cover
Contact Name
Reza Anggriyashati Adara
Contact Email
maknafksb.unisma@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
maknafksb.unisma@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cut Meutia Raya No.83 Bekasi
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
ISSN : 2528195X     EISSN : 25281968     DOI : https://doi.org/10.33558/makna.v10i1
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya is an open access scientific research journal published twice a year in March and September by Faculty of Communication, English Language and Literature of Universitas Islam "45" Bekasi. Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya has been published since 2010. Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya publishes original research articles which focused on communication studies, linguistics and cultural studies. Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya is an open access journal. Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya has a open peer review process where the identities of reviewers are known to the authors. Open peer review process provides transparency and recognition to every concerned party. Open peer review process also ensures the quality of published research articles.
Articles 344 Documents
STRATEGI PEMASARAN RADIO DAKTA 107 FM Slamet Syarifuddin; Saepudin Saepudin
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol 3 No 2 (2018): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi,Bahasa, dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v3i2.1525

Abstract

Selain berfungsi sebagai media publik yang mampu menjadi sarana kontrol sosial yang efektif dan efisien, radio juga mampu menyajikan informasi yang terpercaya kepada masyarakat. Salah satu contoh radio yang melakukan fungsi tersebut adalah Radio Dakta 107 FM. Sebagai stasiun radio yang berformat media informasi dan dakwah sejak 1991, Dakta 107 FM melakukan strategi pemasaran melalui pemasaran media guna mempertahankan persaingan industri radio di Kota Bekasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan Radio Dakta 107 FM berdasarkan konsep STP (segmenting, targetting, positioning). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data atau fakta dilakukan secara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan narasumber yang berkaitan pada penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Radio Dakta telah melakukan strategi pemasaran berdasarkan konsep. Segmenting Radio Dakta 107 FM adalah wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya dengan tingkat usia 25 tahun keatas. Mayoritas pendengar Radio Dakta adalah karyawan swasta sedangkan tingkat pendidikan para pendengarnya adalah SLTA keatas. Gaya hidup pendengar adalah mereka yang menerapkan nilai-nilai agama Islam. Untuk mengakomodir para pendengarnya, Radio Dakta 107 FM memberikan siaran-siaran yang bernuansa keislaman. Targetting Radio Dakta 107 FM menggunakan dua cara yakni masukan dari para pendengar dan pemasang iklan yang disesuaikan dengan visi dan misi Islami. Target sasarannya adalah masyarakat Kota Bekasi dan pengendara mobil. Program unggulan Radio Dakta 107 FM adalah Dakta Pagi yang memberikan informasi terkini. Positioning Radio Dakta 107 FM adalah media informasi dengan konten relijius. Namun demi meningkatkan jumlah pendengar melalui website, Radio Dakta 107 FM melakukan konvergensi media dengan menggunakan siaran daring melalui streaming. Oleh karena itu Radio Dakta 107 FM memposisikan diri sebagai wadah yang menjembatani para pendengarnya. Kualitas program dapat dilihat dari sisi interaktif pendengar pada sesi tanya jawab. Penelitian ini merekomendasikan sebuah penelitian lanjut mengenai strategi pemasaran dengan konsep STP (Segmentasi, Penargetan, Pemosisian) Philip Kotler dan Rhenald Kasali.
INTERFERENSI AURAL DALAM LANSKAP KOTA Endang Suryana Priyatna
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol 3 No 2 (2018): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi,Bahasa, dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v3i2.1526

Abstract

This article is a preliminary research on the study of urban soundscape, especially soundscape of City of Bekasi. Sounds and voices shaping the soundscape are analysed as cultural artefacts and products of urban cultural practices. Loudspeakers and their uses are the cultural artefact under scrutiny. This analysis owes to critical and theoretical approaches in sound studies. In its position as a preliminary research and writing, this article aims to unpack and portray the complexities of acoustic phenomena in urban space and its everyday life. The article tries to argue that urban soundscape relates to certain discourses surrounding urban cultural practices such as the discourse of modernity, consumerism, and capitalism.
WHEN FANS AND HATERS ARE ON THE SAME BOAT: A DECONSTRUCTIVE READING OF BOWO AND TIK TOK Alisya Rusdianti; Adinda Nurfauziah; Asmarani Ahsan; Pepen Priyawan
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol 5 No 2 (2019): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v5i2.1581

Abstract

This literary research is exemplifying about deconstruction of the existence and thought towards fans and haters of Bowo related to his Tik Tok account. This Paper indicates the reflections for the netizens. To get the reflection by conducting the data some theories which need to apply in this research to get the real essence of truth of the comments and any other particular object is Deconstruction by Derrida. Furthermore, to analyze that Industry is using many of objects to deceive people, in this case is netizens, Fans and Haters of Bowo the researchers apply Cultural Studies by Adorno and Horkheimer. Afterwards the researchers will show the essential role and judgments of fans and haters of Bowo the researcher apply difference then it will be conclude by Paradox and Parallel. This paper also applied the descriptive qualitative method to conduct the informations and data then get the reflections. The result is reflections for netizens who are active in giving comments and judging in social media. The reflections indicate the deception of Industrial field in getting viral of Bowo and Tik Tok for the netizens. In this case the netizen will be warned that they are deceived by Industry with Tik Tok App through Bowo. Besides the netizens, the research also indicating the reflection for the female adolescence netizens that they have similar role in commenting and judging Bowo, moreover they also deceived in the same condition between adoring and abhorring, they will be considered as bystander due to the comments that they have been texted in Bowo’s Instagram account are judging.
KONFLIK SOSIAL KAWASAN INDUSTRI JABABEKA DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI Hamluddin Hamluddin; Sarwititi Sarwoprasodjo; Ninuk Purnaningsih
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol 4 No 1 (2019): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v4i1.1669

Abstract

This study examined a conflict between Jababeka Industrial Estate (KIJ) and peopleliving around it in Cikarang, Bekasi Regency, West Java Province. The present studyused a stakeholder analysis approach with a qualitative descriptive method. Thepresent study aimed to examine the causes of the conflict, existing problems, and thestrategy for conflict resolution in the perspective of communication. In-depthinterviews were conducted with some stakeholders such as industrial estatemanagement, society, village official, religious leaders, local government, regionalhouse of representatives, and the non-governmental organization (NGO) to obtain theresults. The results suggest varied problems such as poor communication, differentopinions, different interests, varied social systems, polluted environment, limitedsources of income, and so on as the impacts of industrial estate development seem tobe driving forces of the conflict. Generally, the conflict is between the management ofindustrial estate and people living around it. In addition, the conflict was identified asthe open and closed conflict which was varied from the weak until the strong level.
PRASANGKA ETNIK MELAYU TERHADAP ETNIK MINANGKABAU Saiful Mizan Harmaini
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol 4 No 1 (2019): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v4i1.1670

Abstract

Prasangka adalah sebagai sikap tidak toleran, tidak sesuai, atau tidak adil terhadapsekelompok orang. Sasaran prasangka akan dipandang dengan sikap yang merendahkan,kecurigaan, ketidak percayaan atau rasa permusuhan yang. Ada beberapa peringatandari orang tua etink melayu yang diajarkan dari berbagai petuah-petuah orang tua wargaetnik Melayu terhadap anak-anaknya. Di dalam petuah-petuah tersebut terkandung nilainilai agar ketika anaknya dewasa kelak jangan memilih jodoh atau mencari pasanganhidup dari warga etnik Minangkabau. Bagi mereka orang Minangkabau adalah “orangorang yang berwatak pelit, suka menang sendiri, licik, tamak, dan lebih mementingkankeluarganya. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif tentang prasangka mahasiswaetnik melayu terhadap etnik Minangkabau. Subyek penelitian adalah mahasiswa UINSUSKA aktif kuliah di angkatan 2013 sampai 2017 yang berjumlah 62 orang, yangterdiri dari mahasiswa etnis Melayu dimana kedua orang tua mahasiswa tersebut berasaldari etnis Melayu dan berasal dari Kab. Kampar. Alat ukur yang digunakan adalah skalaprasangka dengan mengungkap tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan konatif. Hasilpenelitian ditemukan pada kategori kuat pada aspek kognitif terdapat 13 orang(20,97%), pada kategori afektif terdapat 11 orang (17,74%). Sedangkan kategori konatifada 7 orang (11, 29%). Prasangka disebarluaskan dari orang yang satu ke orang lainsebagai bagian dari norma budaya atau sub-budaya seseorang. Prasangka diperolehindividu melalui proses sosialisasi, individu mempelajari sikap berprasangka itu untukdapat diterima oleh orang lain.
UPAYA PERHUMAS DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PUBLIC RELATIONS Tin Hartini
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol 4 No 1 (2019): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v4i1.1671

Abstract

Praktik public relations (PR) saat ini begitu dinamis, selain mengemban tugas sebagai penyampai pesan kepada publiknya, PR juga memiliki peran penting sebagai strategicmanagement. Artinya aktivitas tidak sebatas tugas-tugas teknis, namun juga tugas-tugasmanajerial. Oleh karenanya, organisasi hendaknya menyadari dengan baik bahwakeberadaan PR sangat menentukan keberhasilan serta keberlangsungan perusahaan.Seorang PR bertanggung jawab dalam hal membangun serta mempertahankan kepercayaandan reputasi organisasi yang diwakilinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upayaasosiasi profesi dalam meningkatkan kompetensi praktisi PR. PERHUMAS merupakansalah satu asosiasi profesi PR di Indonesia yang concern terhadap perkembangan dankemajuan profesi public relations. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahkualitatif deskriptif. Melalui pendekatan teori excellent public relations penelitian inidiharapkan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan dan peningkatan kualitas sertakompetensi praktisi PR ditengah kompleksitas permasalahan yang dihadapi organisasi saatini. Beberapa kompetensi dasar yang wajib dimiliki PR diantaranya: etika public relations,peran aktif PR di era digital, pengukuran public relations, membangun strategi komunikasikrisis, keterampilan menulis, keterampilan presentasi, keprotokoleran dan hubunganpemerintahan, serta Media Relations. Penelitian ini hanya terbatas pada bagaimana upayaPR untuk meningkatkan kompetensi praktisi PR. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnyaadalah adaptasi budaya dalam praktik PR di Indonesia.
EXPLORING THE LANGUAGE USE IN WHATSAPP AS STUDY PRAGMATICS Ajeng Puji Lestari
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol 4 No 1 (2019): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v4i1.1672

Abstract

The present study investigated the structural classification analysis of conversation andpreference structure in WhatsApp emoticon usage. Yule (1996) illustrated that there aretypes of structural classification in the first part of conversation such as proposal, offering,requesting, and giving assessment. On the other hand, the second part of conversation wasthe response utterances either preffered or dispreffered that were also occurred inadjacency pair in several expressions such as questioning sequence, insertion sequence,thanking expression, and parting expression. The present study applied a quantitativemethod to obtain data by distributing a set of questionnaires to 36 users of WhatsApp. Theresults showed that variables suggested by Yule (1996) were found in 11 data resources ofchatting which were also accompanied by the use of WhatsApp emoticon. Thus, it is arguedthat WhatsApp emoticons are becoming the important tools as an online facilitator forcommunication because emoticons can enhance the messages and can help to expressemotions or feelings.
THE MECHANISM OF LANGUAGE DEATH Neng Syifa Masnoneh
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol 4 No 1 (2019): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v4i1.1673

Abstract

A lingua franca is important for a multilingual country. For this reason, BahasaIndonesia is designed as a lingua franca for more than 700 local languages in Indonesiato unite people from different social and cultural backgrounds. During colonialism era,Bahasa Indonesia seemed successful in creating a sense of identity as Indonesians.However, the domination of Bahasa Indonesia tends to replace Sundanese, particularlyin children. Sundanese seems poorly transferred to young generation. This paperproposes a research toward the mechanism of language death as a reflection forSundanese language which undergoes shifting; a process that may lead to languagedeath.
NARASI PERJUANGAN PENDERITA ANOREXIA DALAM FILM TO THE BONE Nabila Nabila; Badriyah Fathana Zidane; Winda Primasari
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol 4 No 1 (2019): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v4i1.1674

Abstract

Penelitian ini menunjukkan bagaimana perjuangan karakter penderita anorexiadigambarkan dalam Film To The Bone. Penelitian ini menganalisis struktur naratifperjuangan karakter penderita Anorexia yang terdapat dalam film To The Bone denganmenggunakan analisis naratif teori Algirdas Greimas.Analisis dilakukan denganmenarasikan dialog karakter penderita Anorexia dalam film To The Bone laludiidentifikasi ke model aktansial untuk mengetahui masing-masing peran karakternyadan ke model fungsional untuk mengetahui bagaimana alur ceritanya. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode analisis strukturalnaratif secara deskriptif.Subjek penelitian ini adalah narasi film To The Bone. Objek penelitian ini adalah narasi perjuangan karakter penderita Anorexia dalam film To The Bone. Tokoh-tokoh yang dianalisis adalah Ellen, ibu tiri Ellen, ibu kandung, saudari tiri,dokter, dan teman-teman asrama Ellen.Selain itu juga ada karakter Ayah Ellen yangtidak ditampilkan secara langsung tetapi melalui penggambaran karakternya saja.Hasilpenelitian ini menunjukkan alasan penyebab karakter Ellen mengidap penyakitAnorexia yang berbeda dengan kecenderungan media massa menggambarkan karakterAnorexia pada umumnya. Narasi dalam film ini menggunakan alur cerita majusehingga dengan mudah terlihat narasi perjuangan karakter penderita Anorexia yangmayoritas mengisi fungsi subjek aktan.
KATA DAN PROSES PEMBENTUKAN KATA DALAM BAHASA INGGRIS DAN BAHASA INDONESIA Nuryadi Nuryadi
Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol 4 No 1 (2019): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya
Publisher : Fakultas Komunikasi, Sastra, dan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/makna.v4i1.1675

Abstract

Morfologi merupakan studi gramatikal struktur internal kata, karena itu morfologisering disebut tata bentuk. Studi tentang morfologi mencakup definisi kata, akar kata,struktur kata, morfem, kelas kata yang juga sering disebut kategori leksikal dan kombinasikombinasinya dalam pembentukan kata seperti derivasi, infleksi, pemajemukan,pemenggalan, dan pemendekan. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikanproses-proses morfologis yang lazim ditemukan khususnya dalam Bahasa Indonesia danBahasa Inggris. Bahasa Indonesia adalah bagian dari rumpun Bahasa Melanisia yang jugadikenal sebagai bahasa berafiks atau bahasa aglutinatif sedangkan Bahasa Inggris yangmerupakan rumpun bahasa Indo-Eropa yang merupakan gabungan dari bahasa berafiks danbahasa fleksi sehingga disebut fleksoaglutinatif. Bahasa fleksi atau bahasa sintetis adalahbahasa yang proses perubahan morfemis dilakukan dengan mempertahankan identitasleksikal sesuai dengan perbedaan waktu, jenis kelamin, jumlah dan sebagainya.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2025): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol. 15 No. 2 (2024): Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol. 14 No. 1 (2024): Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol 12 No 1 (2023): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 11 No 2 (2022): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 10 No 1 (2022): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 9 No 2 (2021): Makna: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 8 No 1 (2021): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 7 No 2 (2020): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 6 No 1 (2020): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 5 No 2 (2019): MAKNA: Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa, dan Budaya Vol 4 No 1 (2019): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 3 No 2 (2018): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi,Bahasa, dan Budaya Vol 3 No 1 (2018): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi,Bahasa, dan Budaya Vol 2 No 2 (2017): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 2 No 1 (2017): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 1 No 2 (2016): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 1 No 1 (2016): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 6 No 1 (2015): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 5 No 2 (2015): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 5 No 1 (2014): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 4 No 2 (2014): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 4 No 1 (2013): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 3 No 2 (2012): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 3 No 1 (2012): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 2 No 2 (2012): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 2 No 1 (2011): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 1 No 2 (2010): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya Vol 1 No 1 (2010): MAKNA : Jurnal Kajian Komunikasi, Bahasa dan Budaya More Issue