cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ulul Albab
ISSN : -     EISSN : 26217716     DOI : -
Jurnal Ulul Albab merupakan jurnal yang memuat karya tulis berupa penelitian maupun pengembangan keilmuan pada bidang ilmu-ilmu Sains, ilmu-ilmu sosial dan Humaniora berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 28, No 1 (2024): Januari" : 6 Documents clear
Enhancing Understanding of Religious Concepts through Self-Regulated Learning-Based Islamic Education Alfiyanto, Afif; Ikhwan, M.; Pranajaya, Syatria Adymas; Ghazali, Muhammad; Hidayati, Fitri
Ulul Albab: Majalah Universitas Muhammadiyah Mataram Vol 28, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jua.v28i1.23385

Abstract

Abstrak: Pendidikan agama Islam memiliki peran krusial dalam membentuk pemahaman individu tentang nilai-nilai dan konsep-konsep agama islam. Dalam konteks globalisasi yang terus berkembang, kebutuhan akan pemahaman yang inklusif terhadap keragaman agama semakin mendesak. Artikel ini mengeksplorasi potensi integrasi konsep Self-Regulated Learning (SRL) ke dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai solusi untuk meningkatkan pemahaman konsep agama. Melalui pendekatan analisis SWOT, kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari penerapan strategi pembelajaran ini dieksplorasi secara mendalam. Hasilnya menunjukkan bahwa SRL memungkinkan siswa untuk mengembangkan keterampilan belajar mandiri, meningkatkan refleksi diri, dan mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari mereka. Namun, tantangan seperti tingkat kemandirian siswa yang beragam dan kebutuhan akan dukungan guru yang kuat juga diidentifikasi. Berdasarkan temuan ini, beberapa rekomendasi diberikan, termasuk pengembangan kurikulum yang lebih terintegrasi dengan SRL, pelatihan guru yang lebih intensif, dan integrasi teknologi dalam pembelajaran. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana pendekatan pembelajaran berbasis SRL dapat digunakan secara efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep agama Islam, serta menawarkan panduan bagi pendidik dan peneliti dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang dalam konteks pendidikan agama Islam.Abstract: Islamic religious education is crucial in shaping an individual's understanding of Islamic values and concepts. In the context of ever-evolving globalization, the need for an inclusive sense of religious diversity is increasingly urgent. This article explores the potential integration of Self-Regulated Learning (SRL) into Islamic Religious Education (PAI) learning as a solution to improve understanding of religious concepts. The strengths, weaknesses, opportunities, and threats of implementing this learning strategy are explored in depth through a SWOT analysis approach. The results show that SRL allows students to develop self-study skills, enhance self-reflection, and integrate religious values into their daily lives. However, challenges such as diverse levels of student independence and the need for solid teacher support were also identified. Based on these findings, several recommendations were given, including developing a curriculum that is more integrated with SRL, more intensive teacher training, and integrating technology in Learning. This article contributes to understanding how SRL-based learning approaches can be used effectively to enhance understanding of Islamic religious concepts, as well as offer guidance for educators and researchers facing challenges and seizing opportunities in the context of Islamic religious education. 
Analisis Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis pada Mahasiswa Istofany, Muhammad Ali Bintang; Negara, Habibi Ratu Perwira; Santosa, Farah Heniati
Ulul Albab: Majalah Universitas Muhammadiyah Mataram Vol 28, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jua.v28i1.23325

Abstract

Abstrak: Penelitian sistematis atas penggunaan teknologi dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa telah dilakukan melalui pengindeksan Scopus, DOAJ, dan Google Scholar dengan fokus pada terbitan tahun 2014-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi-strategi yang mengintegrasikan teknologi telah diusulkan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Pendekatan holistik yang melibatkan partisipasi aktif mahasiswa dengan teknologi, termasuk penggunaan multimedia interaktif dan penerapan metode pembelajaran berbasis masalah, terbukti efektif dalam konteks pembelajaran matematika. Dukungan dari penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran matematika mampu menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan mendalam. Meskipun demikian, terdapat kesenjangan penelitian yang perlu diteliti lebih lanjut. Pertama, evaluasi lebih lanjut terhadap penggunaan video pembelajaran dan alat pembelajaran berbasis kelas terbalik diperlukan untuk menilai dampaknya terhadap keterampilan berpikir kritis mahasiswa dalam konteks matematika. Kedua, penelitian lebih lanjut tentang efektivitas pendekatan Sains Teknologi Rekayasa Matematika (STEM) diharapkan untuk memahami kontribusinya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika.Abstract: Systematic research on the utilization of technology in mathematics education to enhance students' critical thinking skills has been conducted through indexing in Scopus, DOAJ, and Google Scholar, focusing on publications from 2014 to 2024. The findings indicate that strategies integrating technology have been proposed to improve critical thinking skills. A holistic approach involving active student participation with technology, including the use of interactive multimedia and the application of problem-based learning methods, has proven effective in the context of mathematics education. Support from this research reaffirms that the integration of technology in mathematics education can create engaging and profound learning environments. However, there are research gaps that require further investigation. Firstly, further evaluation of the use of instructional videos and flipped classroom tools is needed to assess their impact on students' critical thinking skills in the context of mathematics. Secondly, further research on the effectiveness of the Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) approach is expected to understand its contribution to enhancing critical thinking abilities in mathematics education.
Peningkatan Hasil Belajar IPAS dengan Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Audiovisual pada Siswa Kelas IV Irawati, Ratih Setya; Sholikah, Octariana Hidayatus; Wahyuningtyas, Sri Endah
Ulul Albab: Majalah Universitas Muhammadiyah Mataram Vol 28, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jua.v28i1.24433

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPAS peserta didik kelas IV Sekolah Dasar...... dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media audio visual. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian sebanyak 23 peserta didik. Analisis data dilakukan secara kuantitatif deskriptif dan menggunakan N-gain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar IPAS setelah menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media audio visual. Pada siklus 1 menunjukkan nilai N-Gain hasil belajar peserta didik sebesar 0,6 dengan kategori sedang. Pada siklus 2 terjadi peningkatan nilai N-Gain hasil belajar menjadi 0,8 dengan katagori tinggi. Persentase ketuntasan peserta didik pada tahap siklus 1 yaitu 57% naik menjadi 96% pada siklus 2, mengakibatkan peningkatan ketuntasan hasil belajar sebesar 39%. Dari temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang didukung oleh media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV Sekolah Dasar.Abstract This research aims to determine the improvement in science and science learning outcomes for grade IV elementary school students. by using the Problem Based Learning (PBL) learning model assisted by audio-visual media. This type of research is classroom action research (PTK) with research subjects of 23 students. Data analysis was carried out descriptive quantitatively and using N-gain. The results of this research show that there has been an increase in science learning outcomes after using the Problem Based Learning (PBL) learning model assisted by audio-visual media. In cycle 1, the N-Gain value of student learning outcomes was 0.6 in the medium category. In cycle 2 there was an increase in the N-Gain value of learning outcomes to 0.8 in the high category. The percentage of students' completeness at cycle 1 stage, namely 57%, increased to 96% in cycle 2, resulting in an increase in completeness of learning outcomes by 39%. From these findings, it can be concluded that using the Problem Based Learning (PBL) learning model supported by audio visual media can improve the science and science learning outcomes of fourth grade elementary school students.
Pengaruh Penggunaan Pembelajaran Berbasis Proyek terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika pada Siswa Sekolah Menengah Atas Yuliani, Arpia; Nugraha, Yandika; Samura, Asri Ode
Ulul Albab: Majalah Universitas Muhammadiyah Mataram Vol 28, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jua.v28i1.23326

Abstract

Abstrak: Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan pembelajaran berbasis proyek (PBP) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sekolah menengah atas melalui pendekatan Systematic Literature Review. Data diperoleh dari pengindek Scispace dan Elicit dengan pencarian terbatas pada Google Scholar, DOAJ, dan Scopus untuk terbitan tahun 2013 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBP, terutama dengan pendekatan Project-Based Learning (PBL), memiliki potensi yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika. Faktor-faktor pendukung, seperti desain pembelajaran yang sesuai dan kemampuan guru, serta integrasi nilai-nilai Islami dalam konteks pembelajaran matematika, juga diidentifikasi sebagai elemen penting dalam meningkatkan prestasi belajar dan pengembangan karakter siswa. Temuan ini menekankan perlunya integrasi PBP dalam kurikulum untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika. Studi ini memberikan landasan bagi penelitian lebih lanjut tentang strategi implementasi yang efektif dan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengaruh PBP terhadap pembelajaran matematika di tingkat sekolah menengah atas.Abstract: The study aims to evaluate the impact of project-based learning (PBL) on high school students' mathematical problem-solving abilities through a Systematic Literature Review approach. Data were obtained from Scispace and Elicit indexes, with searches limited to Google Scholar, DOAJ, and Scopus publications from 2013 to 2023. The findings indicate that PBL, particularly when employing a Project-Based Learning (PBL) approach, significantly enhances mathematical problem-solving skills [4]. Supporting factors such as appropriate instructional design, teacher competence, and the integration of Islamic values in the context of mathematical learning, are also identified as crucial elements in improving learning outcomes and student character development. These findings underscore the importance of integrating PBL into the curriculum to enhance the effectiveness of mathematical instruction. The study provides a foundation for further research on effective implementation strategies and a deeper understanding of the impact of PBL on mathematics education at the high school level.
Eksplorasi Persepsi Siswa Terhadap Keberhasilan Pengajaran Matematika Melalui Teknologi: Perspektif Pelajar di Sekolah Sahara, Ani; Syaharuddin, Syaharuddin; Aini, Kuratul
Ulul Albab: Majalah Universitas Muhammadiyah Mataram Vol 28, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jua.v28i1.23338

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi siswa terhadap keberhasilan pengajaran matematika melalui teknologi di lingkungan sekolah, dengan fokus pada perspektif pelajar di Sekolah Menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Subjek penelitian terdiri dari 34 siswa Sekolah Menengah dengan 8 siswa dari SMP dan 26 siswa dari SMA. Instrumen yang digunakan adalah angket dengan Skala Likert yang terdiri dari 15 item pertanyaan. Analisis data dilakukan menggunakan uji-t untuk mengevaluasi apakah ada perbedaan signifikan dalam persepsi siswa antara dua kelompok sampel. Hasil analisis data menunjukkan nilai t-test sebesar -0.258 dengan signifikansi (Sig.) sebesar 0.402. Interpretasi dari hasil tersebut mengindikasikan bahwa perlakuan atau intervensi yang diterapkan tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap persepsi siswa terhadap keberhasilan pengajaran matematika melalui teknologi. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pemahaman lebih lanjut tentang faktor-faktor yang memengaruhi persepsi siswa terhadap penggunaan teknologi dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini memberikan sumbangan penting dalam konteks pengembangan strategi pembelajaran matematika yang lebih efektif dan adaptif di masa depan.Abstract: The aim of this research is to explore students' perceptions of the effectiveness of teaching mathematics through technology in the school environment, focusing on the perspective of secondary school students. The research methodology employed is quantitative, utilizing a survey approach. The research subjects consist of 34 secondary school students, comprising 8 students from junior high school and 26 students from senior high school. The instrument used is a questionnaire with a Likert Scale consisting of 15 items. Data analysis was conducted using the t-test to evaluate whether there was a significant difference in students' perceptions between the two sample groups. The results of the data analysis show a t-test value of -0.258 with a significance level (Sig.) of 0.402. Interpretation of these results indicates that the treatment or intervention applied does not have a significant impact on students' perceptions of the effectiveness of teaching mathematics through technology. These findings underscore the importance of further understanding the factors influencing students' perceptions of the use of technology in mathematics learning. This research provides a significant contribution to the development of more effective and adaptive mathematics learning strategies in the future context.
Helix Pendidikan dalam Penguatan Karakter Pancasila pada Generasi Milenial untuk Citra Bangsa Indonesia Fitria, Nurul Jannah Lailatul
Ulul Albab: Majalah Universitas Muhammadiyah Mataram Vol 28, No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jua.v28i1.23378

Abstract

Abstrak: Ideologi Indonesia berasal dari nilai kehidupan bermasyarakat yang mengandung nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, dan Keadilan Sosial. Modernisasi teknologi informasi dan komunikasi telah menantang keberadaan nilai-nilai Pancasila. Pasalnya, generasi milenial tertarik dengan nilai-nilai sosial yang lebih modern, kreatif, dan inovatif. Tapi krisis pandangan berbangsa dan bernegara. Hal ini menarik untuk diteliti terkait penguatan karakter Pancasila bagi generasi milenial. Penelitian ini membahas sistem pendidikan sebagai penguatan karakter Pancasila pada generasi milenial. Metode penelitian adalah metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa heliks pendidikan di Indonesia memberikan gambaran bahwa arus inovasi didorong oleh peran heliks/subsistem, salah satunya akademisi. Heliks pendidikan berperan dalam penguatan karakter Pancasila pada generasi milenial. Pengembangan inovasi dalam pendidikan akan berperan sesuai dengan peran, keahlian, dan kompetensi. Generasi milenial menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pembentukan karakter, penguatan karakter, dan rekayasa karakter. Akademisi dalam sistem ini merupakan salah satu pihak dari sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia. Strategi pendidikan di tingkat sekolah meliputi implementasi intrakurikuler, ko-kurikuler, ekstrakurikuler, dan nonkurikuler. Sementara itu, perguruan tinggi mencakup bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian.Abstract:  Indonesia's ideology comes from the value of community life which contains the values of Divinity, Humanity, Unity, Deliberation, and Social Justice. The modernization of information and communication technology has challenged the existence of Pancasila values. The reason is that the millennial generation is attracted to more modern, creative, and innovative social values. But the crisis of the view of nation and state. This is interesting to research related to strengthening the character of Pancasila for the millennial generation. This research discusses the education system as a strengthening of Pancasila character in the millennial generation. The research method is a qualitative method through a case study approach. Data sources in this research using literature review. The results show that the education helix in Indonesia provides a description that the flow of innovation is driven by the role of helixes/subsystems, one of which is academia. The education helix plays a role in strengthening the character of Pancasila in the millennial generation. Innovation development in education will act in accordance with roles, expertise, and competencies. Millennials apply Pancasila values in character building, character strengthening, and character engineering. Academics in this system are one of the parties from schools and universities in Indonesia. Educational strategies at the school level include implementation in intracurricular, co-curricular, extracurricular, and non-curricular. Meanwhile, universities cover the fields of education and teaching, research, and service. 

Page 1 of 1 | Total Record : 6