cover
Contact Name
I Ketut Sudarsana
Contact Email
ulakan82@gmail.com
Phone
+6287823334582
Journal Mail Official
ganaya.jurnalilmusoshum@gmail.com
Editorial Address
Jalan Antasura Gang Dewi Madri I Blok A / 3, Peguyangan Kangin, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80115
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Published by Jayapangus Press
ISSN : -     EISSN : 26150913     DOI : -
Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora is a journal published by Jayapangus Press which contains the results of research in the field of social sciences and humanities. The purpose of this journal is to publish and disseminate writings in the social sciences and humanities that can contribute to the development of science. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora published twice a year in March and September. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora accepts writings in the form of quantitative and qualitative research from academics, practitioners, researchers, and students relevant to the topic of social science and humanities.
Articles 633 Documents
Mengembangkan E-Learning Pariwisata Budaya Pada Era 4.0 I Gusti Agung Alit Suryawati
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2-3 (2020)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This scientific work aims to discuss public access to e-learning at Udayana University and its development as a center for cultural tourism studies in Indonesia in Era 4.0. As a result of the qualitative study, research data were obtained through observation, interviews with 12 informants who managed and managed e-library users at Udayana University, Denpasar, as well as study documents related to the research topic. The collected data were analyzed descriptively-qualitatively. The results of the study show that to support the teaching and learning process, Udayana University has developed an e-learning system that is equipped with an adequate e-library. Part of the academic community within the University of Udayana has used the e-library developed by the University of Udayana to support their studies. Udayana University has the potential to become an e-Learning Center in the field of cultural tourism in the 4.0 era today. It was recommended, that Udayana University e-library management continue to disseminate the existence of e-learning through community services and continue to strengthen e-library by continuing to update and add and reference "cultural tourism" according to the challenges of the development of tourism in the 4.0 era.
Komunikasi Lintas Budaya Dalam Dunia Pariwisata Dan Perhotelan Studi Kasus Kepuasan Wisatawan Terhadap Pondok Wisata Ni Desak Made Santi Diwyarthi; Putu Diah Prabawati
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2-3 (2020)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi data yang berkaitan dengan Kepuasan Wisatawan terhadap Pondok Wisata di Kabupaten Lumajang. Metode pengumpulan sampel yang dipergunakan adalah purposive random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 112 orang. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan berupa wawancara, observasi, dokumentasi dan angket dengan skala likert. Terdapat enam aspek yang diukur, mencakup Bentuk Fisik, Kehandalan, Daya Tanggap, Jaminan, Empati dan Loyalitas yang mempengaruhi kepuasan wisatawan terhadap pondok wisata di Kabupaten Lumajang. Pada aspek bentuk fisik, sub aspek yang paling tinggi adalah suasana yang tenang, sebesar 3,63 (Sangat baik), sub aspek daerah yang tertata rapi, sebesar 3,60 (Sangat baik), sub aspek kebersihan dan kerapihan kamar, sebesar 3,35 (Sangat baik). Pada aspek kehandalan, sub aspek paling tinggi adalah kecepatan dalam pelayanan, sebesar 3,51 (Sangat baik). Sub aspek ketepatan dalam melayani wisatawan, sebesar 3,33 (Sangat Baik). Sub aspek karyawan yang simpatik dalam menawarkan bantuan, sebesar 2,91 (Baik). Pada aspek Daya Tanggap, sub aspek kesigapan pemilik atau pengelola pondok wisata dalam membantu wisatawan, sebesar 3,16 (Sangat baik). sub aspek kejelasan dalam menyampaikan informasi, sebesar 3,07 (Baik), dan sub aspek kemauan karyawan dalam membantu wisatawan yang menginap dengan poin sebesar 3,06 (Baik). Pada aspek jaminan, sub aspek keamanan yang diperoleh di saat menginap di pondok wisata dengan perolehan poin paling tinggi, yakni sebesar 2,99 (Baik). sub aspek ketrampilan dalam memberikan pelayanan dengan poin sebesar 2,67 (Baik). Dan aspek kesopanan dan keramahan dalam pelayanan dengan poin sebesar 2,52 (Baik). Pada aspek empati, sub aspek perhatian pihak pengelola dan pemilik pondok wisata terhadap individu dengan poin sebesar 3,33 (Baik). sub aspek menjaga hubungan baik dengan tamu dengan poin sebesar 3,23 (Baik). Kemudian sub aspek tanggungjawab terhadap kenyamanan dengan poin sebesar2,94 (Baik). Pada aspek Loyalitas, wisatawan memiliki tingkat loyalitas yang baik dengan poin sebesar 3,09. Wisatawan ingin kembali datang, berkunjung dan menginap di pondok wisata yang bersangkutan. Pada sub aspek ikut membantu mempromosikan pondok wisata, wisatawan juga memperlihatkan respon yang baik, yakni dengan poin sebesar 2,90. Wisatawan akan menyampaikan rekomendasi bagi orang lain untuk menginap di pondok wisata yang pernah dikunjungi di kabupaten Lumajang
Peran Public Relations Dalam Membangun Citra Perusahaan Melalui Program Corporate Social Responsibility PT. Antam Tbk. Kolaka Sulawesi Tenggara Zulfiah Larisu; Sumadi Dilla; La Ode Herman
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2-3 (2020)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Company do not at moment's notice Corporate Social Responsibility (CSR) in running its effort. Some company applying CSR is exactly assumed to behave too social. There is also a success company apply CSR, but society exactly look into company fail to draw public sympathy. Target of company give benefit at society at the same time create image, but inacceptable sometimes better. This matter happened because CSR done conducted is not arranged and not supported by good concept. Target of this article is to make efficient and effective CSR concept for the application of by company.
Komodifikasi Kerajinan Cenderamata Dalam Pariwisata Budaya Di Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar Bali: Sebuah Kajian Budaya Luh Putu Citrawati
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2-3 (2020)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerajinan Cenderamata adalah salah satu industri Pariwisata, yang dalam konteks Bali adalah Pariwisata Budaya. Cenderamata sebagai produk budaya sangat mendukung industrialisasi pariwisata budaya tersebut. Penelitian ini dilakukan terhadap fenomena tersebut dari sebuah kajian budaya (culture studies). Adapun teori yang dipergunakan adalah teori budaya pop, teori komodifikasi dan teori postmodern, dan dengan menggunakan metode analisis diskriptif kualitatif, dan permasalahan dalam penelitian ini mencakup pertanyaan-pertanyaan seperti,(1) bagaimanakah bentuk kerajinan cenderamata di desa Sebatu, (2) bagaimanakah proses produksi, pemasaran dan konsumsi kerajinan cenderamata di Desa Sebatu? dan (3) bagaimanakah makna kerajinan cenderamata terhadap masyarakat di desa Sebatu? Penelitian ini menggunakan metode pangamatan (observasi), kemudian informasi diperoleh melalui teknik snowball dengan wawancara mendalam yang tidak terstruktur.Selanjutnya teori yang digunakan untuk membahas masalah adalah; (1) teori budaya pop, dikemukakan oleh Storey, salah satunya adalah budaya pop budaya yang disukai secara luas atau sangat disukai oleh orang banyak. (2) teori Komodifikasi, sebagai suatu konsep yang luas yaitu masalah produksi komoditas, perindustrian, dan proses dari barang-barang konsumsi dalam kerajinan cenderamata (3) teori postmodern, dikemukakan oleh Dominic Strinati untuk menguraikan bahwa lahirnya suatu tatanan social dimana arti penting maupun kekuatan media massa dan budaya popular yang berarti kesemuanya itu mengatur dan membentuk segala macam hubungan social. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses komodifikasi kerajinan cinderamata dalam konteks pariwisata budaya, khususnya di Desa Sebatu Kecamatan Tegalalang. Dalam penelitian ini selain menggunakan teori-teori diatas, ditinjau pula dari bentuk,fungsi dan makna dari perubahan hasil komodifikasi tersebut.
Wayang Kulit Bali Sebagai Media Komunikasi Ida Bagus Wika Krishna; Ida Bagus Putu Eka Suadnyana
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2-3 (2020)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Communication of traditional wayang kulit performance art as one of the communication media that still has a place of honor and is favored by the majority of Balinese Hindus. The main function of the Balinese shadow puppet show is a dish that is enjoyed as a spectacle, but the shadow puppet show is sometimes coupled with certain ceremonies. Due to the existence of public trust in the sacred value of shadow puppets and can also be integrated with ceremonies that are held, complementary, or only accompanying. The ceremony is intended to glorify the ancestors, expressing gratitude and relating to a request is an important event that is considered sacred and needs to be completed or accompanied by performing arts at the time of its implementation. The Balinese shadow puppet show is presented in one form of story in the play so that the shadow puppet show contains a lot of value in it. The Balinese wayang kulit performance as a classic communication medium that presents various functions such as conveying information, teaching, and moral education does not only use classical or traditional values. Puppet shows also present universal values ​​such as depictions of human life, good behavior that must be chosen by humans.
Potret Masyarakat Jakarta Dalam Membangun Identitas Budaya Pada Lingkup Harmoni Kebangsaan Untung Suhardi
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2-3 (2020)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Culture a territory have identity distinguish to each other. But a lot of the imposition culture is finally native culture from certain regions missing. The state of this is what in the context of history Jakarta people do not understand history truth about where their culture. Basic thought in this writing is the identity of the culture of society Jakarta and its effort to realize community tolerance in the scope of diversity. This writing using analysis qualitative phenomenologist approach. This research result in a finding of their national identity impossible destroyed just because of differences of religion party certain. On a pearl of sphere wisdom local that the Jakarta formed because of tradition an ancestor about which was already carried out in hereditary. Hence, cultural identity people still interweave tradition and culture-based tolerance and togetherness. The value of this tolerance going to come up with that there were attempts to realizing the national anthem of the using constructive dialogue, known corrupt tolerance, start applying the standards values intercultural be selective and development knowledge and technology a limited impact on the. Values this is what within the scope of globalization are to be sustained especially to the younger generation.
Peran Komunikasi Budaya Dan Kearifan Lokal Dalam Pemingitan Jero Balian Di Pura Ulun Danu Batur Kintamani Bangli Ni Made Yuliani
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2-3 (2020)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Bali memiliki budaya yang kuat berkaitan dengan agama. Demikian pula halnya dengan tradisi yang dimilikinya begitu beragam. Salah satunya tradisi pemilihan jero balian di pura Ulun Danu Batur Kintamani Bangli. Kuatannya pengaruh komunikasi budaya atas individu dalam pelaksanaan Pemingitan Jero Balian lebih menekankan pada aspek komunikasi secara vertikal yaitu hubungan ke atas dengan Sang Hyang Widhi Wasa. Setiap individu memiliki perbedaan cara di dalam melakukan komunikasi dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, perbedaan cara atau jalan tersebut tidak merupakan suatu permasalahan. Karena pada hakekatnya dengan jalan apapun umat manusia mendekatkan diri dengan Tuhan, asalkan dilandasi dengan keyakinan serta keiklasan maka akan diterima, sehingga seluruhnya tergantung dari individu manusia itu sendiri. Komunikasi individual juga terjadi pada proses nyanjan yaitu jero mangku mengalami trans yang diyakini kelinggihan Bhatara, pada saat melaksanakan nyanjan masyarakat meyakini bahwa Ida Bhatara memilih Jero Balian yang baru melalui perantara Jero Mangku. Sehingga dalam hal ini bahwa Jero Mangkulah sebagai media teknisnya Ida Bhatara dalam melakukan komunikasi dengan orang yang akan dipilih sebagai Jero Balian. Di sanalah terletak komunikasi massa yang terdapat dalam proses Pemingitan Jero Balian. Terkait dengan hal tersebut maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut; Bagaimana Peran Komunikasi Budaya Dan Kearifan Lokal Dalam Pemingitan Jero Balian Di Pura Ulun Danu Batur Kintamani Bangli. Bagaimana Ideologi Budaya Dalam Pemingitan Jero Balian Di Pura Ulun Danu Batur Kintamani Bangli. Selanjutnya diselesaian oleh teori teori Media Dan Budaya yang mencakup ideologi budaya dan hegemoni. Manusia sebagai mahluk sosial cendrung hidup berkelompok satu sama lain dan membentuk suatu organisasi sosial yang disebut dengan masyarakat. Di dalam kelompoknya akan selalu ada komunikasi sosial yang sifatnya timbal balik satu sama lain. Komunikasi terjadi dalam setiap gerak langkah kehidupan manusia, tujuam masyarakat melakukan komunikasi yaitu agar terciptanya suatu perubahan sikap, perubahan perilaku, dan perubahan sosial. Komunikasi menjadi dasar masyarakat untuk berinteraksi dengan masyarakat yang lain, hingga terbentuk ideologi budaya. Komunikasi yang efektif dapat terjadi dalam berbagai aktifitas atau kegiatan dalam masyarakat baik itu dalam praktek agama dan budayanya. Dalam upacara Pemingitan Jero Balian di Desa Pakraman Batur Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli ini terjadinya komunikasi antar kelompok selain komunikasi individu yang juga sangat penting guna menciptakan suatu hubungan yang harmonis antar warga masyarakat.
Peranan Komunikasi Dalam Industri Pariwisata Era Milineal: Tinjauan Terhadap Museum Di Bali Ni Desak Made Santi Diwyarthi
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2-3 (2020)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali, termasuk museum, terlibat dalam industri pariwisata era milenial 4.0. Pengelolaan museum tidak lagi bisa bersifat inklusif tanpa analisis dan penerapan yang borderless dan out of the box. Museum merupakan salah satu sarana berkomunikasi di tengah masyarakat milenial dewasa ini yang harus dikaji manfaatnya dalam industri pariwisata. Metode penelitian adalah kuantitatif dan kualitatif, menggunakan instrumen penelitian berupa angket, wawancara, studi dokumentasi, dengan populasi pengunjung museum di Bali. Hasil penelitian memperlihatkan tamu yang mengunjungi museum sebagian besar adalah orang yang sudah mempelajari informasi terkait museum terlebih dahulu, yakni 52 persen, 52 persen akan menuliskan kisah perjalanannya mengunjungi museum, 80persen akan mempromosikan keberadaan museum melalui media internet, 92 persen mengenal sejarah museum yang akan dikunjungi dan pendirinya, 60 persen akan mempromosikan kembali pada orang lain. 40 persen akan kembali mengunjungi museum yang sama.
Cover, Kata Pengantar dan Daftar Isi Panitia Pelaksana
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 2-3 (2020)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya memahami komunikasi selain dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis Anda, mempelajari teori komunikasi juga akan membantu Anda untuk mengapresiasi banyaknya penelitian yang dilakukan dalam berbagai macam bidang ilmu. Apakah Anda berasal dari jurusan komunikasi, psikologi, pendidikan, ilmu politik, atau bisnis, Anda akan melihat bahwa teori-teori yang ada dalam buku ini merupakan hasil pemikiran, tulisan dan penelitian orang-orang intelektual yang berasal dari bidang ilmu yang beragam. Komunikasi merupakan proses sosial di mana individu-individu menggunakan simbol-simbol untuk menciptakan dan menginterpretasikan makna dalam lingkungan mereka. Ada beberapa istilah kunci dalam perspektif komunikasi yaitu: sosial, proses, simbol, makna dan lingkungan. Komunikasi secara sosial (social) adalah komunikasi yang selalu melibatkan manusia serta interaksi. Artinya, komunikasi selalu melibatkan dua orang, pengirim dan penerima. Ketika komunikasi dipandang secara sosial, komunikasi selalu melibatkan dua orang yang berinteraksi dengan berbagai niat, motivasi dan kemampuan. Komunikasi sebagai proses (process), hal ini berarti komunikasi bersifat berkesinambungan dan tidak memiliki akhir. Komunikasi juga dinamis, kompleks, dan senantiasa berubah. Selain itu, karena komunikasi merupakan proses, banyak sekali yang dapat terjadi dari awal hingga akhir dari sebuah proses pembicaraan. Orang-orang dapat memiliki sikap yang sama sekali berbeda ketika sebuah diskusi dimulai. Komunikasi sebagai simbol (symbol) adalah sebuah label arbitrer atau representasi dari fenomena. Kata simbol adalah simbol untuk konsep dan benda, misalnya; kata cinta merepresentasikan sebuah ide mengenai cinta; kata kursi merepresentasikan benda yang kita duduki. Label dapat bersifat ambigu, dapat berupa verbal dan nonverbal, dan dapat terjadi dalam komunikasi tatap muka dan komunikasi dengan menggunakan media. Simbol juga terdiri dari dua jenis; (1) Simbol konkret (concrete symbol); simbol yang merepresentasikan benda atau sebuah objek; (2) simbol abstrak (abstract symbol); simbol yang merepresentasikan sebuah ide atau pemikiran. Makna juga memegang peranan penting dalam definisi komunikasi. Makna adalah yang diambil orang dari suatu pesan. Dalam episode-episode komunikasi, pesan dapat memiliki lebih dari satu makna dan bahkan berlapis-lapis makna. Lingkungan (environment) adalah situasi atau kondisi di mana komunikasi itu terjadi. Lingkungan terdiri dari beberapa elemen seperti; waktu, tempat, periode sejarah, relasi, dan latar belakang budaya pembicara dan pendengar. Lingkungan juga dapat dihubungkan. Maksudnya, komunikasi dapat terjadi dengan adanya bantuan dari teknologi. Misalnya; komunikasi yang difasilitasi oleh media seperti; email, facebook, chat room atau internet. Komunikasi menjadi dimensi penting dalam setiap ranah kehidupan, termasuk bagi karier professional komunikasi, pariwisata, hukum, sosial, budaya dan kesuksesan layanan dalam melakoni berbagai profesi. Para profesional dari berbagai ranah membutuhkan keterampilan komunikasi untuk mendukung kesuksesan kerja mereka. Sukses atau gagalnya karier seseorang salah satunya dipengaruhi oleh keterampilan dalam berkomunikasi. Selama ini, komunikasi sering dianggap remeh, karena kita merasa sudah melakukannya sejak lahir. Padahal jika dipelajari dengan serius, komunikasi akan mampu menjadi kunci sukses seseorang. Kesuksesan kebijakan maupun regulasi dalam bidang apapun dari pemerintah bagi masyarakat juga sangat bergantung kepada komunikasi, seperti kebijakan komunikasi, pariwisata, hukum, sosial, dan budaya. Saya berharap, melalui Seminar Nasional “Kapitalisme Media Dan Komunikasi Politik Di Era Revolusi Industri 4.0 yang diselenggarakan oleh Magister Ilmu Komunikasi Hindu Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar yang diselenggarakan pada tanggal 19 Agustus 2019. Melalui Seminar Nasional “Kapitalisme Media Dan Komunikasi Politik Di Era Revolusi Industri 4.0 yang diselenggarakan oleh Magister Ilmu Komunikasi Hindu Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar ini pula saya berharap kita dapat bekerjasama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi, melalui berbagai penelitian, seminar, dan lokakarya, baik skala nasional dan internasional. Semoga dengan kompetensi dan keterampilan komunikasi yang dimiliki oleh sumber daya manusia yang meniti karier dalam berbagai ranah profesi mampu memberikan pelayanan profesional. Denpasar, 29 Agustus 2019 Direktur Pascasarjana IHDN Denpasar Prof. Dr. Dra. Relin D.E, M.Ag NIP. 19680801 200112 2 002
Komunikasi Pemasaran Pariwisata Berbasis Digital (Studi pada Desa Sambangan Kabupaten Buleleng) A. A. Ngurah Oka Suryadinatha Gorda; Widya Hadi Saputra Widya Hadi Saputra; Ni Putu Yunita Anggreswari
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v3i1.418

Abstract

Sambangan Village is one of 10 villages designated by the Government of the Regency of Buleleng as a Tourism Village based on the Decree of the Regent of Buleleng number 430/927 / HK / 2015 dated December 21st, 2015. Sambangan Village has good tourism potential to develop including natural waterfalls, the traditional fertility system using terracing models, accommodation facilities (villas and restaurants), spiritual tourism, and tourist attractions (tracking paths, water rides, and camping ground). However, the development of tourism objects in Sambangan Village is not optimal, the number of tourists coming to Buleleng Regency does not necessarily increase tourism visits to Sambangan Village. This is due to lack of marketing and supporting resources. Utilization of digital marketing that is developing at this time has not been done well. The purpose of this study is to analyze the level of visits, marketing models that have been carried out and analyze effective digital-based marketing strategies. The method used in this study is a qualitative approach, data collection using interview and observation techniques, and use triangulation techniques to check the validity of the data. Results from this study indicate that the marketing activities undertaken by Village Sambangan still needs to be improved as well as the need for specialized training for managers of tourist attraction.

Page 10 of 64 | Total Record : 633