cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2579891X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Arjuna Subject : -
Articles 424 Documents
Perencanaan Jaringan Irigasi Hidroponik Guna Ekstensifikasi Lahan pada Sawah Tadah Hujan di Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya Choirul Anwar; S. Kamilia Aziz; Dwi Indriyani; Deris Faisa Ralindra; Fitria Wahyuni
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1930.002 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v19i2.8621

Abstract

Jumlah penduduk Kota Surabaya dari tahun 2014 sampai 2015 mengalami peningkatan sebesar 4,45%. Lahan pertanian di Kota Surabaya mengalami penyusutan lahan sebesar 75 hektar setiap tahunnya. Peningkatan jumlah penduduk Kota Surabaya berbanding terbalik dengan ketersediaan lahan pertanian. Solusinya adalah menerapkan konsep baru urban farming. Hasil optimasi eksisting menghasilkan intensitas tanam sebesar 289% dengan pola tanam padi-palawija-palawija, sedangkan optimasi rencana menghasilkan intensitas tanam sebesar 240% dengan pola tanam palawija-palawija (hidroponik tingkat atas), intensitas tanam sebesar 311% dengan pola tanam palawija-palawija-palawija (hidroponik tingkat bawah), dan budidaya ikan lele sistem bioflok. Kebutuhan air rencana sebesar 3,63x106 liter sedangkan ketersediaan tampungan air total sebesar 3,75x106 liter. Nilai Benefit Cost Ratio (BCR) eksisting dan rencana masing-masing sebesar 0,09 dan 1,43. Nilai Net Present Value (NPV) eksisting dan rencana masing-masing sebesar Rp.-115.719.410,06 dan Rp. 2.956.052.297,26. Nilai Payback Period (PP) eksisting dan rencana membutuhkan 12,39 tahun dan 1,7 tahun.
Analisis Hasil Perencanaan pada Pemodelan Stabilitas Timbunan dengan Program Bantu XSTABL, GEO5, GeoStudio-SLOPE/W, dan PLAXIS Manurung, Widya Indriyani; Mochtar, Indrasurya B.; Satrya, Trihanyndio Rendy
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 19, No 3 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2247.683 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v19i3.9506

Abstract

Stabilitas timbunan pada umumnya dapat dihitung dengan menggunakan metode keseimbangan batas berupa program bantu XSTABL, GEO5, GeoStudio-SLOPE/W dan metode elemen hingga berupa program bantu PLAXIS. Output utama dari program bantu tersebut adalah angka keamanan (SF), momen penahan, dan letak bidang longsor. Namun, masalah yang selalu timbul adalah adanya output yang berbeda untuk data input yang sama pada keempat program bantu tersebut. Dalam hal ini, para perencana masih belum mengetahui program bantu mana yang tepat untuk digunakan dalam menganalisis kondisi lapangan untuk perencanaan. Dari hasil penelitian ini, didapatkan dari analisis stabilitas timbunan untuk semua variasi ketinggian yang diletakkan di atas tanah dasar dengan ketebalan tanah lunak yang bervariasi yang belum mengalami pemampatan (tanpa dipasang PVD) yang dilakukan dengan XSTABL, GEO5, dan GeoStudio-SLOPE/W memberikan hasil SF yang sama; tetapi PLAXIS berbeda. Sedang kondisi yang telah mengalami pemampatan (dengan dipasang PVD) yang dilakukan dengan XSTABL, GEO5 adalah sama; tetapi GeoStudio-SLOPE/W dan PLAXIS berbeda.
Penerapan Model Strut-and-Tie untuk Memprediksi Kekuatan Geser Sambungan Balok-Kolom Interior Gedung PPIIG UPR Ari Kusmawan; Fransisco Happy Riadi Haputra Baru; Lilik Hermawan
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 19, No 3 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1582.904 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v19i3.9289

Abstract

The beam-column conncetion under lateral load is an area that often experiences collapse in the form of shear failure, therefore a fairly accurate method is needed to calculate the shear capacity in this area. The softened Strut-and-Tie Model (STM) method was proposed to calculate the nominal shear force of the PPIIG UPR building beam-column joint. The analysis results showed that the shear force on the core of the beam-column connection under lateral load was 1480,28 kN which was greater than the shear capacity of the beam-column con­nection 996,58 kN, therefore the amount of shear reinforcement plus the shear capacity of the beam-column connection that met the requirements in the connection area was 3D12-100 mm with a total shear strength was 1706,96 kN.Sambungan balok-kolom di bawah beban lateral adalah daerah yang sering mengalami keruntuhan berupa kegagalan geser, oleh karena itu dibutuhkan suatu metode yang cukup akurat untuk menghitung kapasitas geser pada daerah ini. Metode softened Strut-and-Tie Model (STM) diusulkan untuk menghitung gaya geser nominal sambungan balok-kolom gedung PPIIG UPR. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya geser pada inti sambungan balok-kolom di bawah beban lateral adalah 1480,28 kN lebih besar dari kapasitas geser sambungan balok-kolom 996,58 kN, sehingga jumlah tulangan geser ditambah kapasi­tas geser sambungan balok-kolom yang memenuhi persyaratan pada daerah sam­bungan adalah 3D12-100 mm dengan kuat geser total sebesar 1706,96 kN. 
Analisis Biaya Kerugian Kemacetan Jalan Akibat Adanya Kerusakan pada Kendaraan Berat di Jalan Arteri Primer (Studi Kasus : Ruas Jalan Surabaya-Mojokerto) Aulia Dewi Fatikasari; Catur Arif Prastyanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.435 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v19i2.8499

Abstract

Kemacetan bersifat nonrecurrent disebabkan oleh peristiwa yang tidak dapat diprediksi seperti terjadi akibat kendaraan berat mengalami risiko kerusakan. Biasanya kendaraan akan berhenti disalah satu lajur sehingga mengurangi kapasitas jalan dan jalan tidak mampu menampung volume lalu lintas yang tinggi. Selain itu, membutuhkan waktu yang lama untuk proses evakuasinya sehingga akan memperpanjang antrian kemacetan. Hal ini akan menimbulkan kerugian bagi pengguna jalan. Sehingga perlu dibuatkan model hubungan antara variabel volume lalu lintas, biaya kerugian dan lama waktu penanganan. Digunakan metode regresi sederhana untuk membuat model tersebut. Persamaan model yang didapatkan yaitu ketika waktu penanganan 0,5 jam y =-95848463,493+66456,613X; 1 jam y =-191696926,994+132913,227X; 1,5 jam y =-287545390,476+199369,840X; 2 jam y =-383393853,990+265826,454X dan 3 jam y =-575090781,012+398739,681X dengan variabel y biaya kemacetan (Rp) dan x volume lalu lintas (skr). Persamaan model tersebut digunakan ketika kapasitas jalan 4/2D yang awalnya 3319,68 skr/jam menjadi 1659,84 skr/jam dengan batas volume lalu lintas minimum 1660 skr/jam.
Batu Bata Ringan Dengan Filler Paduan Serat Ijuk Aren dan Sekam Padi Terkarbonasi Laode Muh Musa; Sulaiman .; Ibrahim .; La Ode Ahmad Nur Ramadhan; Laode A. Kadir
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 19, No 3 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.141 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v19i3.7035

Abstract

Selama ini keberadaan ijuk aren dan sekam padi terkarbonasi belum di manfaatkan secara maksimal terutama dalam dunia konstruksi yang bersifat non struktural dalam pembuatan batu bata ringan.  Secara teoritis penambahan serat dalam  pembuatan batu bata ringan dengan filler serat ijuk aren dan sekam padi terkarbonasi mampu menambah kuat tekan pada pasangan batu bata ringan untuk keperluan non struktural, dimana secara terbatas material serat dapat di gunakan dari bahan-bahan alami. Penelitian ini bertujuan unntuk mengetahui  pengaruh  komposisi  tanah  liat  dari  serat  ijuk  aren  dan  sekam  padi terkarbonasi  terhadap  karakteristik  batu  bataringan  (berat  jenis,  sifat  mekanik).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi terbaik antara batu  bata  dan  filler serta ijuk aren  dan  sekam  padi  terkarbonasi  adalah  komposisi  4.500/50  ijuk/450  sekam,  dengan massa  jenis  950  g/cm³,  kuat  tekan  3,012  MPa.  Sedangkan  batu  bata  ringan  tanpa  filler diperoleh  massa  jenis  1250  g/cm3  dan  morfologi  yang  berpori.  Peningkatan  komposisi sekam padi terkarbonasi cenderung meningkatkan kekuatan mekaniknya, hal ini menja- dikan batu bata lebih ringan dan memperbaiki sifat mekaniknya.
Studi Numerikal Tekuk Web pada Balok Baja Kastela akibat Kombinasi Momen Lentur dan Gaya Geser William Wiranata; Paulus Karta Wijaya
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 19, No 3 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1970.285 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v19i3.9249

Abstract

Abstrak Indonesia:Salah satu ragam tekuk yang terjadi pada balok baja kastela adalah tekuk pada web penampang. Dalam penelitian ini, analisis dilakukan untuk mencari besarnya beban ultimit yang dapat dipikul balok untuk ragam kegagalan tekuk web. Tekuk web yang dimaksud adalah tekuk pos web (bagian web yang terletak di antara bukaan web). Tekuk pos web menurut AISC Design Guide 31 pasal 3.4.1 tidak meninjau kestabilan web secara keseluruhan tetapi meninjau stabilitas pelat T-web atas dan bawah secara terpisah berdasarkan momen kritis dari bagian atas atau bawah web. Pada studi ini, dilakukan analisis tekuk web balok kastela sebagai satu kesatuan. Model yang ditinjau adalah balok kastela yang terletak di atas dua tumpuan sederhana dengan berbagai ukuran panjang. Beban yang diberikan adalah beban terpusat di tengah bentang dengan maksud untuk menciptakan gaya geser konstan dan momen lentur bervariasi di sepanjang balok. Dari analisis tersebut diperoleh persamaan untuk memprediksi gaya geser kritis dengan parameter h/tw, ketidaksempurnaan geometri, dan momen lentur untuk berbagai profil balok kastela.Abstrak Inggris:One of many buckling mode that could occur on castellated steel beam is web buckling. In this research, the analysis is carried out by looking for ultimate load that the beam can carry for web buckling mode of failure. Web buckling is referred to web post (part of web that located between two holes) buckling. Web post buckling according to AISC Design Guide 31 chapter 3.4.1 is not reviewed of the stability of web as a whole but reviewed the stability of top and bottom of T-web separately based on critical moment from upper part and lower part of the web. In this study, the analysis of web post buckling as one part of web has been studied. The model is simply supported castellated beam that is loaded by concentrated load applied at mid-span with various beam length that intended to create constant shear force and bending moment along the beam. From the analysis, equation have been obtained to estimate the shear force of castellated beam with h/tw ratio, geometry imperfection, and bending moment for various of castellated beams.
Pengaruh Pelanggaran Marka Jalan Terhadap Kinerja Simpang Bersinyal (Studi Kasus : Simpang Gayam dan Simpang Wirobrajan Yogyakarta) Raafi Widyaputra Yulianyahya
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.999 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v19i2.8646

Abstract

Tingginya tundaan dan panjang antrian dapat mengakibatkan pelanggaran marka jalan untuk mengambil waktu awal hijau sinyal lalu lintas tanpa menghiraukan peraturan garis marka di simpang. Penelitian ini membedakan antara simpang tidak mempunyai median jalan di Simpang Gayam dan simpang mempunyai median jalan di Simpang Wirobrajan. Pelanggaran marka jalan yang menjadi tujuan penelitian tentang bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja Simpang Gayam dan Simpang Wirobrajan tersebut. Metode penelitian ini menggunakan mikrosimulasi lalu lintas dengan Vissim untuk didapatkan analisis kinerja simpang yang berupa tundaan dan panjang antrian akibat pelanggaran marka jalan. Data primer dikumpulkan dengan melakukan survei langsung di lapangan untuk mendapatkan volume kondisi eksisting periode jam puncak yang akan menjadi acuan analisis kinerja simpang. Dari analisis kinerja tundaan antara Simpang Gayam dan Simpang Wirobrajan, didapatkan selisih waktu di lengan selatan sebesar 51,52 detik, lengan barat 16,54 detik, lengan utara 107,14 detik, lengan timur 72,66 detik. Kemudian dari analisis panjang antrian antara Simpang Gayam dan Simpang Wirobrajan, didapatkan selisih panjang antrian di lengan selatan sebesar 19,25 meter, lengan barat 55,34 meter, lengan utara 34,60 meter, lengan timur 16,30 meter.
Pengaruh Soil Water Characteristic Curve (SWCC) Pada Pemodelan Tanggul Yang Menggunakan Material Campuran Lumpur Sidoarjo (LuSi) Dan Tanah Lempung Indra Rahma Hardiana; Ria Asih Aryani Soemitro; Indarto .; Trihanyndio Rendy Satrya
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1134.661 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v19i2.7591

Abstract

BNPB (2016) menyatakan lebih dari 10 kali tanggul penahan lumpur Sidoarjo mengalami keruntuhan. PPLS (2018) telah melakukan penelitian pemanfaatan LuSi untuk tanggul uji. Berdasarkan pengamatan tahun 2019 terdapat retakan pada tanggul ditengarai akibat perubahan karakteristik tanah saat terjadi perubahan musim. Penelitian ini bersifat pemodelan menggunakan data sekunder penelitian terdahulu. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor keamanan konfigurasi geometri tanggul pada variasi muka air tanah dan endapan lumpur dengan pengaruh nilai suction pada SWCC dari data penelitian terdahulu. Hasil pemodelan pada muka air tanah (M.A.T) 0 m rentang angka keamanan 1,7-3,4 dan muka air tanah (M.A.T) -30 m rentang antara 2,4 - 4,6. Pemodelan pengaruh endapan lumpur yaitu saat endapan lumpur rendah (1 m) rentang angka keamanan yaitu 1,8-3,5, untuk endapan lumpur tinggi (3 m) rentang  2,5-7,0. Besar pemampatan segera (Immediate Settlement) semakin tinggi timbunan rentang pemampatan 0,08876 m -0,10107 m dan semakin besar kemiringan tanggul rentang 0,08876 m - 0,02166 m. 
Analisis Optimasi Waktu Dan Biaya Dengan Metode Time Cost Trade Off Pada Proyek Gudang Amunisi. Eko Arif Budianto; Albert Eddy Husin
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 19, No 3 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.359 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v19i3.9146

Abstract

Pembangunan proyek konstruksi sedang mengalami perkembangan pesat dengan tingkat persaingan antar investor yang begitu tinggi. Dalam persaingan pasar global saat ini, perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi harus mampu bersaing dan berusaha untuk memuaskan permintaan para pengguna jasa (customer). Pembangunannya juga harus memperhatikan biaya, mutu dan waktu.  Pada saat pelaksanaan pembangunan penyedia jasa (kontraktor) harus mampu memanfaatkan biaya, mutu dan waktu sesuai yang direncanakan. Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk menganalisis optimasi biaya dan waktu dengan menggunakan metode time cost trade off. Metode time cost trade off merupakan salah satu metode analisa yang bertujuan untuk mempercepat waktu dan biaya pada suatu proyek. Percepatan penjadwalan ini bertujuan untuk mencari berapa waktu dan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek sesuai dengan target rencana efisien dan terbaik. Dengan menerapkan metode time cost trade off pada proyek Gudang amunisi dapat mengoptimasi waktu 34,69% dan mendapatkan optimasi biaya sebesar 4,24%. Penelitian ini bermanfaat pada proyek konstruksi.
Analisa Numerik Pada Kolom Beton Pracetak Mutu-Tinggi dengan Sambungan Grouted Sleeve Amalia, Rizky; Alrasyid, Harun; Aji, Pujo; Rofiq, Muhammad
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 19, No 3 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1408.807 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v19i3.8955

Abstract

Penggunaan beton mutu tinggi dan tulangan mutu tinggi untuk konstruksi beton pracetak memiliki keunggulan yaitu mampu menyediakan kolom dengan ukuran kecil pada lantai yang  rendah,  dan  kecepatan  konstruksi  yang  lebih  tinggi  dibandingkan  dengan  beton bertulang  mutu  normal.  Sambungan  mekanis  tipe  grouted  sleeve  (GS)  untuk  tulangan longitudinal  mutu  tinggi  pada  zona  sendi  plastis  dipilih  karena  kolom  pracetak  dengan sambungan GS memberikan perilaku yang sama dengan kolom beton bertulang monolit. Penelitian  ini  menyajikan  analisis  nonlinear  perilaku  seismik  kolom  beton  pracetak berkurvatur  ganda  dengan  sambungan  GS  pada  ujung  kolom-pondasi.  Dimensi  kolom yang  digunakan  yaitu  600x600  mm.  Kuat  tekan  beton  adalah  74  MPa.  Tulangan  mutu tinggi  SD685  (kuat  leleh  685  MPa)  dan  SD785  (kuat  leleh  785  MPa)  masing-masing digunakan  untuk  tulangan  longitudinal  dan  transversal.  Pemodelan  numerik  dilakukan menggunakan  rangkaian  program  elemen-hingga,  3DNLFEA.  Hasil  menunjukkan prediksi  model  3DNLFEA  memiliki  kesesuaian  yang  baik  dengan  hasil  eksperimen. Pelelehan  tulangan  longitudinal,  pola  keretakan  yang  terjadi,  dan  kegagalan  tulangan transversal disajikan.