cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 47 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2021): April" : 47 Documents clear
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI SEMINAR ONLINE SUMBER BELAJAR DI MASA PANDEMI COVID-19 Ayu Rissa Atika; Ifat Fatimah Zahro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1555.64 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4085

Abstract

Abstrak: Covid-19 melanda Indonesia lebih dari satu tahun. Banyak sektor di Indonesia yang terdampak akibat hal tersebut, termasuk sektor pendidikan. Langkah yang telah dilakukan oleh Mentri Pendidikan Indonesia ialah mengganti metode pembelajaran menjadi pembelajaran melalui jarak jauh. Pada pendidikan anak usia dini belajar dari rumah secara online sendiri menjadi suatu kesulitan untuk pendidik dalam pemilihan sumber belajar. Tujuan utama dilakukan seminar online ini untuk membantu pendidik PAUD/TK berinovasi dalam pembelajaran dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Hal tersebut yang mendasari diadakannya seminar online Inovasi pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dalam pembelajaran anak usia dini untuk pendidik paud di Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah. Pelaksanaan dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom yang di ikuti oleh 40 Guru. Hasil dari kegiatan ini pendidik memiliki strategi untuk melakukan inovasi kegiatan pembelajaraan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Guru dapat memaksimalkan kegiatan belajar dirumah dengan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan guna tercapainya capaian perkembangan walaupun dilakukan secara Daring. Abstract:  Covid-19 has hit Indonesia for more than a year. Many sectors in Indonesia are affected by this, including the education sector. The steps that have been taken by the Indonesian Ministry of Education are changing the learning method to distance learning. In early childhood education learning from home online itself becomes a difficulty for educators in choosing learning resources. The main objective of this online seminar is to help PAUD / Kindergarten educators innovate in learning by utilizing the surrounding environment as a learning resource. This is what underlies the holding of an online seminar on innovation in the use of the surrounding environment as a learning resource in early childhood learning for paud educators in Mrebet District, Purbalingga Regency, Central Java. The implementation was carried out online through the zoom application which was followed by 40 teachers. The result of this activity, educators have a strategy to innovate learning activities by utilizing the surrounding environment as a learning resource. Teachers can maximize learning activities at home with innovative and fun learning in order to achieve developmental achievements even though it is done online.
IMPROVING SOCIAL MEDIA LITERACY TO COLLEGE STUDENTS ABOUT COVID-19 HEALTH PROTOCOLS THROUGH VIRTUAL CLASSROOMS Haris, Risma; Suriati, Suriati; Rahmawati, Rahmawati; Indrawati, A.; Warda, Warda; Rizal, Faisal
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3573.92 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4178

Abstract

Abstract:  This community service (PKM) focuses on improving students' social media literacy skills through virtual classroom-based learning at PPs UIT Public Health. This determination of increasing social media literacy skills is motivated by the low level of social media literacy skills and information media design among students. In addition, the massive spread of Covid-19 protocol information in the community as well as the new phenomenon of social media users that increased during the pandemic. The goals achieved by this PKM: 1) improve social media literacy skills and information media design among students through virtual classroom-based learning activities 2) invite social media design practitioners as guest lecturers to share knowledge, 3) provide work experience for lecturers and students, 4) design the covid-19 health protocol information media. The method used is through lectures and demonstrations. Demonstration related materials were delivered through interactive dialogue. Furthermore, it is carried out with media design practices and uploaded to social media. This PKM produces health promotion product outcomes. Some of the components that have been achieved include: 1) achievement of the goals of PKM activities, 2) achieving the target material that has been compiled, 3) producing a media design for the Covid-19 health protocol information which is then shared on social media.Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini berfokus pada peningkatan keterampilan literasi media sosial mahasiswa melalui pembelajaran berbasis virtual classroom di Kesehatan Masyarakat PPs UIT. Penentuan peningkatan kemampuan literasi media sosial ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan literasi media sosial dan desain media informasi di kalangan Mahasiswa. Selain itu, penyebaran informasi protokol covid-19 dimasyarakat yang masif serta fenomena baru pengguna media sosial yang meningkat di masa pandemi. Tujuan yang dicapai PKM ini : 1) meningkatkan kemampuan literasi media sosial dan desain media informasi di kalangan mahasiswa melalui kegiatan pembelajaran berbasis virtual classroom 2) mendatangkan praktisi desain media sosial sebagai dosen tamu untuk sharing ilmu, 3) memberikan pengalaman kerja untuk dosen dan mahasiswa, 4) membuat desain media informasi protokol kesehatan covid-19. Metode yang digunakan adalah melalui ceramah dan demonstrasi. Materi-materi terkait demonstrasi disampaikan melalui dialog interaktif. Selanjutnya dilaksanakan dengan praktik desain media dan diupload ke media sosial. PKM ini menghasilkan outcome media promosi kesehatan. Beberapa komponen yang berhasil dicapai diantaranya: 1) ketecapaian tujuan kegiatan PKM berdasarkan evaluasi terlaksana 70%, 2) tercapainya target materi yang telah susun berdasarkan evaluasi terlaksana 75%, 3) menghasilkan desain media informasi protokol kesehatan Covid-19 yang selanjutnya dishare ke media social berdasarkan evaluasi terlaksana 90%.
PEMANFAATAN POTENSI ALAM MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SABUN BAGI KELOMPOK PEREMPUAN DI DESA DANGIANG, KECAMATAN KAYANGAN, KABUPATEN LOMBOK UTARA Rahmawati, Diah; Alpiana, Alpiana; Lestanata, Yudhi; Muslimin, Muslimin; Hafsah, Hafsah; Adiansyah, Joni Safaat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.445 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4057

Abstract

Abstrak: Desa Dangiang memiliki sumberdaya kelapa yang melimpah tetapi harga jual kelapa yang sangat rendah. Masyarakat terbiasa membuat minyak kelapa untuk kebutuhan sehari-hari. Pelatihan pembuatan sabun berbahan minyak kelapa dimaksudkan untuk meningkatkan nilai jual kelapa sehingga dapat menambah penghasilan masyarakat. Metode pembuatan sabun yang dipraktikkan adalah metode cold proses dengan dua pilihan resep sabun, yakni 100% minyak kelapa dan campuran minyak kelapa, minyak kelapa sawit, dan minyak zaitun. Serbuk kelor ditambahkan karena selain berkhasiat sebagai antioksidan juga sebagai pewarna alami. Hasil pelatihan berupa sabun  batang. Tanggapan masyarakat setelah menggunakan sabun buatan tersebut sangat positif, karena nyaman dipakai dan disukai oleh masyarakat. Sabun tersebut juga tidak mengandung bahan berbahaya seperti dietanolamine (DEA), Sodium Lauryl Sulfate (SLS), dan Triclosan. Ketertarikan masyarakat terhadap sabun tersebut menumbuhkan minat masyarakat untuk dapat memproduksi sabun sendiri dan berharap sabun tersebut dapat di perdagangkan sehingga dapat menambah pendapatan masyarakat. Abstract:  Dangiang Village has abundant coconut resources, but the selling price is meager. People are used to making coconut oil for their daily needs. The training in making soap made from coconut oil is intended to increase the villager’s income. The method of making soap used is the cold process method with two choices of soap recipes, namely 100% coconut oil and a mixture of coconut oil, palm oil, and olive oil. Moringa powder is added because besides being an antioxidant, it is also a natural dye. The resulting soap is a bar soap that is comfortable to use and is liked by the community. The soap also does not contain harmful ingredients such as diethanolamine (DEA), Sodium Lauryl Sulfate (SLS), and Triclosan. The villagers are interested in making the soap and hope that the soap can be traded so that it can increase people’s income.Dangiang Village has abundant coconut resources, but the selling price is meager. People are used to making coconut oil for their daily needs. The training in making soap made from coconut oil is intended to increase the villager’s income. The method of making soap used is the cold process method with two choices of soap recipes, namely 100% coconut oil and a mixture of coconut oil, palm oil, and olive oil. Moringa powder is added because besides being an antioxidant, it is also a natural dye. The resulting soap is a bar soap that is comfortable to use and is liked by the community. The soap also does not contain harmful ingredients such as diethanolamine (DEA), Sodium Lauryl Sulfate (SLS), and Triclosan. The villagers are interested in making the soap and hope that the soap can be traded so that it can increase people’s income.
KULIAH KERJA NYATA: PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN PENDAMPINGAN PENDIDIKAN Aliyyah, Rusi Rusmiati; Rahmawati, Rahmawati; Septriyani, Widiya; Safitri, Jaihan; Ramadhan, Siti Nu Paridotul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.992 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4122

Abstract

Abstrak: Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wujud nyata dari tugas dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni aspek pengabdian. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat desa Cidahu, maka terjadi sinergi antara perguruan tinggi dengan masyarakat sebagai wujud knowledge demokrasi. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat tentang pentingnya pendidikan guna membantu pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa. Pengabdian dilakukan melalui kegiatan: workshop pendidikan, seminar pendidikan, pengadaan sudut baca, teras impian, dan KKN mengajar. Hasil pengabdian memberikan gambaran naiknya semangat dan meningkatkan pemahaman masyarakat terutama guru dan orang tua tentang instrumen akreditasi PAUD, psikologi pendidikan, pentingnya membaca bagi anak, bimbingan belajar dan pembuatan media pembelajaran bagi guru sebagai bahan dalam mengajar di kelas yang berbasis tauhid. Abstract:  Field Work Lecture (KKN) is a tangible manifestation of lecturers and students' duties in implementing the Tri Dharma of Higher Education, namely the aspect of dedication. Through community service activities in Cidahu village, there will be synergy between universities and the community as a form of democratic knowledge. This service aims to provide an understanding to the local community about the importance of education to help the government educate the nation's children. The service is carried out through educational workshops, educational seminars, provision of reading corners, dream terraces, and teaching KKN. The results of this dedication provide an overview of increasing enthusiasm and increasing understanding of the community, especially teachers and parents, about PAUD accreditation instruments, educational psychology, the importance of reading for children, learning guidance, and making learning media for teachers as materials in teaching in classes based on tauhid.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PERAWATAN RAMBUT BAGI SISWI SMP TERBUKA Siregar, Jenny Sista; Irtawidjajanti, Sri; Pradana, Dela; Yuliana, Dina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.048 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4094

Abstract

Abstrak: Kompetensi kecantikan menjadi bagian dari kurikulum sekolah SMP Terbuka Cakung I yang berinduk pada SMP Negeri 138, Jakarta Timur. Adanya Pandemi COVID-19 merubah media pembelajaran yang digunakan dalam Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) dari tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dengan terbatasnya kepemilikan smartpone pada siswi maka pembelajaran online diputuskan menggunakan WhatsApp group. Tujuan pengabdian yaitu mengajarkan pengetahuan perawatan Rambut pada peserta didik di SMP Terbuka Cakung I yang berinduk pada SMP Negeri 138 Jakarta. Kegiatan ini dilakukan dalam kurun waktu tiga tahun mulai tahun 2019-2021. Tahun 2019 dilakukan pembelajaran tatap muka dan tahun 2020 metode belajar berupa diskusi melalui WhatsApps grup, membaca modul kecantikan, praktek di rumah masing-masing, dan evaluasi melalui tes tertulis. Hasil kegiatan pengabdian tahun 2020, dari 10 orang yang mengerjakan test, 50% dapat mengerjakan test tertulis dengan nilai di atas 70, sisanya di bawah nilai 70 sehingga bertambah pengetahuan siswi tentang perawatan rambut untuk jenis kulit kepala normal, berminyak dan kering serta kelainan kulit kepala. Abstract: Beauty competence is part of the curriculum for the Cakung I Open Middle School, which is based on SMP Negeri 138, East Jakarta. The existence of the COVID-19 pandemic has changed the learning media used in Community Service (P2M) from face-to-face to Distance Learning. With limited smartphone ownership for students, online learning was decided to use the WhatsApp group. The purpose of this activity is to teach knowledge of haircare to students at Cakung I Open Middle School, which is based on SMP Negeri 138 Jakarta. This activity is carried out over three years starting from 2019-2021. In 2019 face-to-face learning was carried out and in 2020 the learning method was in the form of discussion through group WhatsApps, reading beauty modules, practicing at home, and evaluating through questionnaires. The results of the community service activities in 2020, there are 10 people took the test and 50% were able to do a written test with a score above 70, the rest were below 70 so that students' knowledge about hair care for normal, dry, oily scalp types increased and scalp disorders. 
WORKSHOP EDUKASI MICROSOFT OFFICE 365 DALAM UPAYA OPTIMALISASI PEMBELAJARAN DARING DI MASA PANDEMI COVID-19 Awaru, A. Octamaya Tenri; Syam, Agus; Rahman, Abdul; Torro, Supriadi; Zulkifli, Zulkifli; Ferdiansyah, Emil; Khatimah, A. Khusnul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.835 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4078

Abstract

Abstrak: Pendemi Covid 19 yang mengglobal memaksa terjadinya perubahan dalam proses pembelajaran dari pembelajaran tatap muka berubah menjadi pembelajaran dalam tatap maya atau biasa disebut pembelajaran daring. Untuk mendukung pembelajaran daring agar mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih inklusif dan kolaboratif maka mengaplikasikan Microsoft office 365 merupakan salah satu solusinya. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kemampuan peserta dalam mengelola pembelajaran daring yang menarik dan menyenangkan serta membantu peserta melibatkan semua siswanya, memastikan kesetaraan dan inklusi di sekolah agar semua siswa dapat belajar dalam cara terbaiknya. Kegiatan workshop ini terdiri dari tujuh tahap yaitu: pertama, tahap menganalisis masalah, Kedua, dilakukan tahap observasi untuk menindak lanjuti hasil dari analisis masalah.  Ketiga, tahap penandatangan kerjasama dengan mitra, Tahap keempat Identifikasi Stakesholder, tahap kelima menyiapkan segala kebutuhan yang akan dilakukan dalam penyelenggaraan workshop micrisoft 365, tahap keenam  adalah tahap berjalannya proses workshop Microsoft 365. Tahap ketujuh yaitu review dan evaluasi, Workshop Edukasi microsoft office 365 dalam upaya optimalisasi pembelajaran daring melibatkan 22 orang guru SMA Kabupaten Sinjai. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan guru dalam menciptakan pembelajaran daring yang berkualitas dengan menggunakan Microsoft office 365. Yang di tunjukkan dengan hasil evaluasi akhir berupa 86,36 persen peserta menyatakan sangat sesuai dengan kebutuhan guru dalam melaksanakan pembelajaran daring. Abstract: The Covid 19 epidemic that runs on changes in the learning process from face-to-face learning turns into virtual face-to-face learning or so-called brave learning. To support bold learning so as to be able to create a more inclusive and collaborative learning environment, applying Microsoft office 365 is one of the solutions. This workshop aims to improve and enhance the abilities of participants in a courageous and fun student organization and to help participants involve all their students, ensuring equality and inclusion in schools so that all students can learn in their best possible way. The workshop activity consists of seven stages, namely: first, the problem analysis stage. Second, the observation stage is carried out to follow up on the results of the problem analysis. The third stage, the signing of cooperation with partners, the fourth stage of Stakesholder Identification, the fifth stage of the requirements for the needs to be carried out in the implementation of the Microsoft 365 training, the sixth stage is the ongoing stage of the Microsoft 365 training process. The seventh stage is review and evaluation, the Microsoft Office 365 Education Workshop in Brave learning optimization efforts involved 22 high school teachers in Sinjai Regency. The result of this activity is the knowledge and skills of teachers in creating bold and quality learning using Microsoft Office 365. As shown by the results of the final evaluation in the form of 86.36 percent of participants who were admitted to be very in accordance with the needs of teachers in implementing bold learning.
PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS DARING DI ERA NEW NORMAL PADA GURU SMA NEGERI 2 DEWANTARA Astuti, Nia; Nurhayati, Nurhayati; Yuhafliza, Yuhafliza; Nurmina, Nurmina; Isnani, Wirdatul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.028 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4147

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk melatih guru-guru terutama guru di SMA Negeri 2 Dewantara dalam menyusun dan mengembangkan media pembelajaran sebagai salah satu komponen bahan ajar berbasis daring di era new normal. Pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini, pemateri atau nara sumber mengajari, mengarahkan, dan melatih guru untuk menggunakan aplikasi Whatsapp, Google Clasroom, Google Meet, dan Zoom di dalam pembelajaran berbasis daring. Metode pelaksanaan kegiatan ini secara garis besar terdiri atas 5 metode, yaitu (1) Identifikasi dan analisis masalah yang dialami oleh guru-guru. (2) Sosialisasi dalam menyusun bahan ajar berbasis daring dan multimedia kepada guru-guru untuk dikembangkan di dalam pembelajaran. (3) Simulasi atau peer teaching. (4) Pendampingan implementasi pembelajaran. (5) Evaluasi. Berdasarkan hasil dari pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis daring di era new normal di SMA Negeri 2 Dewantara dapat diketahui bahwa penggunaan aplikasi whatsup grup sudah dikombinasikan menjadi pembelajaran daring menggunakan aplikasi lainnya, yaitu 32% memanfaatkan aplikasi Google Clasroom, 4% telah menggunakan google meet, 10% menggunakan aplikasi zoom, dan 52% pemanfaatan blended learning. Abstract:  This Community Service (PkM) is entitled Training on Development of Online-Based Teaching Materials in the New Normal Era for Teachers at SMA Negeri 2 Dewantara Aceh Utara which aims to train teachers, especially teachers at SMA Negeri 2 Dewantara in compiling online-based teaching materials in the new era. normal. In this Community Service (PkM) activity, the speaker or resource person teaches, directs and trains teachers to use the Whatsapp, Google Clasroom, Google Meet, and Zoom applications in online-based learning. The method of implementing this activity generally consists of 5 methods, namely (1) Identification and analysis of problems experienced by teachers. (2) Socialization in compiling online and multimedia-based teaching materials for teachers to be developed in learning. (3) Simulation or peer teaching (4) Assistance in implementing learning. (5) Evaluation, After measuring the level of ability and understanding of participants or teachers in understanding and developing online-based learning media, the results obtained are  32% uses google classroom application, 4% uses google meet, 10% uses the zoom application, and 52% already uses blanded learning.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MELALUI PELATIHAN PENGOLAHAN TEPUNG IKAN DAN PEMBUATAN PAKAN IKAN/TERNAK BAGI MASYARAKAT PESISIR PULAU DOOM KOTA SORONG Sayuti, Mohammad; Saidin, Saidin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.732 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4035

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Pulau Doom melalui pemanfaatan limbah ikan menjadi tepung ikan dan pakan ikan/ternak sehingga membantu pemerintah menangani permasalahan ketahanan pangan di Indonesia, membuka lapangan kerja baru sehingga dapat membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran. Metode pelaksana kegiatan pengabdian ini adalah ceramah dan praktik langsung pengolahan tepung dan pembuatan pakan ikan. Metode pearson square digunakan untuk formulasi pembuatan pakan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah seluruh peserta mampu memahami konsep pelatihan dan mampu membuat tepung dan pakan ikan secara mandiri. Materi kegiatan sangat dibutuhkan masyarakat untuk menjawab pemanfaatan hasil samping penangkapan dan limbah ikan. Abstract: This service activity aims to improve the welfare of the people of Doom Island through the use of fish waste into fish meal and fish / livestock feed so to help the government deal with food security problems in Indonesia, open new jobs so that it can help the government reduce unemployment. The method of implementing this service activity is lectures and direct practice of processing fish flour and making fish feed. Pearson square method is used for the formulation of feed production. The result of this service activity was that all participants were able to understand the concept of training and were able to independently make fish meal and feed. The community needs the material for the activity to respond the utilization of by catch and waste fish products.
PELATIHAN LABELING KEMASAN PRODUK UMKM MITRA BINAAN POSYANTEK AL-IKHLAS Lusianingrum, Farah Putri Wenang; Purbohastuti, Arum Wahyuni; Hidayah, Asmi Ayuning
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.096 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4105

Abstract

Abstrak: Pemerintah telah mengeluarkan aturan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 1999 dengan mewajibkan pelaku usaha untuk mencantumkan label pada kemasan produknya. Hal ini sering diabaikan termasuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan dari Posyantek Al-Ikhlas. Mayoritas mitra binaannya bermasalah dalam pengemasan produk terutama belum adanya lebel pada kemasan untuk membungkus produk. Padahal mayoritas mitra binaan produksinya berupa makanan. Berdasarkan permasalah ini, maka tujuan dari adanya pelaksanaan kegiatan pengabdian yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan (kualitas SDM) pelaku UMKM melalui pelatihan labeling pada kemasan. Program kegiatan pelatihan dan pendampingan dilaksanakan melalui empat tahapan yaitu sosialisasi, persiapan, pelaksanaan kegiatan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yaitu peningkatan pengetahuan dan terciptanya labeling kemasan produk. Labeling kemasan yang tercipta belum dilengkapi dengan adanya legalitas halal dan ijin produksi, sehingga pada kegiatan pengabdian selanjutnya perlu dilaksanakan pendampingan dalam pembuatan sertifikat halal dan ijin produksi bagi pelaku UMKM Bina Posyantek Al-Ikhlas. Abstract:   The government has issued a rule through Government Regulation No. 69 of 1999 by requiring businesses to include labels on the packaging of their products. This is often overlooked including small and medium-sized micro enterprises (MSMEs) assisted by Posyantek Al-Ikhlas. The majority of its partners have problems in product packaging, especially the lack of label on the packaging to wrap the product. Whereas the majority of its production partners are in the form of food. Based on this problem, the purpose of the implementation of devotion activities is to improve the knowledge and skills (quality of human resources) of MSMEs through labeling training on packaging. The training and mentoring program is carried out through four stages, namely socialization, preparation, implementation of activities, as well as monitoring and evaluation. The result of the implementation of this devotional activity is the improvement of knowledge and the creation of product packaging labeling. The packaging labeling that is created is not equipped with halal legality and production permits so that in the next service activities assistance is needed in making halal certificates and production permits for SMEs Bina Posyantek Al-Ikhlas.
PENGEMBANGAN TENUN LIDI NIPAH MOTIF ACEH GUNA MENDUKUNG PRODUK EKONOMI KREATIF DI KABUPATEN ACEH TIMUR Baihaqi, Baihaqi; Suwardi, Adi Bejo; Navia, Zidni Ilman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.69 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.3909

Abstract

Abstrak: Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan tenun lidi nipah motif aceh sebagai produk ekonomi kreatif sehingga mampu bersaing dengan produk-produk kreatif lainnya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa matang gleum kecamatan peureulak kabupaten aceh timur.Metode yang digunakan adalah melalui participatory technology development berupa teknologi mesin tenun lidi nipah kepada 23 anggota kelompok bungong chirih melalui beberapa tahapan yakni koordinasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa kelompok bungong chirih telah mampu memproduksi aneka produk kerajinan tenun dari lidi nipah. Pada tahun 2019 jumlah produk tenun lidi nipah yang dihasilkan oleh kelompok adalah 10 jenis produk, namun pada tahun 2020 jumlah aneka produk tenun lidi nipah yang mampu diproduksi oleh kelompok bungong chirih sebanyak 34 jenis dan juga meningkatnya varian produk  tenun lidi nipah motif khas aceh sebanyak 24 jenis varian. Hasil pendampingan  memperlihatkan bahwa anggota kelompok telah mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk termasuk jenis produk dan varian produk. Peserta pelatihan telah memahami secara baik penggunaan alat tenun mesin, mesin peraut, pengoperasian sistim komputer microsoft word dan excel, pencatatan produk melalui website kelompok, manajemen keuangan dan pemasaran produk baik offline dan online serta pembuatan bordir motif khas aceh sebagai produk ekonomi kreatif di kabupaten aceh timur. Abstract: The implementation of this regional superior product development program aims to develop Acehnese motif nipah stick weaving as a creative economic product so that it was be able to compete with other creative products in order to improve the welfare of matang gleum village peureulak sub-district Aceh Timur district. The method used is through participatory technology development in the form of nipah stick weaving technology to 23 members of Bungong Chirih group through several stages, namely coordination, socialization, training, mentoring, monitoring and evaluation. The results of the community service activities show that bungong chirih group has been able to produce various kinds of woven handicraft products. In 2019 the number of nipah stick woven products produced by the group was 10 types of products, but in 2020 the number of various nipah stick weaving products that can be produced by Bungong Chirih group were 34 types and also  increaseing in product variants of nipah stick weaving with typical Acehnese motifs of 24 variant types. The result shown the member of group have been able to increase quality and quantity of the product including kinds and variants of products. The participants have been understood correctly the usage of woven machine, the operational of microsoft word and excel, taking note of product through website, financial and marketing management offline and online and producing of  acehenese embroidery as creative product in aceh timur district.