cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
civicus.ummat@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram, Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
ISSN : 23389680     EISSN : 2614509X     DOI : https://doi.org/10.31764/civicus.
Core Subject : Social,
Jurnal Civicus merupakan salah satu jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram dengan e-ISSN 2614-509X dan p-ISSN 2338-9680. Adapun kajian publikasi jurnal Civicus yakni (1) Ilmu Social, Ilmu Hukum, Pancasila dan Kewarganegaraan; (2) teori pembelajaran, pengembangan pembelajaran, Penerapan pembelajaran, model-model pembelajaran pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan; (3) hasil penelitian, pengabdian kepada masyarakat
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2024): September 2024" : 11 Documents clear
Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Literasi dan Numerasi Siswa di SMPN 6 Kota Mataram Kurniawansyah, Edy; Mustari, Muhammad; Fauzan, Ahmad; Rizkia, Yiyi Ananda
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v12i2.28581

Abstract

Program literasi dan numerasi merupakan salah satu program penting yang diluncurkan oleh kemendikbudristek melalui kegiatan kampus mengajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa di SMPN 6 Kota Mataram. Temuan/inovasi yang ditargetkan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Adapun lokasi penelitian yaitu di SMPN 6 Mataram. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan diskriptif. Kemudian tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan Teknik analisi data adalah dengan tahap reduksi data, tahap penyajian data dan tahap penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini tentang peran kepala sekolah dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa di SMPN 6 Mataram adalah Penataan Pojok Baca, Jam Tambahan Calistung, Permainan Matematika, Penataan Lingkungan Kaya Teks, Mendongeng Bersama, dan Kegiatan Moving Class. Sedangkan Faktor pendukung pelaksanaan program literasi dan numerasi siswa di sekolah antara lain semangat guru dalam menjalankan program serta dukungan kepala sekolah yang berkomitmen tinggi dalam menjalankan program penguatan literasi dan numerasi. Kemudian Faktor penghambat pelaksanaannya antara lain adalah kurangnya sarana prasarana yang ada di sekolah serta kurangnya minat baca di kalangan siswa itu sendiri.The literacy and numeracy program is one of the important programs launched by the Ministry of Education, Culture, Research and Technology through the campus teaching activity. The purpose of this study was to determine the role of the principal in improving student literacy and numeracy at SMPN 6 Mataram City. The findings/innovations targeted in this study were to determine the role of the principal in improving student literacy and numeracy. The location of the study was at SMPN 6 Mataram. The research method used by the author is qualitative research with a descriptive approach. Then the data collection techniques used are observation, interviews and documentation while the data analysis technique is with the data reduction stage, data presentation stage and conclusion drawing stage. The results of this study on the role of the principal in improving student literacy and numeracy at SMPN 6 Mataram are the Arrangement of Reading Corners, Additional Reading, Writing and Arithmetic Hours, Mathematics Games, Arrangement of Text-Rich Environments, Joint Storytelling, and Moving Class Activities. Meanwhile, the supporting factors for the implementation of student literacy and numeracy programs in schools include the enthusiasm of teachers in running the program and the support of the principal who is highly committed to running the literacy and numeracy strengthening program. Then the inhibiting factors for its implementation include the lack of facilities and infrastructure in schools and the lack of interest in reading among the students themselves
Upaya Guru PPKn Dalam Penguatan Karakter Disiplin Siswa Kelas XI di MAN 1 Bima Ningsih, Putri; Mustari, Muhammad; Kurniawansyah, Edy; Zubair, Muhammad
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v12i2.25361

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui upaya guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam penguatan karakter disiplin siswa, serta apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat upaya guru Pendidikan pancasila dan kewarganegaraan dalam penguatan karakter disiplin siawa di MAN 1 Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam penguatan karkter disiplin siswa yaitu memberikan keteladanan dan nasihat serta penegak aturan. Faktor pendukung dalam penguatan karakter disiplin siswa yaitu lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, lingkungan sosial, Sementara itu yang menjadi Faktor penghambat yaitu pengaruh teman sebayan, kurangnya motivasi diri.The aim of the research is to determine the efforts of Pancasila and Citizenship Education teachers in strengthening students' disciplinary character, as well as what are the supporting and inhibiting factors in the efforts of Pancasila and Citizenship Education teachers in strengthening students' disciplinary character at MAN 1 Bima. This research uses a qualitative approach with a case study type. The data collection techniques used in this research are observation, interviews and documentation. Meanwhile, data analysis techniques use data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research show that the efforts of Pancasila and Citizenship Education teachers in strengthening students' disciplinary character include providing role models and advice as well as enforcing rules. Supporting factors in strengthening students' disciplined character are the school environment, family environment, social environment. Meanwhile, the inhibiting factors are the influence of peers, lack of self-motivation.
Studi Eksplorasi Karakter Tanggung Jawab Terhadap Pembelajaran pada Siswa SMA Negeri di Kota Bandung Damayanti, Syfa Kaila; Budimansyah, Dasim; Insani, Nisrina Nurul
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v12i2.17249

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penurunan gejala moral yang menjadi masalah utama pada penanaman karakter tanggung jawab pada siswa.  Badan Pusat Statistik menyebutkan bahwa ada kenaikan angka pada jumlah kasus kenakalan remaja di Indonesia sebanyak 10,7% di tahun 2013-2015. KPAI juga merilis pernyataan mengenai kasus tawuran pelajar di Indonesia pada tahun 2018 mencapai angka 114 kasus atau 32,35%. Hasil penelitian lain juga menyebutkan Indonesia menjadi negara dengan tingkat perundungan paling tinggi di Asia dengan data 84% anak-anak Indonesia pernah mengalami perundungan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat karakter tanggungjawab terhadap pembelajaran pada siswa SMA Negeri di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode jenis eksploratif, dengan Teknik pengumpulan data memakai angket dan Teknik analisis data memakai tabulasi silang atau crosstabulation dengan hasil akhir berupa deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat presentase pelaksanaan karakter tanggung jawab terhadap pembelajaran pada siswa di SMAN Negeri di Kota Bandung berada pada tingkat yang kurang baik. This research is motivated by the decline in moral symptoms which is the main problem in instilling the character of responsibility in students.  The Central Bureau of Statistics stated that there was an increase in the number of cases of juvenile delinquency in Indonesia by 10.7% in 2013-2015. KPAI also released a statement regarding cases of student brawls in Indonesia in 2018 reaching 114 cases or 32.35%. The results of another study also stated that Indonesia became a country with the highest level of bullying in Asia with data on 84% of Indonesian children having experienced bullying. The purpose of this study is to determine the level of character responsibility for learning in public high school students in Bandung City. This study uses a quantitative approach with an exploratory type method, with data collection techniques using questionnaires and data analysis techniques using cross tabulation with the final result in the form of descriptive percentages. The results showed that the percentage level of the implementation of the character of responsibility for learning in students at State Senior High Schools in Bandung City was at a poor level. 
Penerapan Model Role Playing untuk Meningkatkan Keatifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV dalam Pembelajaran PKn di SDN 127 Inpres Moncongloe Syahrawati, Syahrawati; Azis, Abdul; Syahrir, Musdalifah
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v12i2.23097

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menerapkan model Role playing dalaam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV dalam pemebelajaran PKn di SDN 127 Inpres Moncongloe. Penelitian ini berjenis Penelitian tindakan kelas (PTK) Menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui Penerapan Metode Role Playing dalam Meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dalam pemebelajaran PKn. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV C di SDN 127 Inpres Moncongloe semester genap tahun ajaran 2024 dengan 29 siswa. Pada Hasil penelitian keaktifan dari siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa pembelajaran PKn dengan menggunakan Model Role Playing telah memberikan perubahan peningkatan hasil belajar dan keaktifan siswa kelas IV C. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan menerapkan metode Role Playing dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV pada pemebelajaran PKn di SDN 127 Inpres Moncongloe.This research was conducted to apply the role playing model to increase the activity and learning outcomes of class IV students in Civics learning at SDN 127 Inpres Moncongloe. This type of research is classroom action research (PTK) using a qualitative approach with the aim of finding out the application of the Role Playing Method in increasing student activity and learning outcomes in Civics learning. The subjects in this research were class IV C students at SDN 127 Inpres Moncongloe, even semester of the 2024 academic year with 29 students. The results of the activity research from cycle I and cycle II show that Civics learning using the Role Playing Model has provided changes in increasing the activity and learning outcomes of class IV C students. The conclusion of this research is that applying the Role Playing method can increase the activity and learning outcomes of class IV students in Civics learning at SDN 127 Inpres Moncongloe
Implementasi Metode Card Sort Pada Proses Pembelajaran Guru dan Siswa Kelas VII Di Boarding School Mu’allimin Muhammadiyah Lombok Barat Hafsah, Hafsah; Sakban, Abdul
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v12i2.25094

Abstract

Pendidikan menjadi elemen kunci dalam pembangunan sebuah negara, karena memiliki peran yang signifikan dalam usaha meningkatkan mutu sumber daya manusia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menjelaskan Implementasi metode card sort pada proses pembelajaran guru dan siswa kelas VII Di Boarding School Mu’allimin Muhammadiyah Lombok Barat. Metode kegiatan ini meliputi: studi pendahuluan, pelatihan dan pemberdayaan dan Fokus Group Discussion. Hasil kegiatan ini memberikan dampak bahwa terdapat peningkatan komptensi guru dan siswa setelah diberikan pelatihan secara komprehensif dan terukur. Karena proses pembelajaran yang menggunakan metode active learning tipe card sort dengan asumsi mampu meningkatkan prestasi belajar pembelajaran PPKn. Oleh karena itu, diketahui bahwa pembelajaran aktif tipe card sort dapat menjadi salah satu alternatif metode yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran. Metode ini diharapkan dapat membantu guru dalam merencanakan proses pembelajaran yang inovatif, sehingga tidak hanya meningkatkan prestasi siswa tetapi juga menjadi acuan bagi guru lainnya dalam kegiatan pembelajaran. Education is a key element in the development of a country, because it has a significant role in efforts to improve the quality of human resources. The purpose of this activity is to explain the implementation of the card sort method in the learning process for class VII teachers and students at the Mu'allimin Muhammadiyah Boarding School, West Lombok. The methods of this activity include: preliminary study, training and empowerment and Focus Group Discussion. The results of this activity have the impact that there is an increase in teacher and student competency after being given comprehensive and measurable training. Because the learning process uses the card sort type active learning method with the assumption that it will be able to improve learning achievement in PPKn learning. Therefore, it is known that active learning using the card sort type can be an alternative method used by teachers in learning activities. This method is expected to help teachers in planning innovative learning processes, so that it not only improves student achievement but also becomes a reference for other teachers in learning activities.
Upaya Penanaman Karakter Sopan Santun Melalui Pembelajaran Akidah Akhlak Di MTs N 2 Bantul Izyul Adha, Hijazzi Lutfiah; Sutarman, Sutarman
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v12i2.17791

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya penurunan perilaku siswa terkait merosotnya karakter sopan santun. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan penanaman karakter sopan santun pada peserta didik melalui pembelajaran akidah akhlak di MTs N 2 Bantul. (2) untuk mengetahui apa saja kendala dan solusi dalam menanamkan sikap sopan santun kepada peserta didik di MTs N 2 Bantul. (3) untuk mengetahui manfaat bagi peserta didik kelas VIII mengenai penanaman karakter sopan santun dalam pembelajaran akidah akhlak di MTs N 2 Bantul. Sehingga dapat disimpulkan bahwa: (1) pembelajaran aqidah akhlak siswa kelas VIII MTs N 2 Bantul saat ini berjalan efektif dan efisien. Akhlak tidak dapat dipisahkan dari media, taktik, dan lingkungan kelas yang digunakan pengajar selama proses pembelajaran. (2) Siswa kelas VIII MTs N 2 Bantul bersikap ramah kepada siswa yang masih keluar kelas tanpa izin, saat pelajaran berlangsung, dan berbicara hal-hal yang tidak menyenangkan kepada teman sebayanya, seperti mengucapkan kata-kata kotor, dan berkomunikasi dengan guru tanpa menggunakan bahasa yang kasar. tata krama. (3) Menanamkan pendidikan karakter santun pada siswa melalui pembelajaran nilai-nilai aqidah bagi siswa kelas VIII MTs N 2 Bantul, khususnya melalui model pembiasaan dan keteladanan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun cek keabsahan data dilakukan dengan triagulasi sumber data. This study was undermined by the decline in student behavior associated with the degradation of the character of decency. The purpose of this study is (1) to describe the cultivation of a decent character in the pupils through the learning of an equal character in MTs N and Bantul. (2) to find out what obstacles and solutions exist in the introduction of an attitude of decency to pupils in the N 2 MTs. (3) to know the benefits for pupils of the eighth grade concerning the cultivation of an honest character in learning moral character in Mts. N. 2. Bantul. Thus, it can be concluded that: (1) the teaching of ethics to the students of the eighth grade at MTs N 2 Bantul is currently running effectively and efficiently. Morality is inseparable from the media, tactics, and classroom environments that teachers use during the learning process. (2) Eighth grade students of MTs N 2 Bantul are friendly to students who are still out of class without permission while the lesson is going on, say unpleasant things to their peers, such as pronouncing dirty words, and communicate with the teacher without using rude language. It's a cramp. (3) Implement the education of the character of the student through the learning of the equal values of the students of the eighth grade, MTs N 2 Bantul, in particular through the model of customization and compatibility. The research method used is qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques in this study are observations, interviews, and documentation. Then data analysis is done with data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. As for data validity checks, triangulation of data sources is done.
Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila Pada Mahasiswa PPKn Universitas PGRI Semarang Amanda, Nabaa; Futura, Zaki; Rizkiwan, Bagus; Amalia, Krisma; Nabila, Jihan
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v12i2.16371

Abstract

Pancasila adalah dasar filsafat negara dan ideologi negara yang menjadi sumber dalam melakukan berbagai aspek kegiatan dalam bermasyarakat. Nilai-nilai dalam Pancasila menjadi pedoman yang memiliki dampak signifikan dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa PPKn Universitas PGRI Semarang agar menjadi insan yang baik. Implementasi nilai-nilai Pancasila mendorong terciptanya harmoni, kesatuan, keadilan, dan kesejahteraan dalam mahasiswa PPKn Universitas PGRI Semarang. Oleh karena itu, penting untuk terus mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan dan bermasyarakat agar dapat bersosialisasi antar mahasiswa PPKn Universitas PGRI Semarang. Nilai-nilai pancasila menjadi sumber dan pedoman bagi mahasiswa PPKn Universitas PGRI Semarang dalam kehidupan kampus. Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian ini melibatkan pengumpulan data dari berbagai sumber, seperti literatur, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila memainkan peran penting dalam membentuk kehidupan sehari-hari masyarakat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat terkhusus bagi mahasiswa PPKn Universitas PGRI Semarang. Pancasila is the basis of state philosophy and state ideology which is a source in carrying out various aspects of activities in society. The values in Pancasila are guidelines that have a significant impact on the daily lives of Civics students at PGRI Semarang University in order to become good people. The implementation of Pancasila values encourages the creation of harmony, unity, justice, and welfare in Civics students of PGRI Semarang University. Therefore, it is important to continue to practice the values of Pancasila in every aspect of life and society in order to socialize among Civics students of PGRI Semarang University. The values of Pancasila become a source and guideline for Civics students of PGRI Semarang University in campus life. This research will use this research method involves collecting data from various sources, such as literature, and observations. The results show that Pancasila values play an important role in shaping the daily lives of people in Indonesia. This research aims to analyze the role and implementation of Pancasila values in the daily life of society, especially for Civics students of PGRI Semarang University
Pendidikan Demokrasi Bagi Pemilih Pemula untuk Mewujudkan Pemilu yang LUBER JURDIL Aprilia, Indah Siti; Perdana, Rian Achmad
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v12i2.22328

Abstract

Pemilihan Umum merupakan sebuah pesta demokrasi yang merupakan salah satu pilar utama dari proses akumulasi kehendak masyarakat. Pemilu ini diadakan selama 5 (lima) tahun sekali adapun pemilu mendatang akan dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang. Jumlah pemilih dalam pemilu terus bertambah seiring dengan waktu, pada tahun mendatang terdapat sejumlah pemilih pemula yang akan berpartisipasi dalam pemilu baik pemilu serentak maupun pilkada serentak. Metode pelaksanan kegiatan berupa penyuluhan edukasi pada pemilih pemula mengenai urgensi keberadaan pemilu di Indonesia dan upaya mewujudkan asas pemilihan umum Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia, Jujur dan Adil. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa mengenai asas-asas dalam pemilu, termasuk pada konstensasi pemilu tahun 2024 akan melaksanaan pemilihan pemilihan umum serentak untuk memilih DPR, DPD, Presiden/Wakil Presiden, dan Anggota DPRD. Harapan dari diadakannya edukasi ini adalah untuk menekan angka pemilih pemula yang tidak melakukan pemilu di Indonesia sebagai perwujudan negara demokrasi yang berkembang.Kata Kunci: Pemilu, Pemilih Pemula, Luber Jurdil Abstract:  The General Election is a democratic party which is one of the main pillars of the process of gathering the will of the people. This election is held every 5 (five) years, while the next election will be held in 2024. The number of voters in elections continues to increase over time, in the coming year there will be a number of first-time voters who will participate in elections, both simultaneous elections and simultaneous regional elections. The method of implementing the activity is in the form of educational outreach to novice voters regarding the urgency of elections in Indonesia and efforts to realize direct, general, free and secret, honest and fair general elections. The results of the activities obtained were that there was an increase in students' knowledge regarding the principles of elections, including that in the 2024 election constituencies there will be simultaneous general elections to elect DPR, DPD, President/Vice President, and DPRD members. The hope of holding this education is to reduce the number of first-time voters who do not take part in elections in Indonesia to stimulate a developing democratic country.Keyword: Election, Beginner Voters, Luber Jurdil
AKTUALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM TRADISI MBOLO RASA PADA SUKU MBOJO (Studi Deskriptif di Suku Mbojo, Desa Nunggi Kecamatan Wera Kabupaten Bima) Ifana, Nonik; Sukmayadi, Trisna Sukmayadi
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v12i2.16734

Abstract

Pancasila merupakan landasan normatif dan ideologi yang kuat dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Tradisi Mbolo Rasa Pada Suku Mbojo Di Desa Nunggi Kecamatan Wera Kabupaten Bima.penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian adalah kepala desa, tokoh masyarakat dan masyarakat. Data dikumpulkan dengan tehnik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ; 1) Nilai-Nilai Pancasila dalam Tradisi Mbolo Rasa adalah Nilai Ketuhanan, Nilai Kemanusiaan, Nilai Persatuan, Nilai permusyawaratan, dan Nilai Keadilan; 2) Wujud Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Tradisi Mbolo Ras, menerapkan nilai-nilai ajaran agama dengan memikirkan salam pada saat pelaksanaan Tradisi mbolo, memiliki rasa empati terhadap sesama, Bersatu untuk bekerja sama dalam pelaksanaan Tradisi mbolo rasa, masyarakat melaksanakan musyawarah dalam mengambil keputusan 3) Peran pemerintah desa nunggi dalam aktualisasi nilai Pancasila pada pelaksanaan Tradisi mbolo rasa adalah memberikan sosialisasi secara langsung maupun melalui media sosial mengenai aktualisasi pancasila serta apabila ditemukan yang tidak hadir maka dalam pelaksanaan Tradisi jika sudah di undang akan mengadakan diskusi mengenai alasan tidak ikut hadir.Pancasila is a solid normative and ideological foundation for carrying out community life. This study aims to determine the actualization of Pancasila values in the tradition of Mbolo Rasa (community deliberation) in the Mbojo tribe in Nunggi Village, Wera District, Bima Regency. This study is a qualitative study with a descriptive approach. The research data sources are village heads, community leaders, and the community. Data were collected using interviews, observation, and documentation techniques. The collected data were then analyzed through data reduction, presentation, and concluding. The results of the study show that 1) Pancasila Values in the Mbolo Rasa Tradition (community deliberation) are Divinity Values, Humanity Values, Unity Values, Deliberation Values, and Justice Values; 2) The form of actualization of Pancasila values in the Mbolo Rasa tradition (community deliberation), the values of religious teachings are applied by saying greetings when attending the Mbolo tradition, having empathy for fellow community members, the community unites to work together in the implementation of the Mbolo rasa tradition, the community carries out deliberations in making decisions. 3) The role of the Nunggi village government in the actualization of Pancasila values in the implementation of the Mbolo rasa tradition is to provide direct socialization or via social media regarding the actualization of Pancasila. If it is found that people are not present in the implementation of the tradition if they have been invited, they will ask a discussion about the reasons for not attending
Strategi Pencegahan Penelantaran Anak Pekerja Migran Indonesia di Desa Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Maemunah, Maemunah; Saddam, Saddam; Sakban, Abdul
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v12i2.28158

Abstract

Penelantaran anak merupakan perbuatan yang melanggar hukum pidana karena membiarkan mereka tidak mendapatkan pemenuhan hak-hak perlindungan anak. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi strategi pencegahan penelantaran anak pekerja migran Indonesia di Jerowaru kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Informan penelitian terdapat 5 orang pengasuh dan 3 orang aparat desa. Pengumpulan data menggunakan interview dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan tahapana pengumpulan data, display data, verifikasi data dan mengambil kesimpulan serta triangulasi keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pencegahan pencegahan penelantaran anak pekerja migran Indonesia dapat dilakukan dengan cara: pertama, kebijakan dan regulasi perlindungan anak pekerja migran Indonesia harus diperkuat pada aspek perlindungan anak pekerja migran yang ditinggal dengan melindungi hak asuh, pendidikan, kesehatan dan sosial. Kedua, kerja sama pemerintah dengan forum anak desa sebagai wadah pembinaan anak pekerja migran dengan memberikan upaya peningkatan penguatan karakter. Ketiga, memberikan penguatan pola pengasuh anak melalui pendampingan berkelanjutan agar para pengaruh anak PMI ini mendapatkan perlakuan yang manusiawi dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia. Keempat, program pendidikan dan kesadaran bagi pengasuh sangat penting dilakukan untuk mencegah penelantaran anak pekerja migran, sehingga dengan pola tersebut mampu memberikan efek yang positif terhadap perlindungan anak. Jadi strategi pencegahan penelantaran anak sebagai perlindungan anak seawal mungkin untuk mengurangi penelantaran anak yang lebih besar. Child neglect is an act that violates criminal law because it allows them not to get the fulfillment of child protection rights. The purpose of this study was to explore strategies for preventing the neglect of Indonesian migrant worker children in Jerowaru, East Lombok Regency. This research method uses qualitative research with an empirical legal approach. The research informants were five caregivers and three village officials. Data collection used interviews and document analysis. Data analysis used the stages of data collection, data display, data verification, drawing conclusions, and triangulation of data validity. The results of this study indicate that strategies for preventing the neglect of Indonesian migrant worker children can be carried out in the following ways: first, policies and regulations for the protection of Indonesian migrant worker children must be strengthened in terms of protecting migrant worker children who are left behind by protecting custody, education, health, and social rights. Second, government cooperation with village children's forums as a forum for fostering migrant worker children by providing efforts to improve character building and third, providing strengthening of child care patterns through ongoing assistance so that these PMI children receive humane treatment and uphold human rights values. Fourth, education and awareness programs for caregivers are critical to prevent the neglect of migrant workers' children so that this pattern can provide a positive effect on child protection. So, the strategy of avoiding child neglect as early child protection as possible is to reduce the neglect of older children.

Page 1 of 2 | Total Record : 11