cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
historis.ummat@gmail.com
Editorial Address
http://journal.ummat.ac.id/index.php/historis
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah
ISSN : 26224763     EISSN : 26141167     DOI : https://doi.org/10.31764/historis
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Historis merupakan jurnal yang memuat naskah atau hasil penelitian di bidang kependidikan khususnya sejarah yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Mataram dengan ISSN 2549-7332 (Print) dan ISSN 2614-1167 (Online). Terbit pertama kali Juni 2017. Adapun ruang lingkup Jurnal Historis berupa hasil penelitian pendidikan & pengembangan kependidikan di bidang sejarah, sosial, sosiologi, budaya, adat istiadat, permainan rakyat, lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang sejarah dan sosial dalam pengembangan pemuda, remaja, dan masyarakat secara berkelanjutan. Artikel yang masuk ke meja tim redaksi akan melalui proses seleksi mitra bestari/editor. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER" : 17 Documents clear
KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT STRATA BAWAH PADA SUKU ENDE Dentiana Rero; Josef Kusi
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.1959

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang diangkat dalam  penelitian ini adalah apa yang mendasari adanya klasifikasi identitas  sosial masyarakat strata bawah pada suku Ende Kabupaten Ende dan bagaimana kehidupan sosial masyrakat strata bawah pada suku Ende Kabupaten Ende. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar adanya klasifikasi identitas sosial masyarakat strata bawah pada suku Ende Kabupaten Ende dan juga mengetahui kehidupan sosial masyarakat strata bawah pada suku Ende kabupaten Ende.Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fungsional struktural oleh Davis dan Moore. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu  observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik data yakni reduksi data, pemaran data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat strata bawah merupakan  suatu golongan dalam suatu masyarakat kebudayaan di suku Ende yang dalam arti golongan yang di perhatikan oleh  tua adat (mosalaki). Selain itu pula golongan tersebut diberi sebagian tanah dari mosa laki untuk dijadikan tempat tinggal maupun untuk usaha pertanian dalam menunjang kehidupan ekonomi mereka.Abstract: The issues raised in this research is what the underlying causes of the existence of community social identity classification under strata in the tribe of the Ende Districts Ende and how social life indigenous strata down on the tribe of Ende Districts Ende. The objective of this research is to know the basis of social identity classification society under strata in the tribe of the Ende Ende District and also know the public social life strata down on the tribe of Ende districts Ende. The theory that is used in this research is the structural functional theory by Davis and Moore. The research method used in this research is a qualitative research method with data collection technique namely observation, interview and documentation. While the technique of data is  data reduction, pemaran data and the withdrawal of the conclusion. The research results show that the community strata below is a the in a cultural community in the tribe of Ende which in the meaning of the note by indigenous elders (mosalaki). Besides that also the is given some land from mosa man to live as well as to the business of agriculture in support of their economic life.
PERBANDINGAN SISTEM SOSIAL BUDAYA INDONESIA DARI MASYARAKAT MAJEMUK KE MASYARAKAT MULTIKULTURAL Saddam, Saddam; Mubin, Ilmiawan; Mayasari S.W., Dian Eka; Sulystyaningsih, Naning Dwi; Rahmandari, Ismi Arifiana; Risdiana, Risdiana
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3424

Abstract

Abstrak: Tujuan penulisan menyajikan konsep ke-Indonesia-an secara menyeluruh sejak sebelum merdeka hingga setelah kemerdekaan. Mengkaji sistem sosial budaya Indonesia zaman penjajahan Belanda dan setelah kemerdekaan dari konsep masyarakat mejemuk dan masyarakat multikultural. Penelitian ini menggunakan library research. Data dikumpulkan menggunakan dokumentasi berupa buku, makalah, artikel, dan jurnal relevan. Analisis data menggunakan content analysis, untuk mendapatkan infensi valid dan dapat diteliti kembali berdasarkan konteksnya. Pengecekan antar pustaka dan membaca kembali pustaka dilakukan guna menjaga keaslian dan kesalahan hasil kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa penjajahan Belanda selalu diupayakan memperkuat dan membentuk lagi masyarakat Indonesia berdasarkan habituasi masing-masing antar suku, budaya, agama, dan adat-istiadat. Belanda menggunakan potensi yang ada dalam masyarakat untuk memperkuat maksud tertentu, hingga mengarahkan masyarakat Indonesia memperkuat kemajemukan. Masyarakat majemuk merupakan suatu masyarakat yang hidup secara berkelompok secara terpisah berdasarkan suku, agama, ras dan kelas sosial dengan corak khas tertentu. Rasialis menjadi hal yang dilestarikan dalam masyarakat majemuk secara mendasar. Masyarakat multikultural adalah suatu kondisi masyarakat majemuk yang telah tercapai sebuah keteraturan dan keharmonisan dalam masyarakat, dengan banyaknya diferensiasi sosial masyarakat tercipta suatu keharmonisan, saling menghargai, kesederajatan dan mempunyai kesadaran tanggungjawab sebagai satu kesatuan.Abstract: The purpose of writing presents the concept of Indonesia as a whole from before independence until after independence. Reviewing the Indonesian socio-cultural system during the Dutch colonial era and after independence from the concept of a rich society and multicultural society. This study uses library research. Data is collected using documentation in the form of books, papers, articles, and relevant journals. Data analysis uses content analysis, to obtain valid inferences and can be re-examined based on the context. Checking between libraries and rereading libraries is done to maintain the authenticity and errors of the study results. The results showed that during the Dutch colonial period was always sought to strengthen and reshape Indonesian society based on their respective habituation between tribes, cultures, religions, and customs. The Dutch used the potential in society to strengthen certain intentions, to direct the Indonesian people to strengthen diversity. Compound society is a society that lives in groups separately based on ethnicity, religion, race, and social class with a certain distinctive pattern. Racists are fundamentally preserved in compound society. A multicultural society is a condition of compound society that has been achieved a regularity and harmony in society, with much social differentiation of the community created a harmony, mutual respect, equality and awareness of responsibility as a whole.
ISLAM DI INDONESIA DAN ASPEK HISTORISNYA: ANALISIS DAN REVIEW BUKU CAROOL KERSTEN, “A HISTORY OF ISLAM IN INDONESIA: UNITY IN DIVERSITY” Tri Ramadhan
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3417

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas tentang pemikiran dan karya Carool Kersten (sejarawan Belanda dan ahli studi Islam) berupa buku berjudul “A History of Islam in Indonesia: Unity in Diversity”. Buku ini merupakan sebuah karya prestisius yang bersifat perluasan khazanah atau bercorak kumulatif dari karya-karya Sejarah Peradaban Islam di Indonesia sebelumnya. Metode yang dipakai dalam penelitian review ini adalah metode sejarah kritis melalui studi kepustakaan. Masing-masing bab dalam buku telah dikupas dalam artikel ini serta menganalisis kelebihan dan kelemahan setiap bab tersebut. Substansi buku ini banyak mendeskripsikan peristiwa dengan narasi sederhana. Simplifikasi narasi di setiap peristiwa sejarah mulai dari masa awal penyebaran Islam (±abad 13) hingga pasca kemerdekaan Indonesia menandakan bahwa Carool memiliki gaya penulisan yang singkat dan padat sehingga buku ini sangat cocok untuk dibaca oleh banyak pihak, terutama dari kalangan akademisi dan pemerhati sejarah. Abstract: This article discusses about thoughts and works of Carool Kersten (Dutch historian and expert in Islamic Studies) in the form of a book entitled "A History of Islam in Indonesia: Unity in Diversity". This book is a prestigious work that is an extension of the treasury or a cumulative pattern from previous works of the History of Islamic Civilization in Indonesia. The method used in this review research is the critical historical method through literature study. Each chapter in the book has been explored and analyzed the strengths and weaknesses. The substance of this book describes many events with a simple narrative. The simplification of the narrative in every historical event from the early days of Islam dissemination  (± 13th century) to post-independence of Indonesia indicates that Carool has a short and dense writing style so that this book is very suitable to be read by many people, especially academicians and historical observers.
PELAKSANAAN BELAJAR DARI RUMAH (BDR) PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS Mohamad Tohar
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3518

Abstract

Abstrak: Keputusan belajar di rumah diambil dengan kesadaran penuh bahwa Covid-19 sangat menular dan setiap individu bisa berperan menularkan atau memutuskan mata rantai penularan Pandemi Covid-19 yang terjadi penularannya secara global yang menyebar keseluruh penjuru Dunia temasuk Indonesia dan sekolah sebagai ruang publik, berpotensi besar untuk menyebarkan atau sebaliknya memutuskan mata rantai penularan oleh karena salah satu jalan utnuk memberikan akses pembelajaran yang tidak terbatas ruang dan waktu adalah dengan pembelajaran jarak jauh baik           melalui daring maupun luring. BDR dilaksanakan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dibagi ke dalam 2 (dua) pendekatan: yaitu pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring) dan pembelajaran jarak jauh luar jaringan (luring). Kesimpulan Pelaksanaan BDR untuk  Jenjang   SMA di Kabupaten Lombok Tengah, setelah dirata-ratakan  memperoleh nilai 77,13 dengan kreteria Cukup sehingga perlu menjadi perhatian kita bersama bahwa pelaksaan BDR memiliki kendala dan hambatan yang sama  bagi semua SMA yaitu siswa ada yang tidak memiliki HP, tidak memiliki kouta yang memadai serta ada pula siswa yang tidak terjangkau oleh jaringan internet.Abstract: The decision to study at home was taken with full awareness that Covid-19 is very contagious and each individual can play a role in transmitting or breaking the chain of transmission of the Covidd-19 pandemic, which has spread globally which spreads throughout the world including Indonesia and schools as public spaces, has great potential to spread or otherwise break the chain of transmission because one way to provide access to learning that is not limited to space and time is by distance learning both online and offline. BDR is carried out with Distance Learning (PJJ) which is divided into 2 (two) approaches: namely online distance learning (online) and offline distance learning. Conclusion BDR Implementation for Senior High School Level in Central Lombok Regency, after averaging 77.13 with sufficient criteria, it is necessary to pay attention to our common attention that the implementation of BDR has the same obstacles and obstacles for all SMA, namely students who do not have cellphones, not have adequate quota and there are students who are not covered by the Internet network.
PENGASINGAN SOEKARNO TAHUN 1938-1942 DI BENGKULU Hari Naredi; Andi Andi; Helmi Rifkyansyah; Muhammad Rizki; Yoga Prayogi
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.2209

Abstract

Abstrak: Pengasingan Soekarno tahun 1938-1942 di Bengkulu. Penulisan ini untuk mendeskripsikan perjalanan Soekarno di Bengkulu sebagai tahanan politik pada saat itu dikarenakan ia lantang menyuarakan perlawanan melalui jalur politik. Tulisan ini diharapkan bermanfaat bagi Pendidikan Sejarah. Penelitian ini menggunakan metode historis dengan empat tahapan, yaitu menghimpun data (heuristik), seleksi sumber (verifikasi), penerjemahan (analisis), dan historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelusuran pengasingan Soekarno di Bengkulu antara lain: aktivitasnya dengan masyarakat dan peninggalan-peninggalan yang masih berada di Bengkulu.Abstract: Soekarno's Exile in 1938-1942 in Bengkulu. This writing was to describe Soekarno's trip in Bengkulu as a political prisoner at the time because he loudly voiced resistance through political channels. This paper is expected to be useful for Historical Education. This study uses a historical method with four stages, namely collecting data (heuristic), source selection (verification), translation (analysis), and historiography (history writing). The results of Sukarno's exile search in Bengkulu include: his activities with the community and relics that are still in Bengkulu.
KRITIK ETOS, PANDANGAN DUNIA, DAN SIMBOL-SIMBOL SAKRAL TERHADAP PANDANGAN CLIFFORD GEERTZ Fatia Inast Tsuroya
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3606

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas Etos, Pandangan Dunia, dan  simbol-simbol Sakral dalam pandangan Clifford Geertz dengan menggunakan metode Kualitatif deskriptif dan pendekatan intepretatif. Kajian tentang pemikiran Geertz ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan tentang bagaimana Clifford Geertz melihat Etos, Pandangan Dunia dan simbol-simbol yang dipunyai oleh manusia terhadap suatu golongan sehingga menamakannya sebagai simbol-simbol suci yang bersifat normatif serta mempunyai kekuatan yang besar dalam pelaksanaannya. Maka dapat diketahui bahwa  hal itu disebabkan oleh simbol-simbol suci yang bersumber pada etos dan pandangan hidup  merupakan dua unsur paling hakiki bagi eksistensi manusia dan juga karena simbol-simbol suci ini tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan manusia sehari-hari, sebagaimana Geertz menegaskan bahwa agama semata-mata bukanlah sebuah metafisik. Meskipun Geertz adalah seorang ahli antopolog akan tetapi menurut Asad penelitiannya belumlah kompleks karena dari definisi tersebut Geertz hanya menggambarkan bagaimana simbol-simbol suci membentuk pengetahuan dan sikap manusia terhadap hidup. Geertz belum menampakkan bagaimana pengertian simbol-simbol suci yang telah dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman manusia dalam kehidupan nyata. Oleh karena itu memformulasikan konsepsi-konsepsi mengenai suatu hukum yang berlaku dilingkungan masyarakat sangatlah penting.Abstract: This article discusses the Ethos, WorldView, and Sacred symbols in Clifford Geertz's view using descriptive Qualitative methods and interpretive approaches. This study of Geertz's thinking was conducted to describe how Clifford Geertz saw the Ethos, WorldView, and symbols that man had of a group, thus naming them as normative sacred symbols and having great power in their execution. So it can be known that it is caused by sacred symbols derived from the ethos and view of life are two of the most intrinsic elements for human existence and also because these sacred symbols can not be released in everyday human life, as Geertz asserts that religion is not merely metaphysical. Although Geertz is an anthologist, according to Asad his research has not been complex because of this definition Geertz only describes how sacred symbols shape human knowledge and attitudes towards life. Geertz has not yet revealed how the understanding of sacred symbols has been influenced by human experiences in real life. Therefore formulating conceptions of a law that applies in the community is very important.
PRODUCTIVE READING ACTIVITY DALAM MEMPELAJARAI SOSIOLOGI DAN LINGUISTIK Caltira Rosiana
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/historis.v5i2.3423

Abstract

Abstrak: Productive  Reading Activity yang di desain  dalam Penelitian Tindakan Kelas Kolaborasi merupakan revolusi pembelajaran Bahasa Inggris dengan mengkombinasikan seluruh skill pembelajaran Bahasa Inggris, yakni berbicara, mendengarkan, membaca dan menulis. Hal ini merupakan menjawab danmengarahkan tantangan dunia pendidikan, agar dapat menstimul proses berfikir kritis mahasiswa melalui serangkaian proses pembelajaran berdasarkan pada Higher Thinking Order Skill (HOTS). Temuan yang dihasilkan dari penelitian ini adalah  (1) Pengurangan  ketidak efektifan membaca buku saintifik yang dilakukan oleh mahasiswa dalam proses pembelajaran, dan mengubah pemikiran mahasiswa bahwa membaca adalah kegiatan produktif, bukan receptif, (2) Stimulus yang diarahkan pada mahasiswa tidak hanya berfikir kritis tetapi juga membuat mahasisiwa lebih aktif dan kreatif, (3) Productive Reading Activity tidak hanya dapat diaplikasikan oleh dosen dalam subjek pembelajaran sosiologi tetapi seluruh cabang linguistik lainnya.Abstract: Productive Reading Activity designed in Collaborative Class Action Research is a revolution in English learning by combining all English learning skills, namely speaking, listening, reading, and writing. This is to answer and direct the challenges of education, to be able to stimulate the critical thinking process of students through a series of learning processes based on higher thinking order skills (HOTS). The findings resulting from this study are (1) Reducing the ineffectiveness of reading scientific books carried out by students in the learning process, and changing students' thinking that reading is a productive activity, not receptive, (2) Stimulus directed at students not only critical thinking but also making students more active and creative, (3) Productive Reading Activity can not only be applied by lecturers in sociology learning subjects but all other linguistic branches.

Page 2 of 2 | Total Record : 17