cover
Contact Name
Lucky Purwantini
Contact Email
lppm.unismabekasi@gmail.com
Phone
+6282138581177
Journal Mail Official
soul@unismabekasi.ac.id
Editorial Address
Redaksi SOUL Jl. Cut Meutia No. 83 Bekasi Jawa Barat 17113 Email: soul@unismabekasi.ac.id Telp. 021-8808851
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
SOUL : Jurnal Ilmiah Psikologi
ISSN : 1979259X     EISSN : 2716134X     DOI : https://doi.org/10.33558/soul.v14i1.5951
SOUL: Jurnal Ilmiah Psikologi merupakan sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45. Jurnal ini mengejar eksplorasi dalam bidang Psikologi, mencakup Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, Psikologi Industri dan Organisasi, serta tidak menutup akses pada Psikologi Olahraga, Psikologi Politik, Psikologi Seni, dan lain-lain. Artikel yang diterima oleh SOUL: Jurnal Ilmiah Psikologi hanya artikel hasil penelitian ilmiah.
Articles 99 Documents
HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY QUOTIENT DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN INTENSI UNTUK PULIH DARI KETERGANTUNGAN NARKOTIKA ALKOHOL PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF (NAPZA) PADA PENDERITA DI WILAYAH BEKASI UTARA-LEMBAGA KASIH INDONESIA Ekasari, Agustina; Hafizhoh, Nur
SOUL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 2 No 2 (2009): SOUL
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.855 KB)

Abstract

Penyalahgunaan narkoba atau narkotika dan obat-obatan terlarang, di Indonesia kini semakin meresahkan. Penyebaran narkoba saat ini sudah banyak tersebar dalam masyarakat. Baik dari kalangan menengah keatas hingga kalangan menengah kebawah. Adversity Quotient adalah kemampuan seseorang dalam menghadapi dan bertahan terhadap kesulitan hidup dan tantangan yang dialami serta perubahan yang terus menghadang dan menghadapi semua kesulitan tersebut sebagai suatu proses untuk mengembangkan diri dan potensi-potensinya. Usaha itu dilakukan mencapai suatu tujuan tertentu.Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara adversity quotient dan dukungan sosial dengan intensi untuk pulih dari ketergantungan NAPZA di wilayah Bekasi Utara- Lembaga Kasih Indonesia. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara adversity quotient dan dukungan sosial dengan intensi untuk pulih dari ketergantungan NAPZA di wilayah Bekasi Utara- Lembaga Kasih Indonesia. Penelitian ini menggunakan teknik sampling incidental sampling dengan jumlah sampel 60 orang dari jumlah populasi 606 orang yang merupakan pecandu atau penasun yang menjadi dampingan dari Lembaga Kasih Indonesia yang berada di wilayah Bekasi Utara. Untuk menganalisa hasil penelitian digunakan teknik uji korelasi Spearman untuk menguji hubungan antara adversity quotient, dukungan sosial dengan intensi untuk pulih dari ketergantungan NAPZA dan uji regresi linear untuk menguji perbedaan sigifikansi hubungan antara adversity quotient dan dukungan sosial dengan intensi untuk pulih dari ketergantungan NAPZA.Hasil analisa data menunjukkan nilai koefisien korelasi adversity quotient dengan intensi pulih adalah sebesar 0.247 dan memiliki korelasi lemah. Nilai ini menunjukkan bahwa semakin tinggi adversity quotient maka semakin tinggi pula intensi pulihnya. Sedangkan, nilai koefisien korelasi antara dukungan sosial dengan intensi pulih sebesar 0.718 yang menunjukkan bahwa hubungan antara dukungan sosial dengan intensi adalah positif dan memiliki korelasi yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial maka semakin tinggi pula intensi.pulihnyaPada analisa hasil uji regresi linear antara adversity quotient dan dukungan sosial dengan intensi pulih, diperoleh data 0.000 < 0.05. hal ini menunjukkan bahwa adversity quotient dan dukungan sosial berpengaruh terhadap intensi pulihnya.Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara adversity quotient dan dukungan sosial dengan intensi untuk pulih dari ketergantungan NAPZA dikarenakan hipotesis yang diajukan peneliti sesuai dengan hasil penelitian. Hal ini mendukung beberapa teori tentang ketiga variabel yang digunakan dalam penelitian ini
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI (SELF EFFICACY) DAN STRES KERJA DENGAN KEJENUHAN KERJA (BURNOUT) PADA PERAWAT IGD DAN ICU RSUD KOTA BEKASI Prestiana, Novita Dian Iva; Purbandini, Dewanti
SOUL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2012): SOUL
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.688 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self efficacy, stres kerja, dan burnout pada perawat di ruang ICU dan IGD RSUD Kota Bekasi.Metode dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh atau sensus. Sampel berjumlah 37 orang yang terdiri atas 20 orang perawat di ruang IGD dan 17 orang perawat di ruang ICU. Hasil analisa data menunjukkan bahwa hubungan antara self efficasy dengan burnout menunjukkan hasil koefisien korelasi sebesar r=-0.470 dan tingkat signifikansi 0.003 (p<0.05), artinya semakin tinggi tingkat self efficacy perawat maka semakin rendah burnoutnya. Hubungan antara stres kerja dengan burnout menunjukkan hasil koefisien korelasi sebesar r=0.596 dan tingkat signifikansi 0.000 (p<0.05) artinya semakin tinggi tingkat stres kerja seseorang maka semakin tinggi pula burnoutnya
KEBAHAGIAAN LANSIA DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL DAN SPIRITUALITAS Nurhidayah, Siti; Agustini, Rini
SOUL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2012): SOUL
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.546 KB)

Abstract

Kebahagiaan merupakan tujuan utama dari eksistensi manusia di dunia. Kebahagiaan yang demikian sudah pasti dipengaruhi oleh kehadiran orang lain. Kebahagian juga sebuah perlindungan terhadap stress dan pandangan hidup duniawi yang tercipta dari rasa penuh harap, tidak mudah putus asa, harapan masa depan yang baik di dunia dan hari kemudian, perasaan penerimaan yang tinggi, dan rasa rileks dan tenteram karena berdoa dan beribadah kepada Tuhan merupakan ritual dari spiritualitas atau keagamaan. Kebahagiaan mungkin akan terjadi pada lansia secara perlahan-lahan dan memerlukan peranan dukungan sosial dari lingkungan di mana ia tinggal serta spiritualitas yang dimiliki. Tempat tinggal adalah kenyataan objektif seseorang kebanyakan menjalani hidupnya sehari-hari. Tempat tinggal juga menggambarkan dengan siapa seseorang itu hidup bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kebahagiaan lansia tinggal di luar dan dalam panti ditinjau dari dukungan sosial dan spiritualitas sehingga selain melakukan uji perbedaan, penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui hubungan serta pengaruh antara dukungan sosial dan spiritulitas dengan kebahagiaan. Hasil penelitian menemukan dukungan sosial memiliki korelasi positif dengan kebahagiaan. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kebahagiaan lansia di Desa Mekarsari dengan di PSTW ?Budhi Dharma? Bekasi. Dukungan sosial memiliki pengaruh nyata positif terhadap kebahagiaan lansia
AGRESIFITAS DITINJAU DARI LOCUS OF CONTROL INTERNAL PADA SISWA SMK NEGERI 1 BEKASI DAN SISWA DI SMK PATRIOT 1 BEKASI Muslimah, Alfiana Indah; ., Nurhalimah
SOUL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2012): SOUL
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.964 KB)

Abstract

Locus of control internal merupakan salah satu faktor kepribadian yang berpengaruh terhadap perilaku agresif. Locus of control (LOC) berperan dalam mempengaruhi dan menentukan pusat kendali individu, dimana proses mendekati atau menjauhi perilaku agresif memerlukan tanggung jawab pribadi dan keberanian dalam mengambil keputusan. Remaja yang memiliki locus of control internal tinggi biasanya akan mengambil tanggung jawab pribadi dan lebih berani dalam mengambil tindakan dibandingkan dengan individu yang LOC internalnya rendah. Individu dengan LOC internal tinggi akan lebih percaya diri dan berani untuk mengambil tindakan menjauhi perilaku agresif. Siswa SMK sebagai remaja yang sedang dalam masa penuh gejolak seringkali dihadapkan dengan situasi yang dapat mencetuskan perilaku agresif, terutama jika tidak didukung oleh penegakan aturan dan disiplin yang memadai. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara locus of control internal dengan agresivitas dan mengetahui perbedaan agresivitas antara siswa SMK Negeri 1 Bekasi dan siswa SMK Patriot Bekasi.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X jurusan Teknik pemesinan di SMK Negeri 1 bekasi yang berjumlah 116 anak dan seluruh siswa kelas X jurusan Teknik pemesinan di SMK Patriot 1 Bekasi yang berjumlah 106 anak, dengan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling sehingga di ambil 30 sampel di SMK Negeri 1 Bekasi dan 30 sampel di SMK patriot 1 Bekasi.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi dan dua skala yaitu skala locus of control internal dan skala agresivitas. Sedangkan metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi Sperman dan Uji Mann whitney.Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa ada hubungan yang berlawanan atau negatif antara locus of control internal dengan agresivitas pada siswa SMK Negeri 1 Bekasi dan siswa SMK Patriot 1 Bekasi. Hal ini ditunjukan dengan perolehan nilai r sebagai koefisien korelasi sebesar -0,346: dengan nilai signifikansi (p) = 0,007. Artinya jika locus of control internal tinggi maka agresivitas rendah begitu pula sebaliknya jika locus of control internal rendah maka agresivitas tinggi. Locus of control internal dalam penelitian ini memberikan sumbangan efektif sebesar 34,6 % terhadap agresivitas, sehingga masih terdapat 65,4 % sumber lain yang mempengaruhi agresivitas, yang tidak di ukur secara empirik dalam penelitian ini. Hasil penelitian kedua menyebutkan bahwa tidak terdapat perbedaan agresivitas antara siswa SMKN 1 dan siswa SMK Patriot 1 Bekasi. Berdasarkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0,057 > 0,05
KONTROL DIRI DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN COPING STRESS PADA REMAJA Ekasari, Agustina; Yuliyana, Suhertin
SOUL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2012): SOUL
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.64 KB)

Abstract

Coping stress ini adalah kemampuan yang sangat penting untuk dimiliki setiap individu sebelum ia menguasai keterampilan coping stress. Kemampuan ini perlu dimiliki remaja untuk peka terhadap perasaan atau respon-respon psikologis dan peristiwa tertentu terutama saat mengalami masalah ataupun kesulitan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kontrol diri dan dukungan teman sebaya dengan coping stress pada remaja. Hasil penelitian ini tingkat dukungan teman, kontro diri dan pada remaja di SMP PGRI Klapanunggal Bogor sebagian besar pada kategori sedang. Terdapat hubungan positif antara dukungan teman sebaya dan kontrol diri dengan kemampuan coping stress pada remaja di SMP PGRI Klapanunggal Bogor
PENGASUHAN, PEER GROUP, SELF EFFICACY DAN PERILAKU SEKS PADA REMAJA PERILAKU SEKS PADA REMAJA DI KOTA BEKASI Nurhidayah, Siti; Prestiana, Novita Dian Iva; Bayani, Irma
SOUL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2012): SOUL
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.861 KB)

Abstract

Remaja adalah individu yang berada dalam masa peralihan. Masa remaja juga sebagai masa perkembangan psikoseksual. Pada tahap ini, perubahan yang sangat menonjol adalah ketika terjadinya kematangan fungsi seksual yang ditampakkan melalui perubahan perilaku. Adanya minat seksual dan ketertarikan terhadap lawan jenis ini kemudian muncul dalam bentuk pacaran. Pacaran dan Seks memiliki hubungan yang dapat menjadi dekat tetapi dapat pula menjadi jauh. Bila seorang remaja tidak memiliki pertahanan yang kuat untuk menahan gejolak libido seksualnya maka bukan tidak mungkin perilaku seks diantara sepasang remaja akan sangat mudah terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh gaya pengasuhan, peer group, self efficacy terhadap perilaku seks pada remaja. Hasil penilitian ini menemukan bahwa tidak ada hubungan yang nyata antara pendapatan keluarga dan pendidikan orang tua dengan perilaku seks. Faktor religiusitas yang dimiliki remaja tidak berhubungan langsung dengan perilaku seks. Terdapat hubungan yang signifikan antara memiliki pacar dengan perilaku seks. Remaja yang mempersepsikan orang tua memberikan pengasuhan Authoritative, permissive, dan Authotoritarian memiliki hubungan dengan perilaku seks. Gaya pengasuhan yang semakin permissive dan Authotoritarian semakin tinggi pula perilaku seks pada remaja. Peer group dan self efficacy memiliki hubungan dengan perilaku seks remaja. Pengasuhan (authoritarian, permissive dan autoritatif) , peer group, self efficacy mempunyai pengaruh terhadap perilaku seks. Self Efficacy mempunyai pengaruh negatif terhadap perilaku seks. Peer group dan gaya pengasuhan authoritarian berpengaruh positif terhadap perilaku seks
PENGARUH PEER GROUP SUPPORT DAN SELF-ESTEEM TERHADAP RESILENCE PADA SISWA SMAN TAMBUN UTARA BEKASII Ekasari, Agustina; Andriyani, Zesi
SOUL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 6 No 1 (2013): SOUL
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.55 KB)

Abstract

Siswa dituntut untuk dapat aktif dan kreatif belajar di sekolah. Tak jarang siswa mendapatkan kesulitan dan permasalahan dalam menjalani proses belajar mengajar di sekolah yang menyebabkan siswa tertekan. agar prestasi yang dimiliki lebih optimal maka diperlukan ketahanan pada diri siswa. Pengaruh teman sebaya dan Self esteem sangat diperlukan untuk membantu ketahanan diri siswa. Pengambilan data dilakukan di sekolah SMAN 1 Tambun Utara Bekasi. Subyeknya adalah siswa siswi kelas X dan XI yaitu 153 orang. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling dan menggunakan skala peer group support, self-esteem, dan resilience yang menggunakan model skala Likert. Perhitungan korelasi Product Moment antara variable peer group support, self-esteem, dan resilience diperoleh koefisien korelasi rxy = 0,454 dan rxy = 0,481. Berdasarkan uji analisis korelasi berganda, didapat F hitung adalah 30.862 dengan tingkat signifikansi 0.000, karena probabilitas (0.000) < ? (0.05), artinya pengaruh peer group support dan self-esteem terhadap resilience bertaraf cukup. Dari hasil pengolahan data, maka koefisien determinasi (R2) pada korelasi peer group support dan self-esteem terhadap resilience, menunjukkan angka sebesar 0.292, berarti peer group support dan self-esteem memiliki sumbangan sebesar 29,2% terhadap tingkat resilience dan pengaruh variabel lain adalah sebesar 70,8%. Pengaruh peer group support, self-esteem terhadap resilience cenderung searah. Sehingga semakin tinggi peer group support dan self-esteem, maka semakin tinggi resilience, begitu juga sebaliknya jika semakin rendah. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh peer group support terhadap resilience; terdapat pengaruh self-esteem terhadap resilience; serta terdapat pengaruh peer group support dan self-esteem terhadap resilience
PROFIL KEPRIBADIAN DAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING CAREGIVER SKIZOFRENIA Nainggolan, Nora Jusnita; L. Hidajat, Lidia
SOUL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 6 No 1 (2013): SOUL
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.038 KB)

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan mental yang menyebkan ketidakberfungsian secara meluas. Keluarga sebagai primary caregiver berperan penting dalam membantu memenuhi kebutuhan fisik, maupun dalam memberikan dukungan secara psikologis. Tantangan berat yang dirasakan caregiver skizofrenia selain menghadapi perilaku penderita yang cenderung tidak realistik, adalah pengenaan stigma dan isolasi dari lingkungan sosial. Salah satu faktor penting yang menentukan kemampuan adaptif seseorang adalah kepribadian. Ciri kepribadian caregiver skizofrenia selain dapat menentukan pemaknaan atau evaluasi mereka terhadap stressor, juga menentukan pilihan coping yang akan mempengaruhi kualitas kesejahteraan psikologis (psychological well-being) caregiver tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui profil kepribadian dan gambaran psychological well being caregiver skizofrenia
HUBUNGAN ANTARA ATTACHMENT DAN SELF ESTEEM DENGAN NEED FOR ACHIEVEMENT PADA SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI 8 CAKUNG JAKARTA TIMUR Indah Muslimah, Alfiana; Wahdah, Nadiatul
SOUL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 6 No 1 (2013): SOUL
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.978 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara attachment dan self esteem dengan need for achievement pada siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri 8 Cakung Jakarta timur. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri 8 Cakung Jakarta timur, laki-laki maupun perempuan yang memiliki rentang usia 15-17 tahun. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 84 orang. Penelitian ini menggunakan teknik randam sampling. Adapun skala yang digunakan pada variabel attachment disusun berdasarkan skala dari inventory of parent and peer attachment (IPPA). Skala self esteem yang digunakan diadaptasi dan dimodifikasi berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Coopersmith dan skala need for achievement digunakan berdasarkan karakteristik yang dikemukakan McClelland (dalam Supriyo). Sebelum angket disebar kepada sampel penelitian, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas item yaitu dengan bantuan program SPSS (statistical Product and Service Solution) versi 17.00 for windows.Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan fasilitas SPSS (statistical Product and Service Solution) versi 17.00 for windows. Hasil analisis data dengan teknik korelasi Product Moment dari Karl Pearson menunjukkan bahwa antara attachment dengan need achievement menunjukkan nilai r = 0.376 > 00.5 artinya, ada hubungan positif yang sangat signifikan antara attachment dengan need achievement. semakin tinggi attachment yang dimiliki timur maka semakin tinggi need achievement sebaliknya semakin rendah attachment yang dimiliki maka semakin rendah pula need achievement yang dimiliki. Sedangkan hubungan self esteem dengan need achievement menunjukkan nilai r = 0.649 > 0.05, artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara self esteem dengan need achievement, semakin tinggi self esteem, maka semakin tinggi need achievement yang dimiliki dan sebaliknya semakin rendah self esteem maka semakin rendah pula need achievement yang dimiliki siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri 8 Cakung Jakarta timur. Analisis koefisien determinasi (R2) pada korelasi antara attachment dan self esteem dengan need achievement menunjukkan angka sebesar 0.429, berarti attachment dan self esteem memiliki sumbangan sebesar 42.9% terhadap need achievement dan pengaruh variabel lain sebesar 57.1%, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara attachment dan self esteem dengan need achievement.
INTERNAL LOCUS OF CONTROL DAN JOB INSECURITY TERHADAP BURNOUT PADA GURU HONORER SEKOLAH DASAR NEGERI DI BEKASI SELATAN Dian Iva Prestiana, Novita; Xandria Andari Putri, Trias
SOUL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 6 No 1 (2013): SOUL
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.45 KB)

Abstract

Burnout merupakan keadaan lelah atau frustrasi yang disebabkan karena tuntutan pekerjaan dan terhalangnya pencapaian harapan sehingga mengakibatkan menurunnya kondisi fisik, kelelahan emosional dan kelelahan mental yang berkepanjangan. Sementara itu guru honorer juga mengalami ketidakpastian karir sehingga akibatnya stress berkepanjangan yang akan berkembang menjadi burnout. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah kepribadian, yaitu aspek internal locus of control sehingga guru mampu mengevaluasi tindakannya dan dapat meminimalisir tingkat burnout yang dirasakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada pengaruh internal locus of control dan job insecurity terhadap burnout pada Guru Honorer SD Negeri di Bekasi Selatan.Subjek dalam penelitian ini adalah guru honorer baik laki-laki maupun perempuan yang belum diangkat menjadi guru CPNS/PNS. Berdasarkan data yang didapatkan dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi terdapat 272 guru yang bertugas di kecamatan Bekasi Selatan yang tersebar di 5 kelurahan. 99 guru bertugas di Kelurahan Kayu Ringin yang tersebar di 21 SDN, terdapat 23 guru bertugas di Kelurahan Marga Jaya yang tersebar di 7 SDN, terdapat 44 guru bertugas di Kelurahan Jaka Mulya yang tersebar di 6 SDN, terdapat 40 guru betugas di Kelurahan Jaka Setia yang tersebar di 7 SDN dan terdapat 66 guru bertugas di Kelurahan Pekayon yang tersebar di 10 SDN.Hasil analisis dari penelitian adalah terdapat hubungan yang negative antara internal locus of control dengan burnout pada guru honor SDN Bekasi Selatan dengan koefisien korelasi sebesar r = ? 0,441. Terdapat hubungan yang positif dan memiliki korelasi yang kuat antara job insecurity dengan burnout dengan r = 0,616.Analisis koefisien korelasi determinasi (R2) pada korelasi antara internal locus of control dengan job insecurity menunjukan angka sebesar 0.438, berarti internal locus of control dan job insecurity memiliki sumbangan sebesar 43,8% terhadap burnout dan 56,2% dipengaruhi oleh variabel lain

Page 4 of 10 | Total Record : 99