indonesia belum dilaksanakan sepenuhnya. Upaya meningkatkan perilaku menyusui khususnya ASI Ekslusifmasih dirasa kurang. Permasalahan yang utama adalah faktor sosial budaya, kesadaran akan pentingnya ASI, pelayanan kesehatan dan petugas kesehatan yang belum sepenuhnya mendukung Program Peningkatan Pemberian ASI (PP ASI), gencarnya promosi susu formula, dan ibu bekerja.Karena dari sekian ibu yang bekerja tidak memberikan ASI Eksklusiflebih memberikan susu formula dari 3 bayi yang mendapatkan ASI Eksklusifsedangkan dari 7 bayi tidak mendapatkan ASI Eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ibu bekerja terhadap pemberian ASI eksklusifpada bayi usia 0-6 bulan di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya Provinsi Jawa Timur.Desain penelitian ini adalah AnalitikCrossSectional.Populasinya ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan yang berkunjung ke Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya Provinsi Jawa Timur 43 orang. Tehnik sampling menggunakan ConsecutiveSamplingdengan responden ibu bekerja 31 orang dan responden ibu tidak bekerja 9 orang sejumlah 40 orang.Instrumen penelitian menggunakan lembar observasidengan pengolahan data editing, coding, tabulatingdan uji statistik menggunakan Fisher Exact Test. Hasil penelitian pada  ibu bekerja yang memberikan ASI Eksklusif pada bayinya usia 0-6 bulan sebanyak 4 responden (12,9%), ibu bekerja yang tidak memberikan ASI Eksklusif  pada bayinya usia 0-6 bulan sebanyak 27 responden (87,1%) dan ibu tidak bekerja yang memberikan ASI Eksklusif pada bayinya usia 0-6 bulan sebanyak 7 responden (77,8%), ibu tidak bekerja yang tidak memberikan ASI Eksklusif  pada bayinya usia 0-6 bulan sebanyak 2 responden (22,2%).  Hasil uji Fisher Exact Test menunjukkan nilai signifikansi r= 0,001 <a(0,05), sehingga H0 ditolak. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Ibu bekerja terhadap Pemberian ASI Eksklusifpada Bayi Usia 0-6 Bulan di Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya Provinsi Jawa Timur. Ibu lebih aktif untuk memberikan ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan dengan cara bertanya pada petugas kesehatan, membaca buku, mengikuti penyuluhan tentang manfaat ASI Eksklusifpada ibu bekerja.
Deteksi Cemaran Bakteri Penyebab Infeksi Nosokomial pada Membran Stetoskop Dian Sri Wahyuningsih; Evy Ratnasari Ekawati
Jurnal SainHealth Vol 5, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Faculty of Health Sciences Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jsh.v5i1.896.%p

Abstract

Salah satu masalah di bidang pelayanan kesehatan yang dapat menyebabkan meningkatnya angka kesakitan dan kematian di Rumah Sakit adalah infeksi nosokomial. Berdasarkan hasil studi surveilans, diketahui bahwa agen infeksi nosokomial dapat berasal dari alat Kesehatan. Alat Kesehatan yang memiliki factor resiko tinggi sebagai perantara infeksi antara lain stetoskop, thermometer dan sphygmomanometer. Kontaminasi stetoskop setelah kontak dengan pasien tidak dapat diabaikan, semakin banyak kontaminasi pada tangan, semakin banyak kontaminasi padda stetoskop. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan bakteri penyebab infeksi nosokomial pada membrane stetoskop di ruang rawat intensif RSUD Jombang. Jenis penelitian adalah observative. Pengambilan sampel dilakukan dengan swab pada permukaan membrane stetoskop sebanyak 30 buah stetoskop dari ruang perwatan ICU, internal bedah, UGD, neonatal, dan syaraf. Hasil deteksi permukaan membrane stetoskop di ruang rawat inap intensif RSUD Jombang ditemukan 40% terkontaminasi Klebsiella pneumoniae, 20% terkontaminasi Staphylococcus epidermidis, 20% terkontaminasi Aerococcus viridans, dan 17% terkontaminasi Leuconoctoc mesenteroidesssp. Cermoris. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bakteri kontaminan terbanyak pada membrane stetoskop ruang rawat inap RSUD Jombang adalah Klebsiella pneumoniae.

Page 6 of 14 | Total Record : 134