cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
Dinamika Maritim
ISSN : 20868049     EISSN : -     DOI : -
Dinamika Maritim present the articles containing either fundamental or applied research in Marine Ecology and Geo-information field emphasized to shallow waters ecosystems, estuary and oceanography. We encourage the submitted paper will cover the area expertise such as Ocean Remote Sensing, Marine Geographic Information System, Coastal Dynamics and Ocean Modelling.
Arjuna Subject : -
Articles 62 Documents
UJI STABILITAS, DAYA APUNG DAN WARNA SERTA AROMA PADA PELET YANG BERBEDA Yulianto, Tri
Dinamika Maritim Vol 6 No 2 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 6 No. 2, February 2018
Publisher : Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riau Archipelago Province is the province that separate from the major city and only can be reach by sea or air. One of the problem in aquaculture business in Riau Archipelago Province is the price of fish feed is expensive because distribute from java and Sumatra island. The solution is by producing the fish feed independently with appropriate composition and accessible material. The low price material and simple test is important to be conducted to see the quality of the fish feed, such as aroma, color, buoyance , sink velocity, and the resilience of the fish feed in the water. All the test can be done by the people independently, so the process can give benefit in producing fish feed for fish and shrimp aquaculture in Riau Archipelago Province.
VARIABILITAS SPASIAL SUHU PERMUKAAN LAUT PULAU BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU PADA EMPAT MUSIM BERBEDA Zulfikar, Zulfikar; Jaya, Yales Veva; Pratomo, Arief; Putra, Risandi Dwirama; Suhana, Mario Putra
Dinamika Maritim Vol 6 No 2 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 6 No. 2, February 2018
Publisher : Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi suhu permukaan laut (SPL) dalam bidang perikanan memiliki peran yang sangat penting. Data SPL ECMWF sangat baik untuk melihat perubahan SPL secara berkala. Selain berpengaruh terhadap aktivitas metabolisme dan perkembangan suatu organisme suhu permukaan laut (SPL) merupakan faktor penting yang mempengaruhi dinamika iklim global. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memetakan sebaran suhu permukaan laut di perairan Pulau Bintan. Metode penelitian ini menggunakan analisis suhu permukaan laut secara temporal berdasarkan fluktuasi SPL bulanan dan musiman dalam bentuk grafik deret waktu, dan analisis spasial berdasarkan visualisasi peta sebaran rata-rata SPL musiman. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi temporal SPL tahun 2015-2016 di perairan Pulau Bintan cenderung mengalami peningkatan. Variabilitas nilai SPL di perairan Pulau Bintan dipengaruhi oleh musim, SPL pada musim timur dan musim peralihan barat-timur cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan SPL pada musim barat dan musim peralihan timur-barat. Sebaran spasial SPL di perairan dekat pesisir cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan SPL di perairan jauh pesisir atau lepas pantai. Secara spasial, perairan dekat pesisir memiliki suhu yang lebih tinggi dibandingkan dengan perairan lepas pantai. Suhu permukaan laut di perairan Pulau Bintan juga cenderung mengalami fluktuasi berdasarkan musim. Pada musim peralihan barat-timur dan musim peralihan timur rata-rata suhu permukaan laut cenderung lebih tinggi dan sebaliknya pada musim barat dan musim peralihan timur-Barat rata-rata suhu permukaan laut cenderung mengalami penurunan.
KARAKTERISTIK GELOMBANG LAUT PANTAI TIMUR PULAU BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU TAHUN 2005-2014 Suhana, Mario Putra; Nurjaya, I Wayan; Natih, Nyoman Metta
Dinamika Maritim Vol 6 No 2 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 6 No. 2, February 2018
Publisher : Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor penting yang sangat mempengaruhi proses dinamika pantai adalah gelombang laut. Arus menyusur pantai (long-shore current) merupakan salah satu proses oseanografi fisik yang timbul akibat hempasan gelombang laut ketika menghantam pantai. Selain itu, proses sedimentasi juga merupakan salah satu proses oseanografi fisik yang disebabkan oleh gelombang laut. Melihat begitu besarnya peranan dan pengaruh gelombang laut terhadap segala dinamika yang terjadi di pantai, dirasa perlu untuk dilakukan sebuah kajian mengenai karakteristik gelombang laut di suatu perairan. Untuk menjawab tujuan penelitian ini, metode yang digunakan adalah menggunakan metode peramalan menggunakan data arah dan kecepatan angin. Data arah dan kecepatan angin yang digunakan merupakan data hasil publikasi BMKG Kota Tanjungpinang tahun 2005-2014. Selama tahun 2005-2014 perairan pantai timur Pulau Bintan dipengaruhi oleh angin yang bertiup dari arah utara dan selatan dengan frekuensi kejadian 22.48 % dan 20.97 %. Kecepatan angin yang bertiup dari arah utara berkisar antara 5.70-8.80 m/s sedangkan kecepatan angin yang bertiup dari arah selatan berkisar antara 3.60-5.70 m/s. Selain dari arah utara dan selatan, angin yang bertiup dari arah tenggara juga memiliki frekuensi kejadian yang cukup tinggi yaitu 18.85 % dengan kecepatan angin dominan berkisar antara 3.60-5.70 m/s. Tinggi gelombang laut harian yang terbentuk di perairan pantai timur Pulau Bintan yang disebabkan oleh angin selama tahun 2005-2014 berkisar antara 0.10-4.55 m dengan tinggi gelombang laut dominan berkisar antara 0.10-0.50 m, sedangkan periode gelombang laut berkisar antara 1.10-11.23 s. Tinggi gelombang laut maksimum yang terbentuk di perairan pantai timur Pulau Bintan umumnya terjadi pada puncak musim utara (Desember-Februari) dan musim selatan (Juni-Agustus) hal ini disebabkan oleh kecepatan angin yang bertiup di perairan pantai timur Pulau Bintan selama musim barat dan musim timur lebih tinggi dibandingkan dengan musim lainnya.
POLA DAN KARAKTERISTIK SEBARAN MEDAN MASSA, MEDAN TEKANAN DAN ARUS GEOSTROPIK PERAIRAN SELATAN JAWA Suhana, Mario Putra; Utama, Ferdy Gustian; Putra, Andry Purnama; Zibar, Zan; Paputungan, M. Sumiran; Erawan, M. Trial Fiar; Kolibongso, Duaitd
Dinamika Maritim Vol 6 No 2 (2018): Dinamika Maritim, Vol. 6 No. 2, February 2018
Publisher : Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan selatan Jawa merupakan bagian dari perairan samudera Hindia yang memiliki arus besar yang disebut Arus Khatulistiwa Selatan (AKS) yang sepanjang tahun menuju ke arah barat dan menyebar dari barat laut Australia menuju sisi lain dari samudera Hindia. Dinamika oseanografi perairan timur Samudera Hindia sangat dipengaruhi oleh keterkaitan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sebaran menegak dan melintang medan massa, tekanan dan arus geostropik perairan selatan Jawa. Penelitian ini menggunakan data World Ocean Atlas (WOA) hasil penginderaan jarak jauh bulan Agustus tahun 2009. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan perairan selatan Jawa merupakan bagian dari perairan samudera Hindia yang memiliki arus besar yang disebut Arus Khatulistiwa Selatan (AKS) yang sepanjang tahun menuju ke arah barat dan menyebar dari barat laut Australia menuju sisi lain dari samudera Hindia. Apabila aliran AKS bergerak semakin cepat sepanjang pantai selatan Jawa-Sumbawa, maka akan mengakibatkan massa air akan menumpuk di belahan bumi selatan yang merupakan bagian sisi lepas pantai. Hal ini mengakibatkan bagian lepas pantai (yang menjauh dari pantai) memiliki kedalaman dinamik yang lebih tinggi dari bagian yang lebih dekat atau berada di sisi pantai, sehingga arus geostropik yang mengalir pada wilayah tersebut akan mengalir dan dibelokan ke arah barat.
STUDI PEMANFAATAN FASILITAS PELABUHAN DALAM RANGKA PENINGKATAN PRODUKSI DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA BELAWAN SUMATERA UTARA Yuspardianto, Yuspardianto
Dinamika Maritim Vol 5 No 1 (2015): Dinamika Maritim, Vol. 5 No. 1, April, 2015
Publisher : Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi fasilitas pokok dan fungsional yang ada di PPS Belawan dalam kondisi yang baik, panjang dermaga mencukupi untuk kegiatan tambat dan bongkar muat namun alur pelayaran mengalami pendangkalan yang berdampak mengurangnya tingkat kelancaran aktivitas kapal yang akan keluar dan masuk area pelabuhan. Tingkat pemanfaatan fasilitas pokok dan fungsional Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan oleh pelaku usaha perikanan tangkap sangat optimal. Strategi peningkatan pemanfaatan fasilitas pokok dan fungsional PPS Belawan adalah dengan pemanfaatan secara opitimal fasilitas pokok, fungsional dan penunjang guna peningkatan produksi ikan; Memberikan penyuluhan dan sosialisasi secara rutin kepada para pelaku usaha perikanan di PPS Belawan dalam kaitannya dengan peningkatan produksi ikan;
KARAKTERISASI MINYAK IKAN DARI HASIL SAMPING INDUSTRI PENEPUNGAN IKAN LEMURU (Sardinella lemuru) DENGAN METODE PEMURNIAN ALKALI Ibrahim, Bustami; Suptijah, Pipih; Yogaswara, Ghema
Dinamika Maritim Vol 5 No 1 (2015): Dinamika Maritim, Vol. 5 No. 1, April, 2015
Publisher : Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Utilization of fish Lemuru ( Sardinella lemuru ) into fish meal has a byproduct in the form of fish oil . It is known that the content of omega-3 fatty acids in fish oil lemuru highly enough . So that the existing oil content in fish processing waste of lemuru needs to be recovered by purification , so that fish oil obtained has better quality . In this study, fish oil is purified by the alcaline refining methode . The result of the process of purifying fish oils have a better quality than that of unrefined fish oil . But the content of saturated fatty acids to decrease. The quality of fish oil purified with alcaline methode and purification done by the plant were not significantly different
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN HEWANI TERHADAP PERTUMBUHAN BELUT SAWAH (Monopterus albus) DALAM MEDIA AIR Putra, Wiwin Kusuma Atmaja
Dinamika Maritim Vol 5 No 1 (2015): Dinamika Maritim, Vol. 5 No. 1, April, 2015
Publisher : Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was done to investigate the growth rate and feed convertion ratio of Monopterus albus fed with various live foods in water medium. This research was done on June – July 2010 in Laboratory D3 Fisheries, Biology Faculty, UNSOED. The research was used experiment method based on Completely Randomized Designed with four treatment (Tubifex, cricket, yellow meal worm and pellet), and four repliacates. Data were analysed by ANOVA and the variables observed were absolute growth rate, specific growth rate, feed convertion ratio and survival rate. The results for the provision of tubifex worms, crickets, and the pellet was Tenebrio molitor is absolute growth rate of 7.48 ± 1.29 g, 4.52 ± 0.59 g, 5.08 g ± 1.37 and -0.62 ± 0, 79 g, specific growth rate of 0.18% ± 1.09, 0.75 ±0.08%, 0.76 ± 0.18% and -0.15 ± 0.16% , feed conversion ratio of 2.23 ± 0.21, 3.55 ± 0.54, 3.13 ± 0.4 and -6.37 ± 8.7 and survival rate of 91.68%, 95.83%, 83 , 35% and 95.83%. Water quality parameter for temperature 24–280C, water pH 6, Dissolved Oxygen 2,72–0,54 mg/L and ammonia 1,32–4,36 mg/L.
KAJIAN AIR LIMBAH RUMAH TANGGA DI PERUMNAS SUNGAI JANG KECAMATAN BUKIT BESTARI KOTA TANJUNGPINANG Saputri, Anggun; Zulfikar, Andi; Melani, Winny Retna
Dinamika Maritim Vol 5 No 1 (2015): Dinamika Maritim, Vol. 5 No. 1, April, 2015
Publisher : Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Bukit Bestari merupakan salah satu Kecamatan di Kota Tanjungpinang yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang cukup padat yakni sebesar 925 Jiwa/Km2. Letak lokasi Perumnas Sungai Jang yang berada di wilayah pesisir tentu saja berpotensi menyebabkan terjadinya pencemaran laut karena pada umumnya limbah yang berasal dari aktivitas rumah tangga tersebut langsung dibuang atau dilepaskan menuju pembuangan akhir (outlet) yang bermuara ke laut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar beban pencemaran yang dihasilkan air limbah rumah tangga di Perumnas Sungai Jang terhadap perairan laut Sungai Jang serta menganalisis tingkat pencemaran air limbah di lokasi tersebut. pengumpulan data di lapangan pada 9 titik stasiun menggunakan metode purposive sampling, data yang dikumpulkan adalah data kondisi perairan dan debit perairan. Hasil analisis Indeks Pencemaran di Perumnas Sungai Jang yang terkategori dalam tingkat tercemar ringan menuju tercemar sedang yaitu sebesar 4,8. Beban pencemaran yang terdapat di Perumnas Sungai Jang pada telah melewati beban standar yang diperbolehkan berdasarkan perhitungan penggunaan air oleh PDAM. Beban pencemaran dari parameter padatan tersuspensi terlarut sebesar 2634,022 kg/hari, parameter BOD sebesar 2702,262 kg/hari, parameter minyak dan lemak sebesar 243,953 kg/hari, serta parameter deterjen sebesar 40,907 kg/hari
PROKSIMAT DAN ASAM LEMAK JUVENIL IKAN MAS (Cyprinus carpio) PADA BERBAGAI UMUR PANEN Jacoeb, Agoes M.; Nurjanah, Nurjanah; Sitanggang, Laurensius
Dinamika Maritim Vol 5 No 1 (2015): Dinamika Maritim, Vol. 5 No. 1, April, 2015
Publisher : Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carp as food is processed into various products, including pepes, bekasam, fried carp, as well as new products such as fried carp made from juvenile fish. The purpose of this study was to determine the proximate, the type and amount of fatty acids juvenile carp at harvest age 3, 5, and 7 weeks. Protein and ash content increased from harvest age 3 weeks to 5 and 7 weeks while the fat content decreased. Fatty acid profile consisting of 5 types of SAFA, 1 type of MUFA, and 3 type of PUFA 3. Oleic fatty acid is a predominant fatty acid. The content of SAFA decreased with increasing age of harvest, i.e from 36.36% (3 weeks) to 30.78% (5 weeks) and 10.04% (7 weeks). Instead PUFA content increased from 17.93% (3 weeks) to 20.09% (5 weeks) and 44.25% (7 weeks).
NILAI EKONOMI EKOSISTEM PADANG LAMUN DESA BERAKIT KAB.BINTAN PROPINSI KEPULAUAN RIAU Agustina, Leni; Zen, Linda Waty; Zulfikar, Andi
Dinamika Maritim Vol 5 No 1 (2015): Dinamika Maritim, Vol. 5 No. 1, April, 2015
Publisher : Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Laut, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem padang lamun merupakan ekosistem yang kompleks dan mempunyai fungsi serta manfaat yang sangat penting bagi perairan wilayah pesisir. Berbagai aktifitas yang dilakukan diwilayah pesisir berdampak pada degradasi habitat dan keanekaragaman hayati. Pemanfaatan yang dilakukan akan memberikan pengaruh terhadap Struktur komunitas padang lamun dan juga berkaitan dengan nilai ekonomi ekosistem padang. Penilaian ekonomi merupakan komponen penting dalam perencanaan dan pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut.