Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penggunaan Laboratorium Virtual dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Sahara, Ani; Sholehah, Azmiatun; Febriani, Putri Ayu; Syaharuddin; Mandailina, Vera; Hermansyah, David
Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi Pendidikan (Jartika) Vol. 6 No. 2 (2023): Juni
Publisher : Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi Pendidikan (Jartika)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36765/jartika.v6i2.680

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis yang lebih mendalam terhadap peran laboratorium virtual dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Data yang digunakan terdiri dari 46 artikel penelitian yang diterbitkan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Analisis dilakukan menggunakan metode meta-analisis dengan memanfaatkan nilai effect size (ES) dan standard error (SE), dan hasilnya diolah melalui perangkat lunak JASP untuk mendapatkan nilai summary effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laboratorium virtual memiliki dampak positif signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, dengan nilai rata-rata sebesar 76% atau 0.76, yang masuk dalam kategori efek tinggi. Lebih lanjut, analisis berdasarkan jenjang pendidikan mengindikasikan bahwa dampak positif ini berbeda-beda, yakni sebesar 74% di tingkat Perguruan Tinggi, 79% di tingkat SMA, dan 71% di tingkat SMP. Terdapat peningkatan nilai yang lebih signifikan pada tingkat SMA, menunjukkan bahwa implementasi laboratorium virtual seharusnya lebih difokuskan di tingkat tersebut di masa mendatang. Abstract: The purpose of this study is to analyze more deeply about virtual laboratories in improving students' creative thinking skills. The data obtained were 46 articles from previous research published in the last 5 years, then analyzed using meta-analysis through the effect size (ES) value and standard error (SE) to see the summary effect value using JASP software. The results show that virtual laboratories can improve students' creative thinking skills with an average value of 76% or 0.76 with a high effect category. Furthermore, the results of the analysis based on the level of education show that the university level has an effect of 74%, high school level of 79%, and junior high school of 71%. The greater value at the high school level, so that in the future, virtual laboratories are highly emphasized to be implemented at the high school level.
AKTOR KEBIJAKAN SEBAGAI PENGGERAK PERUBAHAN: STUDI KASUS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN Nurhayati, Nurhayati; Sahara, Ani; Salsabila, Fitri; Auliya, Jihan; Zannah, Miftah Chairia; Simangunsong, Salsa Ayudi Tila; Rahma, Sofia
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.47435

Abstract

Perubahan dalam sektor pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh perumusan kebijakan di tingkat pusat, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh peran aktor-aktor kebijakan dalam proses implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana aktor kebijakan berfungsi sebagai penggerak perubahan dalam pelaksanaan kebijakan pendidikan di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dan analisis dokumen kebijakan pendidikan nasional pada rentang tahun 2018–2024, studi ini mengkaji dinamika implementasi kebijakan seperti Kurikulum Merdeka, Program Guru Penggerak, dan revitalisasi peran kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktor-aktor kebijakan seperti guru, kepala sekolah, pengambil keputusan daerah, hingga komunitas pendidikan memiliki kapasitas strategis untuk mentransformasikan kebijakan menjadi praktik yang kontekstual dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Peran mereka mencakup interpretasi kebijakan, mediasi antara kepentingan pusat dan lokal, serta inovasi dalam pelaksanaan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan kebijakan pendidikan sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan adaptif, kolaborasi antar pemangku kepentingan, dan kemampuan aktor untuk merespons kompleksitas lapangan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas aktor melalui pelatihan berkelanjutan, dukungan regulasi yang fleksibel, dan ruang partisipatif dalam perumusan hingga evaluasi kebijakan.
The influence of creative thinking ability and interpersonal intelligence on students’ cooperation skills in mathematics learning Sahara, Ani; Mahsup, Mahsup; Abdillah, Abdillah; Syaharuddin, Syaharuddin
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 14 No 2 (2023): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Islam Raden Intan Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajpm.v14i2.18019

Abstract

Background:Mathematics education is crucial for developing various skills in students, including logical, analytical, systematic, interpersonal, critical, and creative thinking. These skills are essential due to the role of mathematics in science and technology, as well as its significance in achieving educational goals.Aim:The study aimed to evaluate the impact of creative thinking abilities and interpersonal intelligence on students' cooperation skills.Method:This quantitative research employed multiple linear regression analysis techniques. It involved selecting subjects, developing and validating research instruments, disseminating these instruments, and then tabulating and analyzing the data.Result:The analysis yielded the equation Y=-5.588+0.694X_1+0.366X_2, indicating a relationship between the dependent variable (Y) and the independent variables (X_1, X_2). Creative thinking ability was found to have the most significant impact on cooperation skills, contributing 69.4%. The determination value (R²) was 0.555, suggesting that 55.5% of the variance in cooperation skills could be explained by variations in creative thinking ability and interpersonal intelligence.Conclusion:The study concluded that both creative thinking ability and interpersonal intelligence significantly influence students' cooperation skills. The ANOVA test further confirmed the effect of these independent variables on the dependent variable, leading to the rejection of the null hypothesis (H₀) and the acceptance of the alternative hypothesis (H₁).
Peran Tauhid dalam Membangun Umat yang Berkualitas Zali, Muhammad; Sahara, Ani; Simangunsong, Salsa Ayudi Tila; Lubis, Zuhra Nazwa; Rizky, Erwina; Andraini, Shindika; Salsabila, Fitri; Siregar, Hilsa Ananta; Zannah, Miftah Chairia; Sembiring, Zahraini Rhossy; Etika, Revalina; Auliya, Jihan; Rahma, Sofia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter dan sifat seorang muslim sangat dipengaruhi oleh tauhid. Sebagai landasan doktrin Islam, tauhid tidak hanya mencakup keyakinan bahwa Allah itu Esa tetapi juga bertindak sebagai kompas moral dan etika yang mengarahkan perilaku manusia dalam interaksi sehari-hari. Umat ​​Islam saat ini menghadapi kesulitan moral dan spiritual seperti konsumerisme, individualisme, dan krisis identitas; oleh karena itu, sangatlah penting untuk menyelesaikan masalah-masalah ini dengan memahami dan menggunakan tauhid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh tauhid terhadap pengembangan karakter, kualitas masyarakat, dan pembentukan masyarakat yang damai dan bermartabat. Melalui tinjauan literatur dan metodologi kualitatif, penelitian ini mengkaji literatur terkait untuk mengidentifikasi nilai-nilai tauhid di berbagai bidang kehidupan. Hasilnya menunjukkan bahwa tauhid berfungsi sebagai kompas moral, mendorong kepatuhan terhadap nilai-nilai Islam, meningkatkan taraf ibadah, dan membina ikatan sosial yang lebih erat. Tauhid juga memberikan dasar yang kuat untuk mengatasi permasalahan saat ini, mendorong kemandirian spiritual, dan menginspirasi masyarakat untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan masyarakat. Ringkasnya, mengembangkan sifat-sifat unggul dalam diri umat Islam, baik secara individu maupun kolektif, memerlukan pemahaman mendalam tentang tauhid.
DEVELOPMENT OF PROBLEM BASED INVESTIGATION MODEL LEARNING TOOLS BASED ON LOCAL WISDOM TO IMPROVE STUDENTS' CRITICAL THINKING SKILLS Mahsup, Mahsup; Muhardini, Sintayana; Sahara, Ani; Solehah, Azmiatun
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 15, No 3 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v15i3.22783

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan perangkat pembelajaran model Problem Based Investigation berbasis kearifan lokal Sasak Lombok dan implementasinya dalam pembelajaran. Metode penelitian merupakan penelitian pengembangan yang  menghasilkan produk perangkat pembelajaran. Tahapan penelitian dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: mengembangkan produk awal, menvalidasi produk, dan uji produk. Produk awal yang dihasilkan berupa model pembelajaran dan perangkat pembelajaran Problem Based Investigation yang dilakukan melalui tahapan perancangan, pengembangan dan evaluasi. Validasi produk yang dilakukan oleh ahli pendidikan, kurikulum, media pembelajaran serta masukan dari teman sejawat dan guru. Uji produk secara terbatas dan lapangan di SD Muhammadiyah Mataram. Hasil penelitian bahwa pengembangan perangkat pembelajaran berbasis kearifan lokal berada pada kategori valid dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada materi bangun datar. Hasil validitas dari penilaian tiga validator dengan persentase sebesar 90% dengan kriteria sangat valid dan hasil ujicoba bahwa perangkat pembelajaran berbasis kearifan lokal berada pada kategori valid, praktis, dan efektif.Abstract: The purpose of this study is to develop a learning tool for the Problem Based Investigation model based on local wisdom of Sasak Lombok and its implementation in learning. The research method is a development research that produces learning device products. The research stages are divided into 3 parts, namely: developing the initial product, validating the product, and testing the product. The initial product produced is in the form of a learning model and a Problem Based Investigation learning tool which is carried out through the stages of design, development and evaluation. Product validation carried out by experts in education, curriculum, learning media and input from peers and teachers. Product tests are limited and field at SD Muhammadiyah Mataram. The results of the study show that the development of learning tools based on local wisdom is in the valid category and can improve critical thinking skills in flat building materials. The validity results of the assessment of three validators with a percentage of 90% with very valid criteria and the results of the trial that learning tools based on local wisdom are in the category of valid, practical, and effective.