cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2579891X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil (JATS) E-ISSN 2579-891X, memuat tulisan tentang aplikasi dibidang Teknik Sipil. Aplikasi ini boleh berasal dari semua cabang ilmu teknik sipil baik itu struktural, geoteknik, manajemen konstruksi, hidrologi, transportasi, dan informatika teknik sipil. Sehingga aplikasi ini tidak hanya mengenai urusan pembangunan sebuah proyek bangunan, tetapi juga memungkinkan untuk memodelisasi sebuah bentuk dengan bantuan software.
Arjuna Subject : -
Articles 424 Documents
Tinjauan Kapasitas Kali Brantas Sebelum dan Sesudah Insiden Lapindo Brantas Kuntjoro Kuntjoro
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2009)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.015 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v6i1.2755

Abstract

Alur kali dan infrastruktur sungai Brantas merupakan reservoir pengendali debit banjir serta regulator bagi pengendali banjir dan supply kebutuhan air. Dengan insiden Lapindo Brantas accident maka fungsi tersebut akan terpengaruh. Tinjauan dan tidakan secara integral dan seksama sangat diperlukan untuk menyelamatkan harkat khalayak. Tulisan ini menyajikan ide awal penyelesaian masalah tersebut sehingga studi/kajian yang lebih detail perlu dilakukan.Sebelum insiden Lapindo Brantas untuk segmen – segmen tertentu Kali Brantas sudah dalam keadaan kritis dalam mengendalikan debit banjir rencana periode ulang 20 tahun, juga di segmen Kanal Porong. Setelah insiden Lapindo Brantas kapasitas kanal ini akan sangat riskan, sehingga perlu bantuan alat – alat berat untuk pengendalian sedimen akibat insiden ini. Operasional alat – alat berat akan memerlukan tenaga dan biaya yang sangat besar apalagi dalam waktu yang belum bisa dipastikan lamanya. Perlu adanya perubahan pola operasi sungai untuk penentuan siklus periodik penggelontoran sedimen akibat insiden ini.
Analisa Perlambatan Kecepatan Kendaraan Di Penghujung Traffic Light Perempatan Jalan Dengan Menggunakan Persamaan Differensial Derajad Satu. (Studi Kasus Ruas Jalan Ir. H. Soekarno–Kertajaya Indah Surabaya) Hendrata Wibisana; Nugroho Utomo; Decynthia Wibowo
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.436 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v15i2.3058

Abstract

Salah satu parameter yang digunakan untuk memantau karakteristik dari ruas jalan raya adalah kecepatan kendaraan. Faktor kecepatan kendaraan memainkan peranan yang penting dalam penggambaran dinamika arus lalu lintas suatu jalan raya, dimana dengan kecepatan kendaraan yang tinggi dapat diprediksikan arus lalu lintas yang tinggi pada ruas jalan tersebut. Dalam penelitian ini hendak dicari suatu model persamaan yang dapat menggambarkan kecepatan kendaraan pada suatu saat di ruas jalan arteri terpilih yaitu jalan Ir. H. Soekarno yang memiliki volume kendaraan yang tinggi. Model persa­maan yang dihasilkan akan dapat dimanfaatkan untuk analisa kendaraan pada titik perhentian di pertigaan atau perempatan dengan adanya traffic light. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan masukan data kecepatan kendaraan dan diaplikasikan pada perhitungan dengan persamaan differensial derajad 1 dan diperoleh suatu bentuk model matematis. Persamaan matematis yang diperoleh dari penelitian di ruas jalan Ir. H. Soekarno adalah St=50,92.e^(-0,0684.t) dimana St adalah kecepatan kenda­raan dalam satuan km/jam dan t adalah waktu tempuh dalam satuan jam. 
Uji Stabilitas Rancangan Anchored Reaction Frame pada Pekerjaan Loading Test Off Shore Darmankatni S
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2006)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.662 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v1i1.2772

Abstract

Salah satu kendala yang dihadapi pada pekerjaan Loading Test off shore pada metode Counter Weight System (CWS) yang dibebani beban siklus yang cukup besar (P=650ton) adalah masalah gaya puntir akibat kemungkinan terjadi perbedaan deformasi pada keempat tumpuan, yang akan mempengaruhi keseimbangan struktur CWS , yang mengakibatkan runtuhnya blok-blok beton counter weight yang berpengaruh pada keselamatan manusia. Sedangkan pada metode Anchored Reaction System (ARF) adalah gaya momen dan lendutan pada Test Beam yang cukup besar yang berpengaruh pada dimensi profil Test Beam.Untuk mengatasi kedua masalah tersebut, maka akan dirancang suatu model struktur Test Beam pada metode ARF dengan struktur yang mengarah pada bentuk rangka batang dengan bahan pipa pancang yang dipakai pertama kali dalam pelaksanaan pekerjaan loading test pada dermaga peti kemas pelabuhan Tanjung Perak. Uji stabilitas Rancangan model struktur rangka ARF terhadap beban siklus sesuai Standard Test Method for Under Static Axial Compression Test ASTMD 11443-81, akan diperoleh gambaran perilaku gerak deformasi riel yang terjadi pada tiang uji (∆ru), tiang reaksi (∆rr), dan rangka ARF pada titik D (δDr). Dari analisa perilaku deformasi pada ketiga unsur yang terkait dengan Test Rancangan model strukur ARF, pada pembebanan siklus kesatu sampai keempat rancangan struktur ARF tetap stabil (δDr=0), dan selama proses pembebanan sampai siklus keempat pada beban P=650 ton,deformasi yang terjadi pada struktur ARF δDr=0.022 mm <⎯δDr=25 mm, yang membuktikan bahwa struktur ARF cukup kaku. Dari uji stabilitas rancangan struktur model dapat diprediksi besarnya gaya tarik tiang pancang baja ∅ 711,1 mm.
Partisipasi Masyarakat dalam Ekologi Pembangunan Permukiman di Kampung Gunung Anyar Surabaya Kusumastuti Kusumastuti; Srie Subekti; Sungkono Sungkono; Endang Sri Sukaptini
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2013)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.849 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v11i2.2592

Abstract

Ekologi permukiman merupakan kebutuhan dasar manusia serta mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembentukan kepribadian bangsa, maka perlu dibina dan dikembangkan demi kelangsungan serta peningkatan kehidupan dan penghidupan masyarakat. Pengelolaan lingkungan permukiman merupakan salah satu ekologi permukiman. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam ekologi permukiman, meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, seperti penghijauan, pengelolaan limbah padat, IPAL, sampah, air bersih, dan sanitasi lingkungan. Hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan Chi-Square untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan kualitas lingkungan permukiman. Data didapatkan melalui daftar pertanyaan, pengamatan langsung dan wawancara mengenai kondisi fisik  lingkungan permukiman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas lingkungan dipengaruhi oleh partisipasi masyarakat, serta pemerintah Kota Surabaya dalam melaksanakan program-program pembangunan wilayah perkotaan secara terpadu.
Tinjauan Teknis dan Ekonomi Penggunaan Aspal Beton dan Hot Rolled Sheet Sebagai Bahan Pelapisan Ulang Permukaan Jalan ( Kasus Ruas Widang – Gresik Sta 7+150 s/d Sta 10+200 ) Djoko Sulistiono; Amalia Firdaus Mawardi; Yuyun Tajunnisa
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2009)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.197 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v7i1.2740

Abstract

Salah satu kegiatan peningkatan jalan adalah pelapisan ulang permukaan jalan ( overlay ). Sebagai bahan overlay dapat digunakan aspal beton ( AC ) atau Hot Rolled Sheet ( HRS ). Direktorat Jenderal Bina Marga dengan keterbatasan anggaran selalu mencari yang terbaik dari sisi teknis dan ekonomi diantara AC dan HRS. Permasalahannya, penggunaan AC dan HRS sebagai bahan overlay bagaimana sisi teknis dan ekonomis ? Metode pemeriksaan bahan dan mixed design yang digunakan dalam penelitian ini mengikuti standart Bina Marga. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahan pembentuk AC dan HRS telah memenuhi syarat, kemudian setelah dilakukan mix design, proporsi aspal untuk HRS = 7,8 % lebih besar dari aspal untuk AC = 6,1 %. Proporsi agregat kasar HRS lebih kecil dari AC, tetapi proporsi agregat halusnya lebih lebih besar. Tinjauan dari segi teknis, HRS lebih tahan terhadap kelelehan, pengaruh cuaca, lebih fleksibel dan lebih mudah dikerjakan daripada AC, tetapi dari segi ketahanan terhadap deformasi permanen kurang baik dibanding AC, karena stabilitas HRS lebih rendah. Tinjauan dari segi ekonomis, ternyata biaya  HRS lebih murah 14,01 % dibandingkan dengan biaya AC. Hal ini karena penggunaan HRS lebih tipis dari AC, walaupun harga HRS per m3 lebih mahal dari harga AC per m3.
Studi Evaluasi Sistem Saluran Sekunder Drainase Tambaksari kota Surabaya Edy Sumirman; Ismail Sa&#039;ud; Akhmad Yusuf Zuhdi
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.096 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v14i2.3052

Abstract

Pada musim hujan genangan terjadi disebagian Kota Surabaya khususnya di kawasan Tambaksari. Pada saat curah hujan yang tinggi sering terjadi genangan pada badan jalan dan bangunan disekitarnya. Permasalahan banjir yang terjadi berasal dari permasalahan saluran sekunder drainase sehingga perlu dilakukkan studi untuk mengevaluasi kembali sistem drainase yang ada. Sistem drainase yang dievaluasi hanya pada saluran sekunder Tambaksari. Dimana yang dievaluasi meliputi dimensi saluran, tata guna lahan dan kapasitas saluran sekunder.Tahapan perhitungan meliputi perhitungan intensitas hujan, perhitungan debit banjir rencana kemudian dibandingkan dengan kapasitas saluran yang ada. Perhitungan dimensi saluran rencana berdasarkan debit hujan rencana pada periode ulang 5 tahun dan tata guna lahan pada kawasan Tambaksari.Berdasarkan hasil perhitungan antara debit rencana dengan debit saluran sekarang ada 11 saluran yang terjadi genangan. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan merencanakan kembali dimensi saluran sekunder sehingga tidak terjadi genangan baik di jalan raya maupun di pemukiman sekitar.
Studi Alternatif Campuran Aspal Beton AC WC dengan Menggunaan Pasir Seruyan Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah Endang Kasiati; Rachmad Basuki; Denny Setiawan
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.027 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v13i1.1591

Abstract

Jaringan jalan mempunyai fungsi yang cukup penting dalam sistem transportasi, karena Kabupaten Seruyan sebagai salah satu kabupaten baru di Provinsi Kalimantan Tengah. Struktur perkerasan jalan yang lazim di Kabupaten Seruyan Propinsi Kalimantan Tengah adalah perkerasan lentur.  Pada struktur perkerasan lentur banyak aspek yang harus ditinjau, salah satunya adalah material. Material sering didatangkan dari daerah tempat lain. Hal ini tentunya tidak menguntungkan dari segi biaya, penelitian ini adalah untuk menguji penggunaan material lokal sebagai bahan perkerasan yaitu pasir alam Seruyan yang akan di manfaatkan sebagai campuran agregat halus Laston Sebagai Lapis Aus Aspal Concrete – Wearing Course (AC-WC).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat dan karakteristik campuran AC-Wearing Course jika menggunakan pasir alam seruyan sebagai agregat halus, yaitu khusus pada sifat stabilitas   dan karakteristik pengujian Marshall. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengujian Marshall, dimana percobaan dilakukan dengan menggunakan variasi pasir.Hasil penelitian marshall menunjukkan bahwa pasir Seruyan dapat  digunakan  sebagai  bahan  campuran  beton  aspal  AC  WC dengan hasil kombinasi agregatnya yaitu 6% untuk fraksi agregat halus Pasir Seruyan, 65,80% untuk fraksi agregat Kasar, 22,20% untuk fraksi Abu Batu, dan 6% untuk fraksi filler pada kadar aspal optimum 5,27% dengan nilai (stabilitas, flow; VIM,   VMA, VFA, MQ) memenuhi standar Bina Marga.
Analisa Model Gravity dan Analogi Fluida padaTrip Distribusi Penumpang Angkutan Kota Trayek Terminal Bratang – JMP Surabaya Achmad Faiz Hadi Prayitno
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.963 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v2i1.2552

Abstract

Angkutan umum perkotaan merupakan bagian dari suatu system transportasikota. Tingkat kebutuhan angkutan umum erat kaitannya dengan pola pergerakan atau penyebaran perjalanan (trip distribusi) pengguna jasa angkutan umum (penumpang). Pola penyebaran perjalanan penumpang  dapat dinyatakan dalam bentuk suatu Matrik Asal Tujuan (MAT) penumpang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola pergerakan perjalanan (trip distribusi) penumpang angkutan kota Bemo Lyn Q dan Bemo Lyn N sebagai trayek mikrolet  Terminal Bratang - JMP Surabaya yang dibentuk dalam suatu Matrik Asal Tujuan (MAT) berdasarkan hasil pengamatan (observasi) lapangan, Model Analogi Fluida dan Model Gravity. MAT hasil permodelan dilakukan perbandingan terhadap MAT hasil pengamatan untuk mengetahui model yang terbaik diantara keduanya dengan mengadakan uji suai statistik  Kolmogorov-Smirnov, Pair-T test, Mann-whitney dan Root Means Square Error(RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan Matrik Asal Tujuan sebagai suatu bentuk dari penyebaran perjalanan penumpang berdasarkan pemodelan mempunyai kesesuaian dengan hasil pengamatan lapangan berdasarkan hasil uji Kolmogorov-Smirnov pada taraf nyata α = 4 %. Matrik Asal Tujuan Model Analogi Fluida dapat dinyatakan sama dengan Model Gravity berdasarkan nilai  signifikan RMSE pada  tiga desimal, untuk nilai signifikan empat desimal atau lebih, Model Analogi Fluida lebih baik dari Model Gravity.    
Studi Awal Pemanfaatan Lusi sebagai Bahan Bangunan dengan Tambahan Tanah Sawah, Semen dan Kapur Endang Kasiati; Boedi Wibowo
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.641 KB) | DOI: 10.12962/j12345678.v8i2.2720

Abstract

Mei 2006, bangsa Indonesia digemparkan dengan luapan lumpur yang bercampur dengan gas alam yang berasal dari lubang galian PT. Lapindo Brantas. Luapan lumpur yang terus menerus menimbulkan ide untuk memanfaatkan limpahan lumpur tersebut menjadi alternatif bahan bangunan, seperti halnya yang telah dilakukan dengan limbah lumpur dari PDAM. Beberapa penelitian sebelumnya telah dilakukan, baik untuk memanfaatkan lumpur tersebut menjadi batu bata bakar, batako, paving dan sebagainya. Namun bagaimana karakteristik lumpur sebenarnya jika dijadikan sebagai bahan bangunan,ini adalah inti dari penelitian berikut ini. Sebagai study awal dari pemanfaatan lumpur Sidoarjo sebagai bahan bangunan, digunakan campuran Lumpur Sidoarjo (Lusi) dengan tambahan Tanah Sawah, Semen dan pada akhirnya digunakan kapur sebagai bahan pengganti semen yang nantinya akan dibentuk benda uji mortar. Komposisi yang digunakan adalah 40%, 50%, 55%, dan 60% Lusi dengan variasi 3%, 6% dan 9% PC yang nantinya akan divariasi lagi dengan pengurangan semen terhadap kapur. Setelah dicetak, maka mortar akan diuji dalam usia 7, 14, dan 28 hari setelah dilakukan  rendaman di dalam air. Dari hasil uji tekan didapatkan kuat tekan maksimal sebesar 46,7 kg/cm2 yaitu dari komposisi 60% lumpur 31% tanah sawah dan 9% semen. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat arahkan menjadi bahan bangunan semisal untuk bata beton berlubang Mutu HB 35 (35 kg/cm2), batu bata kelas 25 (25kg/cm2) dan genteng.
Kekuatan Momen Penampang Komposit Girder I Sungkono Sungkono
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1153.918 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v14i1.3044

Abstract

Perilaku bagian komposit balok sederhana maupun menerus dalam perkembangan pengetahuan telah banyak dipublikasikan. Publikasi oleh Wittry (1983) telah menjadi bagian penting dalam spesifikasi RSNI (Rencana Standar Nasional Indonesia) T-03-2005, mengacu pada BMS-1992 dan AASHTO (1994). Perencanaan jembatan komposit baja beton yang mengacu pada spesifikasi tersebut, membutuhkan Alternatif baru. Permasalahan, pada spesifikasi RSNI T-03-2005 mengandung kendala yang membatasi pemakaian jenis-jenis baja berkekuatan leleh tinggi dalam pembangunan konstruksi jembatan. Metode usulan Aaron JY yang ditinjau, telah dikembangkan oleh Yakel AJ dan Azizinami A dan diusulkan untuk digunakan dalam spesifikasi AASTHO. Hasil studi ini menunjukkan bahwa momen nominal yang dihitung dengan metode usulan Aaron JY lebih besar daripada metode AASHTO 1994 atau RSNI T-03-2005, sehingga bisa dikatakan bahwa metode AASTHO (1994) lebih konservatif dari metode yang diusulkan oleh Aaron JY (2005). Rasio daktilitas Hp/H' dari AASHTO lebih besar daripada metode Aaron JY, 1,36 > 1,105. Untuk baja struktural A709 Mutu 345, ini bisa dilihat dari perbedaan penggunaan faktor modifikasi daktilitas yaitu 0,7/7,5 = 0,09 untuk AASTHO (1994) dan 1/8,7 = 0,11 untuk metode usulan. Oleh karena itu, akan mempengaruhi nilai kuat momen nominal. Faktor reduksi kekuatan momen=(????_????−????′)/(10????_????−5????′)  ";1 ≤ Hp /H′ ≤ 5;"  rentang nilai r adalah 0% sampai dengan 9%.

Page 8 of 43 | Total Record : 424