cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Dinamika Sosial Budaya
Published by Universitas Semarang
ISSN : 14109859     EISSN : 25808524     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dinamika Sosial Budaya (JDSB) adalah jurnal ilmiah yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (LPPM USM), jurnal ini melingkupi bidang ilmu ekonomi, bidang ilmu manajemen, akuntansi, bidang ilmu hukung dan bidang ilmu psikologi.
Arjuna Subject : -
Articles 370 Documents
FESTIVAL GEROBAK SAPI DI SLEMAN SEBAGAI AJANG JAWABAN SEBUAH TANTANGAN ZAMAN Novitasari, Lisa Arum
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 23 No. 2 (2021): Desember (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i2.3453

Abstract

Sleman people are indigenous people of Indonesia who live in Sleman Regency, DIY Province. They have various forms of art and traditional ceremonies that can still be found today. Cattle carts that used to serve as a means of transport, agricultural tools and plantations and transportation, now most cow carts have switched functions into tourist facilities. In Sleman, cow carts are often involved in the celebration of August 17, children's carnivals and schools, as well as marriage ceremonies. The changing times of the emergence of events involving Cow Carts is the Cow Cart Festival which is one form of traditional events held every year. This research aims to reveal the traditional festival activities of Cow Cart Sleman community as a phenomenon of the times in this case tradition that there are differences in the function of usefulness in the traditional era with the present / modern and reveal the cultural messages contained in it. The research approach is conducted qualitatively by observation method of participation through interviews with the owners of cow carts / bastards as well as following the activities carried out by the community in the tradition of the Festival. The results showed there are cultural messages that indicate the effectiveness of the utilization of resources, namely cows wisely with the form of cow cart festival that must be preserved so as not to become extinct.
Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Kurniawan, Steven
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 23 No. 2 (2021): Desember (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i2.3372

Abstract

Sejak awal kemerdekaan bangsa Indonesia telah bertekad untuk mewujudkan suatu masyarakat yang dicita-citakan bersama, yaitu masyarakat yang adil dan makmur, spiritual dan material. Dalam upaya mencapai atau mewujudkan cita-cita tersebut pada akhir abad ke-20 ini terjadi suatu perkembangan kehidupan ditingkat nasional maupun internasional yang berkembang cepat. Terutama di bidang-bidang teknologi informasi, telekomunikasi, transportasi, perekonomian, hukum pada umumnya dan pemberian perlindungan hukum semakin efektif terhadap Hak Kekayaan Intelektual. Pada era modern seperti sekarang ini, sangat mudah untuk mengambil sebuah karya dari orang lain dan menjadikannya milik kita. Perkembangan zaman yang semakin bebas membuat seseroang melakukan sebuah hal tanpa memikirkan akibat dari perbuatannya, maka dibutuhkanlah sebuah hukum yang mengatur tentang perlindungan hak kekayaan intelektual dan juga diperlukan kesadaran dari masyarakat-masyarakat.Hasil penelitan menunjukkan bahwa pengembangan diri terhadap siswa/i sekolah cerdas mandiri batam tergolong baik. Siswa/i sekolah cerdas mandiri memahami tentang pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual dan tata cara mendaftar hak kekayaan intelektual.
Pengembangan Potensi Wisata Kuliner Situasi Covid-19 Simpang Lima Kota Semarang Desika Nur Jannah; Syaiful Ade Septemuryantoro; Ryani Putri
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v22i2.4531

Abstract

Sektor pariwisata sebagai kegiatan perekonomian telah menjadi andalan dan prioritas pengembangan bagi sejumlah negara, terlebih bagi negara berkembang seperti Indonesia yang memiliki potensi wilayah yang luas dengan adanya daya tarik wisata cukup besar, banyaknya keindahan alam, aneka warisan sejarah budaya dan kehidupan masyarakat. Akan tetapi kuliner-kuliner tersebut belum dikemas sedemikian rupa untuk menarik minat wisatawan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis potensi kawasan wisata kuliner di kota Semarang Jawa Tengah dan mengidentifkasi masalah-masalah yang dihadapi dalam mengembangkan wisata kuliner dalam menunjang pariwisata di kota Semarang Jawa Tengah. Penelitian ini bersifat penelitian deskriptif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Metode analisa data adalah deskriptif kualitatif serta menggunakan analisis SWOT. Dalam melakukan analisa data dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder maupun data primer. Data sekunder diperoleh dari beberapa pelaku kuliner di Kota Semarang, dan beberapa orang yang menyukai wisata kuliner seperti Kepala Dinas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Kepala Bidang Pariwisata di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang , dan beberapa pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. Hasil penelitian didapatkan memiliki banyak sekali makanan khas yang sudah dikenal wisatawan yang dapat di kunjungi dan sangat di minati oleh para wisatawan dan itu menjadikan ikon wisata kuliner di kota ini. Ikon wisata kuliner Kota Semarang adalah Pindang Serani, Tahu Gimbal, Lumpia Gang Lombok, Babat Gongso Pak Karmin, Es Cong Lik, Mie Kopyok Pak Dhuwur, Kue Lekker Paimo, Pisang Plenet dan masing banyak yang lainnya.
Dampak Dan Peran Hukum Fenomena Catcalling Di Indonesia Yudha, Dinda Anjani
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 23 No. 2 (2021): Desember (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i2.3438

Abstract

Bersiul, menggoda, memanggil ataupun mengomentari secara verbal disebut dengan Catcalling.Catcalling termasuk kedalam bentuk pelecehan. Fenomena catcalling sering terjalin di masyarakat, terlebih sudah terlihat biasa dan lumrah. Sehingga catcalling sangat berarti untuk   di bahas, karena semakin fenomena catcalling terjadi, semakin banyak pula korbannya. Namun hukum mengenai perbuatan catcalling masih belum jelas diatur dalam peraturan undang- undang Indonesia.Diambil dari permasalahan diatas, penulis memakai   metode pendekatan yuridis empiris, yatu suatu studi yang menekankan kepada peraturan- peraturan maupun peran hukum yang berhubungan dengan pelaksanaannya di masyarakat. Tidak cuma memakai metode pendekatan yuridis,penulis mengenakan metode kualitatif dengan menggumpulkan data primer dan sekunder. Sehingga, tulisan ini dibuat untuk menganalisis dampak dan peran hukum fenomena catcalling di Indonesia dengan harapan memberikan upaya perlindungan hukum korban perbuatan catcalling.
STRATEGI PENGELOLAAN KEUANGAN TERHADAP OPERASIONAL HOTEL BERBINTANG DI SOLO DI MASA PANDEMI COVID -19 widagdo, yohanes martono; mulia, anita andriantini
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 23 No. 2 (2021): Desember (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i2.4087

Abstract

Tingkat hunian di hotel non bintang maupun berbintang diberbagai wilayah nusantara menurun drastis semenjak akhir Maret 2020 akibat imbas dari pandemi covid 19 . Tak terkecuali di kawasan Solo Raya, mengalami penurunan, baik dari segi pendapatan maupun tingkat huniannya.Kondisi ini memacu para pengelola hotel   dalam mempertahankan keberlangsungan operasional dengan penerapan berbagai strategi   untuk bisa bertahan hidup dan mampu tetap beroperasi di masa pandemi covid-19 ini. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan berbagi strategi dan kebijakan yang ditempuh manajemen hotel dalam mempertahankan keberlangsungan operasional hotel di masa pandemi covid 19 . Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Temuan dari penelitian ini adalah   dengan penerapan manajemen operasional, strategi pertanggungjawaban keuangan dan evaluasi antara pendapatan dan pengeluaran operasional memampukan manajemen bertahan dalam masa pandemi covid 19 bahkan mampu menghasilkan profit.Dengan selalu berpegang prinsip   menjaga keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran   dengan semua langkah-langkah yang telah dilakukan diatas, maka keberlangsungan operasional hotel tetap dapat bertahan walau dalam masa pandemi covid 19 ini. Hal ini mampu memberikan kontribusi kepada pengelola hotel lain dalam menerapkan berbagai strategi dan kebijakan dari hasil penelitian ini yang sesuai dengan kondisi masing masing hotel yang dikelolanya.
Tari Sepen Tari Tradisional Belitung Elisa, Yuniz
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 23 No. 2 (2021): Desember (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i2.3465

Abstract

ABSTRAK  Tulisan ini menganalisis tari Sepen versi Bapak Idham sebagai ketua dari sanggar tari istana yuda tari yang lahir dari masyarakat Belitung. Tari Sepen lahir dari upacara marastaun, yaitu upacara keselamatan saat usai panen padi. Pada awalnya di setiap acara marastaun terdapat kesenian yang disebut besepen sebagai ungkapan kegembiraan seluruh masyarakat yang diwujudkan dengan menari secara berpasangan dalam suatu kelompok di mana gerakannya cenderung sederhana dan terus menerus diulang-ulang. Sekitar tahun 1980-an seorang seniman bernama Domra menggubah kesenian besepen ini menjadi tari Sepen, yang dikenal oleh masyarakat Belitung sampai saat ini.Kata kunci  :  Marastaun,  Tari sepen,  Nilai
Kesenian Tari Bedhaya Ketawang Sebagai Kesenian Tradisional Indonesia Utami, Ayuni Sri; Masjid, Akbar Al
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 23 No. 2 (2021): Desember (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i2.3475

Abstract

Kesenian tradisional dilihat sebagai identitas kultural masyarakat yang berfungsi secara sosial dan ritual. Kesenian tradisional ini juga dipercaya masyarakat tidak sekedar sebagai hiburan yang menciptakan kegembiraan, namun ia juga menjadi media yang mampu memfasilitasi doa dan harapan mereka. Melalui kesenian tradisional tersirat pesan dari masyarakatnya berupa pengetahuan, gagasan, kepercayaan, nilai dan norma yang sejak dulu sudah melekat di masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan kebudayaan Indonesia khususnya kesenian tradisional yaitu tarian bedhaya ketawang yang merupakan tarian yang dianggap sakral sebagai lambang kebesaran raja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode wawancara dari salah satu narasumber dibidangnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tari Bedhaya Ketawang adalah tarian sakral yang   ada di lingkup Keraton Surakarta, tari Bedhaya Ketawang dianggap sebagai bedhaya yang tertua dan dijadikan kiblat dari tari bedhaya lain yang lebih muda, nilai filosofis yang terkandung dalam kesenian tari Bedhaya Ketawang yaitu nilai filosofi dari penari dan pola tarinya, dan tari Bedhaya Ketawang ini mengandung nilai pada pendidikan keagamaan yaitu religius.Kata kunci: Bedhaya Ketawang, kesenian tradisional, sakral
PENGARUH KOMPONEN PARIWISATA TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG DI LAWANG SEWU SEMARANG Herman Novry Kristiansen Paninggiran; Rubyah Hutomo; Heri Prabowo; Rachmaditya Perdana Kusuma Kresna
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 22, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v22i2.4535

Abstract

Lawang Sewu is a tourist attraction in Semarang City and one of the historic buildings of the Dutch Colonial Government that was originally used as the headquarters of Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij commonly abbreviated as NIS or NISM, Railway Company in the Dutch East Indies. As one of the important tourism sites in Semarang City, it is important to understand what influences tourist to visit Lawang Sewu Semarang. Consequently, this research focuses on understanding the attraction, amenities and activities of Lawang Sewu that may influence a tourist decision to visit. We used a quantitative numerical data method processed by a statistical method to determine the influence of individual tourism components that influence the decision to visit Lawang Sewu. A random non-probability sampling survey was employed. Our results shows that the variable of attraction and activity have positive and significant influence to the decision of visiting Lawang Sewu Semarang while the amenities variable has no positive and significant influence on the decision of visiting Lawang Sewu.
DAWET AYU SEBAGAI ICON KOTA BANJARNEGARA A, Duwi Fatmafitri Febiana Vinka
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 23 No. 2 (2021): Desember (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i2.3444

Abstract

Minuman khas dari suatu daerah merupakan salah satu warisan budaya dari daerah yang harus dilestarikan dan dijaga agar tidak punah digerus oleh zaman. Salah satu minuman tradisonal yang sudah melegenda di Jawa adalah Dawet.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minuman khas Dawet Ayu sebagai icon kabupaten Banjarnegara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.Dari hasil penelitian ini diketahui asal usul nama Dawet Ayu Banjarnegara menjadi terkenal berawal dari lagu ciptaan seniman Banjarnegara bernama Bono. Dipopulerkan kembali oleh grup Seni Calung dan Lawak Banyumas Peang Penjol yang sedang manggung di kota Banjarnegara, yang kemudian mencicipi dawet yang terletak di jalan payuda. Terkesan dengan rasa dawetnya yang enak dan segar serta penjualnya yang berparas cantik atau ayu,sehingga menginspirasi terciptanya lagu gaya banyumasan yang berjudul Dawet Ayu Banjarnegara. Grup lawak dan lagu itu ikut andil dalam mempoluerkan dawet ayu hingga ke berbagai daerah. Dawet Ayu merupakan salah satu maskot kota Banjarnegara, terbukti adanya monumen Dawet Ayu berupa gerobak dan dua orang penjualnya di Alun-alun kota Banjarnegara.
Urgensi Pembentukan Tim Relawan Desa Tanggap Covid-19 Noorpuji, Supriatin, Prasetyo, Damarati, Nuroh, Dimas Teguh
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 23 No. 2 (2021): Desember (2021)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v23i2.3304

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah jenis penyakit baru yang menyerang sistem pernafasan dan belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Saat ini Indonesia menjadi negara Asia Tenggara yang memiliki kasus Covid-19 tertinggi dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya masyarakat yang tidak melakukan jarak fisik dan mengabaikan protokol kesehatan. Oleh karena itu, pemesanan pesanan. Tim Relawan Desa Tanggap Covid-19 untuk membantu masyarakat pedesaan agar memiliki upaya untuk terhindar dari penularan Covid-19. Hal ini dipergunakan dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Dari surat edaran tersebut, terdapat beberapa protokol yang harus dijalankan di desa, yaitu membentuk Tim Relawan Desa Tanggap Covid-19. Metode yang digunakan dalam pendekatan ini pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi litelatur dari berbagai sumber artikel ilmiah yang berkaitan dengan masalah ini. Adapun hasil laporan menunjukkan bahwa Pemesanan Tim Relawan Desa Tanggap Covid-19 merupakan hal yang penting untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pembentukan Tim Relawan Desa Tanggap Covid-19, diharapkan dapat membantu masyarakat desa memahami praktik pencegahan penyebaran Covid-19, sehingga dapat meminimalisir penyebaran Covid-19.  Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) is a new type of disease that attacks the respiratory system and has never been previously identified in humans. Currently, Indonesia is the Southeast Asian country that has the highest Covid-19 cases compared to other Southeast Asian countries. This condition is exacerbated by many people who do not do physical distancing and ignore health protocols. Therefore, it is necessary to form a Covid-19 Response Village Volunteer Team to help rural communities to have efforts to avoid Covid-19 transmission. This is stated in a circular issued by the Ministry of Villages, Development of Disadvantaged Areas and Transmigration. From this circular, there are several protocols that must be implemented in the village, namely forming a Covid-19 Village Volunteer Team. The method used in this paper is a qualitative approach using literature studies from various sources of scientific articles related to this issue. The results of the writing show that the formation of the Covid-19 Response Village Volunteer Team is important to prevent the spread of Covid-19. The formation of the Covid-19 Response Village Volunteer Team is expected to help village communities understand the practice of preventing the spread of Covid-19, so as to minimize the spread of Covid-19.