cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,850 Documents
Peningkatan kompetensi metodologis surveyor melalui workshop penerapan metode penelitian di lembaga Presisi Candra, Candra; Isnaini, Isnaini; Winata, Aliahardi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.35909

Abstract

Abstrak Kompetensi metodologis surveyor merupakan faktor krusial dalam menjamin kualitas dan validitas data penelitian survei. Permasalahan yang dihadapi oleh Lembaga Presisi adalah rendahnya pemahaman surveyor terhadap prinsip-prinsip metodologi penelitian yang berdampak pada inkonsistensi pengumpulan data. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi metodologis 35 surveyor Lembaga Presisi melalui workshop intensif selama tiga hari. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi lapangan, dan praktik langsung penggunaan instrumen penelitian. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman surveyor dari rata-rata skor 58,4 menjadi 84,7 (peningkatan 45%). Peserta menunjukkan peningkatan kemampuan dalam merancang kuesioner, melakukan sampling, teknik wawancara terstruktur, dan verifikasi data. Implementasi workshop ini memberikan dampak positif terhadap kualitas kerja surveyor yang terukur dari peningkatan akurasi data dan penurunan tingkat kesalahan pengisian instrumen sebesar 67%. Kata kunci: kompetensi metodologis; surveyor; workshop; metode penelitian; pengumpulan data. Abstract Methodological competence of surveyors is a crucial factor in ensuring the quality and validity of survey research data. The problem faced by Lembaga Presisi is the low understanding of surveyors regarding research methodology principles which impacts data collection inconsistency. This community service activity aims to improve the methodological competence of 35 surveyors at Lembaga Presisi through an intensive three-day workshop. The implementation methods include interactive lectures, group discussions, field simulations, and direct practice using research instruments. Evaluation was conducted through pre-test and post-test as well as participatory observation. The results showed a significant increase in surveyor understanding from an average score of 58.4 to 84.7 (45% increase). Participants demonstrated improved abilities in designing questionnaires, conducting sampling, structured interview techniques, and data verification. The workshop implementation had a positive impact on surveyor work quality measured by increased data accuracy and a 67% reduction in instrument completion error rates. Keywords: methodological competence; surveyor; workshop; research methods; data collection.
Skrining kesehatan terintegrasi aktivitas fun run sebagai model pengabdian kepada masyarakat dalam pencegahan penyakit tidak menular Zaenudin, Zaenudin; Sapariah, Astri; Khair, Masykur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38237

Abstract

Abstrak Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi permasalahan kesehatan utama di masyarakat, termasuk pada kelompok usia produktif, yang diperparah oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalam melakukan skrining kesehatan secara rutin. Kondisi ini menuntut adanya upaya promotif dan preventif yang mudah diakses melalui kegiatan berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan skrining kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran peserta terhadap deteksi dini faktor risiko PTM melalui integrasi aktivitas fisik dan pemeriksaan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada 7 Februari 2026 dalam bentuk fun run yang terintegrasi dengan skrining kesehatan pada 109 peserta secara sukarela. Pemeriksaan meliputi glukosa darah postprandial, kolesterol total, asam urat, dan tekanan darah. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk rerata ± standar deviasi atau median (minimum–maksimum) sesuai distribusi data. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki parameter kesehatan dalam batas normal, namun masih ditemukan beberapa peserta dengan nilai di atas batas rujukan, khususnya pada indikator metabolik. Temuan ini menunjukkan bahwa risiko PTM tetap dapat terjadi pada individu usia produktif yang tampak sehat. Kegiatan ini efektif sebagai sarana deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik dan pemeriksaan kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif di tingkat komunitas. Kata kunci: aktivitas fisik; fun run; pengabdian kepada masyarakat; penyakit tidak menular; skrining kesehatan. AbstractNon-communicable diseases (NCDs) remain a major public health concern, including among the productive-age population, which is exacerbated by low public awareness of routine health screening. This condition highlights the need for accessible promotive and preventive efforts through community-based activities. This community service activity aimed to provide health screening while increasing participants’ awareness of early detection of NCD risk factors through the integration of physical activity and simple health examinations. The activity was conducted on February 7, 2026, in the form of a fun run integrated with health screening involving 109 voluntary participants. The examinations included postprandial blood glucose, total cholesterol, uric acid, and blood pressure. Data were analyzed descriptively and presented as mean ± standard deviation or median (minimum–maximum) according to data distribution. The results showed that most participants had health parameters within normal reference ranges; however, several participants exhibited values above normal limits, particularly in metabolic indicators. These findings indicate that the risk of NCDs may still be present among apparently healthy individuals of productive age. This activity proved to be effective as a means of early detection and in increasing public awareness of the importance of physical activity and health screening. Therefore, similar community-based programs should be implemented sustainably as part of NCD prevention and health promotion efforts. Keywords: community service; fun run; health screening; non-communicable disease; physical activity
Pelatihan pengolahan limbah plastik menjadi paving blok pada masyarakat pesisir pantai Amal Tarakan Lembang, Miska Sanda; Pranata, Gio; Rahman, Abdul; Aptianti, Aria; Ais’ya, Ais’ya; Al Fahro, Aprio Mischa; Fitria, Hilwah; Yoriezan, Ahmad; Adelia, Gita; Taqwa, Amrullah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38411

Abstract

AbstrakPantai Amal Kota Tarakan merupakan destinasi wisata unggulan yang menjadi pusat ekonomi masyarakat pesisir. Namun potensi tersebut dihadapkan permasalahan berupa penumpukan sampah plastik yang sulit terurai dan mengancam ekosistem pantai. Kondisi geografis yang sulit dijangkau petugas kebersihan menyebabkan pengelolaan sampah belum optimal sehingga diperlukan keterlibatan aktif masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan melatih masyarakat pesisir Pantai Amal dalam mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai guna yaitu paving blok. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan solusi, pelatihan teknis, serta evaluasi dan monitoring pada Desember 2025 dengan melibatkan 10 keluarga. Pelatihan meliputi sosialisasi pelestarian lingkungan, demonstrasi proses pembuatan paving blok (pengumpulan, pencampuran, pencetakan, dan pengeringan). Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan peserta dengan pendampingan tim pengabdi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan limbah plastik, dengan ≥80% peserta mampu menghasilkan paving block. Partisipasi aktif peserta mencerminkan meningkatnya kesadaran lingkungan dan munculnya inisiatif untuk melanjutkan produksi secara mandiri. Berdasarkan hasil kegiatan, pelatihan ini menjawab tujuan yaitu mengurangi penumpukan sampah plastik dengan mengolahnya menjadi produk bernilai guna berbasis pemberdayaan masyarakat pesisir. Kata kunci: limbah plastik; paving blok; pemberdayaan masyarakat; pengelolaan sampah; pesisir. Abstract Tarakan City's Amal Beach is a leading tourist destination and the economic center of coastal communities. However, this potential faces challenges in the form of the accumulation of difficult-to-decompose plastic waste, which threatens the coastal ecosystem. Geographical conditions, making it difficult for sanitation workers to reach, mean that waste management is suboptimal, necessitating active community involvement. This community service activity aims to train the coastal community of Amal Beach in processing plastic waste into a valuable product, namely paving blocks. The method used is a participatory approach through problem identification, solution planning, technical training, and evaluation and monitoring, involving 10 families until December 2025. The training included environmental conservation awareness campaigns and a demonstration of the paving block production process (collection, mixing, molding, and drying). The entire series of activities involved participants under the guidance of a community service team. The results of the activities demonstrated an increase in community knowledge and skills in plastic waste processing, with ≥80% of participants able to produce paving blocks. The participants' active participation reflected increased environmental awareness and the emergence of initiatives to continue independent production. Based on the results of the activities, this training met the goal of reducing the accumulation of plastic waste by processing it into valuable products based on coastal community empowerment. Keywords: plastic waste; paving blocks; community empowerment; waste management; coastal area.
Penerapan teknologi sensor dan mikrokontroler pada eksperimen gerak jatuh bebas untuk pembelajaran fisika SMA Qomariyah, Nurul; Wirawan, Rahadi; Mardiana, Laili; Illahi, Ramadian Ridho; Budianto, Arif; Hudha, Lalu Sahrul; Lestari, Dwi Bayu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38702

Abstract

Abstrak Pembelajaran fisika di SMAN 1 Praya Barat sebagai salah satu sekolah mitra, selama ini cenderung bersifat kontekstual dan abstrak, sehingga berimplikasi pada lemahnya pemahaman konseptual dan minimnya keterampilan praktis siswa. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan perangkat eksperimen berbasis teknologi sensor dan mikrokontroler pada materi Gerak Jatuh Bebas (GJB) dan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru untuk penggunaannya. Metode yang digunakan terbagi menjadi tiga tahapan yaitu: 1) tahap persiapan, merupakan langkah awal untuk menganalisis situasi pembelajaran Fisika di SMAN 1 Praya Barat, dan perancangan modul eksperimen oleh tim pengabdian, 2) tahap pelaksanaan, pengabdian dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2025, tahap ini dilakukan dengan pelatihan penggunaan modul sensor dan penggunaannya dalam eksperimen, dan 3) tahap evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas kegiatan, dengan melihat langsung, sedangkan data motivasi diukur menggunakan kuesioner. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penggunaan modul tersebut tidak hanya memfasilitasi pemahaman konsep fisika secara lebih mendalam dan komprehensif, tetapi juga meningkatkan keterampilan eksperimental dan motivasi belajar siswa. Di sisi lain, guru mendapatkan sebuah prototipe media pembelajaran inovatif yang aplikatif dan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk materi fisika lainnya. Simpulan dari kegiatan ini adalah pendekatan eksperimen berbantuan teknologi berpotensi mengatasi tantangan pembelajaran fisika yang abstrak serta membangun dasar pemahaman konseptual yang lebih kokoh dibandingkan dengan metode kontekstual konvensional. Kata kunci: GJB; mikrokontroller; pembelajaran fisika; sensor. Abstract Physics learning at SMAN 1 Praya Barat, as one of the partner schools, has tended to be contextual and abstract, leading to weak conceptual understanding and a lack of students’ practical skills. This community service aims to develop experimental equipment based on sensor and microcontroller technology for the topic of Free Fall Motion (FFM) and to provide training and guidance to teachers on its use. The method used is divided into three stages: 1) the preparation stage, which is the initial step to analyze the physics learning situation at SMAN 1 Praya Barat and the design of the experiment module by the service team; 2) the implemntation stage, Implementation of the program on 28th July, 2025 where intervention is carried out through training on the use of sensor modules and their application in experiments; and 3) the evaluation stage, conducted to assess the effectiveness of the activity through direct observation, while motivation data is measured using questionnaires. Evaluation results show that the use of these modules not only facilitates a deeper and more comprehensive understanding of physics concepts but also enhances students’ experimental skills and learning motivation. On the other hand, teachers receive an innovative and applicable learning media prototype that can be further developed for other physics topics. The conclusion of this activity is that a technology-assisted experimental approach has the potential to overcome the challenges of abstract physics learning and buid a firmer foundation for conceptual understanding compered to conventional contextual methods. Keywords: FFM; microcontroller; physics learning; sensors.
Pemanfaatan ubin sebagai alat peraga garis bilangan untuk pembelajaran operasi hitung bilangan bulat Hanifah, Hanifah; Hidayati, Nita; Warmi, Attin; Ramlah, Ramlah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38869

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan bahwa kenyataan di lapangan terdapat beberapa sekolah yang menyajikan pelajaran matematika di kelas kurang bervariasi dalam penggunaan media pembelajaran, hal ini menyebabkan siswa hanya menguasai materi yang diberikan tanpa mengetahui konsep materi tersebut. Pada sekolah dasar, siswa sudah belajar tentang operasi hitung pada bilangan bulat positif dan negatif. Pada materi operasi hitung bilangan bulat, siswa kesulitan dalam memahami simbol positif dan negatif pada bilangan bulat apabila dikenai sebuah operasi hitung. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini untuk memberikan gambaran kepada siswa bahwa penyampaian pembelajaran matematika pada materi operasi bilangan bulat dapat memanfaatkan ubin lantai kelas sebagai garis bilangan untuk mempermudah siswa dalam menyelesaiakan operasi bilangan bulat positif dan negatif dan juga dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Sukaharja II dan SDN Telukjambe II, Kabupaten Karawang, Jawa Barat dengan jumlah 70 siswa dari kedua sekolah tersebut. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi empat tahap, yaitu: identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam membuat dan memperagakan alat peraga garis bilangan dengan memanfaatkan ubin lantai kelas, sehingga kegiatan ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa sangat tertarik dan antusias dalam mengikuti setiap kegiatan yang dilakukan. Kegiatan ini juga meningkatkan motivasi dan kreativitas siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika di kelas. Dengan meningkatnya motivasi dan kreativitas siswa sehingga dapat meningkatkan kemampuan matematis siswa pada materi bilangan bulat. Kata kunci: operasi bilangan bulat; garis bilangan; ubin lantai kelas. AbstractThis community service activity is motivated by the problem that in reality in the field there are several schools that present mathematics lessons in class with less variety in the use of learning media, this causes students to only master the material given without understanding the concept of the material. In elementary school, students have learned about arithmetic operations on positive and negative integers. In the material on arithmetic operations on integers, students have difficulty understanding the positive and negative symbols in integers when subjected to an arithmetic operation. The purpose of this community service is to provide an overview to students that the delivery of mathematics learning on the material on integer operations can utilize classroom floor tiles as number lines to make it easier for students to complete positive and negative integer operations and can also create a fun learning atmosphere. This activity was carried out at SDN Sukaharja II and SDN Telukjambe II, Karawang Regency, West Java with a total of 70 students from the two schools. The method of implementing this activity includes four stages, namely: problem identification, planning, implementation and evaluation. This activity can improve students' ability to create and demonstrate number line props using classroom floor tiles, thereby improving student learning outcomes. Students are very interested and enthusiastic in participating in each activity. This activity also increases student motivation and creativity in participating in mathematics learning in class. By increasing student motivation and creativity, students can improve their mathematical abilities in the topic of integers. Keywords: integer operations; number line; classroom floor tiles.
Pemberdayaan masyarakat melalui inovasi ecocraft berbasis limbah cangkang telur untuk meningkatkan ekonomi kreatif dan kesadaran lingkungan Mariati, Pance; Hartatik, Sri; Nafiah, Nafiah; Sambada, Dwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38785

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat Kelurahan Siwalankerto, Surabaya, melalui inovasi produk ecocraft berbahan dasar limbah cangkang telur sebagai upaya peningkatan ekonomi kreatif dan kesadaran lingkungan. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, adalah keterbatasan akses peluang usaha dan keterampilan produksi, serta penumpukan limbah cangkang telur yang berpotensi mencemari lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan edukasi mengenai potensi limbah, pelatihan teknik produksi ecocraft, pendampingan desain produk, pelatihan pemasaran digital, serta pembentukan komunitas usaha kreatif berbasis limbah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai jual, berkembangnya strategi promosi digital, serta terbentuknya komunitas usaha berkelanjutan. Luaran yang dihasilkan berupa produk ecocraft siap jual, peningkatan kompetensi produksi dan pemasaran, serta dokumentasi kegiatan yang dapat direplikasi. Program ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kesadaran pengelolaan limbah secara kreatif dan berkelanjutan. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; ecocraft; limbah cangkang telur; ekonomi kreatif;  kesadaran lingkungan. Abstract This community service program aims to empower the people of Siwalankerto Village, Surabaya, through the innovation of ecocraft products made from eggshell waste as an effort to enhance the creative economy and environmental awareness. The main challenges faced by the community, especially housewives, include limited access to business opportunities and production skills, as well as the accumulation of eggshell waste that potentially pollutes the environment. The implementation method consists of socialization and education on waste potential, training in ecocraft production techniques, product design assistance, digital marketing training, and the establishment of a waste-based creative business community. The results indicate an improvement in participants' skills in processing waste into marketable products, the development of digital promotion strategies, and the formation of a sustainable business community. The outputs include market-ready ecocraft products, increased production and marketing competencies, and replicable training documentation. This program not only provides economic benefits for the community but also strengthens creative and sustainable waste management practices. Keywords: community empowerment; ecocraft; eggshell waste; creative economy; environmental awareness.
Pelatihan asesmen dan evaluasi adaptif berbasis chatbot artificial intelligence bagi guru SMK Bidang Kecantikan dan Spa di Sumatera Barat Rahmiati, Rahmiati; Hayatunnufus, Hayatunnufus; Yanita, Merita; Dewi, Siska Miga; Silvia, Febri; Saputra, Indra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38840

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi guru SMK bidang kecantikan dan spa di Sumatera Barat yang masih menghadapi tantangan dalam menerapkan asesmen pembelajaran adaptif dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memahami konsep asesmen adaptif serta mengintegrasikan AI Chatbot seperti ChatGPT dalam proses perancangan dan evaluasi pembelajaran agar lebih inovatif, autentik, dan efisien. Kegiatan dilaksanakan pada 2–3 Agustus 2025 di Program Studi Pendidikan Tata Rias dan Kecantikan, Fakultas Pariwisata dan Perhotelan, Universitas Negeri Padang, dengan melibatkan 25 guru dari lima sekolah mitra, yaitu SMKN 7 Padang, SMKN 6 Padang, SMKN 3 Payakumbuh, SMKN 1 Sijunjung, dan SMKN 2 Bukittinggi. Metode pelatihan meliputi sosialisasi, ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung (hands-on training), dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru terhadap prinsip asesmen adaptif serta keterampilan menggunakan ChatGPT untuk menyusun tujuan pembelajaran, indikator capaian, instrumen asesmen, dan rubrik penilaian berbasis AI. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan kesiapan untuk mengimplementasikan asesmen digital di sekolah masing-masing. Kegiatan ini disarankan untuk dilanjutkan melalui pendampingan berkala dan pembentukan forum komunitas guru berbasis AI guna memperkuat keberlanjutan praktik asesmen adaptif berbasis teknologi di pendidikan vokasi. Kata kunci: asesmen adaptif; ChatGPT; kecerdasan buatan; guru smk; pembelajaran vokasi. AbstractThis community service activity was carried out to address the need to enhance the competencies of vocational school teachers in the field of beauty and spa in West Sumatra, who continue to face challenges in implementing adaptive learning assessment and utilizing Artificial Intelligence (AI) technologies. The primary objective of this program was to improve teachers’ understanding of adaptive assessment concepts and to train them in integrating AI chatbots, such as ChatGPT, into the process of instructional design and evaluation to make learning more innovative, authentic, and efficient. The activity was conducted on August 2–3, 2025, at the Department of Beauty and Cosmetology Education, Faculty of Tourism and Hospitality, Universitas Negeri Padang, involving 25 teachers from five partner vocational schools: SMKN 7 Padang, SMKN 6 Padang, SMKN 3 Payakumbuh, SMKN 1 Sijunjung, and SMKN 2 Bukittinggi. The training employed various methods, including socialization, interactive lectures, demonstrations, hands-on practice, and reflective discussions. The results indicated a significant improvement in teachers’ understanding of adaptive assessment principles and their ability to use ChatGPT to design learning objectives, achievement indicators, assessment instruments, and AI-based scoring rubrics. Participants demonstrated high enthusiasm and readiness to implement digital assessment practices in their respective schools. It is recommended that this program be continued through periodic mentoring and the establishment of an AI-based teacher community forum to ensure the sustainability of adaptive, technology-integrated assessment practices in vocational education. Keywords: adaptive assessment; ChatGPT; artificial intelligence; vocational teachers; vocational learning.
Perlombaan permainan anak anak membentuk karakter dalam rangka peringatan hari kemerdekaan repbulik indonesia Sadipun, Berty; Rawe, Aschari Senjahari; Ansel, Maria Finsensia; Kala, Geryani Suryo Moang
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38858

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan rasa kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat nasionalisme di kalangan anak-anak melalui perlombaan tradisional dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus. Kegiatan dilaksanakan di lingkungan tercipta keakraban antarwarga. tujuan khusus pengabdian masyarakat melalui kegiatan perlombaan permainan anak-anak pada perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di  RT 04 RW 05 kelurahan paupire kecamatan Ende Tengah Kabupaten Ende Flores Nusa Tenggara Timur,melibatkan masyarakat setempat dengan melibatkan anak-anak usia 5–12 tahun. Perlombaan yang diselenggarakan meliputi lomba balap karung, tarik tambang, makan kerupuk, dan estafet air, yang dirancang untuk melatih kerja sama tim, sportifitas, dan keceriaan. Metode pelaksanaan kegiatan ini melibatkan perencanaan lomba, pembagian kelompok peserta, pelaksanaan lomba, serta pemberian penghargaan dan apresiasi kepada pemenang. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme anak-anak dan orang tua, terciptanya suasana kebersamaan, serta meningkatnya rasa cinta tanah air melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model kegiatan pengabdian masyarakat yang memadukan nilai pendidikan karakter dan budaya lokal dalam rangka memperingati hari kemerdekaan. Kata kunci: perlombaan; karekter; nasionalisme Abstractsocial, and the spirit of nationalism among children through traditional competitions in commemoration of Indonesian Independence Day on August 17th. The activities were carried out in an environment that created familiarity between residents. The specific purpose of community service through children's game competitions at the celebration of Indonesian Independence Day in RT 04 RW 05, Paupire Village, Ende Tengah District, Ende Regency, Flores, East Nusa Tenggara, involving the local community by involving children aged 5–12 years. The competitions held included sack races, tug-of-war, cracker eating, and water relays, which were designed to train teamwork, sportsmanship, and joy. The method of implementing this activity involved planning the competition, dividing participant groups, implementing the competition, and giving awards and appreciation to the winners. The results of the activity showed the high enthusiasm of children and parents, the creation of an atmosphere of togetherness, and an increased sense of love for the homeland through educational and fun activities. This activity is expected to become a model for community service activities that combine character education values and local culture in commemoration of independence day. Keywords: competition; character; nationalism
Strategi edukatif dan partisipatif dalam pengenalan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk kemandirian kesehatan Desa Pulau Semambu Aminasih, Nita; Widjajanti, Hary; Harvianti, Yuniar; Silvian, Trissa; Khoirunnisa, Khosy
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38658

Abstract

Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, organisasi perempuan tingkat desa (PKK) Desa Pulau Semambu dalam budidaya dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). TOGA dipilih sebagai alternatif peningkatan kemandirian kesehatan berbasis potensi lokal. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya literasi kesehatan terkait jenis tanaman obat, manfaat, serta teknik pengolahan dan pemanfaatannya untuk penanganan penyakit ringan. Selain itu, belum tersedia media edukasi yang dapat diakses sebagai panduan praktik berkelanjutan. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahap: survei awal, sosialisasi, pelatihan budidaya dan pengolahan TOGA, penyediaan buku saku dan media digital, serta pendampingan lapangan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, praktik langsung, dan pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta tentang tanaman obat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Mayoritas peserta menyatakan mendapat pemahaman baru terkait budidaya TOGA dan mulai menerapkannya di pekarangan rumah. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pemanfaatan tanaman obat sebagai solusi kesehatan yang mudah diakses, ekonomis, dan ramah lingkungan. Rencana tindak lanjut berupa pembentukan Kelompok TOGA Desa Pulau Semambu dan pendampingan lanjutan disusun untuk menjamin keberlanjutan program. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menambah kemampuan pengetahuan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan kesehatan keluarga dan mendukung pelestarian kearifan lokal berbasis tanaman obat. Kata kunci: tanaman obat keluarga; literasi kesehatan; keterlibatan masyarakat; pelestarian pengetahuan lokal; ketahanan kesehatan keluarga. Abstract This community service program was developed to address low health literacy regarding medicinal plants and inadequate access to educational resources in Semambu Island Village. The initiative aimed to enhance PKK women's knowledge and skills in cultivating and using Family Medicinal Plants (TOGA) as a sustainable, accessible health solution. Through a participatory approach encompassing surveys, socialization activities, hands-on training in TOGA cultivation and processing, distribution of educational materials, and continuous field mentoring, the program engaged community members directly in the learning process. Results revealed significant improvements in participants' understanding of medicinal plant types, their health benefits, and processing techniques. Most notably, the majority of participants successfully implemented TOGA cultivation in their home gardens and began applying herbal remedies to manage minor illnesses. Beyond individual skill acquisition, the program fostered collective awareness about medicinal plants as an economical and environmentally friendly alternative to conventional healthcare. To ensure long-term sustainability, the Semambu Island Village TOGA Group was established with plans for ongoing mentoring. This initiative not only enhanced community capacity and health literacy but also strengthened family health resilience while preserving valuable local knowledge about medicinal plants for future generations. Keywords: family medical plants; health literacy; community engagement; local wisdom preservation; family health resilience.
Penguatan pemahaman kesehatan reproduksi melalui emo demo emergency kit pada remaja sekolah Iszati, Erin Tri Ummul; Affandi, Naela Elmaghfiroh; Kinayungan, Muhammad Ramdhan Satria; Puspitasari, Aprillita Putri; Prasantiara, Afinda Nur; Aprilia, Zahara; Nafi'ah, Almaasah; Sefira, Marsha Auribi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38780

Abstract

Abstrak Masa pubertas merupakan periode krusial dalam perkembangan remaja ketika terjadi perubahan fisik dan psikologis, seperti menstruasi pada remaja perempuan dan mimpi basah pada remaja laki-laki yang menuntut pemahaman mengenai kebersihan diri. Namun, keterbatasan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, terutama di wilayah terpencil, masih menjadi permasalahan yang dapat memicu kecemasan, kebingungan, hingga perilaku yang berisiko bagi kesehatan. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan siswa kelas 8 di SMP Negeri 4 Kalisat terkait kebersihan diri saat menstruasi dan mimpi basah melalui penyuluhan interaktif yang dipadukan dengan demonstrasi (emo demo), permainan berbasis kuis, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditandai dengan kenaikan rata-rata nilai dari 83 pada pre-test menjadi 93 pada post-test. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pendekatan edukatif yang kontekstual dan komunikatif mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap kesehatan reproduksi, serta mengurangi stigma terhadap topik yang selama ini dianggap tabu. Edukasi seperti ini penting untuk dilakukan secara berkala guna membentuk remaja yang sadar, bertanggung jawab, dan mampu menjaga kesehatan reproduksinya secara mandiri. Kata kunci: kesehatan reproduksi; menstruasi; mimpi basah; pubertas; remaja. AbstractPuberty is a crucial period in adolescent development marked by physical and psychological changes, such as menstruation in adolescent girls and wet dreams in adolescent boys, which require an understanding of personal hygiene. However, limited knowledge about reproductive health, particularly in remote areas, remains a problem that can lead to anxiety, confusion, and even behaviors that pose health risks. Given these conditions, this community service activity was conducted to enhance the knowledge of 8th-grade students at SMP Negeri 4 Kalisat regarding personal hygiene during menstruation and wet dreams through interactive counseling combined with demonstrations (emo demo), quiz-based games, and evaluation using pre-tests and post-tests. The results of the activity showed a significant increase in knowledge, marked by a rise in the average score from 83 on the pre-test to 93 on the post-test. This indicates that a contextual and communicative educational approach can enhance students’ understanding of reproductive health and reduce stigma surrounding topics previously considered taboo. Education like this is important to conduct on a regular basis to foster adolescents who are aware, responsible, and capable of managing their reproductive health independently. Keywords: menstruation; puberty; reproductive health; teenagers; wet dreams.