cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 5 (2020): November" : 35 Documents clear
PENYULUHAN GIZI DAN PELATIHAN PENGOLAHAN PRODUK BERBASIS JAGUNG SEBAGAI UPAYA MEMINIMALISIR STUNTING DI DESA LABUAPI KABUPATEN LOMBOK BARAT Nurhayati, Nurhayati; Asmawati, Asmawati; Ihromi, Syirril; Marianah, Marianah; Saputrayadi, Adi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 5 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.653 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i5.2973

Abstract

Abstrak: Sumber pangan local yang melimpah di desa Labuapi adalah jagung, namun pengolahan hanya terbatas sebagai sayuran. Padahal pengolahan jagung menjadi berbagai olahan produk telah banyak dilakukan, salah satunya adalah pengolahan susu. Susu jagung menjadi alternative solusi untuk meningkatkan asupan gizi dalam mengatasi masalah stunting. Stunting kini menjadi salah satu prioritas yang ditangani pemerintah secara nasional, termasuk di NTB. Pencegahan stunting penting dilaksanakan dengan berkoordinasi pada semua lintas sector salah satunya perguruan tinggi. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah adalah untuk meningkatan pengetahuan tentang gizi, meningkatkan keterampilan pengolahan susu dan nuget pada ibu-ibu Rumah Tangga khususnya Ibu hamil dan menyusui, serta remaja-remaja putri. Tujuan tersebut dapat diwujudkan dengan berbagai tindakan solutif diantaranya: (1) Penyuluhan tentang pangan dan gizi secara umum, (2) Penyuluhan tentang komposisi nutrisi dan manfaat jagung, (3) Penyuluhan tentang berbagai olahan produk berbasis jagung, (4) Pelatihan pengolahan susu jagung dan nuget dari ampas susu jagung. Hasil kegiatan ini memperlihatkan bahwa (1) adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pangan dan gizi serta inovasi olahan jagung. (2) masyarakat memiliki keterampilan mengolah produk jagung menjadi susu dan nugget.(3) Pengetahuan dan keterampilan tersebut dapat dijadikan sebagai rintisan usaha dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat, sehingga kasus stunting  yang terjadi dapat diminimalisir. Abstract: The abundant local food potential in the Labuapi Village is corn, but processing is limited to vegetables. The processing of corn into various products has been done a lot, one of which is processing milk. Corn milk is an alternative solution to increase nutritional intake in overcoming stunting problems. Stunting is one of the national priorities of the government, including in NTB. Prevention of stunting is important to implement by coordination with all cross-sectors, which one of higher education. This activity aims to increase nutrition knowledge, improve milk and nugget processing skills for housewives, especially pregnant and lactating mothers and young women. These objectives can be realized with various solutions, including (1) counseling about the food and nutrition, (2) Counseling about the nutritional composition and corn benefits, (3) counseling on various processing of corn-based products, (4) training on corn milk processing, and nuggets from corn milk waste. This activity shows that (1) the increasing community knowledge about food, nutrition, and corn processing innovation. (2) the community has the skills to process corn into milk and nuggets. (3) the knowledge and skills have given can be used as a pilot effort in business the community's needs, so that cases of stunting that occur can be minimized.
PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU MENJADI BIOGAS DI DESA AIK MUAL LOMBOK TENGAH Muanah, Muanah; Karyanik, Karyanik; Dewi, Earlyna Synthia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 5 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.926 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i5.3121

Abstract

Abstrak: Limbah cair tahu merupakan sisa selama proses pembuatan mulai dari tahap pencucian sampai pencetakan tahu. Cairan limbah ini mengandung kadar protein tinggi yang sangat cepat terurai sehingga jika dibuang tanpa pengolahan terlebih dahulu dapat menimbulkan bau busuk dan mencemari lingkungan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengolahan limbah cair tahu menjadi biogas. Adapun metode yang dilakukan yaitu melalui  penyuluhan dan pelatihan. Peserta kegiatan penyuluhan sebanyak 26 orang dan praktiknya ditempat produksi yang dipimpin oleh Rabbani dengan 8 orang anggota. Berdasarkan hasil penyuluhan dan praktik langsung dapat dinyatakan bahwa pemahaman mitra terkait pengolahan limbah cair tahu menjadi biogas sudah mencapai 90 %, artinya mitra sudah mampu mengelola sendiri tanpa harus didampingi. Selain itu juga dengan menerapkan reaktor 6 m3 limbah cair tahu mampu terolah sebanyak  3.600 liter dari 4.000 liter total limbah yang dihasilkan dan sisanya dianggap losses. Serta Biogas yang dihasilkan dapat dimanfaatkan kembali oleh mitra baik itu dalam pembuatan tahu maupun kebutuhan memasak.Abstract:  Tofu’s Liquid waste is  residue during the process of manufacturing process ranging from the stage of washing process to the process of molding. The liquid waste contains high protein level very quickly fallen apart if it is thrown without firstly processing can cause  bad odor and pollute the environment. The purpose of this devotional activity is to improve the knowledge and skills of partners in liquid waste treatment to know into biogas. The method of counseling and training is carried out. Participants of the counseling activities as many as 26 people and the practice at the production site led by Rabbani with 8 members. Based on the results of counseling and direct practice can be stated that the understanding of partners related to liquid waste treatment to know to be biogas has reached 90%, meaning the partner has been able to manage themselves without having to be accompanied. In addition, by applying a 6 m3 reactor the liquid waste knows it is capable of processing as much as 3,600 liters of 4,000 liters of total waste produced and the rest is considered losses. As well as biogas produced can be reused by partners both in the manufacture of to know and cooking needs.
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN PEPAYA DAN NANAS MENJADI JELLY DRINK DAN VELVA PADA MASYARAKAT PURBALINGGA Handayani, Isti; Sujiman, Sujiman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 5 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.291 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i5.3052

Abstract

Abstrak: Pepaya dan nenas memiliki potensi di olah menjadi berbagai produk diantaranya jelly drink dan velva. Teknologi pembuatan jelly drink dan velva merupakan teknologi sederhana. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam mengolah pepaya dan nanas menjadi jelly drink dan velva. Metode yang digunakan adalah alih teknologi pengolahan pepaya dan nanas menjadi jelly drink dan velva yang dilakukan dengan penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan (praktek) pembuatanjellydrink dan velva. Kegiatan diikuti oleh 22 orang, meliputi pembuat makanan dan minuman jajanan, pengurus dan anggota PKK, serta perangkat desa Karang duren Kecamatan Bobot sari Kabupaten Purbalingga.  Hasil kegiatan menunjukkan kegiatan alih teknologi meningkatkan pengetahuan peserta tentang teknologi pembuatan jelly drink dan velva masing-masing sebesar 42 dan 100%. Peningkatan ketrampilan peserta dalam pembuatan jelly drink dan velva masing-masing sebesar 91 dan100 %. Sebanyak 91% peserta menyatakan pembuatan jelly drink mudah dan sebanyak 9% agak sulit sedangkan pada pembuatan velvase banyak 75% peserta menyatakan mudah, 25% menyatakan agak sulit. Sebagian besarpeserta (57%) menyatakan berminat untuk menjadi pembuatan produk ini untuk kepentingan usaha sedangkan sebanyak 43% menyatakan pembuatan produk tersebut ditujukan untuk dikonsumsi sendiri atau untuk keluarga. Abstract: Pepaya and pineapple have the potential to be processed into various products such as jelly drink and velva. Processing technology of jelly drink and velva is a simple technology. This community extention program aimed to increase the knowledge and skills of the target community regarding the diversification of papaya and pineapple processing into  jelly drink and velva. The method used is the transfer of papaya and pineapple processing technology into jelly drinks and velva which is carried out by counseling, demonstrations and training (practice) of making jelly drinks and velva. The activity was attended by 22 person, including the maker of food and drink snacks, administrators and members of Empowerment of family welfare as well as village of administrators, Bobotsari District, Purbalingga Regency. The results showed that the change percentage in participants' knowledge about processing technology of jelly drink and velva increased by 42 and 100% and that about the skills to making jelly drink and velva by 91 and 100% respectively. A number of 91% of participants said that making jelly drink was easy, and 9% said it was a bit difficult. while in the making of velva, 75% of participants said it was easy, while 25% said it was rather difficult. Most participants (57%) expressed an interest in making this product for business while as many as 43% were purpose for family consumption.
TRANSFER TEKNOLOGI BUDIDAYA CABAI RAWIT DENGAN IRIGASI TETES DI LAHAN KERING KABUPATEN LOMBOK UTARA Susilowati, Lolita Endang; Arifin, Zaenal; Sukartono, Sukartono; Kusumo, Bambang Hari; Kisman, Kisman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 5 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.361 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i5.2924

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mentransfer teknologi budidaya cabai yang ramah lingkungan pada saat off seasonkepada petani di lahan kering. Paket teknologi yang ditransfer adalah paket rekomendasi BALITSA, meliputi penggunaan varietas unggul, teknik budidaya cabai hemat air dengan irigasi tetes dan teknik penyemaian. Kegiatan dilaksanakan di lahan kering beririgasi tetes di Sambik Rindang, Desa Salut, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi NTB. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif kepada petani sasaran.Tahapan kegiatan pengabdian sebagai berikut : (1) membangun kesepakatan bersama antara petani dan tim pengabdiandalam pelaksanaan keiatan, (2) penyuluhan teori budidaya cabai yang ramah lingkungan, (3) pembuatan Demplot cabai; dan (4) evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan sebagai berikut (1) meningkatnya  pemahaman  teori petani terkait dengan budidaya cabai yang ramah lingkungan padasaat off season;(2) petani siap mengadopsi dan menerapkan teknologi budidaya cabai off season yang rekomendasi oleh BALITSA (Balai Penelitian Sayuran) di lahan kering yang berfasilitas perpipaan irigasi tetes. Bentuk pendampinganyang masih diperlukan oleh petani seperti :pendampingan pemupukan cabai spesifik lokasi, strategi pencegahan OPT , pemiliharaan jaringan irigasi tetes, penguatan kelembagaan dan permodalan serta pendampingan pengembangan jaringan pemasaran produk pertanian.Abstract: This service activity aims to transfer chili cultivation technology that is environmentally friendly in the off season to farmers on dry land.The technology package transferred is the BALITSA recommendation package, which includes the use of superior varieties, water-efficient chili cultivation techniques with drip irrigation and seeding techniques.  These activities carried out on dry land with drip irrigation in Sambik Rindang, Salut Village, Bayan District, North Lombok Regency, NTB Province.Activities carried out with a participatory approach to target farmers.Stages of service activities as follows: (1) establishing a joint agreement between farmers and service team in the implementation of activities, (2) extension chili cultivation theory in the off season, (3) making chili demontration plots and (4) evaluation of the activities. The results of the activities were as follows (1) increased understanding of farmers regarding the theory of environmentally friendly chili cultivation in the off season; (2) farmers are ready to adopt and apply the chili cultivation technology recommended by BALITSA (Balai penelitian sayuran) on dry land with drip irrigation piping facilities.  Furthermore, the form of assistance needed by farmer, such as: assistance for site specific chili fertilization, pest prevention strategies, drip irrigation network, institutional strengthening and capital and assistance in developing agricultural product marketing networks.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN PRODUK DAN METODE PEMASARAN PADA AGROINDUSTRI KOPI WULAN KABUPATEN BONDOWOSO Elida Novita; Luh Putu Suciati; Nian Riawati; Idah Andriyani; Hendra Andiananta Pradana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 5 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.602 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i5.3027

Abstract

Abstrak: Produk olahan yang diupayakan di Agroindustri Kopi Wulan baru berupa kopi bubuk danu[A1] [A2] kegiatan pemasarannya berjalan kurang efektif. Penjualan produk di agroindustri tersebut masih bersifat konvensional sehingga memiliki keterbatasan waktu dan jangkauan pemasaran. Salah satu alternatif metode promosi dan penyebaran informasi adalah implementasi teknologi informasi serta komunikasi berupa pemanfaatan websitedan media sosial.Tujuandari Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) yang dilaksanakan di Tanah Wulan, Kecamatan Maesan, Bondowoso yaitu melakukan pendampingan pembuatan inovasi produk dengan memanfaatkan daun kopi sisa pemangkasan dan limbah kulit buah kopi sertapengmebangan metode pemasaran serta penyebaran informasi menggunakan websitedan media sosial pada produk Agroindustri Kopi Wulan.Tahapan pendampingan berupa pembuatan teh dari kulit buah kopi (casacara) dan daun kopi (konoha) serta pengembangan sarana promosi dalam jaringan yaitu inventarisasi kondisi dan kegiatan agroindustri kopi, dokumentasi kegiatan, dan pembuatan konten serta pemeliharaan website. Hasil pendampingan pembuatan tehcascara dan konoha berpotensi meningkatkan antusiasme dan pengetahuan peserta pelatihan dalam pemanfaatan limbah dari pengolahan komoditi kopi Media online yang sudah dibuat dan digunakan sebagai media promosi produk Agroindustri Kopi Wulan yaitu Website, Instagram, Facebook, YouTube, dan e-commerce Shopee. Capaian dari kegiatan perluasan pemasaran ini berupa potensi peningkatan penjualan produk Agroindustri Kopi pada Tahun 2019 diperkirakan sebesar 500% dari tahun 2018.  Abstract: The sale of products in the Wulan Coffee Agroindustry is still conventional, so it has limited time and marketing reach. The objectives of the PPPUD were to assist in product innovations created by utilizing waste and developing marketing methods using online media (websites and social media) on Wulan Coffee Agroindustry products in Maesan District, Bondowoso Regency. Several stages of assisting the coffee pulp tea (cascara) and leaves coffee tea (konoha) production and development of promotional tools in the network, i.e. an inventory of the conditions and activities of the coffee agroindustry, taking documentation of activities, and creating content and maintaining the website. The results of assistance in cascara and konoha tea production showed the potential to increase the enthusiasm and skill of participantsin waste management fromcoffee processing. The online media that has been created and used as a promotional media for Wulan Coffee Agroindustry products, i.e. the Website, Instagram, Facebook, YouTube, and Shopee e-commerce. The achievement of this activity is the potential to increase the sales of Wulan Coffee Agroindustry products in 2019, an estimated 500% from 2018.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN PRODUK PERMEN SUSU DI DESA BALERANTE JAWA TENGAH Yannie Asrie Widanti; Sutardi Sutardi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 5 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.769 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i5.3242

Abstract

Abstrak: Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan produk olahan susu sapi berupa aneka jenis permen. Pengolahan susu sapi menjadi berbagai produk olahan susu diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan nilai ekonomi susu dan memperpanjang umur simpannya. Permen merupakan produk olahan kering yang memiliki daya simpan yang relatif lama karena kadar airnya yang rendah. Pengolahan susu menjadi permen diharapkan dapat mendongkrak nilai ekonomi susu sekaligus meningkatkan penghasilan peternak. Metode pelaksanaan pengabdian berupa pelatihan pembuatan permen susu dan pendampingan uji coba produksi, pemasaran, dan perijinan PIRT. Hasil yang telah nampak dari pelatihan dan pendampingan yang dilakukan yaitu kelompok peternak sapi perah telah mempunyai keterampilan mengolah susu segar menjadi berbagai jenis permen susu, diantaranya Milk Hard Candy, Milk Caramel Candy, dan Ginger Milk Soft Candy. Ketiga jenis permen susu tersebut merupakan jenis permen yang dibuat dengan bahan gula pasir dan glukosa sehingga mempunyai nilai kalori yang tinggi. Berdasarkan analisis ekonomi sederhana yang telah dilakukan, pengolahan susu sapi menjadi permen cukup menguntungkan. Produk permen susu ini masih dapat dikembangkan lagi dengan jenis yang lebih beragam, misalnya permen susu rendah kalori.Abstract: This community service program, we aim to develop a processed cow milk product which is milk candies. It is widely known that candies are dried products with a relatively long storage life due to their low water content. Therefore, processing the milk into candies is expected to increase the economic value of milk and hence contribute to farmers’ revenue. This community service program was implemented using several methods which were milk candy making training and assistance of product trials, marketing, and PIRT licensing. We also made several evaluations in the form of analyzing the nutrient composition of milk candies and evaluating the production and marketing processes. After given training and assistance, the milch cow farmer association could process fresh milk into various milk candies, e.g. milk hard candy, milk caramel candy, and ginger milk soft candy. Those variants of milk candies are the variants made from granulated sugar and glucose which give a high-calorie level. Besides, we made a modest economic analysis and found that processing cow milk into candies was profitable. We believe that these milk candy products are potential for another development and hence can come with more variants e.g. low-calorie milk candies.
TEKNOLOGI PEMBUATAN KERUPUK IKAN BULAK (SARDINE FIMBRIATA) DI UD. BISMILLAH Nurhayati Nurhayati; Maria Belgis; Sih Yuwanti; Shania Listyana Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 5 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.557 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i5.3070

Abstract

Abstrak: UD. Bismillah merupakan salah satu industri rumah tangga perseorangan yang memproduksi kerupuk mentah maupun matang untuk dipasarkan di desa sekitar. Alih teknologi yang dilakukan kepada UD. Bismillah berupa teknologi tepat guna dan analisis finansial usaha kerupuk ikan dengan menggunakan ikan “bulak” (Sardine fimbriata). Alih teknologi yang diberikan yaitu proses persiapan bahan yang dilakukan oleh pemilik, proses pencampuran bahan, pencetakan, pengukusan, pengeringan, dan pengorengan kerupuk oleh pegawai. Alat yang digunakan antara lain mesin pencetak kerupuk dengan konveyor, boiler dan steamer untuk proses pengukusan kerupuk serta tomang dan wajan untuk penggorengan kerupuk. Harga jual kerupuk yang sudah digoreng di tingkat pengecer/toko adalah Rp.200/buah. Penambahan ikan “bulak” dilakukan sebagai upaya pemanfaatan ikan nilai ekonomis rendah sebagai sumber gizi dan protein. Hasil analisis finansial menunjukkan dengan penambahan ikan bulak pada adonan menghasilkan nilai NPV Rp. 364.235.841,7; Net B/C sebesar 1,15; PBP sebesar 0,48 tahun atau 175,2 hari; ROI sebesar 2,1; dan BEP unit yang dihasilkan sebesar 10.648 kg. Hal ini menunjukkan usaha kerupuk ikan ‘Bulak’ layak untuk dijalankan, dengan harga jual Rp.22.800 per kg kerupuk ikan ‘Bulak’ matang.Kata Kunci: ikan; kerupuk; sardine fimbriata; Abstract:  UD. Bismillah is individually home industry that produces unfried and fried crackers for sale in nearby villages. Technology transfer was carried out to UD. Bismillah in the form of appropriate technology and financial analysis of fish cracker production using "Bulak" fish (Sardine fimbriata). The transfer of technology provided were i.e material preparation process carried out by the owner, while mixing ingredients, forming, steaming, drying and frying crackers process by employees. The equipment used were including crackers machine with conveyors, boilers, steamer, and tomang with pans for fried the crackers. The selling price of fried crackers at the retail / store was IDR 200 / piece. The addition of "Bulak" fish was carried out as an effort to utilize marginal economy (cheap) fish as a nutrition and protein source. The results of the financial analysis showed that the addition of Bulak fish into the dough were resulted NPV Rp. 364,235,841.7; Net B / C of 1.15; PBP 0.48 years or 175.2 days; ROI of 2.1; and the BEP units of 10,648 kg. Therefore, the 'Bulak' fish cracker business is feasible to run, by selling price was Rp. 22,800 per kg fried 'Bulak' fish crackers.  
PELATIHAN PENGOLAHAN KLEMBEN BERBAHAN TEPUNG BIJI TERATAI Rita Khairina; Yuspihana Fitrial; Iin Khusnul Khotimah; Nooryantini Soetikno
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 5 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1488.877 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i5.2954

Abstract

Abstrak: Secara turun temurun, tanaman teratai dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar sawah lebak Kabupaten Hulu Sungai Utara sebagai sumber karbohidrat pengganti beras. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pelatihan pengolahan klemben berbahan tepung biji teratai sebagai salah satu upaya peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar perairan rawa. Kegiatan dilaksanakan di Desa Hambuku Tengah, Kecamatan Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Sasaran pelatihan adalah anggota kelompok wanita tani di Desa Hambuku Tengah dan sasaran utama adalah pemilik UMKM Teratai Lestari yang sudah menekuni usaha pengolahan pengolahan bipang biji teratai salut cokelat. Salah satu upaya diversifikasi produk olahan berbahan tepung biji teratai maka dilakukan kegiatan pelatihan pengolahan Klemben berbahan tepung biji teratai. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk demontrasi, pelatihan dan pendampingan. Demontrasi pembuatan klemben tepung biji teratai, diberikan dengan secara partisipatif kepada seluruh peserta kegiatan. Selama pelatihan kepada peserta diberikan penyuluhan tentang keunggulan dan manfaat fungsional biji teratai. Hasil dari kegiatan ini adalah munculnya produk klemben berbahan tepung biji teratai sebagai usaha ekonomi baru berbasis biji teratai proses pendampingan usaha bagi kelompok mulai dari produksi, pengemasan, dan pemasaran tetap dilakukan. Abstract:  Klemben Processing Training Made From Lotus Seed Flour From generation to generation, the water lily plant is used by the people around the lowlands of Hulu Sungai Utara Regency as a source of carbohydrates to compliment to the rice. This community service activity provides training on the processing of klemben made from water lily seed flour as an effort to improve the economy of the community around swampy waters. The activity was carried out in Hambuku Tengah Village, Sungai Pandan District, Hulu Sungai Utara Regency. The target of the training is members of the female farmer group in Hambuku Tengah Village and the main target is the owner of the Teratai Lestari UMKM who is already in the business of processing the chocolate coated water lily seed “bipang”. One of the efforts to diversify the processed product made from water lily seed flour was carried out by training activities for Klemben processing made from water lily seed flour. Community service activities are carried out in the form of demonstrations, training and mentoring. A demonstration of making water lily seed flour klemben was given in a participatory manner to all activity participants. During the training, participants were given information about the advantages and functional benefits of water lily seeds. After the activity is completed, it is hoped that new economic business products based on lotus seed flour will emerge and business assistance for groups ranging from production, packaging and marketing.
PEMANFAATAN BUAH MANGROVE SONNERATIA SP. SEBAGAI BAHAN BAKU SIRUP DI DESA TANI BARU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Ita Zuraida; Ahmad Yuli; Indrati Kusumaningrum; Bagus Fajar Pamungkas
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 5 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.199 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i5.2975

Abstract

Abstrak: Desa Tani Baru di Sungai Delta Mahakam berada di kawasan hutan mangrove yang didominasi oleh mangrove jenis Sonneratia sp., yang dikenal sebagai “pedada, pidada, atau perepat”. Selama ini, buah pedada hanya dibiarkan matang di pohon dan jatuh ke air, sehingga diperlukan upaya untuk memanfaatkan buah tersebut. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat Desa Tani Baru mengenai manfaat dan cara mengolah buah pedada menjadi sirup. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu PKK Desa Tani Baru yang merupakan binaan PT. Pertamina Hulu Mahakam. Metode yang digunakan terdiri dari (1) penyuluhan tentang kandungan gizi dan manfaat buah mangrove Sonneratia sp., dan (2) pelatihan pembuatan sirup dari buah mangrove Sonneratia sp. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat Desa Tani Baru sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan. Peserta bukan hanya ibu-ibu PKK, namun banyak warga Desa Tani Baru yang ikut berpartisipasi. Peserta memperoleh tambahan pengetahuan tentang kandungan gizi buah pedada terutama vitamin C dan cara pengolahan buah pedada menjadi sirup dengan rasa yang khas. Peralatan untuk pembuatan sirup juga sederhana dan mudah diperoleh. Masalah yang dihadapi adalah kesulitan dalam pemasaran dan kedepannya diperlukan pendampingan untuk memperoleh ijin edar produk sirup buah mangrove. Abstract: Tani Baru Village on the Mahakam Delta River is located in a mangrove forest area which is dominated by mangroves of Sonneratia sp., which has the local name“pedada, pidada, or perepat”. So far, the pedada fruit has only been allowed to ripen on the tree and fall into the water, so efforts are needed to use the fruit. The aim of this training activity was to provide knowledge to the people of Tani Baru Village about the benefits and ways of processing pedada fruit into syrup. The activity’s target is the PKK group from Tani Baru Village who are assisted by PT. Pertamina Hulu Mahakam. The methods used consisted of (1) counseling on the nutritional content and benefits of Sonneratia sp., and (2) training on processing syrup from mangrove Sonneratia sp. The results of the activityshowed that the people of Tani Baru Village were very enthusiastic about participating in the training activities. The participants were not only PKK group, but many Tani Baru Village residents who participated. They do not know that pedada fruit has high nutritional content, especially vitamin C, and can be processed into syrup with a distinctive taste. The equipment for processing syrup is also simple and easy to obtain. The problem faced is the difficulty in marketing and in the future assistance is needed to obtain a distribution permit for mangrove syrup products.
OPTIMALISASI LAHAN PEKARANGAN SEBAGAI ALTERNATIF PENANGANAN KERAWANAN PANGAN PASCA BENCANA DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Muliatiningsih Muliatiningsih; Rosyid Ridho; Erni Romansyah; Suwati Suwati; Marianah Marianah; Syirril Ihromi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 4, No 5 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.392 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v4i5.3123

Abstract

Abstrak: Upaya pemantapan ketahanan pangan tidak terlepas dari penanganan kerawanan pangan. Desa Bengkaung merupakan salah satu desa di Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat yang merupakan salah satu desa berdampak bencana gempa yang terjadi pada bulan Agustus 2018. Upaya pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu altenatif peningkatan kesejahteraan masyarakat yaitu melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan dengan melakukan budidaya tanaman hortikultura. Tujuan dari Pengabdian ini ialah memberikan pemahaman kepada masyarakat khusunya ibu-ibu rumah tangga tentang pemanfaatan lahan pekarangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu melalui penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan. Dari hasil penyuluhan dan pelatihan diperoleh kesimpulan bahwa masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga di Dusun Bengkaung Daye Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat memerlukan informasi dan pelatihan mengenai pemanfaatan lahan pekarangan dan pembuatan pupuk. Abstract: Efforts to strengthen food security cannot be separated from handling food insecurity. Bengkaung Village is one of the villages in Batu Layar District, West Lombok Regency which is one of the villages of the earthquake disaster that occurred in August 2018. Community empowerment efforts as one of the alternatives to improve community welfare are through optimizing the use of yards by cultivating horticultural crops. The purpose of this Community Service is to provide an understanding to the community, especially housewives, about the use of yard land in meeting family food needs. The methods used in this activity are through counseling and training. From the results of counseling and training obtained from the community, especially housewives in Bengkaung Daye Hamlet, Batulayar District, West Lombok Regency, they need information and training on the use of yard land and fertilizer production.

Page 2 of 4 | Total Record : 35