cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Arsir
ISSN : 25801155     EISSN : 26144034     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur Arsir is published by Architecture Department, Faculty of Engineering, Muhammadiyah University of Palembang. It reviews any subjectt related to the field of architecture. Published a twice a year; in June and December; there are two version of publication; ISSN 2580-1155 (print) and ISSN 2614-4034 (online)
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2022): Arsir" : 9 Documents clear
Investigasi Kualitas Udara Ruang Kelas dengan Perubahan Ventilasi Aktif Menjadi Alami Pasca Pandemi di Daerah Tropis Lembab Setiati, Tri Woro; Febrina, Sandra Eka; Islami, Fajar Sadik
Arsir Vol 6, No 2 (2022): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v6i2.5167

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak dan perubahan yang cukup signifikan dalam kehidupan manusia. Penggunaan masker, aturan mencuci tangan, jaga jarak serta perubahan sistem ventilasi ruang dalam dari buatan menjadi alami kembali. Sebelum masa pandemi, rata-rata sekolah telah menggunakan air conditioning untuk menjaga kualitas udara dalam. Namun, kondisi pasca pandemic memaksa seluruh ruang memanfaatkan kembali ventilasi alami. Kondisi tersebut mengharuskan jendela di ruang kelas terbuka untuk memaksimalakan pertukaran  udara. Tentu saja kualitas udara di dalam ruang akan berbeda dengan sebelumnya. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kembali kualitas udara ruang kelas yang mengalami perubahan dari penggunaan sistem ventilasi buatan menjadi alami. Investigasi dilakukan dengan pengukuran kualitas udara dengan beberapa parameter diantaranya konsentrasi partikulat (PM 2,5; PM 1,0 dan PM10), kecepatan udara, temperatur dan kelembapan udara serta HCHO dan TVOC. Metode penelitian dilakukan dengan pengukuran langsung kualitas udara pada ruang kelas yang menggunakan ventilasi alami serta ruang kelas yang menggunakan air conditioning dalam waktu yang sama. Hasil komparasi menunjukkan bahwa, kualitas udara pada ruang kelas dengan ventilasi alami lebih baik, berdasarkan evaluasi kecepatan udara, nilai HCHO dan TVOC. Namun, untuk nilai konsentrasi partikulat menunjukkan nilai yang lebih tinggi dikarenakan jendela yang terbuka memberikan kesempatan debu dan emisi kendaraan masuk secara langsung.
Aspek-Aspek Arsitektur Tradisional dalam Landmark di Kota-Kota Besar di Indonesia Angkasa, Zuber; Kamil, Erfan M; Iskandar, Iskandar; Jaya, Meldo Andi
Arsir Vol 6, No 2 (2022): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v6i2.5466

Abstract

Penelitian ini meninjau aspek-aspek arsitektur tradisional yang menjadi landmark di kota-kota besar di Indonesia dan popularitasnya dibandingkan landmark yang sepenuhnya modern dengan memeriksa jenis, aspek, kategori, dan daya tarik landmark di ibukota provinsi di Indonesia. Analisis deskriptif dan one-way ANOVA digunakan untuk mengklasifikasikan landmark dan memeriksa secara kuantitatif relasi antara landmark dengan daya tariknya bagi masyarakat kota. Hasil mengungkapkan bahwa 39 dari 121 landmark yang disurvai memiliki aspek arsitektur tradisional. Arsitektur tradisional dapat dilihat dalam aspek atap, bangunan, dan ornamen. Kategori landmark yang mengandung aspek arsitektur tradisional adalah masjid, museum, taman, jalan, kompleks bangunan, kuil/wihara/kelenteng, pura, benteng, keraton, monumen, dan pasar. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa landmark yang mengandung aspek arsitektur dan menonjol secara visual memiliki daya tarik lebih tinggi dari landmark yang hanya mengandung salah satu karakteristik tersebut. Hasil ini meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya aspek arsitektur tradisional untuk diterapkan dalam desain landmark dan menyarankan penambahan aspek-aspek arsitektur tradisional pada landmark yang telah ada maupun pada desain landmark yang akan datang
Desain Akustik Interior Sekolah Minggu Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan (GKSBS) Palembang Siloam Anggraeni, Dhita Wahyu; Amin, Abdul Rachmad Zahrial; Mustika, Suzzana Winda Artha; Daniel, Daniel
Arsir Vol 6, No 2 (2022): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v6i2.5268

Abstract

Sekolah minggu merupakan wadah atau tempat yang tepat bagi tumbuh kembangnya spiritualitas anak. Sekolah minggu memiliki tujuan untuk mendidik anak tentang kebenaran, nilai-nilai dan moral Kristiani yang ditanamkan dalam diri anak-anak, sehingga dapat menjadi bekal anak-anak untuk masa depannya. Sekolah minggu di Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan (GKSBS) Palembang Siloam yang beralamat di Jalan H. Sanusi, Sukabangun Kecamatan Sukarami Palembang. Permasalahan yang di temukan pada ruang sekolah minggu adalah kurang nyaman dari segi akustik yaitu adanya gaung saat ruang ibadah tersebut digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran desain material akustik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil yang ditemukan setelah desain ulang dengan simulasi Ecotect waktu dengung yaitu sebesar 0,53 detik dan dan perhitungan matematis waktu dengung yaitu sebesar 0,5 detik. Angka tersebut masuk dalam range standard.
Inovasi Desain dengan Menggunakan Bahan Bekas Peti Kemas untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) Rukayah, R Siti; Giovano, Fariz Addo; Abdullah, Muhammad
Arsir Vol 6, No 2 (2022): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v6i2.5197

Abstract

Pedagang Kaki Lima (PKL) dikategorikan sebagai pedagang informal dengan keberadaannya di ruang perkotaan dianggap ilegal. Keberadaannya menempati daerah-daerah strategis di perkotaan seperti ruang terbuka kota, tepi jalan besar dan perumahan. Di Perumahan Banyumanik Semarang, keberadaan PKL menempati jalan besar dan area strategis menuju seperti pertigaan jalan menuju perumahan cluster dan lapangan terbuka. Keberadaan bangunan PKL yang tidak terdesain mengganggu sirkulasi dan visual lingkungan. Mereka telah ada sejak perumahan tersebut dibangun tahun 1990an. Namun keberadaan mereka hingga kini teramati  stagnan sebagai PKL. Setelah 40 tahun keberadaannya, bentuk bangunan masih sama non permanen dan belum ada kemampuan menyewa lokasi lahan/ pertokoan. Tujuan paper ini adalah membuat model desain PKL non permanen yang mendukung visual di lingkungan perumahan. Metode yang digunakan adalah metode survei dan metode perancangan dengan penggambaran arsitektur. Bahan yang digunakan untuk merancang PKL non permanen adalah shipping container/ peti kemas. Perkembangan teknologi yang didukung dengan kreativitas manusia, menghasilkan inovasi-inovasi penggunaan peti kemas untuk desain bangunan yang menarik. Rekomendasi riset adalah munculnya kepedulian arsitek untuk memanfaatkan peti kemas bekas sebagai bahan untuk membuat model bangunan.
Pencahayaan Buatan pada Gedung Maitreyawira Convention Center Yonatan, Maria Angelina; Amin, Abdul Rachmad Zahrial
Arsir Vol 6, No 2 (2022): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v6i2.4972

Abstract

Indonesia memiliki potensi pariwisata yang tinggi, salah satunya adalah pariwisata di bidang industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exibition). MICE merupakan wisata konvensi, dengan batasan seperti usaha jasa konvensi. Hal ini sebagai usaha dengan kegiatan memberikan jasa pelayanan bagi suatu pertemuan sekelompok orang. Maitreyawira Convention Center menjadi salah satu penyedia jasa konvensi yang sedang meningkat pemakainya di kota Palembang. Dalam penggunaan konvensi banyak aspek yang harus di perhatikan, salah satunya adalah pencahayaan alami dan pencahayaan buatan yang sesuai untuk penggunaan konvensi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis dengan melakukan simulasi dengan program DIALux guna mendapatkan kuat ternag pencahayaan buatan. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa  pencahayaan buatan pada gedung Maitreyawira Convention Center masih kurang dari standar kebutuhan pencahayaan untuk sebuah ruang konvensi, yaitu berkisar 20 sampai dengan 120 lux.Kata kunci: MICE, pencahayaan alami, pencahayaan buatan, standar pencahayaan.
Model Perencanaan Rumah Deret yang Meminimalkan Resiko Bocor dan Genangan Air di Perumahan Griya Teratai Palembang Sary, Reny Kartika; Angrini, Sisca Novia; Diem, Anson Ferdiant
Arsir Vol 6, No 2 (2022): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v6i2.5317

Abstract

Banyak jenis-jenis rumah yang terdapat di Indonesia salah satunya adalah rumah deret. Pembangunan rumah deret ini adalah sebagai salahsatu solusi dalam mengatasi masalah permukiman yakni kekurangan lahan yang ada dikota-kota besar. Rumah deret indentik dengan perkampungan kumuh, akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu dan semakin banyaknya kebutuhan akan tempat tinggal (rumah), maka model atau perencanaan rumah deret yang ada sekarang semakin modern. Namun rumah deret ini selain menjadi solusi semakin sedikitnya lahan yang tersedia ternyata juga memiliki permasalahan lainnya yang harus segera dicari jalan keluarnya. Sehingga model rumah deret ini akan tetap bisa digunakan di masa yang akan datang. Adapun permasalahan yang sering dihadapi oleh rumah deret adalah: 1. Bocor pada bagian dinding kamar mandi; 2. Kebocoran Atap; 3. Banjir pada bagian belakang rumah. Pada penelitian ini akan di bahas bagaimana mengatasi masalah yang timbul pada rumah deret yang seharusnya tidak terjadi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif  kualitatif, dengan cara melakukan survei lapangan dimana peneliti langsung melakukan survei ke Komplek Perumahan Griya Teratai yang merupakan salahsatu komplek perumahan yang berbentuk rumah deret di kota Palembang
Perkembangan Struktur dan Elemen-Elemen Pembentuk Ruang Tanah Pilih Pusako Batuah Pusat Kota Jambi Permana, Aria; Wongso, Jonny; Triana, Era
Arsir Vol 6, No 2 (2022): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v6i2.4743

Abstract

Kota tumbuh dan berkembang dalam rentang waktu yang lama, perkembangan kota berkaitan dengan dimensi waktu yaitu aspek kesejarahan yang berperanan penting dalam membentuk morfologi kota. Kota bukan hanya produk tetapi juga merupakan akumulasi proses manifestasi fisik dari kehidupan non fisik, yang dipengaruhi oleh sistem nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat pada masa pembentukannya (Danisworo 1989). Pusat Kota Jambi, Tanah Pilih Pusako Batuah, terletak di cekungan sungai Batanghari yang merupakan urat nadi perekonomian pada masa itu. Pusat kota ini telah ada sejak masa Kesultanan Jambi abad ke-16 dan berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan bandar perdagangan yang ramai dengan pelabuhan dagangnya (Pradjoko & Utomo, 2013). Pusat kota Tanah Pilih ini merupakan awal dari kota Jambi pada saat ini telah berkembang setidaknya melalui tiga periode: periode Kesultanan Jambi, Periode Kolonial Hindia Belanda dan Periode Kemerdekaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan struktur dan elemen-elemen pembentuk ruang pusat kota Jambi selama tiga periode tersebut. Elemen-elemen tersebut terdiri dari jalan dan jaringan jalan, tata guna lahan dan bangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan morfologi diakronik-sinkronik, dimana penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena kondisi faktual di pusat kota, pendekatan morfologi diakronik mencoba menelusuri asal usul kawasan berdasarkan kesejarahannya dan mencoba untuk me-spasialkan kedalam bentuk ruang kota, sehingga dapat diketahui faktor serta pengaruh adanya perubahan fungsi sekarang dengan masa lalu. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh perkembangan struktur dan elemen-elemen pembentuk ruang pusat kota dengan kondisi geografis pusat kota, struktur sosial masyarakat dan sistem tatanan ekonomi.
Ornamen Rumah Adat Aceh Utara dalam Terminologi Arsitektur novianti, yenny; Amalia, Lisna; Deni, Deni
Arsir Vol 6, No 2 (2022): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v6i2.5282

Abstract

Along with the times, Indonesian culture is starting to be neglected by various groups, especially the millennial generation. This can be seen in the erosion of culture in a region, especially in the values and meanings contained in carvings on the ornaments of traditional houses of north aceh, so that preservation is needed to inhibit the acceleration of the rate of shift in the value of modern society's life. Cultural preservation is also a process of preserving, maintaining and preserving culture so that the cultural meanings contained in it are maintained properly so as not to eliminate the original character of the culture itself. This study aims to reveal the existence of carvings on ornaments, their general meaning and meaning in architectural semiotics on carvings of traditional houses of Aceh Utara. The data analysis technique used in this research is architectural semiotics which was developed by Charles Jencks, namely signifier-signified which describes the interpretation of meaning, langue-parole which describes universal and individual linguistic meanings and syntagmatic-paradigmatic to analyze the relationship between language rules and rules in grammatical units in the form of carvings on the ornaments. The results and discussion found from this study are the traditional house of North Aceh using the Aceh Besar decorative motif as the basis for its later ornamental carvings which have gone through developments and modifications based on local cultural considerations. Besides that, North Aceh has the bungong mata uroe motif as the original motif from the region. Decorative motifs on ornamental carvings tell about the way of life, the philosophy of life, culture, mores and religion.
Kajian Elemen Ruang Kawasan Talang Semut Palembang Zulfikri, Zulfikri; Mafra, Ramadisu; Riduan, Riduan
Arsir Vol 6, No 2 (2022): Arsir
Publisher : Universitas muhammadiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/arsir.v6i2.5457

Abstract

Minimnya perhatian Pemerintah Daerah terhadap keberadaan kota tua, kawasan kota lama dan bangunan kuno adalah impase klasik. Bangunan tak terawat, alih fungsi banguan atau kawasan, bahkan fenomena penghancuran bangunan kuno kerap terjadi di Palembang. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan mencari informasi potensi yang terdapat pada kawasan Talang Semut Palembang serta permasalahan pelestarian kawasan, dan hasilnya diharapkan menjadi masukan bagi Pemerintah Daerah terkait pelestarian kawasan atau bangunan bersejarah.  Metoda analisis kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam pengolahan dan interpretasi data hasil survey.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampai saat ini ciri khas masa lampau dengan bentuk bangunan kolonial, kolam retensi, rumah dinas Walikota,  serta penghijauan yang tertata dengan rapi dan indah merupakan symbol tersendiri terhadap kawasan ini. Artefak bangunan kolonial dengan pola radial sebagai bukti sejarah, lebih banyak ditemukan di sepanjang jalan utama kawasan ini dibandingkan dengan kawasan lain di Palembang dengan kondisi yang terawat. Permukiman yang tertata rapi, ketersediaan fasilitas publik, udara yang relatif bersih, kawasan yang bernilai estetika tinggi, berperan dalam pemeliharaan kesehatan warga kota Palembang. Lemahnya implementasi Perda tentang pelestarian cagar budaya turut menyebabkan terjadinya kasus perubahan bentuk asli bangunan kolonial.

Page 1 of 1 | Total Record : 9