cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2579891X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 1 (2020)" : 18 Documents clear
Analisis Probabilitas Penumpang Bus di Dalam dan di Luar Terminal Oebobo Berbasis Karakteristik Sosial Ekonomi dan Aksesibilitas dengan Metode Revealed Preference Gaspar Yanuar Kanio Tuames; Hera Widyastuti
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1333.669 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i1.5413

Abstract

This study will find out the characteristics of bus passengers inside the Oebobo terminal and outside the terminal (Oesapa T-junction) as well as the probability of choosing a bus ride location based on socio-economic characteristics and accessibility. This study begins with the collection of primary data obtained from the results of filling out questionnaires by respondents using revealed preference technique. Primary data is then processed using logistic regression analysis to obtain probability values. From the analysis, it can be seen that bus passengers prefer the location to ride outside the terminal (Oesapa T-junction) which is 77.65%. The probability of passengers who choose a ride location is influenced by the variable fare to the bus ride location and bus waiting time. For the rate of <Rp.5000 the probability value is 76.25% and the tariff > Rp.20000 the probability value of 92.39% chooses at the Oesapa T-junction. The greater the tariff towards the hitching location, the higher the potential for bus passengers to choose the location to stay at the Oesapa T-junction. Whereas based on the bus waiting time variable the faster waiting time for the bus, the higher the potential for bus passengers to choose the location to stay at the Oesapa T-junction with a probability value for waiting time <30 minutes 97.09% choosing the location to stay at Oesapa T-junction and for waiting time >120 minutes the probability value of 91.49% chooses the location to take a ride at Oebobo Terminal.
Permodelan Elemen Hingga Hubungan Balok-Kolom yang Menggunakan Headed Bar Yohanes Duran; Harun Alrasyid; Data Iranata
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.101 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i1.6034

Abstract

Hubungan balok kolom merupakan bagian dari elemen struktur dalam menahan gempa. Penelitian mengenai hubungan balok kolom telah dilakukan beberapa peneliti dengan melakukan kegiatan eksperimental dan analisa numerik. Pada umumnya kekuatan dari hubungan balok kolom tergantung dari pengangkuran tulangan. Kehadiran headed bar  dapat menjadi alternatif untuk pengangkuran tulangan. Penelitian ini membahas model hubungan balok kolom dengan pengangkuran headed bar pada analisa elemen hingga. Hasil eksperimental dari penelitan mengenai hubungan balok kolom dalam dan luar digunakan dalam analisa elemen hingga. Analisa elemen hingga menggunakan program vector2. Hasil analisa menunjukkan bahwa prediksi perilaku menggunakan analisa elemen hingga memberikan kinerja dan pola retak yang serupa dengan hasil eksperimental
Penentuan Daerah Rawan Kecelakaan Lalu Lintas di Kota Surabaya Vrischa Natalia Arung; Hera Widyastuti
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1485.881 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i1.5328

Abstract

Kota Surabaya sebagai Ibukota Provinsi Jawa Timur menjadi pusat kegiatan pemerintahan, selain itu juga sebagai salah satu kota perdagangan, industri, serta pendidikan. Keadaan ini menyebabkan kegiatan masyarakat di Kota Surabaya cukup tinggi, sehingga menimbulkan kegiatan transportasi yang berdampak pada meningkatnya angka pertumbuhan lalu lintas. Salah satu dampak dari pertumbuhan lalu lintas adalah masalah kecelakaan lalu lintas. Selama tahun 2016 tercatat 1.126 kejadian kecelakaan lalu lintas di Kota Surabaya, sedangkan pada tahun 2017 tercatat 1.349 kejadian kecelakaan yang mengakibatkan 174 orang meninggal dunia. Pada penelitian ini digunakan metode Z-Score untuk menentukan daerah rawan kecelakaan (black site), sehingga diperoleh 3 (tiga) ruas jalan yang ditetapkan sebagai black site di Kota Surabaya, yaitu Jalan Ahmad Yani, Jalan Mastrip, dan Jalan Ir.Soekarno.
Pengaruh Parameter Track Quality Indeks (Tqi) Terhadap Perilaku Bantalan Beton Wawarisa Alnu Fistcar; Hera Widyastuti; Data Iranata; Catur Arif Prastyanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5637.5 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i1.6274

Abstract

Perhitungan kualitas geometri jalan rel dapat diperoleh dengan menggunakan rumus standar perkeretaapian Indonesia. Hasil perhitungan untuk KA.Galunggung tahun 2018 memperoleh nilai maksimum sebesar 37,44. Sedangkan untuk KA.EM-120 pada tahun 2019 memperoleh nilai maksimum sebesar 40,75. Dari hasil perhitungan kedua kualitas geometri tersebut memiliki perbedaan nilai yang selanjutnya dijadikan tolak ukur untuk pengukuran yang dilakukan secara manual. Nilai geometri aktual selanjutnya di modelkan dengan progam bantu ABAQUS. Dimensi serta propeti material sesuai dengan keadaan yang ada di lokasi penelitian, dimensi bantalan beton tipe N-67 = 2000 x 250 x 215 mm, properti material (Fc’) = 54 Mpa dengan kuat tarik wire prestressed = 1400 Mpa, tipe rel 54 dan material balas yang digunakan sesuai dengan PM.60 tahun 2012. Beban aksial dengan kombinasi  7% Pd, 23% Pd, 40%, serta lateral displacement 0,1 Pd dan 0,2 Pd. Hasil dari analisa adalah tegangan tarik, tegangan tekan serta perpindahan pada struktur atas jalan rel. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh letak geometri jalan rel terhadap perilaku struktural bantalan beton. Hasil korelasi FEA pada kondisi normal dan perhitungan manual mempunyai perbedaan 4,055 % maka korelasi input material sudah baik. Hasil dari variasi letak geometri menunjukan perbedaan perilaku struktural pada bantalan beton, wire prestressed serta Rel. Pada nilai penyimpangan geometri terbesar (TQI > 40). Hasil tegangan tarik beton 2,878 Mpa, tengangan tekan beton 8,192 Mpa serta perpindahan terbesar 0.00124 mm, sedangkan tegangan tarik rel type 54 adalah 366,814 Mpa. Dari hasil tersebut maka sampai batas penyimpangan geometri yang dipakai di Indonesia, struktur atas jalan rel masih dapat menumpu beban yang bekerja secara optimal.
Penentuan Prioritas Penanganan Kerusakan Jalan di Kota Dili Timor Leste Berdasarkan Kondisi Kerusakan Perkerasan Jalan (Studi Kasus : Jalan Aikakeu Laran, Jalan Bebonuk, Jalan Comoro dan Jalan Becora) Frans de Jesus Babo; Indrasurya B Mochtar; Catur Arif Prastyanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1186.046 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i1.5419

Abstract

Jalan Merupakan prasarana yang sangat penting dalam sektor perhubungan. Kondisi jalan yang baik akan memudahkan mobilitas penduduk dalam mengadakan kegiatan ekonomi dan kegiatan sosial lainnya. Program pemeliharaan jalan harus dilakukan oleh pemerintah Timor Leste. Dengan banyaknya kendala dan permasalahan, seperti keterbatasan anggaran, usulan dari masyarakat yang terus masuk pada dinas pekerjaan umum, maka diperlukan perencanaan program pemeliharaan jaringan jalan secara bertahap dengan penentuan prioritas penanganan kerusakan jalan. Tujuan dari proritas penanganan kerusakan jalan pada keempat ruas jalan yang ada di Kota Dili tersebut adalah menggunakan data yang dibutuhkan nilai kerusakan visual, equivalent axle load dan fungsi jalan. Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi kerusakan jalan untuk menentukan prioritas penanganan didapat hasil bahwa jalan yang diamati dan prioritas yang perlu diperbaiki adalah ruas jalan Comoro dengan nilai total EAL maksimum 11691,82.
Studi Numerik Performa Rangka Bresing Eksentrik Link Vertikal Profil Tubular Dzul Fikri Muhammad; Budi Suswanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1897.887 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i1.6214

Abstract

Eccentrically Braced Frames (EBF) have been used as earthquake suppression systems, especially in buildings. This system relies on yielding at link on the main beam which is located between the eccentric bracing (EBH). EBH has important weaknesses to review. In the event of an earthquake that causes the link beam to rotate vertically, causing the structure above the beam damaged. Also it is not easy to repair the beam link at EBH after a severe earthquake. To overcome the problems in the EBH system, a new system was proposed, called Vertical-EBF (EBV). Links with WF and tubular profiles are two profiles commonly used in structures. In this research, EBF specimen modeling with tubular profile vertical links was compared with EBF horizontal links. The results showed a structure with EBV had a lighter weight.Yielding only occur at link so its better for earthquake rehabilitation.
Studi Analisis Perilaku Sambungan Kaku (Rigid Connection) Balok - Kolom Baja Tipe Extended End Plate dengan Metode Elemen Hingga Oktavia Ully Artha Silalahi; Budi Suswanto; Bambang Piscesa
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1732.679 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i1.5346

Abstract

Sambungan adalah elemen yang sangat penting dalam desain dan konstruksi bangunan tahan gempa. Kegagalan atau keruntuhan bangunan pasca gempa ditentukan oleh kualitas sambungan. Pemilihan sambungan yang tepat sangat diperlukan untuk menjamin terjadinya sendi plastis pada daerah balok.Studi ini membahas tentang perilaku dari sambungan baja tipe Extended End Plate saat diberi beban siklik dengan menggunakan software berbasis metode elemen hingga ABAQUS 6.14. Pemodelan ini meliputi variasi nilai pratarik baut, penambahan pengaku dan tanpa pengaku pada badan kolom. Dengan adanya studi ini, diharapkan pula pemodelan sambungan balok - kolom baja tipe Extended End Plate yang memenuhi syarat baik kuat maupun daktail pada bangunan untuk daerah gempa kuat dapat diperoleh dengan baik.Gang Shi et al (2006), melakukan tes eksperimental untuk sambungan dari rangka baja end-plate dengan beberapa variasi dari sambungan baja. Studi ini akan melakukan pemodelan yang kemudian hasilnya akan dibandingkan dari moment – rotasi, nilai kekakuan rotasi dan mode kegagalan. Spesimen yang dianalisis dari eksperimental ada dua spesimen yaitu spesimen JD2 dan spesimen JD4.            Pemodelan yang digunakan welded plate I-Shaped untuk dimensi kolom 300 × 250 × 8 × 12 mm dan dimensi balok 300 × 200 × 8 × 12 mm, ketebalan pengaku kolom 12 mm, ketebalan pengaku extended end plate 10 mm. Hasil dari studi spesimen JD2 yaitu nilai Mu sebesar 335.86 KNm sedangkan nilai u sebesar 0.042 rad. Spesimen JD4 yaitu nilai Mu sebesar 287.58 KNm sedangkan nilai u sebesar 0.037 rad. Nilai kekakuan rotasi spesimen JD2 sebesar 68733 KNm/rad dan JD4 sebesar 36175 KNm/rad. Adapun dari segi mode kegagalan kedua spesimen menunjukkan kegagalan yang sama. Untuk nilai energi disipasi spesimen JD2 sebesar 70712.75 KNmm dan JD4 sebesar 51662.30 KNmm. Serta ditinjau pula dari nilai faktor daktilitas dimana nilai spesimen JD2 sebesar 2.99 dan nilai JD4 sebesar 2.84 yang nilai di atas masuk kategori daktilitas parsial dengan memenuhi syarat 1.5< <5. Hasil pemodelan di atas jika dibandingkan dengan hasil dari eksperimen yang digunakan tidak memiliki selisih yang signifikan. Hasil pemodelan dengan program bantu finite element merupakan sebuah pendekatan sehingga hasilnya tidak sama persis dengan hasil eksperimen yang dilakukan. Persyaratan model sambungan balok - kolom diharapkan dapat digunakan pada struktur yang tahan gempa. Berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan, pemodelan pada sambungan memiliki kemampuan daktilitas yang baik.
Efek Variasi Suhu Pemadatan Campuran Laston Lapis Pondasi (AC-Base) dengan Penambahan Limbah Plastik Amalia Firdaus Mawardi; Machsus Machsus; Mohamad Khoiri; Hertanto Gunawan
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.444 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i1.6423

Abstract

Pada paper ini dibahas efek variasi suhu pemadatan terhadap karaktersitik Marshall pada Campuran Laston Lapis Pondasi (AC-Base) dengan Penambahan Limbah Plastik, jenis Polyethylene Terephthalate (PET). Metode pencampuran limbah plastik PET digunakan metode basah. Variasi suhu pemadatan antara 100°C-180°C dengan kenaikan setiap 10°C. Penelitian ini mengacu pada spesifikasi umum Kementrian Pekerjaan Umum Bina Marga Revisi III tahun 2010. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai kepadatan, VFA (Void Filled with Asphalt), Stabilitas, dan MQ (Marshall Quotient) semakin meningkat seiring dengan peningkatan suhu pemadatan, baik pada AC-Base tanpa dan dengan penambahan plastik PET. Sebaliknya, nilai VIM (Void in Mix), VMA (Void in Mineral Agreggate), dan Flow menurun seiring dengan peningkatan suhu pemadatan. AC-Base tanpa penambahan plastik PET memiliki nilai kepadatan, VFA, dan flow yang lebih tinggi dibanding AC-Base dengan penambahan plastik PET, sedangkan untuk nilai VIM, VMA, dan stabilitas lebih rendah.

Page 2 of 2 | Total Record : 18