cover
Contact Name
M. Lutfi Firdaus
Contact Email
M. Lutfi Firdaus
Phone
-
Journal Mail Official
pascapendipa@unib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
PENDIPA Journal of Science Education
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 20869363     EISSN : 26229307     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
PENDIPA Journal of Science Education is a peer-reviewed, open-access journal covered all aspect of science and science education. PENDIPA journal welcomes the submission of scientific articles related to mathematics, physics, chemistry, biology, and its educational implementation in a school, higher education and other educational institution. We encourage scientist, lecturer, teacher and student to submit their original paper to the journal. PENDIPA journal is published by Graduate School of Science Education - University of Bengkulu, three times a year on February, June and October
Arjuna Subject : -
Articles 566 Documents
Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Di SMPN 3 Kuta Selatan Badung Provinsi Bali Nia Maharani
PendIPA Journal of Science Education Vol 4, No 3 (2020): JULY - OCTOBER
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.4.3.32-38

Abstract

Sekolah merupakan salah satu area yang memiliki resiko tinggi adanya korban jiwa pada saat terjadi bencana gempa bumi. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya tingkat pengetahuan siswa SMPN 3 Kuta Selatan tentang kesiapsiagaan siswa berkaitan dengan bencana gempa bumi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan random sampling. Jumlah sampel sebanyak 200 responden. Data yang digunakan adalah data primer; Teknik pengumpulan data menggunakan teknik angket . Teknik analisa data yang digunakan adalah metoda kuantitatif melalui analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa SMPN 3 Kuta Selatan tentang kesiapsiagaan menghadapi bencala alam gempa bumi dalam kategori baik dengan pengalaman bencana gempa bumi pada tanggal 16 juli 2019 lalu dan penyuluhan yang diberikan oleh tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, kampus, dan informasi dari media cetak elektronik, menjadikan mayoritas siswa lebih mengetahui penyebab terjadinya gempa bumi dan tindakan yang tepat dilakukan sebelum saat dan sesudah terjadinya gempa bumi dalam kondisi apapun.Kata kunci: Siswa; Sekolah; Kesiapsiagaan; Gempa Bumi.
Pengembangan, Uji Validitas dan Reliabilitas Tes Diagnostik Five-Tier untuk Materi Getaran Harmonis Sederhana beserta Hasil Uji Coba Widiya Kartika Putri; Frida Ulfah Ermawati
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 1 (2021): November - February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.1.92-101

Abstract

Pada pembelajaran Fisika, banyak ditemukan siswa yang mengalami miskonsepsi, sebagai misal pada konsep Getaran Harmonis Sederhana (GHS). Miskonsepsi tersebut harus segera diidentifikasi menggunakan tes diagnostik, salah satunya berformat five-tier. Makalah ini melaporkan hasil pengembangan instrumen tes diagnostik five-tier untuk materi GHS, hasil uji validitas, reliabilitas dan uji coba terbatasnya kepada sejumlah siswa, mengingat instrumen semacam itu belum tersedia. Untuk itu metode research & development diadopsi. Diperoleh 16 butir soal yang siap diuji cobakan. Uji validitas meliputi validitas internal dan eksternal. Validitas internal dilakukan oleh dua orang Dosen Fisika UNESA yang ditunjuk. Validitas eksternal meliputi validitas isi dan konstruk. Validitas isi ditentukan berdasarkan % false positive (FP) dan false negative (FN) yang harus <10%. Validitas konstruk ditentukan berdasarkan korelasi Pearson Product Moment (rxy). Sedangkan reliabilitas ditentukan berdasarkan koefisien Alpha Cronbach (r11) dengan rteori= 0,413 (taraf signifikansi 5 %). Diperoleh FP=0,6 %, FN=2,4 %, rxy= 0,659 dan r11=0,869 sehingga instrumen tersebut valid dan reliabel. Uji coba terbatas menunjukkan bahwa semua siswa uji mengalami lack of knowledge terhadap konsep GHS. Temuan ini sekaligus mengkonfirmasi bahwa Fisika adalah pelajaran yang sulit bagi siswa.
Analisis Respon dan Ketertarikan Peserta Didik Terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Fisika Berbasis Environmental Learning di SMA Putih Sari; Dwikoranto Dwikoranto; Nurita Apridiana Lestari
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 3 (2021): JULY - OCTOBER
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.3.337-344

Abstract

Environmental Learning merupakan proses pembelajaran berbasis lingkungan yang dikembangkan agar peserta didik dapat memperoleh pengalaman belajar yang memiliki kaitan dengan lingkungan sekitar. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis respon peserta didik terhadap dilaksanakannya pembelajaran fisika yang berbasis lingkungan di SMA yang melibatkan 100 peserta didik di 6 sekolah di Kabupaten Gresik. Menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis angket yang berisi respon peserta didik. Respon peserta didik dikategorikan menjadi 3 aspek yakni respon peserta didik terhadap pembelajaran fisika, metode yang digunakan guru dalam menyampaikan materi, dan tertarik/tidak dilakukan pembelajran fisika berbasis environmental learning. Hasil dari angket tersebut menyatakan bahwa sebanyak 54% peserta didik mengatakan pelajaran fisika sulit untuk dipelajari karena peserta didik memerlukan metode pembelajaran fisika yang lebih variatif. Hal tersebut membuktikan bahwa metode yang digunakan guru belum memiliki pengaruh pada kemampuan peserta didik sehingga 95% peserta didik mengatakan tertarik apabila dilaksanakan pembelajaran fisika yang berbasis environmental learning dengan tujuan agar peserta didik dapat lebih mudah memahami ilmu fisika dengan memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari serta menumbungkembangkan kemampuan peserta didik dalam menalar dan menganalisis suatu permasalahan.
Pengembangan Permainan Element Go Sebagai Media Pembelajaran Pada Materi Konfigurasi Elektron Yang Mempengaruhi Retensi Peserta Didik Mayang Tri Wijayanti; Achmad Lutfi
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 3 (2021): JULY - OCTOBER
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.3.269-276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh media pembelajaran kimia yaitu permainan edukatif berbasis android yang mempengaruhi retensi peserta didik terhadap materi konfigurasi elektron. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/ R&D). Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar validasi, lembar observasi aktivitas peserta didik, lembar angket respon peserta didik, dan lembar soal tes. Subjek pada penelitian ini adalah 34 peserta didik kelas X SMA Negeri Surabaya. Hasil validasi menunjukkan bahwa persentase validitas yang diperoleh sebesar 84,5% dengan kategori sangat baik. Hasil uji coba menunjukkan bahwa permainan Element Go merupakan suatu permainan yang praktis karena diperoleh respon positif dari peserta didik dan tiga orang pengamat aktivitas peserta didik, yang persentase respon dari seluruh aspeknya < 61%. Keefektifan permainan yang dikembangkan sebagai media pembelajaran terlihat dari ketuntasan klasikal posttest yang mencerminkan hasil belajar peserta didik sebesar 100% dengan kategori sangat baik. Analisis kemampuan retensi menunjukkan hasil sebesar 93,07% (kategori sangat baik) artinya pembelajaran dengan menggunakan media permainan memberi pengaruh tinggi terhadap kemampuan retensi peserta didik.
Kelayakan Lembar Penugasan Terstruktur pada Materi Laju Reaksi untuk Melatihkan Literasi Sains Angelina Nur Afni; Suyono Suyono
PendIPA Journal of Science Education Vol 6, No 1 (2022): November - February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.6.1.16-25

Abstract

Tujuan penelitian yang dihasilkan Lembar Penugasan Terstruktur (LPT) pada pembelajaran kimia laju reaksi yang layak untuk melatihkan Literasi Sains (LS). Perangkat pembelajaran ( learning device ) ini diakronimkan dengan LPTLS-Laju Reaksi. Kriteria kelayakan termasuk validitas (konstruk dan isi), kepraktisan, dan memiliki. Pengembangan LPTLS-Laju Reaksi menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan tahapan: (1) potensi dan masalah; (2) belajar data; (3) desain produk; (4) desain validasi; (5) desain revisi; (6) produk ujicoba; (7) revisi produk; (8) ujicoba pemakaian; (9) revisi produk; dan (10) produksi masal.Penelitian ini dilakukan hanya sampai langkah ketujuh yaitu revisi produk pasca uji coba. Minuman LPTLS-Laju Reaksi Yang Telah dirancang Dan kembangkan ditelaah Dan selanjutnya diuji validitasnya melalui PENILAIAN Ahli melibatkan Tiga Ahli di Bidang Pendidikan kimia. LPTLS-Laju Reaksi yang dinyatakan valid tes-tes coba kepada peserta didik pengguna untuk dievaluasi kepraktisan dan kekuatannya. Kriteria kepraktisan perangkat pembelajaran ini dievaluasi berdasarkan data respon yang diberikan peserta didik pengguna. Kriteria kriteria LPTLS-Laju Reaksi berdasarkan skor peserta didik dalam literatur sesudah uji-coba perangkat ( One-Shot Case Study ). Seluruh data dianalisis secara deskriptif.LPTLS-Laju reaksi dinyatakan memenuhi kriteria kevalidan jika nilai Mo? 4 untuk tiap soal dan R? 75%. LPTLS-Laju reaksi dinyatakan memenuhi kriteria kepraktisan jika nilai Mo? 3 untuk tiap soal dan R? 75%. LPTLS-Laju reaksi dinyatakan memenuhi kriteria yang memenuhi jika perwakilan peserta didik yang lulus? 51%. Hasil penelitian: (1) LPTLS-Laju Reaksi yang dinyatakan dinyatakan memenuhi syarat kelayakan ditinjau dari kriteria validitas baik konstruk maupun isi, (2) LPTLS-Laju Reaksi yang dinyatakan dinyatakan memenuhi syarat kelayakan ditinjau dari kriteria kepraktisan, dan (3) LPTLS- Laju Reaksi yang dinyatakan dinyatakan dinyatakan dinyatakan dinyatakan dinyatakan memenuhi syarat syarat kelayakan ditinjau dari kriteria yang memiliki.Dengan demikian dapat disangkal bahwa LPTLS-Laju reaksi yang dinyatakan layak digunakan untuk membelajarkan literasi sains pada peserta didik SMA kelas XI.
Penggunaan Google Classroom Sebagai Pengembangan Kelas Virtual dalam Keterampilan Pemecahan Masalah Sebelum dan Saat Pandemi Covid-19 Nia Maharani
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 1 (2021): November - February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.1.23-29

Abstract

Dari hasil pengamatan di lapangan, terlihat bahwa mahasiswa pada dasarnya mengalami kendala dalam mengembangkan keterampilan pemecahan masalah. Untuk membantu mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, maka dapat digunakan perkembangan teknologi yang maju pesat saat ini. Salah satu caranya adalah menggunakan Google Classroom. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah mahasiswa dalam topik gerak parabola serta menguji efektivitas Google Classroom dalam proses pembelajaran pada materi gerak parabola. Metoda penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan yang berbasis deskripsi kualitatif. Penelitian dilakukan dengan tahapan pra penelitian, eksperimen, evaluasi tes tertulis dan kuesioner. Subjek penelitian adalah pada satu kelas jurusan sistem komputer dengan menggunakan seluruh subjek dalam kelompok belajar (intact grup) untuk diberikan perlakuan (treatment). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Google Classroom berjalan secara optimal. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil pekerjaan mahasiswa dan hasil kuesioner yang diisi oleh mahasiswa. Selain itu pembelajaran dengan Google Classroom memiliki efektivitas untuk menunjang keterampilan pemecahan masalah dari mahasiswa tersebut yang dapat dilihat dari hasil kuesioner.  
Instrumen Tes Berbasis Web Menggunakan Framework Codeigniter untuk Menilai Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Agnestasya Ayu Sayekti; Wasis Wasis
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 2 (2021): MARCH - JUNE
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.2.210-217

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan instrumen tes berbasis web untuk menilai kemampuan berpikir kritis yang layak (valid, praktis, dan efektif), serta mendeskripsikan profil kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan model Research & Development (R&D) dari Borg dan Gall yang dimodifikasi oleh Sukmadinata (2010) menjadi tiga langkah utama, yaitu studi pendahuluan, pengembangan instrumen penilaian dan validasi instrumen penilaian. Responden uji coba dalam penelitian ini adalah 36 siswa kelas XI MIPA-3 SMAN 1 Taman Sidoarjo. Instrumen tes berbasis web yang dikembangkan divalidasi oleh dosen ahli media dan ahli instrumen, kepraktisan diukur menggunakan skala respon pengguna yaitu siswa dan guru, serta keefektifan produk dilihat melalui hasil pengukuran kemampuan berpikir kritis menggunakan instrumen tes berbasis web yang dikembangkan. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil : 1) Instrumen tes berbasis web yang dikembangkan dapat dinyatakan layak dengan validitas media dan materi dalam kategori sangat tinggi yaitu 90% dan 92,5%, produk dinyatakan sangat praktis berdasarkan penilaian pengguna dengan persentase kepraktisan 91,4%, efektivitas produk yang dikembangkan ditunjukkan dengan terukurnya kemampuan berpikir kritis masing-masing siswa. 2) Profil kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI MIPA-3 di SMAN 1 Taman yaitu diketahui sebanyak 3 siswa memiliki kemampuan berpikir kritis pada kategori sangat tinggi, 11 siswa pada kategori tinggi, 20 siswa pada kategori sedang, dan 2 siswa pada kategori rendah. Indikator kemampuan berpikir kritis yang paling dikuasai oleh sebagian besar siswa yaitu interpretasi dan indikator yang kurang dikuasai adalah evaluasi.
Development of Physics Learning Media Using IPRO (Interactive Presentation PowerPoint) Animation on the Global Warming Topic Alifia Rohimatul Azizah; Mita Anggaryani
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 3 (2021): JULY - OCTOBER
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.3.436-443

Abstract

IPRO is an interactive presentation learning media using PowerPoint as a learning medium in the form of an application. The meter used in the learning media is global warming. This media presents material in the form of animation that can build interaction between students and digital media.This research aims to produce appropriate and effective digital learning media in physics online learning activities on animation-based global warming material using PowerPoint. The research method used is the development of ADDIE. This study states that the developed IPRO is suitable for studying global warming material with consideration of the validity and effectiveness data results that meet the media category. The  data collection technique used a validation questionnaire the results 90,5% included in the very valid caragory and fit for uses. The effectiveness of high school student learning, which can be proven 87,05% by the mean percentage of respondents who have met the criteria is very valid. Therefore, the IPRO physics learning media that has been developed is suitable for uses in learning.
Identifikasi Etnomatsains pada Tradisi Gunungan di Kraton Yogyakarta Nuri Hidayati; Amin Yoga Rahmawati; Isti Khomah; Ahmad Anis Abdullah
PendIPA Journal of Science Education Vol 4, No 3 (2020): JULY - OCTOBER
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.4.3.52-59

Abstract

Proses pembelajaran pada kurikulum 2013 yang telah direvisi di tahun 2017 menekankan pada pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, dan memotivasi siswa untuk aktif. Berdasarkan kondisi tersebut, perlu adanya pengembangan cara pembelajaran. Jadi, diperlukan inovasi pembelajaran yang menggunakan pendekatan budaya dengan mengaitkan materi ajar dalam kehidupan sehari-hari siswa yaitu melalui pembelajaran etnomatsains. Tujuan dari  penelitian  ini  adalah untuk  mengidentifikasi  etnomatsains  pada bagian-bagian dari tradisi Gunungan di Kraton Yogyakarta  yang dapat  dijadikan  sebagai  media  pembelajaran  matematika maupun sains/IPA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan etnografi. Berdasarkan hasil tinjauan pustaka diperoleh beberapa konsep matematika maupun sanis/IPA yang terdapat pada bagian-bagian dari tradisi Gunungan di Kraton Yogyakarta yang ditampilkan dalam bentuk matriks.  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa bagian-bagian pada tradisi Gunungan di Kraton Yogyakarta yang berkaitan dengan konsep matematika maupun sains/IPA antara lain bentuk pada gunungan Kakung yaitu kerucut, bentuk makanan-makanan penyusun gunungan, jenis-jenis tumbuhan penyusun gunungan yang memiliki berbagai unsur sains/IPA.
Analisis Model Conceptual Change Dengan Pendekatan Konflik Kognitif Untuk Mengurangi Miskonsepsi Fisika Dengan Metode Library Research Tsaniyah Nabilah Rachmawati; Z. A. Imam Supardi
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 2 (2021): MARCH - JUNE
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.2.133-142

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan beban miskonsepsi siswa pada mata pelajaran fisika, mendeskripsikan model pembelajaran conceptual change dapat merubah pemahaman siswa, menganalisis penggunaan pendekatan konflik kognitif untuk menurunkan miskonsepsi siswa pada mata pelajaran fisika. Fokus utama dalam penelitian ini adalah hubungan model perubahan konseptual dengan pendekatan konflik kognitif dalam mengurangi miskonsepsi fisika. Penelitian ini menggunakan metode library research (studi pustaka), mencari sumber literatur yang relevan sesuai topik yang dibahas, dengan tujuan menemukan kajian ilmiah dan teoritis. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang terdiri dari tiga tahapan yaitu (1) orgainize, pada tahap ini melakukan pengelompokkan literatur – literatur yang dikaji. Literatur harus terlebih dahulu di review sebelum digunakan, agar sesuai dengan pokok bahasan. (2) Synthesize, pada tahap ini melakukan penyatuan hasil pengelomppokkan literatur secara ringkas dan padu. (3) Identify, pada tahap ini mengidentifikasi permasalahan yang relevan dan penting untuk ditelaah dan dianalisis, agar menghasilkan paragraf yang ilmiah. Hasil penemuan penelitian ini adalah beban miskonsepsi yang dimiliki siswa rata rata tinggi dalam pelajaran fisika terutama dalam materi suhu dan kalor. Miskonsepsi dapat berasal dari siswa, guru, buku, dan lain – lain. Penggunaan model pembelajaran perubahan konseptual dengan strategi konflik kognitif menjadikan siswa aktif dalam menyelesaikan pemikirannya secara mandiri, mengubah pemahamannya yang perlu di perbarui. Membuat pelajaran menjadi bermakna dan dapat mereduks miskonsepsi. Penggunaan model perubahan konseptual dengan pendekatan konflik kognitif berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan miskonsepsi, memperbarui konsep, serta meningkatkan pemahaman dan hasil belajar.Kata kunci: Miskonsepsi; Perubahan Konseptual; konflik kognnitif.