cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,742 Documents
Peningkatan kompetensi metodologis surveyor melalui workshop penerapan metode penelitian di lembaga Presisi Candra Candra; Isnaini Isnaini; Aliahardi Winata
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.35909

Abstract

Abstrak Kompetensi metodologis surveyor merupakan faktor krusial dalam menjamin kualitas dan validitas data penelitian survei. Permasalahan yang dihadapi oleh Lembaga Presisi adalah rendahnya pemahaman surveyor terhadap prinsip-prinsip metodologi penelitian yang berdampak pada inkonsistensi pengumpulan data. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi metodologis 35 surveyor Lembaga Presisi melalui workshop intensif selama tiga hari. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi lapangan, dan praktik langsung penggunaan instrumen penelitian. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman surveyor dari rata-rata skor 58,4 menjadi 84,7 (peningkatan 45%). Peserta menunjukkan peningkatan kemampuan dalam merancang kuesioner, melakukan sampling, teknik wawancara terstruktur, dan verifikasi data. Implementasi workshop ini memberikan dampak positif terhadap kualitas kerja surveyor yang terukur dari peningkatan akurasi data dan penurunan tingkat kesalahan pengisian instrumen sebesar 67%. Kata kunci: kompetensi metodologis; surveyor; workshop; metode penelitian; pengumpulan data. Abstract Methodological competence of surveyors is a crucial factor in ensuring the quality and validity of survey research data. The problem faced by Lembaga Presisi is the low understanding of surveyors regarding research methodology principles which impacts data collection inconsistency. This community service activity aims to improve the methodological competence of 35 surveyors at Lembaga Presisi through an intensive three-day workshop. The implementation methods include interactive lectures, group discussions, field simulations, and direct practice using research instruments. Evaluation was conducted through pre-test and post-test as well as participatory observation. The results showed a significant increase in surveyor understanding from an average score of 58.4 to 84.7 (45% increase). Participants demonstrated improved abilities in designing questionnaires, conducting sampling, structured interview techniques, and data verification. The workshop implementation had a positive impact on surveyor work quality measured by increased data accuracy and a 67% reduction in instrument completion error rates. Keywords: methodological competence; surveyor; workshop; research methods; data collection.
Skrining kesehatan terintegrasi aktivitas fun run sebagai model pengabdian kepada masyarakat dalam pencegahan penyakit tidak menular Zaenudin Zaenudin; Astri Sapariah; Masykur Khair
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38237

Abstract

Abstrak Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi permasalahan kesehatan utama di masyarakat, termasuk pada kelompok usia produktif, yang diperparah oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan skrining kesehatan secara rutin. Kondisi ini menuntut adanya upaya promotif dan preventif yang mudah diakses melalui kegiatan berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan skrining kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran peserta terhadap deteksi dini faktor risiko PTM melalui integrasi aktivitas fisik dan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada 7 Februari 2026 dalam bentuk fun run yang terintegrasi dengan skrining kesehatan pada 109 peserta secara sukarela. Pemeriksaan meliputi glukosa darah postprandial, kolesterol total, asam urat, dan tekanan darah. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk rerata ± standar deviasi atau median (minimum–maksimum) sesuai distribusi data. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki parameter kesehatan dalam batas normal, namun masih ditemukan beberapa peserta dengan nilai di atas batas rujukan, khususnya pada indikator metabolik. Temuan ini menunjukkan bahwa risiko PTM tetap dapat terjadi pada individu usia produktif yang tampak sehat. Kegiatan ini efektif sebagai sarana deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik dan pemeriksaan kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif di tingkat komunitas. Kata kunci: aktivitas fisik; fun run; pengabdian kepada masyarakat; penyakit tidak menular; skrining kesehatan. AbstractNon-communicable diseases (NCDs) remain a major public health concern, including among the productive-age population, which is exacerbated by low public awareness of routine health screening. This condition highlights the need for accessible promotive and preventive efforts through community-based activities. This community service activity aimed to provide health screening while increasing participants’ awareness of early detection of NCD risk factors through the integration of physical activity and simple health examinations. The activity was conducted on February 7, 2026, in the form of a fun run integrated with health screening involving 109 voluntary participants. The examinations included postprandial blood glucose, total cholesterol, uric acid, and blood pressure. Data were analyzed descriptively and presented as mean ± standard deviation or median (minimum–maximum) according to data distribution. The results showed that most participants had health parameters within normal reference ranges; however, several participants exhibited values above normal limits, particularly in metabolic indicators. These findings indicate that the risk of NCDs may still be present among apparently healthy individuals of productive age. This activity proved to be effective as a means of early detection and in increasing public awareness of the importance of physical activity and health screening. Therefore, similar community-based programs should be implemented sustainably as part of NCD prevention and health promotion efforts. Keywords: community service; fun run; health screening; non-communicable disease; physical activity