cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Akta Kimia Indonesia
ISSN : 18584586     EISSN : 25493736     DOI : -
Core Subject : Science,
Akta Kimia Indoneisa publishes peer-reviewed open access articles in all areas of chemistry, including: Analytical Chemistry Physical Chemistry Organic Chemistry Inorganic Chemistry Biological Chemistry To submit an article, you need to register first. Please click register in the menus above.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2021)" : 6 Documents clear
Pengaruh Metode Preparasi Ekstrak Daun Waru (Hisbicus tiliaceus) Sebagai Antioksidan Terhadap Kadar Flavonoid dan Fenolik Total Oktavina Kartika Putri; Lina Oktavia Rahayu; Gardiani Febri Hadiwibowo; Rizki Daniar Manggarani
Akta Kimia Indonesia Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v6i2.10801

Abstract

Kendala pemanfaatan ekstrak yang sering terjadi adalah zat aktif di dalamnya terperangkap di dalam ekstrak/simplisia yang berukuran besar sehingga sulit menembus membran lipid dari sel tubuh. Upaya untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memperkecil ukuran partikel ekstrak, salah satunya dengan menjadikannya sebagai suspensi ekstrak. Penelitian diawali dengan mengekstrak daun waru (Hibiscus tiliaceus) dengan metode remaserasi menggunakan pelarut metanol. Setelah itu dilakukan pembuatan suspensi ekstrak daun waru dengan metode gelasi ionik. Kemudian keduanya (ekstrak metanol dan suspensi ekstrak) diukur kadar flavonoid dan fenolik total serta aktivitas antioksidannya dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kadar flavonoid total, kadar fenolik total, dan aktivitas antioksidan ekstrak metanol dan suspensi ekstrak daun waru. Hasil penelitian menunjukkan ukuran partikel ekstrak metanol dan suspensi ekstrak secara berturut-turut 1,509 ± 0,553 µm dan 0,715 ± 0,390 µm. Kadar flavonoid total ekstrak metanol adalah 3434,890 ± 0,008 µgQE/mL sedangkan suspensi ekstrak adalah 409,891 ±0,001 µgQE/mL. Kadar fenolik total ekstrak metanol adalah 244352,685 ± 1016,713 µgGAE/mL sedangkan suspensi ekstrak adalah 12068,316 ± 86,970 µgGAE/mL. IC50 ekstrak metanol bernilai 58,564 ± 1,412 µg/mL sedangkan suspensi ekstrak bernilai 7917,333 ± 21,385 µg/mL. Kesimpulannya, kadar flavonoid total, kadar fenolik total, dan aktivitas antioksidan ekstrak metanol lebih tinggi dibandingkan dengan suspensi ekstrak.
Mini-Ulasan Adsorpsi Anthrasena, Fenanthrena dan Fluorena menggunakan Material Berbasis Karbon Berpori, Silika dan Zeolit Winda Br Purba; Grandprix Thomryes Marth Kadja; Muhammad Yudhistira Azis
Akta Kimia Indonesia Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v6i2.9725

Abstract

Senyawa Polisiklik Aromatik Hidrokarbon (PAH) merupakan salah satu senyawa polutan organik yang bersifat karsinogen, mutagen dan teratogen pada organisme, sehingga dapat bertahan dalam air untuk waktu yang lama. Antrasena, Fenantrena, dan Fluorena adalah jenis PAH yang banyak dihasilkan dari limbah industri. Penghilangan senyawa PAH dilakukan dengan metode adsorpsi sebagai metode paling efektif untuk pengolahan air yang tercemar karena biaya yang rendah, sederhana dan monitoring  kandungan polutan. Pada penelitian ini telah dilakukan studi literatur terhadap adsorpsi PAH dengan berbagai adsorben bahan karbon berpori seperti Karbon Aktif, Biochar dan Graphene dan adsorben bahan mesoporus Silika seperti PMO, MCM-41, NH2-SBA-15, dan klinoptilolit (zeolite). Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan adsorpsi dari Karbon aktif dan silika seperti luas permukaan spesifik, ukuran pori dan volume pori adsorben. Parameter adsorpsi PAH dengan karbon aktif dan silika yang diperoleh seperti pH dalam rentang 2-12, waktu kontak 1-24 jam, suhu 20-45°C, konsentrasi PAH 2-60 mg/L memberikan acuan rentang spesifik dalam mengevaluasi kinerja adsorpsi PAH dengan adsorben yang digunakan.
Optimasi Mikroorganisme (LAB) terhadap Pembentukan Asam Laktat dengan Metode Batch Fermentasi Atika Nandini; Silvana Dwi Nuherdiana; Dilirani Nagarajan; Jo Shu Jo Shu- Chang
Akta Kimia Indonesia Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v6i2.7846

Abstract

Pada penelitian ini, produksi asam laktat menggunakan tujuh jenis mikroorganisme (LAB) dengan metode batch fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja LAB secara optimal dalam memproduksi asam laktat sehingga didapatkan yield dan produktivas yang tinggi. Mikroorganisme yang digunakan adalah L. plantarum, L. sakei, Weisella sp. 26, Weisella sp. 28, Weisella sp. 29, Weisella cibaria dan Weisella paramesenteroides. Tahapan penelitian meliputi inkubasi mikroorganisme selama 14 jam kemudian dilanjutkan proses fermentasi selama 24 jam. Analisa glukosa dan asam laktat menggunakan High performance liquid chromatography (HPLC). Produktivitas asam laktat tertinggi 4,46 g/L/jam didapatkan dari hasil fermantasi dengan menggunakan Lactobacillus plantarum.
Mini-Review: Syngas Production Via Partial Oxidation of Methane Reaction and Its Potential Catalyst Silvana Dwi Nurherdiana; Reva Edra Nugraha; Rachmad Ramadhan Yogaswara; Hamzah Fansuri
Akta Kimia Indonesia Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v6i2.10720

Abstract

Methane as a light gas was generally found in natural gas which was burned freely to gain a high quality of petroleum. This action truly impacted a worst condition in nature, namely greenhouse effect. This brief review described fundamental theory of the important process in methane conversion from natural gas into value-added chemical such as syngas (CO+H2). The methane conversion reaction was commonly divided into direct and indirect reaction. The indirect reaction such as partial oxidation of methane was mostly chosen due to the intermediate product (syngas) can easily generate many raw materials of petrochemicals. This paper also described a potential catalyst to be applied which in heterogeneous type such as perovskite oxide, metal oxide and zeolite.
Preparasi dan Karakterisasi Membran Gabungan PSf/PEG dengan Variasi Pengisi KTZ dan KTZ Teroksidasi untuk Aplikasi pada Larutan Kristal Violet Nurul Widiastuti; M. Faqri Fahrozi Huzein; Taufik Qodar Romadiansyah
Akta Kimia Indonesia Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v6i2.11456

Abstract

Membran gabungan PSf dengan aditif PEG-400 dan variasi pengisi KTZ dan KTZ teroksidasi telah dipreparasi melalui metode inversi fasa dengan DMAc sebagai pelarut. Membran dikarakterisasi dengan X Ray Difraction (XRD), Scanning Electron Microscopy (SEM), Atomic Force Microscopy (AFM), Thermogravimetric Analysis (TGA), Forier Transform Infrared (FTIR) dan contact angle meter. Membran diuji kinerjanya dengan filtrasi kristal violet. Nilai fluks air untuk membran PSf/PEG, PSf/PEG-KTZ dan PSf/PEG-KTZ teroksidasi masing-masing adalah 101,91 L/m2jam, 320,05 L/m2jam dan 60,64 L/m2jam. Nilai rejeksi terhadap kristal violet untuk masing-masing membran adalah 98,17%, 82,90% dan 99,4% .
Synthesis of Polystyrene Sulfonate and Its Characterization as a Polymer Electrolyte Membrane Emil Salim; Afrizal Afrizal; Zilfadli Zilfadli
Akta Kimia Indonesia Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25493736.v6i2.10916

Abstract

This study aims to synthesize polystyrene sulfonate (PSS) from polystyrene (PS) isolated from waste styrofoam. Sulfonation reaction of polystyrene was conducted using acetyl sulfonate as sulfonating agents with variation times and temperatures. The sulfonated products were characterized using FT-IR spectrophotometer, degree of sulfonation, cation exchange capacity, water uptake and thermal stability. The FTIR spectrums show vibration of O-H streching at wave number 3300-3400 cm-1, S=O streching at the wave number 1050-1200 cm-1 which indicates the presence of sulfonate groups. Sulfonation reaction at 40oC for 2 hours (SPS-40-2) gives the highest degree of sulfonation, cation exchange capacity, water uptake with values 1,960%, 0.1880 meq/gr, 9.04% respectively. Thermal gravimetry analysis shows that polystyrene sulfonate has better thermal stability than polystyrene.

Page 1 of 1 | Total Record : 6