cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PELATIHAN PEMBUATAN “NATURAL SOAP BAR” UNTUK MENGATASI MASALAH KESEHATAN KULIT DI PONDOK PESANTREN X BARITO KUALA Nily Su'aida; Yulistia Budianti Soemarie; Muhammad Fauzi; Karina Erlianti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24645

Abstract

Abstrak: Beberapa masalah Kesehatan pada kulit seperti panu, kulit kering, jerawat, hingga eksim atopik sering dialami oleh santri yang berada di lingkungan pondok pesantren yang umumnya disebabkan karena sumber air yang digunakan untuk mandi, cuci, kakus (MCK) kurang bersih seperti yang dialami santri di Pondok pesantren X di Barito Kuala. Salah satu Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan penggunaan sabun-sabun herbal yang memiliki berbagai macam khasiat. Santri diajarkan untuk membuat sabun herbal dengan bahan-bahan sederhana yang mengandung ekstrak bahan alam berkhasiat. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan hard skill dan soft skill para santri yaitu dengan mampu bekerja sama dalam membuat sabun herbal yang dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah Kesehatan kulit serta meningkatkan pengetahun santri terkait cara menjaga kesehatan Kulit. Pengabdian diikuti oleh 50 santri SMA pondok pesantren X yang diawali dengan menjawab pre-test yang dilanjutkan dengan pemberian edukasi tentang bakteri penyebab masalah kulit dan kewirausahaan serta pelatihan pembuatan sabun herbal dan ditutup dengan post-test. Hasil dari program ini yaitu mitra memperoleh pengetahuan tentang kesehatan kulit yang ditunjukkan dari peningkatan skor rata-rata sebesar 64,25% dari pre-test ke post-test, dan memperoleh keterampilan pembuatan sabun herbal yang dapat digunakan sebagai alternatif terapi untuk masalah kesehatan kulit.Abstract: Various skin health issues such as tinea versicolor, dry skin, acne, and atopic eczema are often experienced by students in X Islamic boarding schools due to the poor cleanliness of water sources used for bathing, washing, and sanitation. One of the efforts to address this issue is the use of herbal soaps, which have various beneficial properties. Students are taught to make natural soaps using simple ingredients containing extracts of beneficial natural substances. This training aims to enhance the hard and soft skills of the students by enabling them to collaborate in making natural soaps, which can be a solution for skin health issues and to increase their knowledge on maintaining skin health. The program involved 50 high school students from Islamic boarding school X, starting with a pre-test, followed by education on bacteria causing skin problems and entrepreneurship, as well as training on herbal soap making, and concluded with a post-test. The results of this program showed that the participants gained knowledge about skin health, evidenced by a 64.25% increase in the average score from pre-test to post-test, and acquired skills in making herbal soaps that can be used as an alternative therapy for skin health issues.
PELATIHAN TAHSIN UNTUK MENINGKATKAN DAN MEMPERBAIKI BACAAN AL-QUR’AN Muthi’ah Muthi’ah; Dinda Amartia Sari; Yusrial Yusrial; Fadly AS; Yumna Yumna; Dina Dahliana; Taruddin Taruddin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23271

Abstract

Abstrak: Kegiatan pelatihan tahsin tilawah dalam program kuliah kerja nyata ini bertujuan untuk memperbaiki bacaan al-qur’an jamaah masjid Nurul Huda yang masih banyak kesalahan saat membaca Al-Qur’an, baik dari segi tajwid maupun makharijul hurufnya, bahkan masih ada yang tidak mengenali huruf hijaiyah. Untuk itu pelatihan ini penting dilakukan untuk memperbaiki bacaan Al-Qr’an dengan memberikan pelatihan kepada ibu-ibu jamaah masjid Nurul Huda, yang dimulai dengan memberikan materi pentingnya tahsin al-qur’an dan tajwid. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bacaan al-qur’an dan memperindah bacaan al-qur’an agar sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah SAW. kegiatan ini diikuti oleh 21 peserta yang terdiri dari ibu-ibu jamaah masjid Nurul Huda. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah Talaqqi dan ceramah, yaitu dengan mendiktekan bacaan al-qur’an dan menjelaskan hukum-hukum terkait ayat yang dibacakan. Setelah dilakukan evaluasi dengan mentalaqqi bacaan para peserta satu persatu, hasilnya diperoleh dari keseluruhan peserta terdapat 19 peserta sudah dapat membaca al-qur’an dengan baik dan meningkat dari sebelumnya dan 2 peserta masih membutuhkan pelatihan dan bimbingan. Artinya, 90% peserta sudah mampu membaca al-qur’an dengan baik, sedangkan yang masih butuh bimbingan sebanyak 10%.Abstract: The tahsin recitation training activity in this real work lecture program aims to improve the reading of the Qur'an by congregants at the Nurul Huda Mosque who still make a lot of mistakes when reading the Qur'an, both in terms of tajwid and makharijul letters, and there are still some who don't recognize the letters. . hijaiyah. For this reason, it is important to carry out this training to improve the reading of the Al-Qur'an by providing training to the mothers of the Nurul Huda mosque congregation, which begins by providing material on the importance of tahsin Al-Qur'an and recitation. This activity aims to improve the quality of Al-Qur'an reading and beautify Al-Qur'an reading so that it is in accordance with what the Prophet SAW taught. This activity was attended by 21 participants consisting of mothers from the Nurul Huda mosque congregation. The method used in this training is Talaqqi and lectures, namely by dictating the reading of the Koran and explaining the laws related to the verses being read. After evaluating the mental reading of the participants one by one, the results obtained from all participants were that 19 participants were able to read the Koran well and had improved from before and 2 participants still needed training and guidance. This means that 90% of the participants were able to read the Koran well, while 10% still needed guidance.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN MODEL BISNIS CANVAS PADA USAHA MINUMAN HERBAL SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KEUNGGULAN KOMPETITIF DI BIDANG KULINER Novi Haryati; Muhamad Nur Wavi; Putra Irwandi; Rahmat Yoga Pratama; Nur Aini Irbah; Hayyu Nurabida Putri; Hilmi Dzakwan Syarif; Daffa Sandi Lasitya; Muhamad Zahran Nurirozak; Ans Rif’aa; Aulia Sabilatul Fajariyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21917

Abstract

Abstrak: Era digitalisasi memunculkan persaingan usaha dan tidak dapat dipungkiri bahwa UMKM harus dapat menerapkan manajemen strategi yang baik. Keunggulan kompetitif menjadi penting bagi UMKM Jamu di Kabupaten Mojokerto. Indentifikasi potensi menunjukkan UMKM jamu tersebut memiliki berbagai varian dengan harga terjangkau yang ditawarkan, namun mereka belum dapat memanfaatkan secara maksimal nilai-nilai bisnis yang ada karena tidak adanya kegiatan identifikasi nilai bisnis oleh pemilik UMKM. Pengabdian masyarakat dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi dan meningkatkan soft skill melalui penguatan identitas dan nilai bisnis. Pelatihan dilakukan di bulan Juli 2023 tentang pembuatan Model Bisnis Canvas (BMC) kepada para pemilik UMKM setempat. Metode yang digunakan adalah business coaching yang melibatkan mitra, yaitu pemilik UMKM sebanyak 10 orang secara aktif dalam proses pembelajaran. Dengan dilakukannya program ini, terdapat peningkatan softskill dari 30% menjadi 80%. Pemahaman BMC telah membantu meningkatkan pemahaman dan potensi bisnis UMKM Jamu Di Kabupaten Mojokerto. Saran keberlanjutan kegiatan adalah adanya pelatihan pembuatan konten video untuk digital branding.Abstract: Digitalization era has increased business competition and forced SMEs to implement effective strategic management. Competitive advantage is important for herbal medicine SMEs in Mojokerto Regency. Potential identification shows that herbal medicine SMEs have various variants at affordable prices, but they had not been able to make maximum use of existing business values because there were no business value identification by SMEs owners. Community service aims to identify and enhance business values through strengthening business identity and worth. Training was held in July 2023 on creating a Business Model Canvas for MSME owners. The method utilized included both socialization and practical engagement with the SME owners, actively involving them in the learning process. Through this program, there was enhancement in softskill from 30% to 80%. Community service activities have helped increase understanding and business potential of herbal medicine SMEs in Mojokerto. A recommendation for the sustainability of this activity is the implementation of training in video content creation for digital branding. 
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT MELALUI PENYULUHAN PENGELOLAAN SAMPAH DAN DEMONSTRASI 6M Allya Putri Antarja; Chandrayani Simanjorang; Carlos Piero Martua; Kezia Putri Christiandi; Mikha Tiffani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20911

Abstract

Abstrak: Permasalahan lingkungan termasuk sampah menjadi permasalahan kompleks yang tengah dihadapi oleh semua negara, terutama Indonesia. Penyuluhan yang dilakukan membahas tentang tata cara mengelola sampah yang baik dan benar dengan prinsip 3R dan 6M. Dalam pelaksanaan intervensi, metode yang digunakan adalah memberikan penyuluhan terkait pengelolaan limbah sampah serta demonstrasi kegiatan 6M (mengurangi, menggunakan kembali, mengganti, memisahkan, mendaur ulang dan mengomposkan) pada masyarakat setempat. Kegiatan intervensi yang dilakukan di wilayah RT 01–05 RW 04 Kelurahan Pengasinan, Depok berupa penyuluhan mengenai pengelolaan sampah yang baik dan sosialisasi mengenai membakar sampah, serta dilanjutkan dengan demonstrasi tentang pemilahan sampah organik dan anorganik. Tujuan pengabdian iniadalah memberikan pengetahuan seputar pengelolaan sampah di tatanan rumah tangga. Pihak mitra penyuluhan ini, meliputi Ketua RW 04 Pengasinan beserta Ketua RT 01 dan RT 05. Masyarakat yang berpartisipasi berjumlah 34 orang yang diwakili oleh kader dan perwakilan warga wilayah itu. Dengan begitu, perubahan pengetahuan pada sasaran penyuluhan dapat diamati. Terdapat perbedaan rata-rata tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah intervensi dilakukan (p-value<0,05) dengan peningkatan sebesar 15% pada masyarakat di wilayah RW 04.Abstract: Environmental problems including waste are complex problems that are being faced by all countries, especially Indonesia. The counseling discussed the procedures for managing waste properly and correctly with the principles of 3R and 6M. The method used was to provide counseling related to waste management and demonstration of 6M activities (reduce, reuse, replace, separate, recycle, and compost) to local communities. Intervention activities carried out in the RT 01-05 RW 04 Pengasinan Village, Depok were in the form of counseling on good waste management and socialization on burning waste and continued with demonstrations on sorting organic and inorganic waste. The aim was to provide knowledge about waste management at the household level. The partners of this counseling included the Head of RW 04 Pengasinan and the Heads of RT 01 and RT 05. The participating community amounted to 34 people represented by cadres and representatives of the residents of the area. That way, changes in knowledge on the target of counseling can be observed. There was a difference in the average level of knowledge of respondents before and after the intervention (p-value <0.05) with an increase of 15% in the community in RW 04. 
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENTINGNYA PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BERBAHAN PANGAN LOKAL MELALUI PENYULUHAN Longgupa, Lisda Widianti; Entoh, Christina; Kuswanti, Febti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25579

Abstract

Abstrak: Jumlah prevalensi stunting di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 28,2% dan menempati peringkat 7 nasional sehingga menjadi target prioritas penanganan masalah stunting di Indonesia. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang pentingnya pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan dengan media Panduan cara pembuatan PMT pangan lokal dan booklet resep PMT Pangan lokal yang dihadiri oleh 30 orang ibu balita. Evaluasi yang dilakukan pada kegiatan ini dengan melihat hasil jawaban pretest dan posttes dari para peserta. Hasil dari kegiatan ini yaitu adanya peningkatan skor pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi kesehatan mayoritas pengetahuan ibu pada kategori kurang sebanyak 59% dan sesudah diberikan edukasi kesehatan pengetahuan ibu meningkat menjadi baik 71%.Abstract: The prevalence of stunting in Central Sulawesi Province was 28.2% and ranked 7th nationally making it a priority target for dealing with stunting problems in Indonesia. The purpose of this community service activity is to raise the awareness of young mothers about the importance of providing local food supplements. The event uses a method of dissemination with a local food PMT manufacturing guide and a local Food PMT prescription booklet attended by 30 young mothers. Evaluation is done on this activity by looking at the pre-test and post-test answers of the participants. The result of this activity is an increase in mother's knowledge scores before receiving health education. The majority of mothers' knowledge in the category is less than 59% and after receiving a health education, the knowledge of the mother has increased to 71%. 
PELATIHAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA Ekawati, Heny; Gumelar, Wahyu Retno; Pramestirini, Rizky Asta
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26396

Abstract

Abstrak: Salah satu jenis kanker yang paling umum pada wanita di Indonesia dan di seluruh dunia adalah kanker payudara. Jumlah kasus kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia, sehingga remaja juga dapat terkena. Salah satu tantangan saat ini adalah banyaknya remaja yang tidak tahu cara menjaga dan memeriksa kesehatan payudara mereka sendiri. Tujuan Pengabdian ini untuk meningkatkan Pengetahuan Remaja tentang pencegahan kanker payudar dengan pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Teknik SADARI adalah salah satu cara untuk mengurangi jumlah kasus kanker payudara yang didiagnosis. Pemahaman remaja tentang pentingnya melakukan SADARI untuk mendeteksi kanker payudara secara dini harus ditingkatkan melalui penyuluhan kesehatan tentang kanker payudara dan metode SADARI. Pengabdian masyarakat ini memanfaatkan penyuluhan dan pelatihan dengan menggunakan presentasi PowerPoint, alat peraga payudara, dan buku yang dibagikan kepada 45 remaja putri dengan pengukuran pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan dan demonstrasi di Desa Deket Kulon Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan. Hasil pengabdian ini sebelum dilakukan penyuluhan dan demonstrasi pengetahuan remaja kurang sebanyak 84.4% menjadi berpengetahuan Baik 88.9%. Pelatihan SADARI dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan dan deteksi dini kanker payudara. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang teknik SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara.Abstract: One of the most common types of cancer in women in Indonesia and around the world is breast cancer. The number of breast cancer cases increases with age, so adolescents can also be affected. One of the current challenges is that many adolescents do not know how to maintain and check their own breast health. The purpose of this service is to increase the knowledge of adolescents about breast cancer prevention with breast self-examination (SADARI). The SADARI technique is one way to reduce the number of diagnosed breast cancer cases. Adolescents' understanding of the importance of performing SADARI to detect breast cancer early must be improved through health counselling about breast cancer and the SADARI method. This community service utilised counselling and training using PowerPoint presentations, breast props, and books distributed to 45 adolescent girls by measuring knowledge before and after counselling and demonstration in Deket Kulon Village, Deket District, Lamongan Regency. The results of this service before the counselling and demonstration of the knowledge of adolescents were less as much as 84.4% to good knowledge 88.9%. SADARI training can increase adolescents' knowledge about breast cancer prevention and early detection. This community service activity proved to be effective in increasing adolescents' knowledge about SADARI techniques as early detection of breast cancer.
MENUJU DESA WISATA BERKEMBANG MELALUI PENGUATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN DAN PEMASARAN PAKET WISATA MINAT KHUSUS Listyorini, Haniek; Wuntu, Gana; Supriyadi, Andhi; Ikhlasandi, Hesky Ilham; Laia, Flores Harliesyahputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25896

Abstract

Abstrak: Sejalan dengan program pariwisata nasional Destinasi Super Prioritas, khususnya pengembangan poros Borobudur-Dieng, posisi Desa Tlahab dengan daya tarik Wisata Alam Posong menjadi penting sehingga ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten Temanggung. Namun keunggulan lokasi, daya tarik wisata alam dan budaya belum optimal dikemas oleh desa wisata agar semakin berkembang sehingga ditemukan permasalahan dalam sinergitas kelembagaan, kualitas pelayanan wisatawan, pengemasan dan penjualan paket wisata. Untuk itu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tugas pokok dan fungsi kelembagaan, identifikasi permasalahan, sinergitas kelembagaan, peningkatan kualitas pelayanan SDM, penyusunan dan penjualan paket wisata dan kapabilitas pelayanan pengunjung. Kegiatan ini ditempuh dengan metode sosialisasi, FGD, pelatihan dan praktik lapangan. Kegiatan dievaluasi dengan menggunakan penyebaran angket pada pesertaHasil yang dicapai adalah peningkatan softskill pada pemahaman masyarakat tentang desa wisata berkembang meningkat dan pemahaman kelembagaan tugas pokok dan fungsi dari 16% menjadi 86%, berhasil mengidentifikasi 5 aspek permasalahan, peningkatan pemahaman kualitas pelayanan pengunjung dari 12% menajdi 92%. Terjadi peningkatan Hardskill Masyarakat dalam sinergitas kerjasama kelembagaan, menyusun 2 paket wisata dan 2 praktik uji coba paket wisata dan pelayanan 78 tamu.Abstract: In line with the national tourism program of Super Priority Destinations, especially the development of the Borobudur-Dieng axis, the position of Tlahab Village with its main attraction of Posong Natural Tourism is important so that it is designated as a Strategic Tourism Area of Temanggung Regency. However, the advantages of location, natural and cultural tourism attractions have not been optimally packaged, so problems are found in institutional synergy, quality of tourist services, packaging and sales of tour packages. For this reason, community service activities are carried out which aim to improve understanding of the main tasks and institutional functions, identification of problems, institutional synergy, improvement of the quality of human resource services, the availability of tour packages, package sales and the ability to serve visitors. This activity was carried out by socialization, FGD, training and field practices. Activities were evaluated using questionnaires on participants. The results achieved in this service are an increase in soft skills in the community's understanding of developing tourism villages and an increase in institutional understanding of the main tasks and functions from 16% to 86%, 5 aspects of problems was identified, an increase in understanding of the quality of visitor service from 12% to 92% and the community getting hard skills in synergy of institutional cooperation, produced of 2 tour packages and selling and providing quality service to 78 guests.
PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN UMKM BERDASARKAN SAK EMKM BERBANTUAN MICROSOFT EXCEL Nur Rachma; Karlina Ghazalah Rahman; Andi Marlinah; Nurfaulia Nurfaulia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23047

Abstract

Abstrak: UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) mempunyai peranan yang cukup penting dalam mengembangkan perekonomian di Indonesia. Sayangnya hingga saat ini masih terdapat permasalahan yang menyebabkan UMKM belum berkembang secara maksimal, salah satu penyebabnya adalah kurangnya perhatian terhadap pentingnya penyusunan laporan keuangan. Tujuan dari Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan skill terutama hardskill dalam hal proses pencatatan keuangan yang dilakukan oleh UMKM di kelurahan Darma Kabupaten Polman, kemudian merancang laporan keuangan dengan Microsoft Excel dan menyusun laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM. Mitra sendiri adalah masyarakat yang merupakan pelaku UMKM sebanyak 40 orang di Kelurahan Darma,kabupaten polewali Mandar. elaksanaan pengabdian ini sendiri melibatkan pelaku UMKM, lurah dan staf Kelurahan Darma , dosen ITB Nobel Indonesia, dan mahasiswa ITB Nobel Indonesia. Jumlah yang terlibat adalah 40 orang, teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam pengabdian ini adalah dengan metode Sosialisasi, Workshop, wawancara dengan jumlah 5 soal,dokumentasi dan evaluasi dengan menggunakan kuisioner dengan jumlah 10 soal.Secara keseluruhan persentase pemahaman mitra adalah sebesar 75 % atau setara 30 Mitra. Hasil yang dicapai adalah pelaku UMKM dapat membuat dan memahami pembuatanlaporan keuangan dengan menggunakanMicrosoft Excell.Abstract: MSMEs (Micro, Small and Medium Enterprises) have an important role in developing the economy in Indonesia. Unfortunately, until now there are still problems that cause MSMEs to not develop optimally, one of the causes is the lack of attention to the importance of preparing financial reports. The aim of this activity is to find out the financial records that have been carried out by MSMEs in the Darma sub-district, Polman Regency, then design financial reports using Microsoft Excel and prepare financial reports based on SAK EMKM. The partners themselves are the people of Darma Village, the Darma sub-district government, Polewali sub-district, Polwali Mandar district. The implementation of this service itself will involve the village head and Darma sub-district staff, ITB Nobel Indonesia lecturers, and ITB Nobel Indonesia students. The number involved is 40 people. The data collection techniques used in this research are socialization, workshops, interviews, and documentation and evaluation methods. using a questionnaire. Overall the percentage of partner understanding is 75% or the equivalent of 30 partners. The results achieved are that MSMEs can create and understand financial reporting using Microsoft Excel.
PENINGKATAN KUALITAS PAKAN DAN MANAJEMEN RECORDING BAGI KELOMPOK PETERNAK DOMBA DI JEMBER Nasrul Ilminnafik; Muhammad Trifiananto; Nur Widodo; Muhammad Dimyati Nashrullah; Intan Hardiatama
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22092

Abstract

Abstrak: Jumlah domba di Kabupaten Jember pada tahun 2020 sebanyak 83.029 ekor. Mitra kami “Lereng Mujan” berlokasi di Desa Klungkung, Jember. Anggota mitra 26 orang dengan jumlah ternak 456 domba dan setiap peternak memiliki 7-35 ekor. Berdasarkan diskusi, mitra memiliki tiga permasalahan yaitu permasalahan teknologi pengolahan pakan hijauan, teknologi bank pakan, dan recording. Domba mitra diberikan pakan hijauan langsung tanpa pencacahan sehingga ternak kesulitan mencerna dan banyak sisa makanan. Pada musim kemarau pakan domba berkurang sehingga gizi domba tidak dapat dipenuhi. Belum diterapkannya recording ternak sehingga kerap terjadi inbreeding dan jumlah ternak tidak terpantau. Mitra diberikan pelatihan berupa skill penggunaan mesin cacah, pembuatan silase, dan recording domba melalui necktag. Setelah pelaksanaan pengabdian prosentase pemahaman pengoperasaian mesin cacah sebesar, pembuatan silase, pemahaman recording ternak, dan tingkat ketrampilan perawatan peralatan berturut-turut sebesar 89%; 81%; 78%; 75%. mitra mampu menghasilkan pakan dengan mesin cacah multifungsi berkapasitas 585 kg/jam. Dari penerapan teknologi silase dan recording didapatkan terjadi peningkatan pakan yang dicacah menjadi 3 sak per hari meningkat 300% . Kemudian 461 domba telah diberikan necktag . Produksi pakan silase sebanyak 65 sak.Abstract: The number of sheep in Jember Regency in 2020 was 83,029. Our partner "Lereng Mujan" is located in Klungkung Village, Jember. There are 26 members with 456 sheep and each farmer has 7-35 sheep. Based on the discussion, the partner has three problems: forage feed processing technology, feed bank technology, and recording. Partner sheep are given forage feed directly without chopping so that livestock have difficulty digesting and a lot of food waste. In the dry season, sheep feed is reduced so that sheep nutrition cannot be fulfilled. Livestock recording has not been implemented so inbreeding often occurs and the number of livestock is not monitored. Partners are given training in the form of skills in the use of chopping machines, making silage, and recording sheep through necktags. After the implementation of the service, the percentage of understanding of the operation of the chopping machine, making silage, understanding livestock recording, and the level of equipment maintenance skills was 89%; 81%; 78%; 75% respectively. Partners are able to produce feed with a multifunctional chopping machine with a capacity of 585 kg / hour. From the application of silage and recording technology, it was found that there was an increase in chopped feed to 3 bags per day, or increase 300%. Then 461 sheep have been given necktags. Silage feed production was 65 sacks.
IMPLEMENTASI UPAYA MENURUNKAN ANGKA PERNIKAHAN DINI Isna Maulida; Indri Puspita Dewi; Ratri Monica Ramadini; Sarah Widya Ningrum; Della Putri Ananda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20229

Abstract

Abstrak: Angka pernikahan dini terbilang cukup tinggi di Desa, Kalimantan Selatan yang merupakan target sasaran dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan. Melalui observasi ditemukan faktor penyebab yang mendorong terjadinya pernikahan dini yaitu, Faktor sosial budaya, agama dan ekonomi lebih dominan pada kasus yang ditemukan. Kurangnya kegiatan positif dan produktif berkontribusi pada peningkatan yang memicu terjadinya Perkawinan dini. Tujuan utama program ini adalah memberikan akses pendidikan seksual terhadap perempuan serta memberikan pelatihan softskill dan hardskill untuk meningkatkan skill dan ekonomi. Pada tahap pendekatan ini kami menggunakan metode praktik untuk pelatihan hardskill sedangkan penyampaian materi dan diskusi untuk pelatihan softskill. Perubahan signifikan dari sekolah perempuan tidak dapat terlihat dalam waktu singkat namun akan memberikan hasil positif pada 1 atau 2 tahun kedepan. Program ini diikuti oleh peserta yang berjumlah 60 orang, selain mitra peserta adapun mitra pendukung dari kegiatan ini adalah Kepala Desa, Aparat Desa dan setiap RT yang ada di Desa tersebut kisaran 32 orang. Serta pihak lembaga yang berjumlah 6 orang.Abstract: The number of early marriages is said to be quite high in the village of South Kalimantan, which is the target of the Student Organization Capacity Building Program. Through observations, the factors that led to early marriages were found, namely, that social, cultural, religious, and economic factors were more dominant in the cases found. Lack of positive and productive activity contributes to the rise that triggers early marriages. The main objective of the program is to provide access to sexual education for women as well as provide softskill and hardskill training to improve skills and economics. At this point in the method, we use practical methods for hard skills while delivering materials and discussions for soft skills training. Significant changes in girls' schools can't be seen in a short time but will give positive results in the next 1 or 2 years. The program was followed by a total of 60 participants. In addition to the participating partners, the supporting partners of this activity are the Head of the Village, the Village Apparatus, and every RT that is in the village range of 32 people.