cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Dinamika Sosial Budaya
Published by Universitas Semarang
ISSN : 14109859     EISSN : 25808524     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Dinamika Sosial Budaya (JDSB) adalah jurnal ilmiah yang dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Semarang (LPPM USM), jurnal ini melingkupi bidang ilmu ekonomi, bidang ilmu manajemen, akuntansi, bidang ilmu hukung dan bidang ilmu psikologi.
Arjuna Subject : -
Articles 370 Documents
Hubungan kemampuan manajemen konflik dan kecerdasan emosi terhadap kepuasan pernikahan Ratnawati, Deni; Rahmawati, Novita Yuni
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 26 No. 1 (2024): Juni (2024)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v26i1.9785

Abstract

Konflik pernikahan adalah alasan utama perceraian di Indonesia. Managemen konflik dan kecerdasan emosi diperlukan untuk menjaga stabilitas dan kualitas perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis hubungan antara komponen manajemen konflik dan kecerdasan emosional terhadap kepuasan pernikahan menggunakan metode kuantitatif dengan teknik korelasional. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Kemampuan Manajemen Konflik dan Kecerdasan Emosi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kepuasan Pernikahan. Koefisien regresi positif untuk kedua variabel independen menunjukkan bahwa peningkatan dalam Kemampuan Manajemen Konflik dan Kecerdasan Emosi berhubungan dengan peningkatan yang signifikan dalam Kepuasan Pernikahan. Nilai t-statistic yang tinggi (yaitu, 4.978 untuk Kemampuan Managemen Konflik dan 5.324 untuk Kecerdasan Emosi) dan nilai signifikansi (Sig. 0.000 < 0.05) mengindikasikan bahwa hasil ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan, kedua variabel independen memainkan peran penting dalam memprediksi Kepuasan Pernikahan.
Persepsi Masyarakat Terhadap Pengobatan Tradisional Ayam Ubek di Kecamatan Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat Rahmadilla, Putri Keiko Ayudia Rizky; Sabillah, Maisya; Chairani, Frida; Kayabi, Adel Davesky; Kurnia, Insan
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 26 No. 1 (2024): Juni (2024)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v26i1.9561

Abstract

Pengobatan ayam ubek adalah warisan budaya asli Minangkabau yang berhubungan dengan praktik pengobatan tradisional.  Pengobatan ini menggunakan ayam sebagai alat diagnosa dan dilanjutkan dengan penggunaan obat herbal.  Saat ini hanya sedikit yang tersisa diantaranya terdapat di Sungai Tarab Kabupaten Tanah Datar.  Persepsi masyarakat menjadi penting dalam bagian upaya melestarikan pengobatan ini.  Penelitian dilakukan pada Bulan Januari 2024 dengan wawancara terhadap 60 masyarakat mennggunakan wawancara tertututp (close ended) terhadap tujuh indikator dengan skala likert 1-4.  Nilai persepsi tertinggi masyarakat untuk setiap aspek yaitu ilmu yang diturunkan secara turun temurun bukan merupakan pengobatan modern (aspek keaslian), memiliki biaya yang terjangkau sesuai kondisi ekonomi masyarakat (aspek kemudahan), efektif menggunakan ayam kampung (aspek efektivitas), penggunaan doa khas yang dipanjatkan kepada Allah SWT (aspek keunikan), tanpa adanya penggunaan bahan kimia obat (aspek keamanan), tujuan doa adalah Allah SWT (aspek kepercayaan),dan dapat dilakukan berulang kali baik untuk sakit yang sama jika belum sembuh ataupun pada kasus penyakit lain (aspek fleksibilitas).
Menyibak Kekhasan Masakan Bakso Di Kalisongo Jawa Timur Dan Relevansinya Dengan Teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead Usman, Yosef; Marianta, Yohanes I Wayan; Reke, Benyamin Guido; Guko, Kamilus
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 26 No. 1 (2024): Juni (2024)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v26i1.8408

Abstract

Desa Kalisongo merupakan salah daerah di Jawa Timur yang memiliki beragam mata pencaharian salah satunya makanan bakso. Daerah Kalisongo sejak jaman dahulu sudah diwarnai oleh berbagai macam makanan  dan pola interaksi sosial antara sesama  masih tetap terjagadan termasuk didalamnya  bidang kuliner.   Penelitian ini dilakukan untuk menyibak tentang kekhasan dari makanan bakso dan segala macam pembuatannya, dan juga bagaimana keberadaan makanan bakso ini dapat mempengaruhi pola interaksi masyarakat setempat.  Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif.  Data diperoleh melalui wawancara dan ditambah dengan data sekunder yang didapatkan melalui artikel ilmiah dan buku terkait makanan bakso itu.  Hasil dari penelitian ini adalah bakso adalah makanan dari Jawa Timur (Kalisongo) menjadi medium komunikasi dan memperkuat ikatan sosial di tengah perbedaan budaya, ekonomi, dan status sosial. Keunikan dari bakso ini adalah masyarakat Jawa Timur (Kalisongo) tidak pernah merasa puas dengan keberadaan bakso ini dan sampai zaman ini masyarakat  Timur (Kalisongo) atau pun warga asing masih merasakan kekhasan dari bakso itu sendiri.  .
Pengambilan Keputusan Melajang pada Perempuan Etnis Madura: Sebuah Studi Fenomenologis Alfarisi, M Salman; Bawono, Yudho
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 26 No. 1 (2024): Juni (2024)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v26i1.8874

Abstract

There are many people who do the Madura tradition of early marriages but over time social changes they also affect in deciding about life to delaying marriage. The delay marriage or people often call people unmarried as single. Single is a condition in which a man/woman has not yet and does not have a marriage. This research was intended to find out how the decision was to postpone marriage on women in Madurese. This study uses qualitative methods performed on two participants with data collection done by purposive sampling means mature female participants who are not married aged 40-60 years. Research using semi-structured interviews with the Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). IPA helps the researcher in interpreting the subjective meaning of the participant in relation to her experience in decision making. This study found that the reason not to marry because of having trauma with the past, knowing the divorced parents, have had a romantic relationship but failed to marry, and have not found a suitable partner.
Pola Penerapan Merdeka Belajar pada Pembelajaran IPS dalam Menanamkan Sikap Sosial Peserta Didik di MTsN 1 Kota Payakumbuh Suci, Nurhariani; Luhuria, Dwi
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 26 No. 1 (2024): Juni (2024)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v26i1.8165

Abstract

Penelitian ini membahas perihal pola penerapan merdeka belajar pada pembelajaran ilmu pengentahuan sosial dalam menanamkan sikap sosial peserta didik di MTsN 1 Kota Payakumbuh  menggunakan rumusan masalah: 1. Bagaimana pola penerapan merdeka belajar pada pembelajaran ilmu pengetahuan sosial dalam menanamkan sikap sosial di MTsN 1 Kota Payakumbuh. 2. Bagaimana menanamkan sikap sosial peserta didik pada pembelajaran IPS  di MTsN 1 Kota Payakumbuh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian naratif kualitatif yang sering dianggap model penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan dalam kondisi alamiah, lalu pendekatan yang dilakukan menggunakan menggunakan pendekatan pedagogik, kemudian data tadi dikumpul menggunakan cara observasi, wawancara, serta dokumentasi. Adapun instrumen menjadi suatu alat yang dipergunakan untuk mengukur kenyataan dalam penelitian dimana instrumen penelitian artinya peneliti itu sendiri. Lalu menyusun pedoman wawancara yang berisi pertanyaan, dan  pedoman observasi serta beberapa dokumentasi yang berkaitan menggunakan objek penelitian. akibat penelitian memberikan bahwa proses pembelajaran ilmu pengetahuan sosial di MTsN 1 Kota Payakumbuh telah menerapkan pembelajaran dan  evaluasi berdefensiasi menjadi perwujudan pola penerapan merdeka belajar serta implementasi dari pola penerapan merdeka belajar itu berdampak baik terhadap penanaman sikap sosial peserta didik, berakibat pembelajaran ilmu pengetahuan sosial  lebih menyenangkan, berkualitas dan  bermakna, karena menggunakan penerapan merdeka belajar peserta didik mempunyai kemampuan berfikir kritis, memiliki kepekaan emosi, berbakat serta memiliki daya khayalan yang tinggi, implikasi berasal penelitian ini dibutuhkan menjadi upaya mempertinggi kualitas pendidikan serta mengatasi masalah-masalah pendidikan spesifik di MTsN 1 Kota Payakumbuh. Meskipun penelitian ini merupakan bahan kajian yang baru dibahas serta bahkan masih terjadi pro-kontra dikalangan tokoh-tokoh pendidikan namun penulis berharap penelitian ini akan sebagai bahan rujukan buat penelitian selanjutnya serta memperkaya penelitian sebelumnya.
Kolaborasi Musik Rock Kentongan Melalui Kreativitas Generasi Muda Mukela Banyumas Damaraji, Willona Khairunissa Kenya; Nugroho, Arya Qais; Humaira, Jasmine Alifa; Putri, Stevy Tri Saskia; Maharani, Dama Gandes Hayu; Demokrasi, Gempita Pesta; Dasuki, Niken Paramarti
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 26 No. 1 (2024): Juni (2024)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v26i1.9689

Abstract

Kolaborasi musik tradisional  Kentongan Banyumas dengan musik Rock yang dilakukan oleh Komunitas Mukela Banyumas merupakan inovasi penting untuk melestarikan budaya tradisional di tengah arus globalisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana kolaborasi tersebut dapat menjadi sarana efektif dalam melestarikan budaya tradisional dan memberdayakan generasi muda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam dengan anggota Komunitas Mukela, observasi, dan dokumentasi. Kreativitas generasi muda dalam komunitas memainkan peran penting dalam mengggabungkan elemen musik tradisional dan modern, sehingga dapat menghasilkan karya musik yang unik serta dapat menarik minat generasi muda terhadap budaya tradisional. Selain itu, penggunaan teknologi digital untuk publikasi karya musik terbukti efektif dalam memperluas jangkauan audiens dan meningkatkan apresiasi terhadap budaya tradisional. Penelitian ini menegaskan bahwa kolaborasi musik tradisional dan Rock yang dilakukan oleh Komunitas Mukela Banyumas menunjukkan bahwa dengan pendekatan kreatif dan inovatif, musik tradisional dapat terus eksis dan berkembang di era modern.
CULTURE FOOD PADA ANAK STUNTING (Studi Keluarga Kelurahan Pagesangan Barat) widiawati, ulfa; Maulida, Saskia
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 26 No. 2 (2024): Desember (2024)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v26i2.8940

Abstract

Tingginya angka Stunting di wilayah Pagesangan Barat melatarbelakangi dibentuknya artikel ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui culture food pada anak stunting di wilayah Pagesangan Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus. Unit analisis yang menjadi sasaran pada penelitian ini adalah para orangtua yang anaknya terkena stunting, dan kader wilayah Pagesangan barat. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun analisis data menggunakan interactive model dari Miles, Matthew Huberman. Hasil penelitian ini adalah  kasus stunting masih banyak terjadi di Pagesangan Barat yang disebabkan  kurangnya pengetahuan orangtua terhadap kebutuhan gizi anak juga pola makan yang tidak teratur yang berkaitan dengan frekuensi  makan, jenis dan jumlah makanan. Orang tua  yang cenderung membebaskan anaknya untuk memakan apa saja menyebabkan pola makan  tidak teratur sehingga berakibat terhadap kurangnya asupan nutrisi yang diperoleh oleh anak. Pola makan ibu sedari hamil, serta, adanya stigma negative tentang stunting yang ada di masyarakat  menyebabkan orang tua menyangkal anaknya di diagnosis stunting dan tidak mengizinkan anaknya mendapatkan perlakuan khusus layaknya anak stunting.
Penerapan Nilai-Nilai Kemanusiaan Mengenai Konflik Lingkungan Studi Kasus Di Desa Sembahe Baru Latersia, Egya Dora; Astuti, Rahayu Fuji
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 26 No. 2 (2024): Desember (2024)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v26i2.9894

Abstract

Konflik lingkungan merupakan sangketa atau ketidakcocokan yang timbul karena adanya masalah lingkungan seiring dengan pesatnya pembangunan yang menyebabkan pencemaran, tata guna tanah, keamanan dan kenyamanan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan nilai kemanusiaan dari konflik lingkungan di Desa Sembahe Baru. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif menggambarkan situasi atau fenomena kehidupan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Sembahe Baru memiliki konflik lingkungan yang berkepanjangan dan perubahan yang di alami sangat sedikit bahkan tidak ada, nilai kemanusiaan yang cenderung rendah dan hanya mementingkan kawasan tempat tinggal sendiri. Hal inilah yang sebenarnya menjadi penyebab konflik tersebut. 
Pemahaman tentang Kesenjangan Sosial oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2023 Anastasya, Marsya Khayyira; Kayla Rizqi, Raden Roro Siti; Safitri, Dini -
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 26 No. 2 (2024): Desember (2024)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v26i2.9151

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi pemahaman mahasiswa Ilmu Komunikasi mengenai Kesenjangan Sosial di lingkungan kampus. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mengkaji pandangan dan pengalaman mahasiswa terhadap dampak kesenjangan sosial. Penelitian ini juga menggunakan teori Stratifikasi Sosial Max Weber untuk menganalisis topik penelitian. Hasil studi menunjukkan bahwa mahasiswa dari latar belakang ekonomi yang berbeda mengalami perbedaan dalam akses terhadap sarana pendidikan, seperti laptop dan transportasi. Upaya atau solusi yang diusulkan termasuk pemberian bantuan keuangan oleh pemerintah dan implementasi kebijakan anti-diskriminasi. Temuan ini menekankan pentingnya program beasiswa dan kebijakan inklusif untuk mengatasi kesenjangan sosial di lingkungan pendidikan. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya kolaborasi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang adil dan inklusif bagi semua mahasiswa. Tujuan artikel ini yaitu memberikan kontribusi signifikan dalam memperluas pemahaman tentang kesenjangan sosial di lingkungan kampus dan relevansinya dalam konteks sosial yang lebih luas.
Konstruksi Budaya Sirkumsisi Perempuan di Desa Bagu Kecamatan Pringgarata Azizi, Hibatul; Noviandita, Devy; Febrianti, Laura; Rizki, Muhammad; Nursaptini, Nursaptini
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol. 26 No. 2 (2024): Desember (2024)
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jdsb.v26i2.10781

Abstract

Penelitian ini dilakukan guna menggali konstruksi budaya dalam praktik sirkumsisi perempuan, khususnya di Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Pendekatan kualitatif dipertajam dengan metode studi kasus, digunakan dalam menafsirkan fenomena yang dikaji. Data dilapangan diakumulasikan berdasarkan proses wawancara, observasi, juga dokumentasi. Snowball sampling menjadi pilihan guna mencari subjek penelitian, sedangkam Purposive sampling menjadi teknik dalam penentuan informan yang tepat. Proses analisis data dilakukan menggunakan metode spiral analisis, yang terdiri dari beberapa langkah, mencakup pengorganisasian data, peninjauan serta pencatatan memo, pembuatan deskripsi dan klasifikasi data, penerjemahan data ke dalam bentuk kode dan tema, penafsiran hasil, kemudian menyaji dan medeskripsi gambaran data diakumlasi dari hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat tiga unsur yang membangun budaya sirkumsisi perempuan di Desa Bagu, yaitu; 1) sistem pengetahuan; 2) sistem religi; dan 3) sistem bahasa. Ketiga unsur tersebut membuat sirkumsisi perempuan di Desa Bagu merupakan suatu keharusan yang dilakukan oleh setiap perempuan muslim.