cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PROMOSI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA MELALUI PENDIDIKAN BERBASIS SEKOLAH Kusuma, Nisa Nur; Amallia, Ade; Maryani, Ayuk
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34018

Abstract

Abstrak: Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting yang perlu dipahami oleh remaja, terutama siswa Sekolah Menengah Atas yang sedang mengalami perkembangan fisik, emosional, dan sosial. Edukasi kesehatan reproduksi bertujuan untuk mencegah perilaku berisiko seperti kehamilan tidak direncanakan dan penyakit menular seksual (PMS), serta dampak psikologis dari perilaku seksual yang tidak sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penyuluhan kesehatan reproduksi kepada siswa SMA pada 6 Maret 2025, dengan sasaran 21 siswa Kelas XII IPA. Metode kegiatan meliputi survei kebutuhan melalui wawancara dengan guru BK, penyuluhan tatap muka mengenai sistem reproduksi, pencegahan PMS, dan cara menjaga kesehatan reproduksi, diskusi studi kasus, pembuatan media edukasi berupa poster dan video, serta evaluasi pemahaman peserta melalui tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terkait pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan menghindari perilaku berisiko. Sebanyak 85% peserta melaporkan peningkatan pemahaman, dan 90% menilai kegiatan ini bermanfaat. Program juga mendorong keterlibatan orang tua, sekolah, serta pemanfaatan media digital dalam penyampaian informasi yang lebih terbuka dan akurat. Melalui kegiatan ini, diharapkan remaja menjadi lebih bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan reproduksi.Abstract: Reproductive health is an important aspect that must be understood by adolescents, particularly senior high school students who are experiencing physical, emotional, and social development. Reproductive health education aims to prevent risky behaviors such as unplanned pregnancies, sexually transmitted infections (STIs), and the psychological impacts of unsafe sexual practices. This community service activity was carried out as part of the Tri Dharma of Higher Education through reproductive health counseling for high school students on March 6, 2025, involving 21 students from Grade XII in the science program. The methods included a needs assessment through interviews with school counselors, face-to-face counseling sessions covering the reproductive system, STI prevention, and reproductive health maintenance, case study discussions, the creation of educational media in the form of posters and videos, and evaluation of participants’ understanding through Q&A sessions. The results showed an increase in students’ understanding of the importance of maintaining reproductive health and avoiding risky behaviors. A total of 85% of participants reported improved comprehension, and 90% considered the program beneficial. The activity also encouraged the involvement of parents, schools, and the use of digital media in delivering more open and accurate information. Through this program, adolescents are expected to become more responsible in maintaining reproductive health and capable of building a healthier and higher-quality future.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI POLIKLINIK PMI KOTA SURAKARTA Kusuma, Nisa Nur; Mayasari, Ovita; Hastomo, Mursid Dwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33227

Abstract

Abstrak: Transformasi digital di sektor kesehatan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, khususnya dalam pengelolaan data pasien. Salah satu pendorong utama adalah terbitnya Permenkes No. 24 Tahun 2022 yang mewajibkan fasilitas pelayanan kesehatan menggunakan sistem rekam medis elektronik (RME). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mitra, baik hardskill dalam pengoperasian sistem RME maupun softskill dalam koordinasi tim dan pemahaman alur digitalisasi rekam medis. Metode pelaksanaan kegiatan mencakup ceramah, praktik langsung, dan diskusi kelompok terarah (FGD) yang dilakukan secara bertahap. Kegiatan ini diikuti oleh 15 petugas dari Poliklinik PMI Kota Surakarta yang terdiri atas 10 petugas IT, 3 dokter, dan 2 petugas rekam medis. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test, serta observasi terstruktur selama praktik implementasi sistem. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan keterampilan yang signifikan, yaitu sebesar 43,6% dalam pemahaman teknis pengelolaan RME dan kesiapan petugas dalam proses migrasi dari sistem manual ke sistem digital. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi standar nasional penerapan rekam medis elektronik.Abstract: Digital transformation in the healthcare sector is a strategic step to improve service efficiency and quality, particularly in managing patient data. One of the main drivers is the issuance of Regulation of the Minister of Health No. 24 of 2022, which mandates healthcare facilities to implement electronic medical records (EMR). This community service activity aimed to enhance the partners’ competencies, including hardskills in operating EMR systems and softskills in team coordination and understanding the workflow of medical record digitalization. The methods used included lectures, hands-on practice, and focused group discussions (FGD), conducted in stages. The activity involved 15 staff members from the PMI Clinic in Surakarta, consisting of 10 IT personnel, 3 doctors, and 2 medical record officers. The evaluation was carried out using pre-tests and post-tests, along with structured observations during the implementation process. The results showed a significant increase in skills, with a 43.6% improvement in technical understanding of EMR management and readiness for the migration from manual to digital systems. This activity contributed meaningfully to the facility’s preparedness in meeting the national standards for electronic medical record implementation.
UPAYA PENINGKATAN KESADARAN DALAM MITIGASI BENCANA KEKERINGAN MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS DAN OBSERVASI LAPANG Susilo, Adi; Juwono, Alamsyah M.; Naba, Agus; Pamungkas, Mauludi Ariesto; Yudianto, Didik; Muhardi, Muhardi; Idmi, Mohammad Habibiy; Ilham, Ilham
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35813

Abstract

Abstrak: Pengabdian ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang upaya mitigasi terhadap bencana kekeringan di wilayah desa setempat sehingga meningkatkan softskill masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam tersebut serta hardskill dalam pengelolaan air bersih yang efisien. Metode yang digunakan yaitu metode resistivitas sounding atau VES (Vertical Eletric Sounding). Kegiatan pengabdian diikuti oleh Tim Pengabdian Teknik Geofisika Universitas Brawijaya sekitar 5 orang dengan profil sebagai ahli geofisika dan ahli geologo, Yayasan SEMAIN sekitar 10 orang dengan kemampuan dalam menyelaraskan hubungan para ahli dan warga serta membantu dalam penyuluhan air bersih dan warga setempat sebagai pelaku dalam kegiatan. Hasil pengabdian diwujudkan dalam bentuk peta persebaran air tanah yang dapat digunakan dalam acuan pengeboran sumber mata air. Pemberian materi berupa ceramah dan praktik umum secara langsung dan berkala sehingga dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya air bersih. Tingkat persente pemahaman masyarakat sekitar rata-rata 19.2% sebelum dilakukan pengabdian dan meningkat rata- rata menjadi 89% setelah dilakukan pengabdian. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan air bersih yang lebih efisien dibanding sebelumnya seperti penampungan air hujan perubahan kebiasaan penggunaan air bersih.Abstract: This community service aims to educate the community about mitigation efforts against drought disasters in the local village area so as to improve the community's soft skills in dealing with potential natural disasters as well as hard skills in efficient clean water management. The method used is the resistivity sounding method or VES (Vertical Electric Sounding). The community service activity was attended by the Brawijaya University Geophysical Engineering Community Service Team of around 5 people with profiles as geophysicists and geologists, the SEMAIN Foundation of around 10 people with the ability to harmonize the relationship between experts and residents and assist in clean water counseling and local residents as actors in the activity. The results of the community service are manifested in the form of a groundwater distribution map that can be used as a reference for drilling springs. The provision of material in the form of lectures and general practices directly and periodically so as to increase awareness of the importance of clean water. The level of understanding of the surrounding community averaged 19.2% before the community service was carried out and increased to an average of 89% after the community service was carried out. This is evidenced by the use of clean water that is more efficient than before such as rainwater collection changes in clean water usage habits.
PEMBERDAYAAN KELUARGA DAN EDUKASI KESEHATAN UNTUK PENGUATAN KOMUNITAS SEHAT GLOBAL Suyitno, Suyitno; Wahyuningsih, Yuie; Faizah, Erna Nur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35590

Abstract

Abstrak: Pemberdayaan keluarga melalui edukasi kesehatan merupakan langkah penting dalam menciptakan komunitas sehat yang berkelanjutan, khususnya dalam konteks global yang semakin berkembang dan terhubung.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan keluarga melalui edukasi kesehatan guna memperkuat komunitas sehat global, dengan melibatkan kolaborasi antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Lamongan, PCIM, dan PCIA Malaysia. Program ini dirancang untuk memberdayakan keluarga dalam hal pengelolaan kesehatan, penerapan pola hidup sehat, serta pencegahan penyakit, dengan fokus pada keluarga anggota PCIM dan PCIA Malaysia. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah workshop interaktif yang melibatkan 35 peserta, di mana evaluasi dilakukan menggunakan 10 pertanyaan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang diajarkan. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan rata-rata skor post-test mencapai 75, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan skor pre-test yang hanya 45, menunjukkan efektivitas pelatihan. Selain itu, pelatihan ini juga berhasil meningkatkan keterampilan praktis peserta dalam mengelola kesehatan keluarga, dengan 75% peserta menilai materi sangat sesuai dengan kebutuhan mereka. Kesimpulannya, pelatihan ini tidak hanya berhasil meningkatkan kualitas kesehatan keluarga, tetapi juga membuka peluang keberlanjutan program melalui pendampingan berbasis teknologi digital, yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas keluarga dan komunitas dalam mengelola kesehatan mereka secara berkelanjutan.Abstract: Family empowerment through health education is an important step in creating sustainable healthy communities, especially in an increasingly growing and connected global context. This activity aims to increase family empowerment through health education to strengthen the global healthy community, by involving collaboration between the Faculty of Economics and Business, University of Muhammadiyah Lamongan, PCIM, and PCIA Malaysia. The program is designed to empower families in terms of health management, healthy lifestyle implementation, and disease prevention, with a focus on the families of PCIM and PCIA Malaysia members. The method used in the training was an interactive workshop involving 35 participants, where the evaluation was carried out using 10 pre-test and post-test questions to measure the improvement of participants' understanding of the material taught. The results of the training showed a significant improvement, with the average post-test score reaching 75, much higher than the pre-test score of only 45, demonstrating the effectiveness of the training. In addition, the training also succeeded in improving participants' practical skills in managing family health, with 75% of participants assessing the material to be very appropriate for their needs. In conclusion, this training not only succeeded in improving the quality of family health, but also opened up opportunities for the sustainability of the program through digital technology-based mentoring, which is expected to strengthen the capacity of families and communities in managing their health in a sustainable manner.
NUTRITION EDUCATION THROUGH FISH-BASED SNACK TRAINING FOR ADOLESCENTS TO PREVENT STUNTING AND ACHIEVE SDGS NUMBER 3 Riska, Nur; Rusilanti, Rusilanti; Utami, Salsa Belladinna Putri; Puteri, Dhea Yuwono; Dewi, Adinda Mutiara
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34758

Abstract

Abstrak: Stunting saat ini menjadi masalah gizi di Indonesia, termasuk pada remaja yang merupakan calon orang tua dan berperan penting dalam memutus rantai antar generasi. Konsumsi ikan di kalangan remaja relatif rendah meskipun ketersediaannya melimpah. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan gizi dan keterampilan praktis remaja dalam mengolah camilan sehat berbasis ikan sebagai upaya preventif pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Muaragembong, Bekasi, dengan melibatkan 30 siswa. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, workshop, praktikum pengolahan abon dan patty ikan kembung dengan tambahan sukun, serta evaluasi melalui pre-test, post-test, observasi, dan angket. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 3,53 menjadi 4,90 dengan gain score 0,93. Sebanyak 83% tergolong efektif. Program ini membuktikan pelatihan berbasis praktik efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan gizi remaja untuk mendukung pencapaian SDG 3 Good Health and Well-being.Abstract: Stunting remains a major nutritional problem in Indonesia, including among adolescents who are future parents and play a crucial role in breaking the intergenerational cycle. Fish consumption among adolescents is relatively low despite abundant local resources. This community service program aimed to improve adolescents’ nutritional knowledge and practical skills in processing healthy fish-based snacks as a preventive effort against stunting. The activity was conducted at Muaragembong, Bekasi, involving 30 students. The methods included socialization, counseling, workshops, and practicum on processing shredded mackerel and mackerel–breadfruit patties, followed by evaluation using pre-tests, post-tests, observations, and surveys. The results showed the average score increased from 3.53 to 4.90 with an average gain score of 0.93. About 83% were categorized as effective. The program proved that practice-based nutrition training effectively enhanced adolescents’ knowledge and skills, supporting the achievement of SDG 3: Good Health and Well-Being.
TEKNOLOGI PENGOLAHAN IKAN DAN PENDAMPINGAN WEBSITE UNTUK TEACHING INDUSTRY UMKM Sari, Fifian Permata; Munajat, Munajat; Dapiokta, Jum
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34582

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendukung peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam bidang pengolahan Ikan serta untuk memperkuat strategi pemasaran melalui pendampingan dalam pembuatan website sebagai media pemasaran digital untuk mendukung Teaching Industry. Kegiatan ini penting dilakasanakan mengingat rendahnya pemanfaatan teknologi pengolahan ikan dan keterbatasan literasi digital mitra, sehingga mempengaruhi daya saing produk di pasar. Metode pendampingan dilaksanakan secara bertahap yang diawali dengan diskusi kelompok terarah atau FGD (Focus Group Discussion), metode ceramah diberikan pada saat pembukaan dan praktik kerja pada saat kegiatan sosialisasi. Kegiatan ini melibatkan mitra UMKM, mahasiswa, dan dosen dari Universitas Baturaja. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui wawancara dengan kuesioner (angket) untuk melihat peningkatan keterampilan anggota mitra dalam penguasaan teknologi pengolahan ikan, diversifikasi produk dan penggunaan website sebagai media promosi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan terdapat peningkatan keterampilan hardskill anggota UMKM, yaitu mampu menggunakan alat secara mandiri (85%), memproduksi olahan ikan dengan beragam produk (80%), serta mampu mengelola website untuk memasarkan produk (75%). Peningkatan Dengan demikian, kegiatan pengadian ini terbukti memberikan manfaat dan dampak positif untuk penguatan kemandirian UMKM dan mendorong terwujudnya Teaching Industry berbasis teknologi.Abstract: Community service activities are carried out with the aim of supporting the increase in the capacity of micro, small and medium enterprises (MSMEs) in the field of fish processing and to strengthen marketing strategies through assistance in creating websites as a digital marketing medium to support the Teaching Industry. This activity is important to carry out considering the low utilization of fish processing technology and the limited digital literacy of partners, thus affecting the competitiveness of products in the market. The mentoring method is implemented in stages, starting with a focus group discussion or FGD (Focus Group Discussion), the lecture method is given at the opening and work practice during the socialization activities. The activities involved MSME partners, students, and lecturers from Baturaja University. Evaluation of activities is carried out through observation and interviews to see the development of partner members' skills in mastering fish processing technology and using websites as promotional media. The results of community service activities show an increase in the hard skills of MSME members, namely being able to use tools independently (85%), producing processed fish with various products (80%), and being able to manage websites to market products (75%). Improvement Thus, this outreach activity has been proven to provide benefits and positive impacts for strengthening the independence of MSMEs and encouraging the realization of a technology-based teaching industry.
PENERAPAN GREEN ACCOUNTING DALAM MENDUKUNG PRAKTIK BISNIS RAMAH LINGKUNGAN PADA SEKTOR PETERNAKAN SAPI DI KECAMATAN LUBUK KILANGAN Pondrinal, Muhammad; Diana, Yusvi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33384

Abstract

Abstrak: Program penerapan Green Accounting bagi peternak sapi di Kecamatan Lubuk Kilangan diselenggarakan sebagai upaya mendorong praktik usaha yang lebih ramah lingkungan sekaligus menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dalam aktivitas peternakan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis para mitra dalam pencatatan keuangan berbasis lingkungan (Green Accounting) serta keterampilan nonteknis dalam pengelolaan limbah dan pengambilan keputusan usaha yang berorientasi keberlanjutan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi kelompok terarah (FGD), dan praktik langsung yang disesuaikan dengan kondisi usaha mitra. Peserta kegiatan terdiri dari 20 peternak sapi sebagai mitra utama. Proses evaluasi dilakukan melalui penyebaran angket, wawancara, serta observasi lapangan untuk menilai peningkatan pemahaman dan kemampuan mitra. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan keterampilan mitra dalam penerapan Green Accounting sebesar 85% dibandingkan kondisi sebelum program dijalankan.Abstract: The implementation of green accounting for cattle farmers in Lubuk Kilangan District was carried out as an effort to encourage more environmentally friendly business practices while fostering awareness of the importance of environmental sustainability in livestock activities. This program aimed to improve the technical skills of the partners in environmentally based financial recording (green accounting) as well as their non‑technical skills in waste management and sustainable business decision-making. The methods used included lectures, focus group discussions (FGDs), and hands‑on practice tailored to the partners’ business conditions. The activity involved 20 cattle farmers as the main partners. The evaluation process was conducted through questionnaires, interviews, and field observations to assess the improvement in the partners’ understanding and abilities. Based on the evaluation results, there was an 85% increase in the partners’ skills in applying green accounting compared to before the program was implemented.
PENERAPAN MODEL EDUKASI BAGI PETERNAK DALAM MEMANFAATKAN LIMBAH ORGANIK MENJADI PAKAN ALTERNATIF MELALUI BIOKONVERSI MENGGUNAKAN MAGGOT Sjafruddin, Rahmiah; Azis, Abdul; Fajar, H.; Bangngalino, Herman; Nurdin, M. Ilham; Lasire, Lasire; Mahirullah, Mahirullah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36614

Abstract

Abstrak: Permasalahan serius bagi peternak adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam berinovasi menghasilkan pakan ternak alternatif. Kebutuhan pakan dengan biaya lebih dari 70% dari total biaya produksi, berdampak pada keberlanjutan usaha peternak mandiri. Tujuan kegiatan adalah untuk mengetahui pengaruh proses edukasi terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi peternak dalam pembuatan pakan ternak alternatif berbahan limbah organik melalui biokonversi larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot. Metode kegiatan melalui proses edukasi bagi peternak mandiri pada salah satu wilayah di kelurahan Bontonompo yang berjumlah 25 orang. Pengambilan data dilakukan melalui lembar kusioner yang terdiri dari tujuh pertanyaan pengetahuan dan empat pertanyaan keterampilan yang diambil sebelum (pretest) dan setelah (posttest) pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan. Hasil kegiatan memperlihatkan model edukasi PDEA (planning, doing, assessing, evaluating) terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan peserta berkisar (76-90%) dan keterampilan sekitar (80-96%), serta memberikan dampak yang signifikan terhadap pengurangan biaya pakan bagi peternak hingga 25-40%. Penerapan model edukasi PDEA dapat menjadi acuan pengolahan limbah organik menjadi pakan maggot.Abstract: A serious problem for farmers is their lack of knowledge and skills in innovating alternative animal feed. Feed costs account for more than 70% of total production costs, impacting the sustainability of independent livestock farmers' businesses. The objective of this activity is to determine the effect of the educational process on improving farmers' knowledge and skills in producing alternative animal feed from organic waste through the bioconversion of Black Soldier Fly (BSF) larvae or maggots. The activity method involved an educational process for independent farmers in one area in the Bontonompo sub-district, consisting of 25 people. Data collection was carried out using a questionnaire consisting of seven knowledge questions and four skill questions, which were administered before (pre-test) and after (post-test) the implementation of the counseling and training. The results of the activity showed that the PDEA (planning, doing, assessing, evaluating) education model was proven to be effective in increasing participants' knowledge by 76-90% and skills by 80-96%, as well as having a significant impact on reducing feed costs for farmers by 25-40%. The application of the PDEA education model can be a reference for processing organic waste into maggot feed.
OPTIMALISASI PERAN KADER KESEHATAN DALAM EDUKASI INTEGRASI LAYANAN PRIMER UNTUK PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI WILAYAH TROPIS Sumarni, Sumarni; Saefurrohim, Muhamad Zakki; Arfandi, Muh. Amri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35498

Abstract

Abstrak: Puskesmas Pasundan merupakan salah satu puskesmas dengan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) tertinggi di Kota Samarinda, dengan 23,2% penderita hipertensi dan 2,95% penderita diabetes melitus. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah belum optimalnya peran kader dalam pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP) serta rendahnya literasi kesehatan digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader kesehatan melalui pelatihan literasi digital berbasis ILP. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan, dan demonstrasi yang diikuti oleh 37 kader dari 35 posyandu wilayah kerja Puskesmas Pasundan. Evaluasi dilakukan melalui pre–post test interaktif dan umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dari 68% menjadi 89% dan peningkatan keterampilan komunikasi serta literasi digital sebesar 35–40%. Kegiatan ini memperkuat kapasitas kader dalam promosi kesehatan berbasis teknologi dan mendukung keberlanjutan ILP di tingkat pelayanan primer.Abstract: Pasundan Public Health Center is among the top three with the highest prevalence of Non-Communicable Diseases (NCDs) in Samarinda City, with 23.2% hypertension and 2.95% diabetes mellitus cases. The main issue faced by the partner is the suboptimal role of health cadres in implementing the Integrated Primary Care (ILP) and limited digital health literacy. This community service aimed to enhance cadres’ understanding and skills through digital literacy training based on the ILP approach. Activities included socialization, health education, and demonstrations involving 37 cadres from 35 integrated health posts. Evaluation was conducted using interactive pre–post tests and participant feedback. Results showed an increase in cadre knowledge from 68% to 89% and improvement in communication and digital literacy skills by 35–40%. The program strengthened cadres’ capacity in technology-based health promotion and supported the sustainability of ILP at the primary healthcare level.
PELATIHAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DENGAN KEGIATAN ECO-ENZYM SEBAGAI STIMULATOR ENTREPRENEURSHIP Fajarianingtyas, Dyah Ayu; Hidayat, Jefri Nur; Romadhan, Siddik
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35831

Abstract

Abstrak: Permasalahan sampah saat ini menjadi permasalahan global. Berdasarkan data didapatkan bahwa 60% sampah yang terbuang di tempat pembuangan akhir berasal dari sampah organik. Pembusukan sampah organik menghasilkan gas metana yang dapat menyebabkan pemanasan global. Salah satu alternatif penanganan sampah organik dengan cara membuat larutan alami hasil fermentasi. Urgensi kegiatan terletak pada persoalan penumpukan sampah organik yang semakin tinggi sehingga diperlukan penanganan pengolahan limbah organik secara tepat yang mampu menstimulasi entrepreneurship peserta didik. Pemanfaatan ecoenzym dalam kehidupan sehari-hari sebagai antiseptik dan pupuk cair sangat berpotensi dijual di pasaran. Tujuan Pkm yaitu yaitu meningkatkan pengetahuan tentang manfaat ecoenzym dalam kehidupan sehari-hari dan meningkatkan keterampilan siswa mengolah sampah organik dalam bentuk Ecoenzym. Kegiatan ini berkolaborasi dengan mitra dari SMAN 1 Lenteng yang berdomisili di jalan Raya Payudan Lembung. Siswa kelas XI sebanyak 30 orang berpartisipasi dalam pembuatan ecoenzym. Metode pengabdian diawali tahap persiapan, sosialisasi, dan praktik langsung. Evaluasi kegiatan ditunjukkan dari angket yang diisi oleh siswa setelah kegiatan ini berakhir. Ringkasan hasil ditunjukkan dari nilai n-gain score pada aspek pengetahuan terdapat peningkatan sebesar 0,8 (kategori tinggi) dan aspek keterampilan yang semula 20% menjadi 90% (kategori efektif). Kegiatan PkM ini penting dilakukan sebagai bentuk kepedulian lingkungan dalam mewujudkan program Sustainable Development Goals (SDGs).Abstract: The waste problem is currently a global problem. Based on data, it was found that 60% of waste discarded in final disposal sites came from organic waste. Decomposing organic waste produces methane gas which can cause global warming. One alternative for handling organic waste is by making a natural solution from fermentation. The urgency of the activity lies in the problem of the increasing accumulation of organic waste, so it is necessary to handle organic waste processing appropriately which is able to stimulate student entrepreneurship. The use of ecoenzymes in everyday life as an antiseptic and liquid fertilizer has great potential for sale on the market. The aim of Pkm is to increase knowledge about the benefits of ecoenzymes in everyday life and improve students' skills in processing organic waste in the form of ecoenzymes. This activity was a collaboration with partners from SMAN 1 Lenteng, located on Jalan Raya Payudan Lembung. Thirty eleventh-grade students participated in the ecoenzyme production. The service method begins with preparation, socialization and direct practice. Evaluation of the activity is shown from the questionnaire filled out by students after the activity ends. The summary of results is shown from the n-gain score value in the knowledge aspect, there was an increase of 0.8 (high category) and the skills aspect, which was originally 20%, became 90% (effective category). This PkM activity is important as a form of environmental concern in realizing the Sustainable Development Goals (SDGs) program.