cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELURAHAN GEBANG PUTIH-SURABAYA DALAM MENGELOLA SAMPAH RUAMAH TANGGA MENGGUNAKAN KOMPOSTER SEDERHANA Perwitasari, Dyah Suci; Fauziyah, Nur Aini; Mas’udah, Kusuma Wardhani
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5282

Abstract

ABSTRAKPenyuluhan tentang pembuatan kompos organik rumah tangga telah dilakukan di Kelurahan Gebang Putih, Surabaya. Minimnya lahan dan lokasi perumahan yang padat menjadi tantangan terbesar dalam pengomposan. Oleh karena itu, pembuatan kompos sederhana dari sampah organik rumah tangga turut dikembangkan pada penyuluhan ini. Metode yang dikembangkan pada pengabdian ini adalah dengan penyuluhan langsung bersama warga setempat. Tahapan penyuluhan adalah pemilahan sampah, pembuatan kompos organik sederhana, dan diakhiri dengan praktek dalam membuat kompos organik sederhana. Sedangkan  dalam pembuatan kompos dalam skala rumah tangga sangatlah mudah. Ember bekas sebagai media komposter cukup dilubangi bagian bawahnya. Sampah coklat (daun kering, tanah, dst) ditumpuk dengan sampah hijau (sayuran, kulit buat, dst) yang disusun dengan bergantian hingga memenuhi ember. Kemudian, air leri ditambahkan di atas tumpukan sampah tersebut sebagai cairan bioaktivator. Setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan, warga mengakui bahwa wawasan dalam mengolah sampah di tengah keterbatasan lahan menjadi lebih terbuka, mudah dan tidak berbau. Keberhasilan pelatihan ini juga didukung oleh kuisioner akhir yang mana rata-rata kemampuan peserta tentang pembuatan kompos meningkat sebesar 83% dari sebelumnya. Kata Kunci: komposter; sampah organik; air leri. ABSTRACTThe training on making household organic compost has been accomplished in Gebang Putih, Surabaya. The lack of land and dense housing locations were the biggest challenges in composting. Therefore, making simple compost from household organic waste was also developed in this counseling. The method developed in this service was direct counseling with local residents. The counseling stages were waste sorting, making simple organic compost, and ending with practice in making simple organic compost. Meanwhile, making compost on a household scale was easy. The used bucket as a composter media was enough to make a hole at the bottom. Brown waste (dried leaves, soil, etc.) was stacked with green waste (vegetables, leather, etc.) which were arranged alternately until they fill the bucket. Then, leri water was added on top of the pile of waste as a bioactivator liquid. After being given counseling and training, the residents acknowledged that the insight in processing waste in the midst of limited land became more open, easy and odorless. The success of this training was also supported by the final questionnaire where the average ability of participants in composting increased by 83% from the previous one. Keywords: composter; organic trash; lei water.
EDUKASI DARING REDUCE, REUSE, RECYCLE GUNA MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT RT.02 DESA BUNIPAH MENGENAI PENGELOLAAN SAMPAH Hasanah, Siti; Firdaus, Muhammad Arwi; Norsari, Devi; Norbaiti, Norbaiti
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4814

Abstract

ABSTRAKSampah merupakan permasalahan global yang terjadi di hampir seluruh lapisan masyarakat, termasuk di komunitas RT.02 Desa Bunipah Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar yang disebabkan karena pengetahuan dan kemauan masyarakat masih rendah serta perilaku masyarakat yang keliru dalam mengelola sampah. Upaya yang dapat dilakukan untuk menanganai permasalahan tersebut adalah dengan memberikan edukasi pada masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan responden yang telah menerima informasi dari materi yang sudah dibagikan melalui media melalui booklet dan video. Metode kegiatan dilaksanakan secara daring dengan menggunakan platform Whatsapp. Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah perwakilan masyarakat di RT.02 Desa Bunipah, Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar yang berjumlah 10 orang. Berdasarkan hasil pelaksanaan intervensi pada 10 responden, diketahui bahwa peningkatan pengetahuan sebanyak 10,7%. Nilai rata-rata yang didapatkan responden saat pre-test adalah 84, sedangkan pada post-test adalah 93 yang berarti ada kenaikan pada saat pre-test maupun post-test mengenai pengelolaan sampah. Hasil ini diharapkan dengan bertambahnya pengetahuan sasaran dapat menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan seperti tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan pengelolaan sampah secara mandiri sehingga dapar memberikan edukasi kepada kerabat atau orang terdekat agar permasalahan sampah di RT.02 Desa Bunipah dapat teratasi. Kata-kata kunci: edukasi; pengetahuan; pengelolaan sampah ABSTRACTGarbage is a global problem that occurs in almost all levels of society, including in the RT.02 community, Bunipah Village, Aluh-Aluh District, Banjar Regency, which is caused by low knowledge and willingness of the community and people's wrong behavior in managing waste. Efforts that can be made to deal with these problems are by educating the public about waste management. The purpose of this activity is to increase the knowledge of respondents who have received information from the material that has been distributed through the media through booklets and videos. The activity method is carried out online using the Whatsapp platform. The target of this activity is community representatives in RT. 02 Bunipah Village, Aluh-Aluh District, Banjar Regency, totaling 10 people. Based on the results of the intervention on 10 respondents, it is known that the increase in knowledge is 10.7%. The average value obtained by the respondents during the pre-test was 84, while the post-test was 93, which means there was an increase in the pre-test and post-test regarding waste management. It is hoped that with the increase in target knowledge, it can raise awareness about the importance of maintaining environmental cleanliness such as not littering and managing waste independently so that it can provide education to relatives or closest people so that the waste problem in RT.02 in Bunipah Village can be resolved. Keywords: education; knowledge; waste management
PENGEMBANGAN PRODUK KEMASAN BERBAHAN DASAR KELOR DI DESA GANGGANGTINGAN KECAMATAN NGIMBANG KABUPATEN LAMONGAN Febriyanti, Ririn; Boediono, Slamet
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5120

Abstract

ABSTRAKDaerah Lamongan terutama di kecamatan Ngimbang mayoritas kondisi alam nya hanya ada persawahan dan hutan. Apalagi di daerah Dsn. Tingan, Ds. Ganggangtingan yang terkenal karena terdapat banyak pohon kelor. Dengan alasan tersebut, Home industri “StiksQu” melihat peluang dengan memproduksi camilan yang terbuat dari campuran sayur yang menyehatkan (kelor). Tetapi Lama kelamaan bisnis stik sayur kelor ini memiliki tingkat persaingan yang tinggi dan ketat sehingga diperlukan inovasi dan pendampingan agar home industri ini tidak gulung tikar.. Adapun permasalahan yang dihadapi adalah (1) Sarana dan prasarana dalam bidang produksi kurang memadai, (2) belum diberikan kemasan yang baik pada produk stik yang dipasarkan dan (3) belum diberikan labelling untuk mengenalkan produknya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan pendampingan dan praktik  Prosedur rencana kegiatan dibagi 5 tahap yaitu tahap observasi, perencanaan (plan), pelaksanaan kegiatan (do), refleksi (see), dan penyusunan laporan. Setelah diadakan kegiatan pengabdian ini, home industri “StiksQu” dapat memproduksi stik yang berbahan dasar kelor dengan berbagai macam varian yaitu original, pedas, keju. Serta memiliki pengetahuan tentang cara pengembangan bisnis usaha  yang baik meliputi segi produksi dengan cara memberikan gilingan pasta, pengemasan lebih bervariatif, serta pemasaran secara online (media sosial). Kata kunci: peningkatan; olahan Kelor; produk kemasan. ABSTRACTThe Lamongan area, especially in the Ngimbang sub-district, the majority of its natural conditions are only rice fields and forests. Especially in the Dsn area. Tinan, Ds. Ganggangtingan is famous for its many Moringa trees. For this reason, the Home industry "StiksQu" sees an opportunity by producing snacks made from a healthy mixture of vegetables (moringa). But over time the moringa vegetable stick business has a high and tight level of competition so innovation and assistance are needed so that this home industry does not go out of business. The problems faced are (1) inadequate facilities and infrastructure in the production sector, (2) not yet given good packaging on the stick products that are marketed and (3) has not been given labeling to introduce the product. The method used in this community service activity is with assistance and practice. The activity plan procedure is divided into 5 stages, namely the observation stage, planning (plan), activity implementation (do), reflection (see), and report preparation. After this service activity was held, the home industry "StiksQu" was able to produce sticks made from moringa with various variants, namely original, spicy, cheese. And have knowledge about how to develop a good business business including in terms of production by providing pasta mills, more varied packaging, and online marketing (social media). Keywords: improvement; moringa processed; packaged products
EDUKASI MUSNAHKAN GIZI BURUK DI DESA MENGGALA, KABUPATEN LOMBOK UTARA, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT (DAERAH TERTINGGAL) MELALUI TERAPI MERDEKA MADU TRIGONA Niswatun Asnawati; Muh. Efendi Jayadi; Salwa Afrilia; M. Sofyandi; Sri Wahyuni; Jinan Estida Hayati Umajan; Sri Apriyanti; M. Abdul Hamid Zubair; Hikmah Nurul Aslamiah; Desak Hartami Malik; Lalu Dedy Supriatna; Bahjatun Nadrati; Raudatul Jannah; Lalu Unsunnidhal
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.5339

Abstract

ABSTRAKProgram pengabdian ini ditujukan untuk memberikan informasi dan menumbuhkan kesadaran masyarakat di Desa Menggala, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat akan potensi madu trigona dan pengembangan budidayanya dalam menyelesaikan masalah gizi buruk. Usaha peningkatan kualitas sumber daya manusia dari Desa Menggala terkendala rendahnya kualitas kesehatan penduduk di Desa Menggala, hal ini dapat diketahui dari banyaknya penduduk di Desa Menggala memiliki status gizi buruk. Program pengabdian ini dilakukan untuk memperbaiki status gizi buruk dari masyarakat di Desa Menggala. Usaha peningkatan tersebut dilakukan dengan mengadakan edukasi, diskusi tentang potensi madu trigona dan pengembangan budidayanya dalam menyelesaikan masalah gizi buruk. Tahapan pelaksaanaan kegiatan meliputi observasi awal (1 September 2021) dan edukasi (2 September 2021). Walaupun tidak seluruh anggota masyarakat di Desa Menggala dikumpulkan untuk edukasi dikarenakan mengikuti protokol Covid-19, namun pada pelaksanaannya para keluarga yang memiliki anggota keluarga berstatus gizi buruk dan kader-kader kesehatan desa dapat hadir dan mengikuti kegiatan tersebut, selain itu, antusias dan respon positif dari para peserta tersebut menghasilkan berjalannya dengan baik program pengabdian ini. Kata kunci: edukasi; gizi buruk; terapi merdeka madu trigona; desa menggala. ABSTRACTThis service program is intended to provide information and raise public awareness in Menggala Village, North Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province about the potential of Trigona honey and the development of its cultivation in solving the problem of malnutrition. Efforts to improve the quality of human resources from Menggala Village are constrained by the low quality of health of the residents in Menggala Village, this can be seen from the large number of residents in Menggala Village who have poor nutritional status. This service program is carried out to improve the poor nutritional status of the community in Menggala Village. The improvement efforts were carried out by conducting education, discussing the potential of Trigona honey and developing its cultivation in solving the problem of malnutrition. The stages of implementing the activities include initial observation (1 September 2021) and education (2 September 2021). Although not all community members in Menggala Village were gathered for education because they followed the Covid-19 protocol, in practice, families with family members with poor nutritional status and village health cadres were able to attend and participate in the activity, in addition, enthusiastic and positive responses. of the participants produced their performance with this good program of service. Keywords: education; malnutrition; trigona honey free therapy; menggala village. 
PENGABDIAN MASYARAKAT GERAKAN BAKTI SOSIAL PENYEMPROTAN DISINFEKTAN DAN BERBAGI PAKET SANTUNAN PEDULI COVID-19 DI PONDOK PASENTRAN BUKIT TENGKORAK NDAO KABUPATEN ENDE FLORES Arafat, Siti; Rawe, Aschari Senjahari; Syariah, Nining; Abdullah, Adi Neneng
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4918

Abstract

ABSTRAKBakti sosial atau lebih dikenal dengan baksos ini merupakan suatu kegiatan wujud dari kepedulian atau rasa kemanusiaan terhadap sesama manusia. Dimana dengan adanya kegiatan ini kita dapat merekatkan rasa kekerabatan kita terhadap orang lain. Bakti dapat diartikan sebagai pengikatan (mengikatkan) diri kepada diri atau diri-diri lainnya. Ikatan Dosen Karyawan dan Mahasiswa Islam Universitas Flores (IDKMUF), ini berupa kepedulian, perasaan tanggungjawab terhadap kehidupan sesama. Bakti social dapat berarti memberi sesuatu (kepada yang butuh pemberian). Oleh karena itu,tujuan dari kegiataan ini Dosen Karyawan dan Mahasiswa Musim Universitas Flores,tergabung dalam ( IDKMUF). berusaha untuk membantu sesama yang kurang mampu dalam bentuk sumbangan santunan di pondok pasantren bukit tengkorak Ndao Ende Flores dan Penyemprotan Disinfektan dan Laundry Mukena di Masjid yang berada di wiayah Kota Ende. Hasil Kegiatan Gerakan Bakti Sosial Penyemprot dan Berbagi Paket Sembako Peduli Covid-19, Di  mana bisa  sedikit meringankan  beban masyarakat yang  terdampak langsung  dari situasi pandemi Covid-9 ini. Inisiatif Dosen Karyawan dan Mahasiswa Muslim ini patut diapresiasi dan didukung penuh oleh pihak Yayasan dan Rektorat yang tergabung dalam tim pengabdian masyarakat ini dengan melakukan pendampingan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Kata Kunci:, penyemprotan disinfektan; bakhti sosial; pembagian santunan. ABSTRACTSocial service or better known as social service is an activity that manifests concern or a sense of humanity towards fellow human beings. Where with this activity we can glue our sense of kinship to other people. Bakti can be interpreted as binding (binding) oneself to oneself or other selves. The Flores University Student and Employee Lecturer Association (IDKMUF) is a form of caring, a feeling of responsibility for the lives of others. Social service can mean giving something (to those who need it). Therefore, the purpose of this activity is the University of Flores Seasonal Employee and Student Lecturers, who are members of (IDKMUF). trying to help the less fortunate in the form of donations in the form of donations at the Ndao Ende Flores Islamic boarding school and the Spraying of Disinfectants and Mukena at the mosque in the Ende City area. The results of the Social Service Movement for Spraying and Sharing the Covid-19 Care Food Packages, which can slightly ease the burden on the people who are directly affected by the Covid-9 pandemic situation. This initiative of Muslim Employee Lecturers and Students should be appreciated and fully supported by the Foundation and the Rector who are members of this community service team by providing assistance so that this activity can be carried out properly. Keywords: disinfectant spraying; social service; distribution of compensation.
PELATIHAN PEMBUATAN SARANA UPAKARA PABERSIHAN DALAM PENGABDIAN MASYARAKAT PINANDITA SANGGRAHA NUSANTARA KOORDINATOR WILAYAH NUSA TENGGARA BARAT I Made Ardika Yasa; Ni Komang Wiasti
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.992 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4442

Abstract

ABSTRAKAgama Hindu memiliki aneka budaya yang patut dilestarikan, dan dikembangkan keberadaannnya demi ajeg dan kuatnya budaya tersebut seperti misalnya dalam pembuatan sarana upacara upakara yang tujuannya sebagai sarana persembahan yang tulus ikhlas kehadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa sebagai bentuk sradha bhakti memantapkan diri. Dalam sloka Bhagawadgita IX.26 menyatakan bahwa ‘’ Patrram Puspham Phalam Toyam, Yo Baktya Prayacchati, Tad Aham Bhakya Upahrtam, Asname prayatat manah’’ artinya Siapapun yang dengan kesujudan mempersembahkan padaku, sehelai daun sekuntum bunga, sebiji buah-buahan, seteguk air aku terima sebagai persembahan bagi orang yang berhati suci. Memaknai arti dari sloka tersebut diperlukan suatu upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat Hindu agar memiliki pemahaman konsep sehingga tidak terjadi salah tafsir dalam mengaplikasikan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut yang berperan penting dalam memberikan informasi terkait sarana upakara yakni para rohaniwan yang telah di Dwijati dan Ekajati, Sulinggih dan Pinandita. Pinandita Sanggraha Nusantara Koordinator Wilayah Nusa Tenggara Barat sebagai organisasi kerohaniwan memiliki pogram kerja yang mengarah pada peningkatan sumber daya spiritual umat Hindu. Tujuan dilaksanakannya kegiatan “Pelatihan Pembuatan Upakara Pabersihan” ini ialah untuk mengoptimalkan  peran dan tugas secara sosial, agar kreativitas seni metetuasan dapat dibangkitkan dan dilestarikan sebagai warisan budaya leluhur yang sangat mulia. Kata kunci: pelatihan; sarana upakara; pabersihan. ABSTRACTHinduism has a variety of cultures that should be preserved and developed its existence for the sake of ajeg and the strength of the culture, such as in the making of upakara ceremony facilities whose purpose as a means of offering sincerely before Ida Sanghyang Widhi Wasa as a form of sraddha bhakti established itself. In the sloka Bhagawadgita IX.26 states that '' Patrram Puspham Phalam Toyam, Yo Baktya Prayacchati, Tad Aham Bhakya Upahrtam, Asname prayatat manah'' means Anyone who intended to present to me, a leaf of a flower, a piece of fruit, a sip of water I received as an offering to a saintly person. Interpreting the meaning of the sloka is necessary to understand the Hindu community understand the concept so that there is no misinterpretation in applying it in public life. It plays an important role in providing information related to upakara facilities, namely the clergy who have been in Dwijati and Ekajati, Sulinggih and Pinandita.  Pinandita Sanggraha Nusantara, Coordinator of West Nusa Tenggara Region as a spiritual organization, has a working program that leads to the increase of spiritual resources of Hindus. The purpose of the activity "Training on Making Upakara Pabersihan" is to optimize the role and tasks socially so that the creativity of the art of metetuasan can be raised and preserved as a very noble ancestral cultural heritage. . Keywords: training; upakara facilities; cleaning.
EDUKASI KESEHATAN DALAM PENANGGULANGAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) SERTA PAKET MANFAAT BPJS KESEHATAN UNTUK PENYAKIT KRONIS Marbun, Romaden; Setiyoargo, Arief; Dea, Vincensia
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.5342

Abstract

ABSTRAKPenyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu atau masalah kesehatan Dunia dan Indonesia yang sampai saat ini masih menjadi perhatian dalam Dunia kesehatan karena penyakit ini merupakan salah satu dari penyebab kematian. Penyakit Tidak Menular juga dikenal sebagai penyakit kronis, tidak ditularkan dari orang ke orang, mereka memiliki durasi yang panjang dan umumnya berkembang lambat. Pemerintah membuat program pengelolaan program penyakit kronis sebagai upaya pengendalian risiko dan menekan kejadian kasus PTM begitu juga dan dalam rangka mencapai universal health converege Badan Penyelenggara Jaminan Sosial  (BPJS) juga membuat program untuk para pesertanya yang menderita penyakit kronis guna mereduksi kejadian kasus PTM yang dikenal dengan Program Pengelolaan Penyakit Kronis yang disingkat dengan Prolanis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga terkait Penanggulangan Penyakit Tidak Menular serta Paket Manfaat BPJS Kesehatan untuk Penyakit Kronis. Kegiatan dilakukan dalam bentuk diskusi secara online maupun offline melalui grup whatsapp dan pertemuan terbatas dengan kader kesehatan dan perangkat desa. Dari kegiatan ini masyarakat dan kader kesehatan telah memperoleh pemahaman mengenai Penanggulangan Penyakit Tidak Menular serta Paket Manfaat BPJS Kesehatan untuk Penyakit Kronis. Kata kunci: penyakit tidak menular; badan penyelenggara jaminan sosial ABSTRACTNon-Communicable Disease (PTM) is one of the health problems in the world and Indonesia which is still a concern in the world of health because this disease is one of the causes of death. Non-Communicable Diseases are also known as chronic diseases, they are not transmitted from person to person, they have a long duration and generally develop slowly. The government makes a chronic disease management program as an effort to control risk and reduce the incidence of PTM cases as well and in order to achieve a universal health converege the Social Security Administration (BPJS) has also created a program for participants who suffer from chronic diseases to reduce the incidence of PTM cases known as The Chronic Disease Management Program, abbreviated as Prolanis. This community service activity aims to increase citizens' understanding regarding the Prevention of Non-Communicable Diseases and the BPJS Health Benefit Package for Chronic Diseases. Activities carried out in the form of online and offline discussions through the whatsapp group and limited meetings with health cadres and village officials. From this activity, the community and health cadres have gained an understanding of the Prevention of Non-Communicable Diseases and the BPJS Health Benefit Package for Chronic Diseases. Keywords: non-communicable diseases; social security administering bodies
UPAYA PENCEGAHAN PLAGIARISME DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI MENDELEY DALAM MELAKUKAN PENULISAN SITASI DAN REFERENSI Sari, Nila Puspita; Adam, Lenny Nofriyani
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.3942

Abstract

ABSTRAKMenulis skripsi masih menjadi salah satu syarat mahasiswa untuk memperoleh gelar sarjana. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan sosialisai terkait plagiarisme serta penulisan sitasi dan daftar pustaka kepada mahasiswa yang sedang menulis karya ilmiah sebagai tugas akhir untuk mencegah plagiarisme utamaya ­self-plagiarism. Kegiatan ini dilakukan di STIPAS St. Petrus Keuskupan Atambua, Kefamenanu yang dihadiri oleh 20 orang peserta yakni mahasiswa semester akhir yang sedang menulis tugas akhir. Kegiatan ini dilakukan dengan dua tahap, pertama pemberian angket terkait pemahaman peserta tentang aplikasi Mendeley dan plagiarism. Kegiatan kemudian dilanjukan dengan pemberian materi terkait plagiarism dan aplikasi Mendeley. Selanjutnya, peserta diajarkan cara menggunakan aplikasi Mendeley, mulai dari penginstalan hingga pada bagaimana pengaplikasian Mendeley dalam membuat referensi. Kegiatan kemudian diakhiri dengan pemberian angket terkaut kepuasan pelaksanaan kegiatan oleh peserta dan pemahaman peserta terkait aplikasi Mendeley setelah dilakukan pelatihan. Mahasiswa lebih sadar dalam melakukan sitasi dan juga penulisan referensi untuk menghindari plagiarism khususnya self-plagiarism dalam penulisan tugas akhir mereka. Peserta juga sangat antusias dengan penggunaan aplikasi Mendeley dalam menulis daftar referensi. Berdasarkan hal tersebut, pemahaman terkait isu-isu plagiarisme kaitannya dengan penulisan kutipan dan daftar pustaka perlu ditingkatkan lagi untuk mencegah bertambahnya perilaku plagiarisme. Selanjutnya, pendampingan lebih lanjut juga dilakukan kepada peserta baik secara langsung maupun melalui grup Whatsapp.   Kata Kunci: plagiarisme; sitasi; mendeley. ABSTRACTWriting a thesis is still one of the requirements for students to obtain a bachelor's degree. This activity aims at giving material related to plagiarism also about citation and references to the final grade students who are writing their thesis to avoid plagiarism, particularly self-plagiarism. This activity has been conducted in STIPAS St. Petrus Keuskupan Atambua, Kefamenanu, that was attended by 20 students. It was conducted by two steps, firstly by spreading questionnaire related to students’ understanding about Mendeley and plagiarism. It was also continued to give material about Mendeley and plagiarism. Besides, the students also were taught about using that application started by installing till applying in making references. This activity was ended by spreading questionnaire secondly related their satisfaction about this activity and also their understanding about material has been presented. There are more aware in citation and writing references to avoid plagiarism particularly self-plagiarism in their thesis. Besides, the students are also enthusiastic in making references using Mendeley. Based on that case, students understanding related to plagiarism issues in relation to citation and references is suggested to be improved to avoid plagiarist. For the next part, accompanying the students in applying those things are still conducting directly or by Whatsapp. Keywords: plagiarism; citation; mendeley.
PEMBUATAN ABON IKAN GUNA MEMBANTU EKONOMI KELUARGA DI MASA COVID DI DESA JATISELA KECAMATAN GUNUNGSARI KABUPATEN LOBAR Lalu Hendra Maniza; Sudarta Sudarta; Nur' Aini
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.369 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4231

Abstract

ABSTRAK        Tujuan pengabdian kepada masyarakat  ini adalah untuk membantu anggota UKM yang ada di desa jatisela kecamatan gunungsari dalam memasarkan produk nya secara online dan offline, memiliki kemampuan berinovasi dengan bahan baku yang ada di lingkungan sendiri, Bisa menjadi sumber mata pencaharian sehingga dapat membantu kebutuhan rumah tangga di masa sulit saat ini seperti pandemi.pengabdian ini dilakukan dengan metode penyuluhan,pelatihan dan evaluasi hasil yang telah dicapai,dimana mitra yang kami undang adalah yang ingin menambah pengahasilan dan yg memiliki usaha namun tak berkembang, edukasi yang diberikan dengan sosialisasi peragaan pembuatan langsung dengan 13 orang mitra dengan di ketuai oleh salah seorang anggota UKM.tiga metode yang telah tim pengabdian lakukan diantaranya mengevaluasi hasil dari mitra sejauh mana perkembangan usaha pelatihan yang diberikan pihak pengabdian dalam memasarkan usaha abon dan kemampuan dalam pembuatan abon dengan protocol kesehatan di masa covid seperti sekarang ini. Kata kunci: pembuatan abon; membantu ekonomi keluarga; dimasa pandemi ABSTRACTThe purpose of this community service is to help UKM members in the village of Jatisela, Gunungsari sub-district in marketing their products online and offline, have the ability to innovate with raw materials in their own environment, can be a source of livelihood so they can help household needs in Today's difficult times are like a pandemic. This service is carried out by means of counseling, training and evaluation of the results that have been achieved, where the partners we invite are those who want to increase their income and who have businesses but are not developing, education is provided with the socialization of direct manufacturing demonstrations with 13 a partner chaired by a member of the UKM. The three methods that the service team have done include evaluating the results of partners, the extent to which the development of the training efforts provided by the service party in marketing shredded businesses and the ability to make shredded shredded with health protocols during the Covid period such as rti now. Keywords: shredded making; help the family economy; during the pandemic
PENANGGULANGAN RENDAHNYA KONSUMSI TTD REMAJA PUTRI MELALUI PENYULUHAN DAN PEMBENTUKAN DUTA REMAJA Lestari, Devia; Arbaen, M. Norji; Butar, Odelia Bernadette Butar; Sari, Ayu Riana
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v4i3.4726

Abstract

ABSTRAKAnemia adalah keadaan dimana kadar hemoglobin dalam darah kurang dari normal. Remaja putri memiliki resiko 10 kali lebih besar untuk menderita anemia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap konsumsi tablet tambah darah. Lokasi pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Desa Aluh-Aluh Besar RT.04 Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar yang dilakukan saat pandemic Covid-19. Dalam kegiatan ini dilakukan secara daring online melalui Whatsapp Group dengan subjek yang mengikuti kegiatan berjumlah 14 remaja putri. Kegiatan ini terdiri 3 tahapan meliputi: tahapan persiapan yaitu pengumpulan kontak remaja putri serta pembuatan media, tahapan kegiatan yaitu pemberian pretest dan posttest serta pemberian materi, dan tahapan monitoring dan evaluasi meliputi pemantauan dan pengawasan kegiatan penyuluhan serta menilai peningkatan dalam pengetahuan tablet tambah darah. Data diperoleh dari hasil pretest dan posttest. Hasil kegiatan ini terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan remaja putri pada saat pengisian kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan dan ada perbedaan antara sikap remaja putri di pada saat pengisian kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Kata Kunci: anemia, tablet tambah darah, remaja putri ABSTRACTAnemia is a condition in which the hemoglobin level in the blood is less than normal. Girls are 10 times more likely to suffer from anemia. This activity aims to increase the knowledge and attitudes of young women towards the consumption of blood-added tablets. The location of the activity was carried out in Aluh-Aluh Besar Village RT.04 Aluh-Aluh District, Banjar Regency which was carried out during the Covid-19 pandemic. Subjects who attended lessons were 14 young women. The activity consists of 3 stages of preparation, preparation phase the contacts of young women and making media, activity phase of presenting pretest and posttest and presenting material, and the stages of monitoring and evaluating activities and monitoring activities as well as assessing the increase in Fe Tablets knowledge. Data obtained from the results of the pretest and posttest. The result of this activity is that there is a significant difference between the knowledge of young women when filling out the questionnaire before and after counseling and there is a difference between the attitudes of young women when filling out the questionnaire before and after extension. Keywords: anemia; Fe tablets; female

Page 27 of 272 | Total Record : 2711