cover
Contact Name
M. Lutfi Firdaus
Contact Email
M. Lutfi Firdaus
Phone
-
Journal Mail Official
pascapendipa@unib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
PENDIPA Journal of Science Education
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 20869363     EISSN : 26229307     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
PENDIPA Journal of Science Education is a peer-reviewed, open-access journal covered all aspect of science and science education. PENDIPA journal welcomes the submission of scientific articles related to mathematics, physics, chemistry, biology, and its educational implementation in a school, higher education and other educational institution. We encourage scientist, lecturer, teacher and student to submit their original paper to the journal. PENDIPA journal is published by Graduate School of Science Education - University of Bengkulu, three times a year on February, June and October
Arjuna Subject : -
Articles 566 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Sikap Demokratis Mahasiswa Daulat Nathanael Banjarnahor
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 3 (2021): JULY - OCTOBER
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.3.316-321

Abstract

The purpose of this study was to describe: 1) How to implement civic education and learning to develop a democratic attitude and learning participation; 2) How to design a civic education learning model based on controversial issues in the mass media to develop a democratic attitude and student learning participation; 3) Based on the public To what extent can the civic education learning model of media controversial issues develop democratic attitudes and student participation in learning? It is indeed necessary to consider adopting appropriate learning methods to improve and discover students’ understanding of the knowledge conveyed by the teacher. Learning model Problem-based learning or problem-based learning is a student-oriented or student-centered learning model. Problem-based learning models have methods to deal with real-life problems, and this learning emphasizes problem-solving investigation activities. This research is a scientific paper. When using a problem-based learning learning model, a descriptive qualitative research method with a phenomenological description type is used to describe the learning process extensively and deeply. By paying attention to and analyzing the focus of reality or field experience that occurs on the research object. The object of the study is the students of HKBP Nommensen Pematangsiantar University, and the standard of study is the students participating in the civic education seminar.
Studi Aklimatisasi Heosemys spinosa di Area Konservasi Ex-situ Universitas Bengkulu Leditiya Lestari; Aceng Ruyani; Hery Suhartoyo
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 2 (2021): MARCH - JUNE
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.2.244-250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: a) komposisi pakan yang sesuai untuk pertumbuhan H. spinosa, b) kondisi fisiologi dan kondisi fisik H. spinosa selama masa aklimatisasi, dan c) kondisi lingkungan  abiotik di area konservasi ex- situ UNIB.  Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) kelompok pemberian pakan 100% Musa paradisiaca (P2) menunjukkan pertumbuhan berat badan yang lebih baik daripada  kelompok pemberian pakan 50% Carica papaya : 50% Musa paradisiaca (P3) dan kelompok pemberian pakan 100% Carica papaya (P1), b) Tidak ditemukannya kelainan kondisi fisik H. spinosa pada  kelompok pemberian pakan 100% Musa paradisiaca (P2) dan kelompok pemberian pakan 100% Carica papaya (P1), c) Tidak ditemukannya infeksi parasit pada  kelompok pemberian pakan 100% Musa paradisiaca (P2) pada hasil pemeriksaan feses. Sedangkan pada pada hasil pemeriksaan feses. kelompok pemberian pakan 100% Carica papaya (P3) dan kelompok pemberian pakan 50% Carica papaya : 50% Musa paradisiaca.  ditemukan adanya infeksi telur cacing Ascaris lumbricoides, dan d) tanah di area di area konservasi ex-situ UNIB memiliki pH  6,5 dengan ketegori subur. Suhu tanah di area konservasi konservasi ex-situ UNIB yaitu 29-29,5?C. Sedangkan kelembaban udara di area konservasi konservasi ex-situ UNIB yaitu 64-79%.
Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) Berbantuan Telegram Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Kadek Suryati; Evi Dwi Krisna
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 3 (2021): JULY - OCTOBER
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.3.479-485

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika mahasiswa setelah diberikan pembelajaran matematika realistik berbantuan telegram. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang melibatkan subyek sebanyak 30 mahasiswa jurusan teknik informatika STMIK STIKOM Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang masing-masing terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi. Teknik yang digunakan untuk analisis data adalah analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran matematika realistik berbantuan telegram mampu meningkatkan hasil belajar matematika mahasiswa. Ini terlihat dari rata-rata skor hasil belajar mengalami peningkatan tiap siklusnya. Pada tahap prasiklus rata-rata hasil belajar matematika yaitu 63,56 mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 11,59% menjadi 70,93. Meningkat kembali sebesar 7,71% dengan rata-rata 76,40 pada siklus ke II. Untuk ketuntasan belajar matematika pada prasiklus yaitu 46,66%, meningkat pada siklus I menjadi 56,66% dan siklus II mengalami peningkatan kembali sebesar 70%. Respon mahasiswa menunjukkan ? 65 %. Sehingga pembelajaran dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) berbantuan telegram dapat di kategorikan membantu mahasiswa untuk meningkatkan hasil belajar matematikanya. 
Identifikasi Kesadaran Metakognitif Peserta Didik dalam Pembelajaran Fisika Rendy Wikrama Wardana; Anggun Prihatini; M. Hidayat
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 1 (2021): November - February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.1.1-9

Abstract

Tuntutan kurikulum 2013 dan terbatasnya data mengenai kesadaran metakognitif di sekolah mendorong peneliti unuk menggali dan mengidentifikasi mengidentifikasi kesadaran metakognitif siswa kelas X di salah satu SMA islam di kota Jambi.  Penelitian menggunakan rancangan penelitian mixed methods research design dengan pendekatan sequential eksplanatori. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X di salah satu SMA islam di kota Jambi dengan jumlah 90 siswa. Pengambilan sampling menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Angket kesadaran metakognitif yang diadaptasi dari angket Metacognitive Awareness Inventory (MAI) dengan dua indikator alat ukur yakni pengetahuan tentang kognisi dan regulasi kognisi. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian angket Metacognitive Awareness Inventory (MAI)  pada pembelajaran fisika dan wawancara terhadap beberapa siswa untuk memperkuat data angket. Analisis hasil penelitian dengan menganalisis hasil angket dan wawancara yang selanjutnya dideskripsikan secara kualitatif dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian bahwa pengetahuan metakognitif  secara umum terkategori baik yang mencakup pengetahuan deklaratif  dengan presentase 70%, pengetahuan prosedural 53,33%, dan pengetahuan kondisional 60%. Hasil pada data Regulasi kognisi secara umum disimpulkan baik yang terdiri dari perencanaan dengan presentase 60%, management informasi 53,33%, pemantauan terhadap pemahaman 56,66%, strategi tindakan (debugging strategies) dengan presentase 53,33%,  dan evaluasi (evaluating) dengan presentase 73,33%. Berdasarkan hasil penelitian dapat dimaknai bahwa siswa dapat mengetahui tentang diri sebagai pelajar dan mampu menanggulangi kelemahan atau kekuranganya dalam proses belajar. Gambaran tersebut menggambarkan bahwa siswa dapat menyusun strategi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran. 
Analisis Karakter Kerja Keras Siswa Kelas XI IPA Di SMAN 1 Kota Jambi Riska Fitriani; Kholilah Kholilah; Endah Febri Setiya Rini; Maharani Rizky Pratiwi; Haini Safitri; Hikmah Syiarah; Auliya Ramadhanti
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 2 (2021): MARCH - JUNE
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.2.188-194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana kerja keras belajar siswa IPA di SMA Negeri 1 Kota Jambi dalam proses pembelajaran Fisika. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Data sampel penelitian yaitu 83 siswa IPA kelas XI di SMAN 1 kota Jambi. Instrumen yang digunakan  peneliti yaitu berupa angket yang berisikan 25 item tentang kerja keras. Data diperoleh dengan cara menyebarkan angket kepada siswa IPA kelas XI di SMA Negeri 1 kota Jambi, kemudian data yang terkumpul akan diolah dan dianalisis dengan menggunakan program IBM SPSS Statistic 22.0. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kerja keras belajar siswa IPA kelas XI SMA Negeri 1 Kota Jambi pada mata pelajaran Fisika menunjukkan bahwa respons siswa lebih dominan dalam kategori baik dengan persentase 66,3% (55 dari 83 siswa). Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi untuk meningkatkan kerja keras belajar siswa dalam pembelajaran fisika.
Kesulitan Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Daring Pada Pokok Bahasan Hidrokarbon Lamtiar Ferawaty Siregar; Nurlela - Pandiangan; Novike Bela Sumanik
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 3 (2021): JULY - OCTOBER
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.3.412-420

Abstract

Online learning requires students and teachers to communicate interactively by utilizing information and communication technology, such as computer media with the internet, cellphones, videos. Hydrocarbons are an abstract subject matter of chemistry, involving concepts, using molecular models of one kind or another to describe molecules in three dimensions. This study aims to determine the difficulties of students in online learning the subject of hydrocarbons. This research is a descriptive study with the instrument used 15 item questions and a questionnaire of 20 items. Students have difficulty answering the problem of determining the primary, secondary, tertiary C atom; IUPAC nomenclature for alkanes, alkenes, alkenes; and reactions to hydrocarbons. Online learning on the subject of hydrocarbons is not enough to use an android cellphone, but requires a laptop, computer or notebook. Student interest and motivation are very much needed in independent learning to be the key to the success of online learning. 
Respon pertumbuhan cendawan patogenik Fusarium oxysporum terhadap metabolit sekunder cendawan antagonis Trichoderma sp. Tunjung Pamekas
PendIPA Journal of Science Education Vol 4, No 3 (2020): JULY - OCTOBER
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.4.3.75-81

Abstract

 AbstraCT[Growth responses of pathogenic fungus Fusarium oxysporum to secondary metabolites of antagonistic fungi Trichoderma sp.] Fusarium oxysporum is a pathogenic fungus that attack various horticultural crops. Disease control using chemical pesticides have caused many negative effects to natural enemies, environment, famers, and consumers.  It is needed to explore other alternative control methods.  Application of secondary metabolite of Trichoderma sp. is a high potential  control method to be used to control  the disease.  The aim of the research was to evaluate the best concentration of secondary metabolites on controlling F. oxysporum in vitro. The research was conducted on August to November  2017 at Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Bengkulu.  The research was arranged on CRD with six concentrations of secondary metabolites, namely  0, 10, 25, 50, 75, and 100 ppm with five replications. The research steps were isolation of F. oxysporum and Trichoderma sp., production of secondary metabolites, in vitro test of secondary metabolites to F. oxysporum, and analyse infra red photometer of secondary metabolites.  Variables that were observed were colony diameter 1 – 7 days, length and width of conidia,  density of conidia, and  length and width of germ tubes.   The result showed that application of secondary metabolite gave significantly effect to all variables, except the germ tube width.  The diameter colony of F. oxysporum was inhibited 27.99 – 35.43%, the length and width of conidia were inhibited 49.63% and 49.06%, the density of conidia was inhibited 75%, and the length of germ tube was inhibited 62.47%.  The higher concentration of secondary metabolites the bigger  the growth inhibition of  F. oxysporum. Keywords: Fusarium oxysporum, secondary metabolites, Trichoderma sp., in vitro, infra red photometer
Pemberian Scaffolding dalam Bahan Belajar Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Rini Wahyu Fajriani; M. Naswir; Harizon Harizon
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 1 (2021): November - February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.1.108-114

Abstract

Jenis masalah dalam membelajarkan siswa beraneka ragam, mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks. Dalam memecahkan jenis masalah, siswa tidak dapat melakukannya sendiri melainkan perlu dilatihajarkan oleh guru. Upaya yang dapat dilakukan guru agar hal ini tercapai yakni dengan memberikan bantuan (scaffolding). Scaffolding merupakan bantuan yang diberikan guru kepada siswa untuk memecahkan  permasalahan dalam proses pembelajaran. Selain Scaffolding, dalam memecahkan jenis masalah kompleks, pengoptimalan kemampuan berpikir tingkat tinggi juga diperlukan dalam meningkatkan keberhasilan proses pembelajaran. Tidak terkecuali pada pembelajaran kimia. Dengan diberikannya scaffolding  dalam bahan belajar kimia, diharapkan konsep materi kimia yang bersifat abstrak akan lebih mudah dipahami oleh siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode survey melalui kuisioner dan wawancara bersama guru dan siswa yang berasal dari tiga sekolah berbeda di Jambi. data yang didapatkan kemudian dianalisis secara deskriptif. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa siswa belum terbiasa memecahkan jenis masalah kompleks begitu juga dengan guru yang belum terbiasa mengorganisasikan bentuk scaffolding yang ideal digunakan dalam bahan belajar pada pembelajaran kimia. Maka dari itu, penting dan perlu dilakukan pengembangan bahan belajar berbasis masalah yang dilengkapi scaffolding guna meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
Pengembangan LKPD Berbasis Kontekstual dalam Pembelajaran Fisika SMA Pada Materi Elastisitas Bahan Rizqi Nur Firdausi; Imam Suchayo
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 3 (2021): JULY - OCTOBER
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.3.351-358

Abstract

Ilmu fisika merupakan salah satu ilmu yang biasanya dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dalam pemaparan pembelajaran fisika akan lebih mudah jika dikaitkan dengan kegiatan sehari-hari. Pengaitan pebelajaran dengan kehidupan sehari-hari disebut dengan pembelajaran kontekstual. Pembelajaran fisika dengan pendekatan berbasis kontekstual dirasa paling sesuai untuk digunakan. Telah banyak penelitian mengenai pengembangan LKPD pada materi elastisitas bahan ini. Namun, hingga saat ini belum ditemui LKPD untuk materi elastisitas bahan dengan pendekatan berbasis kontekstual yang valid dan praktis unutk digunakan. Penelitian pengembangan LKPD berbasis kontekstual ini merujuk pada model penelitian 4-D (define, design, develop and disseminate) namun tanpa melalui tahapan disseminate atau penyebaran. Validitas LKPD berbasis kontekstual ini diuji oleh dua validator ahli media yang kemudian dilanjutkan dengan uji coba terbuka. Pada uji coba terbuka dilakukan secara online dengan pemberian angket respons kepada peserta didik SMA kelas XI secara acak di kabupaten Gresik. Data dari proses validitas dan uji coba terbuka itu dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis kontekstual pada materi elastisitas bahan ini mendapatkan hasil validitas tim ahli dengan rata-rata 94% yang termasuk dalam kategori sangat valid. Selanjutnya pada tahap uji coba terbuka diberikan respons oleh peserta didik dengan mendapatkan skor rata-rata 98% yang tergolong sangat baik dengan arti praktis untuk digunakan. Oleh karena itu, LKPD berbasis kontektual pada materi elastisitas bahan ini sangat layak dan praktis untuk digunakan dalam proses belajar mengajar pada kelas XI SMA dengan materi elastisitas bahan. 
Deskripsi Keterampilan Proses Sains Dasar Siswa Kelas VIII Pada Materi Cermin Cekung Diki Chen; Riska Fitriani; Shella Maryani; Endah Febri Setiya Rini; Wita Ardina Putri; Auliya Ramadhanti
PendIPA Journal of Science Education Vol 5, No 1 (2021): November - February
Publisher : University of Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.5.1.50-55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan proses sains siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Kabupaten Muaro Jambi dengan melakukan kegiatan praktikum fisika materi cermin cekung. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. sampel yang digunakan sebanyak 30 siswa SMP Negeri 12 Muaro Jambi. Data penelitian ini menggunakan instrumen berupa lembar observasi yang sudah divalidasi oleh validator. Data dikumpulkan dengan teknik total sampling yang kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Indikator yang digunakan ada 6 indikator keterampilan proses sains dasar yaitu; observasi, komunikasi, klasifikasi, prediksi, mengukur, dan menyimpulkan. Hasil penelitian diperoleh bahwa siswa sudah tergolong baik dan terampil dalam melakukan mengobservasi, mengkomunikasi, mengklasifikasi, memprediksi, mengukur, dan menyimpulkan. Hasil presentase yang diperoleh yaitu; indikator observasi diperoleh nilai rata-rata 22,7 (Baik), indikator komunikasi diperoleh sebesar 5,67 (Baik), indikator klasifikasi diperoleh sebesar 3,03 (Baik), indikator prediksi diperoleh sebesar 2,76 (Baik), indikator mengukur diperoleh sebesar 8,63 (Baik), dan indikator menyimpulkan diperoleh sebesar 16,67 (Baik).