Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Articles
424 Documents
Pengaruh Limbah Produksi Pabrik Genteng Sebagai Pengganti Sebagian FlyAsh pada Campuran Beton Terhadap Kuat Tekan Beton
Tri Wardoyo;
Boedi Wibowo;
Srie Subekti;
Triaswati Triaswati;
Fernao Soares Reis
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (666.954 KB)
|
DOI: 10.12962/j12345678.v13i1.1592
Limbah pabrik produksi genteng beton (LPPGB) adalah limbah yang didapatkan dari hasil sisa produksi genteng beton di PT. Varia Usaha Beton yang terletak di daerah Sidoarjo. Limbah ini memiliki unsur oksida SiO2 yang reaktif bereaksi dengan kalsium hidroksida menjadi kalsium silikat hidrat sehingga menambah kuat tekan beton. Dalam penelitian ini, Limbah pabrik produksi genteng beton ditambahkan sebagai pengganti sebagian abu terbang (fly ash) pada campuran beton. Desain komposisi campuran beton menggunakan tata cara pembuatan rencana campuran beton normal, SNI 03-2834-1993. Benda uji silinder yang digunakan dengan ukuran diameter 15 cm, dan tinggi 30 cm. Variasi porsentase tambahan LPPGB pada komposisi campuran beton mulai dari 0%, 5%, 10%, dan 15% dengan menggantikan sebagian fly ash. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tambahan LPPGB mempunyai pengaruh pada kuat tekan beton, semakin banyak kadar LPPGB yang digunakan dalam campuran beton semakin turun kuat tekan beton. Seperti pada mutu K225 dengan proporsi limbah 0% (Umur 28 hari) menghasilkan kuat tekan sebesar 350.91 kg/cm² dibandingkan dengan komposisi limbah 5% kuat tekan turun menjadi 296.22 kg/cm². Hal ini menunjukkan kuat tekan turun sebesar 16%.
Pengaruh Operasi Bangunan Pengatur Kali Surabaya, Wonokromo, Kalimas terhadap Banjir Kota Surabaya, dan Penyelesaiannya
Sismanto Sismanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (661.024 KB)
|
DOI: 10.12962/j12345678.v2i1.2551
Kali Surabaya merupakan anak sungai Kali Brantas yang berasal dari Kali Marmoyo. Pintu Air Mlirip yang selanjutnya mengalir menuju menujukotaSurabayamelalui bendung Gunungsari. Di Kota Surabaya, kali Surabaya bercabang menjadi 2 yaitu kali Wonokromo dan Kalimas dengan bangunan pengatur Bendung Jagir, sedangkan di Kalimas terdapat Dam Gubeng yang dulunya berfungsi untuk menaikkan muka air disaat musim kemarau. Disisi lain Kota Surabaya yang selalu banjir disaat terjadi hujan menimbulkan suatu suatu pendapat bahwa banjir banjir tersebut sebagian diakibatkan oleh Sistem Operasi Bangunan pengendali yang ada di sungai sungai tersebut. Kajian ini dimaksudkan untuk membuktikan pendapat tersebut dan bagaimana solusinya jika pendapat tersebut ternyata benar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisa Model dan dengan menggunakan bantuan program HEC-RAS. Dianalisa dengan berbagai kondisi kondisi debit dan metode operasi bangunan bangunan pengendali yang ada di kali Surabaya, kali Wonokromo, dan Kalimas.Hasil dari Penelitian ini menunjukkan bahwa metode operasi Bangunan bangunan pengendali tidak banyak berpengaruh terhadap banjir kota Surabaya selama debit yang melewati kali kali tersebut tidak lebih dari 60% dari dengan Debit rencana 25 tahunan. Upaya yang harus dilakukan untuk menanggulangi banjir di Kota Surabaya terutama untuk daerah pematusan Kalibokor dan medokan Semampir harus dengan menormalisasi saluran sekunder. Kali Surabaya dan Wonokromo juga harus dilakukan normalisasi untuk mengantisipati debit Q25 tahunan pada beberapa dibagian hilir, sedangkan untuk Kalimas harus dilakukan pengerukan secara berkala untuk ruas antara pintu Jagir hingga bendung karet Gubeng.
Pengembangan Sumberdaya Air Alternatif dengan Cara Transfer Sumberdaya Air dari Luar Cekungan Bandung
Tatas Tatas;
Yudi Rahayudin
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (260.392 KB)
|
DOI: 10.12962/j12345678.v8i2.2719
Krisis air bersih di Bandung di mulai sekitar tahun 1980 dan semakin pesat pada tahun 1990-an. Berbagai studi menunjukkan penurunan muka airtanah telah terjadi di beberapa titik, misalnya pada tahun 1980 di Cimahi muka airtanah 15 meter di atas tanah, pada tahun 2004 menunjukkan bahwa muka airtanah telah berada di bawah tanah hingga kedalaman 86 meter dari tanah setempat. Kejadian tersebut juga menimpa lokasi-lokasi yang lain seperti Kebon Kawung, Rancaekek, Dayeuh Kolot, dan lain-lain. Penggunaan airtanah yang berlebihan tanpa diimbangi oleh usaha konservasi menjadi salah satu penyebabnya. Berkembangnya industri dan permukiman penduduk menjadi salah satu penyebab tingginya konsumsi airtanah, sedangkan Perusahaan Daerah Air Minum Kota dan Kabupaten Bandung masing-masing baru mampu memenuhi 65% dan 13,12% kebutuhan rumah tangga dan industri. Salah satu cara penyediaan airbaku adalah dengan cara menggunakan sistem transfer antar cekungan airtanah. Dalam penelitian ini dicoba dikaji potensi cekungan airtanah yang berada di sekitar Cekungan Airtanah Bandung. Metodologi yang digunakan adalah dengan mengkaji penelitian-penelitian sebelumnya, interview dengan pihak terkait, dan dilakukan analisis ekonomi untuk selanjutnya diambil kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis dapat diambil kesimpulan bahwa dari segi jarak CAT Ciater merupakan yang terdekat dengan pusat Kota Bandung yaitu 23,8 km. Namun demikian dari segi ekonomis transfer air antar akifer menggunakan truk air belum dapat sistem.
Studi Potensi Air Tanah Untuk Penanggulangan Krisis Air Baku Di Kabupaten Gunung Mas
Hendra Wahyudi
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.159 KB)
|
DOI: 10.12962/j2579-891X.v16i1.3102
Kabupaten Gunung Mas Propinsi Kalimantan Tengah merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kapuas berdasarkan Undang undang nomor 5 tahun 2002 memiliki luas wilayah 10.804 Km2.Kabupaten Gunung Mas ini mempunyai topografi bagian Utara berupa perbukitan dengan puncak di pegunungan Muller dan pegunungan Schwanner sedangkan sebelah selatan berupa daerah datar dan rawa yang dilewati empat sungai.Kabupaten Gunung Mas mempunyai potensi tambang yang sangat besar namun masih dikelola secara tradisonal sehingga menimbulkan pencemaran yang merusak lingkunganStudi ini melihat potensi air tanah yang ada di Kabupaten Gunung Mas untuk mengatasi masalah kekurangan air bersih dengan melakukan penyelidikan geolistrik.Berdasarkan pemetaan geolistrik yang dilakukan di Kabupaten Gunung Mas pada daerah Tanjung Riu mempunyai potensi 3.27 l/dt, Petak Bahandang mempunyai potensi sebesar 0.605 l/dt, Tumbang Danau mempunyai potensi sebesar 1.175 l/dt, Kampuri mempunyai potensi sebesar 4.571 l/dt, Tewai Baru mempunyai potensi sebesar 5,821 l/dt, sedangkan Sepang Kota mempunyai potensi sebesar 4.661 l/dt.
Pemanfaatan Limbah Sludge Kertas PT.Adiprima Suraprinta dalam Pembuatan Batako
Akhmad Yusuf Zuhdy;
Estutie Maulanie;
Mohammad Singgih Purwanto;
Lukman Lukman
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (234.428 KB)
|
DOI: 10.12962/j12345678.v9i1.2709
Limbah padat sludge yang dihasilkan dari pengolahan kertas oleh PT. Adiprima Suraprinta dengan produksi limbah perharinya mencapai 71 truk/hari atau setara dengan 350 ton/hari yang terdiri dari 70% air. Salah satu upaya untuk mengatasi limbah tersebut adalah dengan mendaur ulang limbah tersebut menjadi sesuatu yang berguna. limbah padat (sludge) pabrik kertas PT. Adiprima Suraprinta dapat dimanfaatkan dalam pembuatan bahan bangunan, salah satunya adalah batako. Memanfaatkan bahan limbah padat (sludge) PT. Adiprima Suraprinta menjadi material yang berguna dan menghasilkan campuran yang mempunyai kuat tekan paling tidak sama dengan Bata merah. Diharapkan mampu mengurangi kebutuhan pasir yang biasa dipakai pada umumnya, sehingga masyarakat umum dapat menikmati rumah layak tinggal dan aman serta nyaman. Pelaksanaan pekerjaan dimulai dari pengambilan bahan baku, pegujian material dan pembuatan benda uji mortar ukuran 5x5x5 cm3 dari beberapa variasi campuran dengan tujuan mencari komposisi yang optimal. Uji kuat tekan mortar dilakukan pada umur 7,14 dan 28 hari. Perawatan mortar dilakukan dengan cara disiram pakai air tawar.Penimbangan berat kering mortar, kemudian diaplikasikan pada elemen batako ukuran 20x18x10 cm3. Dari hasil evaluasi ternyata komposisi 6 yaitu 1semen: 3,75pasir:1,25sludge dari komposisi optimal dan ekonomis mempunyai kuat tekan benda uji mortar umur 28 hari sebesar 25,33 kg/cm2 melampaui kuat tekan HB20 yaitu sebesar 20 kg/cm2 yang digunakan untuk dinding rumah sederhana. Nilai resapan umur 28 dan 60 hari yaitu 7,9% dan 8,0%. Komposisi 6 tersebut akan diaplikasikan pada benda uji batako hasilnya yaitu mempunyai kuat tekan umur 28 dan 60 hari sebesar 22,33kg/cm2 dan 23,67kg/cm2 melampaui kuat tekan HB20 sebesar 20kg/cm2 yang mempunyai kegunaan untuk dinding rumah sederhana. Nilai resapannya umur 28 dan 60 hari berturut-turut sebesar 8,2% dan 8,4% yang berdasarkan SII.0285-1980 tidak ada syaratnya. Untuk berat kering mempunyai berat yang lebih ringan dibanding dengan berat batako dipasaran.
Studi dan Kajian Ekonomis Pengembangan Pelabuhan Niaga Kabupaten Rembang Propinsi Jawa Tengah
Sukobar Sukobar;
Siti Kamilia Aziz;
Triaswati MN
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2012)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (314.385 KB)
|
DOI: 10.12962/j12345678.v10i1.2675
Undang-undang No. 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah yang luas telah menyadarkan dan menggugah pemerintah daerah akan pentingnya menggali dan mengembangkan potensi daerah yang selama ini belum tergali secara maksimal. Rencana pengembangan Pelabuhan Niaga merupakan salah satu upaya yang dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan untuk masyarakat Kabupaten Rembang dan sekitarnya. Posisi Kabupaten Rembang berada di antara 1110.00’–1110.30’ BT dan 60.30’–70.60’ LS yang diapit oleh dua pelabuhan besar, yaitu Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, menyebabkan posisi Pelabuhan Rembang menjadi cukup strategis. Untuk mengetahui kelayakannya,maka dalam studi ini di susun sebuah rencana pengembangan pelabuhan dengan pentahapan jangka awal (Tahun 2008–2020), jangka menengah (Tahun 2021–2030) dan jangka akhir (Tahun 2031–2038). Untuk menilai kelayakan secara ekonomi dipergunakan indikator Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), Internal Rate of Return (IRR) dan Pay Back Period (PBP). Berdasarkan analisa pertumbuhan/proyeksi arus barang, arus kapal, pendapatan dan biaya investasi selama periode tahun 2008 sampai tahun 2038 diperoleh hasil bahwa nilai NPV positif (NPV > 0), nilai B/C = 1,014 (B/C >1), nilai IRR = 12,2951% (IRR >I = 12%), jangka waktu pengembalian investasi atau Pay Back Period selama 11 tahun atau pada tahun 2019. Dari hasil perhitungan tersebut secara financial Pengembangan Pelabuhan Niaga di Kabupaten Rembang layak untuk di laksanakan.
Pengaruh Non Linieritas Gelombang terhadap Gaya dan Momen Guling akibat Gelombang pada Dinding Vertikal di Laut Dangkal
Agung Budipriyanto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2008)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (170.184 KB)
|
DOI: 10.12962/j12345678.v5i1.2759
Perhitungan gaya dan momen guling akibat gelombang pada struktur pantai harus dilakukan sehingga stabilitas struktur dapat ditentukan. Ketika mendekati daerah pantai gelombang laut sering berperilaku sebagai gelombang tidak linier. Dalam tulisan ini disajikan hasil studi numerik pengaruh non linieritas (ketidak linieran) gelombang terhadap besar gaya dan momen gelombang pada dinding vertikal di laut dangkal ketika ratio kedalaman air dan panjang gelombang laut lebih kecil dari 0,125 dan angka Ursell lebih besar dari 26. Dalam studi ini panjang gelombang dihitung menurut teori linier (Airy) dan tidak linier (Fourier dan Cnoidal) sedangkan gaya dan momen guling dihitung menurut cara Sainflou, Nagai, dan Miche-Rundgren. Hasil dari studi ini mengindikasikan bahwa pengaruh non linieritas gelombang pada perhitungan tekanan gelombang dengan cara Sainflou relatif kecil. Sedangkan dengan cara Nagai dan Miche-Rundgren non linieritas gelombang perlu diperhitungkan untuk nilai perbandingan tinggi dan kedalaman gelombang () lebih besar atau sama dengan 0,4.
Simulasi Tampungan Bendung Gerak Sembayat Sebagai Longstorage Untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Baku Dan Irigasi Di Kabupaten Lamongan Dan Wilayah Utara Kabupaten Gresik
Mona Is Aziza;
Wasis Wardoyo;
Nadjadji Anwar
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1659.144 KB)
|
DOI: 10.12962/j2579-891X.v15i2.2560
Bendung Gerak Sembayat (BGS) terletak di Desa Sragen, Kecamatan Bungah, Gresik sekitar 29 km dari arah hilir sungai Bengawan Solo hulu hilir. Luas waduk BGS adalah dari Babat sampai ke Sembayat Barrage ± 1487 km2. DAS Bengawan Solo keadaan hidrologi Hilir dalam kondisi kritis, akibatnya, sebagian besar DAS Bengawan Solo hilir terletak di Kabupaten Gresik Utara dan Lamongan, setiap tahunnya dibanjiri oleh luapan air dari hulu. Sebaliknya hulu Lamongan selalu kekurangan air di musim kemarau. Studi ini akan memanfaatkan Bendung Gerak Sembayat sebagai reservoir penampung yang bisa menyimpan air selama musim kemarau dan bisa menguras air di musim hujan. Inflow waduk BGS diperoleh dengan metode pembangkitan data menggunakan Thomas Fiering. Data rata-rata debit harian setiap bulan selama 24 tahun dinaikkan menjadi data arus statistik yang bisa digunakan selama 50 tahun ke depan. Perhitungan kebutuhan air baku berdasarkan kriteria perencanaan air bersih Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2000, sedangkan kebutuhan air irigasi dihitung berdasarkan Standar Perencanaan Irigasi (KP-01) pada tahun 1986. Ada 6 simulasi Untuk mendapatkan hasil yang paling optimal. Sebelas alternatif ini diproses dengan metode Water Balance untuk menganalisis kebutuhan air untuk perikanan, irigasi, domestik dan industri. Hasil simulasi alternatif diperoleh grafik kuadran optimal paling optimal yaitu pada neraca air Tanaman Biji-bijian yang ada dengan total kebutuhan air 61411.61 (106 m3)
Perbaikan Struktur Gedung Bangunan Cagar Budaya (Studi Kasus pada bangunan di Jl. Rajawali No. 3 – 5, Surabaya)
Akhmad Yusuf Zuhdi;
R Buyung Anugraha;
Sungkono Sungkono
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.684 KB)
|
DOI: 10.12962/j12345678.v11i1.2596
Studi ini adalah kelanjutan dari studi sebelumnya tentang analisa kelayakan teknis penggunaan gedung cagar budaya pada bangunan di jl. Rajawali no. 3-5 Surabaya sebagai gedung perkantoran. Studi ini bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi teknis perbaikan struktur bangunan gedung tersebut. Studi ini merekomendasikan perkuatan tambahan pada elemen yang mendukung struktur utama gedung seperti pelat, balok dan kolom agar mampu menerima beban hidup sebesar 250 kg/m2. Struktur utama gedung disyaratkan dapat bekerja dengan baik pada keadaan batas layan dan batas ultimate. Untuk memenuhi syarat tersebut, maka studi ini menyarankan perkuatan dengan bahan fiber reinforced polymers (FRP) pada kolom, balok, dan pelatnya.
Model Numerik 1-Dimensi Aliran di Sungai dengan Metode Differensi Hingga Skema Staggered Grid, Study Kasus Kali Kemuning-Sampang Madura
Suharyoko Suharyoko
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (323.364 KB)
|
DOI: 10.12962/j12345678.v7i1.2746
Pada suatu sungai dimana penampangnya tidak seragam ( non-uniform ) demikian pula kemiringan dasar sungainya, kondisi inflow sungai sebagai batas hulu dan adanya pengaruh pasang surut di hilir sungai. Kondisi aliran di sungai yang demikian ini adalah aliran tak tunak dan tak seragam (unsteady non-uniform flow). Maka penyelesaian perhitungan aliran sungai demikian ini adalah menggunakan persamaan kontinuitas dan persamaan momentum. Namun kedua persamaan ini merupakan persamaan differential partial, sehingga dapat diselesaikan dengan metode numerik. Demikian halnya pada sungai Kali Kemuning Sampang-Madura, permasalahan yang terjadi di Kali Kemuning adalah kapasitas alirannya mengecil sehingga sering terjadi banjir di musim hujan. Persamaan kontinuitas dan persamaan momentum yang akan diselesaikan adalah persamaan 1-Dimensi aliran. Methode yang akan digunakan adalah metode differensi hingga skema Staggered Grid. Model hitungan ini diharapkan dapat menunjukkan / mensimulasikan fenomena aliran yang akan terjadi di sepanjang sungai dengan kondisi geometrinya, terutama kondisi geometri rencana. Methode numerik Skema Staggered Grid diharapkan dapat memberikan pemahaman kondisi aliran sungai. Pada kasus analisa rencana kapasitas normalisasi sungai Kali Kemuning, dimana direncanakan dua kemiringan dasar sungai, di hulu Io = 0,0004, sedangkan di hilir Io = 0,000199. lebar sungai direncanakan non-uniform, dari hulu lebar sungai = 25 m. kemudian ke hilir berangsur-angsur melebar 35 m. kemudian 45 m. dan sampai hilir melebar hingga 55 m. Batas hilir pasang surut dengan tinggi H = 2.00 m. dan periode adalah 12 jam, batas hulu hydrograf banjir Kali Kemuning yaitu dengan puncak banjir sebesar 300 m3/dt. Hasil simulasi telah dapat menggambarkan dengan baik pemahaman kondisi aliran sungai dan muka air pada setiap jam di sepanjang sungai.