cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur
ISSN : -     EISSN : 26226847     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019)" : 8 Documents clear
Perancangan Chassis Traktor Angkut Hasil Pertanian Mohammad Maulfi Haris Fanani; Julendra Bambang Ariatedja
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1454.061 KB) | DOI: 10.12962/j26226847.v2i1.5487

Abstract

Perancangan chassis traktor angkut hasil pertanian dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan di pedesaan yang mempunyai jalan beragam seperti tanjakan, turunan, berbatu, berpasir, berlumpur, dan jalan yang sempit. Chassis harus mendukung kendaraan untuk dapat berbelok dengan sudut yang kecil, menghindari chassis mengalami puntir akibat jalan yang tidak rata, dan memastikan semua roda dapat menapak dengan sempurna. Langkah perancangan desain yang dilakukan meliputi menentukan spesifikasi desain berupa dimensi chassis, beban maksimal, mekanisme gerak dan belok, dan material pembentuk. Langkah analisa desain dilakukan dalam empat kondisi meliputi kondisi kecepatan konstan, akselerasi, pengereman, dan kondisi belok menggunakan Finite Element Methode untuk mencari von-Mises stress dan safety factor dari setiap kondisi. Hasil dari perancangan adalah chassis dengan dimensi panjang 2150 mm dan lebar 550 mm. Material chassis adalah ASTM A36 steel dengan profil tube square dan l-angle equal dengan dimensi 50×50×3,2 mm. Hasil analisa von-Mises stress pada chassis menampilkan hasil terbesar ada pada kondisi belok yaitu von-Mises stress sebesar 164,4 MPa atau safety factor sebesar 1,66. Von-Mises stress terkecil ada pada kondisi kecepatan konstan yaitu sebesar 95,3 MPa dengan safety factor 2,88.
Analisa Lokasi dan Perancangan Fasilitas Sisi Udara Bandar Udara Bali Utara Ida Bagus Barawakya; Wahyu Herijanto; Catur Arif Prastyanto; Hera Widyastuti; Ervina Ahyudanari
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.615 KB) | DOI: 10.12962/j26226847.v2i1.5027

Abstract

Jumlah pergerakan Bandara Ngurah Rai meningkat 6,1 persen antara tahun 2016-2017. Berdasarkan RTRW Provinsi Bali akan dibangun Bandara Bali Utara di daerah Kubutambahan, Buleleng. Oleh karena itu, perlu adanya evaluasi apakah lokasi pembangunan Bandara Bali Utara sesuai dengan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan dan juga merencanakan fasilitas sisi udara pada Bandara Bali Utara. Pengumpulan data angin dari tahun 2014 hingga 2018 didapat dari Iowa State University Enviromental Messonet. Dari analisa data didapat bahwa arah runway adalah 90O. Pada perencanaan fasilitas sisi udara dilakukan pengumpulan data pergerakan penumpang dan pesawat dari tahun 2012 hingga 2016 pada Bandara Ngurah Rai yang didapat dari PT. Angkasa Pura 2 dan Kementerian Perhubungan Udara, kemudian dilakukan regresi untuk mendapatkan data pergerakan pada 20 tahun rencana. Dari data historis tersebut dikalikan dengan presentase demand pergerakan penumpang dan pesawat di Bandara Bali Utara yang didapat dari perbandingan tingkat pertumbuhan penghunian hotel di Bali Utara. Presentase yang didapat yakni sebesar 43,3% sehingga pergerakan penumpang pada 20 tahun rencana sebesar 18.035.382 penumpang dan pergerakan pesawat 100.194 pergerakan. Pesawat rencana yang digunakan adalah Airbus A330-200, karena pesawat ini merupakan pesawat terbesar yang beroperasi di Bandara Ngurah Rai. Dari perhitungan didapatkan pergerakan pesawat saat jam sibuk ditahun 2038 sebesar 18 pergerakan per jam. Dan presentase pesawat yang beroperasi saat jam sibuk adalah kelas B:10%, kelas C:32%, kelas D:58%. Pada perencanaan ini didapatkan panjang runway adalah 3700 m dengan lebar runway 66 m. Dimensi lebar taxiway 25 m dan lebar bahu tiap sisinya sebesar 10 m. Letak exit taxiway sepanjang 3100 m dihitung dari kedua ujung runway dengan sudut 90O, dan luas apron sebesar 106.300 m2. Pada perencanaan tebal perkerasan menggunakan aplikasi FAARFIELD. Didapatkan bahwa tebal perkerasan lentur sebesar 0,5 m – 2,5 m dan tebal perkerasan kaku sebesar 0,8 m – 1 m.
Kualitas Indeks Track Geometri Sebagai Indikator Penilaian Kualitas Track Melalui Metode Yang Berbeda (Studi Kasus: Cirebon-Cikampek) Dyni Indar Karunianingrum; Hera Widyastuti
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.566 KB) | DOI: 10.12962/j26226847.v2i1.5386

Abstract

Untuk mengatasi pergerakan pertumbuhan lalu lintas jaringan kereta api di Indonesia, khususnya di Jalur Cirebon-Cikampek dimana rute tersebut merupakan rute tersibuk di utara Pulau Jawa, hal itu dapat mempengaruhi kondisi geometri lintasan. Beberapa parameter geometri yang berpengaruh diantaranya adalah angkatan, listringan, lebar spur, dan pertinggian. Perlu adamya suatu pemeliharaan untuk mengukur suatu kondisi dan kualitas lintasan dengan menggunakan kereta ukur EM-120. Dibutuhkan pemeliharaan untuk mengukur kondisi dan kualitas lintasan menggunakan kereta ukur EM-120. Hasil kereta ukur menunjukkan nilai standar deviasi dari setiap parameter sehingga hasil kualitas segmen secara keseluruhan disebut Indeks Kualitas Track (TQI). Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis Indeks Kualitas Track berdasarkan Standar Kereta Api Indonesia, Polandia Koefisien J-Sintetis dan Perkeretaapian India. Untuk mengetahui perbedaan hasil analisa indeks kualitas lintasan, digunakan metode tabulasi silang dan regresi linier berganda. Hasil yang didapatkan dari tabulasi silang yaitu selisih perbedaan pengukuran secara statistik sedangkan regresi linier berganda untuk mengetahui seberapa besar parameter yang mempengaruhi nilai kualitas lintasan.
Konfigurasi Gerbang Tol Pemalang – Batang Videla Denastyan Agpenta Putra; Wahju Herijanto; Catur Arif P.
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.59 KB) | DOI: 10.12962/j26226847.v2i1.5490

Abstract

Jalan tol adalah jalan umum yang merupakan bagian dari sistem jaringan jalan dan sebagai jalan nasional yang penggunanya diwajibkan untuk membayar tol. Pembuatan jalan tol bertujuan untuk mempersingkat waktu tempuh perjalanan dari suatu tempat ke tempat lain. Oleh sebab itu, sebagaimana fungsinya jalan tol harus menyediakan arus yang bebas hambatan agar tujuan jalan tol untuk mempersingkat waktu tempuh perjalanan tercapai. Untuk menikmatinya, para pengguna jalan tol harus membayar sesuai tarif yang berlaku. Perencanaan Konfigurasi Gerbang Tol Pemalang – Batang merencanakan gerbang tol untuk tahun 2019 dan 2034. Metode yang digunakan yaitu Multi Channel Single Phase sebagai struktur dasar proses antrian dan First In First Out sebagai pelayanan antrian. Perencanaan ini diharapkan dapat menghasilkan gerbang tol yang dapat bekerja dengan optimal. Hasil dari Perencanaan Konfigurasi Gerbang Tol Pemalang – Batang pada tahun 2019 untuk gardu tol otomatis khusus terdapat 1 gardu pada setiap arah masuk dan keluar. Untuk gardu tol otomatis gerbang Pemalang terdapat 2 arah masuk dan 3 arah keluar. Gerbang Beji arah masuk dan keluar terdapat 4 gardu. Gerbang Bojong arah masuk dan keluar terdapat 4 gardu. Gerbang Tulis arah masuk dan keluar terdapat 3 gardu. Gerbang Batang arah masuk dan keluar terdapat 2 gardu. Sedangkan untuk gardu tol On Board Unit terdapat 1 pada semua arah masuk dan arah keluar gerbang tol. Pada tahun 2034 terdapat peningkatan jumlah gardu tol sesuai dengan pertumbuhan volume kendaraan.
Analisis Pemilihan Jenis Perkerasan Jalan untuk Perbaikan Kerusakan Perkerasan Jalan di Jalan Harun Thohir, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur Stella Tannia Daksa; Catur Arif Prastyanto
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.492 KB) | DOI: 10.12962/j26226847.v2i1.5705

Abstract

Jalan Harun Thohir di Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur adalah salah satu akses menuju kawasan Pelabuhan Gresik dengan kelas jalan kabupaten. Jalan sepanjang kurang lebih 1,2 km ini mengalami kerusakan berupa jalan yang bergelombang, berlubang, dan konstruksi beton yang hancur. Kerusakan-kerusakan ini ditengarai disebabkan oleh muatan berlebih dari kendaraan yang melalui jalan tersebut, yang tidak sesuai dengan perencanaan awal. Kerusakan-kerusakan ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengendara dan masyarakat sekitar, sehingga perlu dilakukan perbaikan konstruksi perkerasan jalan. Saat ini, jalan menggunakan perkerasan kaku dan ingin dilakukan perencanaan perbaikan kerusakan perkerasan jalan dengan membandingkan penggunaan perkerasan lentur, perkerasan kaku, dan perkerasan paving block pada seksi yang sama. Perencanaan tebal struktur perkerasan lentur menggunakan metode Bina Marga 2017 dengan usia rencana 20 tahun. Perencanaan tebal struktur perkerasan kaku menggunakan metode Bina Marga 2017 dengan usia rencana 40 tahun. Sedangkan perencanaan tebal struktur perkerasan paving block menggunakan metode modifikasi perkerasan lentur, metode australian empiris, dan mechanistic design dengan usia rencana 20 tahun. Dalam perencanaan perbaikan kerusakan perkerasan jalan ini hanya digunakan data sekunder, berupa data jumlah penduduk, data PDRB, data PDRB per kapita, data lalu lintas, data curah hujan, dan data HSPK. Data tersebut diolah kemudian dilakukan analisis. Pertama, dilakukan peninjauan karakteristik lalu lintas pada saat ini dan pada umur rencana. Kemudian, dilakukan perencanaan tebal struktur perkerasan jalan dan dilakukan pula analisis biaya. Terakhir, dipilih jenis perkerasan jalan yang paling sesuai ditinjau dari segi biaya konstruksi dan pemeliharaan. Berdasarkan hal di atas, diperoleh hasil perkerasan kaku sebagai perbaikan kerusakan perkerasan jalan di Jalan Harun Thohir, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dengan tebal lapis drainase 15 cm, lapis pondasi LMC 10 cm, dan tebal pelat beton 30,5 cm.
Analisis Dampak Pembangunan Kra Canal terhadap Industri Kepelabuhanan di Indonesia Dio Mukti Kuncoro; I Gusti Ngurah Sumanta Buana; Achmad Mustakim
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.748 KB) | DOI: 10.12962/j26226847.v2i1.5700

Abstract

Selat Malaka selama ini menjadi jalur terpenting di dunia karena merupakan rute tercepat bagi kapal dari barat (westbound) ke timur (eastbound). Sehingga tiga negara di pesisir Selat Malaka (Indonesia, Malaysia, dan Singapura) berlomba-lomba untuk mengambil keuntungan dengan menyediakan fasilitas pelayanan kapal yang melintas, seperti, pemanduan, bunkering, dan hub port. Namun pada tahun 2017 diberitakan bahwa akan dibangun Kra Canal yang akan menjadi alternatif jalur pelayaran Selat Malaka. Apabila dibangun maka akan terjadi perubahan rute yang mengakibatkan kapal tidak lagi melalui Selat Malaka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembangunan Kra Canal terhadap industri kepelabuhanan di Indonesia dengan memperhatikan biaya transportasi laut kapal mainliner petikemas internasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata perubahan biaya per unit ($/TEUs) kapal mainliner internasional jika melalui Kra Canal (meningkat) sebesar 30,58%, 21,96%, dan 13,08% berturut-turut dibanding Tanjung Perak, Tanjung Priok, dan Belawan. Sedangkan throughput petikemas transhipment internasional pada masing-masing pelabuhan utama Indonesia terdampak tidak signifikan, yaitu hanya berpindah sebesar, Tanjung Perak 0,24%, Tanjung Priok 2,03%, dan Belawan 1,56%. Penurunan penggunaan fasilitas kepelabuhanan pada masing–masing pelabuhan direpresentasikan dalam pendapatan ($), yaitu, Tanjung Perak sebesar $ 129.592,72, Tanjung Priok sebesar $ 376.943,91, Belawan sebesar $ 344.731,75, dan Selat Malaka sebesar $ 8.163.226,68 untuk jasa pemanduan dan $ 110.338.169,02 untuk jasa bunkering.
Kajian Geometrik Interchange Waru Ramp Mojokerto-Sidoarjo Alyssa Dewiputri Herdiana; Wahju Herijanto
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.608 KB) | DOI: 10.12962/j26226847.v2i1.5486

Abstract

Mojokerto dan Sidoarjo merupakan dua kabupaten yang tergabung dalam sebuah kawasan metropolitan di Provinsi Jawa Timur, yaitu Gerbangkertosusila (Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan) yang bertujuan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan antar Daerah. Untuk mewujudkan tujuan tersebut diperlukan jalan tol yang dilengkapi akses keluar-masuk yang memadai dan tidak menyulitkan para pengendara. Dalam tugas akhir ini penulis mencoba merencanakan ulang interchange yang menghubungkan Mojokerto dan Sidoarjo di kawasan Waru yang sebelumnya pada akhir interchange dinilai berpotensi menyebabkan konflik lalu lintas atau weaving conflict karena pendeknya jarak dari ramp satu ke ramp yang lainnya. Perencanaan ulang ini meliputi desain geometri interchange dan ramp yang baru sehingga diharapkan akan mengurangi weaving conflict dan mengurangi potensi kemacetan yang mungkin terjadi. Dalam prosesnya, metodologi yang digunakan adalah dengan menganalisis pemilihan alternatif ramp dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process kemudian merencanakan desain geometrik interchange dan ramp menggunakan Peraturan Bina Marga No.007/BM/2009. Perencanaan marka dan rambu lalu lintas berdasarkan Peraturan Menteri No. 13 tahun 2014 dan No. 34 tahun 2014. Dari hasil perencanaan geometrik yang dilakukan, dihasilkan 5 tikungan, yaitu 4 tikungan tipe S-C-S dan satu tikungan tipe S-S dengan jari-jari sebesar 200 m dan panjang lengkung peralihan sebesar 25,397 m. Sedangkan untuk perencanaan ramp dihasilkan ramp on dengan jari-jari sebesar 400 m tipe taper dan ramp off dengan jari-jari sebesar 250 m tipe parallel. Rambu lalu lintas direncanakan terdapat 15 buah dan 3 macam marka.
Analisis Kebutuhan Limited Slip Differential (LSD) pada Mobil Formula Sapuangin Speed 6 di Ajang Student Formula Japan (SFJ) Khalikul Haqqur Rahman; I Nyoman Sutantra
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.238 KB) | DOI: 10.12962/j26226847.v2i1.5702

Abstract

Perkembangan teknologi pada mobil semakin banyak. Salah satunya Limited Slip Differential (LSD), yang diaplikasikan pada sistem powetrain dari mobil. Ketika mobil berbelok dan salah satu roda kehilangan gaya normalnya maka mobil akan mengalami guling, kemudian roda yang menempel dijalan akan kehilangan traksinya. Maka dari itu perlu adanya analisa kebutuhan LSD terhadap power, torsi dan kecepatan yang dapat disalurkan pada setiap variasi locking percentage. Dalam penelitian ini, analisa perhitungan dilakukan berdasarkan FBD mobil pada saat berbelok pada lintasan student formula. Menghitung kecepatan yang diijinkan, kemudian menghitung kecepatan yang harus ditempuh, selanjutnya analisa skid dan guling, dan yang terakhir menghitung Road-Load Horse Power (Rhp), Torsi roda saat berbelok yang dapat disalurkan oleh LSD pada salah satu roda. Perhitungan pada analisa ini diberikan variasi clutch plate (0011/60%, 0101/100%) dan variasi ramp angle (90o/0%, 60o/29%, 50o/42%, 45o/51%, 40o/60%, 30o/80%) yang dilakukan pada skidpad (R=8,55m), hairpin turns pada autocross dan endurance (Rmin=4,5m) serta pada constant turns pada autocross dan endurance (R=11m-27m). Dari analisa radius kritis (hairpin turns) yang dipengaruhi LSD didapatkan hasil penggunaan LSD akan optimum pada locking pecentage LSD terbesar, ketika mobil SAS 6 melaju dengan kecepatan 18,37 m/s, akan menyebabkan roda mobil terangkat maksimal pada hairpin turns radius 4,5 m dengan sudut angkat 17,999o. Dan ketika tidak menggunakan LSD (LP=0%) maka tenaga mobil (Rhp) adalah 0 watt dan menghasilkan kecepatan untuk melaju 0 m/s, serta torsi pada roda bagian luar 3,884 Nm. Ketika menggunakan LSD dengan locking percentage (LP) 88%, mobil akan memiliki tenaga (Rhp) sebesar 2477,352watt yang akan menyebabkan mobil memiliki kecepatan 17,480m/s dan torsi roda sebesar 17,999Nm. Dan untuk pemilihan LSD harus memiliki initial torque sama dengan nilai torsi roda pada saat roda mulai terangkat.

Page 1 of 1 | Total Record : 8