cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Dinamika Sosial Budaya
Published by Universitas Semarang
ISSN : 14109859     EISSN : 25808524     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dinamika Sosial Budaya (JDSB) adalah jurnal ilmiah yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (LPPM USM), jurnal ini melingkupi bidang ilmu ekonomi, bidang ilmu manajemen, akuntansi, bidang ilmu hukung dan bidang ilmu psikologi.
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Konstruksi Sosial Citra Perempuan Pada Masyarakat Multikultural Dalam Kebebasan Berjilbab darma darma; Arnayana Siregar
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 27 No. 2 (2025): Desember (2025)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v27i2.10520

Abstract

Konstruksi sosil pada citra perempuan melibatkan beberapa persfektif dan faktor yang dipengaruhi budaya, agama, politik dan ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konstruksi sosial citra perempuan dalam kebebasan perempuan berjilbab. Metode yang digunakan pada penelitian ini kualitatif dengan pengumpulan data wawancara. Adapun objek penelitian ini merupakan remaja usia 17-29 tahun yang ada di lingkuangan kampung gendeng, baciro Yogyakarta. Data dianalisis dengan mendasarkan pada tema dan konstruksi jilbab. Selanjutnya, data dipaparkan secara kronologis sesuai dengan pergeseran konstruksi jilbab di Indonesia. Pada motif tersebut menjadi fokus dalam penelitian ini memberikan nilai positif serta pandangan masyarakat multikultural untuk memberikan ruang dalam kebebasan berjilbab
Homoseksual Sebagai Fenomena Patologi Sosial: Tinjauan Norma Sosial Rahma Ariani; Khadijah
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 27 No. 2 (2025): Desember (2025)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v27i2.10631

Abstract

Homosexuality as a phenomenon of social pathology within the context of prevailing social norms in society, particularly in Indonesia. Homosexuality is viewed as deviant behavior that violates social, cultural, and religious norms. These norms continue to face challenges from social changes, where LGBT (lesbian, gay, bisexual, transgender) behavior is seen as one of the symptoms of such changes. The study employs a qualitative method based on literature reviews to understand the relationship between homosexuality and social norms, as well as its impact on society. The findings show that homosexuality, often considered a form of social pathology, generates social anxiety and negative reactions, including discrimination and exclusion. The factors contributing to homosexuality include environmental influences, past trauma, and biological factors. From religious and cultural perspectives, homosexual behavior is rejected, while psychologically, individuals with egodystonic homosexuality experience significant mental stress. Although homosexuals are recognized as having basic human rights as citizens, there is no clear regulation regarding their sexual activities in Indonesia. This study contributes to a deeper understanding of homosexuality as a social phenomenon and offers approaches to addressing this issue without neglecting the human rights of LGBT individuals.
Perubahan Perilaku Masyarakat Setelah Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Siti Khadijah; Marisa Elsera
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 27 No. 2 (2025): Desember (2025)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v27i2.10978

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon masyarakat terhadap program pemerintah mengatasi pemukiman kumum di Kota Tanjungpinang. Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) bertujuan untuk mengatasi kumuh tanpa menggusur. Penelitian ini menggunakan teori behaviorisme sosiologi dari B. F. Skinner tentang perilaku masyarakat berdasarkan lingkungan nya dan tingkah laku individu yang berlangsung dalam hubungannya dengan faktor lingkungan yang menghasilkan akibat-akibat atau perubahan dalam faktor lingkungan menimbulkan perubahan terhadap tingkah laku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan secara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, program Kotaku di Kampung Bugis tidak dikenal oleh masyarakat, sehingga kebiasaan masyarakat membuang sampah di laut tetap dilakukan meskipun program ini telah ada sejak 2016. Sementara itu, untuk Program Kotaku di Senggarang dan Tanjung Unggat telah ada penanganan sampah dengan memasang jaring agar sampah tidak sampai ke permukiman warga. Namun ketiga daerah itu menunjukkan tidak belum cukup berhasil program Kotaku di Tanjungpinang.
Fenomena Hallyu: Tantangan dalam Akulturasi pada Kalangan Remaja di Indonesia Hatra Putri Anandani; Nur Amalah; Nadira Rahma Tussadiah; Nina Yuliana
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 27 No. 2 (2025): Desember (2025)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v27i2.11293

Abstract

Perkembangan budaya yang semakin global membawa perubahan bagi masyarakat dalam berbagai aspek. Salah satu perkembangan budaya yang semakin pesat yaitu budaya Korea. Nilai-nilai dari budaya ini berdampak besar pada kalangan remaja di Indonesia. Melalui penelitian ini, peneliti menggali informasi untuk menyelidiki perkembangan budaya yang dipengaruhi oleh Hallyu di kalangan remaja Indonesia serta tantangan yang muncul dalam interaksi tersebut. Penelitian ini menggunakan kajian literatur (literatur review) secara mendalam untuk menemukan bagaimana unsur-unsur Hallyu, meliputi musik K-pop, K-drama, fashion, hingga industri telah memengaruhi gaya hidup, nilai-nilai, dan identitas remaja. Penelitian ini juga melibatkan gagasan akulturasi, yang mengacu pada interaksi antara budaya Korea dan budaya lokal Indonesia, menciptakan kombinasi yang khas dalam cara hidup dan identitas pemuda. Hasil dari studi ini diharapkan dapat menawarkan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika budaya populer Korea di kalangan pemuda Indonesia serta pengaruhnya terhadap komunikasi lintas budaya.
Multikulturalisme dalam Keberagaman Islam: Kolaborasi Muhammadiyah dan NU untuk Kemajuan Desa Kadipiro Alya Azzahra
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 27 No. 2 (2025): Desember (2025)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v27i2.11341

Abstract

Penelitian ini mengkaji kolaborasi antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menciptakan harmoni multikultural di Desa Kadipiro, sebagai upaya menciptakan kemajuan sosial dan keberagaman Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman, motivasi, serta dinamika kolaborasi kedua organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Analisis dilakukan menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola-pola utama dalam kolaborasi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi Muhammadiyah dan NU di Desa Kadipiro terwujud dalam tiga bentuk utama: kegiatan sosial dan kemanusiaan, pendidikan berbasis toleransi, dan kegiatan keagamaan bersama. Kolaborasi ini menghadapi tantangan berupa perbedaan tradisi keagamaan, seperti praktik tahlilan dan ziarah kubur, namun tetap memberikan dampak positif, terutama dalam memperkuat solidaritas sosial dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan bersama. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan ruang dialog yang lebih mendalam untuk memperkuat pemahaman dan penghormatan terhadap perbedaan tradisi keagamaan. Dengan demikian, kolaborasi ini menjadi model yang relevan untuk menciptakan harmoni multikultural di komunitas lokal.
Budaya Politik Pemilih Muda Menjelang Pilkada Serentak Tahun 2024 Di Kecamatan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo Ais Nurdin; Sadam Nurdin; Mais Nurdin; Jois Nurdin
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 27 No. 2 (2025): Desember (2025)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v27i2.11349

Abstract

This research aims to discuss the political culture of young voters ahead of the 2024 simultaneous regional elections in Paguyaman Pantai District, Boalemo Regency. In this research, researchers used qualitative methods with a descriptive approach. In this research, data is obtained through observation, interviews and documentation so that the data obtained is in accordance with the facts that occur in the field. The research results show that parochial political culture means young voters have low political awareness in determining their political rights. Then the political culture of Kaula is characterized by relatively high political awareness, but on average young voters still follow the choices of their parents or people who have influence. This is due to the lack of information obtained by young voters so that the level of knowledge of young voters is low.
Pelayanan Farmasi di Provinsi DKI Jakarta Saat Pandemi Covid-19 di Indonesia Theodora Kenny Wilhelmina; Sogandi Sogandi
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 28 No. 1 (2026): Juni (2026)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v28i1.10726

Abstract

Covid-19 dengan tingkat penularan yang tinggi telah menjadi pandemi dan mengubah segalanya. Peningkatan kebersihan, sanitasi, dan pembatasan kontak fisik adalah kunci untuk mengurangi kasus. Hal ini memerlukan adaptasi di berbagai bidang termasuk farmasi. Pelayanan penjualan dan konsultasi yang dilakukan secara tatap muka harus diubah dan fasilitas di apotek juga harus disesuaikan. Perubahan ini terjadi di seluruh dunia termasuk DKI Jakarta, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan adaptasi fasilitas, pelayanan penjualan dan layanan konsultasi pada apotek di DKI Jakarta pada masa pandemi Covid-19 di Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online yang berisi pertanyaan tertutup dan beberapa pertanyaan terbuka. Sebanyak 329 orang mengikuti survei ini dan menjawab perubahan apa saja yang terjadi. Adaptasi fasilitas apotek dilakukan dengan perbaikan sanitasi (>96%) dan menjaga jarak fisik (menggunakan pembatas, membatasi jumlah orang dan mengurangi jam operasional). 72% apotek melakukan penjualan online melalui Whatsapp. 68,9% melakukan konsultasi online melalui SMS
Menggeser Tradisi: Pengaruh Korean Style terhadap Ketertarikan Generasi Muda pada Warisan Batik Nur Laili Alfiyanti; Refina Nindy Frida Tamara; Wannia Ailsa; Suryo Ediyono
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 27 No. 2 (2025): Desember (2025)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v27i2.11364

Abstract

Di era globalisasi, budaya populer internasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap preferensi gaya hidup dan busana generasi muda. Salah satu tren yang berkembang pesat di Indonesia adalah Korean Style, yang menawarkan estetika modern dan kontemporer dan menarik minat kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Korean Style terhadap ketertarikan generasi muda Indonesia pada batik, sebagai salah satu warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas nasional. Metode jurnal ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui analisis jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pergeseran minat generasi muda dari batik menuju Korean Style, yang didorong oleh faktor seperti daya tarik visual, pengaruh media sosial, serta asosiasi Korean Style dengan modernitas dan status sosial. Namun, beberapa hasil penelitian juga menunjukkan bahwa beberapa generasi muda tetap memiliki minat pada batik apabila disajikan dalam bentuk yang lebih modern dan sesuai dengan tren terkini. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya inovasi dalam desain batik dan strategi promosi yang relevan agar batik dapat kembali menarik minat generasi muda di tengah derasnya pengaruh budaya populer asing.  
Konstruksi Makna Penyelenggaraan Petik Laut bagi Masyarakat Islam di Dusun Grajagan Pantai, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi Via Assalma Setiya Ramadhani; Arief Sudrajat
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 27 No. 2 (2025): Desember (2025)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v27i2.11377

Abstract

Petik laut adalah adat istiadat masyarakat grajagan pantai yang dilakukan setiap tahun pada bulan Muharram/Suro sebagai ungkapan syukur pada Tuhan Yang Maha Esa. Pada prosesinya terdapat perpaduan antar budaya suku jawa, suku osing, agama islam, dan agama hindu. Namun, terdapat perbedaan pada masyarakat dalam memahami dan memaknai tradisi ini. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana masyarakat islam di Grajagan Pantai membentuk konstruksi makna penyelenggaraan petik laut di Grajagan Pantai, dan bagaimana perbedaan pandangan yang didasari nilai-nilai agama yang dianut. Menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus, data dikumpulkan dengan observasi dan wawancara dan dianalisis dengan teori Peter L Berger konstruksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Islam di Grajagan Pantai memiliki berbagai pandangan dalam memahami tradisi petik laut, warga dengan tingkat religiusitas yang tinggi dan tokoh agama islam menganggap bahwa tradisi dan budaya tidak dapat disatukan. Sedangkan mayoritas masyarakat islam lainnya menganggap bahwa petik laut adalah bentuk syukur kepada Tuhan dan bukan tindakan menyekutukan-Nya. Meskipun terdapat perbedaan pandangan petik laut tetap berjalan sesuai pada waktu yang telah ditentukan karena mayoritas masyarakat Grajagan Pantai berpegang teguh pada tradisi nenek moyang, dan adanya kepercayaan jika tidak melaksanakan petik laut setiap tahun akan mendatangkan peristiwa buruk bagi mereka.
Tradisi Ruwah Desa sebagai Praktik Pelestarian Budaya di Desa Kedunggede, Mojokerto Ken Ifa; Arief Sudrajat
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 27 No. 2 (2025): Desember (2025)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v27i2.11383

Abstract

Tradisi Ruwah Desa di Desa Kedunggede merupakan salah satu bentuk upacara adat yang memiliki peran penting dalam memperkuat kohesi sosial dan melestarikan nilai-nilai budaya serta spiritual masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dan praktik Ruwah Desa dengan menggunakan teori tindakan sosial Max Weber yang mencakup empat tipe tindakan: rasional instrumental, rasional nilai, tradisional, dan afektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini tidak hanya memiliki nilai budaya yang mendalam, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk mempererat hubungan antarwarga, memperkuat rasa kebersamaan, dan menjaga hubungan harmonis dengan leluhur. Meskipun tradisi ini menghadapi tantangan seperti modernisasi dan perbedaan budaya, sebagian besar masyarakat tetap meyakini pentingnya Ruwah Desa sebagai simbol ketahanan budaya. Penelitian ini juga menemukan bahwa untuk menjaga keberlanjutan tradisi, penting untuk melibatkan generasi muda, salah satunya melalui organisasi karang taruna, serta menggunakan pendekatan inovatif yang mengadaptasi teknologi dalam penyampaian nilai-nilai budaya. Dengan demikian, Ruwah Desa tetap relevan dan dapat terus dilestarikan di tengah perubahan zaman.