SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Articles
87 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 1 (2020): November"
:
87 Documents
clear
PELATIHAN BUDIDAYA METODE VERTICAL GARDEN DALAM MENGHADAPI MASA PANDEMI COVID 19
Muhammad Rizqi Zati;
Murdhiani Murdhiani;
Dhian Rosalina
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (421.34 KB)
|
DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3006
ABSTRAKKegiatan Pengabdian ini merupakan pelatihan menggunakan metode vertical garden dengan paralon sebagai media tanam Tujuan kegiatan adalah membina dan memberdayakan mitra dengan memotivasi bahwa pemanfaatan pekarangan rumah untuk bercocok tanam merupakan modal serta peluang dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Metode budidaya vertical garden pada dasarnya adalah metode bercocok tanam dengan rangkaian tanaman yang ditanam di atas media tanam kemudian disusun secara vertikal, dan dapat digunakan secara mandiri di pekarangan serta dimanfaatkan menjadi apotik dan warung hidup, taman pekarangan akan membantu keluarga mengatasi turunnya daya beli sebagai akibat pandemik covid 19. Pengabdian dilaksanakan di gampong baroh Langsa Lama yang terletak di kecamatan Langsa Lama, kota Langsa, Aceh, metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan terhadap mitra. Dengan mitra pengabdian adalah 30 orang masyarakat buruh harian lepas di desa Baroh Langsa Lama, yang tidak memiliki penghasilan tetap, maka diharapkan kegiatan ini tepat sasaran meningkatkan ketahanan pangan mitra. Kesimpulan kegiatan ini adalah 1) Kegiatan ini membantu mitra memanfaatkan media tanam paralon untuk menanam sayur sayuran yang diperlukan keluarga, 2) Hasil dari kegiatan ini adalah mitra mampu membuat sendiri media tanam dari paralon, kemudian mitra dapat melakukan pembibitan sampai dengan panen hasil tanam. Kata kunci : budidaya metode vertical garden; ketahanan pangan. ABSTRACTThis activity is a training and empowerment using the vertical garden method with a paralon as a planting medium. The purpose of the activity is to empower partners with the motivation that the use of house yards for farming is an asset and an opportunity to improve the family economy.The Vertical Garden method is a farming technique with a series of plants planted on the planting medium and then arranged vertically, and can be used in the yard or in the house. Thus, it can help families overcome the impact of the recession as a result of the Covid 19 pandemik. This activity was carried out in the Baroh Langsa Lama village which is located in the Langsa Lama district. The methods used in this activity are outreach, training, and mentoring to partners. With daily laborers as activity partners, who live in the village of Baroh Langsa Lama, who do not have regular income, it is hoped that this activity will be right on target in increasing the partner's food security. The conclusions of this activity are as follows: 1) This activity helps partners utilize planting media such as paralon and so on to grow vegetables needed by the family, 2) The result of this activity is that partners are able to make their own planting media from Paralon, then partners can carry out seeds until the harvest of the planting results Keywords: cultivation of the vertical garden method; food security.
Peningkatan Kelas Ekonomi Masyarakat Melalui Pengolahan “Menyok Gendurwo” Pasca Panen di Desa Trenggulunan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro
Anif Muchlashin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (328.48 KB)
|
DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3339
ABSTRAKPenelitian ini terfokus membahas tentang Ilegal logging pohon jati yang terjadi di Desa Trenggulungan. Masalah ini menjadi serius karena hutan rakyat yang menjadi tujuan nasional justru menjadi kepentingan pribadi petani. Melalui hasil tulisan jurnal ini peneliti telah menelaah realitas yang terjadi. Ekonomi menjadi salah satunya yakni terbatasnya sumber daya alam dan minimnya pengetahuan masyarakat yang menjadi fokus permasalahan. Ketela pohon dan jagung adalah komoditas yang unggul di Desa Trenggulunan, peneliti telah melakukan pendampingan untuk mengolah ketela pohon untuk meningkatkan nilai dari ketela pohon yang sebelumnya hanya menjadi pakan ternak, karena menyok gendurwo ini mengandung sianida dan ketika dikonsumsi langsung akan mengakibatkan diare ataupun kepusingan, sehingga perlu diolah dengan cara tertentu. Peneliti menggunakan metodologi PAR (Participatory Action Research) sebagai metode penelitian. Dengan pendekatan yang sudah dilakukan, dapat diketahui permasalahan di desa Trenggulunan yakni rendahnya pendapatan masyarakat karena masyarakat Trenggulunan selalu menjual hasil taninya langsung kepada tengkulak, dimana tengkulak yang menentukan harga jualnya. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu program untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yaitu dengan mengolah salah satu hasil tani yang berupa Ketela Pohon menjadi Kerupuk Singkong. Kerupuk Singkong ini yang kemudian diberi nama Merana. Kata kunci: pasca panen; peningkatan ekonomi; illegal logging; ketela pohon. ABSTRACTThis research focuses on discussing illegal logging of teak trees that occur in Trenggulungan Village. This problem becomes serious because community forests, which are the national goals, are in the personal interests of farmers. Through the results of this journal's writing, the researcher has examined the reality that occurs. Economy is one of them, namely the limited natural resources and the lack of public knowledge which is the focus of the problem. Cassava and maize are superior commodities in Trenggulunan Village, researchers have provided assistance to process cassava to increase the value of cassava which was previously only used as animal feed, because gendurwo contains cyanide and when consumed directly it will cause diarrhea or dizziness, so that needs to be processed in a certain way. Researchers used the PAR (Participatory Action Research) methodology as a research method. With the approach that has been taken, it can be seen that the problem in Trenggulunan village is the low income of the community because the Trenggulunan people always sell their produce directly to middlemen, where the middlemen determine the selling price. Therefore, a program is needed to increase community income by processing one of the agricultural products in the form of cassava into cassava crackers. These cassava crackers were later given the name Merana. Keywords: post harvest; economic improvement; illegal logging; cassava.
PENGEMBANGAN KERAJINAN ANYAMAN PALITAN, DI DUSUN NGLENGKONG, DESA GIRIPURWO, KECAMATAN GIRIMULYO, KABUPATEN KULON PROGO
Juhari Juhari;
Rossi Maunofa Widayat;
Mujiyana Mujiyana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (415.292 KB)
|
DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2808
ABSTRAKPermasalahan dari mitra pengabdi kami adalah usaha mengembangkan skala ekonomi dengan industri kerajinan anyaman palitan di Dusun Nglengkong, Desa Giripurwo, Kabupaten Kulonprogo, yang masih mengalami berbagai kendala. Diantaranya, banyak penduduk Dusun Nglengkong yang bekerja di Industri kerajianan namun belum memiliki organisasi (lembaga) bagi buruh kerajinan. Kemudian alat dan cara pembuatannya masih kerajinan manual dan tradisional. Pemasaran masih melalui pengumpul/koordinator, sehingga daya tawar rendah. Dari permasalahan mitra tersebut UMY melalui program pengabdian kepada masyarakat, disinergikan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertujuan untuk memotivasi masyarakat pengrajin serta meningkatkan kualitas dan standar produk dengan menambah jenis produk kerajiannnya. Metode yang dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan yang melibatkan sepuluh orang mahasiswa KKN dan tiga orang tim pengabdi. Hasil kegiatan meliputi sosialisasi dan pelatihan yang diikuti sekitar 22 pengarajian anyaman mulai terinisiasi untuk membentuk wadah organisasi yang struktur organisasinya merupakan bagian para pengrajin yang ada di Dusun Ngelengkong, menambah wawasan para pengrajin anyaman Dusun Nglengkong yang awalnya tidak semuanya mengetahui cara pembuatan anyaman palitan begitu pula dengan anyaman yang menggunakan senar, serta kegiatan ini membantu produsen memasarkan produk mereka melalui sosial media yang dapat diakses secara online. Kata Kunci : industri kerajinan; penguatan; sosialisasi; pemasaran; produk unggulan desa ABSTRACTThe issue for our service partners is the effort to build economies of scale in Nglengkong Hamlet, Giripurwo Village, Kulonprogo Regency with the Palitan woven handicraft industry, which is still experiencing various obstacles. Among them, many Nglengkong Hamlet residents work in the handicraft industry but do not yet have a handicraft workers’ association (institution). The methods and production processes are still manual and traditional crafts. Marketing is still through collectors / coordinators, so there is little bargaining power. UMY, through community service programs, is synergized from the partner issues through the Community Service Program, which seeks to inspire the community of craftsmen and increase the quality and standard of products by increasing the types of craft products. The strategy used consists of socialization and instruction involving ten students from the Community Service Program and three service teams. The results of the activity included socialization and training which was attended by around 22 weaving craftsmen who began to be initiated to form an organizational forum whose organizational structure is part of the craftsmen in Ngelengkong Hamlet, adding to the insight of the Nglengkong Hamlet weaving craftsmen who initially did not all know how to make palitan weaving as well as woven using strings, as well as this activity to help producers market their products through social media that can be accessed online. Keywords : craft industry; strengthening; socialization; marketing; superior product of the village
PEMBAGIAN FACE SHIELD SEBAGAI PENCEGAHAN CORONA
Anna Pradiningsih;
Baiq Leny Nopitasari;
Alvi Kusuma Wardani;
Baiq Nurbaety;
Abdul Rahman Wahid
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (158.06 KB)
|
DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2946
ABSTRAKKeterbatasan APD (Alat Pelindung Diri) semakin memprihatinkan, sehingga perlunya pemasokan APD pada fasilitas kesehatan guna untuk mencegah pemaparan peyebaran covid-19 pada tenaga kesehatan. Dengan adanya kelangkaan alat pelindung diri, alternatif lain dalam perlindungan diri minimal untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini adalah dengan menggunakan Face shield. Tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan yang secara langsung memberikan pelayanan masyarakat memiliki resiko tinggi terkena penyebaran covid-19. Oleh karena itu, perlunya melakukan kegiatan dalam membantu penyediaan APD di fasilitas kesahatan salah satu nya adalah Face shield. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk membantu tenaga kesehatan dalam pencegahan penyebaran covid-19. Pada pengabdian masyarakat ini pembagian face shield dilakukan pada sejumlah puskesmas dan klinik antara lain Puskesmas Labuapi, Puskesmas Banyumulek, Puskesmas Perampuan dan Klinik An Nur. Metode pelaksanaan dilakukan secara langsung dengan jumlah total 50 buah face shield. Kata kunci: face shield; pencegahan covid-19; Universitas Muhammadiyah Mataram ABSTRACTThe limitation of PPE (Personal Protective Equipment) is increasingly alarming, so the need for PPE supply in health facilities in order to prevent exposure to covid-19 distribution to health workers. Due to the scarcity of personal protective equipment, another alternative to minimal self-protection to prevent the spread of Covid-19 is to use a Face Shield. Health workers in health facilities that directly provide community services have a high risk of contracting co-19. Therefore, the need to carry out activities to help provide PPE in health facilities, one of which is Face Shield. The purpose of this community service is to help health workers in preventing the spread of covid-19. In this community service, the division of face shields was carried out in a number of puskesmas and clinics including Labuapi Puskesmas, Banyumulek Puskesmas, Perampu Puskesmas and An Nur Clinic. The method of implementation is carried out directly with a total of 50 face shields. Keywords: face shield; Covid-19 prevention; University of Muhammadiyah Mataram
PELATIHAN GOOGLE APPS FOR EDUCATION KEPADA GURU MADRASAH ALIYAH (MA) TANBIHUL GHOFILIIN BANJARNEGARA
Sarmini Sarmini;
Palupi Pandanarum;
Dinda Apriyatul Permanasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.944 KB)
|
DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3213
ABSTRAKMayoritas guru-guru MA di Tanbihul Ghofiliin telah menggunakan google namun belum semua guru mengetahui dan paham bagaimana memanfaatkan fasilitas google apps for education untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Solusi permasalahan yang ditawarkan kepada mitra adalah memberikan pelatihan penggunaan google classroom, form, meeting dan drive sebagai alternatif model pembelajaran baru yaitu pembelajaran kolaboratif non tatap muka (daring). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam kegiatan mengajar sehingga lebih menjadi profesional. Kegiatan Amikom Mitra Masyarakat pelatihan google aps for education kepada guru MA Tanbihul Ghofiliin dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 8 Agustus 2020, kegiatan diawali dengan menjelaskan apa fungsi dari masing-masing aplikasi dan bagaimana cara penggunaannya. Kegiatan berikutnya melakukan praktik langsung bagaimana membuat kelas daring pada google classroom, membuat form pada google form dan pemanfaatan google drive sebagai penyimpanan awan dan diakhiri dengan diskusi/sesi tanya jawab dengan peserta. Hasil kegiatan menunjukan antusiasiame peserta yang cukup tinggi dengan kegiatan pelatihan yang diberikan dan diharapkan kedepannya akan ada pelatihan selanjutnya seperti pelatihan edit video untuk pembelajaran. Kata kunci: pelatihan; guru; google; pembelajaran; daring. ABSTRACTThe majority of MA teachers in Tanbihul Ghofiliin have used Google, but not all teachers know and understand how to use Google Apps for Education facilities to support teaching and learning activities. The solution to the problems offered to partners is to provide training on the use of google classrooms, forms, meetings and drives as an alternative to new learning models, namely non-face-to-face (online) collaborative learning. This training aims to improve the ability of teachers in teaching activities so that they become more professional. Amikom Community Partners activities Google Aps for Education training for MA Tanbihul Ghofiliin teachers was held on Saturday, August 8, 2020, the activity begins by explaining what the function of each application is and how to use it. The next activity is to do hands-on practice on how to make online classes in google classroom, create forms on google forms and use google drive as cloud storage and ends with a discussion / question and answer session with participants. The results of the activity show that the participants' enthusiasm is quite high with the training activities provided and it is hoped that in the future there will be further training such as video editing training for learning. Keywords: training; teacher; google; learning; online.
PREMENSTRUAL GENTLE YOGA MELALUI MEDIA TERAPI MUSIK RELAKSASI SEBAGAI UPAYA MENGATASI GEJALA PREMENSTRUAL SYNDROM (PMS) DI DESA JEMPONG TIMUR WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANG PULE
Nurul Qamariah Rista Andaruni;
Ana Pujianti Harahap;
Rizkia Amilia;
Indriyani Makmun
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (362.516 KB)
|
DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3284
ABSTRAKBerdasarkan analisis situasi yang teridentifikasi teradapat beberapa permasalahan yang dihadapi oleh mitra, yaitu sebagian besar remaja mengalami ketidaknyamanan menjelang menstruasi (7-10 Hari sebelum menstruasi) sebesar 80%, sebesar 25% remaja mengkonsumsi obat anti nyeri saat menstruasi dan tidak mengetahui cara penanganan selain mengkonsumsi obat anti nyeri, belum memiliki pengetahuan tentang Premenstrual Gentle Yoga dan belum mampu untuk melakukannya. Sehingga penyelesaian permasalahan yang dihadapi oleh mitra yang diberikan yaitu dengan memberikan penyuluhan Premenstrual Gentle Yoga Melalui Daring Sebagai Upaya Mengatasi Gejala Premenstrual Syndrome (PMS). Kegiatan ini diharapakan akan terus berlanjut dilakukan oleh remaja melalui Posyandu Remaja yang ada di Desa Jempong Timur. Metode kegiatan yang digunakan adalah dengan metode penyuluhan dan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah kegiatan, dari 75% meningkat menjadi 85%. Potensi hasil pelaksanaan PKM-M yang telah dilaksanakan kurang lebih 1 bulan adalah remaja merasakan sekali manfaat setelah melakukan yoga, nyeri yang dirasakan agak berkurang walau belum hilang dikarenakan pelaksanaan baru dilakukan sekali dan dilakukan kembali oleh remaja dirumah masing-masing. Kata kunci: premenstrual gentle yoga; premenstrual syndrome ABSTRACTBased on the analysis of the situation identified there were several problems faced by partners, namely most of the teenagers experienced discomfort before menstruation (7-10 days before menstruation) by 80%, 25% of adolescents took anti-pain medication during menstruation and did not know how to handle it besides consuming pain medication, do not have knowledge of Premenstrual Gentle Yoga and have not been able to do so. So that the solution to the problems faced by the partners given is by providing Premenstrual Gentle Yoga online as an Effort to Overcome Premenstrual Syndrome (PMS) Symptoms. It is hoped that this activity will continue to be carried out by youth through Youth Posyandu in Jempong Timur Village. The activity method used is counseling and training methods. The results showed that there was an increase in knowledge before and after the activity, from 75% to 85%. The potential results of the implementation of PKM-M that have been implemented for about 1 month are that teenagers feel once the benefits after doing yoga, the pain they feel is somewhat reduced even though they have not disappeared because the implementation has only been done once and done again by teenagers in their respective homes. Keywords: premenstrual gentle yoga; premenstrual syndrome
PEMANFAATAN RUMPUT LAUT JENIS EUCHEUMA COTTONI SEBAGAI BAHAN ALAMI GEL HAND SANITYZER DI MASYARAKAT DESA MBATAKAPIDU
Yatris Rambu Tega;
Krisman Umbu Henggu;
Firat Meiyasa;
Nurbety Tarigan;
Suryaningsih Ndahawali
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (294.741 KB)
|
DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2702
ABSTRAKRumput Laut atau seaweed merupakan sumberdaya hayati yang potensinya cukup banyak di Sumba Timur. Produksi rumput laut di Sumba Timur mencapai hingga lebih dari 60% dan memiliki produksi rumput laut yang sangat bagus, sehingga menjadi peluang besar untuk pemanfaatannya. Eucheuma cottoni merupakan salah satu rumput laut yang perlu dikembangkan, karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi dimana rumput laut Eucheuma cottoni memiliki kandungan metabolit sekunder berupa senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri, antivirus dan antijamur. Telah dilakukan formulasi sediaan gel antibakteri hand sanitizer (penyanitasi tangan) dari kombinasi dari rumput laut Eucheuma cottoni dan jeruk yang bertujuan untuk memperoleh sediaan gel hand sanitizer yang memiliki aktivitas antibakteri yang dapat diterima oleh masyarakat. Kata kunci: rumput laut; Eucheuma cottoni; gel hand sanitizer. ABSTRACTSeaweed is a potential biological resource in East Sumba. Seaweed production in East Sumba reaches more than 60% and has a very good seaweed production, making it a great opportunity for its utilization. Eucheuma cottoni is one of the seaweed that needs to be developed, because it has a high economic value where the seaweed Eucheuma cottoni contains secondary metabolites in the form of bioactive compounds that have the potential as antibacterial, antiviral and antifungal properties. The hand sanityzer antibacterial gel formulation has been carried out from a combination of Eucheuma cottoni and orange seaweed which aims to obtain hand sanitizer gel preparations that have antibacterial activity that can be accepted by the public. Keywords: seaweed; Eucheuma cottoni; gel hand sanitizer.
MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT DALAM MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DI DESA KUBUR TELU
Farhana Muhammad;
Huzain Jailani;
Isfi Sholihah;
Danang Prio Utomo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (260.178 KB)
|
DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3349
ABSTRAKCoronavirus disease-2019 atau yang lebih dikenal dengan Covid-19 merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan manusia yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan manusia, batuk pilek hingga yang lebih serius adalah seperti Middle East Repiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratoey Syndrome (SARS). Penyebaran COVID 19 semakin meningkat dan semakin masif sehingga perlu dilakukan pencegahan sejak dini salah satunya dengan menjaga pola hidup sehat dan bersih. Pola hidup sehat dan bersih sangat penting untuk ditingkatkan, pola hidup sehat salah satunya dapat dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan,akan tetapi di RT Kubur Telu kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan masih minim. Oleh karena itu perlu adanya penggerak yang dapat memotivasi masyarakat dan menjadi contoh bagi masyarakat guna menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman dan aman. Berdasarkan permasalah tersebut tim melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan PPM. Tujuan dari PPM ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat hidup sehat dengan melaksanakan protokol kesehatan. Kerjasama kemitraan merupakan metode yang sesuai untuk menjalin kerjasama dengan masyarakat Kubur Telu. Dengan diadakan edukasi dan pembiasaaan protokol kesehatan daam PPM ini didapatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesebersihan dan kesehatan meningkat Kata kunci: covid-19; kebersihan lingkungan ABSTRACTCoronavirus disease-2019 or better known as Covid-19 is a virus that attacks the human respiratory system that can cause human respiratory tract infections, coughs and colds to more serious ones such as Middle East Repiratory Syndrome (MERS) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) . The spread of COVID 19 is increasing and getting more massive so it is necessary to do prevention from an early age, one of which is by maintaining a healthy and clean lifestyle. A healthy and clean lifestyle is very important to be improved, a healthy lifestyle, one of which can be started from maintaining a clean environment, but in RT Kubur Telu, public awareness in maintaining environmental cleanliness is still minimal. Therefore, it is necessary to have an activator who can motivate the community and become an example for the community to create a clean, comfortable and safe environment. Based on these problems, the team provides community service through PPM activities. The purpose of this PPM is to increase public awareness of healthy living by implementing health protocols. Partnership cooperation is an appropriate method for cooperating with the Kubur Telu community. By holding education and familiarity with health protocols in this PPM, public awareness in maintaining hygiene and health increases. Keywords: covid-19; environmental cleanliness
PELATIHAN MANAJEMEN KEUANGAN BAGI PELAKU UKM DI TENGAH PANDEMIK COVID-19
Baiq Reinelda Tri Yunarni;
Nurul Hidayati Indra Ningsih;
Dedy Iswanto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (237.737 KB)
|
DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3199
ABSTRAK Terbatasnya kemampuan kebanyakan pelaku UKM dalam mengatur keuangan usahanya, menyebabkan terbengkalainya keuangan usaha mereka, hal inilah kemudian menyebabkan banyak pelaku UKM yang gagal untuk bisa tetap eksis dan berkembang. Berdasarkan hasil wawancara dengan para peserta sebelum kegiatan program pengabdian kepada masyarakat (PPKM), mereka tidak pernah melakukan pencatatan keuangan usaha mereka. Mereka hanya mencatat jumlah hutang pelanggan saja, tidak mencatat jumlah uang masuk maupun uang keluar, dan mereka tidak memisahkan uang pribadi dengan uang usaha. Inilah yang menjadi pemicu kegagalan kebanyakan para pelaku UKM sering terlibat masalah modal usaha, karena modal usaha sering digunakan juga untuk keperluan pribadi. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para peserta pentingnya membuat laoran keuangan atau pencatatan keuangan usaha. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sudah berjalan dengan baik dan lancar. Hasil dari pelaksanaan kegiatan tersebut semua tahapan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Kata kunci: manajemen keuangan; usaha kecil dan menengah (UKM); covid-19. ABSTRACTThe limited ability of most SMEs to manage their business finances, has led to the neglect of their business finances, and this has led to many SMEs who have failed to continue to exist and develop. Based on the results of our interviews with the participants before the activities of the community service program (PPKM), they never did financial records of their friends. They only record the amount of customer debt, do not record the amount of money in and out, and they do not separate personal money from business money. This is what triggers the failure of most SMEs are often involved in business capital problems. Because venture capital is often used also for personal needs. Community Service aims to provide knowledge to the participants the importance of making financial reports or recording financial business. The implementation of community service activities has been going well and smoothly. The results of the implementation of these activities all stages of the implementation of activities run as planned. Keywords: financial management; small and medium enterprises (SMES); covid-19.
PENGENDALIAN HAMA DAN PENGOLAHAN BERAS MERAH MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DUSUN SOPORARU, TAPANULI UTARA
Putri Chandra Ayu;
Ameilia Zuliyanti Siregar;
Haryati Haryati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (460.596 KB)
|
DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2896
ABSTRAKDusun Soporaru merupakan salah satu dusun di Sumatera Utara yang memiliki beras spesifik lokal yaitu beras Natabo, yang merupakan beras super lokal milik petani sekitar dan sudah resmi dipasarkan. Namun, hingga saat ini infrastruktur bidang pertanian yang mendukung masih kurang memadai, seperti kebiasaan masyarakat dalam menggunakan bahan kimia untuk mengendalikan hama penyakit tanaman serta jumlah alat mesin pertanian untuk pengolahan padi yang masih belum tercukupi. Kegiatan ini bertujuan untuk membuat petani di desa mitra mengetahui potensi sumber daya alam bidang pertanian yang ada, khususnya padi beras merah, menerapkan konsep pengendalian hama terpadu dan bimbingan teknis pascapanen padi menggunakan mesin huller agar petani dapat mengolah hasil panen secara mandiri dan tepat guna sehingga kualitas dan kuantitas beras merah dari desa mitra meningkat. Pada kegiatan ini, dilakukan sosialisasi dan focus group discussion (FGD) dengan petani desa mitra untuk membahas masalah yang ada di lapangan selama ini, selanjutnya petani dibimbing untuk melakukan pengendalian hama padi tanpa bahan kimia yaitu dengan menggunakan alat perangkap jaring (sweep net) dan bimbingan teknis penggunaan mesin huller untuk tahap pascapanen padi. Kegiatan pengabdian masyarakat baik pada saat sosialisasi, diskusi maupun bimbingan teknis di lapangan telah terlaksana dengan baik dan mendapat respon positif dari petani di desa mitra Kata Kunci : Padi beras merah; pengendalian hama terpadu; pascapanen padi. ABSTRACT Soporaru Hamlet is a hamlet in North Sumatra that has local specific rice, namely Natabo rice, which is super local rice owned by local farmers and has been officially marketed. However, until now the supporting of agricultural infrastructure is still inadequate, the habit of using chemicals to control plant pests and the insufficient number of agricultural machinery for rice processing. This activity aimed to make the farmers in partner village know the potential of natural resources in agriculture in their village, especially the brown rice, to apply the concept of integrated pest control and post-harvest rice technical guidance using a huller machine so that farmers can process their crops independently and efficiently, so that the quality and quantity of brown rice from partner villages has increased. In this activity, socialization and focus group discussions (FGD) were carried out with partner village farmers to discuss problems in the field so far, then the farmers were guided to control rice pests without chemicals, namely by using sweep net tools and technical guidance using a huller machine for the post-harvest stage of rice. This community service activity that was consisted of socialization, discussion and technical guidance was conducted well and received a positive response from the farmers in the partner village. Keywords: Brown rice; integrated pest control; post-harvest of rice.