cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah KORPUS
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 26146614     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah KORPUS merupakan jurnal Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNIB. Jurnal ini memuat dan menyebarluaskan hasil kajian ilmiah dan hasil-hasil penelitian mahasiswa dan dosen yang terpilih tentang bahasa, sastra, dan pengajarannya. KORPUS terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
ASAL USUL CERITA BUTEU JUNG DI DESA RINDU HATI KECAMATAN TABA PENANJUNG KABUPATEN BENGKULU TENGAH Pebti Dita Wiriani; Amril Canrhas; Emi Agustina
Jurnal Korpus Vol 4, No 2: AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v4i2.8363

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu (1) Mendeskripsikan cerita asal usul buteu jung di Desa Rindu Hati Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah, (2) Mendeskripsikan fungsi cerita asal usul Buteu Jung di Desa Rindu Hati Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian  kualitatif deskriptif yang menggambarkan fenomena yang terjadi pada objek apa adanya. Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Rindu Hati Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah. Data yang di peroleh adalah Cerita Asal Usul Buteu Jung dan Sumber Data di dapat dari 3 narasumber. Hasil penelitian ini adalah bahwa cerita asal usul buteu jung merupakan legenda, dan tergolong ke dalam legenda setempat. Dibuktikan dengan di dalam cerita terdapat cerita Desa Rindu Hati, Talang Kering, Tanah Patah, dan Taba Penanjung. Selain itu cerita ini berfungsi bagi masyarakat di bidang pendidikan.
KEMAMPUAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI 3 SELUMA Putri, Astri Lidia; Yulistio, Didi; Utomo, Padi
Jurnal Korpus Vol 5 No 1: April 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v5i1.13449

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X SMK Negeri 3 Seluma. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Akuntansi SMK Negeri 3 Seluma yang berjumlah 173 orang siswa. Sedangkan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling purpusive yaitu sebanyak 20% dari jumlah populasi yaitu 34 orang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, yaitu berupa siswa diberikan tugas menulis teks laporan hasil observasi dengan alokasi waktu 60 menit. Kemampuan menulis teks laporan hasil observasi ini dinilai dari lima aspek, yaitu aspek isi, aspek struktur, aspek diksi, aspek kalimat efektif, dan aspek ejaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, statistik sederhana dengan menghitung nilai rata-rata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X SMK Negeri 3 Seluma adalah 63,75 dengan kategori cukup. Nilai rata-rata kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada berdasarkan aspek isi adalah 18,44 dengan kategori baik, rata-rata kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa berdasarkan aspek struktur 14,75 dengan kategori cukup, rata-rata kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa berdasarkan aspek diksi 11.80 dengan kategori cukup, rata-rata kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa berdasarkan aspek kalimat efektif 10.05 dengan kategori baik, rata-rata kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa berdasarkan aspek ejaan 8,69 dengan kategori cukup. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa siswa kelas X SMK Negeri 3 Seluma  telah dapat menulis teks laporan hasil observasi sudah cukup baik. Meskipun masih ada beberapa siswa dalam menulis dinyatakan kurang baik, namun secara keseluruhan para siswa sudah dapat menulis teks laporan hasil observasi.
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN MEDIA LAGU PADA SISWA KELAS X TM-4 DAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA KELAS X TKP-1 SISWA SMKN 2 KOTA BENGKULU Azizi Mahgfira; Agus Joko Purwadi; Susetyo Susetyo
Jurnal Korpus Vol 4, No 2: AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v4i2.8326

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan menulis puisi menggunakan media lagu pada siswa kelas X TM-4 dan menggunakan media gambar pada siswa kelas X TKP-1 SMKN 2 Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komparatif. Data berupa hasil tes kemampuan menulis puisi. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMKN 2 Kota Bengkulu yang berjumlah 14 kelas dengan jumlah seluruh siswa 389 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampel bertujuan atau purposive sampling yang dilakukan pada dua kelas yaitu X TM-4 dan X TKP-1. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa hasil kemampuan menulis puisi siswa kelas X TM-4 dengan menggunakan media lagu dan hasil kemampuan menulis puisi siswa kelas X TKP-1 dengan menggunakan media gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan menulis puisi menggunakan media lagu nilai rata-ratanya 78,1 yang termasuk dalam kategori baik, artinya siswa sudah mampu membuat puisi yang baik dan menarik (2) kemampuan menulis puisi menggunakan media gambar nilai rata-ratanya 84,9 yang termasuk dalam kategori sangat baik,  artinya siswa sudah mampu membuat tulisan yang menarik namun perlunya latihan menulis lagi agar lebih baik (3) terdapat perbedaan antara kemampuan menulis puisi menggunakan media lagu dengan menggunakan media gambar. Pemakaian media gambar lebih baik daripada media lagu dalam pembelajaran kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMKN 2 Kota Bengkulu.
PENGAJARAN BAHASA DAN PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA DALAM PEMBELAJARAN BIPA (BAHASA INDONESIA PENUTUR ASING) Rosiyana, Rosiyana
Jurnal Korpus Vol 4 No 3: DESEMBER 2020
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v4i3.13839

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi manusia dalam kehidupan sehari-hari, bahasa digunakan untuk menyampaikan sesuatu baik lisan maupun tulisan. Dalam pembelajaran bahasa pada BIPA dibutuhkan pengajaran bahasa yang baik agar pengajaran bahasa bagi pentur asing mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan mahasiswa penutur asing dalam pembelajaran bahasa Indonesia , dan untuk mengetahui pengajaran bahasa kedua dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA). Penelitian ini menggunkan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini (1) wawancara, (2) Kuesioner, dan (3) referensi buku. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penutur asing terdapat kesalahan yaitu terdapat pemilihan kata, penggunaan afiks, kesalahan pada stuktur kalimat , dan penggunaan kefektifan dalam penggunaan bahasa Indonesia. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pengajar BIPA yaitu Dosen UIN  Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Dosen Universitas Pakuan sebagai pengajar BIPA dengan mahasiswa asing 20 berasal dari beberapa Negara yaitu di lembaga Bimbel Education Laboratory dan Mahasiswa  UIN  Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai mahasiwa penutur asing, . Agar mahasiswa asing tidak kesulitan dalam pembelajaran bahasa sebaiknya pengajar mengetahui apa kesulitan mahasiswa asing, dan pengajar harus mempunyai strategi yang kreatif agar tidak menyebabkan mahasiswa asing belajar bahasa Indonesia. Dengan penelitian ini diharapkan dapat membantu guru menjadi lebih sadar akan hal ini kesalahan karena dengan mengidentifikasi kesalahan yang bermasalah, guru mampu menghubungkan konsep dasar kalimat serta itu terkait dengan pemahaman mereka sendiri tentang konsep linguistik, bahasa dan pengajaran BIPA.
PEMERTAHANAN BAHASA PASEMAH DI DESA BABATAN KECAMATAN SEGINIM Gusti Randa; Supadi Supadi; Rokhmat Basuki
Jurnal Korpus Vol 4, No 1: APRIL 2020
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v4i1.12426

Abstract

CAMPUR KODE PEMAKAIAN BAHASA DI LINGKUNGAN SMP NEGERI 8 BENGKULU TENGAH Herlina, Ana; Basuki, Rokhmat; Suryadi, Suryadi
Jurnal Korpus Vol 4 No 3: DESEMBER 2020
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v4i3.10708

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan wujud campur kode dan  mendeskripsikan faktor yang melatarbelakangi campur kode di lingkungan SMP Negeri 8 Bengkulu Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik rekam dan angket/kuesioner. Langkah-langkah analisis data terdapat lima tahap yaitu,  (1) transkripsi data, (2) pengkodean data, (3) klasifikasi data, (4) analisis data dan (5) penyimpulan. Hasil analisis data penelitian ditemukan bentuk campur kode tingkat kata dan struktur frasa serta klausa. Campur kode bentuk tingkat kata yaitu bahasa Rejang, bahasa Melayu Bengkulu, bahasa Inggris dan bahasa Jawa. Campur kode bentuk struktur yaitu (a) struktur frasa bahasa Rejang dan bahasa Jawa. (b) Strukur klausa yaitu bahasa Rejang. Faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadi campur kode yakni sikap penutur atau nonkebahasaan dan kebahasaan.
INTERTEKSTUALITAS NOVEL KALATIDHA KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA Siwi, Utari Rachma; Amrizal, Amrizal; Sarwono, Sarwit
Jurnal Korpus Vol 5 No 1: April 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v5i1.13114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan intertekstualitas dalam novel Kalatidha karya Seno Gumira Ajidarma melalui tinjauan ekspansi, konversi, modifikasi dan ekserp. Penelitian ini merupakan penelitian sastra dengan pendekatan intertekstual untuk mengetahui hubungan antara teks novel dengan karya atau teks asalnya. Hasil penelitian ini adalah intertekstualitas dalam novel Kalatidha, meliputi (1) ekspansi pada delapan dari sebelas gagasan cerita Nugroho Suksmanto, tokoh cerpen Perburuan Wirog karya Nugroho Suksmanto, peristiwa G30S/PKI dalam berita koran tahun 1965, dan wujud penokohan Nyi Rara Kidul; (2) konversi pada bait ke-7 Serat Kalatidha karya Raden Ngabehi Ranggawarsita (puisi ke novel) dan lirik lagu “Johnny B. Goode” karya Chuck Berry (lirik lagu ke novel); (3) modifikasi pada tiga dari sebelas gagasan cerita Nugroho Suksmanto, tataran linguistik (tata kata dan kalimat) cerpen Perburuan Wirog karya Nugroho Suksmanto, sikap dan sifat penokohan Nyi Rara Kidul, dan latar belakang Johnny B. Goode pada tokoh Joni Gila; dan (4) ekserp pada lukisan Kematian Marat Jacques-Louis David. Berdasarkan transformasi karya atau teks asal dalam novel Kalatidha diketahui bahwa ekspansi dan modifikasi mendominasi penulisan novel disertai dua konversi dan satu ekserp. Peneliti menemukan sebelas gagasan Nugroho Suksmanto merupakan induk interteks novel Kalatidha. Hal ini berdasarkan pada sebelas gagasan Nugroho Suksmanto memuat topik-topik yang berhubungan dengan kondisi zaman rusak dalam novel Kalatidha. Disimpulkan bahwa novel Kalatidha merupakan karya sasta yang ditulis dengan mentransformasikan karya atau teks asal menjadi teks baru untuk menceritakan suatu zaman edan atau zaman kekacauan yang terjadi di Indonesia ketika masyarakat melakukan berbagai kejahatan yang merugikan orang lain. 
MAKNA BECAMPU’ DALAM ADAT PERNIKAHAN MASYARAKAT BINTUHAN KABUPATEN KAUR Ismi Nurhasanah; Sarwit Sarwono; Agus Joko Purwadi
Jurnal Korpus Vol 4, No 2: AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v4i2.8316

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses dan makna pengantin becampu’ dalam adat pernikahan  masyarakat Bintuhan. Analisis mengenai tradisi pengantin becampu’ dilakukan dengan mengikuti prinsip-prinsip dalam kajian etnografi, yaitu dengan menekankan pada penafsiran tentang fenomena kebudayaan dalam masyarakat tertentu. Hasil penelitian tersebut sebagai berikut: tradisi pengantin becampu’ adalah tradisi untuk mempersatukan pengantin laki-laki dan perempuan setelah ijab kabul. Tradisi ini dilaksanakan pada sore hari setelah ijab kabul dengan tiga rangkaian proses, yaitu (1) penyambutan, (2) membuka kain penghalang pintu, (3) membuka kain penutup wajah pengantin perempuan. Pelaksanaan tradisi pengantin becampu’ didahului dengan seni pertunjukan be’eduk yang menampilkan enam tari adat, yaitu tari saputangan, tari mabuk, tari adau-adau, tari piring, tari pincak, dan tari selendang. Makna becampu’ bagi masyarakat Bintuhan selain sebagai proses untuk menyatakan bahwa pengantin laki-laki dan perempuan sah bersanding, juga sebagai peneguh interaksi sosial antar masyarakat, sehingga becampu’ dapat dikatakan sebagai sebuah tradisi yang tidak bisa ditinggalkan dalam adat pernikahan dalam masyarakat Bintuhan
NILAI MORAL DALAM NOVEL AYAHKU (BUKAN) PEMBOHONG KARYA TERE LIYE: SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PEMBELAJARAN SATRA DI SMA NEGERI 1 SELUMA Lesfatia, Engi; Amrizal, Amrizal; Chanafiah, Yayah
Jurnal Korpus Vol 5 No 1: April 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v5i1.10706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terdapat dalam novel Ayahku (Bukan) Pembohong karya Tere Liye (2) Mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terdapat dalam novel Ayahku (Bukan) Pembohong yang dapat dijadikan sebagai alternatif bahan pembelajaran sastra di SMA Negeri 1 Seluma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) nilai moral dalam novel Ayahku yaitu selalu bersyukur serta memiliki hati yang lapang dan bersih. Berkata jujur dan disiplin dalam waktu dan menaati peraturan. Memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal yang baru. Merasa bahagia dalam keluarga dengan hidup sederhana. Sabar dalam menghadapi kezaliman. Memiliki hubungan harmonis dalam keluarga. Peduli dengan orang lain dengan memberikan pertolongan kepada orang yang membutuhkan, memberikan sikap yang bersahabat kepada orang lain, serta peduli lingkungan dengan cara lebih mencintai dan menjaga alam mencerminkan individu yang memiliki hubungan sosial yang baik. (2) nilai moral dalam novel Ayahku (Bukan) Pembohong yang telah dianalisis dapat dijadikan alternatif bahan pembelajaran sastra di SMA Negeri 1 Seluma guna memberikan pendidikan moral.
ANALISIS WACANA KELAS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA PELAKSANAAN DEBAT KELAS X SMA NEGERI 09 KOTA BENGKULU TAHUN AJARAN 2019 Tri Rizki Meri Handayani; Agus Trianto; Ria Ariesta
Jurnal Korpus Vol 4, No 1: APRIL 2020
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v4i1.8354

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan analisis wacana kelas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada pelaksanaan debat kelas X SMA Negeri 09 Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini menggunakan catatan lapangan observasi. Sumber data pada penelitian ini yaitu guru dan siswa pada pelaksanaan debat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini: (1) pentranskripsian data, (3) pengkodean data, (4) pengklasifikasian data, (5) penyimpulan data. Hasil penelitian ini dalam wacana kelas terdapat empat pola dalam peristiwa tutur pembelajaran yaitu Teacher Structuring terdapat delapan peristiwa diantaranya: tindak menyatakan, rasa syukur, ungkapan pujian, ungkapan kepuasan, tindak berusaha, tindak mendikte, penanaman kebiasaan tertib dan penumbuhan ketertiban menyusun pertanyaan. Teacher Soliciting terdapat tiga puluh satu peristiwa diantaranya: tindak memberitahukan, memperkirakan, menegaskan, menyimpulkan, meyakini, rasa eling, ungkapan pemberian maaf, menjanjikan, mengajak, menjamin, memerintah, membatasi, menuntun, mensyaratkan, meminta, mengajak, mengundang, menasihati, mengingatkan, membolehkan, mengizinkan, menoleransi, kebiasaan sopan, menyusun jawaban, menyatakan pendapat, memberikan komentar, bekerja sama secara berpasangan, bekerja sama secara klasikal dan rasa yakin. Learner Responding terdapat peristiwa tindak menolak dan Teacher Reacting terdapat dua belas peristiwa diantaranya: tindak menyetujui, mengakui, ungkapan kekhawatiran, ungkapan kekecewaan, permintaan maaf, mengancam, menginstruksi, memperingatkan, bertanya, menyarankan, kebiasaan disiplin, dan rasa berani.