cover
Contact Name
Dwi Nurhidayah
Contact Email
ampibi@uho.ac.id
Phone
+6285241567769
Journal Mail Official
ampibi@uho.ac.id
Editorial Address
http://ojs.uho.ac.id/index.php/ampibi/about/editorialTeam
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi 
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 25276735     EISSN : 27236846     DOI : http://dx.doi.org/10.36709/ampibi
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi merupakan jurnal yang memuat tulisan berdasarkan hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian, dan penerapan teori dalam bidang pendidikan biologi seperti model/metode Pembelajaran Biologi, Strategi Pembelajaran Biologi, Pembelajaran Biologi Media dan TIK Pembelajaran Biologi, Higher Order Thinking Skill biologi dan Biologi Literasi.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3" : 10 Documents clear
ETNOBOTANI DALAM UPACARA ADAT PERNIKAHAN SUKU MUNA KABUPATEN MUNA SULAWESI TENGGARA Wa Ode Susianti; Asmawati Munir; Hittah Wahi Sudrajat
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.571 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i3.5042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis, pemanfaatan organ, serta makna simbolis tumbuhan yang digunakan dalam upacara adat pernikahan suku Muna. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode wawancara terbuka dan semistruktural. Penentuan informan dalam penelitian ini ditentukan secara purposif dengan teknik snowball. Data hasil penelitian ini diolah dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang dilakukan ditemukan 19 familia terdiri dari 32 spesies tumbuhan yang dimanfaatkan dalam upacara adat pernikahan suku Muna. Berdasarkan familianya yakni tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan yaitu Arecaceae sebanyak 4 spesies, Poaceae dan Anacardiaceae masing-masing sebanyak 3 spesies, sedangkan famili lainnya terdiri dari 2 dan 1 spesies. Berdasarkan habitusnya terdiri dari liana, herba, perdu dan pohon. Tumbuhan yang paling banyak digunakan yakni pohon 13 spesies (42%) dan yang paling sedikit yakni perdu 3 spesies (10%). Tumbuhan berdasarkan bagian yang dimanfaatkan dikelompokkan menjadi 6 kelompok bagian yakni umbi, daun, batang, buah, biji dan seluruh organ. Pemanfaatan buah sebanyak 60% dan yang paling sedikit yaitu biji sebanyak 7,5%. Berdasarkan asal tumbuhan yakni tumbuhan budidaya sebanyak 25 spesies (77%), tumbuhan non budidaya sebanyak 2 spesies (6%) dan tumbuhan campuran sebanyak 5 spesies (17%). Tumbuhan yang dimanfaatkan dalam upacara pernikahan bermakna sebagai simbol yakni simbol rasa manis, mengenyangkan, rasa asam, kebaikan, kesungguhan dan keteguhan hati laki-laki, kewanitaan, pria, dan kehidupan.Kata kunci : Etnobotani, Upacara Adat Pernikahan Suku Muna
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR KOGNITIF MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE PADA POKOK BAHASAN JAMUR DI KELAS X SMA NEGERI 18 KONAWE SELATAN Esti Widiyastuti; Amiruddin Amiruddin; Parakkasi Parakkasi
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.877 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i3.5048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar kognitif siswa melalui model pembelajaran langsung dan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture pada materi jamur di kelas X SMA Negeri 18 KonaweSelatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasy eksperiment). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X. Sampel penelitian yaitu kelas X1 kelas yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran langsung dan kelas X2 yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture. Penetuan sampel dengan cara purposive sampling. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisi menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Sesuai hasil penelitian rata-rata nilai hasil belajar kognitif siswa diajar dengan model pembelajaran langsung adalah 62,85 sedangkan siswa ynag diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture adalah 71,9. Sehingga nilai rata-rata siswa kelas eksperimen lebih baik secara signifikan dibandingkan nilai rata-rata kelas kontrol pada materi jamur dengan nilai α < 0,05 hal ini disebabkan oleh kemampuan siswa yang semakin muda dalam memahami materi yang diajarkan. Karena dengan model pembelajarn kooperatif tipe picture and picture memberikan kesan yang menyenangkan dan membantu dalam mengingat pelajaran yang telah disampaikan.Kata Kunci: Kooperatif tipe Picture and Picture, Jamur
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI SISTEM EKSKRESI PADA SISWA KELAS VIIIe SMP NEGERI 20 KENDARI Nursamdiyanti Nursamdiyanti; Jahidin Jahidin; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.394 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i3.5049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIIIe SMP Negeri 20 Kendari melalui penerapan model pembelajaran kontekstual berbasis inkuiri. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015/2016 di SMP Negeri 20 Kendari. Penelitian ini berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus belajar. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Setiap siklus melalui empat tahapan yakni: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) observasi dan evaluasi; dan (4) refleksi. Subyek penelitian siswa kelas VIIIe SMP Negeri 20 Kendari yang berjumlah 27 orang, terdiri dari 19 orang siswa laki-laki dan 8 orang siswa perempuan. Sumber data yang diperoleh dari penelitian ini menggunakan lembar observasi aktivitas siswa dan tes evaluasi hasil belajar kognitif siswa siklus I dan siklus II. Data hasil penelitian dianalisis dengan cara deskriptif. Keberhasilan tindakan aktivitas siswa siklus I mencapai 58,8% dengan kategori cukup dan siklus II mencapai 82,1% dengan kategori baik. Ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 55,6%, ketuntasan hasil belajar siswa siklus II mengalami peningkatan sebesar 88,9%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kontekstual berbasis inkuiri dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIIIe SMP Negeri 20 Kendari.Kata kunci: Inkuiri, Aktivitas, Hasil Belajar.
IDENTIFIKASI JENIS TUMBUHAN EPIFIT DI WILAYAH LAHUNDAPE POS WATU-WATU DALAM KAWASAN TAMAN HUTAN RAYA NIPA-NIPA Akmalsyah Akmalsyah; Asmawati Munir; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.394 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i3.5044

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis-jenis tumbuhan epifit yang terdapat di wilayah Lahundape Pos Watu-Watu dalam kawasan Taman Hutan Raya Nipa-Nipa. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi dengan teknik jelajah. Teknik analisis data secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian di Wilayah Lahundape Pos Watu-Watu dalam Kawasan Taman Hutan Raya Nipa-Nipa ditemukan 28 spesies tumbuhan epifit yang termasuk dalam 3 Divisio (Spermatophyta, Pteridophyta dan Bryophyta), 7 familia (Orchidaceae, Polypodiaceae, Moraceae, Anthocerotaceae, Acrogynaceae, Rhizoginiaceae dan Polytrichoaceae) dan 24 genus. Jenis epifit yang ditemukan antara lain Bulbophyllum lepidum (Bl.) J.J.S, Bulbophyllum binnendijkii J.J.S, Cymbidium lancifolium Hook., Cymbidium finlaysonianum Lindl., Dendrobium anosmum Lindl., Taeniophyllum tjibodasum J.J.S, Aerides Odorata Linn., Thrixpermum formosanum (Bl.) Rchb.f., Drynaria quercifolia (L.) J.Sm, Drynaria sparsisora Moore, Cyclophorus nummularifolius C.Chr., Elaphoglossum angulatum (Blume) T. Moore., Phymatodes scolopendria (Burm. F.) Ching, Humata repens (L.f.) Diels, Adiantum cuneatum Langs. & Fisch, Drymoglosum piloselloides (Linn) Pr., Nephrolepis biserrata (Sw.) Schott., Antrophyum reticulatum (Forst.) Kaulf, Elaphoglossum rimbachii J., Elaphoglossum annamense C.chr., Lemmaphyllum carnosum (Hook.) C.Prest, Pyrrosia numularifolia (Sw.) Ching., Davalia denticulata (Burm.) Mett., Ficus Sundaica Bl., Ficus sp., Anthoceros fusiformis, Funaria hygrometrica, Polytrichum commune dan Plagiocila asplenioides.Kata kunci: Identifikasi, Tumbuhan Epifit, TAHURA Nipa-Nipa
JENIS-JENIS TUMBUHAN GULMA DI AREA PERSAWAHAN DESA TAJUNCU KECAMATAN MATA OLEO KABUPATEN BOMBANA Muh Ikbal; Damhuri Damhuri; Asmawati Munir
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.628 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i3.5040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan gulma yang terdapat di area persawahan Desa Tajuncu Kecamatan Mata Oleo, Kabupaten Bombana. Metode yang digunakan adalah metode jelajah/eksplorasi dengan menjelajah seluruh area persawahan yang ada di Desa Tajuncu, sekaligus mengambil sampel yang mewakili masing-masing dari setiap jenis. Data yang didapatkan dianalisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada area persawahan desa Tajuncu Kecamatan Mata Oleo ditemukan sebanyak 26 jenis gulma dari 11 famili. Sebanyak 8 famili termasuk kelas Dicotyledoneae (Asteraceae, Euphorbiaceae, Sphenocleaceae, Solanaceae, Verbenaceae, Plantaginaceae, Amaranthaceae, dan Fabaceae) dan 3 famili merupakan kelas Monocotyledoneae (Cyperaceae, Poaceae, dan Commelinaceae). Berdasarkan jenis gulma diperoleh sebanyak 6 jenis gulma rerumputan (berdaun sempit), 7 jenis gulma teki-tekian, dan 13 jenis gulma berdaun lebar.Kata kunci: Tumbuhan Gulma, Identifikasi
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) LIMBAH SAYURAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) Febrianti Yunita; Damhuri Damhuri; Hittah Wahi Sudrajat
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.977 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i3.5045

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC limbah sayuran terhadap pertumbuhan dan produksi cabai merah. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Laboratorium Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Variabel penelitian terdiri atas variabel bebas (X) berupa perlakuan POC limbah sayuran dengan konsentrasi 0%, 6%, 8%, 10%, 12%, 14%, dan variabel terikat (Y) yaitu pertumbuhan dan produksi cabai merah dengan indikator tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (cm), jumlah buah (buah), dan berat basah buah (g) setelah diberikan perlakuan POC limbah Sayuran. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), masingmasing 4 kali ulangan. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan uji F pada taraf kepercayaan 95% (α = 0.05) serta dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Jarak Nyata Duncan (BJND) dan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil analisis sidik ragam diperoleh bahwa Fhitung> Ftabel. Pemberian POC limbah sayuran berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah buah, dan berat buah. Perlakuan X2 (POC 8%) merupakan perlakuan yang paling baik di antara semua perlakuan dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi cabai merah.Kata kunci: POC limbah sayuran, cabai merah (Capsicum annuum L.)
KAJIAN ETNOBOTANI ROTAN BATANG (Calamus zollingeri B.) MASYARAKAT DESA MATALAGI KECAMATAN WAKORUMBA UTARA KABUPATEN BUTON UTARA Sarwiana Sarwiana; Asmawati Munir; Hittah Wahi Sudrajat
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.897 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i3.5041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian Etnobotani Rotan Batang (Calamus zollingeri B.) oleh Masyarakat Desa Matalagi Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu metode wawancara, terdiri dari tiga tahapan (1) observasi partisipatif, (2) wawancara dan (3) dokumentasi. Pengolahan data secara deskriptif kualitatif. Etnobotani rotan batang masyarakat desa Matalagi meliputi: Etnomedisin rotan batang yaitu pengobatan penyakit malaria, hepatitis dan rambut rontok. Etnoantropologi rotan batang meliputi: upacara adat seperti pesta panen, akikah dan pernikahan. Etnoekonomi rotan batang meliputi: batang rotan mentah dijual kepada pengumpul, perabot rumah tangga yang terdiri atas keranjang dan nyiru, bahan bangunan terdiri atas pengikat pagar, pengikat atap dan tenda serta pucuk rotan sebagai bahan makanan.Kata kunci : Botani, Etnomedisin, Etnoantropologi, Etnoekonomi, Calamus zollingeri B.
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS GASTROPODA DAN BIVALVIA DI PANTAI LOWU-LOWU KECAMATAN LEA-LEA KOTA BAUBAU Nurmiati Nurmiati; HM Sirih; Parakkasi Parakkasi
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.059 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i3.5047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis Gastropoda dan Bivalvia apa saja yang ada di Pantai Lowu-Lowu pada substrat berpasir danberlumpur dan substrat berpasir dan berbatu. Pada penelitian dilakukan eksplorasi, menggunakan teknik jelajah yakni dengan menjelajahi lokasi penelitian secara vertikal sambil mengumpulkan jenis Gastropoda dan Bivalvia. Teknik analisis data secara deskriptif yaitu dengan mendeskripsikan ciri-ciri morfologi setiap jenis Gastropoda dan Bivalvia dengan mengacu pada buku-buku identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gastropoda yang ditemukan di lokasi penelitian terdiri atas 3 Ordo, 12 Familia, 13 Genus dan 18 Spesies, dan Bivalvia terdiri atas 6 Ordo, 10 Familia, 11 Genus dan 14 Spesies. Spesies Gastropoda yang mendominasi yaitu Strombus gibberulus dari Familia Strombidae, dan spesies Bivalvia yang mendominasi yaitu Gafrarium tumidum dari Familia Veneridae. Gastropoda dan Bivalvia yang ditemukan pada stasiun I dan stasiun II relatif berbeda, hal ini dipengaruhi oleh tipe substrat pada masing-masing stasiun.Secara umum, hasil pengukuran faktor lingkungan perairan yaitu suhu dan salinitas di lokasi penelitian masih dapat menunjang kehidupan Gastropoda dan Bivalvia.Kata  Kunci: Identifikasi, Gastropoda, Bivalvia, Pantai Lowu-Lowu
KARAKTERISASI MORFOLOGI TANAMAN PISANG (Musa paradisiaca L.)DI KELURAHAN TOBIMEITAKECAMATAN ABELI KOTA KENDARI Wa Ode Sitti Sariamanah; Asmawati Munir; Ahdiat Agriansyah
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.145 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i3.5043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan karakterisasi morfologi dan keanekaragaman berbagai varietas tanaman pisang (Musa paradisiaca L.) di Kelurahan Tobimeita Kecamatan Abeli Kota Kendari. Penelitian ini dilakukan menggunakan survey langsung ke lapangan karena penelitian ini bersifat deskriptif dan karakterisasi morfologi pisang diidentifikasi berdasarkan panduan descriptor pisang dari International Plant Genetic Resources Institute (IPGRI: 1996) dan disajikan dalam bentuk deskripsi. Karakterisasi pada berbagai jenis pisang memiliki perbedaan yaitu pada akar, batang; warna batang semu, warna corak pada batang semu, tinggi batang dan diameter batang, daun; bentuk tepi pelepah daun, warna tepi pelepah daun, bentuk pangkal daun, tipe kanal, corak pada pangkal pelepah daun, warna corak pada pelepah daun, warna permukaan atas daun, warna permukaan bawah daun, bunga; bentuk seludang ujung daun bunga pisang (daun pelindung bunga) bentuk ujung jantung pisang, buah; jumlah sisir pertandan, panjang buah, lingkar buah, dan biji. Varietas tanaman pisang (Musa paradisiaca L.) yang ditemukan di lokasi penelitian terdiri dari 5 jenis yai t u: 1) Musa velutina, 2) Musa textilia, 3) Musa acuminata 4) Musa paradisiaca, dan 5) Musa brachycarpa. Jeni s yang banyak vari et asnya yaituu Musa acumi nat a t erdi ri dar i Varietas Colla, Varietas Silk, Varietas Eumusa, dan Varietas Linn.Kata kunci: Karakterisasi, Morfologi, Pisang
GULMA DI LAHAN PERTANIAN JAGUNG (Zea mays L.) DI KECAMATAN BARANGKA KABUPATEN MUNA BARAT Harpa Pria Gawaksa; Damhuri Damhuri; Lili Darlian
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 1, No 3 (2016): Ampibi 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.426 KB) | DOI: 10.36709/ampibi.v1i3.5039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies gulma yang terdapat pada lahan pertanian jagung (Zea mays L.) di Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi. Pengambilan sampel dilakukan pada saat penjelajahan di empat lokasi lahan jagung di Kecamatan Barangka yang memiliki produktivitas paling rendah, yaitu Desa Bungkolo, Desa Barangka, Desa Lafinde, dan Desa Waulai. Pengamatan dan identifikasi dilakukan terhadap habitat, habitus, dan morfologi organ sampel. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lahan pertanian jagung di Kecamatan Barangka dijumpai 43 spesies gulma dari 20 famili. Ditinjau dari klasifikasi taksonomi, gulma tersebut terdiri atas 1 spesies gulma paku, 9 spesies gulma monokotil, dan 33 spesies gulma dikotil, sedangkan dari morfologi dan responnya terhadap herbisida, gulma tersebut terdiri atas 4 spesies gulma teki-tekian, 4 spesies gulma rumput-rumputan, dan 35 spesies gulma berdaun lebar.Kata kunci: Gulma, Lahan Jagung, Identifikasi

Page 1 of 1 | Total Record : 10