cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
EDUKASI TERAPI KOMBINASI AKUPRESUR DAN AROMA TERAPI PADA KADER POSYANDU DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN PEREMPUAN DENGAN HIPERTENSI Arie Maineny; Niluh Nita Silfia; Henrietta Imelda Tondong; Asrawaty Asrawaty; Narmin Narmin; Sumiaty Sumiaty; Lisnawati Lisnawati; Sri Restu Tempali; Widya Pani; Sri Yanti Kusika; Asriwidyayanti Asriwidyayanti; Hasnawati Hasnawati; Novi Dwi Astuti; Taqwin Taqwin; Masda Masda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.25030

Abstract

Abstrak: Hipertensi menjadi permasalahan kesehatan karena setiap tahun prevalensi hipertensi terus meningkat. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologi dan terapi non farmakologi. Terapi komplementer merupakan salah satu pengobatan non farmakologi penyakit hipertensi. Kombinasi terapi akupresur dan aroma terapi merupakan salah satu terapi komplementer sebagai bentuk pendekatan inovatif penanganan hipertensi. Kegiatan pengabbdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu dalam pelayanan kesehatan tradisional komplementer kombinasi akupresur dan aroma terapi untuk meningkatkan kesehatan perempuan dengan hipertensi. Kegiatan dimulai dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan kader posyandu, dilanjutkan penyampaian edukasi dan demonstrasi kombinasi terapi akupresur dan aroma terapi, serta praktik mandiri peserta.  Mitra yang terlibat adalah Puskesmas Mamboro, dengan peserta 15 orang kader posyandu. Evaluasi dilakukan melalui pengisian kuesioner pre-post test. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terlaksana baik dan terdapat peningkatan pengetahuan kader posyandu kategori baik dari 60% sebelum edukasi, menjadi 93% sesudah edukasi.Kata Kunci: Edukasi; akupresur; aroma terapi; hipertensi; kader.Abstract: Hypertension is a health problem because every year the prevalence continues to increase. Management of hypertension can be pharmacologically and non pharmacologically. Complementary therapy is a non pharmacological hypertension  treatment. Combination of acupressure therapy and aroma therapy is a complementary therapy as an innovative approach to treating hypertension. This community service activity aims to increase knowledge and skills posyandu cadres in complementary traditional health services, a combination of acupressure and aroma therapy to improve the health of women with hypertension. The activity began with a Focus Group Discussion (FGD), delivery of education and demonstrations, as well as participants' independent practice. The partner involved was the Mamboro Community Health Center, with 15 posyandu cadres participating. Evaluation is carried out by filling out a pre-post test questionnaire. The activities were carried out well and there was an increase in the knowledge of posyandu cadres in the good category from 60% before education, to 93% after education.
PEMBANGUNAN EKONOMI KREATIF BERBASIS INLKUSIF Reynilda Reynilda; Azlan Azhari; Maryadi Maryadi; Muhammad Idris; Asri Asri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23364

Abstract

Abstrak: Pembangunan ekonomi kreatif yang inklusif bertujuan mengatasi tantangan sosial dan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan potensi kultural yang melimpah. Meski demikian, pelaku usaha di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, masih menghadapi kendala dalam keunggulan bersaing produk dan manajemen usaha. Pengabdian ini dilaksanakan untuk mendorong pelaku usaha di Kabupaten Pinrang khususnya di Keluruhan Benteng Sawitto, Kecamatan Paleteang dalam meningkatkan kemampuan mereka mengelola usaha dan meningkatkan keunggulan bersaing produk, yang memerlukan keterampilan seperti manajemen, kreativitas, komunikasi, dan pemecahan masalah. Adapun metode yang digunakan yaitu diawali dengan kegiatan penyuluhan serta Metode Focus Group Discussion (FGD). Partisipasi pemerintah setempat dan masyarakat sangat baik, menunjukkan kesadaran akan pentingnya pengembangan ekonomi kreatif. Penilaian yang digunakan untuk mengukur keberhasilan kegiatan yaitu dengan memberikan pretest dan posttest kepada seluruh peserta. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa setelah diadakan penyuluhan pemahaman peserta meningkat secara signifikan. Peningkatan pemahaman tersebut menunjukkan bahwa peserta memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang jauh lebih baik setelah mengikuti penyuluhan. Ini dapat diartikan sebagai keberhasilan kegiatan penyuluhan dalam meningkatkan wawasan dan kemampuan peserta dalam pengelolaan usaha serta pemanfaatan potensi lokal untuk produk unggulan. Hasilnya dapat menjadi acuan bagi pemerintah setempat dalam merancang program untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat melalui UMKM di Kelurahan Benteng Sawitto.Abstract: Inclusive creative economy development aims to overcome social and economic challenges, create jobs, and improve community welfare by utilising abundant cultural potential. However, business actors in Pinrang Regency, South Sulawesi, still face obstacles in product competitive advantage and business management. This service was carried out to encourage business actors in Pinrang Regency, especially in Benteng Sawitto Sub-district, Paleteang District, to improve their ability to manage their business and increase product competitive advantage, which requires skills such as management, creativity, communication, and problem solving. The method used was preceded by seminar activities and the Focus Group Discussion (FGD) method. The participation of the local government and community was very good, showing awareness of the importance of creative economic development. The assessment used to measure the success of the activity is by giving a pretest and posttest to all participants. The results of this activity showed that after the counselling, the participants' understanding increased significantly. The increase in understanding shows that participants gained much better knowledge and understanding after attending the extension programme. This can be interpreted as the success of extension activities in improving participants' insights and abilities in business management and utilisation of local potential for superior products. The results can be a reference for the local government in designing programmes to improve the economy and community welfare through MSMEs in Benteng Sawitto Village.
UTILIZING MIND MAPPING TO ENHANCE WRITING SKILLS AND CULTURAL UNDERSTANDING THROUGH CREATIVE WRITING WORKSHOPS Tesaannisa Tesaannisa; Rizki Taufik Rakhman; Eva Leiliyanti; Eko Hadi Prayitno; Diyantari Diyantari; Nurrahma Restia Fatkhiyati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.22248

Abstract

Abstract: This community service project is a collaboration between the Faculty of Language and Arts, Jakarta State University, and the Cisaat Village Government, initiated by the English Literature Program in collaboration with the Visual Arts Education Program of the Faculty of Language and Arts, Jakarta State University. This community service project was conducted in Cilimus Village with the aim of enhancing participants' writing skills and their understanding of their own culture through a cultural knowledge strategy via creative writing training based on local wisdom, employing the technique of mind mapping. The subjects of this community service project were 17 students from Junior High School and Senior High School. The mind mapping technique was applied as a tool to organize ideas from Cilimus Village into creative writing pieces. The evaluation of the writing was carried out using a narrative writing rubric based on the Common Core State Standards (CCSS) W.7.3, assessing students' abilities in effective and comprehensive narrative writing. The evaluation results showed an increase in the number of participants who achieved a minimum score of 20 points, totaling 80% of all participants. The outcome of this community service project is creative writing by the young generation of Cilimus Village that reflects the cultural values and uniqueness of Cilimus Village, contributing to the preservation and promotion of Cilimus Village's cultural heritage.
PENINGKATAN IPTEK PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS MELALUI PENGENALAN INTERNET OF THINGS Ida Afriliana; Abdul Basit; Arif Rakhman; M. Teguh Prihandoyo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20110

Abstract

Abstrak: Pada era milenial ini, gawai bukanlah menjadi sesuatu hal yang mewah tetapi gawai sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan manusia di segala bidang. Perkembangan industri dimulai dari revolusi industi 1.0 hingga sekarang revolusi industri 4.0, dimana Internet of Things sangat membantu kehidupan manusia di semua lini. IoT adalah alat cerdas yang lengkapi dengan teknologi hardware dan software serta dihubungkan dengan jaringan internet. Siswa sekolah menengah atas mewakili generasi Z yang memang sangat tepat jika diberikan pengetahuan tentang pengenalan Intenet of Things ini. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan IPTEK bagi siswa SMA N 3 Tegal untuk memberikan pengetahuan tentang IoT di era industri 4.0. Pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 36 peserta,dan metode pengabdian masyarakat ini adalah ceramah dan praktik untuk perancangan LED Pintar dengan menggunakan tools wokwi.com dengan Mikrokontroler ESP32. Hampir semua peserta tertarik dengan materi ini ditunjukkan dengan ketercapaian daya serap peserta terhadap amteri yang diberikan sebesar 95%. Dengan hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan hardskill dari peserta pengabdian.Abstract: In the millennium era, gadgets are no longer a luxury item but a necessity that supports human life in all fields, especially the Z generations. Technological developments started from the industrial revolution 1.0 up to now the industrial revolution 4.0, where the Internet of Things (IoT) really helped human life in all fields. IoT, namely smart devices by utilizing internet technology and networks. High school students are one of the Z generations where appropriate for early preparation regarding the knowledge and application of IoT. Aim this community service to increase science and technology was given to high school students 3 Tegal to provide discourse and knowledge about IoT in its application in the industrial revolution 4.0. This course was attended by 36 participants and they were practiced made smart LED with wokwi use ESP32. Almost students were interested in exploring the Internet of Things and absorption rate of material is 95%.
TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGOLAHAN BUAH MANGROVE UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT PESISIR I Ismawati; I Made Kastiawan; Moh Baqir Ainun; Dyah Ayu Fajaryaningtyas; Hery Murnawan; Rini Rahayu Sihmawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20184

Abstract

Abstrak: Buah mangrove belum banyak yang mengetahui dan memanfaatkan potensinya menjadi suatu produk olahan. Kelompok masyarakat Poklahsar raji Pandawa dan Pokmaswas Reng Paseser memiliki keinginan untuk mengolah mangrove menjadi produk olahan yang bernilai jual namun masih terkendala di aspek teknologi. Tujuan kegiatan abdimas yaitu memberikan teknologi tepat guna dan pemahaman pengolahan kopi dan sirup mangrove sebagai upaya peningkatan pendapatan masyarakat pesisir yang sbelumnya hanya bertumpu pada perikanan tangkap. Keiatan dilakukan dengan tahapan sosialisai, pelatihan, pengukuran hasil pelatihan, monitoring dan evaluasi. Hasil yang telah dicapai terjadi peningkatan pemahaman dalam penggunaan Teknologi Tepat Guna pada 20 orang mitra. Pemahaman Teknologi Tepat Guna pengolahan mangrove ini yaitu pada aspek pengetahuan pengoperasian alat pemeras mangrove dan alat sangrai masing – masing meningkat 50% sedangkan pada aspek pengetahuan tahapan proses pengolahan kopi mangrove sejumlah 35% dan peningkatan pengetahuan proses pengolahan sirup mangrove sejumlah 20%.Abstract: People do not know the potential of mangrove fruit as a food productThe Poklahsar Raji Pandawa and Pokmaswas Reng Paseser community groups have the desire to process mangroves into marketable food products but are still hampered by technological aspects. The aim of community service activities is to provide appropriate technology and understanding of coffee and mangrove syrup processing as an effort to increase the income of coastal communities which previously only relied on fishing. Activities are carried out in the stages of socialization, training, measuring training results, monitoring and evaluation. The results that have been achieved are an increase in understanding in the use of Appropriate Technology among 20 partners. Understanding Appropriate Technology for mangrove processing, namely in the aspect of knowledge of the operation of mangrove pressing tools and roasting equipment, each increased by 50%, while in the aspect of the stages of knowledge of the mangrove coffee processing process it was 35% and the increase in knowledge of the mangrove syrup processing process was 20%.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU PKK MELALUI EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN STIK DURI IKAN Riyanta, Aldi Budi; Nurcahyo, Heru; Santoso, Joko
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26115

Abstract

Abstrak: Masyarakat Kelurahan Muarareja sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan dengan produksi perikanan tradisional yang menghasilkan produksi tangkapan ikan yang fluktuatif sehingga diperlukan upaya untuk mengatasi kondisi perekonomian nelayan setempat. Salah satu metode yang dapat dilaksanakan adalah memanfaatkan limbah duri ikan untuk dijadikan komoditi pengolahan yang bernilai jual. Meningkatan pengetahuan tentang pengolahan limbah tulang ikan menjadi stik tulang dan dapat meningkatkan skill sebagai interpreuner. Metode yang dilakukan yaitu dengan memberikan peatihan pembuatan stik duri ikan dan evaluasi dilakukan dengan metode pretest dan posttest. Dari 19 peserta diberikan pre-test dan post-test untuk kemudian data diolah menggunakan MS. Excel dan dinterpretasikan dengan hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan cara mengolah limbah ikan menjadi stik duri ikan hingga 45,79%. Stik duri ikan merupakan salah satu upaya diversifikasi untuk meningkatkan nilai jual dari limbah duri ikan selain itu dapat digunakan sebagai upaya startup bisnis dikalangan masyarakat dan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini mampu meningkatkan keterampilan peserta hingga 45,79%.Abstract: The people of Muarareja Village mostly work as fishermen with traditional fisheries production that produces fluctuating fish catch production so that efforts were needed to overcome the economic conditions of local fishermen. One method that can be implemented was to utilize fish bone waste to become a valuable processing commodity. Increase knowledge about processing fish bone waste into bone sticks. The method used was to provide training in making fish spines sticks and evaluation was carried out using the pretest and posttest method. The participants were given a pretest and posttest. The results showing that there was an increased knowledge on how to process fish waste into fish sticks by 45.79%. Fish thorn sticks are one of the diversification efforts to increase the selling value of fish thorn waste, besides that it can be used as a business start-up effort among the community and this Community Service activity is able to increase participant skills by 45.79%.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN LAHAN TIDUR SEBAGAI SUMBER HIJAUAN PAKAN DALAM MENDUKUNG WIRAUSAHA PETERNAKAN PANTI ASUHAN Irwan, Muh.; Nugraha, Angga; Asra, Reza; M, Armayani; Mursalat, Aksal
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26432

Abstract

Abstrak: Panti Asuhan Sejati Muhammadiyah Rappang telah lama berfungsi sebagai lembaga sosial yang menyediakan perlindungan dan pendidikan bagi anak-anak yatim dan kurang mampu. Dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi serta mengembangkan keterampilan penghuninya, panti asuhan ini menginisiasi program wirausaha peternakan. Urgensi kegiatan pengabdian ini adalah terpenuhinya kebutuhan pakan secara berkelanjutan bagi Wirausaha Peternakan yang dijalankan Panti Asuhan Sejati Muhammadiyah Sidenreng Rappang melalui pemanfaatan lahan tidur. Pengabdian ini berorientasi pada pemanfaatan lahan tidur dan dampaknya terhadap pengembangan wirausaha peternakan di panti asuhan. Selain itu, pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan hard skill anak panti asuhan. Untuk mencapai tujuan kegiatan, maka metode yang digunakan adalah Focus Group Discussioan dan Praktik Langsung di lapangan. Adapun tahapan kegiatan meliputi: Observasi lapangan, perencanaan program, pelatihan, pendampingan teknis, dan evaluasi. Kegiatan ini melibatkan 20 orang anak panti asuhan yang direkomendasikan oleh pengelola. Hasil observasi menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan dan keterampilan penghuni panti asuhan terkait sektor peternakan masih rendah, minat dan dukungan mereka terhadap pengembangan wirausaha peternakan tergolong tinggi. Melalui pendampingan teknis dan pelatihan yang sistematis, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan penghuni panti asuhan dalam budidaya hijauan pakan. Evaluasi akhir menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan keterampilan berada pada angka 70% dan 65%, pemanfaatan lahan tidur 60%, minat anak panti serta dukungan panti asuhan terhadap Wrausaha Peternakan adalah 98% dan 100%. Program ini tidak hanya memberikan solusi praktis terhadap keterbatasan sumber daya, tetapi juga membekali anak-anak panti asuhan dengan keterampilan dan pengetahuan yang bermanfaat untuk masa depan mereka, serta berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.Abstract: The Sejati Muhammadiyah Rappang Orphanage has long functioned as a social institution that provides protection and education for orphans and underprivileged children. In an effort to increase economic independence and develop the skills of its residents, this orphanage initiated a livestock entrepreneurship program. The urgency of this community service activity is to meet the sustainable feed needs for the Livestock Entrepreneurship run by the Sejati Muhammadiyah Sidenreng Rappang Orphanage through the utilization of idle land. This community service is oriented towards the utilization of idle land and its impact on the development of livestock entrepreneurship in the orphanage. In addition, this community service aims to improve the hard skills of the orphanage children. To achieve the objectives of the activity, the methods used are Focus Group Discussion and Direct Practice in the field. The stages of the activity include: Field observation, program planning, training, technical assistance, and evaluation. This activity involved 20 orphanage children recommended by the manager. The results of the observation showed that although the knowledge and skills of the orphanage residents related to the livestock sector were still low, their interest and support for the development of livestock entrepreneurship were relatively high. Through systematic technical assistance and training, there was an increase in the knowledge and skills of the orphanage residents in cultivating green fodder. The final evaluation showed that the level of knowledge and skills was at 70% and 65%, utilization of idle land was 60%, the interest of the orphanage children and the support of the orphanage for the Livestock Entrepreneurship was 98% and 100%. This program not only provides practical solutions to resource limitations, but also equips the orphanage children with skills and knowledge that are useful for their future, and contributes to the welfare of the community.
EDUKASI KELUARGA DALAM PEMANFAATAN DAUN KELOR UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI PADA BALITA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Eva Martini; Sri Kurnia Dewi; Ricko Dwi Haryanto; Asep Suryadin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.23831

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan masalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat dari kekurangan gizi yang kronis. Dampak stunting jangka panjang adalah anak akan mengalami kehilangan produktifitas ketika dewasa. Intervensi yang perlu dilakukan untuk mencegah stunting dimulai dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi. Memberikan makanan tambahan menggunakan bahan lokal yang mempunyai keterjangkauan harga serta ketersediaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dalam meningkatkan pengetahuan keluarga dalam pemanfaatan daun kelor sebagai upaya pencegahan stunting. Metode penyuluhan yang digunakan yaitu kegiatan ceramah menggunakan media poster, sesi tanya jawab, pretest dan posttest. Pengabdian dilakukan oleh tim di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tipar Kota Sukabumi. Peserta kegiatan sosialisasi adalah ibu yang memiliki balita yang datang ke posyandu berjumlah 35 orang. Evaluasi pada kegiatan ini dengan melakukan posttest berjumlah 15 soal. Evaluasi kegiatan ini menunjukan keberhasilan telah terpenuhi dengan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 22% berdasarkan hasil pre-test 43% dan posttest 65%.Abstract: Stunting is a problem of growth and development disorders in children as a result of chronic malnutrition. The long-term impact of stunting is that children will experience a loss of productivity when they grow up. Interventions that need to be carried out to prevent stunting start with meeting nutritional needs. Providing additional food using local ingredients that have affordable prices and availability. This community service activity aims to provide education in increasing family knowledge in the use of moringa leaves as an effort to prevent stunting. The counseling method used was lecture activities using poster media, question and answer sessions, pretest and posttest. The service was carried out by the team at the Posyandu Working Area of the Tipar Health Center, Sukabumi City. The participants of the socialization activity were mothers who had toddlers who came to the posyandu totaling 35 people. Evaluation in this activity by conducting a posttest totaling 15 questions. The evaluation of this activity showed that the success had been fulfilled with an increase in participants' knowledge by 22% based on the results of the pre-test 43% and the posttest 65%. 
PEMBERDAYAAN DAN PENDAMPINGAN REMAJA DALAM MENGATASI KELUHAN DISMENORE Elvi Destariyani; Yuniarti Yuniarti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.22396

Abstract

Abstrak: Prevalensi dismenore tertinggi dialami oleh remaja dengan angka berkisar di 85%. Dampak dari keluhan dismenore yaitu mengganggu kenyamanan dan aktivitas. 10% dari Wanita yang mengalami dismenore tidak dapat mengikuti kegiatan seperti biasanya. Tujuan pengabdian ini melakukan pemberdayaan dan pendampingan remaja dalam upaya mengatasi keluhan dismenore. Metode Kegiatan pengabdian dimulai dengan metode sosialisasi penyuluhan menggunakan media power point dan video untuk evaluasi dilakukan pre-test dan post-test. Peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian adalah remaja putri yang mengalami dismenore sejumlah 25 orang. Hasil evaluasi menunjukan pengetahun remaja putri di awal kegiatan dengan skor nilai kurang dari 60 sebesar 44%. Setelah kegiatan pemberdayaan dan pendampingan hamper seluruh remaja putri dengan skor pengetahuan lebid dari 60 sebesar 92%. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan engabdian Masyarakat yang dilakukan memberikan manfaat yang besar untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri yang bisa meningkatkan kesehatan reproduksi remaja putri sebagai generasi penerus bangsa.Abstract: The highest prevalence of dysmenorrhea is experienced by teenagers with figures ranging from 85%. The impact of dysmenorrhea complaints is that it disrupts comfort and activities. 10% of women who experience dysmenorrhea cannot participate in activities as usual. The aim of this service is to increase empowerment and assistance to empower and assist teenagers in efforts to overcome dysmenorrhea. Method The service activity begins with the outreach method using power point and video media for pre-test and post-test evaluation. Participants who took part in service activities were 25 young women who experienced dysmenorrhea. The evaluation results show that the knowledge of young women at the start of the activity with a score of less than 60 is 44%. After empowerment and mentoring activities, almost all young women with a knowledge score of more than 60 were 92%. It can be concluded that the community service activities carried out provide great benefits for increasing the knowledge of young women which can improve the reproductive health of young women as the nation's next generation.
PEMANFAATAN APLIKASI TES PSIKOLOGI BERBASIS ANDROID UNTUK MEMUDAHKAN KONSELOR DALAM MENGENAL KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK M. Nishom; Taufiq Abidin; Dega Surono Wibowo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21721

Abstract

Abstrak: Di era digital, aplikasi memiliki peran yang semakin penting di lembaga pendidikan, aplikasi membawa berbagai manfaat dalam hal efisiensi, akses informasi, dan pengalaman pembelajaran serta layanan konseling dan dukungan psikologis untuk siswa. Selain mengajar di kelas, guru juga memiliki peran sebagai konselor (memberikan bimbingan kepada siswa). Aplikasi tes psikologi dapat memainkan peran konselor dalam melaksanakan tugas bimbingan dan konseling. Aplikasi tes psikologi dapat membantu konselor dalam memantau perkembangan siswa selama proses konseling. Hal ini dapat memberikan pemahaman lebih lanjut tentang efektivitas intervensi dan perluasan dukungan yang diperlukan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan skills peserta pengabdian terkait kepribadian, minat, bakat, dan kesesuaian jurusan dan karir mereka. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pengenalan dan pemanfaatan aplikasi tes psikologi di SMK PGRI Kota Tegal dengan jumlah peserta 55 yang terdiri dari 50 siswa, 4 guru kelas, dan 1 guru bimbingan konseling (BK). Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi, praktikum, dan pendampingan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara memberikan pre-test dan posttest pada peserta pengabdian untuk mengetahui tingkat ketercapaian kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa 90% peserta pengabdian menjadi lebih mengerti tentang kepribadian diri, minat, bakat, dan kecocokan karir mereka.Abstract: In the digital era, applications have an increasingly important role in educational institutions, applications bring various benefits in terms of efficiency, access to information, and learning experiences as well as counseling services and psychological support for students. Apart from teaching in class, teachers also have a role as counselors (providing guidance to students). Psychological test applications can play the role of counselors in carrying out guidance and counseling tasks. Psychological test applications can help counselors monitor student progress during the counseling process. This may provide further insight into the effectiveness of interventions and the extent of support required. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of service participants regarding their personality, interests, talents, and suitability of their major and career. In this community service activity, the introduction and use of psychological testing applications was carried out at SMK PGRI Tegal City with a total of 55 participants consisting of 50 students, 4 class teachers, and 1 counseling guidance teacher. The methods used in this activity are socialization, practicum and mentoring. Evaluation of activities is carried out by giving pre-tests and post-tests to community service participants to determine the level of achievement of activities. The results of this service activity show that 90% of service participants have a better understanding of their personality, interests, talents and career suitability.