cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
MEMBANGUN GENERASI EMAS TANPA STUNTING MELALUI PERAN REMAJA DALAM PEMBERIAN EDUKASI PENCEGAHAN DINI Nisa, Salsa Zahra Afiatun; Aulia, Sabrina Aska; Fauziah, Sofa Kurnia; Nuranti, Mawar; Julyanti, Ai Rian; Yuningsih, Aneng
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34021

Abstract

Abstrak: Stunting tetap menjadi persoalan kesehatan di Indonesia, termasuk di Kecamatan Sukaratu, dengan prevalensi di atas target nasional. Remaja memiliki peran strategis sebagai calon orang tua dalam memutus siklus stunting. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja SMP tentang pencegahan stunting sejak dini. Metode yang digunakan adalah penyuluhan partisipatif dengan presentasi interaktif, diskusi, tanya jawab, dan kuis, melibatkan 32 siswa kelas VIII terpilih. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test berisi 10 soal benar atau salah. Hasil menunjukkan persentase siswa dengan kategori pengetahuan baik meningkat secara signifikan dari 40% menjadi 80%, sedangkan kategori pengetahuan kurang turun dari 15% setelah penyuluhan. Rata-rata skor pengetahuan meningkat 24,1%. Selain itu, observasi menunjukkan peningkatan partisipasi, antusiasme, dan kemampuan siswa dalam menjelaskan kembali materi.Abstract: Stunting remains a health issue in Indonesia, including in Sukaratu District, with a prevalence above the national target. Adolescents play a strategic role as future parents in breaking the cycle of stunting. This dedication activity aims to increase the knowledge of junior high school students at SMP about early stunting prevention. The method used was participatory education through interactive presentations, discussions, question-and-answer sessions, and quizzes, involving 32 selected eighth-grade students. Evaluation was conducted using pre- and post-tests consisting of 10 true atau false questions. The results showed that the percentage of students in the “good knowledge” category increased significantly from 40% to 80%, while the percentage in the “poor knowledge” category decreased from 15% after the education session. The average knowledge score increased by 24.1%. Additionally, observations indicated improved participation, enthusiasm, and students' ability to explain the material.
PELATIHAN PEMANFAATAN SAMPAH NON ORGANIK UNTUK BUDIDAYA TANAMAN OBAT Hasniah, Hasniah; Ash'ari, Fuzi Maulana; Pratama, Rizki Rahmadi; Susanto, Didi; Erlianti, Karina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37088

Abstract

Abstrak: Pengelolaan sampah plastik merupakan tantangan serius di Indonesia. Sampah plastik yang tidak terurai dan praktik pembakaran sampah oleh masyarakat menimbulkan masalah lingkungan baru berupa polusi udara, pencemaran lahan, dan gangguan ekosistem. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan hard skill yaitu keterampilan dalam pemanfaatan sampah plastik, khususnya botol bekas, sebagai media tanam tanaman obat keluarga (TOGA). Metode pelaksanaan mencakup pre-test, edukasi, praktik langsung pembuatan media tanam hidroponik sistem wick menggunakan botol plastik bekas, penanaman TOGA, hingga post-test sebagai evaluasi. Peserta kegiatan adalah 30 ibu rumah tangga anggota PKK. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat dengan rata-rata kenaikan skor sebesar 52% dari pre-test ke post-test. Pemanfaatan botol plastik sebagai media tanam terbukti sederhana, murah, ramah lingkungan, serta efektif dalam mendukung budidaya TOGA. Program ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan sampah plastik, tetapi juga mendukung kesehatan masyarakat dan membuka peluang nilai ekonomi.Abstract: Plastic waste is a serious challenge in Indonesia. Non-degradable plastic waste and the practice of burning trash by the community have created new environmental problems such as air pollution, land degradation, and ecosystem disruption. This community service activity aims to empower the community by enhancing hard skills, specifically skills related to education and training on the utilization of plastic waste—particularly used plastic bottles—as planting media for family medicinal plants (TOGA).The method consisted of a pre-test, education sessions, hands-on practice of creating wick system hydroponic planting media using used plastic bottles, TOGA planting, and a post-test as evaluation. The participants were 30 housewives who are members of the PKK. The results showed a significant improvement in community knowledge with an average increase of 52% from pre-test to post-test scores. The use of plastic bottles as planting media proved to be simple, low-cost, eco-friendly, and effective in supporting TOGA cultivation. This program not only contributed to reducing plastic waste but also supported public health and opened opportunities for economic value creation.
DAMAI (DIRI YANG MEMILIKI MAKNA, ARAH DAN IMPIAN): ART THERAPY UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA PENDERITA KANKER Febrianti, Indah; Rahman, Nadya Novia; Wicaksana, Monica Massayu Widy; Aprilia, Fransiska; Apriani, Iin Magfirah; Padila, Cici Nurfila
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35638

Abstract

Abstrak: Penyakit kanker tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga memengaruhi aspek psikologis, salah satunya kecemasan. Dalam konteks kegiatan ini, kecemasan dimaknai sebagai perasaan gelisah, kekhawatiran, atau keresahan yang dialami peserta terkait kondisi kesehatan mereka, dan bukan sebagai diagnosa klinis. Diperlukan upaya untuk membantu penderita mengelola kecemasan tersebut secara adaptif. art therapy merupakan salah satu aktivitas yang terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan dan menyalurkan emosi secara positif. Penelitian ini bertujuan menurunkan tingkat kecemasan penderita kanker melalui kegiatan art therapy. Mitra kegiatan adalah Rumah Singgah Kanker di wilayah setempat dengan jumlah 11 orang peserta. Kegiatan dimulai dengan sosialisasi mengenai kecemasan dan dampaknya terhadap kondisi fisik serta psikologis, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan art therapy sebagai media penyaluran emosi. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan rata-rata skor kecemasan dari 11,27 pada pretest menjadi 5,00 pada posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa art therapy efektif dalam menurunkan kecemasan pada penderita kanker. Kegiatan ini diharapkan dapat dilanjutkan secara mandiri sebagai sarana penyaluran emosi yang positif.Abstract: Cancer not only affects physical health, but also psychological aspects, one of which is anxiety. In the context of this activity, anxiety is defined as feelings of restlessness, worry, or unease experienced by participants regarding their health condition, and not as a clinical diagnosis. Efforts are needed to help patients manage their anxiety adaptively. Art therapy is one activity that has been proven effective in reducing anxiety and channeling emotions positively. This study aims to reduce the anxiety levels of cancer patients through art therapy activities. The activity partner is a local cancer shelter with 11 participants. The activity began with an introduction to anxiety and its impact on physical and psychological conditions, followed by art therapy training as a medium for channeling emotions. The evaluation results showed a decrease in the average anxiety score from 11.27 in the pretest to 5.00 in the posttest. These findings indicate that art therapy is effective in reducing anxiety in cancer patients. It is hoped that this activity can be continued independently as a means of positive emotional expression.
INOVASI PANGAN LOKAL RIMBANG SEBAGAI SOLUSI PENCEGAHAN STUNTING DAN PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU Oksal, Efriyana; Fatah, Abdul Hadjranul; Afli, Febrianto; Chuchita, Chuchita; Pereiz, Zimon; Rahman, Rahman; Zaki, Azmi Malya; Atviaputra, Alvin Sienna
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34691

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah dengan prevalensi mencapai 27,4%. Permasalahan utama di Kelurahan Habaring Hurung adalah rendahnya pemanfaatan sumber daya pangan lokal yang kaya nutrisi, salah satunya rimbang (Solanum ferox Linn). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam pencegahan stunting melalui pelatihan pengolahan rimbang menjadi jajanan sehat bergizi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, workshop, dan praktikum, dengan melibatkan 20 kader posyandu sebagai mitra. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test berupa soal pilihan ganda sebanyak 5 soal dan 5 soal untuk tipe soal skala point 1-5, serta penilaian keterampilan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebesar 65% dan keterampilan pengolahan meningkat hingga 70%. Selain itu, 40% kader mulai memasarkan produk olahan rimbang sebagai usaha rumahan, sehingga berkontribusi pada peningkatan ekonomi keluarga. Program ini berhasil memberdayakan kader posyandu sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat dan menyediakan alternatif pangan sehat berbasis potensi lokal.Abstract: Stunting remains a serious health problem in Indonesia, especially in Central Kalimantan, with a prevalence of 27.4%. The main problem in Habaring Hurung Village is the low utilization of local food resources that are rich in nutrients, one of which is rimbang (Solanum ferox Linn). This community service activity aims to increase the knowledge and skills of posyandu cadres in preventing stunting through training in processing rimbang into healthy and nutritious snacks. The methods used included socialization, counseling, workshops, and practical training, involving 20 posyandu cadres as partners. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests consisting of 5 multiple-choice questions and 5 questions on a 1-5 point scale, as well as practical skills assessment. The results of the activity showed a 65% increase in the cadres' knowledge and a 70% increase in their processing skills. Additionally, 40% of the cadres began marketing processed rimbang products as a home-based business, thereby contributing to improved family economics. This program successfully empowered posyandu cadres as agents of change capable of educating the community and providing healthy food alternatives based on local potential.
PENGUATAN RENCANA STUDI DAN KARIR BERBASIS POTENSI DIRI MELALUI PENDAMPINGAN SISWA SMA Khairunnisa, Gusti Firda; Ilmi, Yuli Ismi Nahdiyati; Faradiba, Surya Sari; Sunismi, Sunismi; Mashnu'ah, Nurul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33798

Abstract

Abstrak: Mengenali potensi diri dapat membantu seseorang dalam merancang rencana studi dan karir. Namun, sebagian peserta didik di SMA Islam Karangploso masih belum menyadari secara utuh minat, bakat, maupun potensi dirinya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan membantu 47 peserta didik kelas X, XI, dan XII di SMA Islam Karangploso untuk (1) mengenali potensi dan kekuatan diri; (2) meningkatkan keterampilan dalam menyusun career roadmap; dan (3) membentuk mindset mandiri dalam memilih jalur pendidikan dan karier secara bertanggung jawab. Program ini terdiri dari tahap prakegitan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif dan pendampingan intensif. Evaluasi dilakukan melalui menganalisi hasil pretest dan post-test berupa angket yang terdiri dari 15 pertanyaan. Hasil menunjukkkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan tentang studi dan karir, pemahaman potensi diri, keterampilan perencanaan dan pengambilan keputusan, serta dukungan sosial dan motivasi dengan persentase peningkatan dalam rentang 27% hingga 42,3%. Hasil ini menunjukkan bahwa program pendampingan yang dilakukan tepat sasaran dan telah memberikan solusi dari permasalahan mitra.Abstract: Recognizing one’s personal potential can significantly support the process of designing an effective study and career plan. However, many students at SMA Islam Karangploso have not yet fully understood their interests, talents, and inner strengths. This community service program aimed to assist 47 students in Grade X, XI, and XII at SMA Islam Karangploso in: (1) identifying their personal potential and strengths; (2) improving their skills in creating a career roadmap; and (3) developing an independent mindset in choosing educational and career pathways responsibly. This program consists of the pre-activity stage, the implementation stage, and the evaluation stage. The methods used include interactive lectures and intensive mentoring. The evaluation is carried out by analyzing the results of the pre-test and post-test in the form of a questionnaire consisting of 15 questions. The results showed a significant increase in students' knowledge about study and career planning, self-awareness, planning and decision-making skills, as well as social support and motivation, with percentage improvements ranging from 27% to 42.3%. These findings indicate that the mentoring program effectively addressed the partner's problems and delivered appropriate solutions.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN KOMPOS SEBAGAI UPAYA PENGOLAHAN LIMBAH SAYUR ORGANIK BERKELANJUTAN Maulida, Dwi Laila; Yesfy, Vamya Zolafa; Maezura, Muzdalifah Tiin; Alauddin, Muhammad Rifqi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33331

Abstract

Abstrak: Masalah limbah sayur organik yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan kerugian ekonomi bagi pelaku usaha. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan UMKM dalam mengelola limbah sayur organik melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan kompos. Mitra kegiatan merupakan pelaku usaha distribusi sayuran organik yang menghasilkan limbah sekitar 5 kg/hari. Metode pelaksanaan terdiri atas identifikasi masalah, pelatihan teori dan praktik pembuatan kompos, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Pelatihan diikuti oleh 20 peserta dan disampaikan secara daring serta praktik langsung. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata 65% menjadi 87,15%. Kompos yang dihasilkan memiliki kualitas baik dan mulai dimanfaatkan oleh mitra. Evaluasi menunjukkan bahwa peserta merasa metode pelatihan mudah dipahami dan siap menerapkan secara mandiri. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas mitra dalam pengelolaan limbah berkelanjutan dan mendorong terciptanya nilai tambah dari limbah organik.Abstract: The issue of unmanaged organic vegetable waste leads to environmental pollution and economic losses for small enterprises. This community engagement program aims to enhance the capacity of MSMEs in managing organic vegetable waste through composting training and mentoring. The partner is an organic vegetable distributor producing approximately 5 kg of waste daily. The program involved problem identification, theoretical and practical composting training, and continuous mentoring and evaluation. A total of 20 participants joined the training, which included online sessions and hands-on practice. Pre- and post-tests showed a knowledge increase from an average of 65% to 87.15%. The produced compost met quality standards and began to be utilized by the partner. Evaluation results indicated participants found the training easy to understand and were ready to implement it independently. This program successfully enhanced waste management capacity and encouraged value-added initiatives from organic waste.
ENGLISH IN MOTION: PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE TOTAL PHYSICAL RESPONSE DI SD NEGERI Zulaikah, Zulaikah; Rohmah, Ainur; Afifah, Nurul; Kurniati, Nia; Khadijah, Dinda Nur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36157

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya rendahnya minat dan kemampuan membaca siswa pada materi bahasa Inggris, yang disebabkan oleh keterbatasan metode pembelajaran yang masih cenderung konvensional serta kurangnya media pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan membaca siswa melalui penerapan metode Total Physical Response (TPR) yang mengintegrasikan aktivitas fisik dengan keterampilan membaca siswa yang melibatkan 27 siswa kelas VI. Melalui instruksi yang diikuti dengan gerakan tubuh, siswa tidak hanya membaca kalimat sederhana tetapi juga memaknainya melalui pengalaman langsung. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk permainan, kuis interaktif sehingga siswa lebih termotivasi dan merasa belajar bahasa Inggris sebagai aktivitas yang menyenangkan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca pada 80% siswa, peningkatan motivasi belajar sebesar 90%, serta munculnya rasa percaya diri. Adapun sistem evaluasi yang digunakan menggunakan Tes membaca berformat soal pemahaman kalimat sederhana Program ini membuktikan bahwa metode TPR efektif untuk meningkatkan hard skill membaca Bahasa Inggris.Abstract: This community service activity was motivated by the low interest and reading ability of students in English, which was caused by limited learning methods that were still conventional and a lack of fun and interactive learning media. The purpose of this activity was to improve students' reading skills through the application of the Total Physical Response (TPR) method, which integrates physical activities with students' reading skills, involving 27 sixth-grade students. Through instructions accompanied by body movements, students not only read simple sentences but also understood their meaning through direct experience. This activity was packaged in the form of games and interactive quizzes so that students were more motivated and felt that learning English was a fun activity. The results of this community service activity had a significant positive impact on improving the reading skills of 80% of students, increasing learning motivation by 90%, and boosting self-confidence. The evaluation system used was a reading test in the form of simple sentence comprehension questions. This program proved that the TPR method is effective in improving hard skills in reading English.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MEKAR JAYA DI KOTA ENDE KABUPATEN ENDE MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DAN PESTISIDA NABATI Hutubessy, Josina Irene Brigetha; Saga, Agustinus JP Ana; Wisang, Imelda Virgula; Fowo, Kristono Yohanes
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34835

Abstract

Abstrak: Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan program pengabdian masyarakat dalam program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PKM) pada kelompok Tani Mekar Jaya (17 Anggota) di Desa Wologai Timur Kecamatan Lepembusu Kelisoke dengan tujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan soft skill anggota kelompok melalui kegiatan, penyuluhan dan Pelatihan pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati. Metode yang digunakan persiapan , penyuluhan, pelatihan dan evaluasi melalui kegiatan pre test dan post tes dengan masing-masing kegiatan 5 pertanyaan. Kegiatan pelatihan menggunakan mesin pencacah, sekop, gentong, parang dan bahan hijauan daun, sekam, jerami, Kotaran kandang ayam, kootoran kandang sapi, Gula Cair, EM4, Air. Hasil yang telah dicapai ada peningkatan pengetahuan tentang pupuk organik 91,82 % dan tentang pesstisida nabati ada peningkatan 90,59%. Abstract: Community empowerment activities through the implementation of community service programs in the Community-Based Empowerment (PKM) program in the Mekar Jaya Farmer group (17 members) in Wologai Timur Village, Lepembusu Kelisoke District with the aim of improving the skills and soft skills of group members through activities, counseling and training in making organic fertilizers and botanical pesticides. The methods used are preparation, counseling, training and evaluation through pre-test and post-test activities with 5 questions for each activity. Training activities use chopping machines, shovels, barrels, machetes and green leaf materials, husks, straw, chicken coop manure, cow coop manure, Liquid Sugar, EM4, Water. The results that have been achieved are an increase in knowledge about organic fertilizers of 91.82% and about botanical pesticides there is an increase of 90.59%.
PELATIHAN KADER DAN KARANG TARUNA DALAM MENGOLAH MPASI PENCEGAH STUNTING BERBAHAN DASAR DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) MENJADI OLAHAN PUDING Ardhiyanti, Lusyta Puri; Setiyawati, Marina Ery; Angraeni, Fitri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35361

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak-anak serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Intervensi pencegahan dapat dilakukan melalui pendidikan gizi dengan memanfaatkan makanan lokal yang tersedia, seperti daun kelor (Moringa oleifera), yang kaya akan nutrisi penting. Pemilihan daun kelor didasarkan pada kandungan gizinya yang tinggi dan sebanding dengan sumber pangan bergizi lainnya, namun relatif mudah diperoleh, berbiaya rendah, serta dapat ditanam di berbagai kondisi lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait manfaat daun kelor dalam pencegahan stunting, sekaligus memperkenalkan produk olahan, termasuk puding daun kelor, sebagai alternatif makanan pendamping ASI (MPASI). Metode edukasi yang digunakan adalah ceramah dengan penyampaian materi interaktif, yang melibatkan 11 peserta yang terdiri atas tokoh masyarakat, pemuda karang taruna, dan kader kesehatan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 24,4% mengenai manfaat daun kelor dalam pencegahan stunting. Sebagai langkah keberlanjutan, kegiatan ditutup dengan penanaman pohon kelor di kantor kecamatan dan lingkungan RW. Upaya ini diharapkan mampu mendukung kemandirian masyarakat dalam memperoleh bahan baku lokal untuk diolah menjadi berbagai variasi makanan pendamping ASI (MPASI) berbahan dasar kelor. Dengan demikian, keluarga yang memiliki balita dapat secara berkelanjutan memanfaatkan kelor sebagai sumber gizi tambahan dalam upaya pencegahan stunting di lingkungannya.Abstract: Stunting remains a public health problem that hinders the growth and development of children and the quality of human resources in the future. Preventive interventions can be carried out through nutrition education by utilizing locally available foods, such as moringa leaves (Moringa oleifera), which are rich in essential nutrients. Moringa oleifera were chosen because they are highly nutritious and comparable to other nutritious food sources, yet relatively easy to obtain, inexpensive, and can be grown in a variety of environmental conditions. This community service activity aims to increase understanding of the benefits of moringa leaves in preventing stunting, while also introducing processed products, including moringa leaf pudding, as an alternative complementary food to breast milk (MPASI). The educational method used was a lecture with interactive material delivery, involving 11 participants consisting of community leaders, Karang Taruna youth, and health workers. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires.The results of the activity showed a 24.4% increase in participants' understanding of the benefits of moringa leaves in preventing stunting. As a sustainable measure, the activity concluded with the planting of moringa trees at the sub-district office and in the neighborhood. This effort is expected to support the community's independence in obtaining local raw materials to be processed into various types of moringa-based complementary foods for infants. Thus, families with toddlers can continuously utilize moringa as an additional source of nutrition in their efforts to prevent stunting in their neighborhood.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK MASYARAKAT AREA GAMBUT MELALUI PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN PENGOLAHAN MINYAK ATSIRI BERBASIS BAHAN LOKAL Lestari, Hayatus Sa’adah Ayu; Pashar, Imran; Idris, Muddatstsir
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34657

Abstract

Abstrak: Tujuan PKM ini memberdayakan kelompok tani untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan manajemen dalam mengolah daun galam menjadi minyak atsiri. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode yang menitikberatkan pada keaktifan peserta seperti demontrasi dan simulasi. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan pengabdian terbagi 3 tahapan yaitu Pertama, perencanaan; Tim pelaksana telah melakukan pelaksanaan kegiatan PKM kepada mitra yang dilaksanakan pada rentang waktu 5 – 19 Juli 2025 di desa Pandahan. Peserta dalam kegiatan ini sebanyak 30 orang. Tahap pelaksanaan; Pre test yang didapatkan hasil hanya 10% atau 3 peserta yang mengetahui dan tau tentang cara pengolahan duan galam menjadi minyak atsiri. Dilanjutkan pemberian penyuluhan tentang manfaat dan penggunaan duan galam, pelatihan dan pendampingan pengolahan daun galam menjadi minyak atsiri. Tahap evaluasi; berdasarkan hasil dari post-test didapatkan hasil bahwa sebesar 100% atau 30 orang peserta sudah mampu mempraktekkan pengolahan daun galam menjadi minyak atsiri. Pada program pengabdian ini diwujudkan kegiatan berkelanjutan melalui pemantauan dalam bentuk monitoring perkembangan peserta khususnya pada keterampilan mengolah daun galam menjadi minyak atsiri.Abstract: The objective of this PKM is to empower farmer groups to improve their knowledge, skills, and management capabilities in processing galam leaves into essential oils. The methods used in this activity emphasize participant activity, such as demonstrations and simulations. The implementation of the community service activity is divided into three stages. First, planning; the implementation team carried out the PKM activity with partners from July 5 to 19, 2025, in Pandahan village. There were 30 participants in this activity. Implementation stage: The pre-test results showed that only 10% or 3 participants knew and understood how to process galam leaves into essential oil. This was followed by an information session on the benefits and uses of galam leaves, training, and assistance in processing galam leaves into essential oil. Evaluation phase: Based on the post-test results, 100% or 30 participants were able to practice processing galam leaves into essential oil. This community service program was realized through sustainable activities in the form of monitoring the progress of participants, particularly in their skills in processing galam leaves into essential oil.