cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
PENDAMPINGAN GURU MATEMATIKA PADA KELOMPOK MGMP SARAYA UNTUK MENGEMBANGKAN MEDIA BERBASIS AUGMENTED REALITY Maximus Tamur; Kristianus Viktor Pantaleon; Eliterius Sennen
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24628

Abstract

Abstrak: Bukti menunjukkan bahwa variabel kognitif sosial seperti pengetahuan, minat, dan niat memainkan peran penting apakah guru memilih untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam praktik pembelajaran mereka. Pengetahuan dan minat memiliki dampak pada niat mereka untuk menggunakan teknologi pendidikan. Dengan demikian maka diperlukan pendampingan kepada para guru dalam menerapkan fase TPACK dari berkesimpung sampai pada terbiasa menerapkannya dalam pembelajaran. Musawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SARAYA merupakan salah satu kelompok guru di Kecamatan Satarmese Kabupaten Manggarai NTT yang menyadari peran dan manfaat teknologi tetapi tidak memiliki pengetahuan yang memadai untuk menggunakannya di dalam kelas. Pengembangan perangkat pembelajaran yang akan dioperasikan melalui perangkat seluer dinilai sesuai dengan kondisi para guru. Untuk alasan tersebut maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan mengajak guru-guru yang tergabung MGMP SARAYA untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis augmented reality. Untuk mencapai tujuan tersebut maka PKM ini focus pada workshop pengembangan perangkat pembelajaran berbasis augmented reality. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan menggunakan konteks kearifan local atau yang disebut etnomatematika sebagai costume marker atau penanda. Produk fisik yang dihasilkan diharapkan bisa meningkatkan minat siswa dalam belajar matematika dan pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pembelajaran. Dari hasil analisis respon para guru ditemukan bahwa proyeksi perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat digunakan oleh guru sangat tinggi (92%), dan berpotensi meningkatkan perhatian dan minat siswa dalam belajar matematika.Abstract: Evidence suggests that social cognitive variables such as knowledge, interest, and intention play an important role in whether teachers choose Evidence suggests that social cognitive variables such as knowledge, interest, and intention play an important role in whether teachers choose to integrate technology into their instructional practices. Knowledge and interests have an impact on their intention to use educational technology. Thus, assistance is needed for teachers in implementing the TPACK phase, from getting involved to getting used to applying it in learning. SARAYA Subject Teacher Discussion (MGMP) is a group of teachers in Satarmese District, Manggarai Regency, NTT, who know the role and benefits of technology but do not have sufficient knowledge to use it in the classroom. The development of learning devices that will be operated via mobile devices is assessed according to the conditions of the teachers. For this reason, this community service activity will invite teachers who are members of MGMP SARAYA to develop augmented reality-based learning media. This activity will improve the balanced use of technology and didactic skills. This PKM focuses on workshops on developing augmented reality-based learning tools to achieve this goal. The learning tools developed use the context of local wisdom or what is called ethnomathematics as costume markers or markers. It is hoped that the resulting physical product can increase students' interest in learning mathematics and ultimately improve learning quality. From the results of the analysis of teachers' responses, it was found that the projection of the learning devices developed could be used by teachers very highly (92%), and had the potential to increase students' attention and interest in learning mathematics.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN DOMESTIC ANIMAL MODEL OF INHERITANCE SEBAGAI PENGHASIL SEMEN UNTUK INSEMINASI BUATAN Nautus Stivano Dalle; Dionisius Filma; Hilarius Yosef Sikone; Hendrikus Demon Tukan; Elisabeth Yulia Nugraha; George G. F. Adventten; Viktorinus Maru
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23261

Abstract

Abstrak: Salah satu cara untuk meningkatan efisiensi produksi dan kualitas genetik babi melalui metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas genetik ternak babi adalah melalui Inseminasi Buatan (IB). Tujuan dari PkM ini adalah untuk membuat Filma Farm dapat menghasilkan semen sendiri untuk keperluan IB ternak babi di kelurahan ngalak leleng. Metode yang digunakan adalah edukasi dan Pendekatan Teknologi berupa pelatihan. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Filma Farm yang berada di Kelurahan Ngelak Leleng, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur. Filma Farm adalah salah peternakan ternak babi yang berfokus pada penggemukan dan memiliki 15 orang karyawan. Kegiatan ini dimulai dengan Pendekatan awal dengan pengelola Filma Farm tentang pentingnya pembuatan DAMI dan model yang cocok untuk kandang di Filma Farm; Selanjutnya dilanjutkan dengan pembuatan DAMI yang telah di sepakati sebelumnya; Pelatihan ternak jantan untuk dapat manaiki DAMI dan dapat menampung semen; Kegiatan terakhir adalah evaluasi kegiatan dengan mentoring penilaian pengambilan semen kepada karyawan di Filma Farm untuk mengetahui keberhasilan kegiatan PKM ini. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah seluruh karyawan di filma Farm berhasil mengasilkan semen ternak babi pejantang dengan latihan selama 2 minggu dengan presentase keberhasilan sebanyak 100%.Abstract: One way to improve the production efficiency and genetic quality of pigs through methods that can be used to improve the genetic quality of pigs is through Artificial Insemination (IB). The purpose of this PkM is to make Filma Farm able to produce its own cement for the needs of IB pigs in Ngalak Leleng. The method used is the Technology Approach. This activity will be carried out at Filma Farm located in Ngelak Leleng, Poco Ranaka District, East Manggarai Regency. This activity began with an initial approach with Filma Farm managers about the importance of making DAMI and suitable models for cages at Filma Farm; Then proceed with the creation of DAMI which has been agreed before; Training of male livestock to be able to ride DAMI and be able to hold cement; The last activity is an evaluation of activities to determine the success of this PKM activity. The result of this PKM activity is that employees at Filma Farm succeeded in producing semen for pejantang pigs with training for 2 weeks.
PELATIHAN PEMILAHAN SAMPAH PADA USIA DINI DI JAWA BARAT Muhammad Fahriza Bahrudin; Rifka Aulia Natasya; Fahira Deviana Putri Pasaribu; Aura Awaliani Puteri; Raudhatul Jannah; Andi Arini Hidayanti; Fadhlul Amar; Achmad Rizal; Istiqomah Istiqomah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21889

Abstract

Abstrak: Pelatihan pemilahan sampah menjadi salah satu cara untuk menuju gerakan zero waste, dengan pemberian pelatihan ini sejak usia dini dapat menumbuhkan kepekaan para siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pemilahan sampah kepada siswa kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah yang berjumlah 20 siswa di Sekolah Alam Gaharu sebagai mitra pada pengabdian masyarakat ini, dimana sekolah Alam Gaharu menerapkan konsep sekolah alam yang berarti pembelajaran berorientasi pada alam. Sesuai dengan visi sekolah yang dapat memberikan mafaat bagi masyarakat maka salah satunya yaitu dengan menerapkan sekolah zero waste dan sebagai langkah awal penerapan yaitu dengan pembelajaran pemilahan sampah. Pelatihan dilaksanakan melalui penyampaian materi, permainan, dan daur ulang sampah plastik. Pelatihan ini juga dapat meningkatkan kemampuan softskill yaitu meningkatkan kerjasama tim para siswa, serta melatih kreativitas para siswa dalam mendaur ulang sampah. Evaluasi dilakukan melalui survei terhadap guru dengan pertanyaan terkait manfaat, pemahaman siswa, penerapan 3R, dan dampak pelatihan. Hasil menunjukan bahwa 100% responden menyatakan pelatihan bermanfaat, siswa dapat memahami materi, dan mampu melakukan 3R. Pelatihan juga memberikan dampak signifikan dalam pembelajaran siswa.Abstract: Training on waste sorting is one of the ways to promote the zero-waste movement, and providing this training from an early age can cultivate awareness among students about the importance of environmental conservation. Community service in this regard aims to provide waste sorting training to 20 third-grade students at Gaharu Nature School as partners in this community service initiative. Gaharu Nature School adopts the concept of nature-based education, where learning is oriented towards nature. Aligned with the school's vision of benefiting the community, one of its initiatives is to implement a zero-waste school model, with waste sorting education being the initial step. The training is conducted through lectures, games, and plastic waste recycling activities. This initiative also enhances students' soft skills by fostering teamwork and nurturing creativity in waste recycling endeavors. Evaluation is carried out through surveys administered to teachers, focusing on the benefits, students' comprehension, implementation of the 3Rs (Reduce, Reuse, Recycle), and the overall impact of the training. Results indicate that 100% of respondents affirm the beneficial nature of the training, stating that students grasp the material well and are capable of practicing the 3Rs. Moreover, the training has shown significant positive impacts on student learning. 
PENINGKATAN KEPERCAYAAN DIRI KLIEN PEMASYARAKATAN BAPAS MELALUI PELATIHAN JAVANESE CONTENT CREATOR Endang Sri Maruti; Nizam Zakka Arrizal; Novita Erliana Sari; Beny Dwi Pratama; Jeny Ayu Rahma Astuti; Aji Nur Abdurrohman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25893

Abstract

Abstrak: Klien pemasyarakatan membutuhkan kepercayaan diri untuk berbaur kembali dengan masyarakat setelah menjalani masa hukuman. Tujuan umum kegiatan ini adalah untuk meningkatkan softskill berupa kepercayaan diri dan kreativitas klien di Bapas Kelas II Madiun dengan pelatihan Javanese Content Creator. Tahapan program ini meliputi persiapan, pelatihan, dan evaluasi. Metode pelatihan yang dilakukan dengan sosialisasi dan dilanjutkan dengan pendampingan keterampilan klien pemasyarakatan untuk bisa membuat video konten sederhana. Setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan, hasilnya diukur menggunakan teknik wawancara dan juga angket. Dari hasil evaluasi, pengetahuan klien tentang video konten telah meningkat sebesar 80%, selanjutnya kepercayaan diri klien meningkat sebesar 81%, dan akhirnya sebanyak 86% klien berani untuk membuat video konten. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa kepercayaan diri klien telah meningkat dengan adanya peningkatan jumlah video konten yang dihasilkan. Program ini juga memberikan manfaat tambahan berupa keterampilan baru dan peningkatan kesejahteraan ekonomis dan psikologis. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model untuk program serupa di masa mendatang. Abstract: Correctional clients need confidence to reintegrate into society after serving their sentence. The general objective of this activity is to increase softskill that the confidence of correctional clients at Bapas Class II Madiun with Javanese Content Creator training. The stages of this program include preparation, training, and evaluation. The training method is carried out through socialization and continued with mentoring of correctional client skills to be able to make simple video content. After training and mentoring, the results were measured using observation techniques and questionnaires. From the evaluation results, client knowledge about video content has increased by 80%, then client confidence has increased by 81%, and finally 86% of clients dare to make video content. Thus, it can be stated that client confidence has increased with the increase in the number of video content produced. This program also provides additional benefits in the form of new skills and increased economic and psychological well-being. The success of this program is expected to be a model for similar programs in the future.
MENINGKATKAN PENGETAHUAN MAHASISWA MENGENAI PENCEGAHAN DAN DETEKSI DINI HIV MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN Hanifah, Laily; Putri, Fridya Syavina; Riyanti, Febilla Dwinanda; Salwa, Puteri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25757

Abstract

Abstrak: Pengetahuan mahasiswa dari Perguruan Tinggi di Indonesia mengenai deteksi dini HIV/AIDS masih rendah, terbukti dari hasil pre-test dengan nilai rata-rata yaitu sebesar 46,75. Oleh karena itulah dipandang perlu dilakukan edukasi mengenai deteksi dini HIV/AIDS dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa dari Perguruan Tinggi di Indonesia. Pengabdian dilakukan dengan melakukan edukasi kesehatan kepada 80 mahasiswa dari Perguruan Tinggi di Indonesia melalui Zoom Meeting. Monitoring dan evaluasi pengetahuan peserta dilakukan dengan pengisian kuesioner pre dan post-test yang berjumlah 10 soal pilihan ganda. Berdasarkan hasil edukasi, terdapat peningkatan pengetahuan peserta yang menjadi 84,38 pada post-test yang artinya edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai pencegahan dan deteksi dini HIV. Sebagai saran, diharapkan Senat Mahasiswa seluruh Indonesia mengadakan edukasi kesehatan mengenai deteksi dini HIV setiap tahunnya.Abstract: The knowledge of students from universities in Indonesia regarding early detection of HIV/AIDS is still low, as evidenced by the results of the pre-test with an average score of 46.75. Therefore, it is necessary to conduct education on early detection of HIV/AIDS with the aim of increasing the knowledge of students from universities in Indonesia. The service was carried out by conducting health education to 80 students from universities in Indonesia through Zoom Meeting. Monitoring and evaluation of participants' knowledge was carried out by filling out pre and post-test questionnaires. Based on the results of the education, it can be seen that there is an increase in participants' knowledge as seen from the pre-test score to 84.38 in the post-test, which means that education is useful for increasing college students' insight into HIV early detection. It is suggested that University Students Senate in Indonesia will hold health education specifically on early detection for HIV every year.
PENGELOLAAN OBJEK WISATA OLAHRAGA BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN Rabwan Satriawan; Zulharman Zulharman; Mochamad Noeryoko
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22723

Abstract

Abstrak: Pengabdian ini pentingnya dilakukan agar meningkatkan pemahaman terkait cara mengelola objek wisata olahraga berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah observasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Mitra pengabdian ini adalah Pokdarwis Desa Pela, yang dimana atraksi wisata yang dikembangkan oleh Pokdarwis Desa Pela adalah wisata olahraga berbabsis kearifan lokal, namun Pokdawris Desa Pela belum maksimal memahami bagaimana cara mengelola objek wisata olahraga untuk bisa meningkatkan kunjungan wisatawan. Evaluasi yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah menggunakan tes (pretest dan posttest). Tes dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman anggota Pokdarwis Desa Pela terkait pengelolaan objek wistata olahraga berbasis kearifan lokal. Peserta pengabdian berupa anggota Pokdarwis Desa Pela dengan jumlah 25 orang. Hasil pengabdian menunjukan bahwa dengan melakukan pengabdian pelatihan pengelolaan objek wisata olahraga berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan kunjungan wisatawan menunjukan tingkat pemahaman anggota Pokdarwis Desa Pela meningkat 31%. Oleh sebab itu perlu dilakukan pendampingan secara terus menerus agar objek wisata olahraga berbasis kearifan lokal di Desa Pela dapat berkembang dengan baik dan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.Abstract: It is important to carry out this service to provide understanding regarding how to manage sports tourism objects based on local wisdom to increase tourist visits. The methods used in this service activity are observation, socialization, training, mentoring and evaluation. This service partner is the Pela Village Pokdarwis, where the tourist attractions developed by the Pela Village Pokdarwis are sports tourism based on local wisdom, but the Pela Village Pokdawris do not fully understand how to manage sports tourist attractions to increase tourist visits. The evaluation carried out in this service activity uses tests (pretest and posttest). The test was carried out to determine the level of understanding of Pela Village Pokdarwis members regarding the management of sports tourism objects based on local wisdom. The service participants were members of the Pela Village Pokdarwis with a total of 25 people. The results of the service show that by carrying out training in managing sports tourism objects based on local wisdom to increase tourist visits, the level of understanding of Pela Village Pokdarwis members has increased by 31%. Therefore, it is necessary to provide continuous assistance so that sports tourism objects based on local wisdom in Pela Village can develop well and have a positive impact on the local community.
DIVERSIFIKASI PRODUK, PENGEMBANGAN KEMASAN DAN BRAND PRODUK GULA LEMPENG PADA HOME INDUSTRI UNTUK MENUNJANG PARIWISATA PANTAI LASIANA-NTT I Wayan Nampa; Tomycho Olviana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21690

Abstract

Abstrak: Gula merah berbahan baku nira lontar merupakan salah satu produk khas lahan kering kepualaun seperti di NTT, NTB dan Maluku bagian Selatan. Gula merah merupakan gula yang diproduksi dengan kearifan lokal yang diproduki oleh UMKM. Produk gula merah sangat potensial dikembangkan sebagai produk cindramata untuk menunjang aktivitas pariwisata. Diperlukan inovasi produk baik ukuran produk dan juga kemasan agar memenuhi selera konsumen pariwisata. Pada aspek produk, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan disain produk, kemasan dan brand produk. Sedangakn pada aspek SDM, kemampuan mitra dapat meningkat, khususnya dalam aspek inovasi produk, teknik produksi dan membangun citra produk. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metoda ceramah, diskusi pemecahan masalah dan workshop. Mitra kegiatan adalah dua kelompok pelaku UMKM yang berlokasi di kawasan pariwisata Panati Lasiana, Kota Kupang. Jumlah Peserta yang mengikuti kegaitan ini sebanyak 20 orang. Evaluasi hasil pengembangan produk menggunakan panel test terhadap kelompok konsumen, sedangkan peningkatan skill peserta dilakukan penyebaran angket dan dianalisis secara deskriptif kualtitaif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta telah mengalami peningkatan skill khususnya dalam memproduksi gula merah dengan disain yang lebih fungsional, penggunaan kemasan dan menjaga higienitas produk. Hasil analisis uji panel test menunjukkan bahwa konsumen respons positif terhadap produk yang dikembangkan, bahkan bersedia membeli dengan harga 30% lebih tinggi. 78,5% Peserta dapat memahami materi yang disampaikan, tetapi memiliki tingkat kesediaan menerapkan teknologi yang masih sedang (60,5%). Namun demikian, 85,5% responden akan menerapkan teknologi apabila mendapatkan insentif pendapatan.Abstract: Brown sugar is a typical product produced from archipelagic dry land agriculture, such as in NTT, NTB and southern Maluku. Brown sugar is produced with local wisdom and is produced by MSMEs. Brown sugar products have great potential to be developed as souvenir products to support tourism activities. Product innovation is needed in both product size and packaging to meet the tastes of tourism consumers. In the product aspect, this service activity aims to develop product design, packaging and product branding. Meanwhile, in the human resource aspect, partners' abilities can increase, especially in the aspects of product innovation, production techniques and building product image. Service activities are carried out using lecture methods, problem solving discussions and workshops. The activity partners are two groups of MSMEs located in the tourism destinations of the Panati Lasiana, Kupang City. The number of participants who took part in this activity was 20 people. Evaluation of product development results uses panel tests on consumer groups, while improving participants' skills is carried out by distributing questionnaires and explained qualitatively. The results of the activity showed that participants had improved their skills, especially in producing brown sugar with a more functional design, using packaging and maintaining product hygiene. The results of the panel test analysis show that consumers responded positively to the product being developed, and were even willing to buy at a 30% higher price. 78.5% of participants were able to understand the material presented, but had a moderate level of willingness to apply technology (60.5%). However, 85.5% of respondents will implement technology after receiving income incentives.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER PKK DASAWISMA KELURAHAN JOHAR BARU TENTANG BAHAN KOSMETIKA YANG AMAN MELALUI VIDEO & BOOKLET Yetri Elisya; Junaedi Junaedi; Surahman Surahman; Nanda Puspita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20357

Abstract

Abstrak: Permintaan pasar akan kosmetik menjadi terus meningkat akan mendorong perkembangan industri kosmetika di Indonesia. Namun, maraknya bermacam jenis kosmetika tanpa ijin edar membawa resiko bagi penggunanya. Sejumlah studi menyebutkan bahwa beberapa sediaan produk kosmetika menunjukkan adanya kandungan pewarna berbahaya rhodamine B. Di samping itu, pemeriksaan pada lotion pemutih juga menunjukkan adanya kandungan logam berat merkuri di atas ambang batas persyaratan dari BPOM. Oleh karena itu, pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan kegiatan penyuluhan pada 23 orangbagi ibu-ibu kader PKK dan dasawisma tentangagar memahami cara memilih kosmetika yang tepat dan aman. KMetode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian dilakukan dengan metodeini adalah ceramah presentasi dibantu video dan pemberian booklet berisi informasi tentang bahan kimia berbahaya pada kosmetik ilegal, tanya jawab dan diskusi juga membagikan kueisoner untuk menilai tingkat pemahaman ibu-ibu. Pada awal dan setelah penyuluhan, dilakukan evaluasi Hasil pretest dan postest terhadap pengetahuan kader. tentang kosmetika yang amanHasil evaluasi menunjukkan diketahui adanya penyuluhan dapat meningkatkanpeningkatan pengetahuan skor posttest 19% lebih tinggi dari skor pretest (p=0,01)para ibu PKK dalam memilih kosmetika yang aman. Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh para ibu dan pemangku kepentingan, dikarenakan ibu-ibu adalah pengguna kosmetik sehingga diharapkan dapat untuk meminimalkan resiko kesehatan akibat menggunakan penggunaan kosmetik dengan kandungan bahan berbahaya.Abstract: Market demand for cosmetics continues to increase, encouraging the development of the cosmetics industry in Indonesia. However, the proliferation of various cosmetics without distribution permits carries risks for users. Some studies state that several cosmetic product preparations contain the dangerous dye rhodamine B. In addition, examination of whitening lotions also shows that the content of the heavy metal mercury is above the threshold requirements of the BPOM. Therefore, in this community service activity, 23 women from PKK and Dasawisma cadres provided counselling on how to choose safe cosmetics. Community service activities are carried out using the lecture method and giving booklets containing information about dangerous chemicals in illegal cosmetics. At the beginning and after counselling, an evaluation of the cadres' knowledge is carried out. The evaluation results showed an increase in the posttest score, which was 19% higher than the pretest score (p=0.01). This activity is highly appreciated by mothers and stakeholders because mothers are cosmetic users, so it is hoped that they can minimize the risk of using dangerous cosmetics.
FOCUS GROUP DISCUSSION PENATAAN KONSEP WISATA DESA BUDAYA BERBASIS LOCAL ADVANTAGE KELURAHAN PABEAN KOTA CILEGON BANTEN Rifky Ujianto; Rama Indera Kusuma; Restu Wigati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19615

Abstract

Abstrak: Penetapan Kelurahan Pabean sebagai desa budaya, berdasarkan surat keputusan Wali Kota Cilegon nomor 140/Kep.281-Dindik/2022, menjadi titik tolak untuk mengembangkan potensi wisata lokal di Kota Cilegon. Untuk itu diperlukan identifikasi potensi yang menonjol di kelurahan Pabean. Pertanian,perkebunan, industri rumah tangga,budaya lokal , wisata religi ,atraksi kesenian yang kemudian akan dipetakan dalam sebuah kegiatan focus groups discussion wisata desa budaya. Isu strategis dan permasalahan diharapkan dapat teridentifikasi dengan tepat melalui kegiatan pengabdian masyarakat sehingga destinasi desa budaya dapat diwujudkan. Metode pendekatan deskriptif kuantitatif, in depth interview, participatory mapping terhadap objek potensi desa dipetakan berdasarkan data dasar potensi budaya setempat dengan melibatkan unsur lembaga: Bappedalitbang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Camat, Lurah, LPPM Untirta, Kelompok Sadar Budaya (Pokdarbud), kelompok masyarakat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta PKK. Hasil keputusan disepakati dalam dokumen berita acara focus groups discussion (FGD) tanggal 11 September 2023 yang dihadiri 21 orang para pemangku kepentingan, dimana kegiatan FGD telah 100% selesai dilaksanakan.Abstract: The designation of Pabean Village as a cultural village, based on the Cilegon Mayor's decree number 140/Kep.281-Dindik/2022, is the starting point for developing local tourism potential in Cilegon City. For this reason, it is necessary to identify prominent potential in the Pabean sub-district. Agriculture, plantations, home industry, local culture, religious tourism, artistic attractions will then be mapped in a focus group discussion activity on cultural village tourism. It is hoped that strategic issues and problems can be identified correctly through community service activities so that cultural village destinations can be realized. Quantitative descriptive approach methods, in-depth interviews, participatory mapping of village potential objects are mapped based on basic data on local cultural potential by involving institutional elements: Bappedalitbang, Education and Culture Service, Housing and Settlement Area Service, Subdistrict Head, Village Head, LPPM Untirta, Cultural Awareness Group (Pokdarbud), community groups, community leaders and youth leaders as well as the PKK. The results of the decision were agreed in the focus group discussion (FGD) minutes document on September 11 2023 which was attended by 21 stakeholders, where the FGD activities had been 100% completed. 
PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI MELALUI APLIKASI QUIZ INTERAKTIF DAN PEMBAGIAN PAKET MENSTRUAL PAD PADA SISWI SMP Yuliana, Anna; Shaleha, Resha Resmawati; Maria, Hana Diana; Soesilo, Deffa Ambarwati; Agustiani, Cica
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26283

Abstract

Abstrak: Pemahaman tentang fungsi dan proses biologi tubuh adalah komponen penting dari perkembangan remaja. WHO mengatakan bahwa remaja berusia 10-19 tahun berada dalam fase transisi yang sangat penting sehingga akan menentukan kesehatan dan kesejahteraan mereka di masa depan. Selain itu, memahami kesehatan reproduksi membantu mereka menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan alat reproduksi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan serta edukasi melalui aplikasi quiz interaktif, dengan harapan dapat menarik minat siswi serta guru sehingga materi menjadi mudah untuk dipahami. Sasaran kegiatan ini siswi yang berada di SMP sebanyak 151 orang. Kegiatan diawal dengan pembukaan, pemgisian pre-test, pemberian materi, diskusi, pengisian post-test, pembagian menstrual pad, dan penutup. Hasil analisis data menunjukan peningkatan yang signifikan dari nilai hasil pre-test yaitu 41,73% menjadi 98,38% untuk hasil pos-test, yang terlihat adanya antusias para siswi dalam menyimak materi dengan menggunakan aplikasi quiz interaktif yang menarik sehingga membuat siswi lebih semangat untuk mempelajari tentang kesehatan reproduksi.Abstract: Understanding the function and biological processes of the body is an important component of adolescent development. Based on WHO research, that 10-19 year olds are in crucial transitional phase that will determine the future health and well-being. Besides, understanding reproductive health helps the become more aware of the importance opining hygiene and reproductive organ health. The purpose of this dedication is to provide education and understanding with interactive quiz, that are expected to attract the interest of both teachers and students so that they are easy to understand. The target of this activity is the pupils who are in the first secondary school as many as 151 people. Activities started with opening, pre-test filling, material delivery, discussion, post-test replenishment, menstrual pad division, and closing. The data analysis showed a significant increase from pre-test score 41,73% to 98,38% for post-test results, which was seen by the enthusiasm of the students in reading the material and in using an interesting interactive quiz application which mate the students more enthusiast to learn about reproductive health.