cover
Contact Name
Mahsup
Contact Email
paedagoria.ummat@gmail.com
Phone
+6281805211294
Journal Mail Official
paedagoria.ummat@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, 83127, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan
Core Subject : Education,
Theoretical studies, research and development of teaching materials, activities, models or learning media in the field of education include mathematics and natural sciences (physics, chemistry, biology, science, ICT, and its applications); (2) social science, history, geography, culture and economy; (3) language and literature, and (4) basic education; Research actions to increase motivation, activities, interests or learning outcomes in solving learning problems; Development or design of creativity, innovation, and technology based on software, online or e-learning; Development of curriculum, management, programs, and other education policies.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2020): April" : 11 Documents clear
DISASTER MANAGEMENT EDUCATION OF THE EARTHQUAKE BY MUHAMMADIYAH DISASTER MANAGEMENT CENTRE IN WEST NUSA TENGGARA Abdul Sakban; Maemunah Maemunah; Hafsah Hafsah
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i1.1838

Abstract

Abstrak: Gempa bumi tektonik gerakan atau hentakan bumi secara tiba-tiba akibat pelepasan energi yang terakumulasi disebabkan oleh tumbukan lempeng litosfer, pergeseran sesar dari lepasan akumulasi energi di dalam bumi yang sifatnya sangat merusak, untuk suatu jangka waktu tertentu yang berasal dari suatu wilayah yang terbatas. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan pendidikan  penanganan bencana gempa bumi yang telah dilakukan lembaga Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) dan respon masyarakat Lombok terhadap peran lembaga Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Nusa Tenggara Barat dalam penanganan bencana gempa bumi di Lombok Timur dan Lombok Utara. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan evaluative program, dibutuhkan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi dan inventory checklist. Analisis data menggunakan deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan penanganan bencana oleh MDMC kepada relawan telah dilaksanakan dengan baik, MDMC bersinergi dengan pemerintah dalam merehabilitasi, mitigasi kebencanaan, menggunakan pendekatan struktural dan non struktural dalam menghadapi bencana gempa bumi. Adanya Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sangat membantu masyarakat Lombok dalam melayani berbagai kebutuhan masyarakat. Respon masyarakat terhadap Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) sangat positif, karena organisasi Islam milik Muhammadiyah ini fokus dalam melayani bidang pendidikan, social dan kesehatan.Abstract:  Earthquake tectonic earthquake or sudden pounding due to the release of accumulated energy caused by a collision of lithospheric plates, shifts of faults from the release of accumulated heat in the earth which is very destructive, for a specified period originating from a limited region. The purpose of this research is to produce a disaster Management education that has been undertaken by the institution of Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) and Lombok Community response to the role of Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) West Nusa Tenggara in the handling of earthquake disaster in East Lombok and North Lombok. The research method uses qualitative research with a descriptive and evaluative program approach, primary and secondary data required. Data collection techniques to used are interviews, documentation, and inventory checklist. Data analysis to used descriptive-analytical. The results showed that MDMC's disaster-handling education to volunteers was well implemented, MDMC synergizes with governments in rehabilitating, disaster mitigation, using structural and non-structural approaches In the face of an earthquake disaster. The existence of the Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) is beneficial to the people of Lombok in serving various needs of society. The public response to the Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) is very positive because the Islamic organization belonging to Muhammadiyah was focused on serving the field of education, social and health.
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN KECERDASAN LINGUISTIK DENGAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Rahmiatul Fitri; Alwen Bentri; Taufina Taufina; Farida Mayar
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i1.1934

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang menghambat proses belajar mengajar karena dalam pembelajaran bahasa Indonesia menuntut siswa aktif mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dan kecerdasan linguistik dengan kepercayaan diri siswa kelas V dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Metode penelitian ini tergolong penelitian korelasional. Fakta menunjukkan kurangnya kepercayaaan diri siswa ketika proses pembelajaran bahasa Indonesia. Aspek menyimak terlihat siswa kurang memiliki kemampuan yang baik dalam menyimak karena materi menyimak yang dianggap sulit dipahami oleh siswa. Siswa kurang percaya diri untuk berbicara terutama berbicara di depan kelas. Kemampuan berbicara kurang dilatih sejak dini sehingga berlanjut sampai ke tingkat yang lebih tinggi. Pembelajaran membaca seringkali diidentikkan dengan membaca pemahaman, membaca sekilas, dan sebagainya semua proses membaca mempengaruhi kepercayaan diri yang menurunkan kecerdasan linguistiknya. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang percaya diri dapat menyimak dengan baik dengan menonjolkan pemahaman konsep diri yang meningkatkan kepercayaan diri terhadap hasil simakannya. Berbicara meningkatkan percaya diri siswa ketika berbicara di depan kelas. Ketika telah dipahami bagaimana konsep diri pribadi siswa, siswa menjadi percaya diri berbicara di kelas karena pembelajaran bahasa Indonesia kemampuan siswa dalam berbicara lebih banyak dilatih baik berbicara di depan kelas maupun ketika diskusi kelas. Abstract: This research is motivated by the low self-confidence of students in Indonesian language learning which impedes the teaching and learning process because in Indonesian language learning requires students to actively listen, speak, read and write. Purpose of this study is to determine the relationship between self-concept and linguistic intelligence with the confidence of fifth grade students in learning Indonesian. This research method is classified as correlational research. The facts show the lack of student confidence when learning the Indonesian language. The listening aspect shows that students lack good ability to listen because listening material is considered difficult for students to understand. Students lack the confidence to speak, especially speaking in front of the class. The ability to speak is not trained from an early age so that it continues to a higher level. Learning to read is often identified with reading comprehension, skimming, and so on all reading processes affect self-confidence which decreases linguistic intelligence. The results showed that students who were confident could listen well by highlighting the understanding of self-concepts that increased confidence in the results of their simulations. Speaking increases students' confidence when speaking in front of the class. When it has been understood how students 'personal self-concepts, students become confident speaking in class because learning Indonesian language students' ability to speak more trained both speaking in front of the class and when class discussions.
USING GOOGLE CLASSROOM TO TEACH READING HORTATORY EXPOSITION TEXT Irwan Sulistyanto; Dina Azmi Imada
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i1.1673

Abstract

Abstract:  Google Classroom is an appropriate Learning Management System (LMS) in teaching reading. Google Classroom helps students get easier in comprehending the text. This research intended to know the effectiveness of using Google Classroom to teach reading hortatory exposition text. Quantitative was chosen as the research approach, while the research design used was posttest-only control group design. This research used two classes that become an experimental class and control class. The experimental class was taught reading using Google Classroom, while the control class was taught with conventional teaching. To collect the data, post-reading comprehension tests in experimental and control classes were administered. Data were analyzed using mean scores, standard deviation, and independent-sample t-test. The findings showed that sig. the score was lower than the level of a significant 5%. It can be concluded that using Google Classroom to teach reading hortatory exposition text is effective.Abstrak: Google Classroom adalah Learning Management System (LMS) yang sesuai dalam mengajar membaca. Google Classroom membantu siswa siswi dalam memahami bacaan dengan mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunakan Google Classroom untuk mengajar membaca text hortatory exposition. Kuantitatif dipilih sebagai pendekatan penelitian sedangkan design penelitian yang digunakan adalah posttest-only control group. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas control. Kelas ekperimen diajar membaca dengan menggunakan Google Classroom sedangkan kelas control diajar menggunakan conventional teaching. Untuk mengumpulkan data, tes akhir pemahaman membaca di kelas ekperimen dan control digunakan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan nilai rata-rata, standar deviasi dan independent sample t-test. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai signifikansi lebih rendah dari pada taraf signifikansi 5%. Ini dapat disimpulkan bahwa menggunakan Google Classroom untuk mengajar membaca teks hortatory exposition adalah efektif.
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA DENGAN PENDEKATAN OPEN–ENDED DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Sigit Raharjo; Hairul Saleh; Dian Sawitri
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i1.1881

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan penalaran matematis siswa SMP dengan pendekatan open-ended dalam pembelajaran matematika, pendekatan open-ended pada penelitian ini diterapkan ke dalam bentuk soal-soal penalaran yang bersifat open-ended. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP yang berjumlah 43 siswa, dengan mengambil sampel tiga siswa dari kelas IX.A yaitu satu siswa dengan kemampuan penalaran tinggi, satu siswa dengan kemampuan penalaran sedang, dan satu siswa dengan kemampuan penalaran rendah. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen soal tes kemampuan penalaran matematis berbentuk essay yang terdiri dari 4 soal yang valid dan reliabel, dan dengan menggunakan wawancara untuk memperoleh data berupa respon siswa secara langsung dengan memberikan serangkaian pertanyaan yang diajukan oleh peneliti kepada subjek. Hasil tes kemampuan penalaran siswa berdasarkan indikator yang diteliti menunjukkan bahwa siswa dapat mengajukan dugaan (conjectures) mencapai 60,46%, siswa dapat melakukan manipulasi matematika mencapai 54,07%, dan siswa dapat memberikan kesimpulan, menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap beberapa solusi mencapai 50,58%, serta siswa dapat memeriksa kesahihan dari pernyataan mencapai 38,95%, siswa yang memiliki kemampuan penalaran tinggi mampu menguasai keempat indikator kemampuan penalaran matematis. Siswa yang memiliki kemampuan penalaran sedang hanya mampu menguasai tiga indikator kemampuan penalaran matematis. Untuk siswa yang memiliki kemampuan penalaran rendah tidak mampu menguasai keempat indikator kemampuan penalaran matematis.Abstract: This study aims to describe and analyze the mathematical reasoning abilities of junior high school students with an open-ended approach in mathematics learning, the open-ended approach in this study is applied in the form of open-ended reasoning questions. This study uses descriptive qualitative research methods. The subjects of the population in this study were students of class IX SMP, amounting to 43 students, taking a sample of three students from class IX.A namely one student with high reasoning ability, one student with moderate reasoning ability, and one student with low reasoning abilities. Data collection techniques using a question test instrument in essay mathematical reasoning ability consisting of 4 valid and reliable questions, and by using interviews to obtain data in the form of student responses directly by providing a series of questions posed by researchers to the subject. The results of tests of students' reasoning abilities based on the indicators studied showed that students could submit conjectures reaching 60.46%, students could do mathematical manipulations reaching 54.07%, and students could provide conclusions, compile evidence, provide reasons or evidence against some the solution reaches 50.58%, and students can examine the validity of the statement reaching 38.95%, students who have high reasoning ability are able to master the four indicators of mathematical reasoning ability. Students who have moderate reasoning ability are only able to master three indicators of mathematical reasoning ability. For students who have low reasoning abilities are not able to master the four indicators of mathematical reasoning ability
PENGEMBANGAN LEMBAR KERSA SISWA (LKS) BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP Lorena Br Ginting; Kartini Herlina; Undang Rosidin
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i1.1834

Abstract

Abstrak: Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa pada materi bidang miring dan tuas. Pengembangan yang digunakan mengacu pada model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementations, and Evaluation). Instrument pengumpulan data yang digunakan berupa pedoman wawancara, lembar validasi, dan angket uji keterbacaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa LKS yang dikembangkan memiliki kelayakan yang tinggi. Hal tersebut dapat dilihat pada tahap uji kevalidan LKS yang dinilai oleh tiga orang ahli meliputi ahli materi dan ahli media, diperoleh rata-rata penilaian sebesar 87,55% dari ahli materi dan 91,01% dari ahli media, sehingga penilaian ini membuktikan bahwa LKS memenuhi kriteria “sangat valid”. Pada tahap uji kepraktisan, respon siswa terhadap LKS diperoleh rata-rata skor sebesar 92%. Rata-rata penilaian siswa tersebut memenuhi kriteria “sangat baik”. Pada tahap berikutnya yaitu uji keefektifan dilihat dari hasil belajar siswa. Hasil rata-rata nilai pre-test adalah 50,75 kelas A dan 48,83 kelas B, sedangkan rata-rata nilai post-test adalah 80,67 kelas A dan 81,33 kelas B. Berdasarkan dari tahapan yang ditempuh dengan hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa LKS berbasis inkuiri terbimbing layak dan efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa.Abstract:  This research and development aims to produce student worksheets (LKS) based on inquiry guided to improve student science process skills on slope and lever material. The development used refers to the model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementations, and Evaluation). The data collection instruments used are interview guidelines, validation sheets, and readability test polls. The results of this study showed that the developed LKS have high feasibility. This can be seen at the test phase of Kevaliand the LKS assessed by three experts covering materials and media experts, obtained an average assessment of 87.55% of the material experts and 91.01% of the media experts, so that this assessment proves that the LKS meet the criteria "very valid". At practicality test, the student response to the LKS was acquired on average score of 92%. The average student rating meets the "excellent" criteria. At the next stage is a test of the effectiveness seen in student learning outcomes. The average result of pre-test values is 50.75 Class A and 48.83 Class B, while the average post-test value is 80.67 Class A and 81.33 Class B. Based on the stage traveled with the results obtained, the LKS-based inquiry is guided to be worthy and effective in improving students ' science process skills
PENGARUH METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE BERBASIS LEMBAR KERJA MAHASISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA MATA KULIAH BIOSTATISTIKA Musafaah Musafaah; Noor Ahda Fadillah; Hadrianti H. D. Lasari; Fakhriyah Fakhriyah
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i1.1703

Abstract

Abstrak: Nilai akhir mata kuliah biostatistika mahasiswa PSKM FK ULM yang belum mencapai nilai ambang lulus (C) empat tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Tahun 2012 mahasiswa yang belum mencapai nilai ambang lulus (C) sebanyak 15,9%, tahun 2013 sebanyak 21,7%, tahun 2014 sebanyak 22,0%, dan meningkat tajam pada tahun 2015 sebanyak 47,7% serta sebanyak 64,4% pada tahun 2016. Penelitian ini bertujuan agar peserta didik dapat berfikir sistematis dan logis dalam mengatasi suatu masalah-masalah yang dihadapi. Desain  penelitian ini  menggunakan  desain One Group Pre-test-Post-test  Design. Perlakuan diberikan kepada seluruh mahasiswa (33 Orang) dalam satu kelas menggunakan model pembelajaran think pair share. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji T berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan mean nilai UTS sebelum dan sesudah diberi LKM (p- value 0,0001, nilai mean 9,35) dan ada perbedaan mean nilai UAS sebelum dan sesudah diberi LKM sebesar (p-value 0,001, nilai 11,38). Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada pengaruh penerapan metode Cooperative Learning Tipe Think Pair Share (TPS) terhadap prestasi belajar mahasiswa.  Abstract:  The final value of PSKM FK ULM student Biostatistika courses that have not yet reached a threshold value of passed (C) The last four years continue to increase. In 2012 students who have not reached a threshold of graduation (C) as much as 15.9%, 2013%, 21.7%, 2014%, and increased in 22.0 as much as 2015% and as much as 47.7% in 64.4. This research aims to allow learners to be systematic and logical in addressing the problems faced. The design of this research uses the design of One Group Pre-Test-Post-Test Design. The treatment is given to all students (33 people) in one class using the think pair share learning model. The research Data is analyzed using the T test in pairs. The results indicate there is a difference in mean value UTS before and after given MFIS (p-value 0.0001, mean value 9.35) and there is a difference in mean value of UAS before and after given MFIS (p-value 0.001, value 11.38). The conclusion on this study is that there is an influence on the implementation of the Cooperative Learning type Think Pair Share (TPS) method against student learning achievement.  
DEVELOPMENT OF OUTDOOR LEARNING TO IMPROVING LEARNING OUTCOMES REVIEWED FROM ABSTRACT THINKING ABILITY, RESPONSE TO GUIDELINES AND SCIENCE PROCESS SKILLS FOR STUDENT OF VOCATIONAL HIGH SCHOOLS Sukisna Sukisna; Suparwoto Suparwoto
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i1.1891

Abstract

Abstract: This study aims to (1) describe the feasibility of outdoor learning models, (2) describe the developed outdoor learning models that can improve student learning outcomes, (3) describe whether abstract thinking abilities, responses to guidance and science process skills can contribute to understanding resistivity topic in vocational schools.This research was conducted using the Research and Development method with 4D, namely define, design, develop, and disseminate. The subjects of this study were of 49 students of class X TKPI. The research sample consisted of one experimental class and one control class. Learning outcomes data obtained from the posttest, abstract thinking ability data obtained from abstract thinking test questions, science process skills data obtained from science process skills test questions, response data to learning were collected by questionnaire—data analysis using ANCOVA analysis. The results showed that (1) the development of learning devices with the topic of types of obstacles meet the feasible criteria, (2) there is a positive influence of outdoor learning in improving student learning outcomes indicated by the value of Fcount = 32.41 while Ftable 5% = 2.81. The difference in learning outcomes shown by the gain index of the experimental class 0.78 and the control class 0.67, (3) there is a relationship between the ability to think abstractly, responses to learning and science process skills with student learning outcomes in the topic of resistivity that can be seen from the regression coefficient R = 0.8268 and the coefficient of determination R2 = 0.6836. So that it can be interpreted that the three covariates are good predictors of learning outcomes, (4) the effective contribution of abstract thinking ability 1.908%, (5) the relative effective contribution of science process skills 51.269%, (6) effective contribution of responses to effective learning 1,076%. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kelayakan model pembelajaran outdoor learning, (2) mendeskripsikan model pembelajaran outdoor learning yang dikembangkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa, (3) mendeskripsikan apakah kemampuan berfikir abstrak, tanggapan terhadap bimbingan dan keterampilan proses sains dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman hambatan jenis di tingkat SMK. Penelitian ini dilakukan dengan metode Reseacrh and Development dengan 4D yaitu define, design, develop  dan disseminate.  Subjek penelitian ini adalah 49 siswa kelas X TKPI SMK. Sampel penelitian terdiri dari satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Data hasil belajar diperoleh dari posttest, data kemampuan berfikir abstrak didapatkan dari soal test berfikir abstrak, data keterampilan proses sains didapatkan dari soal test keterampilan proses sains, data tanggapan terhadap pembelajaran dikumpulkan dengan angket. Analisis data menggunakan analisis anakova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pengembangan perangkat pembelajaran dengan topik hambatan jenis memenuhi kriteria layak, (2) terdapat pengaruh positif pembelajaran outdoor learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa ditunjukkan oleh nilai Fhitung  = 32,41 sedangkan Ftabel 5%  = 2,81. Perbedaan hasil belajar ditunjukkan oleh indeks gain kelas eksperimen 0,78 dan kelas kontrol 0,67, (3) terdapat hubungan antara kemampuan berfikir abstrak, tanggapan terhadap pembelajaran dan keterampilan proses sains dengan hasil belajar siswa topik hambatan jenis yang dapat dilihat dari koefisien regresi R = 0,8268 dan koefisien determinasi R2 = 0,6836 sehingga dapat diartikan ketiga kovariat merupakan prediktor yang baik untuk hasil belajar, (4) sumbangan efektif kemampuan berfikir abstrak 1,908 %, (5) sumbangan efektif relatif keterampilan proses sains 51,269%, (6) sumbangan efektifn tanggapan terhadap pembelajaran efektifnya 1,076 %.
EFEKTIVITAS PENERAPAN SUPLEMEN BERBASIS KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISW Devi Andriani; Kartini Herlina; B. Anggit Wicaksono
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i1.1795

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan suplemen berbasis kontekstual terhadap keampuan berpikir kritis siswa. Desain penelitian Pre Experiment dengan One Group Pretest-Posttest Design. Adapun subyek penelitian sebanyak 36 siswa XII IPA. Perlakuan pada kelompok eksperimen adalah pembelajaran menggunakan suplemen berbasis kontekstual. Instrumen yang digunakan adalah butir soal tes, lembar observasi aktivitas siswa, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. efektivitas diukur berdasarkan n-Gain hasil tes yang dianalisis dengan uji-t, respon siswa terhadap suplemen berbasis kontekstual, dan aktivitas siswa. hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan suplemen cukup efektif meningkatkan kemampuan berpikir siswa, yang dibuktikan dengan n-Gain kelas sebesar 0,55 pada kelas XII IPA 1 dan 0,65 pada kelas XII IPA 2, serta uji-t sebesar 0,000 untuk kelas XII IPA 1 Dan XII IPA 2. hasil uji kelayakan suplemen berbasis kontekstual oleh siswa sebesar 81%, serta persentase aktivitas siswa sebesar 83,06%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplemen berbasis kontekstual efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Abstract:  The purpose of this study was to determine the effectiveness of contextual supplements based on students' critical thinking skills. Pre Experiment research design with One Group Pretest-Posttest Design. The study was conducted at Tri Sukses High School class XII. The treatment in the experimental group was learning to use contextual supplements. The instruments used were test items, student activity observation sheets, and observations of learning outcomes. effectiveness is measured based on n-gain test results analyzed with paired sample t-test, student responses to contextual based supplements, and student activity. the results showed that the use of supplements was quite effective in practicing students' thinking skills, as evidenced by the n-gain grade of 0.55 in class XII IPA 1 and 0.65 in class XII IPA 2, as well as the t-test of 0,000 for classes XII IPA 1 and XII IPA 2. by students sebesae 81%, and the percentage of student activity by 83.06%. The results showed that contextual-based supplement was effective for practicing critical thinking skills
PERBEDAAN PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE DAN EXAMPLE NON EXAMPLE TERHADAP KECAKAPAN BERPIKIR KRITIS MUATAN IPA KELAS IV SD Andi Yuliyono; Elvira Hosein Radia
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i1.1898

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pengaruh antara model pembelajaran Picture and Picture dan model pembelajaran Example non Example terhadap Kecakapan Berpikir Krtis muatan IPA Siswa Kelas IV SDN Gugus Diponegoro Kota Salatiga.. Desain penelitian ini adalah yaitu penelitian Quasi eksperimen dengan menggunakan desain penelitian Non Equivalent Control Group Design. Instrumen penelitian data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan tes. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan Uji-t untuk mengukur dan mengetahui perbedaan kecakapan berpikir kritis IPA kelas IV SD pada kelompok eksperimen setelah mendapat perlakuan. Hasil analisis data dengan menggunakan Uji-t diperoleh hasil nilai signifikansi (2-tailed) adalah 0,00 yang berarti tidak lebih besar dari 0,05 (0,00 < 0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara Picture and Picture dan Example non Example terhadap kemampuan berpikir kritis muatan IPA kelas IV SDN Gugus Diponegoro.Abstract:  This study aims to determine whether there is a difference between the effect of the Picture and Picture learning model and the Example non Example learning model on the Critical Thinking Skills of the Natural Sciences Class IV SDN Diponegoro Cluster Salatiga City. Equivalent Control Group Design. Data study instruments in this study used observation sheets and tests. The data analysis technique in this study used the t-test to measure and determine the differences in critical thinking skills of Class IV Natural Sciences in the experimental group after receiving treatment. The results of data analysis using the t-test showed that the significance value (2-tailed) was 0.00 which means no greater than 0.05 (0.00 <0.05) then Ho was rejected and Ha was accepted. The results of this study can be concluded that there is a significant difference between the Picture and Picture and Example non Example on the ability to think critically the science content of class IV SDN Diponegoro Cluster.
PENGARUH MOTIVASI MENGAJAR DOSEN TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATAKULIAH LISTRIK DAN ELEKTRONIKA OTOMOTIF Iffarial Nanda; Wakhinuddin Simatupang
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 11, No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v11i1.1828

Abstract

Abstrak: Berdasarkan observasi awal, hasil belajar mahasiswa Jurusan Teknik Otomotif pada mata kuliah Listrik dan Elektronika Otomotif belum memuaskan kemungkinan karena adanya factor yang mempengaruhi hasil belajar itu sendiri baik secara internal maupun eksternal dari mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pen motivasi mengajar dosen terhadap hasil belajar. Jenis penelitian yang digunakan ini adalah penelitian kuantitatif. Subjek yang digunakan adalah mahasiswa jurusan teknik Otomotif yang sedang mengambil mata kuliah Listrik dan Elektronika Otomotif. Teknis analisis data yang digunakan adalah teknis analisis data deskriptif yaitu dengan mendeskripsikan kevalidan, dan reabilitas angket untuk memastikan angket yang digunakan valid dan realiabel dan uji regresi linier ganda untuk melihat bagaimana perngaruh motivasi mengajar dosen terhadap hasil belajar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh antara motivasi mengajar dosen terhadap hasil belajar yang ditunjukkan dengan hasil SPSS dari regresi linier ganda dengan nilai sig, 0,005<0,05. sehingga Ha diterima, Maka dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini subjek motivasi mengajar dosen mempengaruhi hasil belajar mahasiswa.Abstract: Based on preliminary observations, the learning outcomes of students of the Automotive Engineering Department in the Electrical and Electronics Electronics course have not been satisfactory possibly because of the factors that influence the learning outcomes themselves both internally and externally from students. The purpose of this study was to determine the motivation of teaching lecturers on learning outcomes. This type of research used is quantitative research. The subjects used were students majoring in Automotive engineering who were taking Electrical and Electronics Electronics courses. The data analysis technique used is descriptive data analysis technique, namely by describing the validity and reliability of the questionnaire to ensure the questionnaire used is valid and realiable and multiple linear regression tests to see how the teaching motivation influences lecturers' learning outcomes. The results of this study indicate that there is an influence between the teaching motivation of lecturers on learning outcomes as indicated by the SPSS results from multiple linear regression with a sig value of 0.005 <0.05. so Ha is accepted, then it can be concluded that in this study the subject of lecturer teaching motivation affects student learning outcomes.

Page 1 of 2 | Total Record : 11