cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2579891X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Arjuna Subject : -
Articles 424 Documents
Rencana Pengendalian Banjir di Saluran Sekunder Rungkut Barata dan Rungkut Menanggal Kota Surabaya Ivanda Kurnianto; S Kamilia Aziz
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.274 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v15i2.3151

Abstract

Saluran Sekunder Rungkut Barata dan Rungkut Menanggal  Kota Surabaya yang termasuk Sub Sistem drainase Saluran Perbatasan,  mengalami genangan air ketika terjadi hujan dengan intensitas curah hujan sedang atau tinggi. Genangan terjadi dalam jangka waktu kurang lebih 2 jam dengan kedalaman 10 cm s/d 30 cm. Genangan terjadi di permukiman penduduk sampai ke ruas-ruas jalan utama daerah tersebut. Diduga penyebab genangan terjadi akibat aliran balik dari Saluran Primer Perbatasan. Perhitungan debit rencana menggunakan metode rasional dengan debit Q5 untuk saluran sekunder, Q2 untuk saluran tersier. Sedangkan perhitungan debit banjir pada saluran primer menggunakan hidrograf satuan sintetik Nakayasu. Adapun perhitungan aliran balik (back water) menggunakan metode tahapan langsung. Dari hasil Running menggunakan Aplikasi HEC-RAS, kapasitas saluran Rungkut Barata dan Rungkut Menanggal mengalami luapan banjir hampir di semua ruas Saluran. Pada bagian Hilir saluran Sekunder Rungkut Barata juga terjadi aliran balik dari Saluran Primer Perbatasan sejauh 291,78m. Untuk mengatasinya di lakukan Pengendalian banjir dengan Normalisasi Saluran dengan tinggi tanggul 1,5 meter sampai 2 meter dan lebar menyesuaikan kondisi lapangan dengan menyamakan kemiringan saluran menjadi 0,0004 dan melakukan pengendalian banjir mengunakan 2 Pompa air dengan kapasitas 0,5m3/det yang dilengkapi Pompa Lumpur.
Deteksi Kerusakan dan Penempatan Sensor Percepatan Berbasis Respons Dinamis Struktur: Kasus Jembatan KA Porong, Sidoarjo Tri Susanto; Agung Budipriyanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2014)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.257 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v12i2.2573

Abstract

Tidak sedikit jembatan rangka baja di Indonesia yang dibangun beberapa puluh tahun lalu. Agar struktur jembatan tersebut tetap dalam kondisi layan, maka monitoring struktur secara periodik sangat diperlukan sehingga keruntuhan struktur jembatan dapat dihindari. Makalah ini menyajikan hasil studi deteksi kerusakan struktur jembatan rangka baja kereta api. Jembatan terletak di Porong, Sidoarjo dan dibangun sejak era kolonial Belanda. Metode deteksi kerusakan struktur berbasis getaran diaplikasikan untuk mengidentifikasi kerusakan yang disimulasikan. Untuk memperoleh karakteristik dinamisnya akibat beban kereta yang lewat, struktur tersebut dimodelkan secara numerik dengan perangkat lunak komputer. Struktur tersebut dimodelkan baik dalam kondisi utuh atau terdapat kerusakan. Metode penempatan sensor akselerometer juga diaplikasikan pada jembatan ini. Hasil studi ini menunjukkan bahwa metode yang digunakan mampu mendeteksi pengaruh kerusakan yang disimulasikan terjadi pada struktur dan menentukan lokasi penempatan sensor yang optimal. 
Identifikasi Potensi Sumber Daya Air Kabupaten Pasuruan Sukobar Sukobar
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.736 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v3i1.2565

Abstract

Identifikasi Potensi Sumber Daya Air perlu dilakukan karena air merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Potensi air secara keseluruhan terdiri dari air permukaan dan air bawah tanah, air permukaan dapat langsung mengalir ke laut melalui permukaan tanah, sedangkan air bawah tanah adalah cadangan air yang ada dalam tanah dan dapat keluar ke permukaan tanah berupa sumber – sumber air. Dengan diketahuinya kapasitas air permukaan dan air bawah tanah diharapkan dapat memaksimalkan hasil manajemen sumber daya air. Metodologi Indentifikasi Potensi Sumber Daya Air Kabupaten Pasuruan adalah dengan cara melakukan studi teoritis, pengamatan lapangan (survey) dan investigasi untuk mendapatkan data (informasi) yang berkaitan dengan keperluan analisa dan kajian. Beberapa data sekunder yang dibutuhkan antara lain data klimatologi, data/peta geologi, data/peta hidrologi, Curah Hujan dll. Data primer dapat diperoleh dari : Survey Sumber – sumber Air, Survey/Pengukuran Geolistrik, Citra Satelit (LandSat/RadarSat). Dari hasil identifikasi tersebut di Kabupaten Pasuruan ternyata mempunyai kapasitas air permukaan 4.933.876.748 m3 / tahun, kapasitas air bawah tanah 629.946.438 m3/ tahun dengan total volume air tanah yang ada di dalam akuifer adalah sebesar 1.826.699.720 m3.
Analisa Kepuasan Penumpang Angkutan Kota terhadap Sistem Pelayanan Angkutan Kota di Kota Sidoarjo Ibnu Solichin
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.419 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v8i1.2728

Abstract

Sistem pelayanan angkutan kotadi Sidoarjo memegang peranan yang sangat penting. Sistem pelayanannya saat ini mengikuti sistem jaringan trayek. Walaupun sistem pelayanan angkutan kotasudah mengikuti sistem jaringan trayek, pelayanan dari trayek-trayek yang ada dirasakan kurang, misalnya dalam hal waktu tunggu, ketersediaan kendaraan, kenyamanan dan banyak lagi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian mengenai seberapa besar kepuasan dan harapan penumpang angkot di Kota Sidoarjo terhadap kinerja angkot di Kota Sidoarjo saat ini. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuisioner pada penumpang angkot di Kota Sidoarjo dan Pemerintah Kota Sidoarjo. Kuisioner ini berisi beberapa pertanyaan yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan dan kepentingan bagi penumpang angkot dan pegawai Pemerintah Kota Sidoarjo terhadap sistem yang berlaku saat ini, yaitu: kapasitas, aksesibilitas, keandalan, tarif  terjangkau, frekuensi, responsiveness, tangible, dan jumlah angkot. Pada penelitian ini akan digunakan metode deskriptif-kuantitatif. Tingkat kepuasan penumpang angkot dan Pemerintah Kota Sidoarjo dianalisis dengan menggunakan analisis tingkat kepentingan dan kinerja/kepuasan pelanggan (analisis kuadran). Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa kinerja angkot di kota Sidoarjo yang berkenaan dengan pelayanan angkot berada dalam kuadran C dan D. Selain itu, terdapat pula beberapa atribut yang pelaksanaannya dapat dipertahankan yaitu faktor muat, ketetapan jadwal waktu dalam menunggu angkot, dan pelayanan angkot dengan frekuensi yang tinggi. Ketiga atribut tersebut berada dalam kuadran B. Hal ini di tunjukkan pada diagram kartesius. 
Studi Kestabilan Lereng Alam Tambang Terbuka (Studi kasus: lereng tambang batu kapur Lamongan dan Madura) Mohammad Muntaha
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.478 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v14i1.3041

Abstract

Struktur geologi wilayah Jawa Timur yang tersusun atas Zona Pegunungan, Zona Kendeng, dan Zona Rembang menyebabkan wilayah ini memiliki topografi yang terbentuk oleh batu gamping, batu vulkanik, dan sering dijumpai karst. Secara struktur tanah dengan struktur geologi seperti ini tidak dapat digunakan untuk kegiatan produksi seperti perkebunan, pertanian, dll. Sehingga masyarakat menggunakan wilayah ini untuk pertambangan rakyat. Dalam penambangan kapur terbuka khususnya penambangan yang dikelola oleh masyarakat, desain lereng dan kestabilannya seringkali tidak dianalisa, padahal masalah kestabilan lereng pada suatu tambang terbuka merupakan masalah yang sangat penting karena menyangkut masalah keselamatan manusia, peralatan penambangan, dan infrastruktur lainnya yang berada disekitar lereng galian. Tujuan penelitian ini adalah mengukur karakteristik fisik (kadar air, berat volume, spesifik gravity), dan mekanis batuan (pengujian Unconfined Compressive Strength, Tes Point Load, dan Uji Keausan). Hasil uji karakteristik fisik dan mekanis akan digunakan untuk analisa kestabilan galian (perhitungan angka keamanan), dimana dalam analisa ini dilakukan variasi kemiringan lereng dan getaran dinamis (akibat beban dinamis kendaraan) dengan menggunakan bantuan program Plaxis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dari segi kepadatan batuan, batuan lokasi Lamongan lebih padat daripada batuan di lokasi Madura; demikian juga dari segi angka pori, batuan Lamongan lebih kecil daripada batuan Madura. Hasil analisa stabilitas galian lokasi penambangan, untuk lokasi Madura, kondisi aman dicapai apabila pertambangan setinggi H 10 m, maksimal sudut galian adalah 50° dan apabila pertambangan setinggi H 20 m, maksimal sudut galian adalah 30°. Untuk lokasi Lamongan, kondisi aman dicapai untuk seluruh kondisi penggalian, baik H 10 m s/d H 45 m dan sudut galian 30° s/d 90°.
Microwave Incinerated Rice Husk Ash Influence on Foamed Concrete Workability Ridho Bayuaji
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2014)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.974 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v12i2.2580

Abstract

This paper presents the study of Microwave Incinerated Rice Husk Ash (MIRHA) Influence on Foamed Concrete (FC) Workability. The mix proportion of the MIRHA FC was designed using the Taguchi method with L16 orthogonal array with five parameters, namely, MIRHA contents, water cementitious ratio (w/c), sand cement ratio (s/c), superplasticizer (SP) content, and foam content. The workability of the foamed concrete was evaluated through spread measurement in accordance with ASTM-230. The results showed that FC incorporating MIRHA shows lower spread result than normal FC. MIRHA content has contribution 5-15% for workability which a stabled and consistent FC could be achieved. The contribution of MIRHA parameter to achieve the required workability of FC was 12.06%.
Identifikasi Awal Model Akuifer pada Mata Air Umbulan dengan Menggunakan Geolistrik Konfigurasi Schlumberger Tatas Tatas; Mahendra A M; Siti Kamilia Aziz; Amien Widodo
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1343.798 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v12i1.2587

Abstract

Bencana kekeringan, saat ini menjadi salah satu bencana yang selalu datang setiap tahun di beberapa wilayah Indonesia. Tahun 2011, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa bencana kekeringan mengancam produksi pangan nasional. Salah satu bentuk dari bencana kekeringan tersebut adalah berkurangnya debit atau bahkan matinya mata air. Mata Air Umbulan merupakan mata air yang memiliki potensi yang cukup besar dengan debit sebesar 4000-5000 liter/detik, dapat dijadikan sebagai sumber air baku. Terkait dengan potensi yang sangat besar tersebut maka perlu dipelajari bagaimana struktur geologi yang menjadi wadah bagi air tanah tersebut (hidrogeologi). Hal tersebut untuk dijadikan sebagai dasar untuk mengetahui perilaku air yang menjadi sumber Mata Air Umbulan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui struktur hidrogeologi adalah dengan menggunakan geolistrik. Berdasarkan hasil pengukuran resistivitas struktur batuan maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa nilai resistivitas batuan penyusun pada area penelitian berkisar antara 1–4800 Ωm. Berdasarkan hasil interpretasi geolistrik, batuan penyusun area penelitian berupa pasir, pasir tufan, breksi, breksi berpasir, tuf berpasir dan tuf. Lapisan yang berfungsi sebagai penahan air atau lapisan kedap adalah lapisan tuf, tuf berpasir, dan lava. Lapisan yang berfungsi sebagai akifer adalah lapisan pasir, pasir tufan, breksi dan breksi berpasir dengan kedalaman antara 25-125 meter.
Studi Letaratur Koreksi Model Matematis Aliran di Lengkung Sungai Kuntjoro Kuntjor; FX Didik Harijanto; Pudiastuti Pudiastuti; Saptarita Saptarita
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.12 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v9i1.2710

Abstract

Pada umumnya dalam segmen sungai dengan bentuk lengkung struktur alirannya akan rumit karena adanya ketidak-seragaman aliran ke arah samping (lateral). Analisis dapat dilakukan dengan menggunakan rata-rata vertikal pada Persamaan– persamaan yang masih mengandung variasi aliran lateral. Hasil analisis sebelumnya tidak betul–betul valid mendekati tebing sungai. Koreksi telah dilakukan oleh Ananyan (1953), Rozovskii, 1957) yang harus diterapkan pada kecepatan radial yang telah ditemukan. Koreksi hanya berpengaruh pada posisi dekat tebing dalam kasus di mana lebar saluran besar dibanding dengan kedalamannya. Teori Rozovskii dan Ananyan telah diperiksa dengan sangat seksama oleh de Fried (1975) untuk aliran laminar atau untuk aliran turbulen dengan viskositas eddy konstan.
Concrete Structures Life Span Based on Carbonation Rate Using Artificial Neural Network MF Nuruddin; ABM Diah; TR Biyanto; M Sigit Darmawan; Ridho Bayuaji
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.501 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v9i2.2774

Abstract

The study on the influence of carbonation on concrete is critical as it affects the life span of the concrete structure when corrosion of reinforcement takes place. This research elucidates the carbonation effect on concrete from different environments and concrete samples of grades 15, 20, 25, 30, 35, 40, and 50 MPa. Two set of samples were considered namely controlled sample in the laboratory and on sites samples. In conclusion, it was found that across the board on average, carbonation improved the concrete integrity by 11%. The development of the model using neural networks for the prediction of a carbonation penetration, which consists of two input variables and one output variable were presented. 
Penggunaan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk Menilai Alternatif Sumur Resapan, Long Storage, dan Tampungan Air sebagai Pengendali Banjir di Surabaya Ismail Sa'ud
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.827 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v10i2.2668

Abstract

Perubahan tata guna lahan di Surabaya, dari lahan terbuka hijau menjadi pemukiman, pergudangan, dan perdagangan, dapat menaikkan koefisien dan debit aliran permukaan. Akibatnya, hal tersebut meningkatkan resiko terjadinya banjir dan genangan di wilayah Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai mana yang terbaik diantara Sumur Resapan, Long Storage, dan Tampungan Air, sebagai pengendali banjir untuk masing-masing wilayah Surabaya Pusat, Surabaya Barat, Surabaya Timur, Surabaya Utara, dan Surabaya Selatan. Pemilihan tiga alternatif pengendali banjir tersebut diperoleh dari sebelas kuisioner yang diajukan pada expert dibidang pengendalian banjir. Kriteria penilaian yang digunakan meliputi aspek teknis, pelaksanaan, dan operasi dan pemeliharaan, hal terebut berdasarkan studi literatur dan sebelas kuisioner yang diajukan kepada expert. Pengambilan keputusan menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan perhitungan pembobotan menggunakan pair wise comparison. Dengan pair wise comparison diperoleh bobot untuk aspek teknis adalah 39%, aspek pelaksanaan 23%, dan aspek operasi dan pemeliharaan 38%. Hasil akhir pilihan pengendali banjir untuk masing-masing wilayah beserta bobotnya adalah sebagai berikut; Surabaya Pusat adalah Sumur Resapan (0,474), Surabaya Barat adalah Tampungan Air (0,658), Surabaya Timur adalah adalah Tampungan Air (0,569), Surabaya Utara adalah Tampungan Air (0,394) dan Surabaya Selatan adalah Tampungan Air (0,547).

Page 7 of 43 | Total Record : 424