cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PENINGKATAN GAYA HIDUP SEHAT LANSIA MELALUI PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN PENGATURAN KOMPOSISI MAKRONUTRIEN DAN MIKRONUTRIEN DIET Azizah Hikma Safitri; Rahmata Almas Sayyida; Nurina Tyagita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20165

Abstract

Abstrak: Lanjut usia merupakan proses fisiologis dengan penurunan fungsi tubuh yang menyebabkan lansia rentan terkena penyakit degeneratif. Komposisi diet yang tepat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada lansia sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit degeneratif. Tujuan kegiatan edukasi adalah mengetahui pengaruh penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan terkait pengaturan diet yang tepat bagi lansia untuk mencegah terjadinya penyakit degeneratif pada kader kesehatan lansia Kota Semarang. Metode: one group pre and post-test design dengan peserta sebanyak 139 kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga Lansia Kota Semarang. Kader PKK diberikan lembar pertanyaan sebelum dan sesudah edukasi kesehatan. Pemberian edukasi kesehatan berupa penjelasan materi, diskusi dan tanya jawab serta praktik pendampingan pengaturan komposisi makronutrien dan mikronutrien diet. Hasil jawaban pre dan post-test peserta dianalisis dengan menggunakan Paired Sample T-Test dengan p<0,05. Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan pada rerata jumlah jawaban benar pada sesi pre-test dan post-test dengan nilai p>0,05 (p=0,053), namun rerata jumlah jawaban benar pada sesi post-test (116,67±16,81) lebih tinggi dibandingkan dengan sesi pre-test (90,17±41,06). Kegiatan penyuluhan dan pendampingan diketahui tetap dapat meningkatkan pengetahuan peserta karena ditemukan perbaikan nilai post-test setelah diberikan edukasi mengenai pengaturan komposisi diet pada lansia sebagai upaya pencegahan penyakit degeneratif.Abstract: Aging is a process with a decrease body function which makes the elderly vulnerable to degenerative diseases. The diet composition is needed to prevent degenerative diseases. The aim of educational activity is to determine the effect of counselling in increasing knowledge diet management for elderly to prevent degenerative diseases in the health cadres of Semarang City. Method: one group pre and post-test design with 139 participants from Semarang City Family Welfare Empowerment cadres. The Health education include material explanations, discussions, questions and answers as well as practical assistance in regulating the composition of macronutrient and micronutrient diets. The results of participants' pre and post-test answers were analyzed using Paired Sample T-Test with p<0.05. There was no significant difference in the mean number of correct answers in pre-test and post-test sessions with p value>0.05 (p=0.053), but the mean number of correct answers in post-test session was (116.67±16.81) higher compared to pre-test session (90.17 ± 41.06). It is known that counselling activities still increase participants' knowledge because improvements in post-test about regulating diet composition in the elderly as an effort to prevent degenerative diseases.
PELATIHAN PEMPEK PRENEURSHIP SEBAGAI AKSELERASI KEMANDIRIAN EKONOMI PEREMPUAN MELALUI USAHA BERKELANJUTAN Marcelina, Dona; Terttiaavini, Terttiaavini; Yulius, Yosef
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26417

Abstract

Abstrak: Kota Palembang terkenal dengan kuliner khasnya, pempek, yang sangat diminati oleh wisatawan. Potensi ini menciptakan peluang usaha yang signifikan, terutama bagi ibu rumah tangga yang menghadapi kesulitan ekonomi. Pelatihan pembuatan pempek bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam membuat pempek skala jual, guna mendukung peningkatan ekonomi keluarga. Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahap, yaitu Persiapan, yang mencakup perencanaan program, penentuan peserta, persiapan tempat dan logistik; Pelaksanaan, yang meliputi pembukaan program pelatihan, pelatihan keterampilan teknis dan simulasi usaha; Evaluasi, analisis kebutuhan, tindak lanjut, pendampingan dan dukungan berkelanjutan. Hasil evaluasi menunjukkan Kualitas Produk memperoleh nilai tertinggi dengan rata-rata 8,9, sedangkan Konsistensi Produk mendapatkan nilai terendah yaitu 6,5, yang mengindikasikan ukuran dan bentuk produk masih belum seragam. Berdasarkan temuan ini, maka disarankan untuk melanjukan Tindakan lanjutan, seperti mentoring, pelatihan lanjutan, serta bantuan modal usaha, guna meningkatkan keterampilan dan keberhasilan usaha peserta.Abstract: The city of Palembang is renowned for its signature dish, pempek, which is highly popular among tourists. This creates significant business opportunities, particularly for housewives facing economic difficulties. The pempek-making training aims to enhance participants' skills in producing pempek for commercial purposes, thereby supporting family economic improvement. The implementation method consists of four stages: Preparation, which includes program planning, participant selection, and venue and logistics preparation; Execution, which involves the opening of the training program, technical skill training, and business simulations; Evaluation, which includes needs analysis, follow-up actions, mentoring, and continuous support. The evaluation results show that Product Quality received the highest score, with an average of 8.9, while Product Consistency scored the lowest at 6.5, indicating that the size and shape of the products are still inconsistent. Based on these findings, it is recommended to continue with follow-up actions such as mentoring, advanced training, and financial support to further improve participants' skills and business success.
PELATIHAN PENGELOLAAN BIAYA UNTUK MENGHASILKAN KEUNTUNGAN MAKSIMAL DI PONDOK PESANTREN MODERN ASSURUUR KABUPATEN BANDUNG Rr. Sri Saraswati; Wahdan Arum Inawati; Fajra Octrina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24990

Abstract

Abstrak: Pengelolaan biaya yang efektif dan efisien sangat penting bagi kelangsungan operasional dan keberlanjutan Pondok Pesantren Modern Assuruur di Kabupaten Bandung. Artikel ini membahas pelaksanaan pelatihan pengelolaan biaya untuk mencapai keuntungan maksimal di pondok pesantren tersebut. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengurus pesantren dalam mengelola biaya, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, serta menerapkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan. Metode pelaksanaan meliputi presentasi, diskusi, dan evaluasi melalui 5 pertanyaan di dalam kuesioner yang menunjukkan respons positif dari peserta yang merupakan 26 pengurus manajemen di Pondok Pesantren Modern Assuruur di Kabupaten Bandung. Hasil pelatihan diharapkan dapat membantu pondok pesantren dalam menghadapi tantangan keterbatasan sumber dana, pengeluaran tidak terduga, dan manajemen keuangan yang lemah. Peserta memberikan umpan balik sebanyak 96,92% menyatakan setuju dan sangat setuju bahwa materi kegiatan sesuai dengan kebutuhan peserta yang mudah dipahami dan diimplementsikan. Peserta juga memahami potensi sumber pendapatan baru yang harus dikaji lebih dalam termasuk biaya yang ditimbulkan dari pendapatan tersebut agar meraih keuntungan. Implementasi strategi yang dibahas dalam pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan pendidikan di Pondok Pesantren Modern Assuruur. Abstract: Effective and efficient cost management is crucial for the operational continuity and sustainability of Pondok Pesantren Modern Assuruur in Kabupaten Bandung. This article discusses the implementation of cost management training aimed at achieving maximum profit within the school. The training aims to enhance the knowledge and skills of the school's administrators in managing costs, optimizing resource use, and promoting transparency and accountability in financial management. The implementation methods include presentations, discussions, and evaluations through a questionnaire comprising five questions, which received a positive response from the 26 administrators participating in the training. The training outcomes are anticipated to assist the Islamic boarding school in addressing challenges such as limited funding sources, unexpected expenses, and weak financial management. Feedback from participants indicated that 96.92% agreed or strongly agreed that the training material was relevant, easy to understand, and practical. Additionally, participants recognized the potential for new income sources and the necessity to analyze the costs associated with generating this income to achieve profitability. The strategies discussed during the training are expected to enhance financial performance, operational efficiency, and the quality of educational services at Pondok Pesantren Modern Assuruur in Kabupaten Bandung.
STRENGTHENING THE ROLE OF VILLAGES THROUGH PARTICIPATORY RURAL APPRAISAL METHOD TO ACHIEVE SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS Wa Ode Rayyani; Idrawahyuni Idrawahyuni; Nia Wahyuni; Silviana Salam
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.21943

Abstract

Abstract: This community service aims to strengthen the village in achieving SDGs. The strengthening focuses on two aspects: empowering the rural community's economy and increasing the community's understanding of the importance of education. This activity takes place in Desa Balangtanaya, Kecamatan Polombangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. PRA approach is utilized as the method for this activity, which is a participatory approach used in community-based development in rural areas. The PRA method involves three stages: (a) direct observation; (b) FGD; and (c) guidance and mentoring for one month. The benefits of this community service include strengthening the village's economy and improving the community's knowledge of education. The partners in this activity are the Balangtanaya Village community, consisting of 30 participants including Bumdes managers, PKK women, and community members. Evaluation is conducted through direct monitoring, interviews, and analysis of activity outcomes. The achieved results include a 20% increase in education knowledge (softskill) and a 15% increase in the village's economic value (hardskill).
IMPLEMENTASI MIKROBIOLOGI FARMASI, UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN DINI DEMAM BERDARAH MELALUI KEGIATAN PENYULUHAN DI LAMONGAN Aditya Sindu Sakti; Devi Ristian Octavia; Popy Dwi Permata Sari; Salsabila Nur Fadhila; Alfina Wijayanti Wibowo; Haeny Sholichatin; Miftakhul Akhyar; Tiara Anisa Maharani; Era Lutfiana; Amalia Winanda Putri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22249

Abstract

Abstrak: Dusun Pereng, Lamongan merupakan dusun yang memiliki banyak sawah tambak sehingga rentan terjadinya KLB demam berdarah, pengetahuan masyarakat terkait upaya pencegahan dan penanganan dini demam berdarah dapat menurunkan kejadian dan keparahan demam berdarah . Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga di Dusun Pereng, Lamongan mengenai upaya pencegahan dan penanganan demam berdarah dengan memanfaatkan potensi herbal unggulan desa. Mitra yang terlibat dalam kegiatan penyuluhan ini adalah ibu rumah tangga di RT 01 RW 03, Dusun Pereng, Lamongan sebanyak 12 orang . Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan bantuan media visual berupa poster, evaluasi perubahan tingkat pengetahuan mitra dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test post-test. Peningkatan pengetahuan secara signifikan (p>0.05) hanya terjadi pada 42% mitra ibu rumah tangga. Peningkatan pengetahuan mitra dengan metode penyuluhan kurang memberikan pengaruh yang bermakna terhadap pengetahuan mitra mengenai upaya pencegahan dan penanganan demam berdarah.Abstract: Pereng is a village in Lamongan that has many ponds so it is prone to outbreaks of dengue fever. Public knowledge about prevention and early treatment of dengue fever can reduce the incidence and severity of dengue fever. This educational health campaign aims to increase the knowledge of housewives in Pereng, Lamongan regarding the prevention and treatment of dengue fever by utilizing the potential of the village's superior herbs. The partners involved in this educational health campaign were 12 housewives in RT 01 RW 03, Pereng village, Lamongan. The method used is an educational health campaign using the visual media of poster. Evaluation of the level of knowledge from housewife respondents was performed using a pre-test post-test questionnaire. A significant increase in knowledge (p>0.05) only occurred in 42% of housewife respondents. Increasing partners' knowledge using outreach methods performed did not have a significant influence on the knowledge of housewife respondents. 
PEMBERDAYAAN KELOMPOK RAJUT MELALUI DIGITAL MARKETING Laily Rochmawati Listiyani; Agus Dwi Cahya; Astuti Wijayanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20893

Abstract

Abstrak: Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan digital marketing kelompok rajut di Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kemampuan digital marketing sangat penting membantu menjangkau pasar yang lebih luas serta memperkuat hubungan dengan pelanggan. Kegiatan pemberdayaan bagi kelompok rajut diperlukan untuk memaksimalkan potensi bisnis dan meningkatkan inovasi di era digital. Berdasarkan hasil wawancara dengan para perajut ditemukan bahwa perkembangan usaha rajut mengalami kendala dalam promosi dan pemasaran sehingga penjualan tidak sesuai target. Belum ada upaya mitra untuk melakukan pemasaran online dalam bentuk digital marketing karena terbatasnya pengetahuan tentang cara mengelola usaha rajut dan pemasaran secara online. Solusi dari permasalahan tersebut adalah peningkatan kapasitas mitra mengenai digital marketing untuk optimalisasi pemasaran secara online; dan edukasi pemanfaatan teknologi untuk promosi melalui, sosial media. Mitra pada kegiatan ini adalah Ibu-ibu kelompok rajut berjumlah 15 orang. Metode pelaksanaan kegiatan berupa (1) sosialisasi; (2) pelatihan; (3) praktik; dan (4) pendampingan. Keberhasilan kegiatan diukur melalui ketercapaian pelaksanaan kegiatan dan kompetensi peserta mengenai digital marketing di akhir kegiatan. Hasil dari kegiatan ini yaitu meningkatnya pengetahuan peserta dalam digital marketing, dibuktikan dengan peningkatan jumlah penjualan produk sebesar 80% melalui media online.Abstract: This community service initiative aims to enhance the digital marketing capabilities of a knitting group in Wukirsari Village, Imogiri Subdistrict, Bantul Regency, Yogyakarta. Proficiency in digital marketing is crucial in reaching a broader market and strengthening customer relationships. Empowering knitting groups is essential to maximize business potential and foster innovation in the digital era. Based on interviews with the knitters, it was found that the knitting business faced challenges in promotion and marketing, resulting in sales falling short of targets. There were no efforts by the partners to engage in online marketing through digital channels due to limited knowledge of managing knitting businesses and online marketing strategies. The solution to these issues involves enhancing the partners' capacity in digital marketing for online marketing optimization and educating them on utilizing technology for promotion through social media. The partners in this initiative are 15 women in the knitting group. The implementation methods include (1) socialization; (2) training; (3) practical exercises; and (4) mentoring. The success of the initiative is measured by the achievement of activity implementation and participants' competence in digital marketing at the end of the initiative. The results of this initiative include an increased knowledge of participants in digital marketing, evidenced by an 80% increase in product sales through online media.
PENINGKATAN EFISIENSI PANEL SURYA MELALUI PERAWATAN BERKALA Ruliyanta Ruliyanta; R. A. S Kusumoputro; Puji Hartoyo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20255

Abstract

Abstrak: Panel surya memanfaatkan photovoltaic dan merupakann sumber pembangkit listrik terbarukan. Efisiensi panel surya tergantung pada kondisi permukaan panel tersebut. Benda yang menghalangi sinar matahari dapat mengganggu efisiensi listrik yang dihasilkan. Salah satu gedung yang memiliki pembangkit listrik tenaga surya adalah gedung Inalum. Permasalahannya, para teknisi belum memahami perawatan pembaangkit listrik tenaga surya. Untuk itu diusulkan pelatihan di gedung ini dengan tujuan memberikan tambahan pengetahuan. Pelatihan diikuti oleh 11 teknisi dan 2 orang supervisor. Sistem evaluasi yang dilakukan dengan cara melakukan pra dan pasca test dengan soal yang sama. Sebelum dan Proses pelatihan mendapatkan penilaian sebesar 4,23 skala 5. Sementara pelatihan ini mampu meningkatkan kemampuan peserta pelatihan sebesar 60,77% menjadi 95,38% atau mengalami kenaikan sebesar 34,16%. Dengan bekal pelatihan ini harapannya pembangkit listrik tenaga surya yang ada di gedung Inalum memiliki efisiensi yang baik melalui perawatan yang berkala.Abstract: Solar Cells are a technology that converts solar energy into electrical energy. Solar panels utilize photovoltaics and are a renewable source of electricity generation. The efficiency of solar panels depends on the surface condition of the panels. Objects that block sunlight can interfere with the efficiency of the electricity produced. One of the buildings with a solar power plant is the Inalum building. The problem is that technicians need to understand the maintenance of solar power plants. For this reason, training is proposed in this building to provide additional knowledge. Eleven technicians and two supervisors attended the training. The training process received an assessment of 4.23 on a scale of 5. Meanwhile, this training increased the training participants' abilities by 60.77% to 95.38% or an increase of 34.16%. With this training, the solar power plant in the Inalum building will have good efficiency through regular maintenance. 
PENGUATAN KAPASITAS KADER POSYANDU DALAM MELAKUKAN EDUKASI IMUNISASI METODE KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI Muhammad Rachmat; Nasrah Nasrah; Aisyah Azzahrah Arfajah; Nurpanasita Amiruddin; Amalia Parawansa; Charoline Beatric Songgo; Diva Nuzulya Ramadani; Kaharyadi Saleh; Sukri Palutturi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21819

Abstract

Abstrak: Kader merupakan garda terdepan yang melakukan edukasi pada orang tua bayi, termasuk mengajak mereka melakukan imunisasi rotavirus untuk mencegah diare berat pada bayi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang rotavirus dan keterampilan komunikasi antarpribadi (KAP) kader posyandu. Metode kegiatan menggunakan praktik edukasi KAP secara berkelompok dengan topik imunisasi rotavirus. Sepuluh orang kader posyandu di Puskesmas Balocci, Sulawesi Selatan, menjadi partisipan dalam kegiatan ini. Evaluasi pre-test dan post-test menggunakan kuesioner tentang imunisasi rotavirus dan teknik dasar metode KAP. Hasil analisis paired t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang berarti pada pengetahuan imunisasi rotavirus (p=0,121) dan metode KAP (p=0,443) kader posyandu sebelum dan setelah orientasi komunikasi antarpribadi. Penting untuk melakukan pelatihan berkelanjutan guna meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam melakukan edukasi untuk meningkatkan cakupan imunisasi.Abstract: The cadres are at the forefront of educating parents, including encouraging them to obtain rotavirus immunization to prevent severe diarrhea in infants. This activity aims to enhance the knowledge about rotavirus and interpersonal communication (IPC) skills of posyandu cadres. The method employed was group IPC education practice on the topic of rotavirus immunization. Ten posyandu cadres at Puskesmas Balocci, South Sulawesi, participated in this activity. Pre-test and post-test evaluations utilized questionnaires regarding rotavirus immunization and fundamental techniques of the IPC method. The results of paired t-test analysis demonstrated no significant difference in rotavirus immunization knowledge (p=0.121) and IPC methods (p=0.443) of posyandu cadres before and after interpersonal communication orientation. It is crucial to conduct continuous training to enhance the capacity of posyandu cadres in conducting education to improve immunization coverage.
STRATEGI BRANDING DIGITAL MARKETING GUNA PENINGKATAN PENERIMAAN SISWA BARU BAGI SEKOLAH BARU JENJANG SMP M. Faris Al Hakim; Prabowo Yudho Jayanto; Jumanto Jumanto; Heri Ardiyanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20499

Abstract

Abstrak: Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Mutiara Hati merupakan sekolah tingkat menengah baru yang mengusung program unggulan khusus Tahfizul Qur’an (Hafalan Qur’an) di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh mitra adalah upaya untuk mendapatkan siswa baru. SMP IT Mutiara Hati Semarang sebagai mitra telah melakukan publikasi melalui media sosial meskipun belum optimal. Selain itu, teknologi informasi yang mendukung program penerimaan siswa baru juga masih terbatas. Hal tersebut menjadi dasar perlunya peningkatan pemahaman terhadap digital marketing dan penerapan suatu sistem informasi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program terdiri dari identifikasi permasalahan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, kegiatan pelatihan digital marketing dan pengembangan sistem penerimaan siswa baru dilaksanakan secara bersamaan. Umpan balik mitra melalui kuisioner menjadi instrumen dalam mengevaluasi program. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan program yaitu digital marketing dapat menjadi strategi bagi mitra dalam memperkuat upaya pengenalan instansi kepada masyarakat luas. Seluruh peserta pelatihan telah memahami dengan baik pemanfaatan digital marketing. Kegiatan pengabdian ini juga menghasilkan produk berupa sistem informasi berbasis web guna mendukung program penerimaan siswa baru pada instansi mitra. Hasil pengabdian ini juga menunjukkan bahwa mitra telah mampu menentukan prioritas sistem informasi yang tepat bagi sekolah.Abstract: Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Mutiara Hati is a new secondary school that carries a special flagship program Tahfizul Qur'an (Qur'an memorization) in Gunungpati District, Semarang City. One of the big challenges faced by partners was trying to get new students. SMP IT Mutiara Hati Semarang as the partner had published via social media, although it was not yet optimal. Apart from that, information technology that supported new student admission programs was also still limited. This was what underlied the need to increase understanding of digital marketing and the application of information systems. The method used in implementing the program consisted of problem identification, implementation and evaluation. At the implementation stage, digital marketing training activities and development of a new student admission system were carried out simultaneously. Partner feedback through questionnaires became an instrument in evaluating the program. The results obtained from implementing the program was that digital marketing can be a strategy for partners in strengthening efforts to introduce the institution to the wider community. All training participants have gained a good understanding of the use of digital marketing. This service community activity also produced a product in the form of a web-based information system to support new student admission programs at partner institution. The results of this service also showed that partners had been able to determine the right information system priorities for schools. 
PMP PELATIHAN PENGEMBANGAN PRODUK DALAM UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH OLAHAN RUMPUT LAUT DI DESA LAIKANG KECAMATAN MANGARABOMBANG KABUPATEN TAKALAR Imran Pashar; Nur Insani Amir; Wahdaniar Wahdaniar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19874

Abstract

Abstrak: Kabupaten Takalar merupakan salah satu lokasi sentral produksi rumput laut di Sulawesi Selatan yang masih perlu ditingkatkan pengolahan produksinya. Keberadaan kelompok budidaya rumput laut di dusun Puntondo Desa Laikang dapat membantu meningkatkan produksi rumput laut serta peningkatan status ekonomi dan pemberdayaan masyarakat setempat dalam pengolahan rumput laut menjadi sabun organik. Melihat kondisi masyarakat masih banyak masyarakat yang belum bekerja dan tidak memiliki penghasilan tetap sekitar 90%. Tujuan kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah rumput laut menjadi sabun organik yang bernilai yakni sabun cair. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, demontrasi dan simulasi. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan pengabdian terbagi 3 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Peserta dalam kegiatan ini sebanyak 25 orang. Hasil yang ditemukan dari pretest hanya 20% yang paham dan posttest didapatkan hasil 100% peserta paham terkiat pengolahan rumput laut menjadi sabun cair. Kegiatan terlaksana dengan lancar dan antusias masyarakat yang sangat tinggi.Abstract: Takalar Regency is one of the central locations for seaweed production in South Sulawesi which still needs to be improved in production processing. The existence of a seaweed cultivation group in the Puntondo hamlet, Laikang Village, can help increase seaweed production as well as improve the economic status and empowerment of local communities in processing seaweed into organic soap. Looking at the condition of society, there are still many people who do not work and do not have a fixed income, around 90%. The aim of this activity is to increase the community's ability to process seaweed into valuable organic soap, namely liquid soap. The methods used in this activity are counseling, demonstration and simulation. The steps for implementing activities are divided into 3 stages, namely planning, implementation and evaluation. Participants in this activity were 25 people. The results found from the pre-test were only 20% who understood and the post-test results showed that 100% of participants understood how to process seaweed into liquid soap. The activity was carried out smoothly and the enthusiasm of the community was very high.