cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PELATIHAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN IPA TERINTEGRASI KONTEKS KEMARITIMAN KEPULAUAN RIAU Siregar, Nur Asma Riani; Putri, Nurul Hilda Syani; Fernando, Adam; Sabriyati, Deni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37049

Abstract

Abstrak: Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh temuan bahwa banyak guru SMP di Kota Tanjungpinang yang terkendala dalam mengintegrasikan konteks maritim pada pembelajaran matematika dan IPA. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru SMP di Kota Tanjungpinang dalam mengintegrasikan konteks kemaritiman Kepulauan Riau pada pembelajaran matematika dan IPA. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 13 orang guru mata pelajaran matematika dan IPA tingkat SMP. Implementasi pelatihan menerapkan metode ceramah, tanya-jawab, demonstrasi penggunaan teknologi AI, dan praktik penugasan kelompok. Instrumen pretes dan postes memuat 12 butir pertanyaan bentuk pilihan ganda yang digunakan untuk mengumpulkan data pemahaman guru terhadap 3 (tiga) komponen materi, yaitu wawasan kemaritiman Kepulauan Riau, merancang masalah kontekstual maritim dalam pembelajaran matematika dan sains, dan integrasi konteks kemaritiman pada pendekatan pembelajaran mendalam. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman guru sains dan matematika mencapai kategori tinggi, dengan N-gain sebesar 0,81 untuk guru sains dan 0,74 untuk guru matematika. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan efektif dalam meningkatkan pemahaman guru mengenai konteks kemaritiman Kepulauan Riau serta integrasinya dalam pembelajaran matematika dan IPA.Abstract: This Community Service was motivated by the findings that junior high school teachers at Tanjungpinang City face difficulties in integrating maritime contexts into mathematics and science learning. This community service activity aims to increase the knowledge of mathematics and science teachers about maritime context-based learning. The training was attended by 13 junior high school math and science teachers in Tanjungpinang City. The training methods consisted of lectures, question-and-answer sessions, demonstrations of AI technology, and group assignments. The pretest and posttest instruments consisted of 12 multiple-choice questions and were used to collect data on teachers' understanding of three material components: maritime insight, designing maritime contextual problems in mathematics and science learning, and integrating maritime contexts with deep learning approaches. The evaluation results showed that the increase in understanding of both science and mathematics teachers reached a high category, with an N-gain of 0.81 for science teachers and 0.74 for mathematics teachers. This indicates that the training activities were effective in improving teachers' understanding of maritime knowledge in the Riau Islands, integrating maritime contexts into mathematics and science learning, and integrating maritime contexts with in-depth learning approaches.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KADER POSYANDU MELALUI PELATIHAN PIJAT BAYI DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Anisa, Noor; Masdiputri, Rr. Sri Nuriaty; Suryati, Suryati; Yuliarti, Yayu; Jannah, Nur; Dewi, Septiana Arma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33942

Abstract

Abstrak: Fenomena balita pendek atau yang dikenal dengan Stunting merupakan masalah terbesar di dunia. Stunting adalah masalah kesehatan pada anak balita yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan, pendidikan serta mengganggu produktifitas dikemudian hari. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi stunting salah satunya adalah melakukan stimulasi tumbuh kembang melalui pijat bayi. Terbatasnya tenaga kesehatan menyebabkan perlunya kegiatan partisipatif oleh kader posyandu untuk membantu melatih pijat bayi kepada masyarakat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan pijat bayi kepada kader posyandu. Metode yang digunakan adalah memberikan pelatihan dengan tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bekerja sama dengan Bidan Koordinator Wilayah Kerja Puskemas Sungai Tabuk 3 dengan melibatkan sebanyak 20 orang Kader Posyandu Balita dan lokasi pengabdian ini berada di wilayah kerja puskesmas sungai Tabuk 3 Kabupaten Banjarmasin. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa setelah diberikan pelatihan pijat bayi terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pijat bayi dengan hasil ukur pre-post, terdapat peningkatan skor pengetahuan dengan rata-rata sebesar 38,36 dan peningkatan keterampilan sebesar 76,02. Perlu adanya dilakukan kegiatan sejenis pada desa lain di Kalimantan Selatan sehingga posyandu bisa menjadi tempat yang membantu meningkatkan derajat Kesehatan bagi bayi dan balita.Abstract: The phenomenon of short toddlers, also known as stunting, is a major global problem. Stunting is a health problem in toddlers that can lead to health problems, educational issues, and disrupt productivity in the future. Various efforts have been made to address stunting, one of which is stimulating growth and development through infant massage. The limited number of health workers necessitates participatory activities by Posyandu cadres to help train infant massage in the community. The purpose of this community service is to provide knowledge and skills in infant massage to Posyandu cadres. The method used is to provide training with stages of preparation, implementation, and evaluation. This Community Service is in collaboration with the Midwife Coordinator of the Sungai Tabuk 3 Community Health Center Working Area, involving 20 Posyandu Toddler Cadres and the location of this service is in the Sungai Tabuk 3 Community Health Center working area, Banjarmasin Regency. The results of this community service activity show that after being given infant massage training, there is an increase in knowledge and skills of cadres in infant massage with pre-post measurement results, there is an increase in knowledge scores with an average of 38.36 and an increase in skills of 76.02. Similar activities need to be carried out in other villages in South Kalimantan so that integrated health posts can become places that help improve the health status of infants and toddlers.
PEMAHAMAN DAN PANDANGAN REMAJA PUTRI TENTANG SADARI SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA: STUDI KUALITATIF Rusmawati, Venny; Izzati, Dwi; Ningrum, Astika Gita; Djuari, Lilik
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33151

Abstract

Abstrak : kanker payudara merupakan salah satu dari dua kanker terbanyak dengan angka kejadian mencapai 11,6%. Dan merupakan kanker terbanyak yang menyerang perempuan dan menjadi penyebab utama kematian akibat kanker. di Indonesia, kasus kanker payudara mencapai 66.000 dengan angka kematiannya mencapai 14,4 per 100.000 penduduk. Tujuan : mengetahui persepsi remaja putri terhadap SADARI sebagai deteksi dini kanker payudara. Metode: Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. 8-10 informan dari SMAS Muhammadiyah 1 Surabaya diwawancarai secara mendalam. Penelitian ini menggunakan model analisis data, Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil: penelitian mengungkapkan bahwa pemahaman remaja putri tentang kanker payudara masih bervariasi. Sebagian remaja telah mengetahui bahwa kanker payudara adalah penyakit yang serius dan penting untuk dideteksi sejak dini, sementara sebagian lainnya masih memiliki pengetahuan yang terbatas. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) belum banyak dikenal atau dilakukan, yang menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan perawatan payudara masih belum optimal. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan perlunya edukasi kesehatan yang lebih komprehensif dan kontekstual agar remaja memiliki pemahaman dan kesadaran yang lebih baik dalam melakukan SADARI.Abstract: Breast cancer is one of the two most common cancers with an incidence rate of 11.6%. And it is the most common cancer that affects women and is the leading cause of death from cancer. in Indonesia, breast cancer cases reached 66,000 with a mortality rate of 14.4 per 100,000 population. Objective: To find out the perception of adolescent girls towards SADARI as an early detection of breast cancer. Methods: The method used was qualitative with a phenomenological approach. 8-10 informants from SMAS Muhammadiyah 1 Surabaya were interviewed in depth. This study uses a data analysis model, Miles and Huberman, which consists of data reduction, data presentation, and conclusion drawn. Results: research reveals that adolescent girls' understanding of breast cancer still varies. Some adolescents have learned that breast cancer is a serious disease and important to detect early, while others still have limited knowledge. Breast self-examination (SADARI) is not widely known or carried out, which shows that awareness of the importance of early detection and breast care is still not optimal. Conclusion: This study shows the need for more comprehensive and contextual health education so that adolescents have a better understanding and awareness in doing SADARI.
OPTIMALISASI UKS UNTUK MEWUJUDKAN SEKOLAH SEHAT FISIK DAN LINGKUNGAN DI SMP NEGERI SATU ATAP Dwijayanti, Lina Anggaraeni; Raningsih, Ni Made; Wulandari, Ni Ketut Ayu; Dalem, Komang Sinar Suriani Ayu; Putra, Anjasta Dwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35858

Abstract

Abstrak: Mitra kegiatan ini adalah SMP Negeri Satu Atap 3 Sukasada yang merupakan satu-satunya SMP di Desa Wanagiri. Permasalahan yang dialami saat ini di sekolah yaitu terkait kesehatan fisik dan lingkungan sekolah yang juga disebabkan karena belum optimalnya tata kelola UKS di sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalisasi UKS guna mewujudkan sekolah sehat fisik dan lingkungan. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif dan kolaboratif melalui kegiatan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan, revitalisasi serta kolaborasi untuk membangun jejaring. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu seluruh guru dan tenaga kependidikan berjumlah 15 orang dan serta diikuti oleh siswa yang berjumlah 117 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre dan post untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Indikator keberhasilan kegiatan ini ditunjukkan dengan peningkatan pengetahuan guru dan tenaga kependidikan dalam manajemen UKS dari rata-rata nilai 70,2 menjadi 77,8, peningkatan pengetahuan siswa dalam upaya menjaga hidup sehat dari rata-rata nilai 71,4 menjadi 96,7 serta peningkatan pengetahuan siswa dalam pengolahan sampah dai rata- rata nilai 71,5 menjadi 87,5. Kegiatan yang dilakukan juga telah mampu meningkatan keterampilan sivitas sekolah terkait pelaksanaan P3K, pengolahan sampah, pembuatan eco enzyme serta pembuatan kompos sebagai upaya pelestarian lingkungan. Keberhasilan kegiatan juga terlihat dengan adanya penguatan kelembagaan dalam pengelolaan dan manajemen UKS. Program pengabdian ini efektif dalam mewujudkan sekolah sehat fisik dan lingkungan.Abstract: The partner of this activity is Public Middle School Satu Atap 3 Sukasada, the only junior high school in Wanagiri Village. The current problems experienced at the school are related to physical health and the school environment, which are also caused by the suboptimal management of the school health unit. This activity aims to optimize the school health unit to create a physically and environmentally healthy school. The method used in this activity uses a participatory, educational and collaborative approach through socialization, counseling, training and mentoring, revitalization and collaboration to build networks. Participants involved in this activity were all teachers and education staff totaling 15 people and also attended by 117 students. Evaluation of the activity was carried out using pre- and post-questionnaires to measure the increase in participants' knowledge. The success indicators of this activity are shown by the increase in knowledge of teachers and education personnel in school health unit’s management from an average score of 70.2 to 77.8, an increase in student knowledge in efforts to maintain a healthy life from an average score of 71.4 to 96, 7 and an increase in student knowledge in waste management from an average score of 71.5 to 87.5. The activities carried out have also been able to improve the skills of the school community related to the implementation of first aid, waste management, eco-enzyme production and compost production as an effort to preserve the environment. The success of the activity is also seen in the strengthening of institutions in the management and administration of school health unit. This community service program is effective in realizing a physically and environmentally healthy school.
IMPLEMENTASI PRODUK INOVASI BERBASIS GIZI DAN PENGENDALIAN LINGKUNGAN UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Aprihatin, Yessy; Yessi, Hilma; Yoselina, Prima; Sinthania, Debby; Anggita, Kheniva Diah; Asman, Aulia; Ajani, Anggra Trisna; Yanti, Erpita; Novera, Milya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35180

Abstract

Abstrak: Kegiatan Implementasi Produk Inovasi Berbasis Gizi dan Pengendalian Lingkungan untuk Pencegahan Stunting penting dilaksanakan sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak melalui penerapan solusi inovatif yang menyentuh langsung aspek gizi dan lingkungan. Program ini berperan strategis dalam memperkuat pencegahan stunting secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat dan penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui pelatihan implikasi produk inovasi intervensi preventif stunting berbasis kontrol nutrisi dan lingkungan. Metode yang digunakan Adalah praktik dengan proses kegiatan meliputi survei kondisi awal, pre-test, pelatihan dengan media video, leaflet, serta komunikasi interpersonal, dan diakhiri dengan post-test. Peserta terdiri dari 25 orang ibu dengan balita serta kader posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan masyarakat, dimana skor pemahaman baik naik dari 56,5% menjadi 86,5% setelah pelatihan. Peserta juga aktif berdiskusi, mampu mempraktikkan pola asuh sehat, serta memahami pentingnya PHBS dan gizi seimbang dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan kader sebagai agen pencegahan stunting. Secara keseluruhan, program ini memberi dampak positif terhadap kesadaran gizi dan kebersihan lingkungan serta dapat menjadi model edukasi berkelanjutan di tingkat nagari.Abstract: The implementation of nutrition-based and environmentally controlled innovative products for stunting prevention is important as a concrete effort to improve children's health and growth through the application of innovative solutions that directly address nutrition and environmental aspects. This program plays a strategic role in strengthening sustainable stunting prevention by involving the community and applying appropriate technology. This community service activity aims to increase community knowledge and skills through training on the implications of innovative products for stunting prevention based on nutrition and environmental control. The method used is a practice with a process that includes an initial condition survey, pre-test, training with video media, leaflets, and interpersonal communication, and ends with a post-test. The participants consisted of 25 mothers with toddlers and posyandu cadres. The results of the activity showed a significant increase in community knowledge, with the good understanding score rising from 56.5% to 86.5% after the training. Participants were also active in discussions, able to practice healthy parenting, and understood the importance of PHBS and balanced nutrition in the first 1000 days of life. This activity proved effective in increasing the capacity of the community and cadres as agents of stunting prevention. Overall, this program has had a positive impact on nutritional awareness and environmental hygiene, and can serve as a model for sustainable education at the village level.
PENINGKATAN KAPASITAS IKM KUE TRADISIONAL SAGON DALAM MENDUKUNG PRODUK UNGGULAN LOKAL Hanafi, Imam; Anita, Anita; Dharmawan, Johan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34656

Abstract

Abstrak: Kue Sagon merupakan produk pangan tradisional yang memiliki potensi pasar yang cukup besar di Kabupaten Sumenep. Oleh karena itu, pengembangan kapasitas produksi dan legalisasi usaha menjadi aspek krusial untuk meningkatkan daya saing produk tersebut. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan legalitas dan kapasitas produksi mitra Industri Kecil Menengah (IKM) Arrahma, sebuah usaha rumah tangga yang memproduksi kue tradisional sagon di Desa Lapa Taman, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep. Mitra terdiri dari 16 pelaku usaha skala kecil dengan keterbatasan dalam hal legalitas usaha dan penggunaan teknologi produksi modern. Kegiatan dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis pengoperasian alat produksi (oven listrik) serta pemahaman regulasi usaha dan manajemen produksi. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan legalisasi usaha (pengajuan Pangan Industri Rumah Tangga/P-IRT), pelatihan penggunaan alat produksi, serta monitoring dan evaluasi pasca-kegiatan. Sistem evaluasi menggunakan pendekatan formatif dan sumatif, melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi aktivitas produksi untuk mengukur pencapaian keterampilan dan dampak terhadap produktivitas. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi kukis sagon dari 1,5 kg per hari menjadi 5 kg per hari, keberhasilan mitra dalam memperoleh sertifikat P-IRT, serta peningkatan pengetahuan mitra terkait legalisasi usaha dan pengoperasian alat produksi.Abstract: Sagon cookies are traditional food products with significant market potential in Sumenep Regency. Therefore, improving production capacity and business legalization are crucial aspects to enhance their competitiveness. This community service program aimed to strengthen the legal status and production capacity of the IKM Arrahma, a home-based small enterprise producing traditional sagon cookies in Lapa Taman Village, Dungkek District, Sumenep Regency. The partner consists of 16 small-scale business actors facing limitations in business legality and the application of modern production technology. The activities were designed to improve technical skills in operating production equipment (electric oven) and enhance understanding of business regulations and production management. The implementation methods included training on business legalization (P-IRT certification), equipment operation, and post-activity monitoring and evaluation. The evaluation system employed both formative and summative approaches through direct observation, semi-structured interviews, and documentation to assess skill acquisition and its impact on productivity. The evaluation results showed an increase in sagon cookie production capacity from 1.5 kg to 5 kg per day, successful acquisition of the P-IRT certificate, and improved knowledge of business legalization and equipment operation among participants.
SISTEM PEMANTAUAN LINGKUNGAN KANDANG KAMBING BERBASIS IOT DALAM MENDUKUNG SMART FARMING PADA ARJUNA FARM Wong, Ng Poi; Andri, Andri; Darwin, Darwin; Pardosi, Irpan Adiputra; Yunis, Roni; Sihombing, Poltak; Pratama, Yudhistira Adhitya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33646

Abstract

Abstrak: Kondisi lingkungan kandang dapat mempengaruhi produktivitas ternak dan dapat menjadi dasar dalam pengembangan infrastruktur peternakan dalam konsep Smart Farm. Permasalahan pada Arjuna Farm adalah kesulitan dalam memperoleh data lingkungan kandang kambing untuk keperluan memprediksi produksi susu hingga pengembangan infrastruktur kandang berbasis Smart Farm. Kegiatan ini bertujuan menerapkan sistem pemantauan lingkungan berbasis IoT untuk memantau suhu, kelembaban, cahaya, suara, gas metana, kualitas udara, dan aktivitas pergerakan kambing. Metode yang digunakan meliputi wawancara, perancangan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi sistem dalam bentuk observasi dengan indikator pembacaan manual terhadap visualisasi data secara real-time, dengan melibatkan 7 (tujuh) dosen dari 3 (tiga) institusi dan mitra Arjuna Farm. Kegiatan ini berhasil mengembangkan sistem yang mampu mendeteksi dan memvisualisasikan data sensor kondisi lingkungan kandang kambing, dimana hasil evaluasi menunjukkan sistem berhasil mendeteksi suhu kandang berkisar 25-50°C, kelembaban hingga 99%, intensitas cahaya hingga 175 lux, intensitas suara di kisaran 550 unit sensor, serta gas metana dan kualitas udara secara stabil.Abstract: The environmental conditions of the barn can affect livestock productivity and can form the basis for the development of livestock infrastructure in the Smart Farm concept. The problem at Arjuna Farm is the difficulty in obtaining environmental data from the goat barn for the purpose of predicting milk production and developing Smart Farm-based barn infrastructure. This activity aims to implement an IoT-based environmental monitoring system to monitor temperature, humidity, light, sound, methane gas, air quality, and goat movement activity. The methods used include interviews, design, development, implementation, and evaluation of the system through observation with manual readings of real-time data visualisation, involving 7 (seven) lecturers from 3 (three) institutions and Arjuna Farm partners. This activity successfully developed a system capable of detecting and visualising sensor data on the environmental conditions of goat pens, with evaluation results showing that the system successfully detected pen temperatures ranging from 25-50°C, humidity up to 99%, light intensity up to 175 lux, sound intensity within 550 sensor units, as well as stable methane gas and air quality levels.
TRANSFORMASI HASIL PANEN CABAI MENJADI PRODUK OLAHAN: STRATEGI PEMBERDAYAAN EKONOMI BERBASIS KOMODITAS LOKAL Hidayah, Nila; Layli, Meutia; Setiorini, Kusumaningdiah Retno; Solikhah, Dwi Yusni; Sari, Meirika Putri Kartika; Purnama, Teti Prabawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36759

Abstract

Abstrak: Pemanfaatan hasil pertanian dalam hal ini cabai menjadi titik awal bagi masyarakat Pedukuhan Ketos untuk mulai bergerak secara mandiri dan cerdas finansial dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini guna meningkatkan skill masyarakat, baik hardskill yaitu melalui peningkatan pemahaman mengenai optimalisasi hasil panen, pembuatan produk olahan cabai, peningkatan nilai jual dan daya tahan produk, dimana hal tersebut berkaitan dengan keterampilan teknis dan pengetahuan praktis, maupun softskill yaitu melalui upaya mengembangkan usaha melalui potensi lokal, yang berkaitan dengan pola pikir berwirausaha, kesadaran adanya peluang serta kemampuan pengembangan usaha ke depan. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi melalui ceramah, diskusi dan tanya jawab serta pelatihan dengan menggunakan metode demonstrasi visual melalui pemutaran video pengolahan produk. Peserta yang terlibat berjumlah 30 orang diantaranya petani cabai, ibu rumah tangga dan anggota karangtaruna. Evaluasi dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Kegiatan pengabdian menghasilkan peningkatan hardskill maupun softskill sebesar 73%.Abstract: The utilization of agricultural products, in this case chili peppers, is a starting point for the Ketos Pedukuhan community to start moving independently and financially smart in developing local potential-based businesses. The purpose of this service activity is to improve community skills, both hard skills, namely through increasing understanding of optimizing crop yields, making processed chili products, increasing the selling value and durability of products, where it is related to technical skills and practical knowledge, as well as soft skills, namely through efforts to develop businesses through local potential, which is related to an entrepreneurial mindset, awareness of opportunities and the ability to develop future businesses. The method used was socialization through lectures, discussions and questions and answers as well as training using the visual demonstration method through the screening of product processing videos. There were 30 participants including chili farmers, housewives, and youth organization members. Evaluation was carried out by means of observation and interviews. The service activities resulted in an increase in hard and soft skills by 73%.
PEMBERDAYAAN LEMBAGA ADAT DALAM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA RINGAN OLEH ANAK BERBASIS ADAT ACEH Krisna, Liza Agnesta; Rachmad, Andi; Iskandar, M. Raihan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35673

Abstract

Abstrak: Fenomena anak sebagai pelaku tindak pidana ringan masih menjadi persoalan sosial yang memerlukan pendekatan yang lebih humanis. Sistem Peradilan Pidana Anak menekankan penyelesaian melalui diversi dan keadilan restoratif untuk menghindarkan anak dari stigma pemenjaraan. Di tingkat masyarakat, lembaga adat memiliki peran strategis dalam menyediakan mekanisme penyelesaian berbasis kearifan lokal yang lebih edukatif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat dan lembaga adat mengenai hak anak, mekanisme diversi, dan penerapan sanksi adat yang proporsional. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, intervensi, edukasi, dan evaluasi dengan pendekatan partisipatif. Peserta kegiatan terdiri dari 20 orang, meliputi tokoh adat, perangkat komunitas, dan masyarakat umum. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), penyuluhan, serta komunikasi–informasi–edukasi (KIE). Evaluasi dilakukan melalui tes awal dan tes akhir, observasi selama kegiatan, serta diskusi reflektif bersama peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman mengenai batas usia anak, prinsip kepentingan terbaik bagi anak, dan penerapan diversi. Peserta menyadari bahwa penanganan anak tidak dapat disamakan dengan orang dewasa dan bahwa sanksi adat seperti permintaan maaf terbuka, ganti rugi, kewajiban sosial, dan nasehat adat dinilai lebih efektif menumbuhkan tanggung jawab serta menjaga harmoni sosial. Kegiatan ini memperkuat komitmen bersama untuk mengoptimalkan peran lembaga adat dalam penyelesaian perkara anak secara restoratif serta membuka peluang keberlanjutan melalui kaderisasi masyarakat.Abstract: The involvement of children in minor criminal offenses remains a social issue requiring a more humane and educational approach. The Juvenile Criminal Justice System emphasizes diversion and restorative justice to prevent the negative stigma of imprisonment. At the community level, customary institutions play a strategic role in providing culturally rooted mechanisms that ensure child-appropriate treatment. This community service program aims to strengthen the understanding of communities and customary institutions regarding children's rights, diversion mechanisms, and the application of proportional customary sanctions. The program was implemented through preparation, intervention, education, and evaluation stages using a participatory approach. A total of 20 participants including customary leaders, community representatives, and local residents were involved. Data were collected through in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGD), counseling sessions, and communication–information–education (CIE) activities. Evaluation was carried out using pre- and post-tests, activity observations, and reflective discussions with participants. The results indicate a significant improvement in participants’ understanding of the legal definition of children, the best interest of the child principle, and diversion practices. Participants acknowledged that children should not be treated as adults and that customary sanctions such as public apologies, restitution, social obligations, and moral counseling are more effective in fostering responsibility while maintaining social harmony. This program reinforces collective commitment to optimizing the role of customary institutions in restorative settlement processes and supports sustainability through community cadre development.
PEMBERDAYAAN PESANTREN MELALUI PENDAMPINGAN MEMBUAT SPRAY ANTINYAMUK DARI EKSTRAK TAPAK DARA Al-Bari, Akhmad; Qoriati, Yani’; Nirmala, Atika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34792

Abstract

Abstrak: Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, khususnya di lingkungan pesantren. Salah satu upaya preventif adalah pemanfaatan insektisida nabati berbahan alami seperti tapak dara (Catharanthus roseus L.) yang mengandung sitronellol dan geraniol sebagai senyawa repelan. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan santri pondok pesantren di Bojonegoro, dalam pembuatan spray antinyamuk herbal. Kegiatan diikuti oleh 40 santri putri melalui tahapan sosialisasi, ceramah, diskusi interaktif, dan praktik langsung. Evaluasi pengetahuan dilakukan dengan pretest–posttest dengan masing-masing 10 pertanyaan, sedangkan keterampilan diamati langsung oleh tim pengabdian. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pemahaman yakni 90% peserta mencapai kategori sangat baik setelah sosialisasi. Pada aspek keterampilan yakni 82,5% peserta mampu meracik spray antinyamuk secara mandiri sesuai prosedur.Abstract: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health problem in Indonesia, particularly in Islamic boarding schools. One preventive effort is the use of botanical insecticides derived from natural plants such as periwinkle (Catharanthus roseus L.), which contains citronellol and geraniol as repellent compounds. This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of students at Islamic Boarding School, Bojonegoro, in producing herbal mosquito repellent spray. The program involved 40 female students through stages of socialization, lectures, interactive discussions, and hands-on practice. Knowledge evaluation was conducted using pretest–posttest with 10 questions each, while skills were assessed through direct observation. Results indicated a significant improvement in knowledge (soft skills), with 90% of participants achieving an excellent category after the training. Meanwhile, 82.5% of participants demonstrated the ability to independently formulate and package mosquito repellent spray according to procedures.