cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 95 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2023): April" : 95 Documents clear
EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA SEBAGAI UPAYA PENURUNAN ANGKA ANEMIA PADA WANITA USIA SUBUR USIA 15-24 TAHUN Tan Mike Pratiwi; Noviyati Rahardjo Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.12915

Abstract

Abstrak: Sebanyak 48.9% remaja putri di Indonesia mengalami anemia pada tahun 2018. Anemia ini dapat menyebabkan menurunnya kesehatan reproduksi, kecerdasan terhambat, menurunnya perkembangan motoric dan mental, menurunnya prestasi belajar, tinggi badan tidak dapat tercapai maksimal, dan menurunnya tingkat kebugaran. Anemia merupakan keadaan turunnya jumlah masa eritrosit yang ditandai dengan turunnya kadar hitung eritrosit, hematocrit, dan hemoglobin. Anemia diperkirakan terjadi pada lebih dari 30% penduduk di dunia dan sebesar 48.9% remaja putri di Indonesia mengalami anemia pada tahun 2018. Anemia pada remaja dapat menyebabkan menurunnya kesehatan reproduksi, kecerdasan terhambat, menurunnya perkembangan motoric dan mental, menurunnya prestasi belajar, tinggi badan tidak dapat tercapai maksimal, dan menurunnya tingkat kebugaran. Pengetahuan sangat penting untuk membentuk perilaku seseorang terutama dalam pencegahan anemia. Pengetahuan yang baik mengenai anemia maka akan berdampak baik pada cara bertindak dan pencegahan terjadinya anemia. Penyuluhan merupakan salah satu upaya perubahan perilaku manusia yang dilakukan melalui pendekatan edukatif. Tujuan dari kegiatan ini yaitu agar wanita usia subur, khususnya di usia 15-24 tahun, dapat mengidentifikasi dini anemia dan mencegah terjadinya anemia. Metode dari kegiatan ini berupa penyuluhann kepada mahasiswi. Jumlah mitra yang menjadi sasaran adalah 10 mahasiswi yang tergolong wanita usia subur pada mitra remaja Masjid Sabilarasyad. Hasil yang dicapai adalah peningkatan pengetahuan mahasiswi mengenai anemia dengan presentase hasil pretest yang dikategorikan berpengetahuan baik 60% dan berpengetahuan cukup 40% setelah dilakukan penyuluhan didapatkan presentase hasil posttest dengan kategori berpengetahuan baik 100%. Abstract: As many as 48.9% of young women in Indonesia experienced anemia in 2018. This anemia can lead to decreased reproductive health, stunted intelligence, decreased motor and mental development, decreased academic achievement, non-maximum height, and decreased fitness levels. Counseling is an effort to change human behavior through an educative approach. The aim of this activity is for women of childbearing age, especially those aged 15-24 years, to identify anemia early and prevent it from occurring. The method of this activity is counseling. The number of partners who were targeted were 10 female students who were classified as women of childbearing age at the Sabilarasyad Mosque youth partners. The results achieved were an increase in female students' knowledge about anemia with the percentage of pretest results categorized as well knowledgeable 60% and sufficiently knowledgeable 40% after the counseling was carried out the percentage of posttest results was categorized as well knowledgeable 100%.  
PENDAMPINGAN UMKM DALAM MENGHASILKAN VIDEO PROFIL USAHA MADU DAN VIDEO POTENSI USAHA BUDIDAYA KELULUT Ana Noor Andriana; Dheris Mahendra; Celomita Aurelia Aliyas; Chadijatus Salmah; Fika Sintia; Silfa Salma Shine; Edward Collin Cristian; Aji Nadiya Rahmadhani; Indrawanti Febri Valencia; Diana Tri Ambarwati; A. Muh. Aqsha Zulkarnain; Wariyanti Mayang Sari; Dhelina Putri P
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13729

Abstract

Abstrak: Madu kelulut merupakan salah satu komoditas yang berkembang pesat di desa Tajur. Namun, masih belum banyak orang yang memahami manfaat dari mengonsumsi madu kelulut sehingga usaha ini hanya dijadikan sebagai usaha sampingan saja bagi sebagian masyarakat Desa Tajur. Sehingga diperlukan suatu sarana pengenalan madu kelulut secara khusus kepada masyarakat melalui kegiatan pendampingan pembuatan video profil dan video potensi madu kelulut. Tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah membantu memperkenalkan manfaat serta kegunaan dari madu kelulut kepada masyarakat luas melalui video sekaligus membantu pembudidaya madu kelulut dalam strategi mempromosikan dagangan madu kelulut. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu pendampingan kepada anggota Kelompok Tani Hutan secara luring dan bertahap. Jumlah peserta pendampingan dalam kegiatan ini sebanyak 23 orang yang merupakan anggota Kelompok Tani Hutan. Hasil yang dicapai yaitu hampir 70% peserta mendapatkan peningkatan pemahaman tentang cara membuat video profil usaha mereka melalui tes praktik yang dilakukan setelah demonstrasi.Abstract: Madu Kelulut is one of the commodities that is growing rapidly in Tajur. However, there are still not many people who understand the benefits of consuming kelulut honey so this business is only used as a side business for some people in Tajur. So that a means of introducing kelulut honey specifically to the community is needed through mentoring activities to make profile videos and videos of the potential of kelulut honey. The purpose of holding this activity is to help introduce the benefits and uses of kelulut honey to the wider community through video as well as helping kelulut honey cultivators in strategies to promote the trade of kelulut honey. The method of implementing activities is assistance to members of the Forest Farmer Group offline and in stages. The number of mentoring participants in this activity was 23 people who were members of the Forest Farmers Group. The result was that almost 70% of participants gained an increased understanding of how to make a video of their business profile through a practical test conducted after the demonstration.
SOSIALISASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS PRIVAT GUNA PENINGKATAN KUALITAS PELAPORAN KEUANGAN PADA KUD RUKUN JAYA Ari Sita Nastiti; Yayah Ikhda Nevia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13298

Abstract

Abstrak: Mitra ialah KUD Rukun Jaya yang beroperasional pada bidang usaha simpan pinjam dan penjualan kebutuhan pokok masyarakat serta berlokasi di Desa Rambipuji – Kabupaten Jember. Mitra memiliki beberapa masalah dalam usahanya, yakni: belum memiliki pemahaman mengenai SAK Entitas Privat serta belum memanfaatkan media digital dalam strategi pemasarannya. Oleh karenanya, Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) menjalin kerjasama dengan Mitra dalam kegiatan Sosialisasi SAK Entitas Privat guna Peningkatan Kualitas Pelaporan Keuangan Mitra. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory learning. Kegiatan PKM berlangsung pada Bulan Januari hingga Maret 2022. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dalam bentuk penyampaian materi oleh Tim PKM mengenai Strategi Pemasaran dengan Pemanfaatan Media Online (Digital Marketing), Penyusunan Laporan Keuangan Koperasi serta SAK Entitas Privat. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, diketahui bahwa pemahaman Mitra mengenai SAK Entitas Privat masih belum menyeluruh. Adapun pemahaman Mitra mengenai strategi digital marketing sudah cukup baik. Untuk itu, diperlukan pelatihan lanjutan secara bertahap agar diperoleh pemahaman menyeluruh Mitra akan SAK Entitas Privat. Abstract: Partner is one of the Village Unit Cooperative (KUD) in Rambi Puji Village in Jember Regency which is engaged in the savings and loan business and selling basic needs of the community. Some of the problems experienced by Partners, among others: do not have an understanding of SAK for Private Entity and have not utilized digital media in their marketing strategy. Therefore, the Community Partnership Program Team (PKM) cooperates with partners in the Socialization of SAK for Private Entity activities to Improve the Quality of Financial Reporting of KUD Rukun Jaya. The implementation method in this PKM activity uses a participatory learning approach. PKM activities take place from January to March 2022. This PKM activity is carried out in the form of delivering material by the PKM Team regarding Marketing Strategies by Utilizing Online Media (Digital Marketing), Preparation of Cooperation Financial Reports and SAK for Private Entity. Based on the analysis of Partner problems, the solution offered by the PKM Team to Partners is to provide understanding regarding the preparation of cooperation financial reports and socialize SAK for Private Entity as well as the use of online media and market place platforms to improve Partner's marketing strategies.  
PELATIHAN DETEKSI DINI GIZI BURUK PADA BALITA MENGGUNAKAN PITA LINGKAR LENGAN ATAS UNTUK KADER POSYANDU Naintina Lisnawati; Anggit Rizkika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13620

Abstract

Abstrak: Masalah gizi menjadi prioritas yang masuk dalam Sustainable Development Goals (SDG’s). Kelompok yang sangat rentan mengalami kekurangan gizi adalah balita yang seringkali ditemukan mengalami gizi buruk, namun orang tua kurang menyadari. Kader Posyandu adalah stakeholder yang dapat membangun kepercayaan di masyarakat yang perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan gizi buruk maka dilakukan pelatihan deteksi dini gizi buruk dengan pita lingkar lengan atas (Lila) untuk kader posyandu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keahlian dan keterampilan kader sehingga dapat ikut serta dalam upaya penurunan gizi buruk. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan paparan materi dan simulasi cara deteksi dini gizi buruk. Kegiatan pelatihan ini dilakukan di ruang pertemuan Balai Desa Sumowono dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang. Kegiatan pelatihan disambut dengan antusias dan dapat meningkatkan keterampilan kader. Sebelum dilakukan pelatihan, sebagian besar kader belum dapat melakukan pengukuran lingkar lengan atas balita dengan benar. Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat ini setelah dilakukan pelatihan, sebanyak 90% kader sudah bisa mengukur lingkar lengan atas balita dan menginterpretasikannya secara benar.Abstract: Nutrition is one of the priority issues included in the points of the Sustainable Development Goals (SDG's). The group that is most vulnerable to malnutrition is the toddler. Toddlers are often found to be suffering from malnutrition which sometimes their parents are not aware. Posyandu cadres become one of the stakeholders who can build trust in the community and need to be equipped with adequate knowledge and skills. In the context of preventing and overcoming malnutrition, training on early detection of malnutrition on upper arm circumference ribbons for posyandu cadres is carried out. This community service activity aims to improve the expertise and skills of cadres so that they can participate in reducing cases of malnutrition. The implementation of this activity was carried out by providing exposure to material related to malnutrition, and simulating together how to detect early with upper arm circumference ribbons. This training activity was conducted in the Sumowono Village Hall meeting room. Participants who took part in the training activities were posyandu cadres in the working area of the Sumowono Health Center as many as 20 people. The training activities went well and were greeted enthusiastically by the participants. Before training, most of the cadres had not been able to measure the upper arm circumference of toddlers correctly. Based on this community service activity, after the training, as many as 90% of the cadres were able to measure the upper arm circumference of toddlers and interpret it correctly.
PENYULUHAN DAN DEMO PENGOLAHAN MP-ASI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN WAWASAN KADER POSYANDU DALAM PELAYANAN GIZI MASYARAKAT Niken Widyastuti Hariati; Aprianti Aprianti; Rita Kirana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13184

Abstract

Abstrak: Kader memiliki peran yang sangat penting sebagai perpanjangan tangan pemberian informasi kesehatan kepada masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas dan status gizi khususnya kesehatan ibu dan anak. Baik tidaknya pengetahuan kader akan berdampak terhadap informasi yang diberikan kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan penyuluhan dan demo pengolahan MP-ASI yang baik dan benar kepada kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Sungai Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan sebanyak 39 orang untuk lebih meningkatkan wawasan dalam pelayanan gizi di posyandu. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui beberapa tahap kegiatan. Tahap pertama pra-test dan penyuluhan, tahap kedua demo masak dan post-test dan tahap ketiga evaluasi pendampingan kader. Pada tahap pertama dilakukan pengumpulan data dengan kuesioner (pra-test) kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi penyuluhan tentang konsep dasar pemberian dan pengolahan MP-ASI. Tahap kedua, demo cara pengolahan MP-ASI dan diakhiri dengan pengumpulan data post-test. Tahap akhir dilakukan pendampingan dan evaluasi pengetahuan dan kemampuan kader melakukan edukasi kepada ibu balita saat kunjungan ke rumah. Hasil pra-test rerata pengetahuan kader sebesar 46% dan post-test sebesar 74%. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa pemberian penyuluhan dan demo pengolahan MP-ASI meningkatkan pengetahuan kader dengan rerata peningakatan sebesar 28 %. Abstract: Cadres have a very important role as an extension of providing health information to the community in an effort to improve the quality and nutritional status, especially maternal and child health. Whether the cadre's knowledge is good or not will have an impact on the information provided to the community. This service activity aims to conduct counseling and demonstrations of good and correct MP-ASI processing to cadres in order to further improve their insight in nutrition services at posyandu. Service activities are carried out through several stages of activity. The first stage is pre-test and counseling, the second stage is cooking demonstration and post-test and the third stage is evaluation of cadre assistance. In the first stage, data collection was carried out with a questionnaire (pre-test) then continued with the provision of counseling material on the basic concepts of MP-ASI feeding and processing. In the second stage, a demonstration on how to process complementary food and ended with the collection of post-test data. The final stage was assistance and evaluation of cadres' knowledge and ability to educate mothers of toddlers during home visits. The average pre-test result of cadre knowledge was 46% and post-test was 74%. From these results it was concluded that the provision of counseling and demonstration of MP-ASI processing increased the knowledge of cadres with an average increase of 28%.  
PENYULUHAN AGAMA DALAM PENCEGAHAN PENYALAHAGUNAAN NARKOBA MENUJU DESA TANGGUH, MANDIRI DAN TERDEPAN Rahmadi Ali; Alkausar Saragih; Ika Sandra Sewi; Novita Friska Surbakti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13123

Abstract

Abstrak: Peredaran dan penyalahgunaan narkoba semakin marak dan mengkhawatirkan. Tidak hanya di wilayah perkotaan namun sudah masuk pedesaan. Hal ini menjadikan desa merupakan wilayah strategis dalam peredaran narkoba. Kegiatan penyuluhan agama akan dampak narkoba bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan penguatan terhadap para remaja, karena remaja adalah cikal bakal dalam kemajuan desa. Mitra dari kegiatan ini adalah warga desa Tanjung Rejo yang terdiri dari remaja, perangkat desa dan orang tua yang berjumlah 26 orang. Kegiatan penyuluhan agama memiliki 4 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut. Kemudian hasil dari penyuluhan ini adanya peningkatan pengetahuan peserta yaitu berupa pemahaman akan jenis narkoba sebanyak 50 persen, dampak laten dari narkoba sebanyak 35 persen, Langkah-langkah pencegahan narkoba sebanyak 55 persen dan ayat-ayat tentang keharaman narkoba dari sebanyak 45 persen, Kemudian penyuluhan juga diberikan agar terdapat peningkatan pemahaman akan bahaya narkoba oleh remaja, perangkat desa dan orang tua, kemudian adanya penguatan keimanan bahwa narkoba adalah zat haram dikonsumsi, hal ini merupakan cita-cita bersama untuk mewujudkan Desa Tangguh, Mandiri dan Terdepan.Abstract: Trafficking and drug abuse are increasingly widespread and worrying. Not only in urban areas but also in rural areas. This makes the village a strategic area in drug trafficking. Religious counseling activities on the effects of drugs aim to provide knowledge and strengthen youth, because youth are the forerunners of village progress. The partners of this activity were residents of Tanjung Rejo village consisting of 26 youths, village officials and parents. Religious counseling activities have 4 stages, namely preparation, implementation, evaluation and follow-up. Then the result of this counseling is an increase in participant knowledge, namely in the form of an understanding of the types of drugs by 50 percent, the latent effects of drugs by 35 percent, Drug prevention measures by 55 percent and verses about the prohibition of drugs by 45 percent, Then counseling also given so that there is an increase in understanding of the dangers of drugs by teenagers, village officials and parents, then there is a strengthening of the belief that drugs are illegal substances to consume, this is a shared goal to create a village Tough, Independent and Forefront.
CEGAH STUNTING MELALUI PENDAMPINGAN KADER DENGAN PENGGUNAAN TIKAR PERTUMBUHAN Siti Maryani; Nuril Nikmawati; Munayarokh Munayarokh; Wahyu Pujiastuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.12850

Abstract

Abstrak: Saat ini stunting menjadi fokus perhatian masalah gizi oleh pemerintah Indonesia karena tidak hanya menyebabkan kelainan fisik namun juga kognitif yaitu berupa kecerdasan yang kurang pada balita. Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) pada tahun 2019, prevelensi stunting di Indonesia mencapai 27,7%. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan kelompok masyarakat tertentu (kader kesehatan) dalam hal pencegahan stunting pada balita melalui penggunaan tikar pertumbuhan sebagai alat bantu deteksi dini stunting. Metode yang di gunakan adalah dengan sosialisasi dan pendampingan kader dalam penggunaan tikar pertumbuhan. Pelaksanaan pengabdian di Desa Kalijoso dengan 20 kader yang terbagi 2 kelompok. Kegiatan dengan sosialisasi terkait stunting dan penggunaan tikar pertumbuhan dalam pengukuran tinggi badan balita dan dilanjutkan dengan praktik penggunaan tikar pertumbuhan. Pengabdi melakukan monitoring dan evaluasi ke posyandu untuk memantau penggunaan tikar pertumbuhan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat berupa edukasi tentang penggunaan tikar pertumbuhan dengan sasaran kader kesehatan di Desa Kalijoso telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Terdapat peningkatan pengetahuan dari 73% menjadi 90%. Abstract: Currently stunting is the focus of attention on nutrition issues by the Indonesian government because it not only causes physical but also cognitive abnormalities, namely in the form of less intelligence in toddlers. Based on data from the Indonesian Toddler Nutrition Status Survey (SSGBI) in 2019, the prevalence of stunting in Indonesia reached 27.7%. The purpose of this community service is to increase the knowledge of certain community groups (health cadres) in terms of preventing stunting in toddlers through the use of growth mats as an aid for early detection of stunting. The method used is by socializing and assisting cadres in using growth mats. Implementation of community service in Kalijoso Village with 20 cadres divided into 2 groups. Activities with socialization related to stunting and the use of growth mats in measuring toddler height and continued with the practice of using growth mats. The servant conducts monitoring and evaluation at the posyandu to monitor the use of growth mats. The implementation of community service in the form of education about the use of growth mats with the target of health cadres in Kalijoso Village has been successfully carried out. There is an increase in knowledge from 73% to 90%.  
PENDAMPINGAN PRAKTIKUM DAN UJI SERTIFIKASI MANDOR BAGI CALON LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Kasmir Gon
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13948

Abstract

Abstrak : Untuk mempersiapkan calon lulusan Teknik Bangunan SMKN 2 Wewewa Barat Provinsi NTT, pihak sekolah bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya untuk menyelenggarakan Uji Sertifikasi Mandor tanggal 9 sampai 10 April 2021, seluruh biaya bersumber dari APBN, pihak sekolah mendata peserta, menyiapkan TUK, material, dan peralatan praktikum. Uji sertifikasi ini sekaligus wadah PkM yang dilaksanakan dengan metode briefing diskusi, praktikum, dan uji sertifikasi. Sistem evaluasinya meliputi pretest, evaluasi saat praktikum dan posttest. Tujuan PkM adalah meningkatkan jumlah lulusan bersertifikat kompeten Level II dari nol menjadi 38 orang. Nilai rata-rata pretest sebesar 47,84 < 60 dan nilai rata-rata posttest untuk aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap meningkat menjadi 80,42 > 60, dimana terjadi peningkatan kompetensi 68,10%. Dari uji sertifikasi diperoleh hasil bahwa 38 orang peserta atau asesi dinyatakan Kompeten (K) atau 100% Kompeten dan asesor telah merekomendasikan kepada BNSP melalui Pihak Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya untuk menerbitkan sertifikat kompetensi keterampilan Level II bagi asesi yang telah dinyatakan Kompeten (K).Abstract: To prepare prospective graduates of Building Engineering SMKN 2 Wewewa Barat NTT Province, the school is working with the Surabaya Region IV Construction Services Center to hold a Foreman Certification Test from 9 to 10 April 2021, all costs are sourced from the APBN, the school records participants, prepares TUK, materials and practicum equipment. This certification test is also a PkM platform which is carried out using the briefing/discussion method, practicum, and certification test. The evaluation system includes pretest, evaluation during practicum and posttest. The pretest average score was 47.84 < 60 and the posttest average score for aspects of knowledge, skills and attitudes increased to 80.42 > 60, an increase in competence of 68.10%. It was found that 38 participants or assessors were declared Competent (K) or 100% Competent and the assessors had recommended to BNSP through the Construction Service Center Region IV Surabaya to issue Level II skill competency certificates for assessors who had been declared Competent (K). 
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG REMAJA SEHAT DAN CERDAS UNTUK MENCIPTAKAN GENERASI ANTILOWBATT DI SMK Ulfatul Latifah; Riska Arsita H; Mutiarawati Mutiarawati; Istiqomah Dwi Andari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13507

Abstract

Abstrak: Makanan bergizi adalah power supply penting yang harus terpenuhi, akan tetapi menjadikan jauh lebih dahsyat, dengan asupan gizi yang seimbang akan membawa dampak luar biasa bagi tubuh. Kalau tubuh ini kita ibaratkan gadget, maka asupan makanan itulah yang jadi charger-nya yang akan mensuplai energi ke baterai tubuh kita Maka baterai kita perlu banget dicharge dengan gizi yang seimbang, lengkap karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, air dan serat. Tujuan Kegitan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang Remaja sehat dan cerdas untuk menciptakan genarasi antilowbatt. Metode yang digunakan dalam bentuk sosialisasi kepada siswa SMK Negeri 2 Slawi yang di hadiri sejumlah 32 siswi, kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 – 13 Januari 2023. Hasil pretest dan posttest terdapat peningkatan pengetahuan para siswa yaitu dari nilai pre tes terdapat siswa dengan pengetahuan kurang sebanyak 89,7% setelah dilakukan post test terdapat 93,7% siswa mempunyai pengetahuan baik. Abstract: Nutritious food is an important power supply that must be fulfilled, but making it even more powerful, with a balanced nutritional intake will have a tremendous impact on the body. If we compare the body to a gadget, then food intake is the charger that will supply energy to our body's battery. So our batteries really need to be charged with balanced nutrition, complete with carbohydrates, protein, fat, vitamins and minerals, water and fiber. The purpose of this community service activity is to increase knowledge about healthy and intelligent youth to create an anti-lowbatt generation. The method used was in the form of outreach to students of SMK Negeri 2 Slawi which was attended by 32 students, the activity was carried out on January 12-13 2023. The pretest and posttest results showed an increase in students' knowledge, namely from the pre-test scores there were 89 students with less knowledge 89.7% after the post test was carried out there were 93.7% of students who had good knowledge.  
PENGINTEGRASIAN TPACK DAN HOTS DALAM MENDESAIN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF PELAJARAN BAHASA INGGRIS Erly Wahyuni; Hartono Hartono; Santi Prastyowati; Roeslaini Roeslaini
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13840

Abstract

Abstrak: Kurangnya pemahaman guru terkait komponen pempelajaran abad 21 yaitu TPACK dan HOTS dalam rancangan pembelajaran secara mandiri perlu mendapatkan perhatian khusus.Tujuan kegiatan ini adalah memberikan keterampilan dalam bentuk pelatihan pada guru dalam mengintegrasikan TPACK dan HOTS yang interaktif dan menyenangkan dalam rancangan pembelajaran dan pelaksanaannya yang dapat menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik. Kegiatan dilaksanakan di MA Muhammadiyah 1 Malang dengan 5 guru mapel Bahasa Inggris dengan metode pelaksanaan, yaitu: (1) Workshop: Sosialisasi TPACK dan HOTS; (2) Pelatihan dan pendampingan pengintegrasian TPACK dan HOTS dalam menyusun rancangan pembelajaran abad 21 berbasis daring dan luring secara kolaboratif; (3) Implementasi TPACK dalam konteks HOTS dalam proses pembelajaran yang menjadi model; dan (4) Monitoring dan evaluasi terkait performansi guru dan mencermati modul ajar yang dihasilkan serta diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru diantaranya; (a) mampu menentukan materi dan menyusun aktivitas interaktif (100%) yang menjadi model pembelajaran dengan sistem collaborative skill; (b) mampu merancang modul ajar berbasis HOTS dan 4C (80%); dan (c) mampu mengintegrasikan dan menerapkan TPACK (100%) dalam proses pembelajaran.Abstract: The teacher's lack of understanding regarding the 21st century learning components, namely TPACK and HOTS in independent learning designs needs special attention. The purpose of this activity is to provide skills in the form of training to teachers in integrating interactive and fun TPACK and HOTS in learning designs and their implementation that can foster active participation of students. Activities carried out at MA Muhammadiyah 1 Malang with 5 English subject teachers with implementation methods, namely: (1) Workshop: Socialization of TPACK and HOTS; (2) Training and mentoring for the integration of TPACK and HOTS in developing collaborative online and offline 21st century learning designs; (3) Implementation of TPACK in the context of HOTS in the learning process that becomes a model, and; (4) Monitoring and evaluation related to teacher performance and observing the resulting teaching modules and discussions. The results of the activity showed an increase in teacher abilities including; (a) being able to determine material and compiling interactive activities (100%) which became a learning model with a collaborative skill system and; (b) being able to design teaching modules based on HOTS and 4C (80%), c) being able to integrate and apply TPACK (100%) in the learning process.  

Page 9 of 10 | Total Record : 95