cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
orbita.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
ORBITA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika
ISSN : 24609587     EISSN : 26147017     DOI : https://doi.org/10.31764/orbita.v8i2.10197
Core Subject : Science, Education,
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi, dan Aplikasi Pendidikan Fisika invites and welcomes the submission of advanced research and review papers, innovations and developed selected conference papers that have never been previously publicized. This journal provides publications and a forum to the academics, scholars and advanced level students for exchanging significant information and productive ideas associated with all these disciplines. The relevant topics of the latest progressive findings or developments will be taken seriously into consideration, the topics covered by the journals include: Physics Education : Physics learning innovation; Physics learning methods, models, and approaches; Physics learning media; ICT in Physics learning; Physics learning evaluation and assesment; Etnophysics. Ecophysics Applied Physics : Theoretical and computational physics; Instrumentation physics; Geophysics; Material Physics; Biophysics and Medical Physics.
Articles 31 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2021): November" : 31 Documents clear
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA FISIKA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PROBLEM POSSING DENGAN LATAR PEMBELAJARAN KOOPERATIF KELAS XI-ADM.A SMK NEGERI 1 NARMADA KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN PELAJARAN 2016-2017 H. M. Yusuf AS; Munawir Munawir; Lalu Syaifulbakhry
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.144 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i2.6925

Abstract

ABSTRAKMayoritas guru IPA Fisika saat ini masih menggunakan cara-cara konvensional dalam pembelajaran IPA Fisika. Pendekatan pembelajaran ini dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Kelebihan dan pendekatan ini adalah dapat mengajarkan materi yang relatif banyak dalam waktu yang singkat, tetapi pembelajaran ini memperlakukan siswa hanya sebagai objek sehingga siswa cenderung pasif dan hanya menerima pengetahuan dari gurunya saja. Pembelajaran konvensional hanya menyajikan materi IPA Fisika secara tekstual sehingga siswa kesulitan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA Fisika dibutuhkan pembelajaran yang merangsang siswa untuk melakukan pengamatan, penyelidikan serta mengolah informasi sehingga pada akhirnya siswa dapat memahami konsep secara bermakna. Pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa dan berpusat pada siswa merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran IPA Fisika.Salah satu proses pembelajaran yang sesuai adalah pembelajaran Cooperative Learning.Oleh karena itu penulis perlumelakukan penelitian tindakan dengan judul Peningkatan Prestasi Belajar IPA Fisika dengan Menerapkan Model Pembelajaran Cooperative Learning Kelas XI TKR SMK Negeri 1 Narmada  Kab.Lombok Barat Tahun Pelajaran 2016-2017 Kata kunci: problem possing; cooperative learning; prestasi belajar. ABSTRACTThe majority of Physics Science teachers currently still use conventional methods in learning Science Physics. This learning approach is carried out using lecture and question and answer methods. The advantage of this approach is that it can teach relatively a lot of material in a short time, but this learning treats students only as objects so that students tend to be passive and only receive knowledge from the teacher. Conventional learning only presents physics science material textually so that students have difficulty applying it in everyday life. To improve the quality of science learning physics requires learning that stimulates students to observe, investigate and process information so that in the end students can understand concepts meaningfully. Learning that emphasizes student activity and is student-centered is one of the efforts that can be made to improve the quality of learning science physics. One of the appropriate learning processes is cooperative learning. Therefore, the authors need to conduct action research with the title Improving Physics Science Learning Achievement by Applying Cooperative Learning Model Class XI TKR SMK Negeri 1 Narmada Kab. Lombok Barat 2016-2017 Academic Year Keywords: problem possing; cooperative learning; prestasi belajar.
ANALISIS NILAI KALOR DAN LAJU PEMBAKARAN BRIKET TONGKOL JAGUNG SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF Dwi Pangga; Sukainil Ahzan; Habibi Habibi; A’an Hardiyansyah Putra Wijaya; Linda Sekar Utami
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.373 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i2.5552

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghasilkan briket tongkol jagung sebagai alternative sumber energi yang memiliki nilai kalor yang tinggi. Briket tongkol jagung dibuat dari tongkol jagung yang sudah dikeringkan dan dihaluskan sebelumnya dengan ukuran 20 mesh. Masing-masing perlakuan dicetak dengan variasi persentase perekat tepung tapioka yaitu 5%, 10%, dan 15%. Selain variasi perekat dilakukan juga variasi tekanan pembentukannya untuk melihat komposisi terbaik yang menghasilkan nilai kalor yang tinggi dan laju pembakaran yang sesuai. Briket selanjutnya diuji nilai kalor dan laju pembakarannya dengan menggunakan alat bom calorimeter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara berturut-turut nilai kalor dan laju pembakaran briket dengan persentase komposisi perekat 5%, 10%, 15% yaitu 21,00 kJ, 22,68 kJ, 31,08 kJ, dan 12,00 gram/menit, 13,33 gram/menit, 13,50 gram/menit. Hasil terbaik dihasilkan pada komposisi persentase perekat 15% dengan nilai kalor mencapai 31,08 kJ, dan laju pembakaran 13,50 gram/menit yang tidak terlalu jauh meningkat dibandingkan dengan komposisi persentase perekat lainnya. Kata kunci: briket; tongkol jagung; nilai kalor; laju pembakaran  ABSTRACTThe purpose of this research is to produce corn cobs briquettes as an alternative energy source that has a high calorific value. Corn cobs briquettes are made from corn cobs that have been dried and previously mashed with a size of 20 mesh. Each treatment was printed with variations in the percentage of tapioca starch adhesive, namely 5%, 10%, and 15%. In addition to variations of the adhesive, variations in the formation pressure were also carried out to see the best composition that produced a high heating value and an appropriate combustion rate. The briquettes were then tested for calorific value and rate of combustion using a bomb calorimeter. The results showed that the calorific value and burning rate of briquettes with the percentage of adhesive composition 5%, 10%, 15%, were 21.00 kJ, 22.68 kJ, 31.08 kJ, and 12.00 gram/minute, respectively. 13.33 grams/minute, 13.50 grams/minute. The best results were obtained at 15% adhesive percentage composition with a calorific value of 31.08 kJ, and a burning rate of 13.50 gram/minute which was not significantly increased compared to other adhesive percentage compositions. Keywords: briquettes; corn cobs; calorific value; combustion rate
MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN SMARTPHONE DENGAN PENDEKATAN STEM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, AND MATHEMATICS) Muktya Pramadanti; Subiki Subiki; Alex Harijanto
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.284 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i2.5842

Abstract

ABSTRAKMemanfaatkan teknologi dapat mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran, salah satunya dapat menciptakan pembelajaran yang bervariatif dan meningkatkan motivasi belajar sehingga akan mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian N. Nieveen yang terdiri dari tahap pendahuluan, pengembangan, dan penilaian. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui validitas dan efektifitas media pembelajaran fisika materi gerak parabola agar dapat dinyatakan layak untuk digunakan. Tempat penelitian dilakukan di SMAN 3 Bondowoso pada kelas X MIPA. Hasil data yang diperoleh menggunakan instrumen tes berupa lembar instrumen validitas, soal pre-test, dan post-test. Teknik analisis data menggunakan validitas ahli, validitas audience, dan persamaan N-Gain. Hasil rata-rata validitas oleh 2 validator ahli media sebesar 90,4% dinyatakan sangat valid dan validator ahli pengguna sebesar 92,18% dinyatakan sangat valid. Hasil efektivitas pada uji lapangan sebesar 87,27% dapat dinyatakan sangat efektif dan nilai N-Gain sebesar 83,27% sehingga dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka media pembelajaran fisika menggunakan smartphone dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) layak untuk digunakan. Kata kunci: media pembelajaran; smartphone; pendekatan STEM. ABSTRACTTechnology can promote the achievement of learning goals, one of which can create varied learning and increase motivation to learn so that it will affect students' learning outcomes. This study uses N. Nieveen's research design which consists of preliminary, development and evaluation stages. The aim of this study is to determine the validity and effectiveness of physics learning materials for parabolic motion material so that it can be declared usable. The research site was carried out at SMAN 3 Bondowoso in class X Science. Data results obtained using test instruments in the form of instrument validity cards, pre-test and post-test questions. The data analysis technique uses expert validity, audience validity and the N-Gain equation. The results of the mean validity by 2 expert media validators of 90.4% were declared very valid and 92.18% of the expert user validators were declared very valid. The results of the efficiency in the field test of 87.27% can be said to be very efficient and the N-Gain value of 83.27%, which places it in the high category. Based on the results of the study, it is possible to use physics learning materials using a smartphone with a STEM (science, technology, engineering and mathematics) approach.Keywords: multimedia learning; smartphone; approach STEM.
ESTIMASI DOSIS RADIASI PERMUKAAN KULIT PADA PEMERIKSAAN RADIOLOGI DENGAN APLIKASI AHD RAD BERBASIS WEB Sudibyo Dwi Saputro; Arif Fahmi; I Wayan Ari Makmur; Nurul Qomariyah
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.933 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i2.5716

Abstract

ABSTRAKDosis radiasi Sinar-X pada pemeriksaan radiologi dihitung berdasarkan dosis permukaan kulit yang diterima pasien. Hal tersebut dilakukan sebagai evaluasi terhadap pemberian dosis radiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem aplikasi berbasis web dalam menghitung estimasi dosis radiasi permukaan kulit pasien yang diberi nama AHD Rad. Metode penelitian dilakukan dengan desain rancangan pengembangan, dan pengambilan data berupa nilai faktor eksposi. Dilakukan uji komparasi dosis radiasi antara AHD Rad dan software CALDose_X versi 5.0. Perhitungan dosis radiasi pada AHD Rad menggunakan pendekatan matematis dan fisika merujuk kepada Technical Report Series International Atomic Energy Agency (TRS IAEA) 457 tahun 2007. Data nilai faktor eksposi dengan parameter tegangan tabung (kV), arus tabung (mAs) dan jarak tabung ke film (FFD) yang sama, di masukkan melalui aplikasi CALDose_X versi 5.0 dan AHD Rad. Jumlah data sebanyak 50 dengan pengambilan data secara random sampling pada pemeriksaan radiografi umum. Pengolahan data menggunaan SPSS 11. Uji komparasi dilakukan dengan margin error 5 % dengan tingkat kepercayaan 95 %. Hasil menunjukkan nilai tidak terdapat perbedaan signifikan pada uji komparasi yang dilakukan pada aplikasi AHD Rad dengan CALDose_X versi 5.0. Sehingga aplikasi AHD Rad dapat dipergunakan dalam estimasi dosis radiasi pasien. .Kata kunci: Dosimetri; Dosis Radiasi Permukaan Kulit; AHD Rad ABSTRACTX-ray radiation dose in a radiological examination is calculated based on the skin surface dose received by the patient. This is done as an evaluation of the radiation dose. This study aims to develop a web-based application system for calculating the estimated dose of radiation to the patient's skin surface, which is named AHD Rad. The research method was carried out with a development design and data collection in exposure factor values. A comparative test of radiation dose was conducted between AHD Rad and CALDose_X software version 5.0. Calculation of radiation dose on AHD Rad using mathematical and physical approaches refers to the Technical Report Series International Atomic Energy Agency (TRS IAEA) 457 in 2007. Exposure factor value data with tube voltage parameters (kV), tube current (mAs), and tube distance to film (FFD), entered through the CALDose_X application version 5.0 and AHD Rad. The number of data is 50 by taking data by random sampling on general radiographic examination. Data processing using SPSS 11. The comparison test was carried out with a margin of error of 5% with a 95% confidence level. The results show no significant difference in the comparison test carried out on the AHD Rad application with CALDose_X version 5.0 so that the AHD Rad application can be used to estimate the patient's radiation dose. Keywords: Dosimetry; Skin Surface Radiation Dose; AHD Rad.
PENERAPAN TEKNIK MODERASI TERHADAP IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MITIGASI BENCANA DI SEKOLAH DASAR Syahrial Ayub; Kosim Kosim; I Wayan Gunada
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.486 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i2.6362

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tanggapan dan pendapat guru tentang pelaksanaan model pembelajaran mitigasi bencana dan upaya meningkatkannya di sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan terhadap 12 guru SD negeri 1 Sembalun Lombok Timur, NTB. Penelitian deskriptif ini dimulai dengan menampilkan sebuah model pembelajaran mitigasi bencana tanah longsor oleh tim peneliti yang dilanjutkan dengan diskusi struktur pembelajaran mitigasi bencana yang diaplikasikan dari modeling sebelumnya. Hasil penelitian mendapatkan 5 pokok pikiran tentang pelaksanaan model pembelajaran mitigasi bencana tanah longsor, yaitu 1) mengkondisikan peserta didik menghadapi bencana alam dalam proses pembelajaran, 2) guru harus memiliki langkah yang tepat dalam memberikan pemahaman tentang bencana alam dan melakukan demontrasi langsung sehingga peserta didik memahami dengan seksama, 3) guru harus memiliki pengetahuan kebencanaan gempabumi, tsunami, tanah longsor, banjir, angin topan dan gunungapi, 4) guru memberikan contoh pembelajaran mitigasi bencana kepada peserta didik menggunakan alat bantu seperti video, alat mitigasi bencana dan lainnya, 5) pemahaman resiko/bahaya, kerentanan (kelemahan), ancaman dan kemampuan/kekuatan bencana tanah longsor. Kata kunci: teknik moderasi; implementasi model pembelajaran mitigasi bencana; sekolah dasar. ABSTRACTThis study aims to reveal the responses and opinions of teachers about the implementation of the disaster mitigation learning model and efforts to improve it in primary schools. The study was conducted on 12 teachers of SD Negeri 1 Sembalun, East Lombok, NTB. This descriptive study begins by presenting a learning model for landslide disaster mitigation by the research team, followed by a discussion of the disaster mitigation learning structure applied from the previous modeling. The results of the study obtained 5 main ideas about the implementation of the landslide disaster mitigation learning model, namely 1) conditioning students to face natural disasters in the learning process, 2) teachers must have the right steps in providing an understanding of natural disasters and conducting direct demonstrations so that students understand carefully, 3) teachers must have knowledge of earthquakes, tsunamis, landslides, floods, hurricanes and volcanoes, 4) teachers provide examples of disaster mitigation learning to students using tools such as videos, disaster mitigation tools and others, 5) understanding risk/hazard, vulnerability (weakness), threat and capability/strength of landslide disaster. Keywords: moderation techniques; implementation of disaster mitigation learning model; primary school.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA MATERI CAHAYA DAN ALAT OPTIK DI SMPN 3 SALAHUTU Mawar Indayani; Abdul Jalil Hunusalela; Enggal Mursalin
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.98 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i2.5830

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh model pembelajaran blended learning terhadap hasil belajar IPA materi cahaya dan alat optik pada siswa kelas VIII di SMPN 3 Salahutu. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen, dengan sampel sebanyak 66 siswa yang terbagi dalam  kelas eksperimen dan kontrol. Instrumen dalam penelitian ini yakni instrumen tes (tes berbentuk pilihan ganda) dan non-tes (lembar observasi guru). Instrumen tes telah diuji validitas dan reliabilitas, sehingga dari 50 soal, diperoleh 30 soal yang valid dan reliabel untuk selanjutnya digunakan sebagai instrumen pengukuran. Hasil tes siswa kemudian diuji statistik menggunakan uji t. Berdasarkan analisis data, diperoleh nilai thitung sebesar 2,171 dan ttabel sebesar 2,036 sehingga thitung >ttabel. Hal ini berarti Ho ditolak pada taraf signifikan α = 0,05. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Ha yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran blended learning terhadap hasil belajar IPA siswa diterima. Kata Kunci: model pembelajaran blended learning; hasil belajar; cahaya dan alat optik ABSTRACTThis study aims to determine whether there is an effect of the blended learning model on the science learning outcomes of light and optical instruments in class VIII students at SMPN 3 Salahutu. The type of research used is quasi-experimental, with a sample of 66 students divided into experimental and control classes. The instruments in this study are test instruments (multiple choice tests) and non-tests (teachers' observation sheets). The test instrument has been tested for validity and reliability, so that from 50 questions, 30 questions are valid and reliable to be used as measurement instruments. The students' test results were then statistically tested using the t-test. Based on data analysis, the value of tcount is 2.171 and ttable is 2.036 so that tcount > ttable. This means that Ho is rejected at the significant level = 0.05. Based on this description, it can be concluded that Ha which states that there is an influence of the blended learning learning model on students' science learning outcomes is accepted. Keywords: blended learning model; learning outcomes; light and optical devices
META ANALISIS: PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS FISIKA SISWA SMA Nurul Azmi; Asrizal Asrizal; Fatni Mufit
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.106 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i2.5940

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis pengaruh model problem based learning ditinjau dari motivasi belajar fisika, 2) menganalisis pengaruh model problem based learning ditinjau dari keterampilan proses sains siswa, 3) menganalisis pengaruh model problem based learning terhadap motivasi belajar dan keterampilan proses sains siswa ditinjau dari tingkatan kelas, dan 4) menganalisis pengaruh model problem based learning terhadap motivasi belajar dan keterampilan proses sains siswa ditinjau dari materi pembelajaran. Jenis penelitian yang diterapkan pada penelitian ini adalah meta analisis. Hasil dari penelitian ini yaitu : 1) model pembelajaran problem based learning memberikan pengaruh terhadap motivasi belajar fisika siswa SMA dengan rata-rata effect size 0,73 kategori sedang, 2) model pembelajaran problem based learning memberikan pengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa dengan effect size 0,62 kategori sedang, 3) model pembelajaran problem based learning memberikan pengaruh terhadap motivasi belajar dan keterampilan proses sains fisika pada tingkatan kelas X, XI dan XII dengan effect size 0,86 kategori tinggi, 0,47 kategori sedang dan 0,28 kategori sedang, dan 4) model pembelajaran problem based learning memberikan pengaruh terhadap motivasi belajar dan keterampilan proses sains pada materi listrik dinamis dengan effect size 2,02 kategori tinggi. Kata kunci: Problem Based Learning; Motivasi; Keterampilan Proses Sains. ABSTRACTThis study aims to 1) analyze the effect of the problem based learning model in terms of motivation to learn physics, 2) analyze the effect of the problem based learning model in terms of students' science process skills, 3) analyze the effect of the problem based learning model on students' learning motivation and science process skills in terms of from the grade level, and 4) analyzing the effect of the problem based learning model on students' learning motivation and science process skills in terms of learning materials. The type of research applied in this study is a meta-analysis. The results of this study are: 1) the problem based learning model has an influence on the motivation to learn physics for high school students with an average effect size of 0.73 in the medium category, 2) the problem based learning model has an effect on students' science process skills with an effect size 0.62 medium category, 3) problem based learning learning model has an influence on learning motivation and physics science process skills at the level of class X, XI and XII with an effect size of 0.86 high category, 0.47 medium category and 0.28 category medium, and 4) the problem based learning model has an influence on learning motivation and science process skills on dynamic electrical material with an effect size of 2.02 in the high category. Keywords: Problem Based Learning; Motivation; Science Process Skills.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA FISIKA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN PROBLEM POSSING ENGAN LATAR PEMBELAJARAN KOOPERATIF KELAS XI-ADM.A SMK NEGERI 1 NARMADA KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN PELAJARAN 2017-2018 H. M. Yusuf AS; Munawir Munawir; Lalu Syaifulbakhry
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.944 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i2.6926

Abstract

ABSTRAKBelajar merupakan suatu kegiatan kreatif. Belajar bukan berarti hanya menyerap tetapi juga mengkonstruk pengetahuan. Belajar IPA Fisika akan optimal jika siswa terlibat secara aktif dalam membuat, bukan hanya strategi penyelesaian, tetapi juga masalah yang membutuhkan strategi tersebut.Menurut Upu ( 2003:10 ) Problem Possing dapat dilakukan secara individu atau kalsikal ( classical ), berpasangan ( in pairs ), atau secara berkelompok( groups ). Masalah atau soal yang diajukan oleh siswa secara individu tidak memuat intervensi dari siswa ini. hal ini dapat mengakibatkan soal kurang berkembang atau kandungan informasinya kurang lengkap. Soal yang diajukan secara berpasangan dapat lebih berbobot dibanding soal yang diajukan secara individu, dengan syarat terjadi kolaborasi di antara kedua siswa yang berpasangan tersebut. Jika soal dirumuskan oleh suatu kelompok kecil ( tim ), maka kualitasnya akan lebih baik dari aspek tingkat keterselesaian maupun kandungan informasinya. Kerjasama diantara siswa dapat memacu kreativitas serta saling melengkapi kekurangan mereka.Pada pembelajaran kooperatif, siswa dibagi kedalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen. Mereka akan bekerja sebagai sebuah tim untuk memahami materi pelajaran dan meyelesaikan tugas yang diberikan. Oleh karena itu penulis perlu melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul Peningkatkan Prestasi Belajar IPA Fisika dengan Menggunakan Pendekatan Problem  Possing  dengan Latar Pembelajaran Kooperatif Kelas XI-ADM.A SMK Negeri 1 NarmadaTahun Pelajaran 2017-2018. Kata Kunci: problem possing; cooperative learning; prestasi belajar. ABSTRACTLearning is a creative activity. Learning does not mean only absorbing but also constructing knowledge. Learning Science Physics will be optimal if students are actively involved in making, not only solving strategies, but also problems that require these strategies. According to Upu (2003:10) Problem Possing can be done individually or classically (classical), in pairs (in pairs), or in groups (groups). Problems or questions posed by students individually do not contain intervention from these students. this can result in less developed questions or incomplete information content. Questions posed in pairs can be more weighty than questions posed individually, provided that there is collaboration between the two students in pairs. If the questions are formulated by a small group (team), then the quality will be better in terms of the level of completion and information content. Cooperation among students can stimulate creativity and complement each other's shortcomings. In cooperative learning, students are divided into small, heterogeneous groups. They will work as a team to understand the subject matter and complete the assigned tasks. Therefore, the authors need to conduct classroom action research with the title Improving Physics Science Learning Achievement by Using a Problem Possing Approach with a Cooperative Learning Background for Class XI-ADM.A SMK Negeri 1 Narmada for the 2017-2018 academic year. Keywords: problem possing; cooperative learning; learning achievement.
PENGEMBANGAN E-MODUL (MODEL UNIT LESSON) DI DAERAH MINIM INTERNET BERBASIS KEMAMPUAN BERPIKIR HIPOTETIKAL DEDUKTIF Jayati Jayati; Suparwoto Suparwoto; Moh. Toifur
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.724 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i2.6170

Abstract

Pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan daring tidak sepenuhnya dapat dilakukan pada wilayah minim internet, dan sistem penugasan belum dapat memberikan hasil pemahaman dan hasil belajar siswa meningkat. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan e-modul pada daerah minim internet dengan topik hukum Newton tentang gravitasi. Metode yang dilakukan adalah melakukan validasi hasil pengembangan modul dengan empat validator yang terdiri dari dosen dan guru. Angket validasi lmodul berupa validasi materi dan validasi produk. Responden yang diujikan sebanyak 23 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi materi memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,8 dan valiadi produk memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,64. Hasil analisis keefektifan e-modul yang diberikan kepada peserta didik diperoleh skor rata- rata 3,5. Skor ini masuk dalam kategori efektif.
EFEKTIVITAS PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL PBL BERBANTUAN SIMULASI PhET PADA MATERI TERMODINAMIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Alda Alvina Hawa; Bambang Supriadi; Sri Handono Budi Prastowo
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.265 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v7i2.6041

Abstract

ABSTRAKBerpikir kritis menjadi hal yang diperlukan pada suatu pembelajaran, namun pada keadaan sebenarnya tidak semua sekolah menerapkan kebiasaan berpikir kritis. Seperti pembelajaran daring yang terjadi di masa pandemi Covid 19. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa diperlukan adanya pengembangan pada perangkat pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pengembangan perangkat pembelajaran model PBL berbantuan simulasi PhET pada materi Termodinamika untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan yaitu RPP, LKS, dan Soal dengan kemampuan berpikir kritis. Penelitian pengembangan yang memakai model ADDIE ini terdiri dari lima tahapan yaitu Analyze, Design, Development, Implement, dan Evaluate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan perangkat pembelajran model PBL berbantuan simulasi PhET pada materi Termodinamika efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini ditunjukkan dengan N-gain score sebesar 55,69% dengan kriteria sedang. Kata kunci: Efektivitas; Perangkat Pembelajaran; Problem Based Learning; PhET; Berpikir Kritis. ABSTRACTCritical thinking is a necessary thing in learning, but in reality not all schools apply the habit of critical thinking. Such as online learning that occurred during the Covid 19 pandemic. To improve students' critical thinking skills, it is necessary to develop learning tools. The purpose of this research was to determine the effectiveness of developing PBL model learning tools assisted by PhET simulation on Thermodynamics material to improve students' critical thinking skills. The learning tools developed are lesson plans, worksheets, and questions with critical thinking skills. The development research using the ADDIE model consists of five stages, namely Analyze, Design, Development, Implement, and Evaluate. The results showed that the development of PBL model learning tools assisted by PhET simulation on Thermodynamics material was effective in improving students' critical thinking skills. This is indicated by the N-gain score of 55.69% with moderate criteria. Keywords: Effectiveness; Learning Tools; Problem Based Learning; PhET; Critical Thinking

Page 3 of 4 | Total Record : 31