cover
Contact Name
Mahsup
Contact Email
paedagoria.ummat@gmail.com
Phone
+6281805211294
Journal Mail Official
paedagoria.ummat@gmail.com
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Mataram Jln. KH. Ahmad Dahlan, No. 1, Pagesangan, Kota Mataram, 83127, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan
Core Subject : Education,
Theoretical studies, research and development of teaching materials, activities, models or learning media in the field of education include mathematics and natural sciences (physics, chemistry, biology, science, ICT, and its applications); (2) social science, history, geography, culture and economy; (3) language and literature, and (4) basic education; Research actions to increase motivation, activities, interests or learning outcomes in solving learning problems; Development or design of creativity, innovation, and technology based on software, online or e-learning; Development of curriculum, management, programs, and other education policies.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2015): September" : 10 Documents clear
DIFFERENT INTERPRETATION OF AMBIGUITIES SENTENCES (A Study of Class C the Second Semester Postgraduate Students Majoring English of State University of Semarang) Humaira Humaira
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 6, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v6i2.169

Abstract

Ambiguityis strictly speaking, used to describe aword, phrase, or sentence when it has more thanone interpretation.Sometimes we found many ambiguities sentences when we are reading or listen to the English sentences. Multiinterpretations not only happen from the English language learners, but also in native speakers themselves. Thisstudy investigated about is there any different interpretation of ambiguities sentences made by students of class c,second semester students of PPs Unnes?, and what types of ambiguous sentence majority missing in theirtranslating. The objectives of study were to know that the students of PPs Unnes have different interpretations whenthey are translating the ambiguities sentences and to identifying the types of ambiguities. This study used descriptivequalitative approach; ten postgraduate students from Class C PPs Unnes participated in this study as respondents.All were university students majoring in English. They were given 5 ambiguous sentences. Sentences includedifferent sources of ambiguity such as, structural ambiguity, and lexical ambiguity. The subjects were asked totranslate the sentences into Indonesian language. The result of study presented that participants who are not nativespeakers of English exhibited the different interpretations in translate both the given types of ambiguous sentences.Almost all of ten respondents have different interpretations in each ambiguous sentence. Most respondents showdifferent translating majority in lexical ambiguous sentences.
PENINGKATAN SIKAP TERHADAP SAINS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY DENGAN PENGGUNAAN TOSRA TERHADAP PEMBELAJARAN IPA DI SMP NEGERI 6 MATARAM Ellysabeth Usmiatiningsih
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 6, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v6i2.174

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya sikap negatif siswa pada materi IPA yang bersifat virtual sehingga mengakibatkan materi IPA sulit dipelajari. Subyek penelitian tindakan kelas yaitu kelas VIIIE berjumlah 26 siswa yang memiliki karakter meremehkan pelajaran IPA, tidak senang belajar IPA sehingga pada materi tertentu memilikinilai rendah. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah cahaya karena cakupan materi yang cukup luas dengankriteria ketuntasan minimal (KKM) 77. Penelitian ini dilaksanakan 3 siklus dengan menggunakan modelpembelajaran inquiry yang bertujuan untuk meningkatkan sikap terhadap sains siswa. Hasil Penelitian tindakan kelasyaitu terjadi peningkatan sikap terhadap sains sebesar 19,04%, peningkatan sikap siswa selama diskusi sebesar21,75%, peningkatan skor rata-rata diskusi siswa sebesar 26,53, peningkatan keterlaksanaan KBM sebesar 5,6%.Maka dalam peneltian tindakan kelas ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model inquiry dapat meningkatkansikap terhadap sains siswa. 
ANALISIS ARUS DAN GELOMBANG PERAIRAN BATU BELANDE GILI ASAHAN DESA BATU PUTIH KECAMATAN SEKOTONG LOMBOK BARAT Sukuryadi Sukuryadi
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 6, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v6i2.165

Abstract

Salah satu penyebab terjadinya akresi dan rekresi pantai adalah gelombang. Gelombang yang memecah di pantai merupakan penyebab utama proses erosi dan akresi (pengendapan garis pantai) pada saat gelombang mendekati pantai, gelombang mulai bergesekan dengan dasar laut dan menyebabkan pecahnya gelombang di pantai. Hal ini menyebabkan terjadinya turbulensi yang kemudian membawa material dari dasar pantai atau menyebabkan terkikisnya bukit-bukit pasir (sand dunes) di pantai. Gelombang yang memecah pantai merupakan penyebab utama proses erosi dan akresi (pengendapan) garis pantai. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis arus dan gelombang perairan dengan prinsip kerja waves buoys di Gili Asahan Desa Batu Putih Kecamatan Sekotong Lombok Barat. Pengambilan data lapangan dilakukan di sekitar perairan Batu Belande Gili Asahan melalui metode survey dan pemetaan dan dilanjutkan dengan analisis pengolahan data dilakukan dengan bantuan software modeling. Hasil analisa data lapangan pada pengukuran arus menunjukkan bahwa kecepatan arus rata-rata pada perairan di gili Asahan adalah 0.0045 m/det (sebelum ombak pecah) dan 0.0228 m/det (setelah ombak pecah) dengan arah yang relatif sama yaitu arah barat daya condong arah selatan atau sejajar dengan pantai. Kecepatan arus berkisar antara 0 - 0,63 m/det pada titik sebelum ombak pecah dan 0 - 0.557 m/det pada titik setelah ombak pecah. Data ini menunjukkan bahwa kecepatan arus di lokasi dikategorikan memiliki kecepatan arus lemah hingga sedang, hal ini sesuai dengan pendapat Djurdjani (1998) bahwa kecepatan arus dikategorikan lemah jika kecepatannya < 0,4 m/det, Sedang jika kecepatannya 0,4 – 1m/det dan Kuat jika kecepatannya >1 m/det. Hasil analisis pengukuran gelombang didapatkan bahwa tinggi gelombang signifikan (H1/3) pada lokasi penelitian adalah 0.019 m pada titik sebelum ombak pecah dan 0.0072 m pada titik setelah ombak pecah, dengan demikian keadaan gelombang signifikan dilokasi dikategrikan tenang hal ini didukung oleh pernyataan Djurdjani (1998) yang mengatakan bahwa Gelombang dikategorikan tenang jika tingginya < 0,20 m, Sedang jika tingginya 0,2 – 0,50 m, dan besar jika tingginya > 0,50. Adapun kecepatan gelombang sebelum dan sesudah ombak pecah pada musim angin timur dan barat masing-masing 5,48 m/s, 2,74 m/s dan 5,48 m/s hal ini menunjukkan bahwa semakin mendekati pantai maka kecepatan gelombang semakin melemah seiring dengan kedalaman perairan yang semakin dangkal, sedangkan energi gelombang sebelum dan sesudah ombak pecah pada musim angin timur dan barat masing-masing adalah 0,460 N/m2, 0,066 N/m2 dan 1965,172 N/m2
AN ANALYSIS OF ERRORS ON THE USING SIMPLE PAST IN WRITING A NARRATIVE TEXT Umar Umar
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 6, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v6i2.170

Abstract

This study aimed to examine errors on past tense in a writing a narrative text of by 12 participants. The participantswere second semester students of English Education Department of STKIP Paracendekia NW Sumbawa in theacademic year 2014/2015. This research was a descriptive qualitative research. The instrument used for this studywas participants’ written narrative texts. The results of the study show that there were errors committed by theparticipants on using past tense. All of the errors on using past tense in the written narrative texts was identified andclassified; these were addition, omission, and misformation.These aspects of writing in English pose the most difficultproblems to participants. This study has shed light on the manner in which students internalize the rules of the targetlanguage, which is English. Such an insight into language learning problems is useful to lecturers because it providesinformation on common trouble-spots in language learning which can be used in the preparation of effective teachingmaterials.
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DALAM MEMANFAATKAN LAHANG KERING DI DESA BUMI PAJO KECAMATAN DONGGO KABUPATEN BIMA Mas’ad Mas’ad; Sri Yuliani
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 6, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v6i2.166

Abstract

Seiring dengan pergeseran paradigma pengembangan pertanian intensif di lahan basah sebagai penopang utamakebutuhan pangan nasional, maka pengembangan pertanian di lahan kering merupakan alternatif yang sangatpenting. Harapan besar dari pemanfaatkan lahan kering adalah kesejahteraan hidup masyarakat petani sekaligusmengentaskan kemiskinan. Kearifan lokal menjadi suatu hal yang menarik untuk dikaji dan mempunyai perananpenting dalam dinamika lingkungan. Perlu disadari bahwa kearifan lokal mampu menjaga kelestarian dalam bentuksuatu panutan ataupun kebiasaan yang disakralkan dan dalam bentuk penanda yang harus dipatuhi oleh masyarakatyang sifatnya turun temurun. Kearifan lokal dalam pemanfaatan lahan kering di desa Bumi Pajo merupakan warisanbudaya dari nenek moyang yang mampu menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan produktivitas lahankering yang berdampak pada meningkatnya pendapatan petani. Tujuan Penelitian untuk: (1) Mendeskripsikan bentukkearifan lokal masyarakat dalam memanfaatkan lahan kering di desa BUmi Pajo Kecamatan Donggo kabupatenBuma. (2). Medeskripsikan peran kearifan lokal masyarakat dalam memanfaatkan lahan kering di desa Bumi Pajokecamatan Donggo kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, tehnik penentuan informandengan menggunakan purposive sampling dengan informan penelitian adalah petani lahan kering dan informanbiasanya masyarakat umum. Tehnik pengumpuln data menggunakan tehnik observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk kearifan lokal masyarakat dalam memanfaatkan lahan kering di desaBumi Pajo kecamatan Donggo kabupatn Bima adalah Toho ra dore, Yasinan dan Wi’i kamaya, yang merupakanwarisan dari nenek moyang mereka sementara Peran kearifan lokal mengarahkan masyarakat untuk bekerja denganbaik dan benar atau dengan kata lain mengarahkan masyarakat cara bertani yang arif dan bijaksana, teutama dalamhal pengelolaan atau pemanfaatan lahan kering sehingga terjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan danmeningkatnya kesuburan tanah. Dengan demikian dalam hal bertani terutama bertani dilahan kering masyarakatbisa mendapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkannya.
BERBAHASA: POTRET NASIONALISME GENERASI BANGSA Sri Maryani; Erwin Erwin
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 6, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v6i2.171

Abstract

Keheterogenan dalam kehidupan berbangsa adalah suatu keniscayaan yang harus diterima sebagai realitaskekayaan budaya dan suku bangsa, serta mesti terpelihara dan terjaga oleh segenap masyarakat penggunanya.Olehkarena itu, bahasa mesti dipahami sebagai salah satu kekayaan nasional yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.Setidaknya terdapat 700 bahasa daerah yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Dengan demikian, maka bahasabahasadaerah tersebut menjadi ciri dan indentitas bagi para penuturnya. Selain bahasa-bahasa daerah tersebut,kita juga mengenal bahasa Indonesia yang berkedudukan sebagai bahasa Nasional dan bahasa Negara,sebagaimana yang tertuang dalam butir ke- 3 ikrar sumpah pemuda dan tercantum di dalam pasal 36 BAB XV UUD1945. Selain itu, kita juga dihadapkan dengan hadirnya bahasa-bahasa Asing sebagai bagian dari perkembanganarus globalisasi yang luar biasa dahsyatnya. Kondisi ini menjadi embrio terjadinya kontak bahasa yang berujungpada konsistensi dan kecenderungan berbahasa (sikap bahasa) yang berbeda-beda. Berangkat dari landasansebagaimana dideskripsikan di atas, maka dalam tulisan ini akan disajikan berbagai fenomenafaktual mengenaiekistentesibahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dan bahasa Negara yang tercermin dalam berbagai aktifitassosial. Beberapa hal yang akan disajikan terkait kedudukan bahasa Indonesia yang dimaksud, diantaranya: (1)Kecenderungan perilaku berbahasa;(2) pembelajaran bahasa Indonesia; dan (3) hasil Ujian Akhir Nasional (UAN);antara kualitas berbahasa danbukti nasionalisme. Secara substansial tulisan ini bertujuan untuk merefleksi realitasdan kemampuan berbahasa masyarakat Indonesia pada umumnya, guna menakar kualitas nasionalisme generasibangsa. Dengan demikian, tulisan ini diharapkan dapat menjadi ilustrasi bagi para pembaca untuk ikut berkontribusi;(a) mengapresiasi penggunaan bahasa sesuai dengan konteksnya, dan (b) mendorong berbagai pihak terkait untukberupaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi belajar Bahasa Indonesia.
UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PKn MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI NOGOSAREN GAMPING SLEMAN Nadziroh Nadziroh
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 6, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v6i2.167

Abstract

This study is intended to increase the student’s achievement and process to excute the social studies learning withRole Playing approach.This study is a Classroom Action Research (CAR) implemented to 4th elementary students inSDN Nogosaren Gamping Sleman as the object of study. This study contains two cycles, starts from planning,implementation, monitoring, reflecting and improving. The data were collected by using learning achievement test,observations, and interviews. The data from learning achievement tests were analyzed by using the descriptivequantitative technique. The data from observations and interviews were analyzed by using the descriptive qualitativetechnique on the basics of the results of the observation and reflection.Findings suggest that by the Role Playingapproach implementation, the civic education can get its best result. The student’s score increases. It is proved bythe average score in each examination. At the first cycle, the average score is 69,43 and the second cycle is 74,90.
EFEKTIVITAS PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN LIFE SKILLS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA POKOK BAHASAN GARIS SINGGUNG LINGKARAN KELAS VIII SMP NEGERI 4 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Abdillah Abdillah; Syaefudin Suhaedi; Amanah Andriani
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 6, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v6i2.172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efeketivitas penerapan pendekatan dalam pembelajaran terhadap hasilbelajar siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran dengan pendekatan Life Skills dan siswayang diajar dengan menggunakan metode konvensional pada materi pokok Garis Singgung lingkaran kelas VIII diSMP Negeri 4 Mataram, dan untuk mengetahui metode mana yang lebih baik untuk digunakan dalampembelajaran Matematika pada materi pokok garis singgung lingkaran. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIIIsemester II yang terdiri dari 8 kelas yaitu kelas , , , , , , !, ", dengan teknikPurposive sampling dipilih kelas sebagai kelas kontrol dan kelas sebagai kelas eksperimen. Pengumpulandata dilakukan melalui tes hasil belajar. Teknik analisis data yang dilakukan adalah uji persyaratan analisis denganuji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan Uji-T. Berdasarkan analisis data hasil belajar diperoleh rataratakelas ekperimen (58,90) lebih tinggi daripada rata-rata kelas kontrol (51,25). Pada uji normalitas danhomogenitas juga diketahui bahwa kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal dan homogen. Setelahdilakujan uji t diperoleh nilai thitung sebesar 2,5483 sedangkan ttabel pada taraf signifikan 0,05 sebesar 1,994. Karenathitung > ttabel maka H0 di tolak dan H1 diterima, artinya terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa kelas eksperimenyang diajar dengan menggunakan motode pembelajaran dengan pendekatan Life Skills dan siswa yang diajardengan menggunkan metode pembelajaran konvensional. di mana, hasil belajar siswa yang diajar dengan metodepembelajaran dengan pendekatan Life Skills lebih daik daripada hasil belajar siswa yang diajar dengan metodepembelajaran konvensional.
METODE BELAJAR DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN DALAM MATAPELAJARAN SAINS SEKOLAH DASAR (SD) Muhammad Nizaar
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 6, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v6i2.168

Abstract

Merujuk dari tiga tipe belajar, yakni tipe belajar visual (melihat), auditori (mendengar), dan kinestetik (gerakan atausentuhan) maka diharapkan pembelajaran dapat mengaktifkan ketiga tipe tersebut pada diri siswa. Tujuanpengajaran Sains di Sekolah Dasar antara lain adalah agar siswa dapat memahami konsep-konsep Sains yangterkait dengan kehidupan sehari-hari, mampu menerapkan konsep tersebut dalam kehidupan, dan mampumemecahkan masalah yang timbul dalam kehidupan, mempunyai minat untuk mengenal dan mempelajari bendabendaserta kejadian di lingkungan sekitar. Oleh karena itu hendaknya pembelajaran diarahkan pada pengenalansecara langsung benda dan fenomen yang dipelajari. Awal diperolehnya ilmu pengetahuan merupakan hasilpercobaan (eksperiment) yang dilakukan oleh para peneliti secara terus menerus melalui kegiatan coba-coba (trialand error). Dengan demikian, tidak salah kiranya dalam proses konstruksi pengetahuan sains siswa digunakanmetode eksperimen. Sedangkan bentuk inprovisasi dari metode eksperimen dalam pembelajaran yang hanyadilakukan oleh seseorang dan diamati oleh orang lain disebut metode pembelajaran demonstrasi. Kegiataneksperimen bertujuan untuk mengenal konsep dan dapat pula digunakan untuk membuktikan konsep. Eksperimentepat dilaksanakan pada siswa SD karena anak umur 8 atau 9 tahun senang terhadap hal-hal yang konkret sertadidukung oleh peningkatan rasa ingin tahu terhadap variabel-variabel tertentu. Kegiatan eksperimen tepat digunakanapabila memiliki media yang cukup, namun apabila tidak cukup dapat dilakukan melalui demonstrasi. Polademonstrasi yang dapat dilakukan yaitu; teacher demonstration, teacher-student demonstrastion, student groupdemonstration, individual demonstration, dan guest demonstration. Muara keberhasilan belajar sains yaitumeningkatnya minat belajar melalui; kegiatan yang melibatkan siswa, adanya sentuhan psikologis dan pengertian,suasana adil dan demokratis.
PENGARUH METODE MENGAJAR DOSEN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA Dewi Pramita; Haifaturrahmah Haifaturrahmah
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 6, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v6i2.173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Metode Mengajar Dosen Terhadap Motivasi Belajar MahasiswaProgram studi pendidikan matematika FKIP UM Mataram. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Programstudi pendidikan matematika yang terdaftar sebagai mahasiswa semester V (lima) yang aktif untuk tahun ajaran2014/2015. Teknik pengumpulan data menggunakan angket/kuisioner. Uji validitas menggunakan korelasi Productmoment, uji reliabilitas mengunakan rumus Cronbach’s Alpha Dan uji normalitas menggunakan kolomogrov smirnov.Uji hipotesis menggunakan regresi sederhana, Hasil penelitian: terdapat pengaruh Metode Mengajar terhadapmotivasi Belajar Mahasiswa program studi pendidikan matematika dengan nilai harga koefisien korelasi (r) sebesar0,999 dan sig. sebesar 0,000.

Page 1 of 1 | Total Record : 10