cover
Contact Name
Supriyono
Contact Email
supriunihaz@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
georaflesia@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Georafflesia : Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi
ISSN : 2541125X     EISSN : 26154781     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Journal Of Georafflesia: Scientific Article Education This Geography focuses on the problems that exist in the realm of education, physical geography, and social geography. The educational domain is all articles that illustrate the problem of education in all science clusters and Applied Models of Educational Sciences. Physical Geography is an entire article with geo-studies Geography, Geology, Geomorphology, Hydrology, Regional / Space Arrangement Planning, GIS and Remote Sensing. Social Geography publishes articles relating to social issues, Human Geography, Demography, Anthropology, Social Sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 171 Documents
Upaya SD Pelita Kasih Bengkulu dalam Mengatasi Dampak Pandemi Covid-19 Dihamri Dihamri; Haimah Haimah
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i2.1667

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya SD Pelita Kasih Bengkulu dalam mengatasi dampak pandemi covid-19. Metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi terbatas dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian kualitatif dilakukan melalui tahapan mengkategorisasikan data, mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, mencari pola dan informasi yang diperoleh dan membuang informasi yang tidak perlu. Melalui penyajian data, maka data terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan sehingga mudah dipahami. Proses penarikan kesimpulan dan verifikasi dilakukan untuk menemukan bukti-bukti yang kuat sampai diperoleh simpulan yang kredibel. Hasil penelitian adalah kepala sekolah, guru, murid dan wali murid telah melakukan upaya melaksanakan pembelajaran secara daring sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kepala sekolah, guru, murid dan wali murid juga sudah berupaya kreatif agar pembelajaran daring berjalan dengan baik. Simpulan kepala sekolah, guru, murid dan wali murid dengan segala daya upaya melaksanakan pembelajaran daring, sehingga kegiatan belajar di SD Pelita Kasih selama masa pandemi tetap berjalan baik. Pembelajaran daring menggunakan whatshapp, video call, video, classrom, webex dan zoom.
Sebuah Analisis Konservasi Ekosistem Hutan Mangrove Daerah Pesisir Kampung Nipah Kecamatan Perbaungan Meilinda Suriani Harefa; Bobby Josep Triady Pangaribuan; Amri S; Andre K.
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i2.1529

Abstract

The geographical condition of the State of Indonesia has great potential in the coastal area which refers to the mangrobve ecosystem area. The occurrence of land use change has an impact on mangrove damage in various areas and results in reduced mangrove land. The purpose of this study was to determine the condition of the mangrove ecosystem in Nipah Village, Sei Nagalawan Village, to see the potential of the mangrove forest ecosystem that can help the environment and the community and to analyze conservation techniques in the mangrove ecosystem in Sei Nagalawan Village, Perbaungan District. The research was conducted using observation and interview techniques to obtain primary data and conduct literacy for secondary data, then conduct qualitative descriptive analysis by providing an overview of the research results. The results showed (1) the condition of the mangroves was in good condition with a variety of mangrove types, namely there were 8 types of mangroves in the mangrove forest ecosystem of Nipah Village, Sei Nagalawan Village, Perbaungan District with good living conditions but there were different living environments, namely in the sand environment and the mud environment. experience different growth processes. (2) the potential of the mangrove ecosystem is divided into several functions, namely an ecological function as an abrasion barrier and a biological function as a spawning location, an economic function that is to increase the community's economy through the management of the potential of the mangrove forest ecosystem into food, medicinal ingredients with various types of mangroves that can be used. (3) The Mangrove Forest Conservation is carried out by the community and the local government and also involves various NGOs and student communities among students and lecturers. Where conservation is carried out by means of rehabilitation, responsibility, and responsiveness..
Perubahan Konsep Kunci Geografi (Changes in Key Concepts of Geography) Nofirman Nofirman
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1349

Abstract

Perubahan dunia akibat perkembangan teknologi dan inovasi serta kolaborasi ilmiah yang melibatkan ilmu geografi telah menyebabkan ilmu geografi tergerus. Asosiasi Geografi Eropa (EUROGEO) telah menjawab Tantangan Geospasial pada Abad ke-21 dengan melakukan perubahan terhadap konsep kunci geografi (Key Concepts of Geography). Perubahan konsep kunci geografi yang diungkap dalam kajian ini adalah : (i) pandangan terhadap tempat, ruang (space), dan hermeneutika. (ii) pandangan tentang konsep kunci geografi. (iii) tema baru geografi yang mendorong perubahan pemikiran geografi ; geografi kolaborasi ilmiah.
Analisis Daerah Tergenang Banjir Di Desa Sitiarjo, Kabupaten Malang Menggunakan Data SAR (Synthetic Aperture Radar) Sentinel-1 Irfan Helmi Pradana; Listyo Yudha Irawan; Dicky Setiawan; Fajar Setiawan Yuliano; Hanifa Ahmad Mufid
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i1.1347

Abstract

Penelitian mengenai bahaya banjir di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing, Kabupaten Malang sangat urgensi untuk dilakukan. Salah satu penyebab pentingnya penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui luasan daerah yang tergenang (terinundasi) banjir. Analisis daerah yang terdampak genangan banjir dilakukan menggunakan pendekatan penginderaan jauh dengan pengolahan dan interpretasi data SAR (Synthetic Aperture Radar) yang bersumber dari citra satelit Sentinel-1. Data SAR Sentinel-1 yang digunakan diakuisisi tanggal 20 November 2014 dan tanggal 28 Desember 2014. Pemilihan kedua tanggal tersebut untuk membandingkan kondisi sebelum tergenang banjir dan sesudah atau saat tergenang banjir. Banjir yang terjadi pada Desa Sitiarjo dikarenakan oleh kondisi morfologi yang berupa cekungan (basin) yang dikelilingi tebing karst curam serta meluapnya Sungai Penguluran akibat penyempitan lebar aliran sungai bagian hulu (bottleneck outlet) di kawasan pesisir selatan Kabupaten Malang. Hasil akhir dari penelitian ini berupa peta daerah tergenang banjir yang didasarkan pada tiga (3) aspek : 1) topografi, 2) tingkat kejenuhan air pada tanah (soil saturation), dan 3) area tergenang banjir. Wilayah yang tergenang banjir divisualisasikan warna merah terang hingga merah tua.
Kajian Mitigasi Terhadap Penyebab Bencana Banjir di Desa Sidodadi Kota Langsa Ramdan Afrian
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v5i2.1660

Abstract

Mitigation is a series of activities carried out to minimize and reduce the impact of risks caused by a disaster. Disaster is an event that occurs in nature, non-nature and humans that can cause loss and also loss of life. Flood disaster is a collection of stagnant water with a large volume on a low morphological plain that can cause damage and casualties. The purpose of this research is to find out the causes of flooding in Sidodadi village and to find out the proper mitigation ways against flooding in Sidodadi village, Langsa City. By using descriptive qualitative methods. In the method of information many times obtained from BPBD by interviewing and the involvement of the community to facilitate information related to flooding in the village of Sidodadi, Langsa City. In the implementation of mitigation it is necessary to have coordination, participation, and cooperation between agencies related to the government of Langsa City and the community, so that the implementation of mitigation against flood disasters can be resolved and run smoothly.
Potensi Alam dan Budaya dalam Pengembangan Objek Wisata di Desa Sepadan Kabupaten Kapuas Hulu Putri Tipa Anasi; Ludovicus Manditya Hari Christanto; Dony Andrasmoro; Husni Syarudin; Budiman Tampubolon
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v6i1.1905

Abstract

Desa Sepadan Kecamatan Batang Lupar Kabupaten Kapuas Hulu memiliki obyek wisata unggulan yaitu obyek wisata kedungkang yang memiliki potensi alam dan budaya. Potensi budaya dalam bentuk rumah adat dayak yaitu rumah betang kedungkang, selain itu juga ada kesenian budaya khas dayak yang masih digunakan pada upacara adat atau penyambutan tamu yang dilakukan hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi serta strategi pengembangan Obyek Wisata Kedungkang. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Bedasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Desa Sepadan yang memiliki destinasi unggulan Obyek Wisata Kedungkang bisa dikembangkan sebagai desa wisata. Pada destinasi ini, selain wisatawan bisa melakukan aktivitas seni budaya, juga bisa melihat pemandangan alam yang menarik seperti danau sentarum dan bukit kedungkang. Prinsip pariwisata setidaknya memenuhi tiga kriteria, yaitu something to see, something to buy, dan something to do. Pada obyek wisata kedungkang sudah direncanakan untuk mengembangkan prinsip something to see dan something to do. Sehingga perlu pengembangan something to buy. Pada pengembangan prinsip something to buy ini diperlukan inovasi dari masyakarat setempat. Sehingga diperlukan pelatihan dari pemerintah daerah setempat untuk mengembangkan sumber daya manusia yang dimiliki.
wisata PEMANFAATAN VEGETASI MANGROVE BERBASIS INSENTIF EKONOMI UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN EKOWISATA RAMAH LINGKUNGAN DI KAMPUNG SEJAHTERA PULAU BAAI KOTA BENGKULU Mirna Yunita; Melvi Yansi; Dedi Guntar; Jarno Jarno
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v6i1.1605

Abstract

Kerusakan mangrove di Kota Bengkulu adalah salah satu kerusakan yang terjadi di Indonesia, menyebabkan perubahan garis pantai mencapai 50-90m dan menurunnya hasil tangkapan dan pendapatan. Pengembangan Ekowisata Hutan mangrove ramah lingkungan, adalah solusi untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan menekan hilangnya spesies serta habitat khas hutan bakau. Kegiatan pemanfaatan mangrove berbasis insentif ekonomi dapat dijadikan unsur pendukungan dalam pengembangan ekowisata, namun hal ini belum dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah, disebabkan masih banyaknya masyarakat yang belum memahami pemanfaatan mangrove untuk kegiatan ekonomi yang ramah lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan melalui pengambilan data lapangan seperti survey untuk mengetahui potensi mangrove di kawasan kampung sejahtera, yang kemudian menggali pemanfaatan vegetasi mangrove untuk aktivitas ekonomi oleh masyarakat melalui observasi, dokumentasi dan wawancara, setelah itu dilakukan pengelolaan data yang diperoleh melalui analisis literature untuk menentukan usaha berbasis insentif ekonomi yang dapat dikembangkan oleh masyarakat. Berdasarkan hasil temuan dari keempat spesies mangrove yang bisa dimanfaatkan untuk aktivitas perekonomian ada 3jenis, yaitu: 1) Jenis Sonneratia Caseolari:, dodol mangrove, Kue Baytat Toping Slai Mangrove, sirup Pidada; 2) Rhizophora Mucronata:Kerupuk Buah Mangrove Rhizophora Anti Diare dan Pewarna Batik; 3) Avicenia Marina: Tepung Mangrove.
EKSISTENSI TRADISI “IKI PALEG” SUKU DANI PADA MASYARAKAT PEDALAMAN PAPUA Hasmika Hasmika; Suhendro Suhendro
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v6i1.1842

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keberagaman budaya, sehingga dari keberagaman tersebut tidak khayal muncul sebuah tradisi yang bersifat unik. Hal ini biasanya sudah dilakukan turun temurun masyarakat kebudayaan tersebut. Salah satunya seperti kebudayaan iki paleg pada masyarakat dani di Pedalaman Papua. Tujuan penelitian ini (1) menggali latar belakang suku dani dari sudut pandang geografis; (2) mengetahui sejarah ritual iki paleg suku dani, dan (3) mengupas ritual pelaksanaan ekstrem Iki Paleg pada suku dani. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data berupa kajian literatur yakni dari beberapa artikel yang bereputasi dan sumber-sumber yang relevan lainnya. Hasil pada penelitian ini (1) Masyarakat dani ini jika ditinjau dari kacamata geografi berada pada Wilayah Lembah Baliem di Pegunungan Tengah Papua. Mereka tersebar di Kabupaten Jayawijaya serta sebagian di Kabupaten Puncak Jaya. (2) Sejarah lahirnya ritual iki palek pada masyarakat suku dani karena mereka sangat menjunjung tinggi adat istiadatnya ditanah papua serta menunjung tinggi sistem kekerabatan yang tinggi yang dapat disimbolkan pemotongan jari mereka sebagai wujud rasa kesedihan, kesetiaan dan rasa kehilangan yang mendalam terhadap anggota keluarga yang telah meninggal. (3) Makna dari tradisi iki paleg ini diartikan wujud rasa kesedihan dari anggota keluarga yang meninggal selain itu pun, diartikan untuk menghindari bencana dan musibah agar tidak terulang lagi.
Blended Learning Alternatif Pembelajaran Pada Pendidikan Tinggi Era New Normal Dihamri Dihamri; Haimah Haimah; Warsa Sugandi; Zairin Zairin; Abditama Srifitriani
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v6i1.2025

Abstract

Prodi pendidikan geografi universitas Prof. Dr. Hazairin, SH, era new normal (normal baru) tahun akademik 2020/2021 memilih dan melaksanakan pembelajaran blended learing berbasis SPADA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas implementasi pembelajaran blended learning berbasis SPADA era new normal. Metode penelitian yang dipilih adalah kuantitatif dan kualitatif dekriptif. Kuantitatif, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, yang dikirim secara daring kepada 80 mahasiswa aktif atau masih kontrak mata kuliah, melalui grup whatshapp mata kuliah tiga orang dosen yang mengajar semester genap 2020/2021. Data dianalisis menggunakan persentase. Kualitatif, teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi, kemudian tahapan selanjutnya dengan mengkategorikan, reduksi, menyajikan dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian efektivitas implikasi pembelajaran blended learning berbasis SPADA pada prodi geografi adalah : 100 % dosen menggunakan SPADA, 65 % mahasiswa memiliki laptop, 98,8 % mahasiswa memiliki smartphone, 85 % mahasiwa belum berlangganan Wireless Fidelity (WiFi), 42,5 % mahasiswa masih kesulitan pembelian kouta internat, 50 % mahasiswa kurang puas pembelajaran blended learning berbasis SPADA karena ada beberapa materi di SPADA waktu kuliah daring tidak dijelaskan waktu tatap muka, 88,8 % penyerapan materi pembelajaran cukup baik, 45 % mahasiswa berminat pembelajaran blended learning berbasis SPADA. Blended Learning pendidikan geografi akan lebih efektif bila semua mahasiswa memiliki laptop, memiliki jaringan WiFi, kouta internet terpenuhi, dosen memberi tambahan penjelasan dan diskusi materi di SPADA waktu kuliah tatap muka, serta dosen menyusun dan menyajikan materi pada waktu kuliah menggunakan SPADA yang menarik, singkat dan mudah dipahami mahasiswa.
Studi Karakteristik lahan pada kawasan rawan longsor di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan Nina Ismayani; Ferawati Ferawati; Hary Febrianto
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v6i1.1903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik lahan pada kawasan rawan longsor di Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan, Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survei, data primer diperoleh di lapangan dan laboratorium, dan data sekunder dari referensi dan analisis kepustakaan. Teknik penelitian ini adalah stratified random. Analisis data adalah karakteristik lahan secara deskriptif dan tabulasi kriteria penentuan fenomena fisik dalam penentuan tingkat bahaya longsor. Hasil penelitian menjelaskan tentang: karakteristik wilayah tanah terdapat 7 satuan tanah, tingkat bahaya longsor, nama: (1) rendahnya tingkat bahaya longsor yang terdapat pada satuan lahan VI.Qpt.I.Pem.Gleih. (2) Tingkat bahaya longsor terdapat pada satuan lahan V3.Mip.III.Pem.Gleih dan V4.Pckm.IV. Ht.Gleih. (3) tingkat bahaya longsor yang tinggi terdapat pada satuan lahan V4.Mpip.IV. Pem.Gleih, V4.Qal.IV.Pem.V, V4.Qube.IV. Pem.Gleih dan V4.Pckm.V. Pkb.Gleih.

Page 9 of 18 | Total Record : 171