cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
BUDIDAYA SAYURAN BERBASIS RAKIT APUNG DALAM SISTEM ROTASI TANAM “PASAR RAKYAT” DI DAERAH RAWAN BANJIR Muis, Ichwan; Suaedi, Suaedi; Nurfalaq, Aryadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33793

Abstract

Abstrak: Desa Laskap merupakan salah satu desa yang masuk daerah rawan banjir. Permasalahan yang dihadapi mitra antara lain bencana banjir yang datang membutuhkan waktu berhari-hari untuk surut, rendahnya pendapatan masyarakat akibat siklus tanam yang terbatas pada lahan konvensional, tantangan hama dan penyakit bagi padi dan sayuran yang telah mengimplementasikan pertanian dengan teknologi rakit apung dan tidak adanya alternatif pengganti tanaman padi dilahan terdampak banjir di luar jadwal tanam padi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pemahaman petani terkait dengan sistem rotasi tanam PASAR RAKYAT dan budidaya sayur berbasis rakit apung. Metode pelaksanaan program ini dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan yang meliputi tahap prakegiatan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Kegiatan ini dihadiri 15 peserta anggota kelompok tani Pada Idi. Metode evaluasi menggunakan kuesioner yang berikan sebelum kegiatan (pre test) dan setelah kegiatan (post test). Dari kegiatan sosialisasi dan pelatihan sistem rotasi tanam ini dapat menjadi solusi untuk pertanian pada lahan rawan banjir. Meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra terhadap sistem rotasi tanam “PASAR RAKYAT” dan keterampilan mitra dalam pembuatan demplot serta budidaya sayur berbasis rakit apung dengan rata-rata peningkatan skor sebesar 20,6.Abstract: Laskap Village is one of the villages in a flood-prone area. Problems faced by partners include floods that take days to recede, low community income due to limited planting cycles on conventional land, challenges of pests and diseases for rice and vegetables that have implemented farming with floating raft technology and the lack of alternative rice crops on flood-affected land outside the rice planting schedule. This activity aims to increase farmers' understanding and comprehension regarding the PASAR RAKYAT crop rotation sistem and floating raft-based vegetable cultivation. The program implementation method is in the form of socialization and training that includes pre-activity stages, implementation stages and evaluation stages. This activity was attended by 15 participants from the Pada Idi farmer group. The evaluation method used a questionnaire given before the activity (pre-test) and after the activity (post-test). From the socialization and training activities, this crop rotation sistem can be a solution for agriculture in flood-prone areas. Improving partners' understanding and skills regarding the "PASAR RAKYAT" crop rotation sistem and partners' skills in creating demonstration plots and vegetable cultivation based on floating rafts with an average score increase of 20.6.
PENDAMPINGAN INOVASI TEKNOLOGI PERLUASAN SKALA BUDIDAYA UDANG VANAME MENGGUNAKAN SISTEM RECIRCULATING AQUACULTURE SYSTEM Hamrun, Hamrun; Wahyu, Farhanah; Paddiyatu, Nurhikmah; Amalia, Andi Annisa; Amir, Muh. Adjie Syahriansyah; Anwar, Syaiful
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36860

Abstract

Abstrak: Pokdakan Kallang Bayang merupakan mitra kegiatan Pengabdian Berbasis Kemitraan Masyarakat yang bergerak dalam budidaya udang vaname di kawasan Muara Sungai Jeneberang, Kampung Lette, Makassar. Kelompok ini beranggotakan 15 orang dan menghadapi permasalahan keterbatasan pendapatan, jangkauan pemasaran yang sempit, serta kerentanan kolam terhadap banjir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, pengelolaan usaha, dan penataan ruang budidaya melalui penerapan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS). Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui pelatihan teknis sistem filtrasi RAS, pembangunan kolam bioflokulasi berstruktur beton, penguatan manajemen kelembagaan, serta perancangan zonasi tata ruang usaha budidaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan RAS mampu meningkatkan survival rate udang hingga lebih dari 80% melalui efisiensi penggunaan air dan stabilitas kualitas lingkungan. Infrastruktur kolam beton juga meningkatkan ketahanan terhadap banjir dan menurunkan risiko kerusakan. Inovasi teknologi dan penguatan kapasitas kelompok terbukti meningkatkan produksi udang konsumsi dan adaptivitas usaha, meskipun pengembangan lanjutan masih diperlukan untuk efisiensi energi dan keberlanjutan budidaya.Abstract: Pokdakan Kallang Bayang is a partner in the Community-Based Partnership Service program engaged in vaname shrimp farming in the Muara Sungai Jeneberang area, Kampung Lette, Makassar. This group consists of 15 members and faces problems of limited income, narrow marketing reach, and pond vulnerability to flooding. This community service activity aims to increase production capacity, business management, and cultivation space planning through the application of Recirculating Aquaculture System (RAS) technology. The implementation method is carried out participatively through technical training on the RAS filtration system, construction of concrete bioflocculation ponds, strengthening of institutional management, and the design of cultivation business zoning. The results of the activity show that the application of RAS can increase the survival rate of shrimp to more than 80% through efficient water use and stable environmental quality. Concrete pond infrastructure also increases resistance to flooding and reduces the risk of damage. Technological innovation and capacity building of the group have been proven to increase shrimp production and business adaptability, although further development is still needed for energy efficiency and sustainable aquaculture.
PELATIHAN KEPEMIMPINAN DAN KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DAN KREATIVITAS GENERASI MUDA JAYAPURA Toii, Indra Eka Wardana; Edwar, Rizka Cintya; Mangopo, Yuni Riskita; Landjang, Xenia Irene Sandy; Damanik, Lisa Gresti Sella
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35247

Abstract

Abstrak: Generasi muda di Kota Jayapura menghadapi tantangan dalam mempersiapkan diri untuk mandiri secara ekonomi setelah menyelesaikan pendidikan formal, karena minimnya keterampilan praktis dan jiwa kepemimpinan. Kegiatan pelatihan kepemimpinan dan kewirausahaan dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian generasi muda. Pelatihan ini berlangsung pada 22–23 September 2025 di SMK Pariwisata Papua dan SMK Negeri 2 Bisnis & Manajemen Jayapura, dengan peserta sebanyak 200 siswa. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, workshop, dan praktik langsung pembuatan produk serta simulasi promosi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan menggunakan 7 Pertanyaan tentang konsep kepemimpinan dan kewirausahaan untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan kepemimpinan, kreativitas, dan keterampilan kewirausahaan sebesar rata-rata 65–70%. Peserta mampu menghasilkan produk kreatif dan lebih percaya diri dalam berwirausaha. Kegiatan ini berdampak positif dalam menumbuhkan jiwa wirausaha dan kemandirian ekonomi generasi muda Jayapura.Abstract: The young generation in Jayapura City faces challenges in preparing for economic independence after completing formal education due to limited practical skills and leadership abilities. A leadership and entrepreneurship training program was conducted as a community service initiative to enhance youth capacity and self-reliance. The training took place on September 22–23, 2025, at SMK Pariwisata Papua and SMK Negeri 2 Business & Management Jayapura, involving 200 student participants. The methods included socialization sessions, workshops, and hands-on practice in product creation and promotional simulations. The evaluation was carried out through a pre-test and post-test using seven questions on leadership and entrepreneurship concepts to measure improvements in understanding and skills. The results indicated an average increase of 65–70% in leadership, creativity, and entrepreneurial skills. Participants successfully produced creative products and demonstrated greater confidence in entrepreneurship. This activity had a positive impact on fostering entrepreneurial spirit and economic independence among Jayapura’s young generation.
OPTIMALISASI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF MELALUI PENDAMPINGAN ASUHAN NIFAS BERBASIS EDUKASI DAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL BAGI IBU PASCAPERSALINAN Ulfa, Siti Maria; Lestari, Pratiwi Puji; Rahman, Afiatun; Sondakh, Levana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34700

Abstract

Abstrak: Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama penting bagi kesehatan bayi dan kesejahteraan ibu. Namun, cakupan di wilayah Puskesmas Mantuil masih rendah, sekitar 60%, di bawah target nasional 80%. Rendahnya cakupan dipengaruhi kurangnya pengetahuan tentang manfaat ASI, teknik menyusui, serta minimnya dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan cakupan ASI eksklusif melalui edukasi dan pendampingan berbasis asuhan nifas dengan fokus pada keterampilan menyusui dan dukungan psikososial. Metode menggunakan pendekatan partisipasi melalui identifikasi kondisi awal, penyusunan materi edukasi, pelaksanaan program, dan evaluasi.Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan Puskesmas Mantuil sebagai mitra kerjasama yang berlokasi di Kecamatan Mantuil Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan dan diikuti oleh 15 peserta yang terdiri dari ibu hamil trimester 3 dan ibu nifas. Survei awal menilai pemahaman ibu, dilanjutkan pelatihan meliputi teknik menyusui, manajemen laktasi, serta strategi mengatasi stres pasca persalinan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan data sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner pengetahuan ASI Eksklusif, indikator keberhasilan kegiatan adalah komitmen ibu hamil dan nifas bersedia menyusui eksklusif didampingi oleh kader dan keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan menyusui, dan cakupan ASI eksklusif yang diukur rata-rata naik sebesar 36,27%. Monitoring dilakukan selama 1 bulan untuk mengidentifikasi hambatan menyusui. Kesimpulan menunjukkan edukasi dan dukungan psikososial efektif meningkatkan keberhasilan ASI. Luaran mencakup peningkatan cakupan, modul edukasi, dan rekomendasi kebijakan.Abstract: Exclusive breastfeeding for the first six months is important for the health of babies and the well-being of mothers. However, coverage in the Mantuil Community Health Center area is still low, at around 60%, below the national target of 80%. The low coverage is influenced by a lack of knowledge about the benefits of breastfeeding, breastfeeding techniques, and minimal support from family and health workers. This activity aims to increase exclusive breastfeeding coverage through education and postpartum care-based assistance with a focus on breastfeeding skills and psychosocial support. The method uses a participatory approach through initial condition identification, educational material development, program implementation, and evaluation. This activity was carried out in collaboration with the Mantuil Community Health Center, located in Mantuil District, Banjarmasin City, South Kalimantan, and was attended by 15 participants consisting of pregnant women in their third trimester and postpartum mothers. An initial survey assessed the mothers' understanding, followed by training on breastfeeding techniques, lactation management, and strategies for coping with postpartum stress. The evaluation was conducted by comparing data before and after the intervention using an exclusive breastfeeding knowledge questionnaire. The indicator of the activity's success was the commitment of pregnant and postpartum mothers to exclusively breastfeed with the assistance of cadres and family members. The results of the activities showed an increase in knowledge, breastfeeding skills, and exclusive breastfeeding coverage, which was measured to have increased by an average of 36.27%. Monitoring was conducted for 1 month to identify barriers to breastfeeding. The conclusion shows that education and psychosocial support are effective in increasing breastfeeding success. The outputs include increased coverage, educational modules, and policy recommendations.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN PETANI MELALUI SOSIALISASI KONVERSI BIOMASSA PASCAPANEN MENJADI PUPUK ORGANIK PADA KELOMPOK TANI SUKA MAJU Oksal, Efriyana; Nion, Yanetri Asi; Fatah, Abdul Hadjranul; Chuchita, Chuchita; Pereiz, Zimon; Alfanaar, Rokiy; Zaki, Azmi Malya; Rifai, Ahmad
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34268

Abstract

Abstrak: Tanah rawa gambut di wilayah Kelompok Tani Suka Maju memiliki tingkat keasaman tinggi dan daya ikat hara rendah, yang menjadi masalah produktivitas pertanian. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi melalui sosialisasi konversi biomassa pascapanen menjadi pupuk biochar sebagai pupuk organik alternatif. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, dan workshop dari tim ahli yang melibatkan kelompok tani sebagai mitra, dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan biochar peserta sebesar 90%, peningkatan fungsi biochar 80%, serta jenis limbah biomasa untuk biochar 80%. Inovasi ini dinilai mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas tukar kation, serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan di lahan gambut.Abstract: The peat swamp soils in the Suka Maju Farmer Group area are highly acidic and have low nutrient retention, limiting agricultural productivity. This community service program aims to address the issue by promoting the conversion of post-harvest biomass into biochar as an alternative organic fertilizer. The activities included socialization, and workshops, involving farmer group as a mitra. The results showed an increase in participants' biochar knowledge by 90%, an increase in biochar function by 80%, and an increase in the type of biomass waste for biochar by 80%. This innovation is proven to improve soil structure, enhance cation exchange capacity, and support sustainable farming practices on peatlands. 
PENGELOLAAN LIMBAH PEWARNA BATIK ECOPRINT: IMPLEMENTASI PUPUK ORGANIK CAIR SEBAGAI UPAYA PREVENSI DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN Lelitawati, Mardiana; Rahayu, Sofia Ery; Kartikasari, Nuraini; Putra, Muhammad Sukarno; Farid, Andi Muhammad Miftah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33206

Abstract

Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh produksi batik Ecoprint, khususnya yang berasal dari penggunaan zat pewarna organik. Tujuan utama dari program ini adalah mendorong pemanfaatan pupuk organik cair yang berasal dari limbah batik daur ulang sebagai solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah berbahaya yang dihasilkan oleh industri batik. Pendekatan yang digunakan dalam program ini adalah Asset-Based Community Development (ABCD), yang berfokus pada pemberdayaan komunitas pengrajin batik di Dimdim Art, Kediri, dengan memanfaatkan potensi dan aset yang dimiliki oleh komunitas tersebut. Sebanyak 25 orang pengrajin batik terlibat secara aktif dalam program ini. Melalui serangkaian pelatihan partisipatif dan lokakarya praktik, komunitas berhasil mengolah limbah zat pewarna menjadi pupuk organik cair yang bernilai. Hasil olahan tersebut tidak hanya mendukung praktik pertanian lokal, tetapi juga memperkuat prinsip keberlanjutan lingkungan di wilayah tersebut. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 96% peserta merasa memperoleh manfaat yang signifikan dari pelatihan tersebut. Terdapat peningkatan yang nyata dalam kesadaran serta kapasitas teknis masyarakat dalam mengelola limbah secara bertanggung jawab, yang berkontribusi secara signifikan terhadap upaya pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan ekonomi lokal. Abstract: This community service initiative aims to address environmental pollution resulting from the production of Ecoprint batik, with a particular focus on the organic dyes used in the process. The primary goal of the program is to promote the use of liquid organic fertilizer derived from recycled batik waste as a sustainable solution for managing hazardous materials generated by the batik industry. The approach employed in this program is the Asset-Based Community Development (ABCD) model, which seeks to empower the local artisan community at Dimdim Art, Kediri, by leveraging existing community assets and capacities. A total of 25 artisan participants were actively involved in the program. Through a series of participatory training sessions and practical workshops, the community successfully converted organic dye waste into valuable liquid organic fertilizer. This not only contributed to local agricultural practices but also reinforced environmental sustainability within the community. The evaluation results indicated that 96% of participants reported substantial benefits from the training. There was a marked increase in both awareness and the technical capacity of community members to manage waste responsibly, which has contributed significantly to environmental conservation efforts and the enhancement of local economic resilience.
INTRODUKSI TEKNOLOGI SMART HIDROPONIK TENAGA SURYA PADA KARANG TARUNA ILOMATA Ashari, Ulfira; Surusa, Frengki Eka Putra; P., Umar; Jafar, Muhammad Iqbal; Usman, Iqbal Faturachman; Tamrin, Moh Muhrim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36729

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Desa Ilomata dilaksanakan sebagai upaya menjawab permasalahan teknis, ekonomi, dan keberlanjutan usaha hidroponik yang dihadapi Karang Taruna Ilomata, khususnya terkait keterbatasan teknologi, tingginya biaya operasional, dan rendahnya pemanfaatan energi terbarukan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan hardskill mitra dalam merancang, merakit, dan mengoperasikan sistem smart hidroponik tenaga surya serta softskill mitra dalam pengelolaan usaha dan pemahaman legalitas usaha hidroponik. Metode kegiatan yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, pelatihan praktik perakitan smart hidroponik tenaga surya, penyuluhan pembuatan pupuk organik cair dari limbah rumah tangga, serta pendampingan teknik budidaya dan legalitas usaha. Mitra kegiatan adalah Karang Taruna Ilomata Kelurahan Tapa, Kota Gorontalo yang terdiri dari 41 orang anggota aktif. Sistem evaluasi dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan kuesioner untuk mengukur tingkat pemahaman dan keterampilan mitra setelah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan keterampilan mitra, yaitu peningkatan pengetahuan sebesar 100%, kemampuan merancang dan merakit smart hidroponik tenaga surya sebesar 86,4%, serta kemampuan pembuatan pupuk organik cair sebesar 65%, yang berdampak pada peningkatan produksi hidroponik dari 80 menjadi 120 tanaman per panen.Abstract: The community service activities in Ilomata Village were carried out as an effort to address the technical, economic, and sustainability issues faced by Karang Taruna Ilomata in their hydroponic business, particularly related to technological limitations, high operational expenses, and low utilization of renewable energy. The objectives of this activity were to improve the partners' hard skills in designing, assembling, and operating solar-powered smart hydroponic systems, as well as their soft skills in business management and understanding the legalities of hydroponic businesses. The methods used in this activity included Focus Group Discussions (FGDs), socialization, practical training in assembling solar-powered smart hydroponics, counseling on making liquid organic fertilizer from household waste, as well as technical assistance in cultivation and business legality. The activity partners were Karang Taruna Ilomata in Tapa Village, Gorontalo City, which consists of 41 active members. The evaluation system was conducted through direct observation, interviews, and questionnaires to measure the partners' level of understanding and skills after the activity. The evaluation results showed an increase in the partners' skills, namely a 100% increase in knowledge, an 86.4% increase in the ability to design and assemble solar-powered smart hydroponics, and a 65% increase in the ability to produce liquid organic fertilizer, which resulted in an increase in hydroponic production from 80 to 120 plants per harvest.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK DESA MELALUI PEMANFAATAN TOGA MENJADI PRODUK KESEHATAN DAN PANGAN FUNGSIONAL Putra, G. Nur Widya; Madiarsa, I Made; Aisyah, Rizka
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34942

Abstract

Abstrak: Desa Sembiran memiliki lahan tanaman obat keluarga (TOGA) yang cukup luas, di antaranya kelor, sereh, dan berbagai tanaman herbal lainnya. Selama ini, pemanfaatan TOGA masih terbatas untuk konsumsi rumah tangga dalam bentuk olahan sederhana, sehingga nilai ekonominya belum optimal. Di sisi lain, kelompok PKK Desa Sembiran memiliki potensi besar sebagai penggerak pemberdayaan keluarga, khususnya dalam bidang kesehatan dan ekonomi rumah tangga. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok PKK agar mampu mengolah potensi lokal TOGA menjadi produk yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus memiliki nilai jual. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan kepada 16 orang anggota PKK sebagai mitra program. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi dengan indikator peningkatan pengetahuan serta keterampilan mitra, mencakup soft skill (komunikasi, kerja sama, dan manajemen usaha) serta hard skill (teknik produksi Puff Kelor dan Lotion Sereh Anti Nyamuk). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra sebesar 80% dan peningkatan keterampilan sebesar 70%. Program ini menunjukkan bahwa peningkatan soft skill dan hard skill melalui pengolahan TOGA berbasis pemberdayaan perempuan dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga dan promosi kesehatan masyarakat.Abstract: Sembiran Village has a fairly extensive area of family medicinal plants (TOGA), including moringa, lemongrass, and various other herbal plants. To date, TOGA utilization has been limited to household consumption in simple processed forms, so its economic value is not optimal. On the other hand, the Sembiran Village Family Welfare Movement (PKK) group has great potential as a driver of family empowerment, particularly in the areas of health and household economics. This community service program aims to empower PKK groups to be able to process local TOGA potential into products that are beneficial for health and have a market value. The implementation method includes counseling, training, and mentoring for 16 PKK members as program partners. Evaluation was carried out using an observation sheet with indicators of increasing partner knowledge and skills, including soft skills (communication, cooperation, and business management) and hard skills (Moringa Puff and Anti-Mosquito Lemongrass Lotion production techniques). The results of the activity showed an 80% increase in partner knowledge and a 70% increase in skills. This program demonstrates that improving soft skills and hard skills through TOGA processing based on women's empowerment can be an effective strategy in supporting family economic resilience and promoting public health.
UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT JANTUNG DAN HIPERTENSI MELALUI DESA SEHATI (SEHAT ANTI HIPERTENSI) Admasari, Yuli; Muliani, Muliani; Astuti, Novi Dwi; Nurarifah, Nurarifah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34756

Abstract

Abstrak: Hipertensi dan penyakit jantung menjadi masalah utama di Desa Guntarano dengan prevalensi hipertensi mencapai 32,05% dan rendahnya tingkat penanganan memperburuk keadaan ini. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan pendekatan “SEHATI” (Sehat Anti Hipertensi) diusulkan sebagai strategi holistik dan berkelanjutan yang melibatkan edukasi, deteksi dini, pola makan sehat, dan olahraga…Tujuan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan deteksi dini serta pencegahan penyakit jantung dan hipertensi oleh kader dan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada September 2025 dengan melibatkan 20 kader dan warga sekitar, serta didukung oleh pemerintah desa dan bidan. Metode pengabdian dengan mengadakan pemeriksaan kesehatan dan senam gratis, pemberian hibah alat tensimeter digital, penyuluhan serta pelatihan menggunakan tensimeter digital secara baik dan benar…Evaluasi dilakukan dengan membagian kuesioner Pre-Test dan Post-Test serta redemonstrasi langsung oleh peserta cara pengukuran tekanan darah menggunakan tensi meter digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan keterampilan kader dalam menggunakan tensimeter digital dan 80% peserta memiliki pengetahuan yang baik setelah pelatihan.Abstract: Hypertension and heart disease are major health problems in Guntarano Village, with a hypertension prevalence of 32.05%, and the low level of treatment exacerbates this condition. To address this issue, a community service program using the “SEHATI” (Sehat Anti Hipertensi / Healthy Against Hypertension) approach was proposed as a holistic and sustainable strategy involving education, early detection, healthy dietary habits, and regular exercise. The purpose of this program was to improve the knowledge and skills of community health volunteers and local residents in the early detection and prevention of heart disease and hypertension. The activity was carried out in September 2025, involving 20 community health volunteers (kaders) and local residents, supported by the village government and midwives. The methods included free health screening and exercise sessions, distribution of digital sphygmomanometers, health education, and hands-on training on the correct use of digital blood pressure monitors. Evaluation was conducted using pre- and post-test questionnaires and direct redemonstration by participants on how to measure blood pressure using a digital sphygmomanometer. The results showed an improvement in the volunteers’ skills in using the device, and 80% of participants demonstrated good knowledge after the training. 
PELATIHAN DIGITAL BRANDING DAN DESAIN KEMASAN INOVATIF UNTUK PENINGKATAN DAYA SAING UMKM DI ERA SOCIETY 5.0 Khairunnisa, Delta; Adawiyah, Arabiatul; Almaniar, Siska; Saputra, Al -Man Raffli; Herawaty, Zalsabila
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34678

Abstract

Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi permasalahan yang dihadapi oleh mitra (Kemplang Bakar Harun). Ada tiga aspek utama yang menjadi fokus perhatian, yaitu produksi, kemasan dan pemasaran. Pada aspek produksi, tidak terdokumentasikannya proses produksi sehingga keterjaminan mutu produk sulit untuk diraih. Pada aspek kemasan, belum mencerminkan identitas produk secara kuat. Dan pada aspek pemasaran, belum melakukan pendekatan digital yang sistematis. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan kepada mitra mengenai digital branding, desain kemasan, dan pemasaran digital. Metode yang digunakan meliputi beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Kegiatan pelatihan telah dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 19 Agustus 2025, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB, bertempat di lokasi mitra. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 30 orang. Berdasarkan rekapitulasi kuesioner, rata-rata 82,80% menyatakan bahwa pelatihan bermanfaat dan menambah keterampilan baru. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini berupa dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi Kemplang Bakar, kemasan baru yang inovatif, dan katalog digital pada website.Abstract: This community service program was motivated by the problems faced by the partner (Harun's Kemplang Bakar). There are three main aspects that are the focus of attention, namely production, packaging and marketing. In the production aspect, the production process is not documented so that product quality assurance is difficult to achieve. In the packaging aspect, it does not yet reflect the product identity strongly. And in the marketing aspect, a systematic digital approach has not been implemented. The purpose of this service is to provide training to partners on digital branding, packaging design, and digital marketing. The method used includes several stages, namely socialization, training, technology implementation, mentoring and evaluation as well as program sustainability. The training activity was held on Tuesday, August 19, 2025, from 09.00 to 15.00 WIB, located at the partner's location. The number of participants in attendance was 30 people. Based on the questionnaire recapitulation, an average of 82.80% stated that the training was useful and added new skills. The results obtained from this community service activity were a Standard Operating Procedure (SOP) document for Kemplang Bakar production, innovative new packaging, and a digital catalog on the website.